BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 13. Satuan Layanan Bimbingan Kelompok
BIMBINGAN DAN KONSELING
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I TINDAKAN 1) Lembaga : SMP Negeri 3 Kebumen
Subjek : Siswa-siswi Kelas VIII H Tahun : 2016/2017
1. Pokok Bahasan : Pemahaman diri tentang potensi, minat, dan kepribadian
2. Bidang Bimbingan : Karier
3. Jenis Layanan : Bimbingan Kelompok
4. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan
5. Tujuan :
- Siswa dapat menyesuaikan karier yang akan direncanakan dengan potensi,
minat dan kepribadiannya.
- Siswa mampu merancang dan mengembangkan karier sesuai potensi, minat
dan kepribadiannya
6. Uraian Kegiatan :
No. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu 1. Kegiatan Awal
a. Guru pembimbing membuka kegiatan layanan dengan
berdo’a
b. Guru pembimbing mengecek kehadiran siswa
c. Guru pembimbing dan peneliti memberi gambaran materi layanan
5 menit
2. Kegiatan Inti
a. Guru pembimbing menjelaskan materi tentang memahami diri tentang potensi, minat, dan kepribadian
b. Peneliti menerangkan metode yang akan dilakukan c. Siswa dibagi kedalam 4 kelompok
d. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing- masing dengan topik yang sudah diberikan
133
3. Kegiatan Akhir
a. Guru pembimbing dan peneliti melakukan refleksi terkait materi yang telah dipaparkan
b. Siswa dibantu guru pembimbing menyimpulkan materi yang telah didiskusikan
c. Menutup kegiatan layanan dengan salam dan berdoa
10 menit
7. Metode : Diskusi
8. Alokasi Waktu : 45 menit
9. Tempat : Ruang kelas
10. Penyelenggara Layanan : Peneliti
11. Pihak yang ikut serta : Guru Pembimbing
134
Potensi, Minat, dan Kepribadian
Sebenarnya kita semua tanpa terkecuali mempunyai banyak sekali yang bisa di kembangkan. Namun sedikit dari kita yang tau bagaimana cara untuk mengenal dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Berikut beberapa cara untuk mengenali potensi diri antara lain:
1. Kenali Diri Sendiri. Buat daftar pertanyaan dan jawab dengan jujur. Misalnya: Apa yang membuat anda bahagia? Apa yang anda inginkan dalam hidup ini? Apa kelebihan dan kekuatan anda? Apa kelemahan dan kekurangan anda?
2. Tentukan Tujuan Hidup. Tentukan tujuan hidup anda untuk jangka pendek maupun jangka panjang sesuai kemampuan dan kompetensi anda.
3. Kenali Motivasi Hidup. Setiap manusia mempunyai motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Apa yang bisa mencambuk anda untuk membangun kekuatan dan dukungan moril sehingga menghasilkan karya terbaik.
4. Hilangkan Negatif Thingking. Jangan menyalahkan orang lain dalam menghadapi hambatan. Evaluasi langkah anda, kemudian melangkah lagi. 5. Jangan Mengadili Diri Sendiri. Jika menghadapi hambatan dan kegagalan
untuk mencapai tujuan jangan menyesal dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran yang berharga untuk maju.
6. Bertanya Kepada Orang Yang Terdekat. Misalnya orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman. Terkadang kita tidak menyadari otensi yang kita miliki karena itu diperlukan orang lain untuk menyadarkan kita. 7. Banyak Membaca, Melihat, Dan Merasakan. Dengan begitu akan banyak
informasi dan pengetahuan yang bertambah. Bacaan dan tontonan yang kita sukai itu bisa jadi adalah sebuah potensi.
Cara Mengembangkan Potensi Diri
Setelah benar-benar memahami apa sebenarnya potensi diri yang anda miliki, maka langkah selanjutnya yang harus diketahui adalah bagaimana cara mengembangkan potensi diri anda sendiri. Dalam hal cara mengembangkan potensi diri disini yang perlu ditekankan terdiri dari beberapa langkah penting. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Harus diawali dengan niat
2. Harus berpikir positif dalam setiap hal 3. Harus memiliki komitmen
4. Jangan menganggap remeh orang lain
5. Menerima saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun dari orang lain 6. Konsisten terhadap apa yag kita lakukan
7. Yakinlah bahwa kita pasti bisa
Dari beberapa poin cara mengembangkan diri diatas yang paling utama sekali harus dilakukan adalah poin pertama, yaitu mengawali pengembangan
135
potensi diri tersebut dengan niat yang tulus. Dengan adanya niatan tulus, maka akan tercipta pikiran positif yang akan membuat anda memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan dari potensi anda.
