Ruang lingkup pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu di sekolah dan di luar sekolah. (Priyatno dan Erman Anri, 1999:^ 239- 248). Penjelasannya masing-masing sebagai berikut:
Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Sekolah merupakan lembaga formal yang secara khusus diben- untuk menyelenggarakan pendidikan bagi warga masyarakat.
Dalam keletnbagaan sekolah terdapat sejumlah bidang kegiatan dan bidang pelayanan bimbingan dan konseling, yang masing-masing bidang itu mempunyai saling keterkaitan antara satu dengan lainnya.
a. Keterkaitan antara Bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling dengan Bidang-Bidang Lainnya
Dalam proses pendidikan, khususnya di sekolah, Mortensen dan Schumuller (1976) mengemukakan adanya bidang-bidang tugas atau pelayanan yang saling terkait. Bidang-bidang tersebut hendaknya secara lengkap ada apabila diinginkan agar pendidikan di sekolah dapat berjalan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi secara op timal kebutuhan peserta didik dalam proses perkembangannya. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang kurikulum dan pengajaran, bidang administrasi atau kepemimpinan, dan bidang kesiswaan:
1) Bidang Kurikulum dan Pengajaran, yaitu bidang yang meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran, yaitu penyampaian dan pengembangan pengeta- huan, keterampilan, sikap, dan kemampuan berkomunikasi peserta didik.
2) Bidang Administrasi atau Kepemimpinan, yaitu bidang yang meliputi berbagai fungsi berkenaan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijaksanaan, serta bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan dan administrasi sekolah, seperti perencanaan, pembiayaan, pengadaan, dan pengembangan staf, prasarana dan sarana fisik, dan pengawasan.
3) Bidang Kesiswaan, yaitu bidang yang meliputi berbagai fungsi dan kegiatan yang mengacu kepada kepada pelayanan kesiswaan secara individual agar masing-masing peserta didik itu dapat berkembang sesuai dengan bakat, potensi, dan minat- minatnya, serta tahap-tahap perkembangannya. Bidang ini dikenal sebagai bidang pelayanan bimbingan dan konseling. Kendatipun ketiga bidang tersebut tampaknya terpisah antara satu dengan yang lain, namun semuanya memiliki arah yang sama,
Drs. A bror Sodik, M Si
yaitu memberikan kemudahan bagi pencapaian perkembangan yang optimal peserta didik. Antara bidang yang satu dengan yang lain terdapat hubungan yang saling isi-mengisi. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran. Misalnya, proses belajar-mengajar akan dapat berjalan dengan efektif, apabila siswa terbebas dari masalah-masalah yang mengganggu proses belajarnya. Pembebasan masalah-masalah siswa itu dilakukan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Lebih jauh, materi layanan bimbingan dan konseling dapat dimanfaatkan oleh guru untuk penyesuaian pengajaran dengan individualitas siswa. Demikian juga terhadap administrasi dan supervisi, bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti, misalnya dalam kaitannya dengan penyusunan kurikulum, pengembangan program-program belajar, pengambilan kebijakan yang tepat dalam rangka penciptaan iklim sekolah yang benar-benar menunjang bagi pemenuhan kebutuhan dan perkembangan siswa.
Sebaliknya, bidang pengajaran dan administrasi dapat memberi kan sumbangan yang besar bagi suksesnya bidang bimbingan dan konseling. Bidang kurikulum dan pengajaran merupakan lahan yang sangat efektif bagi terlaksananya di dalam praktek materi-materi layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan pengajaran yang sehat dan mantap, baik dalam isi maupun suasananya, akan memberikan sumbangan besar bagi pencegahan timbulnya masalah siswa, dan juga merupakan wahana bagi pengetahuan masalah-masalah siswa. Pengajaran perbaikan dan pemberian materi pengayaan merupakan bentuk layanan bimbingan yang diselenggarakan melalui kegiatan pengajaran. Bidang pengelolaan dan administrasi dapat memberikan sumbangan besar bagi pelayanan bimbingan dan konseling melalui berbagai kebijaksanaan dan pengaturan yang menghasilkan kondisi yang memungkinkan berjalannya layanan itu secara optimal, sehingga segenap fungsi-fungsi dan jenis layanan serta kegiatan bimbingan dan konseling dapat terlaksana dengan lancar dan toencapai sasaran.
