i
PROPOSAL SKRIPSI
SAMPUL
ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN DARING BAGI SISWA SD 1 BARONGAN KUDUS
OLEH
SHINTIA PUSPITA DEWI NIM. 201433134
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2021
ii
PERSETUJUAN PEMBIMBINGAN PROPOSAL SKRIPSI
iii ABSTRAK
Dewi, Shintia Puspita.2021. “Analisis Dampak Pembelajaran Daring bagi Siswa SD 1 Barongan Kudus”. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus. Dosen Pembimbing (1) Sekar Dwi Ardianti, S.Pd. M.Pd. (2) Muhammad Noor Ahsin, S.Pd. M.Pd.
Penelitian ini membahas tentang pendidikan dimasa pandemi covid-19, fokus dari penelitian ini memberikan hasil penelitian yang dilakukan di SD 1 Barongan Kudus. Proses pembelajaran di SD 1 Barongan Kudus menggunakan komunikasi melalui telepon seluler. Berbagai aplikasi yang tersedia di telepon seluler digunakan sebagai media komunikasi untuk proses dan pelaksanaan daring. Aplikasi perekan suara, kamera gambar dan video menjadi media menyalur materi dan tugas ajar maupun media untuk penggerjaan tugas.
WhatsApp merupakan media komunikasi untuk proses pembelajaran daring, ada juga beberapa aplikasi lain seperti Google, Youtube, TikTok, Like dan aplikasi lain sebagai media aplikasi pendukung pembelajararan.
Hasil yang diterima dalam penelitian terdapat adanya beberapa kendala saat pelaksanaan pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus. Kenala yang muncul antara lain karena beberapa guru dan orang tua siswa yang belum terbiasa menggunakan telepon seluler, komputer dan laptop juga masih belum lancar menggunakan komunikasi dengan aplikasi seperti WhatsApp. Sehingga untuk mengikuti proses pembelajaran daring pihak sekolah, khususnya guru dengan orang tua saling membantu melengkapi perannya untuk kelangsungan pembelajaran daring. Beberapa kelompok siswa terkendala dalam mengikuti proses pembelajaran daring karena pembelian data internet yang cukup mahal, sehingga harus menunggu orang tuanya memperoleh dana untuk membeli paket data internet. Hal itu juga membuat pihak sekolah dan orangtua siswa bekerjasama untuk saling melengkapi agar proses pembelajaran daring semakin membaik.
Dengan adanya beberapa kendala yang terjadi di SD 1 Barongan Kudus memberikan dampak pada proses pembelajaran daring serta memberikan dampak – dampak yang lain sampai pembelajaran daring ini selesai. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk meneliti proses pembelajaran daring serta dampak – dampak yang lain yang terjadi dalam pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus. Penelitian ini akan dilaksanakan di SD 1 Barongan Kudus dengan informan penelitian pada 2 guru, 3 siswa dan 3 orangtua siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung sesuai protokol kesehatan covid-19 atau dengan aplikasi WhatsApp melalui pesan suara atau video WhatsApp. Analisis data yang digunakan adalah data deskriptif kualitatif.
Kata Kunci: Daring, Dampak, Pembelajaran, Covid-19
iv DAFTAR ISI
SAMPUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBINGAN PROPOSAL SKRIPSI ... ii
ABSTRAK ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vi
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR LAMPIRAN ... viii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 6
1.4 Manfaat Penelitian ... 6
1.4.1 Manfaat Teoretis ... 6
1.4.2 Manfaat Praktis ... 7
1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9
2.1 Kajian Pustaka ... 9
2.1.1 Pembelajaran Daring ... 9
2.1.2 Dampak Pembelajaran Daring ... 10
2.1.3 Aplikasi Pembelajaran Daring ... 13
2.1.4 Jenis-Jenis Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 ... 20
2.2 Kajian Penelitian Relevan ... 23
2.3 Kerangka Teori ... 25
2.4 Kerangka Berpikir ... 26
BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 27
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 27
3.1.1 Tempat Penelitian... 27
3.1.2 Waktu Penelitian ... 27
3.2 Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 27
3.2.1 Pendekatan Penelitian ... 27
3.2.2 Jenis Penelitian ... 28
3.3 Peran Peneliti ... 28
v
3.4 Data dan Sumber Data ... 29
3.4.1 Data Penelitian ... 29
3.4.2 Sumber Data Penelitian ... 29
3.5 Pengumpulan Data ... 31
3.6 Keabsahan Data ... 33
3.7 Analisis Data Penelitian ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 37
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.2.1 Persamaan, Perbedaan, dan Orisinalitas Kajian Relevan 23
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.3.1 Bagan Kerangka Teori ... 25 Gambar 2.4.1 Bagan Kerangka Berpikir ... 26 Gambar 3.4.1 Bagan Kategori Informan ... 30
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian di SD 1Barongan Kudus ... 41
Lampiran 2 Kisi – Kisi Lembar Observasi di SD 1 Barongan Kudus ... 42
Lampiran 3 Lembar Observasi di SD 1 Barongan Kudus... 44
Lampiran 4 Kisi – Kisi Wawancara Guru SD 1 Barongan Kudus ... 46
Lampiran 5 Pedoman Wawancara Guru SD 1 Barongan Kudus ... 48
Lampiran 6 Kisi – Kisi Wawancara Siswa SD 1 Barongan Kudus ... 51
Lampiran 7 Pedoman Wawancara Siswa SD 1 Barongan Kudus ... 52
Lampiran 8 Kisi – Kisi Wawancara Orangtua Siswa SD 1 Barongan Kudus ... 53
Lampiran 9 Pedoman Wawancara Orangtua Siswa SD 1 Barongan Kudus ... 55
Lampiran 10 Lembar Pencatatan ... 57
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan sekolah dasar merumakan tahap awal seorang anak menuntut ilmu sebagai siswa dibangku sekolah yang nantinya memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan sekolah dasar diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan dan sikap siswa juga memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk kehidupan bermasyarakat. Pendidikan sekolah dasar memberikan arahan bagi siswa untuk selalu berusaha dan memberikan pencapaian yang di peroleh. Pendidikan sekolah dasar sebagai proses pengembangan diri siswa dan mengembangkan pengalaman bersosial pada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke janjang selanjutnya.
Pendidikan merupakan suatu sistem bertujuan untuk pengembangan misi yang luas berhubungan dengan perkembangan fisik, keterampilan, pikiran, perasaan, kemampuan, sosial sampai kepada masalah kepercayaan atau keimanan (Warkintin, 2019). Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran secara aktif mengembangkan potensi diri agar memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, kepribadian, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan siswa, ketika bermasyarakat, bangsa dan negara (Akbar, 2017). Pendidikan merupakan proses yang dilakukan untuk mendapatkan keseimbangan dan kesempurnaan dalam perkembangan individu maupun masyarakat (Sumertha, 2019).
Hal ini dapat disimpulkan pendidikan merupakan usaha sadar seseorang, mengembangkan pengetahuan, kepribadian dan ketrampilan secara aktif untuk mengembangkan potensidirinya. Seperti yang sudah dijelaskan dalam Undang Undang RI No. 20 tahn 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 tentang tujuan pendidikan nasional menyatakan bahwa: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
2
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.
Pada masa ini, semua manusia di seluruh bagian didunia sedang berduka dan banyak yang jatuh sakit karena terkena virus corona. Pandemi covid-19 merubah segala aspek dikehidupan manusia di dunia dan hal ini sering disebut dengan pandemi covid-19. Di masa pandemi ini banyak manusia kebingungan, para kekerja dibidang kesehatan kerja rodi membantu masyarakat melawan virus corona.