Sesuatu hal yang dilakukan tentu tidak akan berbuah hasil manis jika dilakukan tanpa adanya konsistensi, maka dalam hal ini yang paling utama yang harus anda ingat adalah konsisten. Bila anda mengerjakan sesuatu hanya dalam beberapa hari atau bulan saja, maka tentu hasil dari potensi diri yang anda kerjakan belum terlihat, maka cobalah untuk tetap konsisten, dan yakin dan percayalah bahwa apa yang anda cita-citakan akan segera terwujud.
Pengertian Minat
Minat adalah seberapa besar seseorang merasa suka/tertarik atau tidak suka/mengabaikan kepada suatu rangsangan. Minat adalah dorongan yang kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang menjadi keinginannya. Minat merupakan faktor yang dapat mengarahkan bakat dan keberadaannya merupakan faktor utama dalam pengembangan bakat.Kata minat lebih menggambarkan motivasi, yang mempengaruhi perhatian, berpikir dan berprestasi Spesifikasi minat dapat dibedakan menjadi:
Minat pribadi (personal Interest), yaitu ciri pribadi individu yang relatif stabil. Minat pribadi ditujukan pada suatu kegiatan atau topik yang spesifik (misalnya minat pada olah raga, ilmu pengetahuan, musik, tarian, komputer, dan lain-lain).
Minat situasional, yaitu minat yang ditumbuhkan oleh kondisi atau faktor lingkungan, misalnya peran pendidikan formal, informasi yang diperoleh melalui buku, internet atau televisi.
Minat sebagai keadaan psikologis, yakni bila seseorang memiliki penilaian yang tinggi untuk suatu kegiatan (value of activity) dan pengetahuan yang tinggi terhadap kegiatan tersebut.
Minat ada 2 bidang yaitu:
1. Minat bidang akademis, minat ini erat hubungannya dengan masalah Sekolah misalnya:
- Setelah lulus SMP, mana yang akan dipilih SMA atau SMK? - Mata pelajaran apa yang anda senangi
2. Minat bidang pekerjaan, minat ini merupakan pendorong dalam mencapai cita-cita.
136
Misalnya:
Rina mempunyai cita-cita ingin menjadi guru, dalam kegiatan yang ia lakukan, senang belajar kelompok untuk melatih mengungkapkan/mengutarakan pendapat, senang mengajari anak-anak yang usia di bawahnya.
Jadi minat merupakan kecenderungan atau arah keinginan terhadap sesuatu untuk memenuhi dorongan hati, minat merupakan dorongan dari dalam diri yang mempengaruhi gerak dan kehendak terhadap sesuatu, merupakan dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.
Minat adalah suatu pengetahuan yang dikenal lebih dahulu, baru setelah mengenalnya akan timbul keinginan dan untuk mewujudkan keinginan tersebut, contoh Rahmad senang dengan pengetahuan mesin otomotif dan ia sering pergi ke bengkel untuk mengamatinya, maka si Rahmad apabila lulus SMP berminat melanjutkan sekolah di SMK Teknik dibidang mesin otomotif.
Kepribadian
a. Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, temparmen, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
b. Faktor-Faktor yang Membentuk Kepribadian
Secara umum ada dua faktor utama yang membentuk kepribadian individu. 1. Faktor Bawaan
Kepribadian individu sangat tergantung oleh faktor bawaan atau genetis pada saat individu tersebut belum dilahirkan ke dunia, yaitu yang diturunkan secara biologis oleh kedua orang tuanya
2. Faktor Lingkungan
Selain faktor bawaan, kepribadian juga ditentukan oleh faktor lingkungan, termasuk didalamnya adalah pengalaman-pengalaman sosial dan perubahan lingkungan. Yang dimaksud dengan pengalaman- pengalaman sosial di sini adalah segala sesuatu atau peristiwa yang
137
terjadi karena pengaruh lingkungan sosial, misalnya belajar di sekolah, hubungan dengan masyarakat, dll.
c. Kepribadian Sehat/Matang
Berikut ini beberapa ciri orang yang memiliki kepribadian sehat/matang meskipun ciri-ciri ini tidak mutlak menggambarkan kepribadian yang sehat.
