• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUNTUHNYA TEMBOK YERIKHO

Dalam dokumen B U K U P E G A N G A N G U R U (Halaman 47-50)

Kitab Bacaan:

Yos. 6

Kebenaran Pelajaran:

Yosua dan umat Israel percaya bahwa Allah akan menolong mereka menaklukkan kota Yerikho.

Tujuan Pelajaran:

Mengajarkan murid-murid bahwa seharusnya mereka selalu memiliki keberanian untuk percaya kepada Allah di dalam segala keadaan.

Ayat Hafalan:

“Allah menolong kami.” (1 Sam. 7:12)

Doa:

Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah melindungi kami setiap harinya. Engkau menghendaki agar kami menjadi percaya di dalam-Mu setiap waktu. Tolonglah agar kami memiliki iman yang lebih. Haleluya! Amin.

PERSIAPAN MENGAJAR

Kota Yerikho telah dibangun ribuan tahun yang lalu sebelum Yosua lahir, merupakan salah satu kota tertua di dunia ini. Di beberapa tempat, terdapat tembok dengan tinggi sekitar 7,5 m dan tebal 6 m. Tentara berjaga-jaga di setiap atap tembok dan dapat melihat dengan jarak pandang yang cukup jauh. Yerikho merupakan lambang dari kekuasaan dan kekuatan militer.

Allah memberitahukan kepada Yosua bahwa Yerikho telah diserahkan ke dalam tangan-Nya. Mengapa Allah memberikan perintah yang demikian rumit kepada Yosua dalam peperangan menaklukkan Yerikho? Karena Allah hendak menguji iman dan ketaatan bangsa Israel dalam mengikuti Allah sepenuhnya. Dan Allah memberitahukan dengan jelas bahwa peperangan itu akan bergantung kepada-Nya dan bukan kepada senjata yang dimiliki bangsa Israel.

Allah juga menyuruh umat Israel untuk menghancurkan setiap barang jarahan dan setiap orang yang hidup di Yeriko. Karena segala perbuatan jahat dan pelanggaran mereka, orang-orang Kanaan merupakan kubu pemberontakan melawan Allah. Rahab dan seluruh anggota keluarganya selamat karena ia percaya kepada Allah dan karena ia telah menyelamatkan dua pengintai Israel. Tujuan Allah adalah untuk menjaga kepercayaan umat Israel agar tetap murni dan tidak berubah. Allah tidak menghendaki satupun kebiasaan orang tanah Kanaan tetap bertahan.

PEMAHAMAN MURID-MURID

Rasa percaya dibangun ketika seseorang harus bergantung pada orang lain, dan rasa percaya yang lain pada orang tua murid-murid Anda, karena orang tua mereka-lah yang memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Di mata murid-murid Anda, orang tua mungkin adalah orang yang paling dapat dipercaya di muka bumi ini. Mudah sekali bagi mereka untuk menaruh kepercayaan mereka pada orang tua, karena orang tua mereka dapat dilihat dan orang tua juga mempunyai banyak kesempatan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka. Ketika anak-anak merasa takut, orang tua menghibur dan melindungi mereka. Ketika orang tua berjanji akan melakukan sesuatu pada anak-anak, orang tua hampir selalu akan menepati janji itu. Dengan mudah murid-murid Anda mempercayai orang tua mereka.

Bagaimanapun juga, Anda perlu mengajarkan mereka bahwa Allah lebih dapat dipercaya dari siapapun. Allah mengasihi mereka seperti orang tua mereka. Mungkin mereka akan sedikit sulit untuk mengerti. Ketika murid-murid Anda mendapatkan pengalaman dalam mempercayai seseorang, hampir selalu dengan seseorang yang kelihatan, dan tindakan orang itu dapat dilihat dengan mudah. Namun dengan Allah, hal ini menjadi sulit. Allah tidak kelihatan, dan perbuatan-Nya yang setia tidak selalu dapat dilihat dengan mudah. Karena itulah cerita-cerita Alkitab dan kesaksian-kesaksian pribadi menjadi sangat penting. Tunjukkanlah berbagai bukti bahwa Allah setia kepada umat-Nya. Bagilah kesaksian pribadi tentang kesetiaan Allah di dalam hidup Anda. Murid-murid Anda pada akhirnya akan memahami kasih Allah kepada umat Israel dari mendengarkan pelajaran di dalam kelas. Dengan berjalannya waktu, maka murid-murid Anda menghadapi keadaan di mana mereka harus percaya kepada Allah. Mereka akan teringat akan pelajaran ini, dan memiliki pemahaman yang kuat bahwa Allah akan menyertai mereka menghadapi kesulitan yang mereka temui.

Yerikho:

Kota yang dikelilingi tembok yang besar.

Berbaris:

Berjalan teratur dan pada waktu yang sama.

KISAH PELAJARAN

Anak-anak, apakah kalian ingat, pada suatu hari Yosua mengutus dua orang pengintai memasuki kota Yerikho untuk mengamati seberapa kuat kota itu dan ada berapa banyak prajurit di dalamnya?

Ketika dua pengintai ini memasuki kota Yerikho, ada orang yang mencurigai mereka. Mereka kemudian diikuti, namun berhasil bersembunyi di sebuah rumah yang dekat dengan tembok kota. Seorang perempuan bernama Rahab menyembunyikan mereka hingga cukup aman bagi mereka untuk meninggalkan kota. Sebagai balasan atas perbuatan Rahab yang menyelamatkan dua pengintai Israel, mereka berjanji pada Rahab bahwa ketika bangsa Israel

menyerbu kota Yerikho, Rahab dan seisi keluarganya tidak akan dibunuh.