Covid-19 (Coronavirus) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Covid-19 (Coronavirus Diseases 2019) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.
Tanda dan gelaja umum infeksi covid-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 56 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari (Yurianto, 2020).
Semua masyarakat merasakan dampak menyebarnya pandemi covid-19.
Untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 diperlukan kerjasamanya semua pihak dalam mengatasinya. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah untuk tidak berkerumun dalam keramaian, tidak pergi ke pasar, tempat perolahragaan, tempat budaya dan lain sebagainya. Serta masyarakat yang bekerja, diusahakan untuk melakukan pekerjaan di rumah saja atau disebut dengan WFH (Work From Home).
Selain pada bidang kesehatan, pemerintah juga sampai saat ini masih mengusahakan memberikan arahan dan himbauan terbaik dari semua keputusan yang telah dipertimbangkan sebelumnya. Tetapi pandemi ini tetap sangat berdampak untuk seluruh masyarakat, seperti pada bidang sosial, ekonomi, pariwisata dan pendidikan. Kehidupan masyarakat sangat erat dengan kegiatan bekerja agar memperoleh kehidupan yang layak. Selain bekerja manusia membutuhkan ilmu pengetahuan, untuk itu mereka harus belajar. Walaupun
3
belajar dapat dilakukan kapanpun dan dimana saja, masyarakat lebih baik menempuh pendidikan. Pendidikan di Indonesia dapat diperoleh dengan bersekolah dari jenjang Sekolah Dasar, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.
Pendidikan juga erat kaitannya dengan kurikulum yang digunakan.
Begitu pun pada bidang pendidikan, pembelajaran dilakukan dirumah saja LFH (Learning From Home), merupakan pengalaman pertama yang dilakukan secara massal di Indonesia. Banyak pelajar dan guru belum terbiasa dengan LFH yang dilakukan secara daring. Pada tanggal 24 maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia COVID-19. Menteri Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 pada Satuan Pendidikan dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa. Darurat Coronavirus Disease (COVID-19) maka kegaiatan belajar dilakukan secara daring (online) dalam rangka pencegahan penyebaran coronavirus disease (COVID-19) (Menteri Pendidikan, 2020).
Di Indonesia sendiri pendidikan menggunakan kurikulum 2013 (K-13), juga pada tahapan jenjang sekolah dasar mengharuskan adanya pemerapan pembelajaran (K-13) atau tematik. Pembelajaran tematik awalnya hanya diretapkan di kelas rendah, kelas I, kelas II, dan kelas III. Tetapi setelah kurikulum diperbarui seluruh kelas dari kelas I sampai kelas VI menggunakan pelajaran tematik. Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pelajaran pada beberapa muatan mata pelajaran tertentu yang disajikan pada satu tema. Pada jenjang sekolah dasar ada banyak tema di setiap tingkatan kelasnya, kelas I dan kelas II terdapat 8 tema dalam setahun pembelajaran. Kelas III dan kelas IV terdapat 9 tema dalam setahun pembelajaran. Sedangkan kelas V terdapat 5 tema dan kelas VI terdapat 6 tema dalam setahun pembelajaran.
Ada banyak hal yang mempengaruhi perubahan kurikulum di dalam sebuah Negara salah satunya adalah pengaruh dunia global terhadap pendidikan itu sendiri. Pembelajaran (K-13) dapat dianggap sebagai penyeimbang pada kecerdasan intelektual dan kecerdasan moral spiritual pada siswa, karena materi pembelajaran tahap sekolah dasar tidak diajarkan secara terpisah hal ini dapat memudahkan siswa dalam belajar secara utuh. Tentunya pembaharuan kurikulum
4
diharapkan dalap semakin memperbarui dan memperbaiki kurikulum yang masih belum tepat atau kurang lengkap untuk memperoleh kurikulum yang terbaik.
Dengan adanya pandemi covid -19 kegiatan belajar mengajar yang semula dilaksanakan di sekolah kini menjadi belajar di rumah melalui daring.
Pembelajaran daring dilakukan dengan disesuaikan kemampuan masing-maisng sekolah. Pembelajaran daring/ pembelajaran jarak jauh/ pembelajaran online dapat menggunakan teknologi digital seperti rumah kelompok belajar, menggunakan gawai; telepone, komputer, laptop, aplikasi WhatsApp, google classroom, zoom.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada bulan desember 2020, Peneliti memperoleh beberapa fenomena keadaan pada lokasi penelitian untuk melengapi informasi dan data penelitian. Penelitian ini dilakukan dengancara berkomunikasi langsung dan tidak langsung. Menggunakan percakapan melalui kalimat pertanyaan dan jawaban secara langsung maupun melalui angket wawancara yang diserahkan pada narasumber. Dengan adanya kerjasama yang baik antara peneliti dan pihak sekolah, peneliti dengan siswa dan orang tua wali, maka proses penelitian dapat dilakukan sacara bertahap sesuai prosedur yang telah di setujui bersama.
Dari data penelitian yang didapat pada saat observasi, peneliti menyusun beberapa pertanyaan pokok untuk bahan wawancara kepada berbagai narasumber.
Pada awal penelitian, peneliti telah menetapkan sekolah, guru, siswa dan orang tua wali siswa yang menjadi narasumber pada penelitian. Peneliti memilih penelitian di SD 1 Barongan Kudus, tepatnya di Jalan Sunan Muria, Kecamatan Kabupaten Kota Kudus Jawa Tengah karena tempat tinggal peneliti tidak jauh dari SD tersebut.
Hasil observasi dan wawancara pada SD 1 Barongan Kudus, peneliti memperoleh data dengan menyerahkan anget wawancara dan melakukan wawancara langsung kepada beberapa narasumber. Pada pembagian angket wawancara pada tanggal 17 desember 2020 di SD 1 Barongan Kudus, narasumber yang mengisi angket yaitu semua guru di SD 1 Barongan Kudus dan 6 siswa yang dipilih oleh guru kelasnya secara acak. Pengisian angket dilakukan di rumah narasumber masing-masing, kemudian pada tanggal 19 desember 2020 angket
5
diserahkan ke SD 1 Barongan lagi. Pada hari itu juga peneliti berkesempatan untuk wawancara langsung dengan 2 guru kelas di SD 1 Barongan Kudus. Pihak sekolah juga mengizinkan paneliti melakukan wawancara melalui gawai dengan siswa dan orang tua siswa yang telah ikut berpartisipasi dalam penelitian.
Berdasarkan hasil observasi wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan narasumber dapat data dengan adanya beberapa masalah dalam pelaksanaan pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus. Ada beberapa permasalahan yang muncul antaralain karena beberapa guru yang belum terbiasa menggunakan dan telepon seluler, sehingga semua guru saling melengkapi perannya dalam proses mengajar. Ada juga beberapa siswa dan orang tua siswa tidak memiliki gawai dan tidak bisa menggunakan telepone seluler dengan lancar untuk mengikuti proses pembelajaran daring. Serta ada beberapa kelompok siswa terkendala dalam mengikuti proses pembelajaran daring karena pembelian data internet yang cukup mahal, sehingga harus menunggu orangtuanya memperoleh dana untuk membeli paket data internet.
