• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Validitas dan Reliabilitas

3.5.2 Reliabilitas

Reliabilitas alat ukur adalah untuk mencari dan mengetahui sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya. Reliabilitas dapat juga dikatakan keterpercayaan, keterandalan, keajegan, kestabilan, konsistensi dan sebagainya.

Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap sekelompok subjek yang sama, diperoleh hasil yang relatif sama selama aspek dalam diri subjek yang diukur belum berubah (Azwar, 1986).

Untuk menguji Reliabilitas angket maka digunakan rumus Alpha (Azwar, 1986). Analisis dilakukan dengan SPSS 21.00 for Windows. Adapun rumus uji reliabilitas antara lain sebagai berikut:

οƒ·οƒ·

Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan untuk menguji hipotesis penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan antara beban kerja dengan work-life balance pada perawat wanita, maka digunakan teknik statistik korelasional

31

product moment. Untuk menjaga keakuratan data dan kemudahan pengolahan data digunakan teknik pengolahan data dari program Statistical Product and Service Solition (SPSS) 21.00 release for Windows.

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik. Adapun pertimbangan menggunakan metode analisis statistik karena analisis statistik dapat menguatkan suatu kesimpulan penelitian. Menurut Lubis (2010), statistik merupakan salah satu alat dalam penelitian khususnya dalam hal :

1. Mengumpulkan dan menyederhanakan data 2. Merancang percobaan

3. Mengukur besarnya variasi data

4. Melakukan pendugaan parameter dan menentukan ukuran ketepatan penduga

5. Menguji hipotesis

6. Mempelajari hubungan antar dua peubah atau lebih.

Adapun uji asumsi yang dilakukan meliputi dua pengujian, yaitu uji normalitas dan uji linieritas.

3.6.1 Uji Normalitas

Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan tes Kolmogorov-Smirnov.

Data dapat dikatakan normal jika nilai signifikansi pada uji normalitas mencapai nilai (sig>0.05) yang menunjukan bahwa data tersebar normal. Penelitian ini juga melalui uji linearitas yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel beban kerja dengan work-life balance pada perawat wanita bersifat linear atau tidak.

32

3.6.2 Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan dengan mencari persamaan garis dari variabel bebas dan variabel tergantung. Hubungan antara kedua variabel dikatakan linear apabila nilai probabilitasnya kurang dari 0,05, sementara hubungan antara kedua variabel dikatakan tidak linear apabila nilai probabilitasnya lebih dari 0,05. Uji linearitas data penelitian menggunakan bantuan teknik Test for Linearity Compare Means pada taraf signifikansi 5% (Santoso, 2010).

Pada uji korelasi data akan menggunakan nilai yang ditunjukkan oleh Pearson jika data uji asumsi terbukti normal, sedangkan data akan menggunakan nilai yang ditunjukkan oleh Spearman jika data uji asumsi terbukti tidak normal.

Data uji korelasi dapat dikatakan signifikan jika nilai signifikansi menunjukan (sig<0.05) (Santoso, 2010).

3.6.3 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan uji korelasional.

Menentukan hubungan antara dua variabel diakukan dengan uji Product Moment Pearson.teknik ini dipakai untuk mengungkapkan ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 21.00 for Windows.

3.7 Hasil Uji Coba Alat Ukur

Sebelum dilakukan uji coba alat ukur, peneliti melakukan uji validitas skala beban kerja dan work-life balance. Uji validitas dilakukan dengan metode Subject Matter Expert (SME). Uji validitas dilakukan dengan mengambil 20 subjek penelitian yang merupakan perawat wanita di Rumah Sakit di Medan.