Dalam bidang bimbingan dan konseling tersebut diwujud- kanlah segenap fungsi-fungsi bimbingan dan konseling melalui berbagai layanan dan kegiatan. Konselor dengan kemampuan profesionalnya mengisi bidang tersebut sepenuhnya dengan bekerjasama dengan berbagai pihak yang dapat menunjang pencapaian tujuan pelayanan bimbingan dan konseling.
b. Tanggung Jawab Konselor Sekolah
Tenaga inti (dan ahli) dalam bidang pelayanan bimbingan da$ konseling ialah konselor. Konselor inilah yang mengendalikan dan sekaligus melaksanakan berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam melaksana kan tugas-tugas dan tanggung jawabnya itu konselor menjadi “pelayan” bagi pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh, khususnya bagi terpenuhinya kebutuhan dan tercapainya tujuan- tujuan perkembangan masing-masing peserta didik.
Dalam kaitannya dengan tujuan yang luas tersebut, konselor tidak hanya berhubungan dengan peserta didik atau siswa saja (sebagai sasaran utama layanan), melainkan juga dengan berbagai pihak yang dapat secara bersama-sama menunjang pencapaian itu, yaitu sejawat (sesama konselor, guru, dan personal sekolah lainnya), orang tua, dan masyarakat pada umumnya. Kepada mereka itulah konselor menjadi “pelayan” dan tanggung jawab dalam arti yang penuh dengan kehormatan, dedikasi, dan keprofesionalan. (ASCA, 1984).
2. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Luar Sekolah
Warga masyarakat yang memerlukap pelayanan bimbingan dan konseling ternyata tidak hanya mereka yang berada di lingkungan sekolah atau pendidikan formal saja, melainkan warga masyarakat yang berada di luar sekolah pun banyak yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling, karena mereka banyak yang mengalami
masalah yang perlu dientaskan, dan kalau mungkin, timbulnya
Drs. A bror Sodik, M.Si.
masalah-masalah itu justru dapat dicegah. Warga masyarakat yang berada di luar sekolah yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling itu secara garis besar berada di dalam keluarga dan di dalam lingkungan yang lebih luas.
a. Bimbingan dan Konseling Keluarga
Keluarga merupakan satuan persekutuan hidup yang paling mendasar dan merupakan pangkal kehidupan bermasyarakat. Di dalam keluargalah setiap warga masyarakat memulai kehidupannya, dan di dalam dan dari keluargalah setiap individu dipersiapkan untuk menjadi warga masyarakat. Lebih jauh, mutu kehidupan di dalam masyarakat dan mutu masyarakat itu sendiri sebagaian besar ditentukan oleh mutu keluarga-keluarga yang mendukung kehidupan masyarakat itu. Dalam kaitan itu, kebutuhan dan kebahagiaan keluarga mudak memerlukan perhatian bagi segenap pihak yang berkepentingan dalam pengembangan kesejahteraan masyarakat.
Ada yang mengatakan bahwa kehidupan dan perkembangan mengandung resiko, maka resiko itupun dapat menimpa anggota keluarga. Anggota keluarga tidak imun (kebal) terhadap berbagai permasalahan yang terjadi. Palmo, Lowry, Weldon, dan Scioscia (1984) mengidentifikasi perubahan-perubahan yang terjadi secara signifikan mempengaruhi struktur dan kondisi keluarga, yaitu meningkatnya perceraian, kedua orang tua bekerja, pengangkatan anak, emansipasi pria-wanita, dan kebebasan hubungan seksual. Selain itu, meningkatnya kesadaran tentang anak-anak cacat, keadaan depresi dan bunuh diri, kesulitan mencari pekerjaan dan ketidak- mampuan ekonomi pada umumnya menambah unsur-unsur yang mempengaruhi kehidupan keluarga, baik mereka yang sudah dewasa maupun yang masih muda, baik mereka yang masih mengikuti pendidikan di sekolah maupun yang sudah tidak bersekolah lagi. Permasalahan yang ditimbulkan oleh pengaruh yang tidak mengun- tungkan itu mengundang berperanannya bimbingan dan konseling ke dalam keluarga.