Sekolah merupakan tempat bertemunya guru dan siswa dalam proses pembelajaran, tetapi setelah adanya pandemi covid – 19 pembelajaran dilakukan secara daring. Pada bulan awal berlangsungnya pembelajaran daring pihak sekolah bersama orang tua siswa saling bekerjasama untuk menyiapkan proses pembelajaran daring. Pihak sekolah dengan bertahap menyiapkan meteri ajar dan menyiapkan media pembelajaran untuk pembelajaran daring sedangkan orang tua siswa, menjaga dan memberikan pengertian kepada anak-anaknya agar belajar dirumah. Pada awal pembelajaran daring, sekolah juga mendata siswa yang memiliki beberapa kendala untuk mengikuti pembelajaran daring.
Beberapa orangtua yang harus membiasakan anaknya (siswa) untuk belajar daring sendiri tanpa bimbingan orang tua, sehingga siswa tidak dengan lancar mengikuti pembelajaran daring. Sebagian siswa di SD 1 Barongan Kudustidak memiliki telepon selular dan tidak lancar menggunakan telephone selular. Siswa kelas rendah yang belum lancar membaca dan belum cukup umur utuk mempunyai telephone selular pribadi, memiliki sedikit waktu untuk bisa mengikuti pembelajaran daring karena orang tuanya bekerja. Ada beberapa
6
kelompok siswa yang memang orang tuanya tidak memiliki telephone selular yang mendukung sehingga terkendala untuk mengikuti pembelajaran daring.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti melakukan penelitian untuk menganalisis dampak pembelajaran daring pada siswa SD 1 Barongan Kudus. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan narasumber guru, siswa dan orang tua siswa di SD 1 Barongan Kudus.
Penelitian ini disusun dengan judul penelitian “Analisis Dampak Pembelajaran Daring bagi Siswa SD 1 Barongan Kudus”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan dari latar belakang masalah, peneliti menuliskan fokus rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana guru menyiapkan dan menyampaikan pembelajaran pada saat awal pempelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus ?
2. Apakah dampak yang muncul dalam proses pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus ?
3. Bagaimana solusi dampak pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus ? 1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan penjelasan dari rumusan masalah, maka peneliti dapat menuliskan tujuan penelitian sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan perangkat pembelajaran yang dipersiapkan oleh guru dan memperoleh informasi dari guru pada awal proses awal pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus.
2. Menganalisis dampak permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus.
3. Mendeskripsikan solusi permasalahan pada proses pembelajaran daring di SD 1 Barongan Kudus.
1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoretis
Secara teoretis, penelitian ini diharapkan memberikan manfaat segagai berikut:
7
1. Untuk meningkatkan mutupendidikan serta memanfaatkan teknologi secara maksimal.
2. Dapat digunakan sebagai sumber bacaan bagi peneliti, terkait dangan penelitian dampak pembelajaran daring.
3. Sebagai rujukan untuk kegiatan penelitian sejenis yang akan dilanjutkan oleh peneliti selanjutnya.
1.4.2 Manfaat Praktis
Manfaat Praktis dalam penelitian ini diharapkan memberikan manfaat segagai berikut:
1. Manfaat bagi Sekolah
Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi sebagai media atau alat pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan di era pembelajaran selanjutnya. Dapat mengetahui analisis penggunaan sistem pembelajaran daring dalam pembelajaran selama pandemi covid-19 dan dapat menggunakan sistem pembelajaran daring sebagai alternatif pembelajaran di sekolah.
2. Manfaat bagi Guru
Sebagai bahan acuan dan sebagai wacana dalam menghadapi pandemi covid-19 dalam lingkup pendidikan khsusunya pendidikan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran secara online. Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam pembelajaran serta mengembangkan manfaat penggunaan teknologi sebaik mungkin. Dapat menambah keterampilan dalam bidang teknologi informasi sebagai media belajar siswa. Dapat meningkatkan peran guru segabai fasilitator dalam proses pembelajaran serta memacu kinerja guru agar semakin kreatif dan inspiratif dalam pembelajaran.
3. Manfaat bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan dapat bermafaat untuk menumbuhkan minat belajar siswa dan mendorong siswanya agar mendiri, disiplin, dan lebih menggambarkan kreativitas belajarnya dalam proses belajar dirumah.
Meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang teknologi informasi sebagai
8
media belajar dan memacu siswa untuk lebih baik dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh guru.
4. Manfaat bagi Peneliti
Sebagai bahan acuan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan mahasiswa Universitas Muria Kudus. Dan meningkatkan peran dosen sebagai tenaga pendidik yang bertanggung jawab atas perkembangan masiswa dalam berorientasi pada masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti, dapat membekali pengetahuan untuk proses pembelajaran dan ilmu tambahan upaya peningkatan kualitas hidup.
5. Manfaat bagi Universitas
Penelitian ini diharapkan dapat bermafaat sebagai masukan kepada pihak universitas terhadap penggunaan sistem pembelajaran daring dan madia teknologi informasi sebagai sistem perkuliahan yang baru pada masa pandemi covid-19. Sebagai masukan untuk memanfaatkan beberapa model pembelajaran pada masa pandemi covid-19 dan penggunaan media sosial dam media untuk sistem pembelajaran serta pelaksanaan program pembelajaran untuk universitas terutama di program studi sekolah dasar.
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini mengambil fokus penelitian di SD 1 Barongan Kudus, dimana di lokasi ini dapat memperoleh informasi langsung antara peneliti dan narasumber karena tinggal berdekatan. Penelitian ini memiliki berberapa narasumber yaitu guru SD 1 Barongan Kudus, kelompok siswa, orangtua siswa. Ada narasumber pendukung yaitu pembimbing belajar siswa dirumah ataupun guru pembimbing di kelas kelompok belajar yang membimbing siswa pada proses pembelajaran daring.
Peneliti juga dapat memperoleh informasi dengan baik karena turut berperan dalam proses pelaksanaan pembelajaran daring sebagai wali siswa dan sebagai pembimbing belajar siswa di kelas kelompok belajar. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dengan menggunakan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada saat berlangsungnya proses pembelajaran daring dan setelah proses pembelejaran daring selesai
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka
Dalam kajian ini, peneliti akan memaparkan beberapa kajian pustaka sebagai berikut: (2.1) pembelajaran daring, (2.2) dampak pembelajaran daring, (2.3) aplikasi pembelajaran daring, (2.4) jenis pembelajaran di masa covid-19.
2.1.1 Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring artinya pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran dan pemberian tugas dibagikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilaksanakan secara online (Ivanova dkk, 2020).
Pembelajaran Daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis Internet dan Learning Manajemen System (LMS). Seperti menggunakan Zoom, Geogle Meet, Geogle Drive, dan sebagainya. Kegiatan daring diantaranya webinar, kelas online, seluruh kegiatan dilakukan menggunakan jaringan internet dan komputer (Hasibuan, 2019).
Pembelajaran daring menghubungkan siswa dengan sumber belajarnya yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara langsung dan secara tidak langsung. Pembelajaran daring adalah bentuk pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, cd- room (Molinda, 2005).
Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring (dalam jaringan) atau pembelajaran online adalah sautu pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media internet sebagai perantara atau penghubung antara guru atau dosen dengan siswa dengan menggunakan berbagai jenis aplikasi seperti whatsapp, zoom dan youtube. Pembelajaran online juga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.
10 2.1.2 Dampak Pembelajaran Daring 1. Dampak Baik Pembelajaran Daring
Pembelajaran secara daring yang dilaksanakan oleh guru di antaranya tidak menyita waktu, tidak terfokus pada satu tempat, terkadang bisa mengajarkan perkjaan yang double sekaligus dan lebih memiliki waktu yang banyak. Guru akan lebih banyak belajar lagi mengenai media atau aplikasi dalam pengajaran.
