1. Terkait dengan kecakapan dan kewenangan bertindak berdasarkan batasan umur, ketidakselarasan dalam peraturan perundang-undangan ternyata membawa dampak pada putusan pengadilan. Dalam kondisi ini, keberadaan doktrin sebagai penunjang menjadi tidak maksimal. Dalam putusan hakim yang kami kompilasi, terdapat perbedaan pandangan hakim, di antaranya disebabkan perbedaan dasar hukum yang menjadi dasar pertimbangan hukum. Dengan demikian, untuk menghindari ketidakpastian hukum dalam putusan hakim, perlu dilakukan penyelarasan peraturan perundang-undangan terkait dengan kecakapan dan kewenangan bertindak berdasar-kan batasan umur
2. Dari produk yang kami analisis, tampak bahwa kajian hakim terhadap ke cakapan dan kewenangan bertindak berdasarkan batasan umur sangat kurang. Bahkan kami tidak menemukan uraian yang menunjukkan pemaha-man hakim akan konsep kecakapan dan kewenangan bertindak berdasar-kan batasan umur. Dengan demikian, sebaiknya dilakuberdasar-kan upaya untuk lebih meningkatkan pemahaman hakim akan kecakapan dan kewenangan bertindak berdasarkan batasan umur.
3. Salah satu parameter yang digunakan untuk menilai kecakapan dan kewe nangan bertindak adalah berdasarkan batasan umur. Namun demiki-an, terkait dengan kecakapan dan kewenangan bertindak berdasarkan batasan umur, sebagian besar putusan hakim yang kami telusuri menggu-nakan lembaga ”di bawah umur” tanpa menguraikan dasar hukum maupun dasar pertimbangan yang digunakan untuk menentukan klasifikasi ”di bawah umur”. Dengan demikian, akan menjadi sulit untuk menilai kete patan penerapan hukum oleh hakim, yang pada akhirnya akan menimbulkan ketidakpastian hukum di masyarakat.
isi7-3.indd 150 12/13/2010 9:30:24 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Penjelasan Hukum tentang Batasan Umur
151
______________. 2008. “Milik Anak Belum Dewasa Sebagai Jaminan KreditModal Kerja Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sleman”. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Asser-De Boer I*. 2010. Personen- en familierecht. Deventer: Kluwer.
Basuki, Liah Anggraini. 2006. Skripsi: “Pengaturan Syarat Kecakapan dalam Hukum Kontrak Indonesia dan Penerapannya pada Transaksi Internet Internet-Com-merce”. Surabaya: Universitas Airlangga.
Basyir, Ahmad A zhar. 2004. A sas- asas Hukum Muamalat (Hukum
Perdata Islam). Yogyakarta: UII Press.
Budiono, Herlien. 2006. Asas Keseimbangan bagi Hukum Perjanjian Indonesia, Hukum
Perjanjian Berlandaskan Asas-Asas Wigati Indonesia. Bandung: Citra Aditya
Bakti. hlm.113.
Bzn, B. Ter Haar. 1950. Beginselen en Stelsel van het Adatrecht. Cetakan keempat. Jakarta: J.B. Wolters-Groningen.
Chandra, S. 2005. Sertifikat Kepemilikan Hak Atas Tanah (Persyaratan
Permohonan di Kantor Pertanahan). Jakarta: PT Gramedia Widya Sarana
Indonesia.
Clarkson, Kenneth W. et al. 2001. West Bussiness Law, Text Cases, Legal, Ethical,
Interna-tional, and E-Commerce Environment, Cetakan kedelapan. West Legal Studies in Bussiness.
DAFTAR PUSTAKA
isi8.indd 151 12/13/2010 9:31:16 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
152
Daftar PustakaCompare the remarks on Customary and Sharia Law; Ade Maman Suherman, Capaci-ty and authoriCapaci-ty to act (Base don Age Limit).
Dirjosisworo, Soedjono. 1983. Hukuman dalam Berkembangnya Hukum Pidana. Bandung: Tarsito.
Djojodiguno. 1964. Asas-asas Hukum Adat. Yogyakarta: Gadjah Mada. ______________. 1987. Asas-Asas Hukum Adat. Jakarta: Djembatan.