Segenap fungsi, jenis layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling pada dasarnya dapat diterapkan dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan masing-masing karakteristik anggota keluarga yang memerlukan pelayanan. Khusus untuk anggota keluarga yang masih duduk di bangku pendidikan formal, peranan konselor sekolah amat besar. Konselor sekolah justru diharapkan agar menjembatani program bimbingan dan konseling di sekolah dengan kebutuhan keluarga dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Konselor sekolah hendaknya mampu mensinkronisasikan secara harmoms. pemenuhan kebutuhan anak di sekolah dan di rumah pada satu segi; serta fungsi sekolah dan fungsi keluarga terhadap anak pada segi yang lain.
b . Bimbingan dan Konseling dalam Lingkungan yang Lebih Luas
Permasalahan yang diaiami oleh warga masyarakat tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah dan keluarga saja, melainkan juga di luar keduanya. Warga masyarakat di lingkungan perusahaan, industri, kantor-kantor (baik pemerintah maupun swasta) dan lembaga-lem- baga ker ja lainnya, organisasi pemuda dan organisasi kemasyarakatan lainnya, bahkan di lembaga pemasyarakatan, rumah jompo, rumah yatim-piatu atau panti asuhan, rumah sakit, dan lain sebagainya, seluruhnya tidak terhindar dari kemungkinan menghadapi masalah. Oleh karena itu, di sana diperlukan jasa bimbingan dan konseling.
Pelayanan bimbingan dan konseling yang menjangkau daerah kerja yang lebih luas itu perlu diselenggarakan oleh konselor yang bersifat multidimensional (Chiles & Eiken, 1983), yaitu yang mampu bekerjasama selain dengan guru, administrator, 4?^ orang tua, juga dengan berbagai komponen dan lembaga di masyarakat secara lebih luas. Konselor sepertiitu bekerja dengan masalah-masalah personal, emosional, sosial, pendidikan, dan pekerjaan, yang kesemuanya itu untuk mencegah timbulnya masalah, pengentasan masalah, dan menunjang perkembangan individu anggota masyarakat. Konsep
Drs. A bror Sodify M.Si.
profesional yang multidimensional itu akan lebih banyak berperan sebagai pelatih dan supervisor, di samping penyelenggaraan layanan dan kegiatan “tradisional” bimbingan dan konseling, bagi kaum muda dan anggota masyarakat lainnya (Goldman, 1976).
Dalam lingkungan yang lebih luas itu, konselor akan berada di berbagai lingkungan, selain di sekolah dan di dalam keluarga, juga di tempat-tempat yang sekarang agaknya belum terjangkau oleh pekerjaan profesional bimbingan dan konseling. Konselor profesio nal yang multidimensional benar-benar menjadi ahli yang memberi- kan jasa berupa bantuan kepada orang-orang yang sedang memfung- sikan dirinya pada tahap perkembangan tertentu, membantu mereka mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari kondisi dan apa yang sudah mereka miliki, membantu mereka menangani hal-hal tertentu agar lebih efektif, merencanakan tindak lanjut atas langkah-langkah yang telah diambil, serta membantu lembaga ataupun organisasi melakukan perubahan agar lebih efektif. Dalam melaksanakan peranannya yang lebih luas itu konselor berada di mana-mana, di lembaga formal dan non-formal, di desa-desa, dan kota-kota; konselor bekerjasama dengan keluarga dan tokoh-tokoh masyarakat, kepala desa dan camat, dengan para pemimpin formal dan non- formal. Konselor di masa depan bekerja di semua bidang kehidupan, mengabdikan peranan dan jasanya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan sumber daya manusia, membantu individu warga masyarakat dari berbagai umur, mencegah timbulnya masalah dan mengentaskan berbagai masalah yang dihadapi warga masyarakat, dan menjadikan tahap perkembangan yang mereka jalani menjadi optimal (Prayitno, 1990).
Konselor yang bekerja di luar sekolah dapat mengikatkan diri pada lembaga tertentu (misalnya perusahaan, kantor, dan lain-lain), dapat bekerjasama dengan sejawat dalam suatu “tim pelayanan bimbingan dan konseling”, dapat bekerja mandiri, dan dapat pula tnenciptakan bentuk-bentuk baru “penjualan” jasa bimbingan dan konseling di masyarakat. Di mana pun konselor bekerja dan apa
pun tugas-tugas khusus yang diselenggarakan konselor, namun fungsi,"prinsip, asas, jems layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling pada dasarnya tetap sama. Modifikasi dan penyesuaian diperlukan berdasarkan kekhususan yang ada pada sasaran layanan, lembaga tempat bekerja, tujuan dan kondisi yang menyertai diperlukannya pelayanan bimbingan dan konseling.
Drs.
a()ror Sodi^ M.Si.
BAB V
JENIS LAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING
Dalam bab ini akan dikemukakan mengenai jenis layanan bimbingan dan konseling, yaitu layanan konseling perorangan dan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Adapun penjelasannya masing-masing sebagai berikut: