BAB IV PEMBAHASAN
B. Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia
4. Respon peserta didik
Pelaksanaan pendidikan karakter BAKU (Baik dan Kuat)
1.1 Pembiasaan yang dilaksanakan 1.2 Faktor pendukung dan penghambat 1.3 Kesiapan guru
1.4 Respon peserta didik
1.5 Metode pembentukan karakter yang diterapkan
2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung secara bertatap muka (personel face to face interview) dengan sumber data (responden). 5 Maka dapat dipahami, proses wawancara ini terjadi dengan adanya komunikasi bolak-balik antara pewawancara dengan orang yang diwawancarai, untuk menggali topik tertentu. Wawancara penelitian ini diajukan kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru.
Untuk mengkonfrimasi hasil wawancara guru, di lakukan juga wawancara terhadap peserta didik kelas VIII. Di laksanakan di tengah Pandemi COVID-19 peneliti melakukan wawancara dengan media telepon seluler dengan Kepala Sekolah wakil kepala bidang kurikulum
5 Maman Abdurrahman dan Sambas Ali Muhidin, Panduan Praktis Memahami Penelitian, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), hlm. 89
dan guru. sedangkan dengan peserta didik peneliti melakukan wawancara dengan aplikasi zoom dan video call what app.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Wawancara
No Pokok Pertanyaan Aspek yang Diungkap Sumber Data
1 Pelaksanaan
2. Faktor pendukung dan penghambat
1.2 Keteladanan Guru Peserta didik
1.3 Pembiasaan yang dilaksanakan selama masa pandemi COVID-19 peserta didik.
3. Angket
Angket (questioner) adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.6 Peneliti menggunakan angket semi terbuka sehingga pertanyaan yang diberikan alternatif jawabannya, namun responden juga dapat menambah jawaban sesuai dengan keinginan responden. Kuesioner ini dilaksanakan dengan cara menjawab pertanyaan di google form yang sudah disediakan peneliti. Responden 44 peserta didik dengan rincian kelas VIII akhwat 23 peserta didik dan kelas VIII Ikhwan 21 peserta didik di SMP Adzkia Islamic School.
Tabel 3.3
Kisi-kisi Kuesioner
NO Sub Pokok
Pertanyaan Aspek yang diungkap Butir soal
1
Respon peserta didik terhadap
tata tertib
Ketertiban peserta didik 1,2,3
6 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu pendekatan praktik,( Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014), hlm,194
2 Karakter Baik
Menurut Irawan studi dokumentasi, merupakan “teknik pengumpulan data yang ditujukan kepada subyek penelitian”. Dokumen yang diketik dapat berupa berbagai macam. Dokumen dibedakan menjadi :
a. Dokumen primer: bila dokumen ditulis oleh pelakunya sendiri atau peneliti otobiografi adalah salah satu contoh dokumen primer
b. Dokumen sekunder: bila peristiwa yang dialami disampaikan pada orang lain dan orang ini yang kemudian menuliskannya, biografi seseorang adalah contoh dokumentasi sekunder.
Dokumen dapat berupa catatan pribadi, surat pribadi, buku harian, laporan kerja, catatan kasus, rekaman video, foto dan lain sebagainya.7 Dalam penelitian ini, penulis melakukan pencarian data dengan mengumpulkan berbagai informasi sesuai dengan yang diteliti baik berupa catatan, aplikasi WhatsApp, youtube, Instagram dan yang lain sebagainya. Terhadap pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU), faktor pendukung dan penghambat, kesiapan guru,metode dan respon peserta didik di SMP Adzkia Islamic School dan menganalisis pelaksanaanya di masa pandemi COVID-19.
