Tabel 25 : Jawaban Responden Apakah Panitia mampu dan handal dalam menggunakan alat bantu ( komputer, scanner dsb ) dalam proses pelayanan e-KTP
No. Kelurahan Jawaban Responden Jumlah
Ya Tidak 1. Sunggal 10 - 10 2. Lalang 9 1 10 3. Babura 11 2 10 4. Tanjung Rejo 9 1 10 5. Sei Sikambing B 10 - 10 6. Simpang Tanjung 10 - 10 Jumlah 56 4 60 Persentase (%) 93,3% 6,7% 100
Sumber : Penelitian Pada Kecamatan Medan Sunggal, Desember 2012
Wawancara kepada ibu Eliana (48) Seorang Ibu Rumah tangga Warga Jalan PAM Sunggal No.5 Kelurahan Sunggal :
“Kalau dilihat ya, sudah mahir mereka dalam menggunakan alat alat itu. Gak ada masalah juga sewaktu pas awal (perekaman) ampe sekarang mau ammbil e-KTP”. (Wawancara diolah 2013)
Berikutnya, Kepada Bapak Hasbih (42) warga Jalan Sei Serayu No.74 Kelurahan Babura, Mengutarakan alasannya yaitu :
“Saya lihat, Sepertinya mereka sudah di latih dan mahir dalam menggunakan alat alat sewaktu foto sampai sekarang pengambilan e-KTP ini saya peratiin” (Wawancara diolah 2013).
Hal ini di sampaikan Camat Medan Medan Sunggal :
“Ada pelatihannya 3 orang setiap Kecamatan mengikuti pelatihan, sebelum perekam ada pelatihannya buat petugas pengurusan e-KTP, dan pastinya di sesuaikan dengan keahliannya ditempatkan. Mereka dilatih di seminar hotel darma deli dan kedua di hotel antares”. (Wawancara diolah 2013)
“Petugas kita di latih, ada sosialisasi dan juga ada seminar. Setiap kecamatan beberapa orang di utus untuk mengikuti pelatihannya dari kita ada 3 orang”. (Wawancara diolah 2013)
Informasi oleh Aparat Petugas pegurusan e-KTP, bapak Purba :
“Untuk yang memahami alat komputer, scan dan yang lainnya pegawai kita 3 termasuk saya yang ahli dan pelatihan yang kami dapatkan kami terapkan kepagwai Kecamatan juga” (Wawancara diolah 2013)
Seperti yang disampaikan Responden di atas, pernyataan dari beberapa responden menyatakan petugas Kecamatan Medan Sunggal sudah mahir dalam menggunakan alat alat yang menunjang e-KTP. Dalam penelitian pada bulan desember 2012, di informasi kantor Kecamatan Medan Sunggal untuk keahlian dalam melakukan alat scanner, sidik jari maupun komputer mereka di latih dalam beberapa tahap salah satunya pelatihan di Hotel Antares yang diwakilkan petugas yang ikut hadir dari setiap Kecamatan.
Pelayanan publik merupakan tanggung jawab pemerintah atas kegiatan yang di tujukan untuk kepentingan masyarakat yang mengandung unsur – unsur perhatian dan kesedian serta kesiapan dari pelaksanaan pelayanan tersebut.
Melihat penilaian responden pada data diatas untuk kemampuan Petugas aparat dalam pengurusan e-KTP khusus untuk menggunakanan alat – alat pada tabel 25, 60(100%) responden menunjukan hampir keseluruhan 56(93,3%) responden menunjukan petugas e-KTP sudah mampu dan handal menggunakan alat - alat dalam pengurusan e-KTP. Hal ini juga di sampaikan oleh Camat Medan Sunggal dan Kasi Pemerintahan, Bahwa Kemampuan Aparatur sudah disesuaikan dengan kemampuan mereka melalui posisi jabatan mereka, di dalam pengurusan e- KTP petugas juga di latih dalam menggunakan alat sebelum mereka langsung melayani masyarakat, pelatihan di lakukan dengan beberapa tahap, beberapanya di hotel antares dan dharmadeli.