Hal ini akan menambah wawasan dan ilmu bagi guru, akan lebih melek teknologi dan terbiasa dalam penggunaanya. Langkah ini akan mendorong guru untuk selalu mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inofatif (Yuliani, 2020:25).
Yuliani (2020:25) menyatakan bawa beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh siswa melalui pembelajaran daring di antaranya; siswa lebih mahir dalam ilmu teknologi (IT), pengalaman baru dalam belajar, melatih kemandirian dan tanggung jawab siswa, siswa bisa mengulang ulang materi pembelajaran yang dirasa belum di pahami, tanya jawab bersifat fleksibel, tidak terpaku hanya pada satu tempat dan menghemat biaya transportasi bagi yang rumahnya jauh.
Pembelajaran disekolah akan diawasi oleh guru sedangkan pembelajaran dirumah akan diawasi oleh orang tuanya. Pembelajaran yang dilakukan secara daring juga perlu pengawasan, terlebih lagi pembelajaran ini memang banyak menghabiskan waktu dirumah dan peran penting disini adalah orang tua. Orang tua harus mampu mengawasi pembelajaran yang di lakukan oleh anaknya, jangan sampai orang tua memberikan kebebasan kepada anakn atau bahkan tidak memiliki kepedulian (Yuliani, 2020:26).
Dari penjelasan ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring memiliki dampak baik antara lain, membangun komunikasi yang baik antara guru dan siswa, siswa saling berdiskusi dan berinteraksi baik dengan guru maupun orang tua, laporan belajar melalui orang tua juga membangun komunikasi yang baik antara orang tua dengan guru juga orang tua dengan anak, guru dapat dengan mudah memberikan pembelajaran dan penugasan berupa dokumen, gambar, video, audio pada proses pembelajaran dimana saja dan terpenting siswa sedari dini dilatih lebih mandiri dan aktif dalam pembelajaran.
11 2. Dampak Buruk Pembelajaran Daring
a. Bagi Guru Kelas/ Tenaga Pendidik
Faktor penghambat guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring yaitu;
masih banyak guru yang tidak menguasai teknologi, guru tidak memiliki fasilitas/media penelitian, keterbatasan ruang dan waktu dalam proses megajar, harus membuat rencana baru dalam pengajaran dan bagi guru yang milikiki anak dirumah, kerpotan karena harus mengajarkan anaknya, tetapi juga harus mengajar siswanya (Yuliani, 2020:28).
Dampak yang dirasakan guru yaitu tidak semua mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran, beberapa guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas untuk penunjang kegiatan pembelajaran online. Kompetensi guru dalam penggunakan teknologi akan mempengaruhi kualitas program belajar mengajar, guru belum ada budaya belajar jarak jauh karena selama ini system belajar dilaksanakan adalah melalui tatap muka (Purwanto, 2020:7).
Guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas untuk penunjang kegiatan pembelajaran online dan perlu pendampingan dan pelatihan terlebih dahulu. Dengan demikian guru lain yang lebih bisa menguasai penggunaan perangkat pembelajaran seperti laptop dan media sosial saling membantu dalam proses pembelajaran daring. Jadi, dengan dukungan dan kerjasama orang tua juga untuk keberhasilan pembelajaran sangat dibutuhkan.
Komunikasi guru dan sekolah dengan orang tua harus terjalin dengan lancar (Dewi, 2020).
Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak pembelajaran daring bagi Guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas untuk penunjang kegiatan pembelajaran online mempengaruhi kualitas program belajar mengajar.
b. Bagi Siswa/ Peserta Didik
Pembelajaran daring banyak dialami oleh siswa sebagai objek pembelajaran. Dari subjek satuan pendidikan, siswa ternyata paling terdampak selama proses pembelajaran daring. Mereka harus melakukan penyesuaian
12
akademik, membatasi interaksi sosial dan mengalami perasaan yang negatif.
Beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran daring bagi siswa yaitu: tidak semua siswa langsung bisa mengginalan IT, jaringan internet yang kurang stabil, tidak memiliki media (gatged/laptop), keterbatasan eknomi (Yuliani, 2020:29).
Beberapa dampak yang dirasakan siswa pada proses belajar mengajar dirumah adalah pada siswa merasa dipaksa belajar jarak jauh tanpa sarana dan prasarana memadai dirumah. Fasilitas ini sangat penting untuk kelancaran proses belajar mengajar, untuk kelancaran proses belajar mengajar. Kendala selanjutnya yaitu siswa belum ada budaya belajar jarak jauh karena selama ini sistem belajar dilaksanakan melaui tatap muka. Dampak selanjutnya yang dialami siswa yaitu sekolah diliburkan terlalu lama membuat anak-anak jenuh. (Purwanto, 2020:5)
Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak pembelajaran daring bagi siswa kurangya interaksi langsung dengan guru,siswa dibebani dengan banyak tugas, gaway yang tidak mendukung, siswa merasi terisolasi kurangnya komunikasi aktif mudah bosan dan jenuh.
c. Bagi Orang Tua/ Pendamping
Tanggung jawab dan pengawasan pembelajaran daring yang dilakukan dirumah menjadi tugas setiap orang tua. Namun tidak semua otang tua bisa menerima keadaan ini dengan respon positif. Bagi orang tua yang memiliki banyak waktu luang dirumah tidak akan menjadi masalah, namun untuk orang tua yang sibuk kerja akan menjadi sebuha ketakutan dan kekawatiran sendiri (Yuliani, 2020:30).
Dampak yang muncul saat pembelajaran daring berkaitan dengan masalah teknis maupun proses pembelajaran itu sendiri, antara lain mahalnya harga kuota internet, akses sinyal yang tidak lancar, kurangnya pengetahuan dalam pengoperasian aplikasi belajar daring, hingga kurangnya partisipasi siswa saat pembelajaran daring berlangsung sehingga pembelajaran (Syaharudin, 2020).
Berdasarkan pendapat ahli di tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak pembelajaran daring bagi Orang tua yang memiliki banyak waktu luang dirumah
13
tidak akan menjadi masalah, dibebani dengan banyak tugas anak yang banyak dan setiap hari di kerjajan, gaway yang tidak mendukung, orang tua merasa kuwalahan dengan tugas yang waktu pengerjaannya lama dan memakan biaya.
2.1.3 Aplikasi Pembelajaran Daring
Beberapa teknologi yang bisa dimanfaatkan sebagai media dalam proses pembelajaran daring seperti media gambar, suara, dan video. Pada penelitian ini media yang akan dikaji merupakan sebuah aplikasi sosial media yang mampu melengkapi dan digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran daring sebagai berikut:
1 WhatsApp
WhatsApp adalah aplikasi yang sangat popular saat ini, aplikasi gratis yang mudah digunakan dan telah menyediakan fitur enkripsi yang membuat komunikasi menjadi aman. WhatsApp adalah aplikasi untuk melakukan percakapan baik dengan mengirim teks, suara maupun video, WhatsApp merupakan aplikasi yang paling dimimati masyarakat dalam berkomunikasi melalui internet (Yuliani, 2020: 6).
WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan lintas platform (perangkat lunak) yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa membayar untuk sms.
Whatsapp Messenger menggunakan internet seperti juga dengan e-mail, browsing web, dan lain-lain sehingga tidak menggunakan biaya untuk dapat tetap berhubungan (Nurhakim, 2015).
