• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekonsiliasi Fiskal tahun 2012

Dalam dokumen BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN (Halaman 34-43)

Penjelasan koreksi fiskal yang terdapat dalam laporan laba rugi PT Millenium Pharmacon International, Tbk pada Tahun 2012 adalah sebagai berikut:

a. Penjualan Bersih 1. Obat

Penjualan bersih terhadap penjualan obat sebesar Rp1.032.372.330.988 yang dikeluarkan oleh perusahaan.

2. Suplemen makanan

Penjualan bersih terhadap penjualan suplemen makanan sebesar Rp104.711.545.815 yang dikeluarkan oleh perusahaan.

3. Produk diagnostik

Penjualan bersih terhadap penjualan produk diagnostik sebesar Rp35.890.916.179 yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Yang menjadi ojbjek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Pendapatan ini termasuk objek penghasilan sesuai dengan pasal 4 ayat (1) UU no 36 tahun 2008. Oleh karena itu atas pendapatan ini tidak dilakukan koreksi fiskal.

b. Beban Pokok Penjualan 1. Persediaan awal

Persediaan awal sebesar Rp120.432.195.384 digunakan oleh perusahaan. 2. Pembelian

Pembelian sebesar Rp 1.082.615.140.935 digunakan oleh perusahaan, biaya ini merupakan harga pokok penjualan berkaitan dengan biaya untuk mendapatkan, menagih, memelihara penghasilan sesuai pasal 6 ayat 1 huruf a UU no 36 tahun 2008. Oleh karena itu atas biaya-biaya tersebut tidak dikoreksi fiskal.

3. Biaya pengiriman

4. Persediaan akhir

Persediaan akhir sebesar Rp(140.502.022.253) digunakan oleh perusahaan.

c. Beban Usaha

1. Gaji, upah, dan tunjangan karyawan

Pada Beban Usaha terdapat akun yaitu akun Gaji dan Upah terdapat koreksi positif. Biaya Gaji dan Upah pada Beban Usaha terdapat koreksi positif, berjumlah Rp5.287.432. Terdapat koreksi positif perusahaan menanggung PPh 21 atas karyawan. Dimana biaya ini harus dilakukan koreksi positif karena PPh Pasal 21 yang ditanggung perusahaan bukan merupakan pengurang sesuai dengan pasal 9 ayat 1 huruf h (UU No. 36 Tahun 2008).

2. Iklan dan Promosi

Iklan dan promosi sebesar Rp7.372.365.764 digunakan oleh perusahaan.Tidak terdapat koreksi karena angka yang sudah dilaporkan sudah final.

3. Perbaikan dan Pemeliharaan

Perbaikan dan pemeliharaan sebesar Rp7.150.440.503 digunakan oleh perusahaan. Biaya ini tidak perlu dikoreksi karena merupakan biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan dan pemeliharaan gedung atau ruang yang disewakan perusahaan maupun perbaikan dan pemeliharaan ruang kantor perusahaan, termasuk biaya retribusi kebersihan dan iuran pengelolaan lingkungan.

4. Perjalanan

Perjalanan sebesar Rp2.401.496.791 digunakan oleh perusahaan, biaya ini tidak perlu dikoreksi karena menurut penulis biaya ini dikeluarkan untuk keperluan perusahaan yaitu biaya perjalanan dinas kantor.

5. Sumbangan dan Representasi

Sumbangan dan representasi sebesar Rp402.647.702 digunakan oleh perusahaan.Sumbangan yang boleh dijadikan pengurang penghasilan oleh pajak adalah sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dalam peraturan pemerintah dan sumbangan untuk korban bencana nasional, antara lain Tsunami Nangroe Aceh

Darussalam / Sumatera Utara dan gempa di Yogjakarta. Hal ini diatur dalam KMK No. 609/KMK-03/2004 tentang perlakuan Pajak Penghasilan atas bantuan kemanusiaan bencana nasional di Nagroe Aceh Darussalam / Sumatera Utara dan gempa di Yogyakarta PMK no. 94/PMK.03/2006, serta sumbangan dalam rangka bantuan GNOTA sesuai SE-33/PJ.421/1996.Dan tidak dilakukan koreksi terhadap biaya representasi karena perusahaan memiliki daftar nominatif.