33

3.7.1 Uji Validitas

1. Skala Beban Kerja (X)

Berdasarkan hasil uji validitas dengan melihat nilai rhitung > rtabel maka data tabel r dimana N=20 dan Ξ± =5%=0.05 , diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Beban Kerja Beban Kerja (X)

No Butir item π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ Keterangan 1 1.1 0.497 0.3598 Valid 2 1.2 0.609028 0.3598 Valid 3 1.3 0.727028 0.3598 Valid 4 1.4 0.363968 0.3598 Valid 5 2.1 0.581717 0.3598 Valid 6 2.2 0.788153 0.3598 Valid 7 2.3 0.537973 0.3598 Valid 8 2.4 0.499277 0.3598 Valid 9 3.1 0.578745 0.3598 Valid 10 3.2 0.404185 0.3598 Valid 11 3.3 0.727028 0.3598 Valid 12 3.4 0.788153 0.3598 Valid 13 4.1 0.541137 0.3598 Valid

34

14 4.2 0.788153 0.3598 Valid 15 4.3 0.380501 0.3598 Valid 16 4.4 0.374148 0.3598 Valid 17 4.5 0.570751 0.3598 Valid 18 5.1 0.788153 0.3598 Valid 19 5.2 0.526152 0.3598 Valid 20 6.1 0.474301 0.3598 Valid 21 6.2 0.390493 0.3598 Valid 22 6.3 0.66165 0.3598 Valid 23 6.4 0.391094 0.3598 Valid 24 6.5 0.507084 0.3598 Valid

Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat bahwa rtabel 0,3598. Maka sebanyak 24 item pada skala Beban Kerja (X), keseluruhannya valid sehingga dapat dipakai dalam pengambilan data penelitian.

2. Skala Work-Life Balance (Y)

Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Work-Life Balance Work Life Balance (Y)

No Butir item π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ Keterangan

35

1 1 0.771955 0.3598 Valid

2 2 0.716017 0.3598 Valid

3 3 0.698222 0.3598 Valid

4 4 0.632329 0.3598 Valid

5 5 0.771955 0.3598 Valid

6 6 0.711858 0.3598 Valid

7 7 0.582552 0.3598 Valid

8 8 0.705092 0.3598 Valid

9 9 0.52467 0.3598 Valid

10 10 0.39275 0.3598 Valid 11 11 0.778072 0.3598 Valid 12 12 0.440511 0.3598 Valid 13 13 0.782781 0.3598 Valid 14 14 0.619059 0.3598 Valid 15 15 0.467782 0.3598 Valid 16 16 0.370469 0.3598 Valid 17 17 0.487499 0.3598 Valid

Berdasarkan table diatas, dapat dilihat bahwa sebanyak 17 item pada skala Worklife Balance (Y) mempunyai nilai signifikansi lebih kecil dari 5% dan r

36

hitung > r tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument tersebut valid dan dapat diikutsertakan dalam pengujian selanjutnya.

3.7.2 Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas Pengujian ini dilakukan terhadap butir pertanyaan yang termasuk dalam kategori valid. Apabila Alpha Cronbach (Ξ±) lebih besar dari 0,70 maka data penelitian diangap sangat baik dan reliabel untuk digunakan sebagai input dalam proses penganalisaan data. Hasil dari uji reliabilitas berdasarkan pada rumus Alpha Cronbach diperoleh sebagai berikut:

Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Y

Variabel X Variabel Y

Reliability Statistics Reliability Statistics Cronbach's memiliki nilai Cronbach’s Alpha (Ξ±) 0.896. dan untuk variabel Work-Life Balance (Y) (N=17 item) memiliki nilai Cronbach’s Alpha (Ξ±) 0.887. Maka dengan ini variabel keduanya dinyatakan reliabel, sehingga pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam penelitian dapat diikutsertakan dalam pengujian selanjutnya.

3.7.3 Uji Korelasi

Untuk menguji apakah masing-masing indikator pada tiap variabel Beban Kerja (X) dengan Work-Life Balance (Y) valid atau tidak maka dilakukanlah uji korelasi. Uji korelasi dapat dikatakan signifikan jika nilai signifikansi menunjukan (sig<0.05). Pengujian dilakukan dengan menggunakan Pearson Correlation. Hasil pengujian dengan SPSS terdapat pada lampiran berikut.

