• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang sudah di uraikan, terdapat beberapa saran dari peneliti sebagai berikut:

1. Sekolah SMP Adzkia Islamic School sebaiknya memberikan perhatian yang khusus terhadap fasilitas dan sarana prasarana peserta didik. Seperti ruangan kelas, kata-kata mutiara dan poster berbusana sebagai acuan peserta didik.

2. Dalam pelaksanaan karakter Baik dan Kuat di masa Pandemi COVID-19 peserta didik yang melanggar peraturan sekolah SMP Adzkia Islamic School, sebaiknya sekolah memberikan peringatan, sehingga peserta didik tidak melanggar peraturan yang sudah ditentukan.

3. Guru memberikan pemahaman lebih banyak akan pentingnya pendidikan karakter Baik dan Kuat sehingga proses aktualisasi dan internalisasi diri peserta didik dapat tercipta dengan penuh kesadaran.

4. Dengan keterbatasan penelitian ini, hendaklah peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian tentang pendidikan yang serupa menggunakan variabel lain.

84

DAFTAR PUSTAKA

Afrizal. Metode Penelitian Kualitatif. Depok: PT Raja Grafindo Persada, 2014.

Abdurrahman, Maman., dan Ali, Sambas M., Panduan Praktis Memahami Penelitian. Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.

Aji, Wahyu., dan Dewi, Fatma. Dampak COVID-19 Terhadap Implementasi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan. vol 2, 2020.

Ali, Mohammad., dan Asrori, Mohammad. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara,2016.

Annisa, Mei. “Pembentukan Karakter Santri Autis Melalui Kebiasaan di Pondok Pesantren Autis al-Achsaniyyah Kudus”, Tesis Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah,Jakarta:2020. tidak dipublikasikan.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2014.

Buchory., dan Budi, Tulus. Implementasi Program Pendidikan Karakter di SMP.

Jurnal Pendidikan Karakter, Vol 3, 2014.

Cahyani, Maita. Wawancara. Serua, 28 November 2019.

Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010.

Fadly. Wawancara. Jakarta, 23 Juli 2020.

Fikri, Alima. Peran Pendidikan Karakter di Masa Remaja sebagai Pencegahan Kenakalan Remaja. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, vol 5, 2018.

Gunawan, Heri. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung:

Alfabeta, 2012.

Gymnastiar, Abdullah. Membangun Karakter BAKU Ikhtiar Membangun Generasi Muda Islami. Bandung: MQS Publishing, 2019.

Hosnan. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bogor: Ghalia Indonesia, 2016.

Jafar, M. dan Salam, M. Membumikan Pendidikan Karakter. Jakarta, CV Suri Tatu’uw, 2015.

Khoirurrosyidin,. Pendidikan karakter Melalui Pemahaman Media Literac. Jurnal Aristo. Vol 3, 2015.

Lanny, octavia., dkk. Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren. Jakarta selatan:

Rumah kitab, 2014.

Lickona, Thomas. Pendidikan Karakter; Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media, 2013.

Kementrian Agama RI. Al-Qur‟an Terjemah dan Tajwid. Bandung: Sygma, 2014.

Lutfi. Wawancara. Jakarta, 27 Juli 2020.

Mega. Wawancar. Jakarta, 23 Juli 2020.

Membangun Karakter BAKU (Baik dan Kuat). Bandung: Sms Tauhiid Publishing, 2013.

Munte, Bangun. Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus: SMP Negeri 3 Pematang Siantar). Jurnal poliprofesi. Vol 10 No 2, 2016.

Mustoip, Sofyan. Dkk,. Implementasi Pendidikan Karakter. Surabaya: CV. Jakad Publishing, 2018.

Mulyasa,. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2016.

Rasyid, Hamdan.., Pesona Kesempurnaan Islam. Jakarta Selatan: Zahira Press, 2009.

Rizkiani, Anisa. Pengaruh sitem Boarding School terhadap pembentukan karakter peserta didik,” Jurnal Pendidikan Vol. 16 no 1, 2012.

Saleh, Meylan. Merdeka Belajar di Tengah Pandemi COVID- 19. Prosiding Seminar Nasional Hardiknas, Mei 2020.

Saleh, Muwafik. Membangun Karakter dengan Hati Nurani. Jakarta:

Erlangga,2012.

Sugiyono. Penelititan Kuantitaif, Kualitatif dan R& D. Bandung: Alfabeta, 2011.

Sukandarrumidi. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2012.

