• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup Penelitian

Dalam dokumen PROPOSAL SKRIPSI SAMPUL (Halaman 16-0)

Ruang lingkup penelitian ini mengambil fokus penelitian di SD 1 Barongan Kudus, dimana di lokasi ini dapat memperoleh informasi langsung antara peneliti dan narasumber karena tinggal berdekatan. Penelitian ini memiliki berberapa narasumber yaitu guru SD 1 Barongan Kudus, kelompok siswa, orangtua siswa. Ada narasumber pendukung yaitu pembimbing belajar siswa dirumah ataupun guru pembimbing di kelas kelompok belajar yang membimbing siswa pada proses pembelajaran daring.

Peneliti juga dapat memperoleh informasi dengan baik karena turut berperan dalam proses pelaksanaan pembelajaran daring sebagai wali siswa dan sebagai pembimbing belajar siswa di kelas kelompok belajar. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dengan menggunakan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada saat berlangsungnya proses pembelajaran daring dan setelah proses pembelejaran daring selesai

9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka

Dalam kajian ini, peneliti akan memaparkan beberapa kajian pustaka sebagai berikut: (2.1) pembelajaran daring, (2.2) dampak pembelajaran daring, (2.3) aplikasi pembelajaran daring, (2.4) jenis pembelajaran di masa covid-19.

2.1.1 Pembelajaran Daring

Pembelajaran daring artinya pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran dan pemberian tugas dibagikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilaksanakan secara online (Ivanova dkk, 2020).

Pembelajaran Daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis Internet dan Learning Manajemen System (LMS). Seperti menggunakan Zoom, Geogle Meet, Geogle Drive, dan sebagainya. Kegiatan daring diantaranya webinar, kelas online, seluruh kegiatan dilakukan menggunakan jaringan internet dan komputer (Hasibuan, 2019).

Pembelajaran daring menghubungkan siswa dengan sumber belajarnya yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara langsung dan secara tidak langsung. Pembelajaran daring adalah bentuk pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, cd-room (Molinda, 2005).

Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring (dalam jaringan) atau pembelajaran online adalah sautu pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media internet sebagai perantara atau penghubung antara guru atau dosen dengan siswa dengan menggunakan berbagai jenis aplikasi seperti whatsapp, zoom dan youtube. Pembelajaran online juga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

10 2.1.2 Dampak Pembelajaran Daring 1. Dampak Baik Pembelajaran Daring

Pembelajaran secara daring yang dilaksanakan oleh guru di antaranya tidak menyita waktu, tidak terfokus pada satu tempat, terkadang bisa mengajarkan perkjaan yang double sekaligus dan lebih memiliki waktu yang banyak. Guru akan lebih banyak belajar lagi mengenai media atau aplikasi dalam pengajaran.

Hal ini akan menambah wawasan dan ilmu bagi guru, akan lebih melek teknologi dan terbiasa dalam penggunaanya. Langkah ini akan mendorong guru untuk selalu mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inofatif (Yuliani, 2020:25).

Yuliani (2020:25) menyatakan bawa beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh siswa melalui pembelajaran daring di antaranya; siswa lebih mahir dalam ilmu teknologi (IT), pengalaman baru dalam belajar, melatih kemandirian dan tanggung jawab siswa, siswa bisa mengulang ulang materi pembelajaran yang dirasa belum di pahami, tanya jawab bersifat fleksibel, tidak terpaku hanya pada satu tempat dan menghemat biaya transportasi bagi yang rumahnya jauh.

Pembelajaran disekolah akan diawasi oleh guru sedangkan pembelajaran dirumah akan diawasi oleh orang tuanya. Pembelajaran yang dilakukan secara daring juga perlu pengawasan, terlebih lagi pembelajaran ini memang banyak menghabiskan waktu dirumah dan peran penting disini adalah orang tua. Orang tua harus mampu mengawasi pembelajaran yang di lakukan oleh anaknya, jangan sampai orang tua memberikan kebebasan kepada anakn atau bahkan tidak memiliki kepedulian (Yuliani, 2020:26).