Ketika kedua pengintai ini pulang ke perkemahan bangsa Israel, orang-orang bersukacita karena kedua orang-orang ini berhasil kembali pulang dari tugas yang berbahaya. Peristiwa ini memberikan semangat kepada bangsa Israel untuk mempercayai bahwa Allah akan menyerahkan tanah yang Ia janjikan ke dalam tangan mereka.

Pergi ke Yerikho

Setelah mereka memutuskan untuk pergi ke Yerikho, Allah memberikan rencana peperangan kepada bangsa Israel. Kota Yerikho mempunyai tembok yang tinggi dan kuat mengelilinginya. Allah memerintahkan mereka untuk berbaris mengelilingi kota satu kali setiap harinya selama enam hari. Maka bangsa Israel melakukannya.

Esok harinya, Yosua memerintahkan orang-orang untuk membuat barisan yang panjang dan berbaris mengelilingi kota Yerikho, di luar tembok kota yang tinggi besar itu. Pertama, berbaris para prajurit. Berikut berbaris para imam yang meniup sangkakala yang berkilauan, ”Teeet! Teeet!” suaranya nyaring terdengar selama mereka berjalan. Di belakang mereka berbaris lebih banyak lagi imam yang membawa Tabut Perjanjian di dalam sebuah kotak emas dan ditutupi kain berwarna biru. Berikutnya berbaris lebih banyak prajurit bangsa Israel, dan di barisan terakhir, berbaris seluruh bangsa Israel. Tidak ada orang yang mengeluarkan suara – Yosua bahkan memerintahkan mereka untuk tidak berbicara! Hanya terdengar suara panjang dari sangkakala yang ditiup para imam: ”Teeet! Teeet!”

Hari berikutnya semua orang kembali berbaris. Mereka semua menaati perintah Allah yang diberikan kepada Yosua. Mereka berbaris mengelilingi kota Yerikho dan kembali ke perkemahan. Mereka melakukan ini semua selama enam hari.

Tembok Kota Yerikho Runtuh

Di hari yang ke-tujuh, bangsa Israel bangun pagi-pagi sekali untuk mulai berbaris. Mereka berbaris mengelilingi kota Yerikho. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam kali mereka mengelilinginya, seperti yang Allah perintahkan kepada mereka. Namun setelah bangsa Israel mengelilingi kota Yerikho tujuh kali, mereka berhenti dan berdiri tak bergerak.

”Bersoraklah! Teriak Yosua, ”Karena Allah telah menyerahkan kota ini kepadamu!”

Lalu segenap prajurit dan orang Israel bersorak, sementara seluruh imam meniup sangkakala mereka sekencang-kencangnya! Seketika itu juga tembok kota Yerikho yang besar itu mulai bergoyang dan bergetar. Tembok itu runtuh! Dengan suara yang sangat keras tembok itu runtuh hingga rata dengan tanah.

Segera bangsa Israel menyerbu kota Yerikho. Mereka telah menaati perintah Allah, dan Ia-pun meruntuhkan tembok kota Yerikho.

Tembok Yang Runtuh

Kita dapat membayangkan bagaimana tembok yang sangat tebal, sangat besar, begitu saja runtuh. Sebelum penduduk kota Yerikho menyadari apa yang

terjadi, bangsa Israel menyerbu memasuki kota. Namun Yosua menepati janjinya dan menyelamatkan Rahab dan seisi rumahnya.

Setelah peristiwa ini, bangsa Israel menyadari bahwa rencana Allah adalah yang terbaik, dan mereka harus percaya pada Allah atas segala sesuatu.

MENGULANG DAN PERTANYAAN

1. Berapa banyak pengintai yang diutus Yosua ke kota Yerikho? (Dua orang.) 2. Di manakah Rahab menyembunyikan kedua pengintai ketika beberapa orang

mencari mereka? (Rahab menyembunyikan mereka di dalam rumahnya.) 3. Apakah yang diperintahkan Allah kepada umat Israel sebelum mereka

memasuki kota Yerikho itu? (Allah memerintahkan umat Israel berjalan mengelilingi satu kali dalam sehari selama enam hari. Pada hari ketujuh, mereka harus berjalan mengelilingi kota itu sebanyak tujuh kali. Ketika para imam meniupkan sangkakala dengan bunyi yang panjang pada putaran yang ketujuh, Yosua memberikan perintah, “Bersoraklah! Karena Allah telah memberikan

ini kepadamu.” Lalu umat Israel bersorak dengan keras dan tembok itupun

runtuh.)

4. Apakah Yosua membunuh Rahab, seorang perempuan yang telah menyelamatkan nyawa kedua pengintai utusannya? (Tidak, Yosua menyelamatkan nyawa Rahab dan seisi anggota keluarganya.)

Siapakah yang memiliki kekuatan yang besar untuk menghancurkan kota Yerikho? Dapatkah kalian melakukan hal yang dilakukan Allah terhadap kota Yerikho? Tentu saja tidak. Hanya Allah saja yang dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan manusia. Ketika Allah hendak melakukan sebuah mujizat, kita harus mempunyai iman di dalam doa kita. Allah akan senang sekali bila kita percaya dan memiliki iman yang besar kepada-Nya. Anak-anak, apakah kalian percaya kepada Allah? Pernahkah kalian menghadapi keadaan ketika kalian harus berdoa dan memohon pertolongan Allah? Apakah kalian memiliki iman sebesar yang dimiliki bangsa Israel yang mengelilingi tembok Yerikho sebanyak tiga belas kali?

kota

KISAH APLIKASI KEHIDUPAN

Dalam dokumen B U K U P E G A N G A N G U R U (Halaman 47-50)

Dokumen terkait