Bagaimana perhitungan harga pokok produksi dengan metode Full Costing dan Variable Costing dan dalam menentukan harga jual pada PT.
Galigo Food Makassar ? C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan metode Full Costing danVariable Costingdalam menentukan harga jual padaPT. Galigo Food Makassar.
D. Manfaat Penelitian
Secara terperinci manfaat penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan menambah referensi mengenai perhitungan harga pokok produksi dalam penentuan harga jual khususnya pada industri manufaktur.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai tinjauan informasi mengenai perhitungan harga pokok produksi yang lebih terinci dan
akurat sehingga dapat memberikan manfaat bagi pemilik usaha untuk menentukan harga pokok penjualan dankeputusan pemilik dalam menentukan langkah strategis perusahaan kedepannya.
9
BAB II
TINJAUANPUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Akuntansi Biaya.
a. Pengertian Akuntansi Biaya.
Pengertian akuntansi biaya menurut Ahmad Kamruddin (2017) adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian data, pembuatan dan penjualan produk ataupun jasa dengan cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya-biaya proses produksi dan penjualan produk atau penyerahan jasa dengan cara-cara tertentu beserta penafsiran terhadap hasilnya (Lukman Surjadi, 2016)
Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan, apabila akuntansi biaya ini berperan dalam memperhitungkan harga pokok produksi atau jasa yang dihasilkan dan sebagai bagian dari akuntansi manajemen ketika akuntansi biaya ini digunakan sebagai alat perencanaan, pengendalian dan pemngambilan keputusan terhadap pemakaian biaya. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan alat-alat yang diperlukan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, memperbaiki kualitas dan efesiensi, serta membuat keputusan yang bersifat rutin maupun strategis. Akuntansi biaya mengukur dan melaporkan setiap informasi keuangan dan non keuangan yang terkait
dengan biaya perolehan atau pemanfaatan sumber daya dalam suatu organisasi (Thelbic Lasut, 2015).
Berdasarkan beberapa defenisi akuntansi biaya diatas dapat saya simpulkan bahwa akuntansi biaya adalah proses penentuan, pengklasifikasian, perhitungan, dan pencatatan atas unsur biaya mulai dari proses pembuatan hingga penjualan produk atau jasa dengan cara tertentu serta menyajikan berbagai informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Akuntansi biaya menghasilkan informasi untuk memenuhi berbagai macam tujuan penentuan biaya produksi, pengendalian biaya dalam pengambilan keputusan oleh pihak perusahaan yang berkepentingan.
b. Tujuan Akuntansi Biaya
Menurut Mulyadi (2016:7) Akuntansi biaya memiliki beberapa tujuan pokok yaitu sebagai berikut :
a) Penentuan Biaya Produk
Untuk memenuhi tujuan dari penentuan biaya produk,akuntans biaya berperan mencatat,menggolongkan serta meringkas biaya-biaya terkait pembuatan produk ataupun penyerahan jasa.
b) Pengendalian Biaya
Untuk pengendalian biaya harus diawali dengan penentua biaya yang seharusnya dikorbankan untuk memproduksi setiap satu satuan produk.Jika biaya ini telah ditetapkan,selanjutnya akuntansi biaya bertugas untuk memantau apakah pengeluaran biaya yang telah dikeluarkan telah sesuai dengan biaya yang seharusnya.
11
c) Pengambilan Keputusan Khusus
Pengambilan keputusan khusus ini berkaitan dengan masa yang akan datang.Oleh karena itu informasi yang tepat dengan pengambilan keputusan khusus selalu meyangkut dengan informasi yang akan datang.Informasi biaya ini merupakan hasil suatu proses peramalan dan tidak tercatat dalam akuntansi biaya.
2. Penggolongan dan klasifikasi biaya
Penggolongan dan pengklasifikasian biaya merupakan suatu proses sistematis atau keseluruhan elemen biaya yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas dan penting. Klasifikasi biaya sangat diperlukan untuk mengembangkan data biaya yang dapat membantu pihak manajemen dalam mencapai tujuannya.
Menurut Mulyadi (2015:13) mengemukakan bahwa klasifikasi biaya dapat digolongkan menjadi lima golongan,yaitu :
a) Penggolongan Biaya menurut Objek Pengeluaran 1) Biaya Bahan Baku
2) Biaya Tenaga Kerja Langsung 3) Biaya Overhead
b) Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan
Dalam perusahaan jenis,terdapat tiga fungsi pokok dalam perusahaan yaitu :
1) Biaya Produksi
Biaya produksi yaitu fungsi yang berhubungan dengan biaya-biaya yang terjadi dalam pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.Contoh:biaya equipment dan biaya depresiasi
mesin,biaya bahan baku,biaya bahan penolong,biaya gaji karyawan,baik yang langsung maupun tidak langsung berhubungan
dengan biaya produksi.
