• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis Keterpaduan Infrastruktur Wilayah

Penyusunan Master Plan

2. Rencana Strategis Keterpaduan Infrastruktur Wilayah

Rencana strategis keterpaduan infrastruktur wilayah merupakan kerangka sistem kawasan-kawasan strategis yang dihubungkan oleh sistem jaringan infrastruktur.

Kawasan-kawasan strategis merupakan simpul-simpul kegiatan sosial, budaya, ekonomi, termasuk lingkungan hidup, antara lain:

a. Kawasan Perkotaan, struktur pusat permukiman WPS dan pusat-pusat di dalam perkotaan

b. Kawasan Strategis Investasi dan Industri, a.l. kawasan industri, KEK, KAPET, kawasan pelabuhan terintegrasi perdagangan, industri, dan pergudangan, kawasan pariwisata

c. Kawasan Strategis Produksi (simpul-simpul komoditas unggulan), a.l.

pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan, perminyakan, dan gas bumi

d. Kawasan Pengembangan terbatas, a.l. kawasan konservasi, hutan lindung, catchment area (sungai, mata air, dan danau), rawan bencana, kemiringan tanah > 40%,

Rencana strategis keterpaduan infrastruktur wilayah berfungsi:

a. sebagai arahan pembentuk sistem kawasan-kawasan strategis yang memberikan layanan bagi wilayah;

b. sebagai arahan perletakan jaringan infrastruktur PUPR sesuai dengan fungsi jaringannya yang menunjang keterkaitan sistem kawasan-kawasan strategis;

c. sebagai dasar penyusunan penetapan dan konsep pengembangan area inkubasi; dan

d. sebagai dasar penyusunan rencana program infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat.

Rencana strategis keterpaduan infrastruktur wilayah dirumuskan berdasarkan:

a. strategi pengembangan wilayah;

b. kebutuhan pengembangan dan pelayanan wilayah dalam rangka mendukung kegiatan sosial ekonomi;

c. daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup wilayah; dan d. ketentuan peraturan perundang-undangan.

Rencana strategis keterpaduan infrastruktur wilayah dirumuskan dengan kriteria:

a. memperhatikan wilayah sekitar dan rencana pengembangannya;

b. jelas, realistis, dan dapat diimplementasikan dalam jangka waktu perencanaan pada wilayah bersangkutan;

c. penentuan kawasan-kawasan strategis yang berhirarki dan tersebar secara proporsional di dalam wilayah, serta saling terkait menjadi satu kesatuan sistem;

d. sistem jaringan prasarana wilayah dibentuk oleh sistem jaringan transportasi dan sistem jaringan prasarana lainnya; dan

e. mengikuti ketentuan pemetaan.

Contoh Laporan Penyusunan Master Plan

Sebagai contoh penyusunan masterplan yaitu Kawasan Jabodetabekpunjur (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur). Kawasan perkotaan Jabodetabekpunjur ditetapkan sebagai KSN Perkotaan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) jo. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, pada Lampiran X. Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur termasuk Kepulauan Seribu (mencakup Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat).

Artinya, sebagai kawasan yang diprioritaskan penataan ruangnya karena memiliki nilai strategis secara nasional yang perlu dikembangkan dan dipertahankan

kestrategisannya; karena memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui pengembangan kawasan industri, jasa, komersial, dan kegiatan ekonomi perkotaan lainnya.

Jabodetabek memiliki peran yang sangat besar bagi kegiatan ekonomi nasional, aktivitas ekonomi tersebut menghasilkan PDRB lebih dari Rp 1500 Triliun.

Struktur perekonomian Jabodetabek 2012, yang dihitung dari PDRB atas dasar harga berlaku, menunjukkan sekitar 72,56 % perekonomian Jabodetabek masih terkonsentrasi di Kota Jakarta, diikuti oleh Kabupaten Bekasi dengan kontribusi wilayah sebesar 7,51% (114,3Triliun), dan kabupaten Bogor sebesar 6,30%

(95,9Triliun), secara nasional wilayah Jabodetabek berkontribusi sebesar 18,48%

terhadap terhadap PDB Nasional.

Beberapa muatan masterplan Jabodetabekpunjur, sebagai berikut:

Kota Inti

mempertahankan lahan pertanian pangan beserta infrastruktur pendukungnya

mengoptimalkan pembangunan kawasan perkotaan yang layak huni dan terintegrasi dengan jaringan infrastrukur yang memadai

mengembangkan kawasan berorientasi ekonomi yang berdaya saing yang didukung jaringan infrastrukur yang tangguh

penciptaan konsep kota kompak dan cerdas pada kawasan perkotaan di sekitarnya (satelit) terintegrasi dengan sistem jaringan jalan tol-arteri-kolektor dan didukung oleh infrastruktur perumahan dan permukiman yang memadai percepatan pembangunan RTH 30% pada kawasan perkotaan

membangun jalan lingkar untuk mendukung kegiatan perkotaan di sekitarnya (satelit)

penciptaan konsep kota kompak dan cerdas pada kawasan perkotaan di sekitarnya (satelit) terintegrasi dengan sistem jaringan jalan tol-arteri-kolektor dan didukung oleh infrastruktur perumahan dan permukiman yang memadai mengendalikan pengembangan kawasan perkotaan di sekitarnya (satelit) untuk optimalisasi kegiatan pariwisata dan pelestarian kawasan lindung

Latihan

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ‘master plan’ dan uraikan manfaat master plan.