37

Tabel 3.6 Hasil Uji Korelasi

Correlations

X Y

X

Pearson Correlation 1 -.584**

Sig. (2-tailed) .007

N 20 20

Y

Pearson Correlation -.584** 1

Sig. (2-tailed) .007

N 20 20

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan uji korelasi diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel X dan Y signifikan berkorelasi dengan arah negative. Nilai koefisien korelasi sebesar -0.584 dan taraf signifikansi (sig.(2-tailed) sebesar 0.007.

38

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Prosedur Penelitian

Pengambilan data dilakukan di Rumah Sakit X di Kota Medan mulai pada tanggal 20 Juli 2021. Peneliti datang untuk meminta izin kepada pihak terkait untuk selanjutnya melampirkan surat permohonan izin penambilan data. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan menyerahkan surat yang ditujukan kepada pihak Rumah Sakit beserta proposal penelitian dan booklet kuesioner.

Kemudian peneliti mendapat panggilan datang kembali untuk di wawancarai dengan pihak terkait mengenai hal-hal lebih lanjut tentang penelitian yang akan peneliti lakukan. Setelah mendapatkan izin dari pihak Rumah Sakit peneliti mendatangi kepala perawat untuk melakukan pendekatan awal. Peneliti diperkenalkan oleh kepala perawat untuk dijelaskan macam-macam perawat yang ada di Rumah Sakit.

Selanjutnya peneliti memberi penjelasan kepada kepala perawat bahwa kuesioner yang dibagi sebanyak 120 dan kembali sejumlah 120 booklet dan data yang peneliti input sebanyak 100 subjek dan sisanya sebagai bahan uji try out.

Pengisian kuesioner berakhir pada tanggal 27-juli-2021 dan dikumpulkan oleh kepala perawat yang menjadi akhir untuk bagian pengambilan data, selanjutnya data akan dianalisis oleh peneliti.

4.2 Gambaran Umum Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini merupakan perawat wanita yang berusia di atas 24 tahun dan sudah menikah sebanyak 100 orang. Gambaran umum mengenai subjek penelitian disajikan dalam tabel berikut.

39

Deskripsi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia

Tabel 4.1 Kategorisasi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia

Variabel Demografik Jumlah Persentase

Usia Usia Dewasa Awal (18 – 40) 78 78,0 %

Usia Dewasa Madya (41 – 60) 22 22,0 %

Usia Dewasa Akhir (61 – ke atas) 0 0 %

Total 100 100 %

Berdasarkan tabel tersebut dilihat bahwa dari data subjek sebanyak 100 orang perawat wanita, perawat yang termasuk dalam kategori Usia Dewasa Awal sebanyak 78 orang (78 %), sedangkan perawat yang termasuk kategori Usia Dewasa Madya sebanyak 22 orang (22%), dan tidak ada perawat yang berkategori Usia Dewasa Akhir (0 %).

Tabel 4.2 Kategorisasi Subjek Penelitian Berdasarkan Masa Kerja

Variabel Demografik Jumlah Persentase

Masa Kerja 1 – 12 tahun 62 62,0 %

13 – 24 tahun 33 33,0 %

25 – 36 tahun 5 5,0 %

Total 100 100 %

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa aspek masa kerja data subjek penelitian dikategorikan dalam masa 1-12 tahun, 13-24 tahun dan 25-36 tahun. Dari total jumlah subjek data yang terdiri dari 100 orang perawat, jumlah data perawat yang memiliki masa kerja 1-12 tahun terdiri dari 62 orang (62 %), sedangkan perawat yang memiliki masa kerja 13-24 tahun sebanyak 33 orang (33

%) dan perawat dengan masa kerja 25-36 tahun sebanyak 5 orang (5 %).