2) Biaya Pemasaran
Biaya pemasaran yaitu biaya yang terjadi atau dikeluarkan dalam kegiatan penjualan produk dengan cara memuaskan pihak pembeli dan dapat menghasilkan laba yang sesuai keinginan perusahaan.
Contoh: biaya promosi, biaya iklan, biaya pendistribusian dari gudang perusahaan ke gudang customer, gaji karyawan yang melakukan kegiatan pemasaran.
3) Biaya Administrasi & Umum
Biaya ini menyangkut biaya-biaya yang digunaan untuk mengkoordinasikan setiap kegiatan yang berhubungan degan penentuan kebijaksanaan, pengarahan dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan. Contoh: biaya gaji karyawan bagian keuangan, bagian personalia, bagian hubungan masyarakat, biaya foto copy dan biaya pemeriksaan akuntan.
c) Biaya Menurut Hubungan Biaya Dengan Seusauatu Yang Dibiayai.
Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau dan pertemen. Dalam kaitannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dikelompokan menjadi dua yaitu:
1) Biaya Langsung (Direct Costing)
Biaya langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tidak memiliki bukti, maka biaya ini tidak dinamakan dengan biaya langsung. Dalam
13
kaitannya dengan produk, biaya langsung ini terbagi menjadi dua, yaitu biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
2) Biaya Tidak Langsung (Indirect Costing)
Biaya tidak langsung yaitu biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai secara langsung. Dalam hubungannya dengan produk biaya tidak langsung disebut dengan biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik.
d) Biaya Menurut Perilaku dalam Kaitanya dengan Hubungan Volume Kegiatan.
1) Biaya Variabel (Variable Cost)
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan adanya perubahan volume kegiatan.Contoh biaya variable adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
2) Biaya Semi Variable
Pada biaya semi variabel kebalikan dari biaya variabel.Biaya variabel yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.Biaya semi variable mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel..
3) Biaya Semi Fixed
Biaya semi fixed yaitu biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan dapat berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi terentu.
4) Biaya Tetap (Fixed Costing)
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume aktivitas tertentu.
e) Penggolongan Biaya berdasarkan Jangka Waktu Manfaatnya.
Atas dasar jangka waktu manfaatnya,biaya dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1) Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)
Pengeluaran modal adalah biaya yang memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi dalam hal ini satu tahun kelender. Contoh pengeluaran modal yaitu, pembelian aktiva tetap, pengeluaran utuk riset dan pengembangan suatu produk.
2) Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure)
Pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya memiliki manfaat selama periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Contohnya adalah biaya iklan, biaya telex dan biaya tenaga kerja.
3. Harga Pokok Produksi
a. Pengertian Harga pokok Produksi
Pengertian harga pokok produksi menurut Mulyadi (2015:16) adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang dan jasa selama periode bersangkutan. Deangan kata lain, bahwa harga pokok produksi merupakan biaya untuk memperoleh barang jadi yang siap dijual.
Harga pokok produksi adalah biaya dari suatu produksi dimana sering disebut juga biaya produksi yang terdiri dari tiga unsur biaya,
15
yaitu biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Harga pokok produksi terkait pada periode waktu tertentu. Harga pokok produksi sama dengan biaya produksi apabila tidak ada persediaan produk dalam proses awal dan akhir (V.
Wiratna,2015).
Menurut Supriyono (2016) harga pokok produksi adalah jumlah dari seluruh pengorbanan sumber ekonomi yang digunakan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.
Jadi harga pokok produksi adalah keseluruhan atau jumlah dari biaya-biaya yang dikeluarkan sehubunga degan proses produksi barang atau jasa sehingga menjadi barang jadi yang siap diperjualbelikan.Biaya tersebut menyangkup biaya bahan baku biaya tenaga kerja langsung maupun tidak langsung serta biaya overhead pabrik.
b. Unsur-Unsur Harga Pokok Produksi
Menurut Mulyadi (2015:24), didalam penentuan biaya produksi dipengaruhi oleh pendekatan yang digunakan untuk menentukan unsr-unsur biaya produksi yang diperhitungkan dalam biaya produksi yaitu metode full costing dan metode variable costing. Dalam metode full costing biaya produksi yang diperhitungkan dalam penentuan biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variabel.