7 Sukandarrumidi, Metodologi Penelitian,(Yogyakarta:Gadjah Mada University Press, cet IV, 2012), hlm. 100-101
E. Pemeriksaan Atau Pengecekkan Keabsahan Data 1. Triangulasi
Triangulasi adalah proses penguatan bukti dari individu-individu yang berbeda (misalnya seorang kepala sekolah dan peserta didik), jenis data (misalnya, catatan lapangan observasi dan wawancara) dalam deskripsi dan tema-tema dalam penelitian kualitatif. Peneliti menguji setiap sumber informasi dan bukti-bukti temuan untuk mendukung sebuah tema. Hal ini menjamin bahwa studi akan menjadi akurat karena informasi berasal dari berbagai sumber informasi, individu, atau proses. Peneliti akan terdorong untuk mengembangkan suatu laporan yang akurat dan kredibel. 8 Prinsipnya adalah informasi mestilah dikumpulkan atau dicari dari sumber-sumber yang berbeda agar tidak bias sebuah kelompok. 9
Jadi dapat dipahami, pada triangulasi ini peneliti melakukan pemeriksaan dengan membandingkan satu metode pengumpulan data dengan metode lainnya. Misalnya membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil kuesioner, observasi atau dokumentasi, atau membandingkan hasil wawancara satu informan dengan informan lainnya. Hal ini dilakukan agar data yang diterima akurat dan dapat dipercaya.
2. Katekunan atau keajegan pengamatan
Keajegaan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Ketekunan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat
8 Emzir, metodologi penelitian kualitatif: analisis data, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010), hlm. 82
9 Afrizal, metode penelitian kualitatif, ( Depok: PT RajaGrafindo Persada),hlm.168
relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. 10 Berdasarkan uraian diatas, maka ketekunan pengamatan akan dilakukan dengan cara peneliti mengadakan pengamatan secara teliti, rinci, dan terus menerus selama proses penelitian di SMP Adzkia Boarding School terhadap objek penelitian peserta didik kelas VIII.
3. Auditing
Auditing adalah konsep yang dimanfaatkan untuk memeriksa kebergantungan dan kepastian data. Hal itu dilakukan baik terhadap proses maupun terhadap hasil. 11 Hal ini dilakukan dengan cara memeriksa dan memilah-milah data dari hasil observasi, wawancara,dokumentasi dan angket kemudian dikerucutkan sesuai dengan rumusan masalah penelitian.
F. Tekhnik Analisis Data
Miles dan Huberman membagi analisis data dalam penelitian kualitatif ke dalam tiga tahap, yakni;
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Mereduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, sehingga memerlukan kecerdasan, keluasan dan kedalam wawasan yang tinggi. Pada tahap reduksi data dilakukan dengan menelaah seluruh data yanng tersedia dari berbagai sumber yakni dari data observasi, dokumentasi, wawancara dan angket.Setelah itu peneliti meringkas, memfokuskan pada hal-hal yang penting, menyusun data
10 Lexy J. Moelong, metodologi penelitian kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2016), hlm.329
11 Ibid, hlm. 338
agar lebih sistematis, dengan tujuan mendapatkan data-data yang pokok dalam penelitian ini.
2. Data Display (penyajian data)
Setelah mereduksi data, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, teks yang bersifat naratif, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, grafik, matriks, network (jejaring kerja) dan sejenisnya. 12 Untuk dapat melihat melihat gambaran keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari gambaran keseluruhan. Maka penelitian ini disajikan dalam teks yang bersifat naratif yaitu diuraikan secara deskritif dari hasil data-data temuan di penelitian di lapangan terhadap pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School.
3. Verification (penarikan kesimpulan)
Langkah analisis data kualitatif ketiga menurut Miles dan Huberman langkah adalah “penarikan kesimpulan dan verifikasi”.
Kesimpulan awal yang telah dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat untuk mendukung pada tahap-tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.13Dalam hal ini, setelah peneliti mereduksi dan menyajikan data selanjutnya peneliti menarik kesimpulan dari hasil penelitian.
Penarikan kesimpulan ini berisi uraian jawaban berdasarkan rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan.
12 Sulistyaningsih, metodologi penelitian kebidanan; kuantitatif kualitatif, ( Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2012), hlm. 163
13 Ibid, hlm. 164
58
BAB IV PEMBAHASAN
Pembahasan dalam Bab IV mendeskripsikan hasil-hasil temuan yang didapatkan di lokasi penelitian SMP Adzkia Islamic School. Dimulai dari observasi pada tahun 2019 dan kemudian peneliti mengambil data dengan cara memberikan angket (kuesioner), wawancara peserta didik, dan wawancara guru di tengah Pandemi COVID-19. Peneliti mengambil data secara online atau daring dan dokumentasi yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi telepon seluler, aplikasi Whatsapp, Zoom, Youtube, dan Instagram. Sehingga, dalam pembahasan ini berisi analisis peneliti dalam membandingkan data hasil wawancara dengan hasil kuesioner, observasi atau dokumentasi, dan membandingkan hasil wawancara seorang informan dengan informan lainnya. Hal ini dilakukan agar data yang diterima akurat dan dapat dipercaya.