Djuhaendah Hasan–Habib Adjie. 2002. Masalah Kedewasaan dalam Hukum Indonesia
Media Notariat. Januari-Maret.
Dokumen Penjelasan Utama hasil penelitian Universitas Indonusa Esa Unggul: “Kecakapan dan Kewenangan Bertindak dalam Hukum Berdasarkan Batasan Umur, selanjutnya disingkat Hasil Penelitian Univ. Indonusa Esa Unggul. F.A.M Stroink, terj. Ateng Syafrudin. Pemahaman tentang Demokrasi. Refika
Aditama.
Fuady, Munir. 1999. Hukum Kontrak (Dari sudut Pandang Hukum Bisnis). Bandung: Citra Aditya Bakti.
G. Kartasapoetra, dkk. 1985. Pokok-Pokok Hukum Perburuhan. Bandung: Armico.
Gafur, Abdul. 1982. Pembinaan Generasi Muda. Bandung: Tarsito.
Gandasubrata, Purwoto S. 1989. “Persetujuan Isteri/Suami Untuk Menjaminkan Harta Bersama dan Batas Umur Dewasa Bagi Seorang Calon Nasabah Untuk Membuka Rekening Serta Meminjam Uang Kepada Bank”, Media Notariat, No.10 Tahun IV Januari.
Kie, Tan Thong. 1994. Studi Notariat, Serba Serbi Praktek Notaris. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve.
Handayani, Rahayu, Retno. 2008. Tesis: “Benturan Parameter Umur Dewasa dalam Kaitannya dengan Kewenangan Bertindak di Bidang Profesi Notaris dan PPAT”. Depok: Program Magister Kenotariatan.
Hasibuan, Bertrand A. 2006. “Problematika Kedewasaan Bertindak di Dalam Hukum (Studi pada Praktek Notaris di Kota Medan)”. Tesis. Universitas Sumatera Utara.
Logeman, J.H.A. dan G.J. Resink. 1975. Tentang Teori Suatu Hukum Tata Negara
Positif. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
isi8.indd 152 12/13/2010 9:31:16 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
152
Daftar Pustaka Penjelasan Hukum tentang Batasan Umur153
Lumban Tobing, GHS. 1992. Peraturan Jabatan Notaris. Jakarta: Erlangga. M.L.C.C. de Bruijn-Luckers. 2004. ‘Minderjarigen als volwaardige procespartij?!’, in:
Meesterlijk groot voor de kleintjes: opstellen aangeboden aan professor mr. J. E. Doek ter gelegenheid van zijn emeritaat. Alphen aan den Rijn: Kluwer. p. 108.
______________. 1994. EVRM, minderjarigheid en ouderlijk gezag, diss. Leiden. Manurung, Romualdo. 2004. “Pelaksanaan Ketentuan Pasal 87 dan Pasal 88
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dalam kaitan-nya dengan Otonomi Daerah”. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana, Univer-sitas Gadjah Mada.
Mertokusumo, Sudikno. 1985. Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty. ______________. 1999. Mengenal Hukum Suatu Pengantar. Yogyakarta: Liberty. Muchlis, Abdul. 2004. Implementasi Pengawasan Pemerintah Daerah terhadap Eksportir
Udang Beku pada Perusahaan Cold Storage di Kota Tarakan. Tesis. Program
Pascasarjana. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Nasution, Indra Ario. “Cessie Sebagai Salah Satu Bentuk Penggantian Kreditur Ditinjau dari Segi Hukum”, Media Notariat, No. 2 Tahun 1, Oktober 1999.
Octarina, Vera Octarina. 2006. Tesis: “ Pengaturan Kedewasaan dalam Pembuatan Akta Notaris dan Akta”. Surabaya: Airlangga.
Pedoman Pengisian Akta Jual Beli, Hibah, Pemisahan dan Pembagian. 1999. Dimuat dalam Himpunan Peraturan Perundangan Badan Pertanahan Nasional, Bidang Pengukuran dan Pendaftaran Tanah Jilid 2, diterbitkan oleh BPN. Jakarta. Prodjodikoro, Wirjono. 1953. Asas-Asas Hukum Perjanjian. Bandung : W. Van Hoeve. Prof.dr. T.A.H. 2009. Doreleijers, Te oud voor het servet, te jong voor het tafellaken,
Oratie Leiden.