40

4.3 Hasil Penelitian 4.3.1 Hasil Uji Asumsi

Hasil uji asumsi yang dilakukan sebelumnya menunjukan bahwa sebaran data kedua variabel terdistribusi normal dan kedua variabel memenuhi uji linieritas sehingga kedua variabel dapat dikatakan memiliki hubungan yang linier.

Maka dari itu, uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi Product Moment Pearson untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel dan arah antar variabel tersebut pengujian asumsi normalitas untuk masing-masing variabel, diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.3 Hasil Uji Asumsi

Correlations

X Y

X

Pearson Correlation 1 -.703**

Sig. (2-tailed) .000

N 100 100

Y

Pearson Correlation -.703** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 100 100

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan analisis korelasi diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel X dan Y signifikan berkorelasi dengan arah negative. Nilai koefisien korelasi sebesar -0.703 dan taraf signifikansi (sig.(2-tailed) sebesar 0.000. Artinya ada hubungan antara beban kerja dengan work life balance. yang dapat dilihat dari

41

nilai koefisien korelasi yang memiliki tanda negatif. Semakin tinggi beban kerja maka semakin rendah work life balance pada subjek, begitu pula sebaliknya.

Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

4.3.2 Normalitas

Uji normalitas diperoleh dari sebaran data yang telah dikumpulkan untuk mengetahui data tersebut terdistribusi dengan normal atau tidak di dalam populasi.

Adapun uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Kolmologrov Sminorv dengan asumsi nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (sig>0.05). Jika kedua variabel X dan Y di korelasikan dan ternyata ada hubungan antara keduanya, maka akan dilihat apakah keduanya memenuhi asumsi normalitas atau tidak. Hasil uji normalitas dengan SPSS 21.0 for Windows dapat dilihat pada pada tabel berikut ini.

Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 100

Normal Parametersa,b

Mean 0E-7

Std. Deviation 3.38075829

Most Extreme Differences

Absolute .051

Positive .037

Negative -.051

Kolmogorov-Smirnov Z .513

Asymp. Sig. (2-tailed) .955

a. Test distribution is Normal.

42

b. Calculated from data.

Tabel diatas adalah hasil pengujian dari sisaan (residual variabel X dan Y), dapat disimpulkan bahwa sisaan dari model hubungan X dan Y memenuhi asumsi normalitas. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Asym.Sig (2-tailed) sebesar 0.955, dimana nilai tersebut > Ξ±=5%. Sehingga dapat disimpulkan data memenuhi asumsi normalitas.

Berdasarkan pengujian asumsi normalitas untuk masing-masing variabel, diperoleh hasil penggujian sebagai berikut.

Tabel 4.5 Hasil Uji Asumsi Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

X Y

N 100 100

Normal Parametersa,b

Mean 190.5300 55.3100 Std. Deviation 7.20333 4.75394

Most Extreme Differences

Absolute .107 .114 Positive .107 .078 Negative -.103 -.114

Kolmogorov-Smirnov Z 1.073 1.140

Asymp. Sig. (2-tailed) .200 .149

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Dari table diatas, dipernoleh nilai Asymp.Sog.(2-tailed) pada variabel X adalah 0.200 dan variabel Y adalah 0.149. dimana nilai tersebut > Ξ±=5%.

Sehingga dapat disimpulkan data memenuhi asumsi normalitas.

43

4.3.3 Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara kedua variabel yang diteliti linear atau tidak. Kedua variabel yang diteliti dikatakan linear apabila p<0.05, sebaliknya, jika nilai p>0.05 maka variabel dikatakan tidak linear. Berdasarkan uji linearitas menggunakan SPSS 21.00 for Windows dengan Compare Means, diperoleh hasil sebagai berikut.