A. Profil SMP Adzkia Islamic School
1. Sejarah Singkat Adzkia Islamic School
SMP Adzkia Islamic School merupakan salah satu program pendidikan dibawah naungan Direktorat Pendidikan Yayasan Daarut Tauhiid dengan Pembina K.H. Abdullah Gymnastiar. SMP Adzkia pada awalnya diharapkan hadir sebagai solusi anak negeri bagi yang memiliki keterbatasan ekonomi dan berprestasi untuk memperoleh pendidikan dalam bentuk beasiswa. Berdiri sejak 23 februari 2007. SMP Adzkia Islamic School menerapkan kurikulum terpadu (khas), yaitu Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kurikulum Boarding yang berbasis pesantren.1
1 Profil sejarah singkat SMP Adzkia Islamic School, www.adzkia.sch.id, diakses pada tanggal 20 November 2020
2. Identitas Sekolah
1) Nama Sekolah : SMP Adzkia Islamic School
2) NPSN : 20614833
3) Propinsi : Banten 4) Desa/Kelurahan : Serua Indah
5) Jalan dan Nomor : Jalan Suka Mulya V no. 01 6) Kode Pos : 15419
7) Telepon : 085810995233
8) Fax : 021-74638050
9) Daerah : Tangerang Selatan 10) Status Sekolah : Swasta
11) Tahun Berdiri : 2007
12) Nama Kepala Sekolah : Suwardi, S,Si 13) Pendidikan Terakhir : Strata S12
3. Visi, Misi, Program Unggulan SMP Adzkia Islamic School a. Visi SMP Adzkia Islamic School
Terwujudnya sekolah berlandaskan tauhid untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan peduli lingkungan.
b. Misi SMP Adzkia Islamic School
1) Membentuk lembaga pendidikan yang profesional, amanah, dan bermutu.
2) Menjadikan sekolah sebagai pusat belajar yang menyenangkan, pusat aktifitas keislaman, dan pusat pengembangan karakter.
3) Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan
4) Membentuk warga sekolah yang bertauhiid dan beramal shaleh
2 Identitas Sekolah SMP Adzkia Islamic School, www.adzkia.sch.id, diakses pada tanggal 20 November 2020
5) Membentuk warga sekolah berwawasan islam, nasional dan internasional
6) Mengembangkan potensi kecerdasan warga sekolah untuk mencapai prestasi terbaik
7) Mengembangkan potensi warga sekolah berbekal keterampilan hidup (life skill) dan keterampilan untuk hidup (vocational skill).
c. Program Unggulan
1) Pembiasaan Ibadah harian
Kegiatan ibadah sunnah yang menjadi target untuk dilaksanakan dan diistiqomahkan dalam keseharian peserta didik diantaranya: sholat tahajud, sholat berjama’ah, sholat dhuha, puasa hari senin dan kais, puasa daud, tilawah one day one juz (odoj), dan sedekah.
2) Tahfidzul Qur’an
Hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu syarat kelulusan di SMP Adzkia Islamic School. Selama tiga tahun peserta didik mempunyai target untuk menambah hafalan paling sedikit dua juz.
3) Olahraga Sunnah
Olahraga sunnah yang dilaksanakan di SMP Adzkia Islamic School diantaranya memanah dan berenang.
4) Islamic Character Building
Islamic character building dengan pola pembinaan karakter Baik (jujur, ikhlas, tawadhu’) dan kuat (Berani, disiplin, tangguh)
5) Manajemen Qolbu
Pembinaan langsung dari K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam kegiatan MQ pagi dan kajian Ma’rifatullah.
6) Active learing
Kegiatan belajar mengajar (KBM) menggunakan metode active learning dalam pembelajaran yang menyenangkan dan menanamkan nilai-nilai islami. 3
4. Letak Geografis, Sarana dan Prasarana a. Letak Geografis
SMP Adzkia Islamic Schoo terletak di jalan Suka Mulya V no 1 Kelurhanan Serua Indah Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan Banten kode pos 15414 telepon 021-74638050 dengan website sekolah:
www.adzkia.sch.id. Dengan luas tanah 8000m2 b. Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana sangat bermanfaat untuk menunjang jalannya proses belajar mengajar disekolah. Saran ini harus disediakan dengan lengkap untuk memberikan fasilitas yang memadai bagi peserta didik.