2. Jelaskan bagan alir pengerjaan pengembangan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS)

3. Jelaskan proses analisis yang dilakukan dalam rangka penyusunan rencana infrastruktur kawasan.

4. Buatkan contoh ultimate goals dalam penyusunan rencana infrastruktur kawasan.

5. Jelaskan kriteria yang digunakan dalam penyusunan strategi pengembangan wilayah.

Rangkuman

Masterplan Pembangunan Infrastruktur, adalah Rencana Induk Pembangunan yang terpadu dari berbagai jenis infrastruktur bidang PUPR yang telah diselaraskan dengan perencanaan pembangunan non PUPR dalam rangka mewujudkan tujuan pengembangan WPS dengan kerangka waktu 10 tahun.

Dalam penyusunan konsep pengembangan infrastruktur terpadu, terlebih dahulu dibutuhkan studi pendahuluan dalam mengidentifikasi lingkup penyediaan dan jenis-jenis infrastruktur PUPR yang akan dikembangkan dalam rangka pengembangan kawasan strategis dalam WPS (Wilayah Pengembangan Strategis). Selain itu dibutuhkan juga identifikasi fungsi-fungsi serta kegiatan dari kawasan-kawasan strategis yang telah ditetapkan dalam WPS sehingga dapat dideskripsikan interaksi yang dapat terjadi antar kawasan strategis dalam WPS.

Kebutuhan infrastruktur terpadu antar kawasan strategis dalam WPS dapat ditentukan berdasarkan interaksi yang dihasilkan antar kawasan strategis (sebagai contoh interaksi antara Kawasan Industri dengan Pelabuhan akan membutuhkan akses jalan dalam membantu distribusi barang serta penumpang).

Dalam hal ini kebutuhan infrastruktur PUPR antar kawasan strategis yang dihasilkan akan berupa kebutuhan infrastruktur ultimate goals (infrastruktur pemenuh kebutuhan akhir yang berskala besar), dimana skema pembiayaan dan kelembagaan belum diperhatikan, sehingga dalam mekanisme pembiayaan infrastruktur tidak semua dapat diakomodir oleh pusat. Setelah dihasilkan

infrastruktur ultimate goals PUPR yang dibutuhkan untuk menunjang pengembangan antar kawasan strategis dalam WPS, dalam rangka implementasi pada lokasi dalam Wilayah Pengembangan Strategis dapat diidentifikasi profil dan kondisi infrastruktur PUPR eksisting sehingga dapat diketahui gap penyediaan infratsruktur PUPR yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan infrastruktur PUPR ke depannya.

BAB 5

PENUTUP

Penutup

Simpulan

Pembangunan berbasis WPS merupakan suatu pendekatan pembangunan yang memadukan antara pengembangan wilayah dengan “market driven”

mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta memfokuskan pengembangan infrastruktur pada suatu wilayah strategis dalam rangka mendukung percepatan pertumbuhan kawasan strategis dan mengurangi disparitas antar kawasan di dalam WPS

Infrastruktur banyak dipergunakan sebagai salah satu variable untuk menilai apakah suatu wilayah/kota di nilai memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi wilayah/kotanya atau tidak. Manfaat infrastruktur antara lain masyarakatnya akan mendapatkan keuntungan ekonomi dan sosial. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan suatu kota sebagai akibat pertambahan penduduknya, menjadi tantangan bagi kota-kota untuk dapat memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakatnya. Dengan demikian penyediaan infrastruktur yang baik sangat diperlukan.

Tindak Lanjut

Modul ini perlu dipahami untuk diaplikasikan oleh seluruh aparat yang menangani program pembangunan infrastruktur terpadu sehingga akan diperoleh program infrastruktur yang terpadu di daerahnya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan wilayah dan kawasan yang berkelanjutan.

Penyusunan program infrastruktur yang mengacu kepada rencana tata ruang dan/atau pengembangan wilayah perlu dipahami untuk diaplikasikan oleh seluruh aparat yang menangani penyusunan program sehingga akan diperoleh program infrastruktur yang terpadu.

Perlu dipelajari dan dipahami lebih lanjut tentang keterkaitan dan keterpaduan infrastruktur PUPR dengan infrastruktur Non PUPR, agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat sinergi dan lebih optimal.