• Tidak ada hasil yang ditemukan

Regresi Sederhana

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 48-58)

Analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan pengujian model analisis regresi sederhana, seperti pada pembahasan model analisis regresi dibawah ini:

C. 1.Pengaruh Efektivitas Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Pegawai

Untuk mengetahui pengaruh antara variabel efektivitas komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai dapat dilihat pada tabel 4.34 :

Tabel 4.34

Model Summary efektivitas Komunikasi Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,619a ,383 ,376 8,439

Berdasarkan tabel 4.34 model summary diatas dapat dilihat koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,383. Nilai R Square menunjukkan besarnya sumbangan variabel efektivitas komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 38,3% dan besarnya sumbangan variabel lain yang

a. Predictors: (Constant), X1 : Efektivitas Komunikasi Organisasi b. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai

commit to user

mempengaruhi kinerja pegawai diluar penelitian ini sebesar 100% - 38,3% = 61,7 %.

Tabel 4.35

Model Anova Efektivitas Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Pegawai

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 3934,443 1 3934,443 55,251 ,000b

Residual 6337,711 89 71,210

Total 10272,154 90

a. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai

b. Predictors: (Constant), X1 : Efektivitas Komunikasi Organisasi

Berdasarkan uji ANOVA atau F test pada tabel 4.35 didapat F hitung adalah 55,251 dengan tingkat signifikansi 0,000. Oleh karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi kinerja pegawai.

Tabel 4.36

Koefesien Regresi Efektivitas Komunikasi Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Coefficients

a. Dependent Variable : Z : Kinerja Pegawai

Berdasarkan tabel 4.36 diatas nilai konstanta (α) sebesar 44,968 dan nilai koefisiensi regresi sebesar 0,795. Berdasarkan nilai konstanta dan koefisensi regresi yang telah diperoleh maka persamaan regresinya sebagai berikut :

Z = 44,968 + 0,795 X1

Nilai konstanta 44,968 menunjukkan total nilai kinerja pegawai. Hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa efektifitas komunikasi organisasi memiliki pengaruh sebesar 0,795 terhadap kinerja pegawai. Artinya jika

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 44,968 6,820 6,594 ,000

X1 ,795 ,107 ,619 7,433 ,000

commit to user

variabel efektivitas komunikasi organisasi meningkat sebesar 1, maka akan menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0.795 atau sebesar 79,5%.

Untuk nilai signifikansi variabel efektifitas komunikasi organisasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000< 0,05) yang artinya ada korelasi antara efektifitas komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai.

C.2. Pengaruh Efektivitas Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi Kerja Untuk mengetahui pengaruh antara variabel Efektivitas Komunikasi Organisasi terhadap variabel Motivasi Kerja dapat dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.37

Model Summary Variabel Efektivitas Komunikasi Organisasi Terhadap Variabel Motivasi Kerja

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,576a ,332 ,325 7,632

a. Predictors: (Constant),X1 : Efektivitas Komunikasi Organisasi b. Dependent Variable : Y : Motivasi Kerja

Berdasarkan tabel 4.37 model summary diatas dapat dilihat nilai koefisien determinasi atau R Square sebesar 0,332. Nilai R Square menunjukkan besarnya sumbangan variabel Efektivitas Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi Kerja sebesar 33,2%. Dan besarnya sumbangan variabel lain yang mempengaruhi sikap diluar penelitian ini sebesar 100% - 33,2% = 66,8%.

commit to user Tabel 4.38

Model Anova Variabel Efektivitas Komunikasi Organisasi Terhadap Variabel Motivasi Kerja

Berdasarkan uji ANOVA atau F Test pada tabel 4.38 terdapat F hitung adalah 44,293 dengan tingkat signifikansi 0.000, karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05 sehingga model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel motivasi kerja.

Tabel 4.39

Koefesien Regresi Variabel Efektivitas Komunikasi Organisasi Terhadap Variabel Motivasi Kerja

Coefficientsa Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 38,476 6,167 6,239 ,000

X1 ,644 ,097 ,576 6,655 ,000

a. Dependent Variable: Y : Motivasi Kerja

Berdasarkan tabel 4.39 nilai konstanta (α) sebesar 38,476 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,644, maka persamaan regresinya sebagai berikut : Y= 38,476 + 0,644X1

Nilai konstanta 38,476 menunjukkan total nilai motivasi kerja. Hasil Koefisien regresi menunjukkan bahwa Efektivitas Komunikasi Organisasi memiliki pengaruh sebesar 0,644 terhadap motivasi kerja. Artinya jika

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 2579,699 1 2579,699 44,293 ,000b Residual 5183,488 89 58,241

Total 7763,187 90

a. Dependent Variable: Y : Motivasi Kerja

b. Predictors: (Constant), X1: Efektivitas Komunikasi Organisasi

commit to user

efektivitas komunikasi organisasi meningkat sebesar 1, maka akan menyebabkan motivasi kerja meningkat sebesar 0, 644 atau 64,4%.