1. Orang yang memiliki kepribadian sehat memiliki suatu perluasan diri. Artinya, hidupnya tidak terikat sempit pada kebutuhan- kebutuhan dan kewajiban-kewajiban pokoknya. Salah satu aspek penting dari perluasan diri adalah proyeksi ke masa depan, yaitu merencanakan dan mengharapkan.
2. Mampu menjalin hubungan dengan orang lain dengan rasa aman. Orang yang memiliki kepribadian matang dapat diterima dan menerima orang lain dengan baik tanpa hambatan yang berarti. 3. Mampu menerima diri sendiri. Orang yang memiliki kepribadian
matang dapat menerima apapun keadaan yang ada pada dirinya. Ia dapat menerima kekurangan dan kelebihan yang ada padanya. 4. Orang yang memiliki kepribadian matang memiliki filsafat hidup
atau pegangan hidup yang kuat. Salah satu pegangan hidup yang digunakan oleh kebanyakan orang adalah agama. Hal itu berarti bahwa seorang yang berkepribadian matang memiliki kehidupan keagamaan yang kuat.
138
SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I TINDAKAN 2) Lembaga : SMP Negeri 3 Kebumen
Subjek : Siswa-siswi Kelas VIII H Tahun : 2016/2017
1. Pokok Bahasan : Mengenal Sekolah Lanjutan 2. Bidang Bimbingan : Karier
3. Jenis Layanan : Bimbingan Kelompok
4. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan
5. Tujuan :
- Siswa dapat mengenal lebih jauh seputar SMK, SMA, dan MA.
6. Hasil yang ingin dicapai :
- Siswa memiliki gambaran atau menentukan sekolah lanjutan yang akan
dipilih (SMA, SMK atau MA)
7. Uraian Kegiatan :
No. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu 1. Kegiatan Awal
a. Guru pembimbing membuka kegiatan layanan dengan
berdo’a
b. Guru pembimbing mengecek kehadiran siswa c. Siswa duduk secara berkelompok
d. Guru pembimbing dan peneliti memberi gambaran materi layanan
5 menit
2. Kegiatan Inti
a. Guru pembimbing menjelaskan informasi tentang ruang lingkup SMA dan SMK
b. Peneliti menerangkan tentang luaran yang dapat dicapai siswa jika memilih untuk melanjutkan pendidikan lanjutan di SMA atau SMK
c. Peneliti membagikan leaflet sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan
d. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing dengan topik yang sudah diberikan
139
3. Kegiatan Akhir
a. Guru pembimbing dan peneliti melakukan refleksi terkait materi yang telah dipaparkan
b. Siswa dibantu guru pembimbing menyimpulkan materi yang telah didiskusikan
c. Menutup kegiatan layanan dengan salam dan berdoa
10 menit
8. Metode : Diskusi
9. Alokasi Waktu : 45 menit
10. Tempat : Ruang kelas VIII H
11. Penyelenggara Layanan : Peneliti
12. Pihak yang ikut serta : Guru Pembimbing
13. Sumber :
Rintyastini, Yulita & Suzy Yulia. 2006. Bimbingan dan Konseling SMP untuk Kelas IX. Jakarta: Erlangga
140
Mengenal Sekolah Lanjutan
A. Pengertian Sekolah Lanjutan
Pengertian sekolah lanjutan menurut KBBI adalah sekolah selepas sekolah dasar, sebelum perguruan tinggi. Sedangkan pengertian sekolah lanjutan dalam hal memasuki sekolah lanjutan tingkat atas, yaitu sekolah selepas sekolah lanjutan tingkat pertama, sebelum perguruan tinggi.
B. Macam-Macam Sekolah Lanjutan
1. Sekolah Menengah Atas (SMA)
Sekolah menengah atas merupakan salah satu jenis sekolah yang dapat dimasuki oleh siswa setelah menyelesaikan studi di sekolah lanjutan tingkat atas. Sekolah menengah atas mengutamakan persiapan siswa melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan lebih tinggi.
Dalam rangka mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi, di SMA diselenggarakan program pendidikan khusus atau jurusan. Ada tiga program studi di SMA, yaitu Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Program Bahasa.
Masing-masing program bertujuan untuk mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi yang berkaitan dengan ilmu-ilmu pada program tersebut. Program Pengetahuan Alam bertujuan untuk menyiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Program Pengetahuan Sosial bertujuan untuk menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara itu, Program Bahasa bertujuan untuk menyiapkan siswa memasuki pendidikan tinggi yang berkaitan dengan ilmu bahasa.
Penjurusan di SMA diselenggarakan mulai Kelas XI semester 1. Dasar yang dipakai untuk penjurusan siswa adalah nilai akademik selama
141
2 semester di kelas X. Selain itu, dipertimbangkan juga minat dan bakat yang dimiliki siswa serta atas persetujuan orang tua siswa.
2. Madrasah Aliyah
Madrasah aliyah (MA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah atas, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah aliyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas X sampai kelas XII.
Pada tahun kedua (yakni kelas XI), seperti halnya siswa SMA, siswa MA memilih salah satu dari 4 jurusan yang ada, yaitu Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Ilmu-ilmu Keagamaan Islam, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas XII), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan madrasah aliyah dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi umum, perguruan tinggi agama Islam, atau langsung bekerja. MA sebagaimana SMA, ada MA umum yang sering dinamakan MA dan MA kejuruan misalnya Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) dan madrasah aliyah program keterampilan yang terdapat di pondok-pondok pesantren.
Kurikulum madrasah aliyah sama dengan kurikulum sekolah menengah atas, hanya saja pada MA terdapat porsi lebih banyak muatan pendidikan agama Islam, yaitu Fiqih, akidah, akhlak, Al Quran, Hadits, Bahasa Arab dan Sejarah Islam (Sejarah Kebudayaan Islam).
3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jenis sekolah menengah yang dapat dimasuki oleh siswa setelah SMP. Sekolah menengah kejuruan bertujuan untuk :
1. Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional.
2. Menyiapkan siswa agar mampu memilih karier.
3. Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah dan mengisi kebutuhan dunia usaha.
142
4. Menyiapkan siswa untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang yang tinggi (perguruan tinggi).
Siswa yang belajar di sekolah menengah kejuruan lebih banyak dibekali keterampilan untuk memasuki lapangan kerja. Sekolah ini mempunyai penekanan pada program keahlian khusus. Ada sekolah menengah kejuruan yang khusus mempelajari teknik, komputer, tata boga, kecantikan, ekonomi/akuntansi, mesin, otomotif, dan masih banyak lagi, yang semuanya bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga kerja siap pakai sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing yang dibutuhkan dunia usaha.
Tidak hanya dibekali keterampilan untuk memasuki lapangan kerja saja, sekolah menengah kejuruan juga mempersiapkan siswa memasuki pendidikan yang lebih tinggi. Misalnya perguruan tinggi atau yang sederajat.
Contoh : SMK dengan program keahlian kecantikan, teknik komputer jaringan, akuntansi dan lain-lain; Sekolah Analis Kimia; Sekolah Farmasi; Sekolah Perkapalan; Sekolah Kelautan; SMK-SPP; SMK Telekomunikasi, dan lain-lain.
143
SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I TINDAKAN 3) Lembaga : SMP Negeri 3 Kebumen
Subjek : Siswa-siswi Kelas VIII H Tahun : 2016/2017
1. Pokok Bahasan : Mengenal seputar Perguruan Tinggi 2. Bidang Bimbingan : Karier
3. Jenis Layanan : Bimbingan Kelompok
4. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan
5. Tujuan :
- Siswa dapat mengenal dan mengetahui berbagai macam jurusan yang ada di
Perguruan Tinggi
6. Hasil yang ingin dicapai :
- Siswa diharapkan mampu memilih jurusan yang ada di Perguruan Tinggi
sesuai dengan minat dan kemampuannya.