Sulistyaningsih. Metodologi Penelitian Kebidanan; Kuantitatif Kualitatif.

Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.

Suwardi. Wawancara.Jakarta, Selasa 23 Juni 2020.

Syauqi, Rif’at. Kepribadian Qur‟ani. Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2011.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan dosen. Jakarta: Visimedia, 2007.

Yoga Purandina, I Putu., dan Winaya,Made Astra. Pendidikan Karakter di Lingkungan Keluarga Selama Pembelajaran Jarak jauh Pada Masa Pandemi COVID- 19. Jurnal Ilmu Pendidikan. vol 3. No 2, 2020.

Zairin. Peran Guru dalam Pengembangan Karakter Pembelajar. Jurnal Georafflesia. Vol 3 Nomor, 1 Juni 2018.

Zihan, Muhammad. Wawancara. Jakarta, 11 Agustus 2020.

Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group, 2011.

LAMPIRAN

Lampiran 1

Lampiran 2

YAYASAN DAARUT TAUHIID

SMP ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

Kp. Dukuh, Jl. SukaMulya 5 No. 1 Rt. 01/09 Kel. Serua Indah Ciputat, Tangerang Selatan Tlp/Fax : 021 – 7463 8050 E-Mail : [email protected] Website: www.adzkia.sch.id

SURAT KETERANGAN

Nomor : 008.SKP/SMP-ADZ/YDT/IX/2020 Assalamu‟alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Alhamdulillahirobbil‟alamin, segala puji dan syukur senantiasa kehadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat dann hidayah-Nya. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Aamiin.Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala SMP Adzkia Islamic School, dengan ini menerangkan bahwa:

No Nama NIM Program Studi Universitas

1 Endah Nuryana 11150110000127 Pendidikan Agama UIN Syarif Islam (PAI) Hidayatullah - Jakarta

Benar telah melakukan Penelitian Skripsi yang berjudul : “Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School “ di lembaga kami, pada

tanggal 19 Agustus 2019 sampai dengan 22 Agustus 2020.

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenarnya, agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Tangerang Selatan, 14 September 2020 SMP ADZKIA ISLAMIC SCHOOL

SUWARDI, S.Si.

Kepala Sekolah

Lampiran 3

Hasil Wawancara

Informan : Bapak Suwardi Jabatan : Kepala Sekolah Waktu wawancara : Selasa, 23 Juni 2020 Media Wawancara : Melalui Telepon Seluler

1. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU)

a) Bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter BAKU(Baik dan Kuat) di SMP Adzkia Islamic School ?

Jawaban: Baik bismillahirrahmanirrahim, untuk tekhnik pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School. Inikan kalau secara kurikulum kami ada kurikulum seperti sekolah lain kurikulum kurikuler ada kurikulum kokurikuler ada juga yang interkurikuler yang sifatnya pembelajaran mata pelajaran, nah untuk kurikulum Baik dan Kuat (BAKU) ini gimana tekhnis pelaksanaannya? yang pasti yang satu setiap mata pelajaran itu mereka kan punya KD nah setaiap KD itu di pilah-pilah sehingga karakter Baik dan Kuat (BAKU) indikatornya bisa masuk.

kalau yang intrakurikuler, jadi pelaksanaanya bisa di ikuti nah setelah itu di kami juga ada namanya kokurikuler, bahasannya lebih kepenguatan materi intrakurikuler. Jadi disini juga ada pengambilan karakter BAKUnya juga istilahnya pembiasaan-pembiasaan karakter BAKU itu masuk juga di kokurikuler, contohnya di program bahasa inggris atau bahasa arab itu wajibkan kokurikulernya.Misalkan kegiatan-kegiatan hari di implementasikan nilai-nilai karakter BAKU, itu entah itu mulai dari kejujurannya, atau misalkan keberaniannyakah, atau misalkan ketawaduannya. Dalam berbahasa bisa diambil indikator

penilaian karakter yang harus dicapai oleh setiap siswa. Yang satu lagi sifatnya pengembangan diri atau pembiasaan pembiasaan ini memang yang lebih berefek untuk implementasi karakter BAKU kalau di intrakurikuler mungkin tersirat dan lebih fokus kepenyampaian materi yang harus diselesaikan tetapi kalau pembiasaan ini dikami ada penialian karakter namanya setiap bulan direkap tetapi kalau penilaian karakternya sendiri itu bisa diambil setiap hari.

b) Siapa saja yang terlibat dalam perencanaan program karakter BAKU (Baik dan Kuat)?