Ridwan, H.R. 2002. Hukum Administrasi Negara. Yogyakarta: UII Press. Dikutip dari Benny, Muhamad. 2004. “Kewenangan Camat sebagai PPAT Sementara dalam Membuat Akta Peralihan Hak atas Tanah dengan Ganti Rugi”. Tesis, Medan: Program Pascasarjana Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara.
R.v.J. 1993. Padang 27 Juli 1933, dimuat dalam T. 139: 278, sebagai dikutip oleh Hilman Hadikusuma, Hukum Adat dalam Yurisprudensi, Hukum Kekeluargaan,
Perkawinan, Pewarisan, Bandung: Citra Aditya Bakti.
isi8.indd 153 12/13/2010 9:31:16 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
154
Daftar PustakaSanusi, Achmad. 1977. Pengantar Ilmu Hukum dan Pengantar Tata Hukum
Indone-sia. Bandung: Tarsito.
Satrio, J. 1993. Hukum Perikatan, Perikatan yang Lahir dari Undang-Undang, Bagian
Pertama, Bandung : Citra Aditya Bakti.
______________. 1999. Hukum Pribadi, Bagian I, Persoon Alamiah, cetakan pertama. Bandung: Citra Aditya Bakti.
______________. 2001. Perikatan yang lahir dari perjanjian, Buku II. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Simanjuntak, B. 1984. Pembinaan dan Mengembangkan Generasi Muda. Bandung: Tarsito.
Soepomo. 1982. Hukum Perdata Adat Jawa Barat, terjemahan Nani Soewondo. Cetakan Kedua. Djambatan.
Subekti. 1987. Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa. Cetaakan XI.
______________. 2010. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Cetakan XXXIV. Jakarta: Intermasa. Supomo. 1980. Pengantar Hukum Adat. Jakarta: Gunung Agung.
Syahar, Saidus. 1976. Undang-Undang Perkawinan dan Masalah Pelaksanaannya,
Ditinjau dari Segi Hukum Islam. Bandung: Alumni.
Ter Haar dalam Safiyudin Sastrawijaya. 1977. Beberapa Masalah tentang Kenakalan
Remaja. Bandung: Karya Nusantara.
Uddin, Fatah Chotib. Kajian Pemberian Hak Tanggungan dengan Objek Tanah Hak. Usman, Rahmadi. 2006. Aspek-Aspek Hukum dalam Perorangan dan Keluaraga di
Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Weng, Henry Lee A. 1986. “Beberapa Segi Hukum dalam Perkawinan (Some
Legal Aspect of Marriage Contract)”, Disertasi, Universitas Sumatera
Utara.
Wignjodipoero, Soerojo. 1987. Pengantar dan Azas Hukum Adat, Jakarta: CV Haji Masagung.
Wiraatmadja, Rasjim. 1989. “Persetujuan Isteri/Suami untuk Menjaminkan Harta Bersama dan Batas Umur Kedewasaan bagi Seorang Calon Nasabah untuk Membuka Rekening Serta Meminjam Uang Kepada Bank”, Media Notariat, No 10 Tahun IV, Januari.
isi8.indd 154 12/13/2010 9:31:16 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
154
Daftar Pustaka Penjelasan Hukum tentang Batasan Umur155
Zerina. 2006. “Konsep Kedewasaan Berkenaan dengan Keabsahan Akta PPAT”. Tesis. Surabaya: Magister Kenotariatan, Universitas Airlangga.
Undang-Undang
E.g. in Hoge Raad 22 Mei 1981, NJ 1982, 122 a positive sign of the legal representa-tives was absent.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Kompilasi Hukum Islam (Inpres No.1 Tahun 1991)
Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1949 tentang Sumpah/Janji Jabatan Notaris, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pradnya Paramita, Cet.34, 2004, Psl. 330.
Undang-Undang No. 27 Tahun 1948 tentang DPR.
Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. 2007. Tesis, Magister Kenotariatan. Semarang: Universitas Dipenogoro. hlm. 64. Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan
Perwak-ilan Rakyat, Dewan PerwakPerwak-ilan Daerah, dan Dewan PerwakPerwak-ilan Rakyat Daerah. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Undang-Undang No. 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Undang-Undang No. 66 Tahun 1958 tentang Wajib Militer. Undang-Undang No.18 tahun 2003 tentang Advokat.
Undang-Undang No.19 Tahun 1955 tentang Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Undang-Undang No.21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagan-gan Orang.
Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Undang-Undang No.29 Tahun 1954 tentang Pertahanan Negara Republik Indonesia. Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Undang-Undang No.7 Tahun 1953 tentang Pemilihan Anggota Konstituante dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat.
isi8.indd 155 12/13/2010 9:31:16 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
156
Daftar PustakaUndang-Undang No.9 Tahun 1964 tentang Gerakan Sukarelawan Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1954 tentang Wakil Notaris dan Wakil Notaris Sementara (Lembaran Negara Tahun 1954 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Nomor 700).
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 34, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4379). Internet http://id.wikipedia.org/wiki/Dewasa, http://kamusbahasaindonesia.org/kedewasaan, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php isi8.indd 156 12/13/2010 9:31:16 PM Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
156
Daftar Pustaka Penjelasan Hukum tentang Batasan Umur157
Berikut indeks produk pengadilan berupa putusan yang diperoleh.
1. Putusan Pengadilan Negeri Kerta di Singaradja No. 82/Sipil-Besar Tanggal 27 September 1950 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Mataram No. 94/1951/P.S/Pdt Tanggal 17 Maret 1952 jis. Putusan MA RI No. 53/K/Sip/1952 Tanggal 24 Agustus 1955
2. Putusan Pengadilan Negeri Palembang No. 96/1973/PN.Plg Tanggal 24 Juli 1974
jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan di Palembang No. 41/1975/PT.
PERDATA Tanggal 14 Agustus 1975 jis. Putusan MA RI No. No.477/K/Sip./1976 Tanggal 2 November 1976
3. Putusan Pengadilan Negeri Medan No. 131/Perd./1980/PN-Mdn Tanggal 9 Juni 1981 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan No. 171/ PERD/1983/PT.MEDAN Tanggal 29 Maret 1983 jis. Putusan MA RI No. 2691/K/ Pdt/1992 Tanggal 30 Juli 1994
4. Putusan Pengadilan Negeri Tondano No. 118/PDT.G/1990/PN.TDO Tanggal 7 Agustus 1991 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado No. 84/ PDT/1992/PT.MDO Tanggal 15 April 1993 jis. Putusan MA RI No. 441/K/Pdt/1994 Tanggal 19 Januari 1995
5. Putusan Pengadilan Negeri Sigli No. 12/Pdt/G/1991/PN-SIGI Tanggal 24 Septem-ber 1991 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Aceh di Banda Aceh No. 7/PDT/1992/ PT-Aceh Tanggal 24 September 1992 jis. Putusan MA RI No. 2574/K/Pdt/1992 Tanggal 26 Februari 1994
6. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 305/PDT/G/1991/PN. Jakbar Tanggal 2 Juni 1992 jis. Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No. 433/PDT/1992/PT.DKI Tanggal 5 Januari 1993 jis. Putusan MA RI No. 2597 K/ PDT/1993 Tanggal 1 Mei 1996
DAFTAR PUTUSAN
isi8.indd 157 12/13/2010 9:31:17 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
158
Daftar Putusan7. Putusan Pengadilan Negeri Madiun No. 14/PDT.G/1992/PN.Kb.Mn. Tanggal 26 November 1992 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya No. 423/PDT/1993/PT.SBY. Tanggal 2 Desember 1992 jis. Putusan MA RI No. 262K/ PDT/1994 Tanggal 5 Oktober 1994
8. Putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi No. 73/PDT.G/1992/BWI Tanggal 22 Desember 1992 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya No. 412/ PDT/1993/PT.SBY Tanggal 30 September 1993 jis. Putusan MA RI No. 1475 K/ Pdt/1995 Tanggal 29 September 1995
9. Putusan Pengadilan Negeri Magelang No.06/1994/Pdt.G/PN.MGL Tanggal 1 Desember 1994 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah di Semarang No. 584/Pdt/1995/PT.Smg Tanggal 5 Desember 1995 jis. Putusan MA RI No. 3203 K/ Pdt/1996 Tanggal 8 Agustus 2001
10. Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan No. 50/Pdt.G/1997/PN.BPP Tanggal 6 Desember 1997 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda No. 107/Pdt/1998/PT. SMDA Tanggal 14 Oktober 1998 jis. Putusan MA RI No. 1189 K/Pdt/199 Tanggal 28 Februari 2001 jis. Putusan MA RI No. 202 PK/Pdt/2003 (PK) Tanggal 10 Maret 2006
11. Putusan Pengadilan Negeri Medan No. 271/Pdt.G/1997/PN.MDN Tanggal 19 Februari 1998 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan No. 221/Pdt/1998/PT.MDN Tanggal 3 Agustus 1998 jis. Putusan MA RI No. 1735 K/ Pdt/1999 Tanggal 24 Februari 2005
12. Putusan Pengadilan Negeri Pematang Siantar No.33/Pdt.G/1998/PN.PMS jis. Tanggal 14 April 1998 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara di Medan No. 306/Pdt/1999/PT.MDN Tanggal 22 November 1999 jis. Putusan MA RI No. 2149 K/Pdt/2000 Tanggal 11 Desember 2001
13. Putusan Pengadilan Negeri Manado No.205/Pdt.G/1998/PN.MDO Tanggal 21 Desember 1998 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado No. 141/Pdt/1999/PT.MDO Tanggal 29 September 1999 jis. Putusan MA RI No. 2781 K/Pdt/2000 Tanggal 4 Juni 2003
14. Putusan Pengadilan Negeri Semarang di Urungan No. 15/Pdt.G/PN.Un Tanggal 15 Oktober 1999 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah di Semarang No. 141/Pdt/2000/PT.Smg Tanggal 9 Agustus 2000 jis. Putusan MA RI No. 2779 K/ Pdt/2001 Tanggal 22 Januari 2003
15. Putusan Pengadilan Negeri Sungailiat No. 19/Pdt.G/1999/PN.SGT Tanggal 2 Februari 2000 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan di Palembang No. 49/Pdt/2000/PT.PLG Tanggal 6 Juni 2000 jis. Putusan MA RI No. 3727 K/Pdt/2000 Tanggal 11 Mei 2004
isi8.indd 158 12/13/2010 9:31:17 PM
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
158
Daftar Putusan Penjelasan Hukum tentang Batasan Umur159
16. Putusan Pengadilan Negeri Mataram No.57/Pdt.G/1999/PN.MTR Tanggal 10 November 1999 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Mataram di Mataram No. 07/ Pdt/2000/PT.MTR Tanggal 22 Juni 2000 jis. Putusan MA RI No. 2782 K/Pdt/2001 Tanggal 23 September 2004
17. Putusan Pengadilan Negeri Bangli No. 02/Pdt.G/2001/PN.Bli Tanggal 21 Mei 2001 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Denpasar No. 67/Pdt/2002/PT.Dps Tanggal 10 Juni 2002 jis. Putusan MA RI No. 2776 K/Pdt/2003 Tanggal 3 Mei 2006 18. Putusan Pengadilan Negeri Manado No.168/Pdt.G/2000/PN.MDO Tanggal 11
Desember 2000 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado No. 109/Pdt/2001/PT.MDO Tanggal 16 Oktober 2001 jis. Putusan MA RI No. 1351 K/ Pdt/2003 Tanggal 23 Maret 2005
19. Putusan Pengadilan Negeri Tarakan No.05/Pdt.G/2005/PN.Trk Tanggal 20 Juni 2005 jis. Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda No.104/ Pdt/2005/PT.KT.SMDA Tanggal 28 November 2005 jis. Putusan MA RI No. 1935 K/Pdt/2006 Tanggal 21 Maret 2007
Berikut ini adalah indeks penetapan pengadilan.
1. Penetapan Pengadilan Negeri Cianjur No. 19/1976/Sip C Tanggal 21 September