Sementara itu nilai signifikansi variabel efektivitas komunikasi organisasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) yang artinya terdapat korelasi antara efektivitas komunikasi organisasi terhadap motivasi kerja.

C.3. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai

Untuk mengetahui pengaruh antara variabel motivasi kerja terhadap variabel kinerja pegawai dapat dilihat pada tabel 4.40.

Tabel 4.40

Model Summary Variabel Motivasi Kerja Terhadap Variabel Kinerja Pegawai Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Y : Motivasi Kerja b. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai

Nilai koefisien determinasi atau R Square terlihat pada tabel 4.40 model summary sebesar 0,543. Nilai R Square menunjukkan sumbangan variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 54,3 % dan besarnya pengaruh variabel lain yang mempengaruhi kinerja pegawai diluar penelitian ini sebesar 100%-54,3 % = 45,7 %.

Tabel 4.41

Model Anova Variabel Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 5582,751 1 5582,751 105,955 ,000b

Residual 4689,403 89 52,690

Total 10272,154 90

a. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai b. Predictors: (Constant), Y : Motivasi Kerja

Berdasarkan uji ANOVA atau F test pada tabel 4.41 di dapat adalah F hitung adalah 105,955 dengan tingkat signifikansi 0,000. Oleh karena

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,737a ,543 ,538 7,259

commit to user

probabilitas 0,000 jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel kinerja pegawai.

Tabel 4.42

Koefesien Regresi Variabel Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 28,088 6,567 4,277 ,000

Y ,848 ,082 ,737 10,293 ,000

a. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai

Berdasarkan tabel 4.42 bahwa nilai konstanta (α) sebesar 28,088 dan nilai koefisiensi regresi sebesar 0.848. Berdasarkan nilai konstanta dan koefisien regresi yang telah diperoleh maka persamaan regresinya sebagai berikut :

Z = 28,088 + 0,848 Y

Nilai konstanta 28,088 menunjukkan total nilai kinerja pegawai, hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh sebesar 0,848 terhadap kinerja pegawai artinya jika variabel motivasi kerja meningkat sebesar 1 maka akan menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0,848 atau sebesar 84,8%. Sementara itu nilai signifikansi variabel motivasi kerja 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) artinya bahwa terdapat korelasi antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai.

C.4. Pengaruh Kepuasan Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai

Untuk mengetahui pengaruh kepuasan komunikasi terhadap kinerja pegawai dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.43

Model Summary Variabel Kepuasan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,567a ,321 ,314 8,851

a. Predictors: (Constant), X2 : Kepuasan Komunikasi b. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai

commit to user

Nilai koefisien determinasi atau R Square terlihat pada tabel 4.43 model summary sebesar 0,321. Nilai R Square menunjukkan besarnya sumbangan variabel kepuasan komunikasi terhadap kinerja pegawai sebesar 32,1 % dan besarnya pengaruh variabel lain yang mempengaruhi kinerja pegawai diluar penelitian ini adalah sebesar 100%-32,1% = 67,9%.

Tabel 4.44

Model Anova Variabel Kepuasan Komunikasi Terhadap Variabel Kinerja Pegawai

ANOVAa

Model Sum of

Squares

df Mean Square F Sig.

1

Regression 3299,844 1 3299,844 42,122 ,000b Residual 6972,309 89 78,341

Total 10272,154 90

a. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai b. Predictors: (Constant), X2 : Kepuasan Komunikasi

Berdasarkan uji ANOVA atau F test pada tabel 4.44 didapat F hitung adalah 42,122 dengan tingkat signifikansi 0,000. Oleh karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi kinerja pegawai.

Tabel 4.45

Koefisien Regresi Variabel Kepuasan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 54,537 6,338 8,604 ,000

X2 ,454 ,070 ,567 6,490 ,000

a. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai

commit to user

Berdasarkan tabel 4.45 diatas nilai konstanta (α) sebesar 54,537 dan nilai koefisiensi regresi sebesar 0,454. Berdasarkan nilai konstanta dan koefisien regresi yang telah diperoleh maka persamaan regresinya sebagai berikut :

Z = 54,537 + 0,454X2

Nilai konstanta 54,537 menunjukkan total nilai kinerja pegawai. Hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa kepuasan komunikasi memiliki pengaruh sebesar 0,454 terhadap kinerja pegawai artinya jika variabel kepuasan komunikasi meningkat sebesar 1 maka akan menyebabkan variabel kinerja pegawai meningkat sebesar 0,454 atau 45,4%. Sementara nilai signifikansi variabel kepuasan komunikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) yang artinya terdapat korelasi antara kepuasan komunikasi terhadap kinerja pegawai.

