• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Rencana Penelitian

1. Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian

a. Tempat Penelitian

Tempat penelitian adalah tempatyang digunakan dalam

melakukan penelitian untuk memperoeh data yang diinginkan.

Penelitian ini bertempet di SD Negeri Kalimanggis Kecamatan

Kaloran Kabupaten Temanggung.

b. Waktu Penelitian

Waktupenelitian adalah watuberlangsungnya penelitian atau

saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada

bulan Juli

c. Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah siswi-siswi kelas IV pada pokok

2. Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan Peneltian Tindakan Kelas (PTK).

Menurut Suharsimi Ari Kunto, PTK merupakan suatu pencermatan

terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja

dimunculan dan terjadi dia sebuah kelas secara bersama.

Tindakan tersebut diberikan oleh seorang guru atau dengan arahan

dari guru yang dilakukan oleh siswa (dala Suharsim i Arikunto, 2007:3).

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2007:4) yang

dikemukakan oleh guru dalam menuliskan laporan penelitian tindakan

adalah hal-hal yang dilakukan oleh siswa, bukan yang dilakukan oleh

guru.

Adapaun arah dan tujuan penelitian tindakan yang dilakukan oleh

guru sudah jelas, yaitu demi kepentingan peserta didik dalam memperoleh

hasil belajar yang memuaskan (jadi bukanlah kepentingan guru)

(Suharsimi Arikunto, 2007:).

Sesuai engan jenis penelitian yang dipilih, yaitu peneltian tindakan,

maka penelitian ini mengunakan model enelitian dari kemmis dan taggart

(dalam Sugiarti, 1997:6) yaitu berbentuk spiral dari satu siklus ke siklus

yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action

(tindakan), obserIVation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah

pada siklus berikutnya adalh perencanaan yang sudah direivisi, tindakan,

30

pendahuluan berupa identifikasi permasalahan. Siklus spiral dari tahap-

tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut.

Refleksi

Tindakan ObserIVasii

Refleksi

Tindakan ObserIVasii

Refleksi

Tindakan ObserIVasii

Gb. 1. A lur PTK

Penjelasan alur diatas adalah:

1. Rancangan / rencana awal, sebelum mengadakan penelitian, peneliti

menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,

termasuk di dalamnya instrument penelitian dan penelitian

2. Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh

peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta

mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode demonstrasi

melalui kegiatan sholat

3. Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau

dampak dari tindakan yangdi lakukan berdasarkan lembar pengamatan

yang diisi oleh pengamat

4. Rancangan / rencana yang direivisi, berdasarkan hasil refleksi

pengamat membuat rancangan yang direivisi untuk melaksanakan

siklus berikutnya.

Observasi dibagi dalam tiga putaran, yaitu putaran 1,2 dan 3,

dimana masing-masing putaran dikenai perlakuan yang sama (alur

kegiatan yang sama) dan membahas satu pokok bahasan yang diahiri

dengan tes formatif dia ahir masing-masing putaran. Dibuat dalam tiga

putaran dimaksudkan untuk memperbaiki system pengajaran yang telah

dilaksanakan.

3. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri d a ri:

a. Rencana Pelajaran (RP)

Yaitu merupakan pembelajran yang digunakan sebagai pedoman

32

RP berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan

pembelajaran khusus dan kegiatan belajar mengajar,

b. Tugas Formatif

Tugas ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan

dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan kemahaman bacaan

dan gerakan sholat siswa kelas IV pada pokok bahasan sholat.

4. Kriteria Penilaian

Untuk mempermudah evaluasi terhadap tingkat kemampuan siswa,

perlu dirumuskan criteria penilaian sebagai berikut:

a. Tuntas

b. Tidak Tuntas

Prosentase dan jumlah kategori 1 dan 2 menujukkan tingkat-tingkat

keberhasilan pembelajaran. Kriteria ini diberikan karena pertimbangan

bahwa pelaksanaan praktek sholat siswa mengenai bacaan dan gerakan

sholat yang baik dan benar merupakan pekeijaan yang sulit daicapai

kesempurnaannya.

Untuk ketuntasan belajar ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu

secara perorangan dan klasikal. Menurut Ahmad Rohani (Pengelolaan

Pengajaran, 2004:195), utuk mengetahui “penguasaan peserta didik” perlu

menghitung “persentase memuaskan” bagi peserta didik masing-masing.

Pengolahan hasil penilaian pada ahir satpel (tes formatif) ini

mutlak dikuasai / dikerjakan masing-masing peserta didik. Hasil

pengolahan ii kita tafsirkan sesuai dengan fungsinya sebagai berikut:

a. Bagi hasil yang dicapai seorag peserta didik dalam keseluruhan

instrument pertanyaan tes itu 75% atau lebih, maka peserta didik

tersebut dianggap telah berhasil, telah menguasai bahan pelajaran

dalam satpel tersebut. Dan apabila demikian halnya, maka peserta

didik tadi berarti “siap’ menerima ‘satuan bahasan’ berikutnya.

b. Apabila hasil yang dicapai seorang peserta didik kurang dari 75%

(persentase memuaskannya kurang dari 75%) maka peserta didik

tersebut boleh terus mengikuti satpel berikunya, tetapi “dengan syarat”

bahwa ia harus tetap berusaha untuk kembali mempelajari Satpel yang

kurang memuaskan tersebut. Dalam hal ini, peserta didik yag demikian

harus mendapatkan bantuan khusus dari guru, terutama pada bagian-

bagian bahan yang berhubungan dengan kesulitan yang dialami peserta

didik tadi (tentunya denga memperhitungkan waktu yang tersedia).

Dari penilaian di atas terhadap hasil penilaian formatif, kita dapat

mengambil kesimpulan, bahwa “penilaian formatiive” sangat penting

dalam usaha untuk memperbaiki atau menyempurnakan proses belajar

mengajar. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan

rumus sebagai berikut:

T ' Siswa Yang Tuntas Belajar

34

Dokumen terkait