Aparatur sebagai unsur pelaksana proses pelayanan memegang peranan penting terhadap kelangsungan organisasi yang bergerak di bidang pelayanan. Untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, maka kemampuan aparatur di tuntut untuk lebih ditingkatkan didalam melaksanakan tugas fungsinya sebagai abdi Negara.
Tabel 26 : Jawaban Responden Apakah mendapatkan sosialisasi informasi yang jelas dari aparat kecamatan, kelurahan maupun kepling setempat setiap hal – hal ( syarat – syarat perlengkapan Administrasi dan Tata cara proses pengurusan e-KTP )
No. Kelurahan Jawaban Responden Jumlah
Ya Tidak 1. Sunggal 7 3 10 2. Lalang 10 - 10 3. Babura 9 1 10 4. Tanjung Rejo 10 - 10 5. Sei Sikambing B 7 3 10 6. Simpang Tanjung 10 - 10 Jumlah 53 7 60 Persentase (%) 89% 11% 100%
Sumber : Penelitian Pada Kecamatan Medan Sunggal, Desember 2012
Wawancara kepada ibu Sari Hasibuan (34) Warga Jalan Perjuangan, gg Sejahtera No.22.
“ya cukup jelas, Sewaktu kemarin, ibu awal dapat informasi ya dari kepling, dia yang kasih undangan dia juga kasih tahu ya gimana apaja yang di bawa kayak KTP sama KK”.(Wawancara diolah 2013)
Berikutnya, Kepada Bapak Hasbih (42) warga Jalan Sei Serayu No.74 Kelurahan Babura, Mengutarakan alasannya yaitu :
“Kepling yang beritahukan semua apa aja yang di bawa KTP dan KK itu di bawa, undangan pun di berikan dan di bawa sewaktu Foto (perekaman) kemarin, pas sewaktu ambil e-KTP juga kasih tahu ngapain aja di sana. Kepling sini sudah cukup aktif”.(Wawancara diolah 2013)
Sosialisasi Informasi e-KTP dan, Yang di jelaskan Kasi Pemerintahan saat Perekaman hingga pengambilan e-KTP :
“Mengasih tahunya sama kepling terlebih dahul,u baru dari kepling di berikan informasi ke masyarakatnya, ada juga mobil keliling camat memberikan Informasi dan ada juga info diberikan dari mesjid ke mesjid, kemarin juga ada sosialsasi di kantor Camat unutk warga”.
“Cara Prosesnya cukup mudah, warga kita kasih undangan melalui kepling juga, di bawa undangan beserta KTP yang aktif, daftar, antri, setelah itu perekaman. Pas ambil e-KTP juga sama warga dikasih undangan hadir sesuai undangan antri setelah itu foto,tanda tangan,sidik jari dan scan mata, selesai data masayarakat kita kirim via internet tiap minggunya”. (Wawancara diolah 2013)
Selanjutnya wawancara kepada Bapak Camat medan Sunggal :
“Kita ada melalui sosialisasi ke warga, di pelataran kantor, Pamlet baliho. Ada mobil keliling untk menyampaikan ada juga dari pengajian bapak dan ibu ibu, di mesjid juga sudah di informasikan melalui kepling, kepling pun sebelum dia sosialisasikan kita beri informasikan mereka agar mereka sampaikan ke masyarakat, tentang bagaimana tata cara prosesnya”.(Wawancara diolah 2013)
Sosialisasi Informasi di sampaiakan oleh Petugas e-KTP, bapak Taufik S.E :
“kalau isi dari sosialisasi itu terima dan bawa undangan, KTP fotocopy KK ya datang ke Kantor untuk di bantu diuruskan oleh pegawai, prosesnya setelah antrian masuk ruangan tahap- tahap :
1. Pembacaan biodata; warga datangberdsarkan waktu undangan yang ditentukan dengan membawa surat pengantar (undangan yang telah diberikan kepling setempat.
2. Foto; Warga diharuskan melakukan foto diri dahulu. Fot yang dilakukan sebaiknya memakai pakaian rapih, karena foto e-KTP ini dilakukan 1 kali saja dan tidak bisa diganti dalam jangka waktu 5 tahun kecuali tersebut rusak atau hilang sebelum masa perpanjang. 3. Perekaman tanda tangan; Warga di wajibkan melakukan tanda tangan digital untuk
kemudian hari direkam ke dalam computer dan disimpan untuk indentitas warga.
4. Scan sidik jari; hal ini dilakukan dengan kelima jari warga, jika warga mengalami kecacatan pada jari, maka dapat dilakukan dengan jari yang ada saja.
5. Scan retina mata; hal ini dilakukan untuk menjamin ke akuratan dari warga tersebut karena scan jadri tidak menjamin ke akuratan e-KTP, bisa saj ketika dilakukan tahap scan jari, warga tersebut melakukan jari orng lain, warga tersebut memakai jari orang lain. Untuk iru dilakukan scan reta karena retina mata tidak dapat diganti oleh orang lain, semua data warga dimasukan ke database lalu dikirimkan via online.
Pada Pendstribusian e-KTP sama warga di kasih undangan dan membawa KTP lama dan datang sesuai undangan setelah antrian hanya lakukan Scan sidik jari untuk verifikasi setelah sudah sesuai, e-KTP sudah boleh diberi lalu pulang”.(Wawancara diolah 2013)
Seperti yang disampaikan Responden di atas, pernyataan dari beberapa responden menyatakan peran kepling sudah cukup aktif memberikan informasi perihal e-KTP. Peran Kepling dalam membantu masyarakat dalam pengurusan e-KTP sudah seharusnya di lakukan dengan baik, Koordinasai antar Aparat Kecamatan dengan kepling harus terus di lakukan, apalagi masyarakat lebih dekat dengan kepling dari pada Aparat Kecamatan.
Seperti pada data diatas, suatu program terbuat tidak akan maksimal jika sebelumnya tidak ada sosialisasi program tersebut sebelum program tersebut berjalan. Hal di sesuaikan dengan Program e-KTP yang di lakukan pemerintah pusat ke pada pemerintah daerah melalui Kecamatan, dalam hal ini perlunya sosialisasi dibuat untuk subjek masyarakat mengetahui bagaimana, untuk apa, dan fungsinya dapat terjawab melalui sosialisasi.
Tabel 26, dapat di lihat bahwa dari 60 (100%) responden, sebanyak 53(88,3%) responden menjawab untuk solsialisasi yang diberikn memberikan alasan bahwa peran kepling yang langsung ke warga dalam mensosialisasikan e-KTP di lingkungannyan,masing-masing, hal
ini menunjukan bahwa untuk daya tanggap aparat dalam memberikan kualitas pelayanan pengurusan e-KTP sudah di rasakan dengan baik oleh masyarakat Kecamatan Medan Sunggal khususnya dalam memberikan sosialisasi informasi e-KTP. Seperti yang telah di Informasikan pihak Kecamatan Medan Sunggal, Bahwa Sosialisai telah diberikan melalui beberapa cara :
1. Melalui mobil keliling Kecamatan
2. Sosialisasi yang mengundang masyarakat untuk hadir di pelataran halaman kelurahan maupun pelataran halaman Kecamatan.
3. Melalui Kepling, dengan cara Informasi melalui : Mesjid, Gereja dan rumah ibadah lainya tiap Lingkungan, Warung kopi dan melalui perwiritan bapak ibu juga STM lngkungan masing – masing.