Dari penjelasan ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring memiliki dampak baik antara lain, membangun komunikasi yang baik antara guru dan siswa, siswa saling berdiskusi dan berinteraksi baik dengan guru maupun orang tua, laporan belajar melalui orang tua juga membangun komunikasi yang baik antara orang tua dengan guru juga orang tua dengan anak, guru dapat dengan mudah memberikan pembelajaran dan penugasan berupa dokumen, gambar, video, audio pada proses pembelajaran dimana saja dan terpenting siswa sedari dini dilatih lebih mandiri dan aktif dalam pembelajaran.

11 2. Dampak Buruk Pembelajaran Daring

a. Bagi Guru Kelas/ Tenaga Pendidik

Faktor penghambat guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu;

masih banyak guru yang tidak menguasai teknologi, guru tidak memiliki fasilitas/media penelitian, keterbatasan ruang dan waktu dalam proses megajar, harus membuat rencana baru dalam pengajaran dan bagi guru yang milikiki anak dirumah, kerpotan karena harus mengajarkan anaknya, tetapi juga harus mengajar siswanya (Yuliani, 2020:28).

Dampak yang dirasakan guru yaitu tidak semua mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran, beberapa guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas untuk penunjang kegiatan pembelajaran online. Kompetensi guru dalam penggunakan teknologi akan mempengaruhi kualitas program belajar mengajar, guru belum ada budaya belajar jarak jauh karena selama ini system belajar dilaksanakan adalah melalui tatap muka (Purwanto, 2020:7).

Guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas untuk penunjang kegiatan pembelajaran online dan perlu pendampingan dan pelatihan terlebih dahulu. Dengan demikian guru lain yang lebih bisa menguasai penggunaan perangkat pembelajaran seperti laptop dan media sosial saling membantu dalam proses pembelajaran daring. Jadi, dengan dukungan dan kerjasama orang tua juga untuk keberhasilan pembelajaran sangat dibutuhkan.

Komunikasi guru dan sekolah dengan orang tua harus terjalin dengan lancar (Dewi, 2020).

Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak pembelajaran daring bagi Guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas untuk penunjang kegiatan pembelajaran online mempengaruhi kualitas program belajar mengajar.

b. Bagi Siswa/ Peserta Didik

Pembelajaran daring banyak dialami oleh siswa sebagai objek pembelajaran. Dari subjek satuan pendidikan, siswa ternyata paling terdampak selama proses pembelajaran daring. Mereka harus melakukan penyesuaian

12

akademik, membatasi interaksi sosial dan mengalami perasaan yang negatif.

Beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran daring bagi siswa yaitu: tidak semua siswa langsung bisa mengginalan IT, jaringan internet yang kurang stabil, tidak memiliki media (gatged/laptop), keterbatasan eknomi (Yuliani, 2020:29).

Beberapa dampak yang dirasakan siswa pada proses belajar mengajar dirumah adalah pada siswa merasa dipaksa belajar jarak jauh tanpa sarana dan prasarana memadai dirumah. Fasilitas ini sangat penting untuk kelancaran proses belajar mengajar, untuk kelancaran proses belajar mengajar. Kendala selanjutnya yaitu siswa belum ada budaya belajar jarak jauh karena selama ini sistem belajar dilaksanakan melaui tatap muka. Dampak selanjutnya yang dialami siswa yaitu sekolah diliburkan terlalu lama membuat anak-anak jenuh. (Purwanto, 2020:5)

Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak pembelajaran daring bagi siswa kurangya interaksi langsung dengan guru,siswa dibebani dengan banyak tugas, gaway yang tidak mendukung, siswa merasi terisolasi kurangnya komunikasi aktif mudah bosan dan jenuh.

c. Bagi Orang Tua/ Pendamping

Tanggung jawab dan pengawasan pembelajaran daring yang dilakukan dirumah menjadi tugas setiap orang tua. Namun tidak semua otang tua bisa menerima keadaan ini dengan respon positif. Bagi orang tua yang memiliki banyak waktu luang dirumah tidak akan menjadi masalah, namun untuk orang tua yang sibuk kerja akan menjadi sebuha ketakutan dan kekawatiran sendiri (Yuliani, 2020:30).