1) Gedung sekolah 2) Laboratorium IPA 3) Masjid
4) Saung
5) Gedung asrama 6) Poskestren
7) Dome & parkiran 8) Perpustakaan 9) Lab komputer 10) Lapangan olahraga 11) Kantin dan koperasi
12) Toilet guru dan peserta didik.4
3 Visi, misi dan program unggulan di SMP Adzkia Islamic School, www.adzkia.sch.id, diakses pada tanggal 20 November 2020
B. Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School Penelitian pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) dilakukan di kelas VIII akhwat dan ikhwan SMP Adzkia Islamic School. Dalam proses pembelajaran kelasnya di bedakan antara kelas akhwat dan kelas Ikhwan, hal ini dilakukan agar penanaman karakter lebih kondusif. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School, secara kurikulum menggunakan perpaduan Kurikulum Nasional 2013 dan Kurikulum Daarut Tauhiid, yang disebut kurikulum khas Daarut Tauhiid. 5
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran. Serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.6 Kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas, melainkan juga mencangkup kegiatan di luar kelas. Maka dengan demikian, tidak ada pemisahan yang tegas antara intra dan ekstra kurikulum. Semua kegiatan yang memberi pengalaman dalam proses pendidikan atau belajar bagi peserta didik pada hakikatnya adalah kurikulum. 7
Dalam kurikulum khas Daarut Tauhiid, pelaksanaan karakter Baik dan Kuat (BAKU), di intrakurikuler atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dituangkan kedalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Jadi indikator dari setiap mata pelajaran di dalam Kompetensi Dasar (KD) terdapat karakter Baik dan Kuat (BAKU), Baik itu ikhlas, jujur, tawadhu dan Kuat terdiri dari berani, disiplin, serta tangguh. Guru memasukkan karakter Baik ataupun Kuat dikegiatan pendahuluan, inti maupun evaluasi pembelajaran. Di kegiatan ekstrakurikuler pun
4 Hasil Wawancara dengan Waka Kurikulum, Maita Cahyani Senin 22 Juni 2020 dengan menggunakan Telepon seluler
5 Hasil Wawancara dengan Waka Kurikulum, Maita Cahyani Senin 22 Juni 2020 dengan menggunakan Telepon seluler
6 Heri Gunawan, Pendidikan Karakter konsep dan implementasi, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm. 245
7 Ibid, hlm. 107
demikian, misalnya di pramuka, tapak suci dll diterapkan karakter Baik dan Kuat (BAKU) dalam pembelajarannya. Sedangkan kegiatan kokulikuler lebih kepada implementasi karakter Baik dan Kuat (BAKU) melalui pembiasan-pembiasan yang sudah ditetapkan di SMP Adzkia Islamic School.8
Adapun Pembiasaan yang di laksanakan melalui 7 cinta dan Mutaba‟ah Yaumiyah, pembiasanaan 7 cinta yakni: cinta ilmu melalui proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Manajemen Qolbu (MQ) yakni menyimak kajian kyai Abdullah Gymnastiar setiap ba’da sholat subuh, cinta puasa melalui puasa Ramadhan, puasa Senin-Kamis yang dilaksanakan oleh guru maupun peserta didiknya. cinta Al-Qur’an melalui tahsin dan tahfidz yang dilaksanakan setiap hari senin dan kamis. cinta shodaqoh melalui melalui Jumat bershodaqoh. cinta masjid melalui kegiatan shalat berjama’ah, cinta dzikir melalui dzikir Almatsurat dan dzikir sesudah shalat, cinta qiyamullail, melalui shalat malam Tahajud, ada yang tahajud sendiri dan tahajud berjama’ah yang dilaksanakn setiap harinya.