Jawaban: ya kalau disini sih secara manajerial, tahapannya minimal ada 4 ya minimal itu ada perencanaan, kemudian yang kedua siapa yang melaksanakan kemudian yang ketiga siapa yang melakukan pengecekkan kemudian yang ke empat harus ada tindakan perbaikan jadi sebenarnya bisa dikatakan secara langsung maupun tidak langsung semua terlibat. Tapi kalau selama planing atau perencanaan pastinya disini tim manajemen kepala sekolah, waka kesiswaan,waka kurikulum, waka pengasuhan itu terlibat secara langsung diperencanaa.

Untuk mengcreate kurikulumnya memang perlu pemikiran-pemikiran, perencanaan di tim manajemen tadi merencanakan apa yang pastinya merencanakan kurikulum. Itu mulai dari dia tadi memetakan akan setiap pelajaran akan masuk KD berapa-berapa kemudian, kalau ditim kesiswaan dan pengasuhan itu lebih ke yang sifatnya untuk tadi kokurikuler dan pengembangan diri tadi atau pembiasaan.

2. Faktor Penghambat dan Pendukung di SMP Adzkia Islamic School a) Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pembentukan

karakter BAKU (Baik dan Kuat)?

Jawaban: ya sebenarnya seeh kami menyebutnya tantangankan jadi, tantangannya itu implementasi karakter Baik dan Kuat (BAKU). Satu diperencanaan harus benar-benar matang. Perencanaan untuk melaksanakan jadi apa yang harus dilaksanakan itu apa aja, dan yang targetkan apa aja memang harus benar-benar matang, dan harus

terosialisasikan secara komprehensif kepada seluruh civitas. Baik yang terlibat sebagai guru, dan tenaga kependidikannya, maupun kesiswanya ini tantangannya adalah perencanaan dan juga sosialisasi yang perlu lebih di intensitasnya perlu ditingkatkan lagi. Kedua tantangannya juga adalah memang kalau dikami itu dikasih macam keyakinan, bahwa apa yang akan ada di siswa harus ada di para guru dulu. Jadi, tantangannya memang harus keteladanan dan ini memang harus benar-benar didengunkan pada semua guru, dan tenaga kependidikan untuk bisa menjadi teladan dalam pembentukan karakter Baik dan Kuat (BAKU)..

b) Apa saja faktor penunjang keberhasilan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di sekolah?

Jawaban: Kalau untuk sarana prasarana ya alhamdulillah, walau bagaimanapun juga tetap harus bersyukur. Karena memang latar belakang siswa siswinya kan memang dari anak-anak yang ekonomi kebawah ya dengan sarana yang ada sebenanrnya sudah sangat luar biasa. Untuk sarana pembelajaran sekolah kemarin itu ada ketidak sesuaian dari pembangunan di awal dengan prosedur yang seharusnya.

Sehingga sekolah yang ada sekaramg itu tidak bisa difungsikan, keterbatasan sarana untuk sekarang adalah gedung sekolah menjadi kendala untuk bisa memberikan layanan optimal. Jadi mereka memang belajarnya di saung-saung gitu.

Kalau yang lainnya sarana-sarana dalam pembentukan karakter Baik dan Kuat (BAKU) selain kelas, tempat ibadah juga karena masjid sekarang pakai aula asrama. Sebenarnya peruntukannya parkir tapikan belum ada masjid ya, sehingga sarana ini kemudian SMP dan SMA berbaur dan banyak ini berpengaruh juga kekarakter anak-anak jika berinteraksi dengan kakaknya disana tapi bisa menjadi peluang dan bisa menjadi tantangan, kalau tantangannya itu ketika kakak ini membawa pengaruh yang kurang baik jadi anak-anak karakternya juga keikut kakak-kakaknya ketika di masjid bergabung dan banyak gitu ya.

Sumber Daya Manusia (SDM) kalau dari segi ketersediaan, kami memang masih kurang subjek itu yang sebenarnya belum diampu oleh ahlinya. Jadi ada beberapa guru yang mengampu beberapa subjek sehingga ini bisa dikatakan belum ideallah. Kemudian yang kedua, dari segi culture ya jadi kalau gurunya atau tenaga kependidikan sudah mengenal daarut Tauhiid sebelum kesini itu berbeda dengan baru yang mengenal daarut tauhiid. ketika masuk kesini gitu jadinya culturenya berbeda menjadi tantangan tersendiri, juga bahasanya belum terfrekuensilah dengan daarut tauhiid itu ada tantangan tersendiri ketika mereka menanamkan nilai-nilai karakter BAKU (Baik dan Kuat).