7. Uraian Kegiatan :
No. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu 1. Kegiatan Awal
a. Guru pembimbing membuka kegiatan layanan dengan
berdo’a
b. Guru pembimbing mengecek kehadiran siswa
c. Guru pembimbing dan peneliti memberi gambaran materi layanan
5 menit
2. Kegiatan Inti
a. Guru pembimbing menjelaskan materi seputar ruang lingkup dan berbagai jurusan yang ada di Perguruan Tinggi
b. Peneliti membagikan leaflet yang berkaitan dengan topik pembicaraan
c. Peneliti memberikan pengarahan dan materi diskusi kelompok
d. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing dengan topik yang sudah diberikan
144
3. Kegiatan Akhir
a. Guru pembimbing dan peneliti melakukan refleksi terkait materi yang telah dipaparkan
b. Siswa dibantu guru pembimbing menyimpulkan materi yang telah didiskusikan
c. Menutup kegiatan layanan dengan salam dan berdoa
10 menit
8. Metode : Diskusi
9. Alokasi Waktu : 45 menit
10. Tempat : Ruang kelas VIII H
11. Penyelenggara Layanan : Peneliti
12. Pihak yang ikut serta : Guru Pembimbing
145
Mengenal Seputar Perguruan Tinggi
Bagi para mahasiswa baru, masa awal memasuki dunia kampus pastilah memberikan kesan tersendiri. Selain memiliki kultur dan sistem pendidikan yang berbeda dengan lingkungan SMA, dunia kampus juga berarti kesempatan untuk menemukan teman baru, tempat baru dan pengalaman baru. Banyak mahasiswa baru yang sudah mantap untuk menghadapi perubahan ini, tapi tak sedikit yang masih berdebar-debar untuk menghadapinya.
Perbedaan pertama adalah mengenai sistem kredit semester (SKS) yang mungkin sangat asing pada jenjang sebelumnya. Dalam sistem ini, memungkinkan mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang ingin diambil atau dipelajari dalam kurun waktu satu semester, tentunya dengan beberapa persyaratan tertentu. Ada mata kuliah yang tercantum dalam semsester genap, ada pula yang tercantum di semester ganjil. Sebagai contoh, pada semester dua seorang mahasiswa memilih tidak mengambil mata kuliah grammar karena satu dan lain hal. Karena mata kuliah tersebut tercantum pada semester dua atau semester genap, maka ia dapat mengambil mata kuliah tersebut pada semester empat, enam atau delapan.
Selain itu, dalam sistem SKS juga memungkinkan mahasiswa mengambil kembali (re-take) beberapa mata kuliah yang pada semester sebelumnya ia mendapat nilai yang tidak memuaskan. Seperti jika pada semester tiga seorang mahasiswa mendapat nilai D untuk mata kuliah translatIon maka ia dapat re-take mata kuliah tersebut di semester lima atau tujuh. Tentunya dengan harapan nilai yang diraih jauh lebih baik.
Universitas, Fakultas dan Prodi.
Secara umum dan sederhana bisa kita definisikan universitas sebagai salah satu bentuk dari lembaga perguruan tinggi yang terdiri dari beberapa fakultas. Disebut sebagai salah satu bentuk, karena sebenanrnya selain universitas, ada beberapa bentuk lain dari Perguruan tinggi, seperti akademi, institut dan sekolah tinggi.
Di dalam sebuah universitas sendiri, ada beberapa fakultas-fakultas. Fakultas tersebut dapat kita artikan sebagai sekumpulan program stud (prodi) yang memiliki landasan disiplin ilmu yang sama. Misal fakultas teknik, yang di dalamnya mungkin terdapat prodi teknik mesin, prodi teknik otomotif, prodi teknik sipil dan sebagainya. Jika pimpinan dalam sebuah universitas disebut rektor, maka pimpinan dalam sebuah fakultas disebut dekan. Prodi juga memiliki struktur tersendiri. Pimpinannya berada di tangan seorang ketua prodi dan biasanya dibantu oleh beberapa wakil, seorang sekretaris, seorang bendahara dan beberapa jabatan lainnya.