6. Sewa dan Pemeliharaan Gedung

Sewa dan pemeliharaan Gedung sebesar Rp3.690.524.711 digunakan oleh perusahaan. Pada akun in tidak dilakukan koreksi karena merupakan salah satu komponen biaya pengurang penghasilan bruto sesuai dengan Undang Undang PPh Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 6 ayat 1 huruf nomer 3 tentang biaya biaya yang dapat menjadi pengurang penghasilan bruto. 7. Imbalan Pasca-Kerja

Besarnya koreksi positif yang dilakukan perusahaan sebesar Rp2.928.623.000.Yang dimaksud dgn imbalan pasca kerja adalah program-program seperti program pensiun, asuransi jiwa pasca kerja, imbalan kesehatan pasca kerja, yang mana sejumlah uang akan dibayarkan setelah keryawan telah berhenti berkerja, PT MPI setiap tahun menyisihkan sejumlah dana untuk membiayai program- program ini, namun pada pasal 9 ayat 1 UU pajak penghasilan tidak memperbolehkan adanya pembentukan dana cadangan sehingga akun ini harus dikoreksi. 8. Beban Kantor

Besarnya koreksi positif yang dilakukan perusahaan sebesar Rp335.640.000. Seharusnya untuk biaya tersebut tidak perlu dikoreksi karena merupakan salah satu komponen biaya pengurang penghasilan bruto sesuai dengan Undang Undang PPh Pasal 36 Tahun 2008 Pasal 6 ayat 1 huruf a nomor 3 tentang biaya-biaya yang dapat menjadi pengurang penghasilan bruto.Tetapi pada perusahaan ini terdapat koreksi positif karena adanya biaya-biaya yang dikeluarkan tidak ada daftar nominatifnya.

9. Pos, Telepon dan Teleks

Koreksi positif sebesar Rp389.800.000 dilakukan oleh perusahaan.Terdapat koreksi positif terhadap biaya Hp pegawai, dimana pemakaian dilakukan untuk kepentingan pribadi dan tidak boleh dibiayakan.

10. Amortisasi Aset Tidak Berwujud

Amortisasi aset tidak berwujud sebesar Rp1.840.387.272 digunakan oleh perusahaan. Biaya dikeluarkan oleh perusahaan atas hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan guna menghasilkan pendapatan contoh nya hak cipta, hak eksplorasi dan eksploitasi, paten, umurnya lebih dari 1 tahun dapat diamortisasi selama periode pemanfaatannya tidak boleh lebih dari 40 tahun.

11. Alat Tulis dan Barang Cetakan

Pembelian alat tulis dan barang cetakan sebesar Rp1.631.539.675 biaya ini digunakan untuk keperluan perusahaan oleh karena itu tidak dikenakan koreksi fiskal.

12. Penyusutan aset tetap

Besarnya koreksi positif yang dilakukan perusahaan sebesar Rp73.750.000.Dilakukan koreksi karena penyusutan aset sewaan tidak boleh diakui dalam fiskal. Terdapat pada keputusan menteri keuangan pasal 16 ayat 1 huruf a yaitu perlakuan pajak penghasilan bagi lesse adalah sebagai berikut: a. selama masa sewa-guna-usaha, lessee tidak boleh melakukan penyusutan atas barang modal yang disewa-guna-usaha, sampai saat lessee menggunakan hak opsi untuk membeli. Jadi Kalau sudah lunas baru boleh disusutkan.

13. Listrik dan Energi

Litrik dan energy sebesar Rp1.254.291.452 digunakan oleh perusahaan.Karena digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. 14. Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha

Pada akun Penyisihan penurunan nilai piutang usaha terdapat koreksi positif berjumlah Rp1.182.892.835. Koreksi positif tersebut disebabkan karena pembentukan atau pemupukan dana cadangan tidak boleh dibiayakan. Sesuai pasal 9 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983

tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008.

15. Pendidikan dan Pelatihan.

Pendidikan dan pelatihan sebesar Rp 1.083.191.775 digunakan oleh perusahaan.Tidak dilakukan koreksi karena kegiatan pelatihan merupakan kegiatan usaha yang biayanya boleh dibiayakan pada akuntansi komersial perusahaan.

16. Jasa Profesional

Jasa profesional sebesar Rp418.448.380 digunakan oleh perusahaan.Digunakan oleh perusahaan untuk jasa audit, notaris, dan aktuaria.

17. Asuransi

Asuransi sebesar Rp251.290.694 digunakan oleh perusahaan, biaya ini merupakan biaya untuk mendapatkan, menagih, memelihara penghasilan sesuai pasal 6 ayat 1 huruf a UU no 36 tahun 2008. Oleh karena itu atas biaya-biaya tersebut tidak dikoreksi fiskal.

18. Pemulihan Cadangan Persediaan

Tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk akun pemulihan cadangan persediaan.

19. Biaya Lain-lain

Besarnya koreksi positif yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp632.022.869.

20. Pendapatan Operasi Lain

Pendapatan sebesar Rp624.876.660 dikeluarkan oleh perusahaan. 21. Beban Operasi Lain

Besarnya koreksi positif yang dilakukan perusahaan sebesar Rp350.459.000. Dikoreksi karena terdapat kegiatan yang diluar perusahaan

d. Penghasilan (beban) lain-lain 1. Pendapatan Keuangan

Besarnya koreksi negatif yang dilakukan perusahaan sebesar Rp(307.351.673)

2. Biaya Keuangan

Berikut ini laporan laba rugi dan penyesuaian fiskal yang telah dibuat sesuai dengan data diatas.

Tabel 4.8Rekonsiliasi Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Tahun 2012PT Millenium Pharmacon International, Tbk

Uraian Menurut Komersial

Koreksi Fiskal Menurut

Perusahaan

Koreksi Fiskal Menurut

Penulis

Positif Negatif Positif Negatif

Penjualan bersih : Obat Rp 1.032.372.330.988 Rp 1.032.372.330.988 Rp1.032.372.330.988 Suplemen makanan Rp 104.711.545.815 Rp 104.711.545.815 Rp 104.711.545.815 Produk diagnostik Rp 35.890.916.179 Rp 35.890.916.179 Rp 35.890.916.179 Jumlah Rp 1.172.974.792.982 Rp 1.172.974.792.982 Rp1.172.974.792.982 Beban pokok penjualan: Persediaan awal Rp 120.432.195.384 Rp 120.432.195.384 Rp 120.432.195.384 Pembelian Rp 1.082.615.140.935 Rp 1.082.615.140.935 Rp1.082.615.140.935 Biaya Pengiriman Rp 5.970.106.645 Rp 5.970.106.645 Rp 5.970.106.645 Persediaan akhir Rp (140.502.022.253) Rp (140.502.022.253) Rp(140.502.022.253) Jumlah Rp 1.068.515.420.711 Rp 1.068.515.420.711 Rp1.068.515.420.711 Laba kotor Rp 104.459.372.271 Rp 104.459.372.271 Rp 104.459.372.271 Beban Usaha 8 5

Gaji, upah dan

tunjangan karyawan Rp 40.509.684.045 Rp 5.287.432 Rp 40.504.396.613 Rp 5.287.432

Rp 40.504.396.613

Iklan dan promosi Rp 7.372.365.764 Rp 7.372.365.764 Rp 7.372.365.764

Perbaikan dan Pemeliharaan Rp 7.150.440.503 Rp 7.150.440.503 Rp 7.150.440.503 Perjalanan Rp2.401.496.791 Rp 2.401.496.791 Rp 2.401.496.791 Sumbangan dan representasi Rp 402.647.702 Rp 402.647.702 Rp 402.647.702 Sewa dan pemeliharaan gedung Rp 3.690.524.711 Rp 3.690.524.711 Rp 3.690.524.711 Imbalan pasca-kerja Rp 3.352.457.000 Rp 2.928.623.000 Rp 423.834.000 Rp2.928.623.000 Rp 423.834.000 Beban kantor Rp 3.194.598.197 Rp 3.194.598.197 Rp 335.640.000 Rp 2.858.958.197 Pos, telepon, dan

teleks Rp 2.537.875.646 Rp 2.537.875.646 Rp 389.800.000 Rp 2.148.075.646

Amortisasi aset tak

berwujud Rp1.840.387.272 Rp 1.840.387.272 Rp 1.840.387.272

Alat tulis dan barang

cetakan Rp 1.631.539.675 Rp 1.631.539.675 Rp 1.631.539.675

Penyusutan aset

tetap Rp 1.583.482.429 Rp 73.750.000 Rp 1.509.732.429 Rp 73.750.000 Rp 1.509.732.429

Listrik dan energi Rp 1.254.291.452 Rp 1.254.291.452 Rp 1.254.291.452

Penyisihan penurunan nilai

piutang usaha Rp 1.182.892.835 Rp 1.182.892.835 Rp - Rp1.182.892.835 Rp -

pelatihan Jasa profesional Rp 418.448.380 Rp 418.448.380 Rp 418.448.380 Asuransi Rp 251.290.694 Rp 251.290.694 Rp 251.290.694 Pemulihan cadangan persediaan Rp - Rp - Rp - Biaya lain-lain Rp 558.975.991 Rp 632.022.869 Rp (73.046.878) Rp 632.022.869 Rp (73.046.878) Jumlah Rp 80,416,590,862 Rp 75.594.014.726 Rp 74.868.574.726 Pendapatan operasi lain Rp 624.876.660 Rp 624.876.660 Rp 624.876.660

Beban operasi lain Rp 1.730.976.935 Rp 1.730.976.935 Rp 350.459.000 Rp 1.380.517.935

Laba usaha Rp 22.936.681.134 Rp 27.759.257.270 Rp 28.835.156.270 Penghasilan (beban) lain-lain Pendapatan keuangan Rp 307.351.673 Rp (307.351.673) Rp - Rp (307.351.673) Rp - Biaya keuangan Rp (9.980.260.070) Rp (9.980.260.070) Rp (9.980.260.070) Beban lain-lain - bersih Rp (9.672.908.397) Rp (9.980.260.070) Rp (9.980.260.070) Laba sebelum pajak penghasilan Rp 13.263.772.737 Rp 17.778.997.200 Rp 18.854.896.200 Sumber: PT MPI, Tbk 8 7

Dalam dokumen BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN (Halaman 34-43)

Dokumen terkait