Dalam metode variable costing, biaya produksi yang diperhitungkan adalah biaya produksi variabel yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Berdasarkan teori tersebut terdapat persamaan yang menjadi unsur pembentuk dari harga pokok produksi yaitu, biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
a) Biaya Bahan Baku
Bahan baku merupakan bahan yang digunakan dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari produk jadi dan dapat ditelusuri secara langsung dibagian produk jadi. Contoh dari teori ini adalah karet sebagain baha baku pembuatan ban.
b) Biaya Tenaga Kerja Langsung
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yangb terlibat secara langsung dalam proses mengubah bahan baku menjadi produk jadi. Menurut Mulyadi (2015:139) tenaga kerja merupakan usaha fisik atapun mental yang secara langsung dikeluarkan oleh pekerja atau karyawan dalam mengonversi bahan baku menjadi produk jadi. Contoh: tanaga kerja langsung yaitu tukang jahit dalam pembuatan pakaian.
c) Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik yaitu biaya yang digunakan dalam proses produksi selain bahan baku langsung,tenaga kerja langsung dan semua biaya pabrikasi lainnya yang tidak dibebankan secara langsung dalam prosuksi tetapi membantu dalam mengubah bahan baku menjadi produk selesai (Mulyadi 2015:194-195). Biaya overhead dapat dikelompokkan menjadi beberapa elemen yaitu sebagai berikut:
17
1) Bahan Tidak Langsung
Bahan tidak langsung (indirect material) yaitu bahan-bahan yang digunakan dalam menyelesaikan suatu produk, tetapi pemakaiannya relatif kecil atau sedemikian rumit, biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung dalam produk jadi.
Contoh:biaya tidak langsung yaitu, oli, paku, pelumas dan benang.
2) Tenaga Kerja Tidak Langsung
Tenaga kerja tidak langsung dapat didefenisikan sebagai karyawan atau pekerja yang dikerahkan untuk membantu dalam pengolahan produksi tatapi tidak secara langsung mempengaruhi pembuatan atau pembentukan barang jadi.
Contoh: gaji pengawas pabrik, gaji resepsonis pabrik dan pekerja bagian pemeliharaan mesin.
3) Biaya Tidak Langsung Lainya
Biaya tidak langsung lainnya yang dimaksud adalah biaya selain bahan tidak langsung maupun tenaga kerja tidak langsung yang membantu dalam proses pengolahan barang jadi. Contoh biaya listrik pabrik, biaya sewa pabrik dan biaya penyusutan pabrik.
4. Metode Penentuan Harga Pokok Produksi
Menurut Mulyadi (2016:17) metode penentuan harga pokok produksi adalah dengan cara memperhitungkan unsur-unsur biaya kedalam harga pokok produksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur
biaya kedalam perhitungan harga pokok produksi terdapat dua pendekatan yaitu, full costing dan variabel costing.
a. Metode Full Costing
Metode Full Costing merupakan metode penentuan kos produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam kos produksi, yang terdiri dari bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat variabel (variable cost) maupun yang bersifat tetap (fixed cost).
Dengan demikian biaya produksi menurut metode full costing terdiri dari unsur biaya berikut ini :
Biaya bahan baku langsung xxx Biaya tenaga kerja langsung xxx Biaya overhead pabrik tetap xxx Biaya overhead pabrik variabel xxx
+ Harga pokok produksi xxx
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode full costing (Reza Ramdani, 2017) :
1. Biaya overhead pabrik baik yang variabel maupun tetap, dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka pada kapasitas normal atau dasar biaya overhead yang sesungguhnya.
2. Selisih biaya overhead pabrik akan timbul apabila biaya overhead pabrik yang dibebankan berbeda dengan biaya overhead pabrik yang sebenarnya terjadi.
19
3. Apabila semua produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual, maka pembebanan biaya overhead pabrik kurang atau lebinya akan digunakan untuk mengurangi atau menambah harga pokok (baik produk dalam proses maipun produk jadi).
b. Metode Variable Costing
Metode variable costing adalah metode yang digunakan untuk menentukan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan unsur biaya produksi yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku,biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Berikut ini bentuk dari perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode variable costing.
Biaya bahan baku xxx
Biaya tenaga kerja langsung xxx Biaya overhead pabrik variabel xxx
+ Harga pokok produksi xxx
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode variabel costing (Reza Ramdani, 2017) :
1. Biaya overhead pabrik tetap diperlukan sebagai periode cost bukan sebagain unsur harga pokok produk, sehingga biaya overhead pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.