3. Metode Pembentukan Karakter Baik dan Kuat (BAKU)

a) Metode apa yang di gunakan dalam proses pembentukan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di SMP Adzkia Islamic School?

Jawaban: Ada empat metode seeh penilaian karakternya jadi, ada metode observasi melalui pengamatan itu ada instrumen penilaian karakter BAKUnya misalkan bulan ini menilai karakter tentang kejujuran nah itu kita mau menilai di pembiasaan apa misalkan dipembiasaan apel pagi itu dinilai kejujurannya, nah itu diobservasi oleh guru piket ada musrif musrifah itu mereka setiap bulan mengobservasi setiap harian gitu yah.

Kemudian yang kedua ada penilaian diri, mereka menilai diri sendiri dengan indikator yang telah diberikan oleh sekolah biasa dengan tema-tema tadi misalkan bulan ini fokusnya kedisiplinan ya indikatornya tidak jauh dari kedisiplinan. Ketiga penilaian antar teman ini satu anak minimal dinilai empat temannya jadi nanti setiap anak itu dia akan dapat rekapan penialain dari empat temannya tentang dirinya sesuai indikator yang diberikan sekolah yang dinilai di bulan itu

Dan yang terakhir adalah jurnal kalau jurnal ini lebih ke penilaian-penilaian yang sifatnya entah itu pelanggaran dari anak yang

bersangkutan atau boleh jadi prestasi gitu tapi selama ini lebih banyak yang kedisipliner seeh jadi hari ini di bobot kalau semakin ringan pelanggaran yang dilakukan atau tidak melakukan pelanggaran jadi bobot nilai karakternya makin besar gitu.

b) Adakah reward (hadiah) dan punisment (hukuman) dalam pembentukan karakter BAKU (Baik dan Kuat) terhadap peserta didik?

Jawaban: Kalau untuk peserta didik kita memang ada reward bulanan peserta didik, dan itu biasanya rewardnya ngak cuman satu salah satunya seperti misalkan tentang santri berkarakter bulan ini siapa dari nilai karakter BAKU itu,kemudian misalkan peserta didik dengan mutaba’ah yaumiyah terbaik siapa. .

c) Siapa yang menjadi role model (contoh) dalam pembentukan karakter BAKU (Baik dan Kuat)?

Jawaban: Role model secara keseluruhan ketika mengerucut Kiai Abdullah Gymnastiar ya

4. Kesiapan Guru

a) Apakah guru-guru sering diikut sertakan dalam kegiatan workshop, seminar/ pelatihan mengenai pendidikan karakter?

Jawaban: Ada biasanya kebijakan dari yayasan setiap guru yang baru masuk, ada semacam Diklatsar pendidikan diklat dan dasar kedarut Tauhiidan. Biasanya pelaksanaannya selama 10 hari, yang secara keseluruhan sebagai karyawan. Tapi kalau sebagai keguruan, tiap awal semester ini inhard training (IHT) yang sifatnya keguruan untuk para guru, maupun untuk yang non keguruan yang sifatnya penguatan kembali terhadap visi misi yayasan sekolah, kesiapan pembelajaran untuk awal semester ,kemudian juga ada juga penyamaan persepsi kembali terhadap sekolah esensi dari kegiatan KBM disekolah ini apa saja gitu.

b) kompetensi apa yang harus dimiliki para guru dalam pelaksanaan pendidikan karakter BAKU(Baik dan Kuat)?

Jawaban: Kompetensi yang harus dimiliki yang pastinya kalau secara kedinasan 4 itumemang diperlukan tapi, secara kelembagaan yayasan dari keempat itu ada beberapa penguatan. Istilahnya penambahan khususnya dikepribadian kalau ditentukan oleh yayasan itu memang harus memahami kepribadian di daruut tauhiid itu, sebenarnya hanya sebatas mungkin baik secara personal tetapi harus baik ibadahnya.

karena kita juga setiap guru dan tenaga kependidikan kita ada mutab’ah yaumiyah yang di pondok yang dikelola oleh masing2 dari tahajudnya, baca qurannya banyak shalat2 sunah dhuha dan seterusnya puasa sunahnya setaip hari di monitoring. Kompetensi sosial ada tambahan-tambahan budaya daarut tauhiid ya harus mampu mengelola hati untuk berinteraksi dengan teman lebih harus bisa memahami daripada dipahami karakter seperti itu ditanamkan sejak awal.Kompetensi pedagogiknya kita mengikuti sesuai dengan kedinasan minimallah.