Dalam pembiasaan aktivitas harian atau mutaba‟ah yaumiyah peserta didik, yakni kegiatan yang dimulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali misalnya makan, apel pagi, piket, dll terdapat laporan setiap harinya dan hasilnya direkap setiap bulannya, peserta didik yang terbaik dalam mutaba‟ah yaumiyah dan akhlaknya akan diberikan hadiah (reward) berupa voucher, yang bisa digunakan di kantin atau keperluan untuk Alat Tulis Kantor (ATK) dan terkadang pemberian botol minum. Reward ini salah satu cara SMP Adzkia Islamic School memberikan motivasi untuk peserta didik agar berakhlak mulia. 9
Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan berbagai sektor. Salah satu yang terdampak adalah sektor pendidikan. COVID-19 telah menyebabkan dunia pendidikan diliburkan. Sekolah libur dan kampus pun libur. Sebagai gantinya,
8 Hasil wawancara dengan kepala sekolah, Bapak Suwardi Selasa 23 Juni 2020 dengan menggunakan telepon seluler
9 Hasil wawancara dengan guru Bahasa Indeonesia, Ibu Mega Kamis 23 Juli 2020
aktifitas pendidikan dilakukan di rumah atau Work From Home (WFH) menjadi solusi terbaik agar aktifitas pendidikan terus berjalan. Bahkan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga membuat program belajar di TVRI untuk peserta didik dari TK hingga SMA.10 Di masa pandemi COVID-19, kegiatan belajar yang semula dilaksanakan di sekolah kini menjadi belajar di rumah melalui daring.
Pembelajaran daring dilakukan dengan kemampuan masing-masing sekolah.
Belajar daring online dapat menggunakan tekhnologi digital seperti Google Classroom, Rumah Belajar, Zoom, video converence, telepon atau live chat dan lainnya. Namun, yang pasti harus dilakukan adalah pemberian tugas melalui pemantauan pendampingan oleh guru melalui WhatsApp grup sehingga anak-anak betul-betul belajar. Kemudian guru-guru juga bekerja dari rumah dengan berkoordinasi dengan orang tua, bisa melalui video call maupun foto kegiatan belajar anak di rumah untuk memastikan adanya interaksi antara guru dengan orang tua. 11
Selama pandemi COVID-19 pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) dilakukan di rumah dengan bantuan orang tua, dan pihak SMP Adzkia Islamic School tetap memantau keterlaksanaannya melalui daring, Jadi sistemnya musrif atau musrifah mengingatkan di grup WhatsApp, dan laporannya ketika peserta didik menunaikan aktivitas harian yakni mutaba‟ah yaumiyah dan 7 cinta di dokumentasi dalam bentuk foto kemudian kirim ke group whatsApp.12
10 Meylan Saleh, “ Merdeka Belajar di tengah pandemi COVID- 19 “, Prosiding Seminar Nasional Hardiknas. hlm. 54-55
11 Wahyu Aji dan Fatma Dewi,” Dampak COVID- 19 terhadap implementasi pembelajaran di Sekolah Dasar”, Jurnal Ilmu Pendidikan”,vol. 2 Nomor 1, April 2020, hlm. 58
12 Hasil wawancara dengan guru Bahasa Indeonesia, Ibu Mega Kamis 23 Juli 2020
Gambar 4.1
Aktivitas harian peserta didik Ikhwan selama dirumah
Gambar 4.2
Aktivitas harian peserta didik akhwat selama dirumah
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama pandemi COVID- 19 satu jam setiap mata pelajaran. Di Hari Senin dan Kamis, pelaksanaan Tahsin dan Tahfidz peserta didik dikelompokkan dalam kelompok kecil, kemudian peserta didik secara gantian halaqah Qur’annya melalui aplikasi zoom yang didampingi oleh musrif ataupun musrifah. Apel pagi dengan media Youtube, pelaksanaanya setiap
hari peserta didik dibagi tugas untuk Tilawah Al-Qur’án, pembacaan tekad kehormatan Daarut Tauhiid secara bergantian, dan amanat yang disampaikan Utszad/ustdzah diringkas secara virtual, kemudian digabungkan menjadi satu video. Peserta didik comment di Youtube SMP Adzkia Islamic School, screen shoot hasil resume kemudian kirim ke group WhatsApp.13
Gambar 4.3
Pelaksanaan Apel pagi selama pembelajaran daring di rumah
Agar pendidikan karakter dapat berjalan dengan baik, memerlukan pemahaman yang cukup dan konsisten seluruh personalia pendidikan. Kepala sekolah, pengawas, guru, dan karyawan harus memiliki persamaan persepsi tentang pendidikan karakter bagi peserta didik, dan setiap personalia pendidikan mempunyai perannya masing-masing.14 Begitupun dalam pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School yang berperan adalah seluruh civitas sekolah. Akan tetapi dengan peran berbeda-beda sesuai dengan bagiannya. Ada tiga peran: pertama, perencanaan yaitu tim manajemen sekolah. Dan yang terlibat langsung membuat perencanaan
13 Hasil wawancara dengan guru Bahasa Indeonesia, Ibu Mega Kamis 23 Juli 2020
14 Zubaedi, Desain karakter: konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan, (Jakarta:
Prenada Media Group,2012), hlm. 162
yakni, Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Kesiswaan dan Pengasuhan. Waka Kurikulum dengan tugas merencanakan kurikulum dari Kompetensi Dasar (KD) dimasukkan karakter Baik dan Kuat (BAKU), kemudian Tim Kesiswaan dan Pengasuhan sifatnya kokurikuler seperti, pembiasan 7 cinta, pembiasaan mutaba‟ah yaumiyah.