Dampak yang muncul saat pembelajaran daring berkaitan dengan masalah teknis maupun proses pembelajaran itu sendiri, antara lain mahalnya harga kuota internet, akses sinyal yang tidak lancar, kurangnya pengetahuan dalam pengoperasian aplikasi belajar daring, hingga kurangnya partisipasi siswa saat pembelajaran daring berlangsung sehingga pembelajaran (Syaharudin, 2020).

Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak pembelajaran daring bagi Orang tua yang memiliki banyak waktu luang dirumah

13

tidak akan menjadi masalah, dibebani dengan banyak tugas anak yang banyak dan setiap hari di kerjajan, gaway yang tidak mendukung, orang tua merasa kuwalahan dengan tugas yang waktu pengerjaannya lama dan memakan biaya.

2.1.3 Aplikasi Pembelajaran Daring

Beberapa teknologi yang bisa dimanfaatkan sebagai media dalam proses pembelajaran daring seperti media gambar, suara, dan video. Pada penelitian ini media yang akan dikaji merupakan sebuah aplikasi sosial media yang mampu melengkapi dan digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran daring sebagai berikut:

1 WhatsApp

WhatsApp adalah aplikasi yang sangat popular saat ini, aplikasi gratis yang mudah digunakan dan telah menyediakan fitur enkripsi yang membuat komunikasi menjadi aman. WhatsApp adalah aplikasi untuk melakukan percakapan baik dengan mengirim teks, suara maupun video, WhatsApp merupakan aplikasi yang paling dimimati masyarakat dalam berkomunikasi melalui internet (Yuliani, 2020: 6).

WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan lintas platform (perangkat lunak) yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa membayar untuk sms.

Whatsapp Messenger menggunakan internet seperti juga dengan e-mail, browsing web, dan lain-lain sehingga tidak menggunakan biaya untuk dapat tetap berhubungan (Nurhakim, 2015).

WhatsApp merupakan aplikasi pengirim pesan yang tersedia untuk iphone dan ponsel cerdas lainnya yang beroperasi menggunakan koneksi internet telepon seperti sambungan 4G, 3G, EDGE atau Wifi untuk mengirim dan menerima pesan, panggilam, foto, video, dokumen, dan pesan suara dari teman atau keluarga. Whatapp merupakan aplikasi pesan intan atau instant messaging (IM) yang memungkinkan penggunanya terhubung secara terus menerus dalam jaringan dan berkomunikasi satu sama lain dalam bentuk teks (Whatsapp inc., 2018).

Berdasarkan ketiga pendapat pada kajian diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa WhatsApp merupakan aplikasi yang mudah digunakan,

14

sehingga dengan menggunakan aplikasi ini untuk saling berkomunikasi kepada siapapun dan kapanpun. Penggunaan aplikasi WhatsApp membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan informasi, pengguna WhatsApp penggunaan WhatsApp efektif dalam menerima dan mengirim pesan atau informasi, karena bahasa yang terima dari pesan pribadi maupun grup-grup sangat mudah dipahami begitupun sebaliknya.

Pemakaian nama WhatsApp berasal dari frasa What’s Up’ sebagai bahasa sapaan dalam menanyakan kabar. WhatsApp didirikan oleh Jan Koum dan Brian Acton. Pada tahun 2014 WhatsApp bergabung dengan Facebook, namun beroperasi secara terpisah sebagai aplikasi yang fokus untuk melayani pertukaran pesan yang cepat dan mudah. WhatsApp dirancang untuk memudahkan penggunanya untuk tetap terhubung dan berkomunikasi kapan saja, dan dimana saja.

Sama halnya dengan aplikasi yang lain, tentunya WhatsApp juga memiliki beberapa fitur yang bisa digunakan oleh pemakainya dengan jenis dan fungsinya masing-masing, di antara fitur WhatsApp dan kegunaannya adalah sebagai berikut:

1) Foto dan Video dapat mengirim foto dan video di WhatsApp dengan segera. Bahkan misalnya seorang ayah yang jauh dari anaknya, dia bisa mendapatkan foto atau video anaknya meskipun dalam posisi berjauhan.

Dengan fitur foto dan video di WhatsApp, pengguna dapat dengan cepat mengirim foto dan video meskipun sedang berada dalam koneksi yang lambat.

