• Tidak ada hasil yang ditemukan

Refleksi Shalat dalam kehidupan sehari – hari

Dalam dokumen UNTUK MAHASISWA PROGRAM DMS (Halaman 107-109)

C. Uraian materi

10. Refleksi Shalat dalam kehidupan sehari – hari

Kita adalah ciptaan Allah SWT Yang Maha Sempurna. Kita dikaruniai akal pikiran agar dapat membedakan yang haq dan bathil, antara yang jahat dan yang baik. Suatu saat kita akan kembali kepada Allah SWT untuk menghadap kehadirat-Nya dan mempertanggungjawab- kan perbuatan kita selama hidup di dunia ini.

Ibadah shalat merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan Allah SWT untuk memohon petunjuk dan meminta ampun segala salah dan khilaf. Dengan aktif melakukan shalat berarti kita aktif berkomunikasi kepada Allah SWT. Hal demikian akan mengingatkan kita kepada Allah SWT kapanpun dan dimanapun kita berada yang pada gilirannya dapat mengendalikan segala amal perbuatan kita. Jika kita melakukan shalat dengan sungguh – sungguh dan khusyu’ akan menghindarkan kita dari perbuatan yang tidak diridhai Allah. Kaum yang bergelimang dosa dan perbuatan maksiat, mereka adalah kaum yang tidak pernah shalat dengan sungguh – sungguh bahkan sama sekali tidak melakukan shalat. Akibatnya mereka tidak pernah ingat kepada Dzat Yang Maha Mengadili dan tidak menyadari bahwa setiap amal perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akerat.

Berbagai kejahatan dan kekerasan sosial yang semakin banyak kita jumpai akhir – akhir ini adalah akibat kesalahan manusia itu sendiri yang selalu bergelimang dengan dosa. Mereka melakukan shalat bukan karena ihlas kepada Allah SWT, namun hanya dilsaudarasi niat dunia semata baik karena riya’ atau pujian dari orang lain. Shalat yang demikian, tidak akan mendatangkan kemanfaatan apa – apa bagi orang yang melakukannya.

Orang yang rajin shalat akan memiliki hati yang lembut, kesabaran yang tinggi, rendah hati, dan selalu terdorong untuk melakukan kebaikan dalam hidupnya. Orang yang suka melakukan shalat akan menyadari bahwa dirinya adalah makhluq lemah, yang tidak memiliki kuasa apapun tanpa seizin Dzat Yang Maha Agung. Oleh karena itu manusia tidak sepantasnya menyombongkan diri di dunia ini karena Allahlah Dzat Yang Maha Tinggi. Kita tidak mempunyai kekuatan apapun di hadapan Allah SWT.

D. Rangkuman

“Shalat” dalam perkataan bahasa Arab berarti: “Do’a memohon kebajikan dan pujian”. Sedang menurut istilah, para fuqaha’ memberi ta’rif shalat adalah beberapa ucapan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir dan

diakhiri dengan salam yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut sarat – sarat yang telah ditentukan”

Ibadah shalat didasarkan pada Firman Allah QS. Al Baqarah : 43, QS. Al Ankabut : 45; Al Nisa : 102.

Sarat-sarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan shalat dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu : sarat wajib dan sarat sah shalat. Sarat wajib shalat yaitu sarat-sarat diwajibkannya seseorang mengerjakan shalat yang mencakup: 1) Islam, 2) Suci dari Haidh dan Nifas, 3) Berakal Sehat, 4) Balligh (Dewasa), 5) Pernah mimpi bersetubuh, 6) mulai keluar darah haidh (datang bulan) bagi anak perempuan, 7) Telah sampai da’wah kepadanya, 8) Terjaga

Sarat sah shalat adalah hal – hal yang harus dipenuhi apabila seseorang hendak melakukan shalat. Apabila salah satu sarat tidak dipenuhi maka tidak sah shalatnya yang mencakup : 1) Suci dari hadats besar dan hadats kecil, 2) Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis, 3) Masuk Waktu Shalat, 4) menutup aurat, 5) menghadap kiblat.

Shalat itu mempunyai rukun-rukun yang harus dipenuhi ketika seseorang mengerjakan shalat, apabila salah satunya ditinggalkan maka tidak sah shalatnya. Rukun-rukun tersebut adalah berniat, takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, membaca al Fatihah, ruku’ dengan tuma’ninah, i’tidal dengan tuma’ninah, sujud dua kali dengan tuma’ninah, duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah, duduk dengan tuma’ninah, membaca salam, tertib.

Setiap gerakan dan bacaan dalam shalat mengandung hikmah dan manfaat yang dapat menyehatkan diri kita, baik jasmani maupun rohani. Pemahaman rahasia dan hikmah gerakan dan bacaan shalat bagi setiap muslim sangat penting, agar mereka dapat melakukan shalat dengan kusyu’ dan mampu merasakan kemanfaaan shalat secara riil dalam kehidupan sehari – hari.

Hal – hal yang membatalkan shalat adalah berhadats, kecil maupun besar, meninggalkan salah satu rukun shalat atau memutuskan rukun shalat sebelum dilakukan, misalnya I’tidal sebelum sempurna rukunnya, terkena najis yang tidak bisa dimaafkan, misalnya tahi cicak, berkata – kata atau mengucapkan kalimat dengan sengaja, selain bacaan shalat walapun sepatah kata yang memahamkan (mengandung makna), sengaja meninggalkan salah satu rukun atau sarat shalat tanpa udzur, misalnya terbuka auratnya, membelakangi qiblat, tertawa terbahak – bahak, bergerak dengan keras, tiga kali berturut – turut, mendahului imam sampai dua rukun, murtad, keluar dari Islam.

Allah SWT memberikan keringanan bagi seseorang yang dalam keadaan tertentu (dhorurat) tidak dapat melaksanakan sebagaimana biasanya. Keringanan tersebut diwujudkan dengan disyari’atkannya shalat Jama’, shalat Qashar, shalat

Keterampilan Ibadah

dalam kendaraan dan shalat khusus bagi orang yang sedang sakit.

Keutamaan shalat lima waktu diantaranya : 1) mengingatkan kita kepada Allah, menghidupkan rasa takut kepadanya, menghidupkan khudhu’ dan tunduk kepada-Nya dan menumbuhkan di dalam jiwa kebesaran dan rasa ketinggian Allah SWT, serta mengesakan kebesaran dan kekuasaannya, 2) mendidik dan melatih kita untuk menjadi orang yang tenang, orang yang dapat menghadapi segala kesusahan dengan hati yang tetap tenang, 3) menjadi penghalang untuk mengerjakan kemunkaran dan keburukan.

Pendapat lain mengatakan, bahwa hikmah shalat adalah mampu meng- hadirkan menghadirkan nilai – nilai yang sangat diharapkan bagi manusia untuk mencapai makna hidup yang sejati, membersihkan diri, menyucikannya, membiasakan manusia untuk bermunajat kepada Allah dan mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Shalat juga merupakan media komunikasi vertikal antara manusia dengan Allah SWT, dimana shalat merupakan salah satu model komunikasi vertikal nonlinguistik.

Dalam dokumen UNTUK MAHASISWA PROGRAM DMS (Halaman 107-109)

Dokumen terkait