Hasil wawancara Informan : Maita Cahyani

Jabatan : Wakil Bagian Kurikulum (WAKAB) Waktu : Senin, 22 Juni 2020

Media : Telepon Seluler

1. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) ? a) Kurikulum apa yang digunakan di SMP Adzkia Boarding School?

Jawaban: Perpaduan antara kurikulum nasional 2013 yang paket dan kurikulum khas daarut tauhiid udah itu aja.

b) Menurut ibu, apakah kegiatan pelaksanaan pendidikan karakter BAKU(Baik dan Kuat) di SMP Adzkia Boarding School sudah efektif?

Jawaban: Alhamdulillah ya kalau di DT lumayan efektif karena DT ini bukan pesantren full ya istilahnya, kalau kita tilik lebih dalam kita itu seperti boarding School. Bukan karakter pesantren, kalau karakter pesantren kan khas dengan ketawaduan dan sebagainya. Sedangkan sekolah boarding itu ya sekolah yang di boardingkan dan karakter siswanya akan cenderung berbeda dengan implementasi karakter BAKU, ini meminimalisir hal-hal yang biasanya terdiri disekolah boarding anak yang manja dan lain sebagainya.

c) Apa motivasi sekolah menerapkan Karakter BAKU (Baik dan Kuat) ke dalam program sekolah?

Jawaban: oh iya karakter baku kan Baik dan Kuat dimana baik itu ada ihklas jujur tawadhu dan kuatnya berani disiplin tangguh. Ini merupakan salah satu nilai-nilai budaya DT yang masuk kedalam kurikulum khas DT. Karena kurikulum DT itu terdiri atas 4 pilar;

pilar makrifatullah, keluasan lingkungan, leadership ,dan entepreneurship.Karakter BAKU itu masuk kedalam salah satu pilar ini yaitu leadership.

2. Faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter BAKU a) Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pembentukan

karakter BAKU(Baik dan Kuat)?

Jawaban: SDM belum seluruhnya lulusan DT, kalau gontor mungkin kan dimana guru yang mengajar adalah lulusan dari gontor. Sehingga sudah semuanya satu visi misi dan sudah mengeluarkan nilai-nilai kegontorannya. Kalau di DT karena kita dimana uisa yayasannya baru menyentuh 29 tahun sehingga, SDM masih beragam dari berbagai pesantren berbagai background pendidikan. Kalau untuk SDM dimana kelanjutannya, sekolah Adzkia selaku sekolah yang memang beasiswa full ini akan menjadi sekolah kader. Dimana nanti akan ada SDM daarut Tauhiid kedepannya harapannya kita menjadi lebih baik lagi begitu.Kalau dari segi sarana dan kegiatan kami memang mengemasnya dalam kurikulum khas, bentuk sarana dalam bentuk fisik kita seperti pesantren lain yah ada asrama, sekolah ,dan masjid yah untuk ibadah karena kita masih dalam proses pembangunan.

b) Apa solusi untuk faktor penghambat tersebut?

Jawaban: Upayanya atau solusinya kami melaksanakan Diklat dasar untuk seluruh SDM. Dimana pembubukan secara matang seluruh SDM wajib melaksanakan itu juga dilaksanakan santri-santri kita, bisa dikatakan lebih berat dari kemah pramuka dimana jarak jauh dan banyak sekali yang memang diseting untuk mengenalkan budaya DT ,dan karakter-karakter yang harus di impelemntasikan di Daarut Tauhiid karakter pejuang dan lain sebagainya.

c) Adakah kerjasama antara pihak Sekolah dan orang tua terkait karakter BAKU(Baik dan Kuat)?

Jawaban: untuk menyamakan persepsi antara daarut Tauhiid dengan orang tua itu ada kewajiban orang tua mengikuti Kajian MQ pagi, yang disampaikan oleh guru kita kyai haji Abdullah Gymnastiar. Tiap pagi ba’da subuh Aa kan selalu kajian ba’da subuh ya dari radio maupun youtube, itu diwajibkan kepada orang tua untuk mengakses

hal tersebut. Dittambah kami juga ada kajian bulanan biasanya kajian tauhiid yang dilaksanakan dipesantren langsung bertatap muka dengan kyai haji Abdlullah Gym nastiar. kegiatan penjengukan yang dilaksanakan setiap bulan dimana itu dilaporkan mutaba’ah yaumiyah santri kita dalam satu bulan.