2) Panggilan Suara dan Video WhatsApp dapat berbicara dengan siapa saja secara gratis bahkan jika mereka berada di negara lain. Melalui panggilan video yang disediakan, pengguna dapat melakukan percakapan tatap muka seakanakan memang sedang bertatapan langsung saat suara atau teks saja tidak cukup. Panggilan suara dan Video menggunakan koneksi internet telepon, yang membutuhkan paket data atau juga melalui Wifi, bukan dengan menit panggilan paket seluler.

15

3) Pesan Suara dapat mengirim rekaman suaranya, juga bisa mengatakan segala hal hanya dengan satu ketukan. Pesan Suara bisa dilakukan untuk menyapa atau pun bercerita panjang. Selama file nya belum dihapus, maka pesan suara yang dikirim akan masih ada pada perangkat seluler pengguna Whatsapp tersebut dan masih bisa diputar ulang.

4) Dokumen bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa, bahkan pekerja kantor dalam mengirim PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan masih banyak lagi. Fitur ini memudahkan pengiriman file tanpa harus menggunakan email atau aplikasi berbagai file. Masimal dokumen yang dikirim ukurannya hingga 100 MB.

5) Whatsapp di Web dan Desktop dapat dengan lancar menyinkronkan semua chat ke komputer agar dapat melakukan chat dengan perangkat apa pun yang paling nyaman.

6) Chat Group dapat membagikan pesan, foto, dan video hinnga 256 orang sekaligus. Pengguna WhatsApp juga dapat membisukan atau menyesuaikanpemberitahuan, dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan fitur tersebut, pengguna WhatsApp dapat tetap terhubung dengan orang-orang terdekat dan penting seperti keluarga, rekan kerja, dan lain-lain.

7) Enskripsi end-to-end untuk mengamankan pesan dan panggilannya, sehingga hanya dapat dilihat oleh orang terdekat atau yang sedang melakukan komunikasi dengan pengguna tersebut. Tidak ada orang ketiga diantaranya, bahkan WhatsApp.

Dalam laman resmi WhatsApp di dalam Appstore dijelaskan fitur-fitur yang dimiliki dan keuntungan menggunakan layanan WhatsApp yaitu:

1) Tanpa biaya tambahan menggunakan koneksi internet telepon (4G/3G/2G/EDGE atau Wi-Fi, jika tersedia) untuk mengirim pesan dan menelepon pengguna lain, sehingga tidak perlu digunakan biaya tambahan untuk setiap pesan atau panggilan kecuali biaya untuk sambungan internet.

16

2) Multimedia untuk mengirim dan menerima foto, video, dokumen, dan pesan suara.

3) Panggilan WhatsApp dapat dimanfaatkan pengguna untuk menelpon pengguna lain secara gratis bahkan untuk panggilan antar negara.

4) Group Chat atau Obrolan Grup yang memungkinkan pengguna melakukan percakapan grup dengan beberapa kontak-kontak WhatsApp sehingga dapat dengan mudah menjalin komunikasi dengan beberapa pengguna sekaligus.

5) WhatsApp Web dapat mengirim dan menerima pesan WhatsApp secara langsung dari browser atau peramban komputer. Tanpa biaya Internasional untuk mengirim pesan WhatsApp internasional.

6) Tidak adanya Username dan PIN tidak diperlukan kode pin karena WhatsApp bekerja persis seperti SMS dengan menggunakan nomor telepon dan terintegrasi dengan buku alamat pada telepon.

7) Tidak diperlukan log in atau log out selalu terhubung dengan jaringan.

8) Terhubungun dengan kontak pembacaan kontak yang tersimpan pada telepon secara otomatis dapat dengan mudah dan cepat terhubung kekontak yang sudah menggunakan WhatsApp.

9) Fitur lain seperti pengiriman lokasi berdasar GPS telepon, bertukar kontak, nada pemberitahuan khusus, simpan riwayat chatting, dan siarkan pesan ke beberapa kontak sekaligus. (Whatsapp inc. (2018).

Berdasarkan uraian mengenai layanan WhatsApp dan fitur-fitur yang dimilikinya, dapat diketahui bahwa aplikasi layanan Whatsapp menyediakan layanan pesan instan yang berjalan pada beberapa platfrom seperti Android, iOS, dan Windows yang memungkinkan penggunanya untuk saling mengirim pesan, gambar, video, dokumen, dan sebagainya dengan jangkauan.

