• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isi dan sistematika skripsi hasil penelitian tindakan kelas juga dibagi menjadi

tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Masing-

masing bagian dapat di rinci sebagai berikut:

1. Bagian Awal

Cakupan bagian awal ini m eliputi: bagian sampul, bagian logo, halaman

judul, lembar persetujuan, lembar persetujuan pembimbing, lembar

pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, daftar lampiran, daftar

lainnya

2. Bagian Inti

BAB I Pendahuluan, dalam bab ini akan disajikan latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan penitian, hipotesis tindakan, kegunaan penelitian,

definisi istilah/operasional, metode penelitian meliputi : rencana

penelitian, subyek penelitian, langkah-langkah / siklus penelitian,

instrumen penelitian, analisis data, Sistematika Penulisan

BAB II Kajian Pustaka, dalam bab ini akan disajikan Sholat, metode

demonstrasi dan upaya peningkatan kemampuan sholat siswa melalui

metode demonstrasi.

BAB III Pelaksanaan Penelitian, dalam bab ini akan disajikan deskripsi

pelaksanaan siklus I (rencana, pelaksanaan, pengamatan / pengumpulan

data dan refleksi), deskripsi pelaksanaan siklus II, deskripsi pelaksanaan

siklus 111 dan seterusnya

BAB IIV Hasil Penelitian dan Pembahasan akan disajikan deskripsi

persiklusan (data hasil pengamatan / wawancara, refleksi keberhasilan dan

kegagalan), pembahasan (tiap siklus)

BAB IV PENUTUP akan disajikan kesimpulan dan saran.

3. Bagian Akhir

Pada bagian akhir meliputi : daftar pustaka, lampiran-lampiran dan

BAB

n

KAJIAN PUSTAKA

A. KemarapuanSholat

1. Pengertian Kemampuan

Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan (Depdikbud,

1995:623).

2. Pengertian Sholat.

Sholat dalam pengertian bahasa arab adalah doa memohon kebajikan

dan pujian. Adapun pengertian Sholat menurut syariat islam yang

dirumuskan oleh para fuqaha adalah beberapa ucapan dan perbuatan yang

dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan maksud

beribadah kepada Allah menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.

(Mudjahid, 1997:113)

Rosulullah bersabda

(Ji**- (3 O J J

artinya: pokok urusan adalah islam, tiangnya adalah Sholat, dan puncaknya adalah beijuang di jalan allah, (modul pendidikan pengamalan ibadah, 1997: 55)

Dari pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian

kemampuan sholat adalah kemampuan atau kecakapan seseorang dalam

bentuk ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri

dengan salam dengan maksud beribadah kepada Allah menurut syarat-

3. Syarat-syarat wajib Sholat lima waktu.

a. Islam

b. Suci dari hadats besar dan kecil

c. Berakal

d. Baligh

e. Telah sampai dakwah (perintah Rosulullah kepadanya)

f. Melihat atau mendengar

g. Teijaga (tidak tidur)

4. Syarat Sholat

Yaitu hal yang harus dilakukan menjelang dan sewaktu m e lakukan

Sholat adalah sebagai berikut:

a. Bersih badan dari hadats besar dan kecil

b. Bersih pakaian, pakaian dan tempat Sholat dari najis

c. Menghadap qiblat

d. Masuk waktunya

e. Menutup aurat

5. Waktu-waktu Sholat

a. Waktu Sholat Zhuhur

Bermula dari tergelincirnya matahari ketika berada ditengah-

tengah langit dan berlangsung sampai bayangan sesuatu itu sama

panjang dengan selain bayangan sewaktu tergelincir.

14

Bermula apabila bayangan suatu benda telah sama panjang

dengan benda itu sendiri, yaitu setelah bayangan waktu tergelincir dan

berlangsung sampai terbenamnya matahari,

c. Waktu Sholat Maghrib

Mulai dari terbenamnya matahari dan bersembunyi disebelah

ufuk barat dan berlansung sampai terbenamnya syafa’ atau awan

merah.

d. Waktu Sholat Isya’

Bermula pada waktu lenyapnya syafak (awan merah) dan

berlangsung hingga seperdua malam.

e. Waktu Sholat Shubuh

Bermula dari saat terbitnya fajar shodiq dan berlangsung sampai

terbitnya matahari. (Yusuf Mukhtar, 1996:135)

6. Hal-hal yang membatalkan Sholat

a. Meninggalkan salah satu rukun Sholat.

b. Meninggalkan salah satu syarat Sholat.

c. Dengan sengaja berkata-kata.

d. Banyak bergerak.

e. Makan atau minum. (Yusuf Mukhtar, 1996:408)

Disamping Sholat fardu yang lima terdapat beberapa bentuk Sholat

yang pelaksanaannya dalam bentuk tertentu yang terkadang berbeda

dengan Sholat fardu yang bisaa.