WhatsApp merupakan aplikasi pengirim pesan yang tersedia untuk iphone dan ponsel cerdas lainnya yang beroperasi menggunakan koneksi internet telepon seperti sambungan 4G, 3G, EDGE atau Wifi untuk mengirim dan menerima pesan, panggilam, foto, video, dokumen, dan pesan suara dari teman atau keluarga. Whatapp merupakan aplikasi pesan intan atau instant messaging (IM) yang memungkinkan penggunanya terhubung secara terus menerus dalam jaringan dan berkomunikasi satu sama lain dalam bentuk teks (Whatsapp inc., 2018).
Berdasarkan ketiga pendapat pada kajian diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa WhatsApp merupakan aplikasi yang mudah digunakan,
14
sehingga dengan menggunakan aplikasi ini untuk saling berkomunikasi kepada siapapun dan kapanpun. Penggunaan aplikasi WhatsApp membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan informasi, pengguna WhatsApp penggunaan WhatsApp efektif dalam menerima dan mengirim pesan atau informasi, karena bahasa yang terima dari pesan pribadi maupun grup-grup sangat mudah dipahami begitupun sebaliknya.
Pemakaian nama WhatsApp berasal dari frasa What’s Up’ sebagai bahasa sapaan dalam menanyakan kabar. WhatsApp didirikan oleh Jan Koum dan Brian Acton. Pada tahun 2014 WhatsApp bergabung dengan Facebook, namun beroperasi secara terpisah sebagai aplikasi yang fokus untuk melayani pertukaran pesan yang cepat dan mudah. WhatsApp dirancang untuk memudahkan penggunanya untuk tetap terhubung dan berkomunikasi kapan saja, dan dimana saja.
Sama halnya dengan aplikasi yang lain, tentunya WhatsApp juga memiliki beberapa fitur yang bisa digunakan oleh pemakainya dengan jenis dan fungsinya masing-masing, di antara fitur WhatsApp dan kegunaannya adalah sebagai berikut:
1) Foto dan Video dapat mengirim foto dan video di WhatsApp dengan segera. Bahkan misalnya seorang ayah yang jauh dari anaknya, dia bisa mendapatkan foto atau video anaknya meskipun dalam posisi berjauhan.
Dengan fitur foto dan video di WhatsApp, pengguna dapat dengan cepat mengirim foto dan video meskipun sedang berada dalam koneksi yang lambat.
2) Panggilan Suara dan Video WhatsApp dapat berbicara dengan siapa saja secara gratis bahkan jika mereka berada di negara lain. Melalui panggilan video yang disediakan, pengguna dapat melakukan percakapan tatap muka seakanakan memang sedang bertatapan langsung saat suara atau teks saja tidak cukup. Panggilan suara dan Video menggunakan koneksi internet telepon, yang membutuhkan paket data atau juga melalui Wifi, bukan dengan menit panggilan paket seluler.
15
3) Pesan Suara dapat mengirim rekaman suaranya, juga bisa mengatakan segala hal hanya dengan satu ketukan. Pesan Suara bisa dilakukan untuk menyapa atau pun bercerita panjang. Selama file nya belum dihapus, maka pesan suara yang dikirim akan masih ada pada perangkat seluler pengguna Whatsapp tersebut dan masih bisa diputar ulang.
4) Dokumen bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa, bahkan pekerja kantor dalam mengirim PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan masih banyak lagi. Fitur ini memudahkan pengiriman file tanpa harus menggunakan email atau aplikasi berbagai file. Masimal dokumen yang dikirim ukurannya hingga 100 MB.
5) Whatsapp di Web dan Desktop dapat dengan lancar menyinkronkan semua chat ke komputer agar dapat melakukan chat dengan perangkat apa pun yang paling nyaman.
6) Chat Group dapat membagikan pesan, foto, dan video hinnga 256 orang sekaligus. Pengguna WhatsApp juga dapat membisukan atau menyesuaikanpemberitahuan, dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan fitur tersebut, pengguna WhatsApp dapat tetap terhubung dengan orang-orang terdekat dan penting seperti keluarga, rekan kerja, dan lain-lain.
7) Enskripsi end-to-end untuk mengamankan pesan dan panggilannya, sehingga hanya dapat dilihat oleh orang terdekat atau yang sedang melakukan komunikasi dengan pengguna tersebut. Tidak ada orang ketiga diantaranya, bahkan WhatsApp.
Dalam laman resmi WhatsApp di dalam Appstore dijelaskan fitur-fitur yang dimiliki dan keuntungan menggunakan layanan WhatsApp yaitu:
1) Tanpa biaya tambahan menggunakan koneksi internet telepon (4G/3G/2G/EDGE atau Wi-Fi, jika tersedia) untuk mengirim pesan dan menelepon pengguna lain, sehingga tidak perlu digunakan biaya tambahan untuk setiap pesan atau panggilan kecuali biaya untuk sambungan internet.
16
2) Multimedia untuk mengirim dan menerima foto, video, dokumen, dan pesan suara.
3) Panggilan WhatsApp dapat dimanfaatkan pengguna untuk menelpon pengguna lain secara gratis bahkan untuk panggilan antar negara.
4) Group Chat atau Obrolan Grup yang memungkinkan pengguna melakukan percakapan grup dengan beberapa kontak-kontak WhatsApp sehingga dapat dengan mudah menjalin komunikasi dengan beberapa pengguna sekaligus.
5) WhatsApp Web dapat mengirim dan menerima pesan WhatsApp secara langsung dari browser atau peramban komputer. Tanpa biaya Internasional untuk mengirim pesan WhatsApp internasional.
6) Tidak adanya Username dan PIN tidak diperlukan kode pin karena WhatsApp bekerja persis seperti SMS dengan menggunakan nomor telepon dan terintegrasi dengan buku alamat pada telepon.
7) Tidak diperlukan log in atau log out selalu terhubung dengan jaringan.
8) Terhubungun dengan kontak pembacaan kontak yang tersimpan pada telepon secara otomatis dapat dengan mudah dan cepat terhubung kekontak yang sudah menggunakan WhatsApp.
9) Fitur lain seperti pengiriman lokasi berdasar GPS telepon, bertukar kontak, nada pemberitahuan khusus, simpan riwayat chatting, dan siarkan pesan ke beberapa kontak sekaligus. (Whatsapp inc. (2018).
Berdasarkan uraian mengenai layanan WhatsApp dan fitur-fitur yang dimilikinya, dapat diketahui bahwa aplikasi layanan Whatsapp menyediakan layanan pesan instan yang berjalan pada beberapa platfrom seperti Android, iOS, dan Windows yang memungkinkan penggunanya untuk saling mengirim pesan, gambar, video, dokumen, dan sebagainya dengan jangkauan.
2 Youtube
Yuliani (2020: 6) menyatakan bahwa Youtube merupakan apliaksi untuk mengupload video, Youtube banyak digunakan untuk berbagi video. Dimana youtube kini juga banyak digunakan dalam pembelajaran online digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran. Youtube adalah salah satu media
17
yang menunjang pembelajaran berbasis internet atau online yang dapat memvisualisasikan teknik dan materi pembelajaran yang baik melalui youtube.
Kelebihan Youtube sebagai media pembelajaranyaitu:
1) Informatif, maksudnya adalah Youtube dapat memberikan informasi termasuk berbagai perkembangan ilmu dan tekhnologi yang terjadi saatini.
2) Cost effective, maksudnya adalah Youtube dapat diakses secara gratis melalui internet.
3) Potensial, artinya situs ini sangat populer dan semakin banyak video yang ada pada Youtube sehingga bisa memberikan pengaruh terhadap pendidikan.