2 Youtube

Yuliani (2020: 6) menyatakan bahwa Youtube merupakan apliaksi untuk mengupload video, Youtube banyak digunakan untuk berbagi video. Dimana youtube kini juga banyak digunakan dalam pembelajaran online digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran. Youtube adalah salah satu media

17

yang menunjang pembelajaran berbasis internet atau online yang dapat memvisualisasikan teknik dan materi pembelajaran yang baik melalui youtube.

Kelebihan Youtube sebagai media pembelajaranyaitu:

1) Informatif, maksudnya adalah Youtube dapat memberikan informasi termasuk berbagai perkembangan ilmu dan tekhnologi yang terjadi saatini.

2) Cost effective, maksudnya adalah Youtube dapat diakses secara gratis melalui internet.

3) Potensial, artinya situs ini sangat populer dan semakin banyak video yang ada pada Youtube sehingga bisa memberikan pengaruh terhadap pendidikan.

4) Praktis dan lengkap, maksudnya adalah Youtube bisa digunakan dengan mudah oleh semua kalangan dan banyak video yang bisa dijadikan sebagai sumber informasi.

5) Shareable, artinya video yang ada di Youtube dapat dibagikan ke situs lainya dengan cara membagikan link yang ada pada video tersebut.

6) Interaktif, maksudnya adalah Youtube dapat memfasilitasi untuk tanya jawab dan diskusi melalui kolom komentar (Suryaman, 2015).

3. Tiktok

Aplikasi Tik Tok adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan pada september 2016. Aplikasi ini adalah aplikasi pembuatan video pendek dengan didukung musik, yang sangat digemari oleh orang banyak termasuk orang dewasa dan anak-anak dibawah umur. Tik tok merupakan sebuah aplikasi yang memberikan efek spesial yang unik dan menarik yang bisa digunakan oleh para pengguna aplikasi ini dengan mudah untuk membuat vidio pendek yang keren dan bisa menarik perhatian banyak orang yang melihatnya (Khairuni, 2016).

Aplikasi tik tok ini merupakan aplikasi yang juga bisa melihat video-video pendek dengan berbagai ekspresi masing-masing pembuatnya. Dan pengguna aplikasi ini bisa juga meniru dari video pengguna lainnya, seperti pembuatan

18

video dengan musik tata cara cuci tangan, pencegahan virus covid-19, kesehatan, menari, olahraga atau dengan program #BelajarBareng.

Aplikasi Tik Tok adalah salah satu aplikasi yang membuat pengguna nya terhibur. Aplikasi ini bisa dikatakan adalah aplikasi penghibur. Beberapa orang pengguna banyak sekali yang mengatakan bahwa aplikasi ini adalah aplikasi yang dapat membuat si pengguna terhibur. Dalam aplikasi ini pengguna dapat melihat-lihat berbagai kreatifitas setiap pengguna lain di beranda (Aji, 2016).

Dapat disimpulkan bahwa aplikasi Tik Tok merupakan aplikasi yang mudah digunakan dan bertujuan untuk memberikan kreatifitas dan hiburan bagi penggunanya. Tersedia juga aplikasi media sosial Tik Tok banyak berbagai konten video yang ingin dibuat dengan mudah. Tidak hanya melihat dan menirukan, mereka juga dapat membuat video dengan cara mereka sendiri.

Berbagai video-video yang kreatif sesuai dengan ide-ide mereka. Tidak hanya mengenai video-video menarik, joget, lipsync, dan juga bisa ikut tantangan-tantangan yang dibuat pengguna lain.

Aplikasi Tik Tok ini merupakan aplikasi yang memperbolehkan para pemakainya untuk membuat vidio musik pendek mereka sendiri. Aplikasi ini diluncurkan pada bulan september tahun 2016 yang dikembangkan oleh developer asal Tiongkok. ByteDance Inc, mengembangkan sayap bisnisnya ke Indonesia dengan meluncurkan aplikasi video music dan jejaring sosial bernama Tik Tok

Menurut Mulyana, dalam penggunaan Tik Tok terdapat dua faktor yakni Faktor Internal dan Faktor Eksternal. Faktor Internal seperti perasaan, sikap dan karakteristik individu, prasangka,keinginan atau harapan, perhatian (fokus), proses belajar, keadaan fisik, nilai dan kebutuhan juga minat, dan motivasi. Faktor eksternal seperti latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh, pengetahuan dan kebutuhan sekitar, intensitas, ukuran, keberlawanan, hal-hal baru dan familiar atau ketidakasingan suatu objek (Deriyanto, 2018).