Bentuk-bentuk Sholat antara lain:

a. Sholat beijamaah yaitu Sholat yang dilakukan bersama-sama dengan

dituntun oleh seseorang yang disebut imam.

b. Sholat jum’at yaitu Sholat fardu yang dilakukan pada waktu dhuhur di

harijum’at secara beijamaah.

c. Sholat hari raya yaitu Sholat yang dilakukan pada hari raya secara

berjamaah.

d. Sholat jenazah yaitu Sholat yang dilakukan atas jenazah secara

langsung. (Amir Syamsudin, 2003: 31)

8. Rukun dan sunat Sholat

a. Rukun Sholat

Rukum Sholat ialah hal yang harus dikeijakan, kalau tertinggal,

maka batal perbuatan itu. Adapun rukun Sholat yaitu beberapa

perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan

salam. Jika salah satu perbuatan atau perkataan itu tertinggal, maka

Sholatnya tidak sah. Rukun Sholat meliputi:

1) Niat

2) Berdiri

3) Takbiratul ikhrom

16

5) Rukuk dengan tuma’ninah

6) I’tidal dengan tuma’ninah

7) Sujud dengan tuma’ninah

8) Duduk antara 2 sujud dengan tuma’ninah

9) Duduk tahiyat akhir dan membaca tasyahud akhir

10) Membaca shalawat nabi

11) Salam

12) Tertib.

b. Sunah-sunah Sholat yaitu:

1) Mengangkat kedua tangan setinggi bahu ketika mengucap

takbiratul ikhram.

2) Mengangkat tangan ketika akan rukuk, I’tidal dan ketika berdiri

dari tasyahud awal.

3) Meletakkan telapak tangan kanan diatas belakang tangan kiri dan

keduanya diletakkan di antara perut dan dada.

4) memandang tempat sujud.

5) Membaca doa iftitah antara takbiratul ikhrom dan fatihah

6) Membaca ta’awudz

7) Membaca amin dengan suara dikerskan setelah selesai membaca

surut fatihah.

8) Membaca surat-surat Al Qur’an setelah fatihah pada 2 rakaat

9) Mengeraskan bacaan pada Sholat subuh, maghrib dan isya pada 2

rakaat pertama

10) Mengucapkan takbir setiap pergantian gerakan Sholat selain

Ftidal.

11) Meletakkan kedua tangan diatas lutut pada saat rukuk.

12) Membaca tasbih pada waktu ruku’.

13) Mengucapkan SamiAllahuliman Hamidah pada waktu hendak

I’tidal.

14) Membaca do’a I’tidal (robbana lakai hamdu)

15) Membaca tasbih pada waktu sujud.

16) Berdoa saat duduk antara 2 sujud.

17) Duduk iftirosy pada setiap sikap duduk, kecuali duduk terakhir

yaitu duduk diatas telapak kaki kiri dengan ibu jari kaki kanan

dilipat menghadap qiblaL

18) Duduk tawarruk pada duduk terakhir, yaitu seperti iftirasy

dengan telapak kaki kiri ditarik menilang sebelah kanan.

19) Duduk istirahat sebentar setelah sujud kedua sebelum berdiri.

20) Bertekan dengan telapak tangan kanan ketika bangkit hendak

berdiri.

21) Memberi salam yang kedua bacaannya seperti salam pertama.

22) Menoleh ke kanan pada salam pertama dan menoleh ke kiri pada

18

23) Membaca zikir dan doa setelah selesai Sholat. (Amir

Syarifiiddin, 2003: 58)

9. Hikmah dari Sholat yaitu:

a. Menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar.

b. Memperoleh ketenangan jiw a. (Amir Syarifiiddin, 2003:23)

10. Keringanan dalam pelaksanaan Sholat

Keringanan dalam Sholat meliputi:

a. Mengurangi jumlah rakaat Sholat yang empat, dengan arti menjadikan

dua rakaat pada Sholat empat rakaat. Keringanan dalam bentuk ini

disebut qasar. Keringanan untuk melaksanakan Sholat itu diberikan

kepada orang yang sedang melakukan perjalanan yang merasa

kesulitan dalam perjalananny.

b. Mengumpulkan Sholat dalam satu waktu secara berketrusan, yaitu

Sholat zuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya. Cara ini disebut

dengan jama’. Bila Sholat zuhur dan ashar dikerjakan waktu zuhur

disebut jama’ takdim, dan bila dikerjakan waktu ashar disebut jama’

ta’khir.

c. Mengubah bentuk Sholat bagi orang yang sakit, dari berdiri menjadi

duduk bahkan sambil berbaring, sehingga kaifiat Sholat yang

ditentukan tidak dapat dilaksanakan. (Amir Syarifiiddin, 2003:35)

11. Gerakan-gerakan dan bacaan-bacaan Sholat.

a. Berdiri tegak menghadap qiblat dan sambil berniat mengerjakan

Sholat. Niat Sholat disesuaikan dengan Sholat yang akan dikerjakan.

b. Mengangkat tangan ketika takbiratul ikhram, kedua ibu jari diletakkan

pada daun telinga, telapak tangan dihadapkan kearah qiblat sambil

membaca Allahu Akbar.

c. Kemudian kedua tangan diletakkan diantara perut dan dada san

membaca doa iftitah.

d. Membaca surat fatihah.

e. Membaca surat panjang atau pendek dalam Al Qur’an yang dihafal.

f. Mengucapkan kalimat takbir seraya mengangkat kedua tangan lalu

membungkuk rukuk

g. Bangkit dari rukuk seraya mengucapkan Sami’Allahuliman hamidah,

kemudian berdiri sempurna.

h. Mengucapkan takbir sambil menuju sujud.

i. Mengucapkan takbir seraya bangkit dari sujud menuju duduk antara

dua sujud.

j . Sujud kedua seperti sujud pertama. Kemudian disambung m e lakukan

gerakan rakaat selanjutnya.

k. Duduk tasyahud awal / tahiyat awal yang dilakukan pada rakaat kedua

dengan sikap kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca

doa tasyahud awal.

20

m. Mengucapkan lafal salam yang dibarengi menoleh ke kanan dan kekiri

sampai pipi terlihat dari belakang. (Amir Syarifiiddin, 2003: 71)

12. Keutamaan Sholat

Keutamaan Sholat antara lain adalah sebagai berikut:

a. Bagi yang mengeijakan Sholat akan mendapatkan keberuntungan dan

mendapatkan syurga firdaus.

b. Sholat dapat menghilangkan keluh kesah dan kikir.

c. Sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

d. Sholat dan sabar dapat menhasilkan maksud yang baik dan

mewujudkan kebajikan yang diinginkan.

e. Sholat adalah merupakan tiang agama.

f. Merupakan perintah Allah yang diterima langsung oleh Nabi

Muhammad SAW tanpa perantara Jibril melalui isra’ mi’raj.

g. Sholat merupakan wasiat Nabi Muhammad sebelum wafat

h. Sholat merupakan amal yang dihisab pertama kali pada hari kiamat

i. Sholat merupakan amalan ibadah yang memiliki nilai syiar islam yang

kuat.

j. Sholat merupakan amal ibadah yang paling dapat mendekatkan diri

kepada Allah SWT (Amir Syarifiiddin, 2003:112)

13. Meningkatkan Kemampuan Sholat Siswa melalui Metode Demonstrasi.

Pendidikan merupakan metode yang berpengaruh dan terbukti

dan etos sosial anak. Mengingat pendidik adalah seorang figur terbaik

dalam pandangan anak, yang tidak-tanduk dan sopan santunnya, disadari

atau tidak disadari akan ditiru oleh anak. Bahkan bentuk perkataan,

perbuatan dan perilaku akan senantiasa tertanam dalam kepribadian anak.

Oleh karena itu, pendidik menjadi faktor penting dalam

menentukan kebehasilan anak dalam belajar. Jika pendidik mampu

memberikan contoh dan menyampaikan ilmu dengan baik, maka akan

terbentuklah anak yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang

dilaksanakan.

Seorang anak bagaimanapun besarnya usaha yang dipersiapkan

untuk kebaikannya, bagimanapun sucinya fitroh, ia tidak mampu

memenuhi prinsip-prinsip kebaikan dengan sendirinya selama dia tidak

melihat pendidik sebagai teladan, pemberi contoh, penyampai ilmu dan

pembimbing. Sesuatu yang sangat mudah bagi pendidik yaitu mengajari

anak dengan berbagai materi pendidikan, akan tetapi suatu teramat sulit

bagi anak untuk melasanakannya ketika ia melihat orang yang

memberikan pengarahan dan bimbingan kepadanya tidak

mengamalkannya.

Atas darsar itu, peneliti beranggapan bahwa anak melaksanakan

sholat dengan baik, apabila guru mampu memberikan contoh dengan baik,

anak akan dapat memperagakan tata cara sholat dengan baik apabila

melihat pendidik memberikan bagaimana tatacara sholat yang baik.

22

pembelajaran materi ibadah sholat sangatlah berarti dalam proses

pembelajaran. Hal ini dikarenakan anak akan lebih mengingat dengan apa

yang dilihat.

Dokumen terkait