Tabel 4.6 Hasil Uji Linieritas

ANOVA Table Linearity 1105.867 1 1105.867 110.568 .000 Deviation from

Linearity 421.404 27 15.608 1.560 .070

Within Groups 710.119 71 10.002

Total 2237.390 99

Dari tabel di atas, diketahui bahwa nilai Deviation from Linierity Sig.

sebesar 0.70 dan lebih tersebut > Ξ±=5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel X dan variabel Y.

4.4 Hasil Utama

Hasil uji asumsi yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan bahwa sebaran data kedua variabel sudah terdistribusi normal dan telaah memenuhi uji linearitas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa antara variabel X dan Y memiliki hubungan yang linear. Oleh sebab itu selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan analisis korelasi Product Moment Pearson untuk mengukur

44

hubungan antara variabel dan arah antar kedua variabel. Hasil uji hipotesis terhadap variabel dapat dilihat pada tabel berikut.

4.4.1 Hasil Korelasi Pearson Product Moment Tabel 4.6 Korelasi Product Moment

Correlations

X Y

X

Pearson Correlation 1 -.703**

Sig. (2-tailed) .000

N 100 100

Y

Pearson Correlation -.703** 1 Sig. (2-tailed) .000

N 100 100

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan analisis korelasi diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel X dan Y signifikan berkorelasi dengan arah negative. Nilai koefisien korelasi sebesar -0.703 dan taraf signifikansi (sig.(2-tailed) sebesar 0.000.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi korelasi sebesar 0.000. Berlandaskan dasar pengambilan keputusan jika nilai signifikansi <0,05 maka kedua variabel peneliti memiliki hubungan.

Dari nilai koefisien r hitung sebesar -0.703. dapat dilihat bahwa hipotesis dalam penelitian ini yakni terdapat hubungan negatif antara Beban Kerja dengan Work Life Balance yang dimiliki perawat wanita. Semakin tinggi Beban Kerja yang dimiliki perawat wanita maka semakin rendah Work Life Balance-nya. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah Beban Kerja yang dimiliki perawat wanita maka

45

akan semakin tinggi Work Life Balance yang dirasakannya. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

4.5 Kategorisasi Data Penelitian

4.5.1 Kategorisasi Work-Life Balance

Norma kategorisasi yang digunakan pada Work-Life Balance adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7 Norma Kategorisasi Work-Life Balance Kategorisasi Rentang Nilai

Tinggi X > M + 1SD Sedang M – 1SD < X < M +

1SD

Rendah X < M – 1SD

Besar mean hipotetik Work-Life Balance adalah 51 dengan standar deviasi 190,53 sehingga kategorisasi yang diperoleh adalah sebagai berikut.

Tabel 4.8 Kategorisasi Work-Life Balance

Kategori Jumlah Persentase (%)

Tinggi 8 Orang 8%

Sedang 92 Orang 92%

Rendah 0 Orang 0%

Total 100 Orang 100%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa Work-Life Balance dengan Kategori rendah sebanyak 0%, subjek penelitian memiliki tingkat Life Balance sedang sebanyak 92%, dan subjek penelitian memiliki tingkat

Work-46

life Balance tinggi sebanyak 8%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Work-Life Balance Perawat wanita mayoritas berada pada kategori sedang.

4.6 Kategorisasi Beban Kerja

Norma kategorisasi beban kerja adalah sebagai berikut : Tabel 4.9 Norma Kategoriasi Beban Kerja

Kategorisasi Rentang Nilai Tinggi X > 168 Sedang 96 < X < 168 Rendah X < 96

Besar mean hipotetik modal psikologis adalah 132 dengan standar deviasi 55,31 sehingga kategorisasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9 Kategorisasi Beban Kerja

Kategori Jumlah Persentase (%)

Tinggu 100 Orang 100%

Sedang 0 Orang 0%

Rendah 0 Orang 0%

Total 100 Orang 100%

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tidak ada subjek penelitian yang memiliki kategorisasi beban kerja rendah yakni sebesar 0%, subjek

penelitian dengan kategori sedang sebesar 0%, dan subjek dengan kategori tinggi berjumlah 100 orang memiliki presentase sebesar 100%. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar beban kerja perawat wanita berada pada kategori tinggi, dan tidak beban kerja yang rendah.