4) Praktis dan lengkap, maksudnya adalah Youtube bisa digunakan dengan mudah oleh semua kalangan dan banyak video yang bisa dijadikan sebagai sumber informasi.
5) Shareable, artinya video yang ada di Youtube dapat dibagikan ke situs lainya dengan cara membagikan link yang ada pada video tersebut.
6) Interaktif, maksudnya adalah Youtube dapat memfasilitasi untuk tanya jawab dan diskusi melalui kolom komentar (Suryaman, 2015).
3. Tiktok
Aplikasi Tik Tok adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan pada september 2016. Aplikasi ini adalah aplikasi pembuatan video pendek dengan didukung musik, yang sangat digemari oleh orang banyak termasuk orang dewasa dan anak-anak dibawah umur. Tik tok merupakan sebuah aplikasi yang memberikan efek spesial yang unik dan menarik yang bisa digunakan oleh para pengguna aplikasi ini dengan mudah untuk membuat vidio pendek yang keren dan bisa menarik perhatian banyak orang yang melihatnya (Khairuni, 2016).
Aplikasi tik tok ini merupakan aplikasi yang juga bisa melihat video-video pendek dengan berbagai ekspresi masing-masing pembuatnya. Dan pengguna aplikasi ini bisa juga meniru dari video pengguna lainnya, seperti pembuatan
18
video dengan musik tata cara cuci tangan, pencegahan virus covid-19, kesehatan, menari, olahraga atau dengan program #BelajarBareng.
Aplikasi Tik Tok adalah salah satu aplikasi yang membuat pengguna nya terhibur. Aplikasi ini bisa dikatakan adalah aplikasi penghibur. Beberapa orang pengguna banyak sekali yang mengatakan bahwa aplikasi ini adalah aplikasi yang dapat membuat si pengguna terhibur. Dalam aplikasi ini pengguna dapat melihat- lihat berbagai kreatifitas setiap pengguna lain di beranda (Aji, 2016).
Dapat disimpulkan bahwa aplikasi Tik Tok merupakan aplikasi yang mudah digunakan dan bertujuan untuk memberikan kreatifitas dan hiburan bagi penggunanya. Tersedia juga aplikasi media sosial Tik Tok banyak berbagai konten video yang ingin dibuat dengan mudah. Tidak hanya melihat dan menirukan, mereka juga dapat membuat video dengan cara mereka sendiri.
Berbagai video-video yang kreatif sesuai dengan ide-ide mereka. Tidak hanya mengenai video-video menarik, joget, lipsync, dan juga bisa ikut tantangan- tantangan yang dibuat pengguna lain.
Aplikasi Tik Tok ini merupakan aplikasi yang memperbolehkan para pemakainya untuk membuat vidio musik pendek mereka sendiri. Aplikasi ini diluncurkan pada bulan september tahun 2016 yang dikembangkan oleh developer asal Tiongkok. ByteDance Inc, mengembangkan sayap bisnisnya ke Indonesia dengan meluncurkan aplikasi video music dan jejaring sosial bernama Tik Tok
Menurut Mulyana, dalam penggunaan Tik Tok terdapat dua faktor yakni Faktor Internal dan Faktor Eksternal. Faktor Internal seperti perasaan, sikap dan karakteristik individu, prasangka,keinginan atau harapan, perhatian (fokus), proses belajar, keadaan fisik, nilai dan kebutuhan juga minat, dan motivasi. Faktor eksternal seperti latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh, pengetahuan dan kebutuhan sekitar, intensitas, ukuran, keberlawanan, hal-hal baru dan familiar atau ketidakasingan suatu objek (Deriyanto, 2018).
1) Faktor Internal
Faktor internal yakni faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti perasaan. Menurut Ahmadi, perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang
19
dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subjektif. Jadi menurut Ahmadi, perasaan adalah faktor internal yang mempengaruhi penggunaan aplikasi Tik Tok. Karena menurutnya jika perasaan atau jiwa seseorang tidak menyukai atau tidak senang dengan penggunaan aplikasi Tik Tok ini maka seseorang tersebut tidak akan menggunakannya. Perasaan tidak hanya dapat dilihat atau dialami oleh individu sebagai perasaan senang ataupun tidak senang melainkan dapat dilihat dari berbagai dimensi. Jadi penggunaan aplikasi tik tok ini tidak hanya bisa dilihat melalui perasaannya saja melainkan dilihat dari tingkah lakunya juga.
Dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Tik Tok ini cara setiap orang membuatnya berbeda, dengan berbagai situasi perasaan mereka juga yang berbeda-beda. Jika perasaan sedang senang tingkah nya dalam pembuatan aplikasi Tik Tok juga sesuai dengan perasaannya, begitupun seballiknya. Karena tingkah laku pada saat mereka menggunakan aplikasi Tik Tok ini membuktikan sebuah perasaan seorang penggunanya.
Menurut Ahmadi, prasangka merupakan sikap perasaan orang-orang terhadap golongan manusia tertentu, golongan ras atau kebudayaan yang berbeda dengan golongan orang yang berprasangka itu. Prasangka juga berpegaruh dalam penggunaan aplikasi Tik Tok. Karena jika seseorang memiliki prasangka baik ketika menggunakan aplikasi tik tok tersebut maka tidak ada sisi negatif dalam penggunaan aplikasi Tik Tok ini. Tapi begitupun sebaliknya jika prasangka seseorang sudah tidak baik terhadap penggunaan aplikasi Tik Tok maka seseorang tersebut juga tidak akan ingin menggunakan aplikasi Tik Tok tersebut.
Faktor internal merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi Tik Tok. Faktor internal juga bisa dikatakan sebuah proses belajar dalam penggunaan media sosial termasuk penggunaan aplikasi Tik Tok. Jadi dalam penggunaan media sosial seperti aplikasi Tik Tok tidak hanya untuk hiburan semata, tetapi bisa juga untuk belajar berinteraksi terhadap orang-orang baru, kemudian juga penggunaan aplikasi Tik Tok dapat meningkatkan kreatifitas setiap orang. Dilihat dari sisi negatif nya juga
20
penggunaan aplikasi tik tok ini dapat membuat setiap orang memiliki rasa malas dan lupa dengan segala pekerjaan yang seharusnya dilakukan.
2) Faktor Eksternal
Dalam aplikasi Tik Tok orang-orang memperoleh informasi dari berbagi video contohnya kejadian yang bersifat video seperti kapal tenggelam atau dalam bentuk rekaman lainnya dengan begitu cepat informasi kejadian tersampaikan kepada pengguna lainnya. Priambodo mengatakan informasi menjadi identitas media sosial karena media sosial mengkreasikan representasi identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi. Jadi informasi adalah sesuatu yang sangat juga berpengaruh terhadap penggunaan aplikasi Tik Tok.
Jika seseorang tidak mendapatkan informasi tentang Tik Tok mungkin saja mereka tidak mengenal aplikasi Tik Tok, bahkan sampai menjadi penggunanya. Maka dari itu informasi dikatakan penting sekali dalam penggunaan aplikasi Tik Tok. Pengaruh dari media sosial yang merupakan bagian dari media informasi salah satunya adalah dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Jadi dengan informasi juga seseorang bisa terpengaruh pengetahuannya mengenai media sosial seperti Tik Tok.
2.1.4 Jenis-Jenis Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 1 Pembelajaran Blended Learning
Pembelajaran berbasis blanded learning adalah pembelajaran yang mengkombinasi strategi penyampaian pembelajaran menggunakan kegiatan tatap muka, pembelajaran berbasis computer (ofline), dan komputer secara online (internet dan mobile learning). Pembelajaran blanded dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka (face to face) dengan pembelajaran berbasis computer.
