DAFTAR SINGKATAN DAN KONVERSI CKBC = Contoh Kecil Bebas Cacat
C. Rumah Kayu
Rumah kayu adalah rumah yang hampir 100 persen mulai dari lantai, dinding, sampai tiang-tiangnya terbuat dari kayu. Meskipun prinsipnya sama dengan rumah biasa, bangunan rumah kayu sebaiknya tidak langsung bersentuhan dengan tanah, agar tidak lembab dan tidak mudah diserang rayap. Lantai rumah kayu diangkat atau ditinggikan dari tanah minimal 50 cm. Bahkan untuk rumah kayu yang diangkat secara ekstrim seperti rumah panggung, di bagian bawah rumah yang lapang, bisa dijadikan garasi atau ruang servis, karena itu pondasi yang cocok untuk rumah kayu adalah pondasi setempat (umpak) (Hardjopranoto dan Suharsa, 2005).
1. Persyaratan dan Keunggulan Rumah Kayu Sebagai Tempat Tinggal
Rumah sebagai tempat tinggal harus memiliki kaidah-kaidah layak huni. Agar bangunan memiliki keandalan, bangunan tersebut harus memenuhi aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Bangunan Gedung No. 28/2002 (Sabaruddin, 2006).
Manusia memerlukan rumah sebagai tempat tinggal, berlindung dari cuaca dan binatang buas, serta bertahan hidup dari bencana alam. Rumah ideal sebagai tempat tinggal harus memenuhi persyaratan antara lain : tahan cuaca, tahan organisme perusak,
tahan gempa, mudah dibongkar dan dipasang kembali, aman dan nyaman dihuni, estetis dan arsitektural, sehat dan ramah lingkungan (Fahutan IPB, 2005).
Keunggulan Rumah Kayuadalah : (Pandey, 2006)
a. Efisien secara teknis. Pondasi diminimalisir, panel dinding tidak membebani dan dapat dikurangi ketebalannya. Komponen dasarnya (kayu, paku, baut) tidak mahal.
b. Ramah lingkungan dan lestari. Kayu bersifat sebagai sumberdaya terbarukan dan
tersedia secara komersial.
c. Diterima secara budaya. Sistem ini menggunakan bahan tradisional pada konteks
keteknikan yang modern.
d. Tahan dan Aman. Semua komponen diawetkan secara aman terhadap kehidupan
sehari-hari sehingga ramah lingkungan. Secara teknis, struktur rumah kayu tahan angin, gempa dan akibat-akibat alam lainnya
e. Teknik perbaikan sambungan semakin baik dan sangat presisi.
f. Konstruksi modular. Cocok untuk prefab atau pabrikasi di tempat. Semua komponen dirancang untuk prefab atau dipersiapkan di workshop.
g. Mudah dirakit. Hanya dibutuhkan pekerjaan kayu dasar dan alat-alat pertukangan dan keahlian diperlukan untuk menangani konstruksi ini.
2. Komponen Rumah Kayu
Bangunan rumah dapat diproduksi tiap-tiap komponennya kemudian dirangkai di lapangan yang meliputi : komponen pondasi, komponen lantai, komponen dinding, komponen langit-langit, komponen kuda-kuda, serta komponen atap (Fahutan IPB, 2005).
a. Komponen Pondasi
Dikenal 2 tipe pondasi, yaitu tembokan menerus dengan ketinggian lebih dari 50 cm untuk menghindari kelembaban akibat kontak langsung dengan tanah dan panggung
dengan ketinggian lebih dari 50 cm, lantai kayu dengan pondasi umpak untuk
menghindari genangan dan serangan rayap.
b. Komponen Lantai dan Dinding
Komponen lantai dan dinding pada rumah kayu, konstruksinya hampir sama. Ada 2 tipe konstruksi untuk komponen lantai dan dinding rumah kayu. Pertama, konstruksi diafragma (kotak) yang menggunakan rangka kayu sebagai komponen struktural dan
plywood, panel kayu (block board, particle board, cement board, medium density fiber board, oriented strand board) atau bilik bambu sebagai lapisan penutup (sheathing). Kedua, konstruksi stress skin component dimana desain lantai dan dinding model ini
memanfaatkan papan-papan yang ditata membentuk sudut 45o
c. Komponen Atap
dari vertikal dan saling tegak lurus antar komponen sebagai lapisan penutup (sheathing). Untuk menghindari timbulnya celah akibat penyusutan, maka dapat ditambahkan bingkai antar pelat. Papan-papan miring ini berfungsi estetis dan sebagai komponen struktural.