Kedua pelaksana, yakni: guru yang secara langsung mengajarkan dan mendidik peserta didik,Musrif/Musrifah mendampingi ketika dalam asrama, Tim Kesiswaan mengawal dalam kedisiplinan. Ketiga, pengecekkan, perbaikan, dan evaluasi yang dilaksanakan setiap seminggu sekali atau sebulan sekali, melalui rapat tinjauan manajemen yang berfungsi untuk mengecek keterlaksanaan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di sekolah dan yang paling penting tindakan perbaikan yang dilaksanakan oleh guru, peserta didik, dan semua orang yang terlibat. 15
1. Faktor Pendukung dan Penghambat
Adapun faktor yang mendukung pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) yakni: semua civitas SMP Adzkia Islamic School dari guru, musrif/musrifah, karyawan, orang tua, lingkungan yang kondusif, sarana prasarana, pembiasaan 7 cinta, keteladanan guru, parenting untuk orang tua, ketersediaan asrama dan budaya-budaya Daarut Tauhiid. 16
Adapun tantangan atau faktor penghambat dalam pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) terdiri dari: Sumber Daya Manuia (SDM) tidak seluruhnya lulusan Daarut Tauhiid. Tempat ibadah yang menggunakan aula asrama.17 Peserta didik yang tidak memahami karakter
15 Hasil wawancara dengan guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Muhammad Zihan selasa 11 Agustus 2020
16 Hasil Wawancara dengan Waka Kurikulum, Maita Cahyani Senin 22 Juni 2020 dengan menggunakan Telepon seluler
17 Hasil wawancara dengan kepala sekolah, Bapak Suwardi Selasa 23 Juni 2020 dengan menggunakan telepon seluler
Baik dan Kuat (BAKU) sehingga melanggar peraturan.18 Dalam masa pandemi COVID-19 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah tantangannya adalah beberapa peserta didik bergantian Handphone dengan keluarga yang lain, sehingga tidak tepat waktu dan beberapa peserta didik atau orang tua yang belum bisa penggunaan IT seperti aplikasi zoom. 19
Upaya yang dilakukan SMP Adzkia Islamic School yakni: yayasan melakasanakan Diklat dan Dasar Kedarut Tauhiid (DIKLATSAR) untuk tenaga kependidikan dan peserta didik yaitu, kegiatan yang di rancang untuk mengenalkan budaya Daarut Tauhiid dan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di Daarut Tauhiid, Inhard Training (IHT) untuk menyamakan persepsi Daarut Tauhiid. Solusi tempat beribadah atau masjid sedang dalam tahap pembangunan. Kemudian beberapa peserta didik hendaknya memahami program karakter Baik dan Kuat (BAKU) kemudian diaplikasikan. Peserta didik yang tidak tepat waktu, biasanya ditanyakan alasaanya. Dan peserta didik dan orang tua yang belum paham penggunaan IT, guru mengajarkan cara penggunaannya. 20
2. Metode Pembentukan Karakter Baik dan Kuat (BAKU)
Metode adalah cara-cara untuk menyampaikan materi pendidikan oleh pendidik kepada peserta didik disampaikan dengan efektif dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditentukan. 21Dalam pelaksanaan karakter
Metode adalah cara-cara untuk menyampaikan materi pendidikan oleh pendidik kepada peserta didik disampaikan dengan efektif dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditentukan. 21Dalam pelaksanaan karakter