Artinya pembelajaran dengan pendekatan teknologi, pembelajaran dengan kombinasi sumber-sumber belajar tatap muka dengan pengajar maupun yang dimuat dalam media komputer, telpon seluler dan perangkat elektronik yang lain.
(Adi, 2018: 7).
(Rosenberg, 2001) dalam Fatirul (2020: 8) menyatakan bahwa Blanded learning merupakan proses pembelajaran yang memadukan pertemuan
21
pembelajaran tatap muka dan online. Blanded learning secara terminologis menekankan pada penggunaan internet dalam mengirim serangakaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Blanded learning adalah pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online atau daring (dalam jaringan) dan pembelajaran menggunakan perangkat elektronik secara offline.
2 Pembelajaran Home Visit
Secara bahasa kata home berasal dari kata benda yaitu rumah (tempat tinggal siswa dengan orangtua atau wali siswa). Sedangkan visit berasal dari kata benda yakni kunjungan, mengunjungi, berkunjung, datang bertamu. Secara istilah, home visit atau kunjungan rumah adalah usaha dalam pelayanan bimbingan atau konselor yang dilakukan pembimbing atau konselor untuk mengetahui keadaan keluarga dalam kaitannya dengan probelem peserta didik.
Kunjungan rumah atau home visit adalah berkunjung kerumah siswa untuk membantu menyelesaikan problem yang dialami oleh siswa, dalam rangkah mencari dan melengkapi data atau informasi siswa. Home visit adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui data berupa komitmen dalam rangka menyelesaikan problem siswa berupa keadaan siswa ketika dirumah, hubungan siswa dengan keluarga, kebiasaan siswa, fasilitas yag ada dirumah, serta komitmen orangtua dalam perkembangan anaknya (Sudrajat, 2011)
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kunjungan rumah atau home visit adalah kegiatan berkunjung kerumah siswa dalam mendukung layanan bertujuan untuk silaturrahim dan memperoleh data dan informasi yang akurat dalam rangka membantu masalah belajar siswa di rumah, dan juga mengeratkan hubungan antara guru dan orangtua harapannya supaya siswa dan orang tua lebih terbuka dan haronis begitupun sebaliknya.
Kunjungan rumah atau home visit adalah salah satu jenis kegiatan pendukung layanan bimbingan yang dilakukan oleh pendidik dalam rangka mengumpulkan dan melengkapi data atau informasi tentang siswa, dengan cara
22
mengunjungi rumah siswa guna membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh mereka.
Secara umum tujuan dilaksanakan kegiatan home visit adalah:
1) Memperoleh data penting tentang latar belakang kehidupan siswa dan keluarganya, baik berupa data baru atau mengecek akurasi data yang telah diperoleh melalui teknik lain.
2) Memahami lebih dalam lingkungan kehidupan siswa sehari-hari di rumah yang meliputi fasilitas belajar yang tersedia bagi siswa disertai sumber gangguan belajar yang ada di rumah. Hal ini juga berkaitan dengan kebiasaan belajar siswa yang berkaitan dengan waktu belajar, kemandirian, dan motivasi siswa dalam belajar.
3) Mendiskusikan masalah siswa bila memerlukan kerjasama dengan orangtua/ wali. Hal ini berkaitan dengan suasana dalam keluarga, sikap orangtua terhadap sekolah, terhadap teman-teman bergaul anak, dan harapan orangtua terhadap sekolah terkait perkembangan anaknya.
4) Membangun hubungan antara lembaga keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian juga pembelajaran home visit bagi sekolah bertujuan membangun kepercayaan masyarakat melalui citra yang baik dalam mendidik siswanya. Dalam hal ini perlu keterbukaan dalam hal komunikasi sehingga antara sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat tetap mempunyai hubungan yang baik (Sudrajat, 2011).
Dapat disimpuklan dalam penelitian tujuan dilaksanakan kegiatan home visit adalah sebagai berikut:
1) Memperoleh data baru dan memeriksa kembali keabsahan data yang telah diterima tentang latar belakang kehidupan guru, siswa, dan orangtua siswa.
2) Mengetahui kebiasaan belajar siswa yang berhubungan dengan jadwal belajar, kemandirian, dengan siapa siswa belajar, dan motivasi belajar siswa, fasilitas belajar, serta gangguan belajar yang ada dirumah.
23
3) Mendiskusikan harapan orangtua terhadap perkembangan serta permasalahan anaknya yang berhubungan dengan kondisi keluarga, prilaku wali siswa terhadap sekolah dan teman bergaul anaknya
4) Membangun kerjasama antara sekolah, siswa dan orang tua.
Kegiatan home visit memiliki beberapa manfaat terutama bagi pihak sekolah antara lain:
1) Munculnya kesamaan visi orangtua siswa terhadap sekolah. Adanya dukungan orangtua siswa terhadap program sekolah. Dukungan ini meliputi dua aspek yaitu dalam aspek pemberian layanan serta dalam hal kegiatan manajemen.
2) Adanya kerjasama antara sekolah dan orangtua siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah siswa di sekolah. Melancarkan program-program sekolah baik sekarang maupun yang akan datang.
Munculnya partisipasi orangtua siswa terhadap sekolah.
3) Munculnya rasa ikut memiliki dalam menyukseskan program pendidikan.
Dapat mengenal secara baik tentang lingkungan tempat siswa tinggal.
Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran home visit memiliki manfaat sebagai kegiatan yang mendukung kerja sama guru dan orangtua untuk membimbingan proses belajar siswa/ anaknya selama pembelajaran dirumah, dengan adanya kerjasama munculah penyelesaian dari beberapa hambatan pada awal pembelajaran daring dimulai.
2.2 Kajian Penelitian Relevan
Beberapa penelitian yang sesuai dengan topik dampak pembelajaran daring dan pembelajaran daring bagi siswa tersaji dalam table sebagai berikut.
Tabel 2.2.1 Persamaan, Perbedaan, dan Orisinalitas Kajian Relevan
No Nama
Peneliti
Judul Penelitian
Persamaan Perbedaan Orisinalitas 1 Acep
Pritna, 2020
“Efektifitas Implementasi Pembelajaran Daring (Full Online) Dimasa Pandemi Covid- 19 Pada Jenjang Sekolah Dasar di
Tentang model pembelajaran daring di sekolah dasar dalam masa pandemi covid- 19.
Tentang implementasi pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 di sekolah dasar.
Penelitian ini di lakukan lebih memfokus dalam mengimplementasik
an model
pembelajaran daring tersebut
dalam masa
24 Kabupaten
Subang”
pandemi covid-19 2 Mirzon
Dahareri, 2020
“Efektifitas WhatsApp Sebagai Media Belajar Daring”
Tentang pembelajaran daring pada sekolah dasar banyak yang menggunakan media WhatsApp
Penelitian yang peneliti lakukan terdapat objek hasil belajar siswa
Pembelajaran daring melalui WhatsApp pada sekolah dasar cenderung tidak efektif
3 Fatma Dewi, 2020
“Dampak Covid- 19 Terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar”
Tentang implementasi pembelajaran daring dirumah pada siswa Sekolah Dasar akibat dari adanya
pandemik Covid-19
Dampak Covid- 19 terhadap implementasi pembelajaran daring di sekolah dasar dan Penelitian yang peneliti lakukan terdapat objek hasil belajar siswa
Penelitian lebih memfokuskan bagaimana
mengimplementasik
an model
pembelajaran daring tersebut
dalam masa
pandemi covid-19 ini.
4 Purwanto , 2020
“Studi Eksploratif dampak Pandemi Covid-19
Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar”
Penelitiannya yaitu terdapat beberapa kendala yang dialami oleh murid, guru, dan orang tua dalam kegiatan belajar mengajar online
Penelitian yang peneliti lakukan terdapat objek hasil belajar siswa
Penelitian ini adalah sama-sama meneiliti
pembelajaran online di sekolah
dasar yang
membedakan adalah dalam penelitian yang peneliti lakukan terdapat objek hasil belajar siswa 5 Astini,
2020
“Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Tingkat Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid- 19”
penelitian tersebut adalah Pada tingkat sekolah dasar kelas atas aplikasi yang paling efektif digunakan dalam proses pembelajaran online
penelitan ini lakukan objek penelitian ini terfokus pada pemanfaatan teknologi.
Penelitan ini dengan yang peneliti lakukan adalah pada objek penelitian yaitu di tingkatan sekolah dasar sedangkan perbedaanya adalah penelitian ini terfokus pada pemanfaatan teknologi.
25 2.3 Kerangka Teori
Berikut ini merupakan kerangka teori yang telah disusun oleh peneliti.
Gambar 2.3.1 Bagan Kerangka Teori
Aplikasi Pembelajaran Daring Pembelajaran Daring Dampak Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang mampu mempertemukan mahasiswa dan dosen untuk melaksanakan
interaksi pembelajaran dengan bantuan internet (Kuntarto, E.
(2017).
Dampak Baik Pembelajaran Daring
Aplikasi Pembelajaran Daring
Whatapp merupakan aplikasi pesan intan atau instant messaging (IM) yang memungkinkan penggunanya terhubung secara terus menerus
dalam jaringan dan berkomunikasi satu sama lain dalam bentuk teks (Whatsapp
inc., 2018).
Dampak Buruk Pembelajaran Daring
Penerapan pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19di
SD 1 Barongan Kudus Dampak pembelajaran daring bagi siswa di SD 1 Barongan pada masa pandemi covid-19 Kudus
Yuliani (2020: 6) menyatakan bahwa Youtube merupakan apliaksi untuk mengupload
video, Youtube banyak digunakan untuk berbagi video.
(Rosenberg, 2001) dalam Fatirul (2020: 8) menyatakan
bahwa Blanded learning merupakan proses pembelajaran yang memadukan
pertemuan pembelajaran tatap muka dan online.
Kunjungan rumah atau home visit adalah berkunjung
kerumah siswa untuk membantu menyelesaikan problem yang dialami oleh siswa, dalam rangkah mencari
dan melengkapi data atau informasi siswa (Sudtajat,
2011).
Dukungan dan kerjasama orang tua demi keberhasilan
pembelajaran sangat dibutuhkan. Komunikasi guru dan sekolah dengan orang tua harus terjalin dengan lancar
(Dewi, 2020) Dalam pembelajaran daring,
siswa merasa lebih nyaman untuk bertanya dan mengemukakan pendapat
dalam forum yang dilaksanakan secara online
(Firman & Sari, 2020:84).
Yuliani (2020: 6) menyatakan bahwa Youtube merupakan apliaksi untuk mengupload video, Youtube banyak digunakan untuk berbagi video.
Analisis dampak pembelajaran daring bagi siswa di SD 1 Barongan pada masa pandemi covid-19 Kudus
26 2.4 Kerangka Berpikir
Kerangka Berpikir merupakan sebuah konsep pemikiran yang akan dilakukan peneliti dalam melakukan sebuah penelitianya. Penelitian ini menuliskan hasil penelitian dari analisis dampak pembelajaran rading bagi siswa SD 1 Barongan Kudus, dengan yang disajikan dalam bentuk kerangka berpikir sebagai berikut.
Gambar 2.4.1 Bagan Kerangka Berpikir Sistem Pembelajaran di
Sekolah
Proses Belajar Siswa Kondisi Awal
Kondisi Akhir
Peran Guru Peran Guru
Masa Pandemi
Pembelajaran Masa Pandemi
Pembelajaran Blended Learning Pembelajaran Home Visit Pembelajaran daring
Youtube
Proses Pembelajaran Daring Siswa
Proses Belajar Daring Siswa
WhatApp TikTok
Peran Guru
Dampak Pembelajaran daring
Peran Orangtua
27 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
3.1.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD 1 Barongan Kudus, yang beralamatkan di Jalan Sunan Muria, Barongan, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59312. Tempat penelitian dilaksanakan di ruang tamu di SD 1 Barongan Kudus. Penelitian dilakukan melalui pemberian angket, observasi, wawancara dan dokumentasi data penelitian dengan secara langsung maupun dengan panggilan suara dan video WhatsApp.
3.1.2 Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Pada awal penelitian, peneliti meminta izin obervasi dan penelitian pada Kepala Sekolah SD 1 Barongan pada tanggal 16 Desember 2020. Observasi pertama dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2020 dengan mengamati keadaan sekolah dan membagikan angket wawancara kepada semua guru di SD 1 Barongan Kudus.
Pada tanggal 18 Desember, kepala sekolah mengizinkan untuk berwawancara langsung dengan 2 guru kelas. Pada tanggal 19 Desember pihah sekolah memberikan hasil angket wawancara dan mengizinkan melanjutkan penelitian dan membantu proses penelitian lebih lanjut.
3.2 Pendekatan dan Jenis Penelitian 3.2.1 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini disusun melalui pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Pada penelitian kualitatif menggunakan latar masalah dengan tujuan menggambarkan fenomena yang terjadi dan sedang dilakukan. Dalam penulisanya data dan fakta yang terkumpul berbentuk kata atau gambar. Dalam penulisan proposal berisi kutipan-kutipan atau fakta yang berada di lapangan.
Jadi peneliti menggunakan pendekatan deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Karena penelitian ini menghasilkan data yang berupa katakata tertulis atau lisan dari narasumber yang diamati.
28 3.2.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Anggito (2018:8) menyatakan bahwa penelitian kualitatif deskriptif adalah pengumpulan data pada suatu unsur latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan), analisis data deskriptif induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Langkah penelitian kualitatif deskriptif peneliti harus mendeskripsikan suatu obyek, fenomena, atau setting sosial yang akan dituangkan dalam tulisan yang bersifat naratif. Arti dalam penulisannya data dan fakta yang dihimpun berbentuk kata atau gambar dari pada angka. Dalam penulisan laporan penelitian kualitatif berisi kutipan-kutipan data (fakta) yang diungkap di lapangan untuk mmeberikan dukungan terhadap apa yang disajikan dalam laporannya.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian kualitatif di ranah pendidikan bersifat deskriptif. Tujuan penelitian kualitatif adalah memahami pandangan individu, mencaritemukan dan menjelaskan proses, dan menggali informasi mendalam tentang subjek atau latar penelitian yang terbatas (Putra, 2013: 44). Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di SD 1 Barongan Kudus.
Dalam memilih subjek penelitian, peneliti menggunakan teknik sampling purposive. Sampling purposive merupakan “Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu” (Sugiyono, 2015: 124). Pemilihan subjek tersebut dilatar belakangi karena tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dampak pembelajaran daring bagi siswa SD 1 Baronga Kudus.
3.3 Peran Peneliti
Peneliti melakukan penelitian secara langsung di SD 1 Barongan Kudus dan di daerah tempat tinggal siswa di Barongan Kudus, peneliti yang bertindak sebagai pengamat partisipan dan pengumpul data dalam upaya mengumpulkan