C.5. Pengaruh Kepuasan Komunikasi terhadap Motivasi Kerja

Untuk mengetahui pengaruh antara variabel Kepuasan Komunikasi terhadap variabel Motivasi Kerja dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.46

Model Summary Variabel Kepuasan Komunikasi Terhadap Variabel Motivasi Kerja

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), X2 : Kepuasan Komunikasi b. Dependent Variable: Y : Motivasi Kerja

Berdasarkan tabel 4.46 Model summary diatas dapat dilihat nilai koefisien determinasi atau R Square terlihat sebesar 0,431. Nilai R Square menunjukkan besarnya sumbangan variabel Kepuasan Komunikasi terhadap Motivasi Kerja 43,1%. Dan besarnya sumbangan variabel lain yang mempengaruhi sikap diluar penelitian ini adalah sebesar 100%-43,1% = 56,9 %.

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,657a ,431 ,425 7,044

commit to user Tabel 4.47

Model Anova Variabel Kepuasan Komunikasi Terhadap Motivasi Kerja

ANOVAa

a. Dependent Variable: Y : Motivasi Kerja

b. Predictors: (Constant), X2 : Kepuasan Komunikasi

Berdasarkan uji ANOVA atau F test pada tabel 4.47 di dapat F hitung adalah 67,465 dengan tingkat signifikansi 0,000, oleh karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil ari 0,05. Maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel motivasi kerja.

Tabel 4. 48

Koefesien Regresi Variabel Kepuasan Komunikasi Terhadap Motivasi Kerja Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 38,191 5,044 7,571 ,000

X2 ,457 ,056 ,657 8,214 ,000

a. Dependent Variable: Y : Motivasi Kerja

Berdasarkan tabel 4.48 diatas nilai konstanta (α) sebesar 38,191 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,457. Berdasarkan nilai konstanta dan koefisien regresi yang telah diperoleh maka persamaan regresinya sebgai berikut :

Y = 38,191 + 0,457 X2

Nilai konstanta 38,191 menunjukkan total nilai Motivasi Kerja. Hasil koefisien regresi menunjukkan bahwa Kepuasan Komunikasi memiliki pengaruh sebesar 0,457 terhadap motivasi kerja. Artinya jika variabel Kepuasan Komunikasi meningkat sebesar 1, maka akan menyebabkan motivasi kerja meningkat sebesar 0,457 atau sebesar 45,7%. Sementara itu nilai signifikansi variabel Kepuasan Komunikasi. Sementara itu nilai signifikansi variabel Kepuasan Komunikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) artinya bahwa terdapat korelasi antara Kepuasan Komunikasi terhadap Motivasi Kerja.

commit to user C.6. Residu Motivasi Kerja

Untuk mengetahui residu secara menyeluruh antara variabel efektivitas komunikasi organisasi dan kepuasan komunikasi terhadap motivasi kerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini dengan rumus sebagai berikut :

Tabel 4.49

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,681a ,464 ,452 6,878

a. Predictors: (Constant), X2 : Kepuasan Komunikasi, X1 : Efektivitas Komunikasi Organisasi b. Dependent Variable: Y : Motivasi Kerja

= 0,732

Varian tak terjelaskan sebesar 0,732, untuk menentukan varian terjelaskan adalah 100 % - 73,2 % = 26,8%

C.7. Residu Kinerja Pegawai

Untuk mengetahui residu secara menyeluruh antara variabel Efektivitas Komunikasi Organisasi, Kepuasan Komunikasi, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dapat dilihat pada tabel 4.50 dengan rumus sebagai berikut :

Tabel 4.50 Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,774a ,600 ,586 6,874

a. Predictors: (Constant), Y: Motivasi Kerja, X1 : Efektivitas Komunikasi Organisasi, X2 : Kepuasan Komunikasi

b. Dependent Variable: Z : Kinerja Pegawai

commit to user = 0,633

Varian tak terjelaskan sebesar 0,633, untuk menentukan varian terjelaskan adalah 100 % - 63,3 % = 36,7%

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 48-58)

Dokumen terkait