2. Dalam kaitannya dengan produk yang belum laku, biaya overhead pabrik tetap tidak melekat pada persediaan tersebut, melainkan langsung sebagai biaya dalam periode terjadinya.
3. Penundaan pembebanan suatu biaya hanya bermanfaat jika dengan penundaan tersebut diharapkan dapat dihindari terjadinya biaya yang sama periode yang akan datang.
Pedekatan variable costing dikenal sebagai contribution approach yaitu suatu format laba rugi yang mengelompokkan biaya berdasarkan perilaku biaya, dimana biaya-biaya dipisahkan berdasarkan biaya variabel dan biaya tetap tetapi tidak dipisahkan menurut fungsi produksi, fungsi administrasi dan fungsi penjualan.
Metode variable costing, menggunakan pendekatan perilaku yang artinya perhitungan harga pokok produksi dan penyajian dalam laba rugi didasarkan atas perilaku biaya-biaya yang digunakan. Biaya yang dibebankan dalam metode ini adalah biaya non produksi.
5. Penetapan Harga Jual a. Pengertian Harga Jual
Menurut Kotler, dkk 2016 harga adalah sejumlah uang yang di korbankan untuk suatu barang atau jasa, atau nilai dari konsumen yang ditukarkan untuk mendapatkan manfaat atau kepemilikan atas penggunaan produk atau jasa. Sedangkan menurut Suprayanto dan Rosad (2015:09) harga adalah sejumlah uang atau sesuatu dalam bentuk lainnya yang memiliki nilai yang diperlukan untuk mendapatkan suatu produk.
21
Menurut Oentoro (dalam Sudaryono, 2016:16) menyatakan harga jual adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang untuk mafaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelempok tertentu.
Menurut Wiwik Lestari, dkk (2017:158) mendefenisikan harga jual sebagai nilai atau angka yang telah menutupi biaya produksi secara utuh dan ditambahkan dengan laba atau keuntungan dalam jumlah yang wajar. Harga jual merupakan biaya atau cost yang ditambah dengan markup sebesar persentase tertentu dari biaya tersebut.Harga jual adalah besaran harga yang dikeluarkan dan akan ditawarkan kepada konsumen, sebagai imbalan dari pengeluaran biaya produksi ditambah dengan biaya nonproduksi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mencapai laba yang diinginkan (Slamet Sugiri, 2015:164).
Berdasarkan beberapa defenisi tersebut maka penulis menyimpulkan bahwa harga merupakan jumah uang yang diperlukan untuk memperoleh produk yang diinginkan. Harga harus dihubungkan dengan bermacam-macam barang pelayanan yang akhirnya akan sesuai dengan suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Penentuan harga jual produk dapat mempengaruhi kuantitas yang diproduksi dan dijual sehingga dapat mempengaruhi pendapatan yang diterima perusahaan serta biaya yang dikeluarkan perusahaan.
b. Tujuan Penetapan Harga Jual
Menurut Fandy Tjiptono (2015:154) penetapan harga merupakan pemilihan yang dilakukan perusahaan terhadap tingkat harga umum
yang berlaku untuk produk tertentu, relatif terhadap harga para pesaing. Penetepan harga terhadap suatu produk atau jasa memiliki berbagai tujuan. Menurut Fandy Tjiptono (2015:154), terdapat beberapa hal yang menjadi tujuan penetapan harga, yaitu :
a) Tujuan beroirentasi pada laba
Asumsi teori ekonomi klasik menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba paling tinggi. Tujuan ini dikenal dengan istilah maksimisasi laba.
b) Tujuan berorientasi pada volume
Selain tujuan beroirentasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa dikenal dengan istilah volume pricing objectives.
c) Tujuan berorientasi pada citra
Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra prestisius.
Sementara itu harga rendah dapat digunakan untuk membentuk citra nilai tertentu.
d) Tujuan stabilisasi harga.
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilitasi harga dalam industri-industri tertentu yang produknya sangat terstandarisasi
23
(misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri(industry leader).
c. Metode Penetapan Harga Jual
Menurut Tjiptono dan Diana(2016:226) secara garis besar metode penetapan harga dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama, yaitu metode penetapan harga berbasis permintaan, berbasis biaya, berbasis laba, dan berbasis persaingan
.
a) Metode penetapan biaya berbasis permintaan.