146 KKN dan PKL
Beda dengan KKN, PKL atau Praktik Kerja Lapangan adalah suatu program mata kuliah yang bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa pada praktik nyata di lapangan. Metode teknis PKL tergantung dari fakultas asal. Jika berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) , mahasiswa biasanya diberi waktu tertentu untuk praktik mengajar di sekolah. Jika berasala dari FE atau Fakultas Ekonomi, mahasiswa mungkin diminta berpraktik di sebuah perusahaan atau koperasi. PKL sebenanrnya juga menawarkan kesempatan kerja yang sangat baik. tak jarang melalui PKL, mahasiswa mendapat sebuah pekerjaan.
Beasiswa
Tanggung jawab yang dipikul sebagai seorang mahasiswa tentunya berbeda dengan tanggung jawab pelajar sekolah menengah atas. Mahasiswa sewajibnya mulai memikirkan visinya ke depan, terutama mengenai keuangan. Dengan biaya yang rata-rata tidak sedikit, banyak mahasiswa yang tersadar untuk mulai meringankan beban orang tuanya. Ada yang dengan bekerja paruh waktu ataupun memburu beasiswa.
Sebenarnya banyak beasiswa yang dapat termasuk jenis dan syaratnya. Beberapa beasiswa yang paling populer diantaranya BKM (beasiswa khusus mahasiswa) dan Beasiswa PPA (program peningkatan akademik), keduanya dikeluarkan oleh Kemendiknas. Selain itu ada beberapa beasiswa yang dikeluarkan oleh korporasi atau perusahaan seperti beasiswa Djarum (PT Djarum Kudus, tbk), PGN (Perusahaan Gas Negara), MEDCO, ASTRA, Bank Indonesia, Beasiswa Sampoerna dan masih banyak lagi. Beberapa yayasan pun ada yang menyediakan beasiswa untuk mahasiswa, seperti Beasiswa SUPERSEMAR (Yayasan Supersemar) Beasiswa dari Gloria, Beasiswa dari Goodwill International, Beasiswa dari Yayasan Karya Salemba dan masih banyak lagi.
Menentukan jangka waktu kulIah
Satu lagi yang terpenting adalah menentukan jangka waktu kuliah. Keadaan ekonomi keluarga, ikatan dan syarat beasiswa serta kondisi dan tren dunia kerja harus dipertimbangkan. Apalagi ada beberapa kampus yang menerapkan sistem DO atau drop-out bagi mahasiswa yang terlalu lama menyelesaikan kuliahnya. Mahasiswa yang di drop-out berarti mahasiswa tersebut telah kehilangan statusnya sebagai mahasiswa atau dengan kata lain dipecat. Aktivitas di UKM dan ORMAWA ataupun yang lain terkadang menjadi kendala utama dalam menyelesaikan waktu kuliah. Begitu pula dengan skripsi dan nilai akademis.
147
SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
(PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II TINDAKAN 1) Lembaga : SMP Negeri 3 Kebumen
Subjek : Siswa-siswi Kelas VIII H Tahun : 2016/2017
1. Pokok Bahasan : Mengenal Dunia Kerja
2. Bidang Bimbingan : Karier
3. Jenis Layanan : Bimbingan Kelompok
4. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan
5. Tujuan :
- Siswa mengenal macam-macam bidang pekerjaan serta berbagai persyaratan
yang harus terpenuhi agar dapat bekerja pada bidang pekerjaan tersebut 6. Hasil yang ingindicapai :
- Siswa diharapkan mampu memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan
minat dan kemampuan yang dimiliki
7. Uraian Kegiatan :
No. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu 1. Kegiatan Awal
a. Guru pembimbing membuka kegiatan layanan dengan
berdo’a
b. Guru pembimbing mengecek kehadiran siswa
c. Guru pembimbing dan peneliti memberi gambaran materi layanan
5 menit
2. Kegiatan Inti
a. Guru pembimbing menjelaskan materi mengenai berbagai bidang pekerjaan yang dapat dipilih oleh siswa sebagai minatnya
b. Peneliti menjelaskan persyaratan yang harus terpenuhi agar dapat bekerja pada bidang pekerjaan tersebut c. Peneliti menerangkan metode dan topik diskusi
d. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing dengan topik yang sudah diberikan
30 menit
148
a. Guru pembimbing dan peneliti melakukan refleksi terkait materi yang telah dipaparkan
b. Siswa dibantu guru pembimbing menyimpulkan materi yang telah didiskusikan
c. Menutup kegiatan layanan dengan salam dan berdoa