3. Metode pembentukan Karakter BAKU

a) Metode apa yang di gunakan dalam proses pembentukan karakter BAKU (Baik dan Kuat) dalam lingkungan Boarding school?

Jawaban: Metode penyampain atau metode implementasi kalau untuk bentuk penyampaian kita masih mengikhtiarkan ini adalah strategi baru kita karena setiap bulan dibuat bulan karakter. Jadi setiap 6 karakter BAKU diimplementasikan setiap bulan, tapi penilainnya setiap bulan itu berbeda contoh bulan ini karakter jujur, bulan depan disiplin seperti itu jadi, untuk penilaian kita menilai satu karakter setiap bulan.Tapi kalau untuk implementasi santri sudah melaksanakan seluruh karakter BAKU setiap hari setiap akhir bulan kita menyampaikan kesantri bahwa karakter ini yang akan kita nilai.

4. Kesiapan Guru

a) kompetensi apa yang harus dimiliki para guru dalam pelaksanaan pendidikan karakter BAKU(Baik dan Kuat)?

Jawaban: Tauladan yang utama sekali yang dikuasai oleh guru tapi, kami masih evaluasi untuk pola asuh program kedepannya masih direncanakan.Tapi belum di implementasikan santri masih sangat ketergantungan wali asrama.

b) Apakah guru menjadi contoh teladan dalam pelaksanaan pendidikan karakter BAKU (Baik dan Kuat)?

Jawaban: iya seluruhnya menjadi contoh tauladan, dari guru, peserta didik

Hasil Wawancara

Informan : Lutfi

Jabatan : Guru Bimbingan Konseling (BK) Waktu wawancara : Senin, 27 Juli 2020

Media Wawancara : Melalui Telepon Seluler

1. Pelaksanaan Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU)

a) Bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter Baik dan Kuat (BAKU) di masa pandemic COVID-19?

Jawaban: Kita mengontrol pada masing-masing amanahnya jadi, musrifah/ musrifahnya mengontrol dari bangun tidur sampai tidur lagi semua kegiatannya, melalui daring melalui whats app,meet, zoom atau apapun aplikasi yang menunjang, jadi sholat tahajud jam 3 ya dibangunkan. Kalau misalkan belom mengisi absensi ya ditelepon sampai diangkat. Peserta didik merespon atau tidak ada kabar gitu tindakannya langsung kesiswaan, kemudian diberikan peringatan dulu di ruang konseling tim pengasuhan. Jadi setiap hari peserta didik mengirim foto saat mereka muroja’ah, membantu orang tua dirumah, saat mereka olahraga, sholat dhuha ada dokumentasinya. kebiasaan saat dipesantren mereka pun seperti itu jadi harus tetap dilaksanakan, kami mengontrol lewat dokumentasi ya..

b) Bagaimana pelaksanaan evaluasi Karakter BAKU (Baik dan Kuat) di SMP Adzkia Islamic School?

Jawaban: Kita setiap satu bulan sekali, ada dari pusat sedangkan untuk seminggu kita ada rapat koordinnasi seeh pencapaian-pencapaian kemudian ada semacam presentase pencapaian.

2. Faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter BAKU a) Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan

pendidikan karakter BAKU (Baik dan Kuat) di SMP Adzkia Islamic School?

Jawaban: Faktor pendukung sebenarnya dari lingkungan kemudian, guru-guru, musrif/musrifah insyaAllah sudah mendukung karena memang di SMP Adzkia sendiri setiap beberapa bulan sekali ada namanya IHT inhard Training jadi melatih mengulas kembali apa seeh kurikulum khas daarut Tauhiid.

Kalau faktor penghambatnya itu tidak semua santri karya (guru) itukan insyaallah sudah paham tapi, tidak semua paham 100 % mengenai karakter BAKU. Mungkin ada yang fokus mengajar, fokus inovasi pembelajaaran. Sehingga agak melupakan kalau kita juga harus menerapkan karakter BAKU, sama dari anak-akanya karena memang setiap anak punya karakter masing-masing tidak mudah juga merubah

Kalau faktor penghambatnya itu tidak semua santri karya (guru) itukan insyaallah sudah paham tapi, tidak semua paham 100 % mengenai karakter BAKU. Mungkin ada yang fokus mengajar, fokus inovasi pembelajaaran. Sehingga agak melupakan kalau kita juga harus menerapkan karakter BAKU, sama dari anak-akanya karena memang setiap anak punya karakter masing-masing tidak mudah juga merubah

Dokumen terkait