Metode ini lebih menekankan faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pelanggan daripada faktor-faktor seperti biaya, laba, dan persaingan
.
b) Metode Penetapan Harga Berbasis Biaya
Dalam metode ini, faktor penentu harga yang utama adalah aspek penawaran atau biaya, bukan aspek permintaan. Harga ditentukan berdasarkan biaya produksi dan pemasaran yang ditambah dengan jumlah tertentu, sehingga dapat menutupi biaya-biaya langsung, biaya overhead, dan laba.
c) Metode Penetapan Harga Berbasis Laba
Metode ini berusaha menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam penetapan harganya. Upaya ini dapat dilakukan atas dasar target volume laba spesifik atau dinyatakan dalam bentu persentase terhadap penjualan atau investasi
.
d) Metode penetapan harga berbasis persaingan.
Selain berdasarkan pada pertimbangan biaya, permintaan, atau laba, harga juga dapat ditetapkan atas dasar persaingan, yaitu apa yang dilakukan pesaing.
B. Penelitian Terdahulu
Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu
No.
Deskriptif Berdasrkan perbandingan metode full costing dan yang jauh lebih tinggi dari pada metode variabel
25
full costing juga lebih
27
Yanuar
29
C. Kerangka Konsep
Gambar 2. 1 Kerangka Konsep
Keterangan :
PT. Galigo Food Makassar adalah perusahaan yang bergerak dibidang kuliner. Salah satu produk yang banyak dikenal dari perusahaan ini adalah Pisang Goreng Nugget Makassar
Dalam pembahasan kerangka pikir ini perusahaan harus bisa memperhitungkan harga pokok produksi yang digunakan dalam kegiatan produksi. Berdasarkan uraian pustaka sebelumnya telah dikemukakan beberapa pendapat para ahli yang berkaitan dengan biaya produksi. Konklusi yang dapat ditarik yaitu, bahwa biaya produksi merupakan sejumlah biaya yang timbul akibat dari proses produksi dari bahan baku hingga menjadi sebuah produk yang siap
PT.
Galigo Food Makassar
Perhitungan Harga Pokok Produksi
Full Costing Variable Costing
Penetapan Harga Jual
Kesimpulan &
Saran
dijual.Secara umum terdapat 4 komponen biaya yang dibutuhkan untuk mendukung proses produksi tersebut, yaitu:
1. Biaya bahan baku/persediaan barang 2. Biaya tenaga kerja
3. Biaya overhead pabrik variabel 4. Biaya overhead pabrik tetap
Berdasarkan komponen utama biaya tersebut perhitungan harga pokok produksi dapat dilakukan dengan menggunakan metode full costing dan variabel costing. Dengan demikian dari hasil perhitungan segala biaya produksi yang digunakan saat proses produksi, perusahaan dapat mengetahui harga jual yang ditetapkan.
Dari hasil penetapan harga jual yang dihasilkan dari perhitungan harga pokok produksi tersebut yang dilakukan dengan menggunakan 2 metode maka, kesimpulan dan saran akan dikembalikan kepada perusahaan, untuk dijadikan pertimbangan dalam menetapkan harga jual yang tepat kedepannya agar mampu bersaing dengan jenis usaha yang sama.
31
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Berdasarkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan variable costing dalam menentukan harga jual pada Pisang Goreng Nugget Makassar Cabang Pettarani, maka penelitian ini di klasifikasikan kedalam penelitian deskriptif kuantitatif.
Penelitian deskriptif kuantitatif adalah metode menganalisis dengan cara menggambarkan permasalahan yang diteliti dan dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data, sampai pada penampilan hasilnya (Sugiyono, 2016).
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Pisang Goreng Nugget Makassar Cabang Pettarani yang berlokasi di Jl. A.P. Pettarani No.72A, Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan kurang lebih selama 2 bulan, terhitung mulai dari bulan Agustus 2021 sampai September 2021.
C. Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan menghindari terjadinya kesalahan menginterpretasikan judul penelitian ini, maka penulis merasa perlu membahas beberapa defenisi operasional agar tercipta kesatuan persepsi, antara lain:
1. Harga pokok produksi adalah jumlah dari biaya-biaya yang dikorbankan mulai dari pengadaan bahan baku sampai proses akhir produk siap untuk dijual.
2. Metode full costingmerupakan metode penentuan harga pokok produksi yang menjumlahkan seluruh pengorbanan sumber ekonomi yang digunakan untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang siap dijual baik yang bersifat tetap maupun yang bersifat variabel.
2. Metode full costingmerupakan metode penentuan harga pokok produksi yang menjumlahkan seluruh pengorbanan sumber ekonomi yang digunakan untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang siap dijual baik yang bersifat tetap maupun yang bersifat variabel.