47

4.7 Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan beban kerja dengan work-life balance pada perawat wanita yang bekerja di Rumah Sakit X Medan. Hipotesis dari penelitian ini adalah adakah hubungan negatif antara beban kerja terhadap work-life balance pada perawat wanita yang bekerja di Rumah Sakit X Medan.

Uji asumsi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu uji normalitas dan uji linieritas menunjukan bahwa sebaran data pada variabel beban kerja maupun work-life balance terdistribusi normal dan kedua variabel memiliki hubungan yang linier. Data empirik yang menunjukan terdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linier menjadi acuan dalam melakukan uji hipotesis.

Uji hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi Product Moment Pearson.

Data uji asumsi pada uji linieritas sebelumnya menyatakan bahwa kedua variabel linier atau memiliki hubungan garis lurus maka dengan adanya data yang linier hipotesis akan diterima.

Hal ini terbukti dengan hasil uji hipotesis dengan uji korelasi Pearson yang menemukan bahwa adanya hubungan negatif antara beban kerja terhadap work-life balance pada perawat wanita yang bekerja di Rumah Sakit X yang menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar -0.703 dan taraf signifikansi (sig.(2-tailed) sebesar 0.000. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi beban kerja, maka semakin rendah work-life balance yang dirasakan. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah beban kerja, maka semakin tinggi pula work-life balance yang dirasakan oleh subjek. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Utomo, Djastuti

& Mahfudz (2016) yang mengatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara keseimbangan kehidupan kerja dengan beban kerja. Artinya beban kerja dapat mempengaruhi keseimbangan kehidupan kerja, karena ketika perawat dihadapkan dengan pekerjaan, tuntutan-tuntutan dan tanggung jawab yang

48

tidak mampu dipenuhinya, hal-hal yang tidak nyaman, tidak diinginkan, atau dianggap sebagai ancaman di tempat kerja, maka perawat tersebut akan mengalami stres pada pekerjaannya. Ketidakseimbangan antara beban kerja dengan work-life balance pada perawat akan berpengaruh negatif yang berdampak pada kesulitan untuk menyeimbangan antara kehidupan dan pekerjaan.

Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Denzika (2018) yang mengatakan bahwa beban kerja dengan work life balance berpengaruh terhadap produktivitas karyawan, dan kesulitan untuk menyeimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Penelitian ini juga sesuai dengan yang dinyatakan oleh Shekhar (2016) bahwa individu dapat terlibat secara maksimal dalam pekerjaannya ketika individu tersebut memiliki keseimbangan antara pekerjaan yang dimiliki dengan kesenangan dalam kehidupan pribadinya, karena adanya hubungan antara kesenangan dengan ketelibatan pekerjaan yang dilakukan individu.

Hasil penelitian ini juga didukung dari hasil kategorisasi. Berdasarkan data kategorisasi baik variabel beban kerja maupun Work-Life Balance menunjukan kedua variabel berada pada kategorasi tinggi dan sedang. Dari data variabel beban kerja diperoleh subjek yang berada pada kategorisasi rendah sebanyak 0 orang, subjek yang menampilkan beban kerja sedang sebanyak 0 orang, dan subjek yang menampilkan beban kerja tinggi sebanyak 100 orang. Dari kategori data didapat bahwa beban kerja yang ditampilkan perawat berada dalam kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa, beban kerja perawat wanita di rumash sakit x kota medan mayoritas berada pada kategori tinggi.

Kategorisasi WLB diperoleh bahwa subjek yang berada pada kategori rendah sebanyak 0 orang, pada kategori sedang sebanyak sebanyak 92 orang, dan subjek yang memiliki WLB pada kategori tinggi sebanyak 8 orang. Mayoritas subjek berada pada rentang WLB yang sedang. Hal ini berarti WLB yang dialami perawat di rumah sakit x kota medan cendrung pada kategori sedang.

49

Wok-life balance pada perawat diperlukan untuk dapat menjaga kondisi fisik kerja pada perawat yaitu perawat diberikan kesempatan untuk dapat mengurus dan menyelesaikan kehidupan pribadi. Sesuai dengan penelitian Swift (dalam Atheya & Arora, 2014) keseimbangan kehidupan kerja adalah suatu hal yang penting untuk diperhatikan bagi seluruh karyawan dan organisasi, karena menghadapi dua atau lebih tuntutan yang bersaing untuk dipenuhi dapat melelahkan, selain dapat menimbulkan stres kerja, keadaan tersebut juga dapat membuat produktivitas karyawan menurun.

Berdasarkan hasil dari pemaparan analisis tersebut, diketahui bahwa beban kerja berkaitan dengan work-life balance pada perawat wanita yang bekerja di Rumah Sakit X. Semakin tinggi beban kerja yang dialami oleh perawat, maka semakin rendah work-life balance nya, begitupula sebaliknya.

Perawat yang memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang baik mampu mengatur urusan pribadi agar tidak mengganggu pekerjaan yang dilakukan di tempat kerja, pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih maksimal dan terarah tanpa memikirkan urusan diluar pekerjaan yang membuat perawat merasakan stres kerja.

Pada penelitian ini, peneliti menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam melaksanakan penelitian. Diantaranya alat ukur beban kerja yang digunakan kurang pas, sehingga data yang didapatkan mungkin belum mewakili tingkat dan dampak beban kerja yang dialami pada perawat.

Peneliti juga tidak dapat melakukan pemantauan secara langsung dalam pengisian skala saat pengambilan data karena kondisi yang tidak memungkinkan dan kesepakatan dengan pihak rumah sakit untuk memberikan beberapa angket atau kuesioner kepada kepala perawat dan kemudian akan diambil dengan batas waktu yang telah di tentukan, sehingga data yang didapatkan kurang maksimal.

50

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini akan diuraikan kesimpulan dan saran yang terkait dengan hasil yang diperoleh dari penelitian. Pada bagian pertama akan dijelaskan kesimpulan dari penelitian dan pada bagian akhir akan dijelaskan saran yang bersifat praktis dan metodologis yang mungkin dapat berguna bagi penelitian dengan tema yang berkaitan dengan penelitian ini.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Terdapat hubungan negatif signifikan antara beban kerja dengan Work-Life Balance pada Perawat Wanita. Yakni semakin tinggi beban kerja maka semakin rendah pula Work-Life Balance. Sebaliknya, semakin rendah beban kerja maka semakin tinggi Work-Life Balance pada perawat wanita.

2. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa 92% perawat wanita memiliki kategorisasi Work-life Balance yang sedang, dan 8% subjek memiliki kategorisasi tinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Work-Life Balance Perawat wanita mayoritas berada pada kategori sedang.

3. Berdasarkan hasil analisa data, rata-rata perawat wanita memiliki tingkat beban kerja dengan kategori tinggi sebesar 100%.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti memberikan beberapa saran, yaitu saran metodologis dan saran praktis sebagai berikut :

51

3.2.1 Saran Metodologis

1. Peneliti selanjutnya hendaknya lebih mengkoordinir dan mengawasi penyebaran kuesioner saat proses pengambilan data dengan cara mengumpulkan seluruh responden penelitian dalam suatu tempat untuk mengisi kuesioner tersebut bersama-sama pada waktu yang sama pula.

Hal ini disebabkan karena banyak kuesioner yang tidak kembali dan

Hal ini disebabkan karena banyak kuesioner yang tidak kembali dan

Dokumen terkait