1) Faktor Internal

Faktor internal yakni faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti perasaan. Menurut Ahmadi, perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang

19

dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif. Jadi menurut Ahmadi, perasaan adalah faktor internal yang mempengaruhi penggunaan aplikasi Tik Tok. Karena menurutnya jika perasaan atau jiwa seseorang tidak menyukai atau tidak senang dengan penggunaan aplikasi Tik Tok ini maka seseorang tersebut tidak akan menggunakannya. Perasaan tidak hanya dapat dilihat atau dialami oleh individu sebagai perasaan senang ataupun tidak senang melainkan dapat dilihat dari berbagai dimensi. Jadi penggunaan aplikasi tik tok ini tidak hanya bisa dilihat melalui perasaannya saja melainkan dilihat dari tingkah lakunya juga.

Dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Tik Tok ini cara setiap orang membuatnya berbeda, dengan berbagai situasi perasaan mereka juga yang berbeda-beda. Jika perasaan sedang senang tingkah nya dalam pembuatan aplikasi Tik Tok juga sesuai dengan perasaannya, begitupun seballiknya. Karena tingkah laku pada saat mereka menggunakan aplikasi Tik Tok ini membuktikan sebuah perasaan seorang penggunanya.

Menurut Ahmadi, prasangka merupakan sikap perasaan orang-orang terhadap golongan manusia tertentu, golongan ras atau kebudayaan yang berbeda dengan golongan orang yang berprasangka itu. Prasangka juga berpegaruh dalam penggunaan aplikasi Tik Tok. Karena jika seseorang memiliki prasangka baik ketika menggunakan aplikasi tik tok tersebut maka tidak ada sisi negatif dalam penggunaan aplikasi Tik Tok ini. Tapi begitupun sebaliknya jika prasangka seseorang sudah tidak baik terhadap penggunaan aplikasi Tik Tok maka seseorang tersebut juga tidak akan ingin menggunakan aplikasi Tik Tok tersebut.

Faktor internal merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi Tik Tok. Faktor internal juga bisa dikatakan sebuah proses belajar dalam penggunaan media sosial termasuk penggunaan aplikasi Tik Tok. Jadi dalam penggunaan media sosial seperti aplikasi Tik Tok tidak hanya untuk hiburan semata, tetapi bisa juga untuk belajar berinteraksi terhadap orang-orang baru, kemudian juga penggunaan aplikasi Tik Tok dapat meningkatkan kreatifitas setiap orang. Dilihat dari sisi negatif nya juga

20

penggunaan aplikasi tik tok ini dapat membuat setiap orang memiliki rasa malas dan lupa dengan segala pekerjaan yang seharusnya dilakukan.

2) Faktor Eksternal

Dalam aplikasi Tik Tok orang-orang memperoleh informasi dari berbagi video contohnya kejadian yang bersifat video seperti kapal tenggelam atau dalam bentuk rekaman lainnya dengan begitu cepat informasi kejadian tersampaikan kepada pengguna lainnya. Priambodo mengatakan informasi menjadi identitas media sosial karena media sosial mengkreasikan representasi identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi. Jadi informasi adalah sesuatu yang sangat juga

Dalam aplikasi Tik Tok orang-orang memperoleh informasi dari berbagi video contohnya kejadian yang bersifat video seperti kapal tenggelam atau dalam bentuk rekaman lainnya dengan begitu cepat informasi kejadian tersampaikan kepada pengguna lainnya. Priambodo mengatakan informasi menjadi identitas media sosial karena media sosial mengkreasikan representasi identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi. Jadi informasi adalah sesuatu yang sangat juga

Dalam dokumen PROPOSAL SKRIPSI SAMPUL (Halaman 16-0)

Dokumen terkait