Komponen atap terdiri dari komponen kuda-kuda, langit-langit dan atap. Komponen kuda-kuda didesain menggunakan papan paku yang dapat dibongkar dan dipasang dengan cepat. Langit-langit dapat dibuat dengan mempersiapkan komponen-komponen yang dapat disambung dengan mudah, sedangkan atap dapat mempergunakan seng atau asbes.
Bentuk dan bahan atap rumah kayu beragam jenisnya. Syaratnya bergaya natural dan bobotnya ringan. Bentuk atap rumah kayu berupa model standar seperti atap pelana atau perisai dan bentuk atap rumah tradisional seperti model atap rumah joglo, model lumbung Bali atau rumah adat Batak (Nurweda, 2005).
3. Komponen Dinding Geser (Shearwall)
Shearwall sebagai komponen dinding merupakan elemen vertikal pada sistem tahanan gaya lateral (lateral force resisting) yang berfungsi menopang diafragma dan mentransfer gaya-gaya lateral ke arah pondasi. Pada bangunan dengan diafragma kayu sering digunakan dinding geser dari bata atau beton seperti halnya dinding geser dengan rangka kayu (Anonim, 2004).
Sejumlah bahan sheathing dapat digunakan untuk dinding geser pada dinding
rangka kayu antara lain : Panel kayu struktural seperti plywood dan oriented strand board
(OSB), gypsum wallboard (drywall), fiberboard (termasuk fiber-cement panels) dan
lumber sheathing (horizontal atau diagonal sheathing). Panel kayu struktural mempunyai kapasitas dinding geser yang lebih besar jika dibandingkan dengan tipe sheathing lainnya. Dinding geser kantilever dimulai dari pondasi, dibebani oleh satu atau lebih gaya-gaya lateral dan diagram momen serta gaya-gaya geser pada segmen dinding geser satu lantai. Apabila terdapat tambahan lantai, akan terdapat tambahan gaya-gaya lateral yang bekerja pada dinding geser masing-masing tingkat diafragma.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan pada waktu mendesain dinding geser (Anonim, 2004) adalah ketebalan sheathing, pemakuan dinding geser, desain chord/elemen rangka bagian samping (tarik dan tekan), desain collector/elemen rangka bagian atas dan bawah (tarik dan tekan), ketentuan angkor (ikatan ke bawah dan geser), proporsi geser panel dan
Dinding geser rangka kayu yang umum adalah tipe yang menggunakan wood structural panel sheathing atau plywood siding. Wood structural panel sheathing
biasanya hanya dipasang pada satu sisi dinding sebagai pelapis akhir dinding (finish wall) dan jika gaya geser desain yang dipikul lebih besar maka panel sheathing dipasang pada kedua sisi dinding geser. Apabila menggunakan ukuran dan jarak paku yang sama pada kedua sisi panel sheathing, maka shearwall mempunyai kapasitas geser yang dobel.
Plywood siding dan structural wood panel siding juga dapat digunakan untuk menahan gaya-gaya pada dinding geser. Siding ini dapat dipaku langsung pada klos (stud) atau mungkin dipasang disamping gypsum sheathing yang mempunyai ketebalan 15,875 mm.
Desain wood light frame shearwall dibagi menjadi 3 macam metode, yaitu metode
Segmented shearwall yang mengasumsikan bahwa masing-masing dinding geser merupakan elemen kantilever, terjepit pada bagian dasar dan bagian atas bebas terdefleksi ke arah samping, metode Shearwall designed for force transfer around openings, dimana seluruh dinding termasuk bukaan berfungsi sebagai shearwall dan metode Perforated shearwall yang merupakan pengembangan semi empiris dari percobaan yang dilakukan pada shearwall (Anonim, 2005).
Lumber sheathing secara ekstensif digunakan untuk wood frame shearwalls.
Lumber sheathing dapat digunakan secara horizontal (straight sheathing), tetapi tipe ini relatif lemah dan fleksibel. Tipe lainnya adalah diagonal sheathing yang lebih kuat dan kaku oleh karena mempunyai sifat triangulasi seperti halnya sifat rangka batang (truss) (Anonim, 2004).
IBC menyediakan metode perhitungan untuk shearwall. Defleksi yang terjadi pada
shearwall adalah akibat lentur (bending), geser (shear), slip paku (nail slip) dan slip angkor (anchorage slip). Perilaku shearwall sama dengan kantilever I-beam. Chords
menahan momen, analog dengan flange dari I-beam dan terjadi perpanjangan aksial dan pemendekan chords akibat adanya defleksi. Kekakuan lentur dari shearwall ada hubungannya dengan kekakuan aksial chords (Anonim, 2005).