Tabel 27 : Bagaimana, kemampuan berkomunikasi aparat pengurusan e-KTP
No. Kelurahan Jawaban Responden Jumlah
Ya Tidak 1. Medan Sunggal 10 - 10 2. Lalang 9 1 10 3. Babura 10 - 10 4. Tanjung Rejo 9 1 10 5. Sei Sikambing B 10 - 10 6. Simpang Tanjung 10 - 10 Jumlah 58 2 60 Persentase (%) 97% 3% 100%
Sumber : Penelitian Pada Kecamatan Medan Sunggal, Desember 2012
Wawancara kepada Ibu Tianur S.E Seorang Wiraswasta (40) Warga Jalan Sei Bihang No 23c Kelurahan Babura :
“Ya ibu paham, setiap informasi yang bapak petugas ini jelasi apa aja mereka kasih tahu. Bagi ibu ngerti”.(Wawancara diolah 2013)
Selanjutnya wawancara kepada bapak Ardiana (37) warga jalan Balai desa No.4 Kelurahan Sunggal :
”Ya saya rasa cukup lah, apa yang berikan informasi itu, cukup jelas juga lugas dari PNS petugas di sini, dari awal kasih tahu info e-KTP ampe sekarang ini saya rasa cara mereka komunikasi, sudah cukup baik”.(Wawancara diolah 2013)
Hal ini disampaiakan Petugas e-KTP, bapak Taufik S.E :
“Ya saya rasa sudah baik, peran aparat beserta Kepling kepling sudah bekerja secara maksimal”.(Wawancara diolah 2013)
Seperti yang disampaikan Responden di atas, pernyataan dari beberapa responden menyatakan Aparat petugas dalam segi kemampuan mereka dalam memberikan informasi sudah cukup jelas untuk di pahami. Dalam memberikan kenyaman terhadap masyarakat terutama pada pelayanan, kemampuan komunikasi yang baik dan dapat dipahami setiap masyarakat itu tetap harus di utamakan dalam pelayanan publik.
Komunikasi suatu Kegiatan manusia untuk menyampaikan apa yang menjadi pemikiran dan perasaannya, harapan atau pengalamanya kepada orang lain. faktor komunikasi dianggap sebagai factor yang sangat penting, karena dalam unsurnya melibatkan unsur manusia dan sumber daya yang akan selalu berhubungan dengan masalah, hal itulah adanya komunikasi sebagai perantara untuk menjawab masalah dan kebutuhan masyarakat, khusus Pengurusan e- KTP. Seperti yang telah di sampaikan pada sebelumnya, dalam bagaimana keahlian Aparat dalam menggunaka Alat alat bantu, kemampaun berkomunikasi aparatur termasuk dalam pengukuran kualitas yang diberi petugas pengurusan e-KTP terhadap masyarakat seperti, cara berkomunikasi dalam sosialisasi, cara berkomunikasi dalam memberikan informasi bagaimana tata cara dan syarat pengurusan e-KTP. Hal ini dalam berkomunikasi memberikan bahasa sesederhana mungkin sehingga masyarakat dapat memahami, mengerti dan menjawab kebutuhan apa yang telah disampaikan oleh aparat petugas di kantor kecamatan medan sunggal.
Pada tabel 27 dapat di lihat bahwa dari 60(100%) responden, sebnyak 58(96,7%) responden menjawab kemampuan Petugas pengurusan e-KTP sudah baik terhadap masyarakat di Kntor Kecamatan Medan Sunggal, Seperti yang telah di sampaikan Camat dan kasi Pemerintah
Camat Medan Sunggal pada Bab sebelumnya bahwa, aparat petugas telah melaksanakan pelayanan yang baik seperti halnya bagaimana petugas memberikan informasi dan sosialisasi yang jelas dengan bahasa sesederhana mungkin sehingga masyarakat dapat memahami apa yang disampaikan oleh petugas. Hal ini melihat penilaian keseluruhan responden dan informasi dari camat Medan Sunggal menunjukan penerapan kualitas pelayanan dari segi kemampuan berkomunikasi terhadap masyarakat sudah baik.