• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Akuntansi

2.1.5. Saldo Normal Akun

Hubungan antara aktiva, kewajiban dan modal dapat dirumuskan ke dalam sebuah persamaan akuntansi (accounting equation) sebagai berikut :

Rumusan persamaan akuntansi di atas sifatnya baku (mutlak), dimana kewajiban harus ditempatkan terlebih dahulu sebelum modal, ini mengandung makna bahwa kreditor memiliki hak yang pertama atas kekayaan perusahaan, setelah itu sisa asset yang masih ada barulah merupakan hak pemilik modal atau pemegang saham.

Sebuah sistem akuntansi dirancang untuk menunjukkan kenaikan ataupun penurunan saldo masing-masing komponen laporan keuangan. Kenaikan ataupun penurunan saldo ini haruslah dicatat secara terperinci dan terpisah untuk setiap komponen laporan keuangan. Catatan akuntansi yang terperinci dan terpisah inilah yang dinamakan sebagai akun (perkiraan). Jadi akun adalah catatan akuntansi mengenai kenaikan atau penurunan saldo dari masing-masing aktiva, kewajiaban dan

AKTIVA= KEWAJIBAN + MODAL

modal. Daftar yang memuat mengenai keseluruhan kode (nomor) dan nama akun dinamakan sebagai bagian perkiraan (chart of accounts). Kode dan nama akun yang terdapat di dalam daftar merupakan kode dan nama akun yang digunakan oleh perusahaan untuk mencatat dan mengkasifikasikan setiap transaksi yang terjadi.

Contoh Chart Of Accounts (COA) :

1. Aktiva

Menurut SAK (Standar Akuntansi keuangan) No. 16 tahun 2004 dalam Suhardiyanto (2015:51) yang dimaksud dengan aktiva adalah “Sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomis di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan”.

Aktiva dibagi menjadi 2 (dua), antara lain : a. Aktiva Lancar

Aktiva lancar adalah seperti kas dan aktiva lainnya yang diharapkan akan dapat dikonversi menjadi kas, dijual atau dikonsumsi dalam waktu satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan, tergantung mana yang paling lama. Berikut beberapa contoh aktiva lancar :

1) Kas

Kas sendiri terdiri dari uang kas yang disimpan di bank (cash in bank) dan uang kas yang tersedia di perusahaan (cash on hand). Kas merupakan aktiva yang paling likuid yang dimiliki oleh perusahaan, kas akan di urut dan ditempatkan sebagai komponen pertama dari aktiva lancar dalam

neraca. Kas meliputi uang logam, uang kertas, cek, wesel pos (kiriman uang lewat pos atau money orders) dan deposito.

2) Piutang

Piutang pada umumnya diklasifikasikan menjadi :

a) Piutang usaha, yaitu jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit, piutang usaha biasanya diperkirakan dapat ditagih dalam jangka waktu relativ pendek, biasanya dalam waktu 30 hingga 60 hari.

b) Piutang wesel, yaitu tagihan perusahaan kepada pembuat wesel.

Pembuat wesel di sini adalah pihak yang telah berhutang kepada perusahaan, baik melalui pembelian barang atau jasa secara kredit maupun melalui peminjaman sejumlah uang.

c) Piutang lain-lain, yaitu piutang bunga (tagihan kreditor kepada debitor sebagai hasil dari pemberian pinjaman uang), piutang deviden (tagihan investor sebagai hasil dari penanaman modal), piutang pajak (tagihan subjek pajak kepada pemerintah berupa pengembalian atas kelebihan pembayaran yang berhutang).

3) Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka yang termasuk dalam aktiva lancar adalah pengeluaran yang telah dilakukan untuk manfaat yang akan diterima dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan, tergantung yang paling lama. Contoh : biaya asuransi dan biaya sewa.

b. Aktiva Tidak Lancar

Aktiva tidak lancar adalah aktiva yang tidak memenuhi definisi aktiva lancar.

Berikut berbagai macam contoh aktiva tidak lancar : 1) Investasi Jangka Panjang

Investasi yang dimiliki untuk tujuan jangka panjang akan dilaporkan ke neraca dengan judul “investasi”. Sekuritas hutang (obligasi) dan sekuritas ekuitas (saham) yang di beli perusahaan dengan maksud bukan untuk di jual dalam waktu satu tahun mendatang akan diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang. Investasi jangka panjang juga dapat berupa penyertaan atau kepemilikan saham biasa dalam perusahan.

2) Aktiva Tetap

Pengertian aktiva tetap menurut PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) dalam Suhardiyanto (2015:56) menyatakan bahwa “Aktiva tetap merupakan aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan serta mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”.

Sedangkan menurut Munawir dalam Suhardiyanto (2015:57) jenis-jenis aktiva tetap adalah sebagai berikut :

a) Tanah yang diatasnya didirikan bangunan atau digunakan operasi, misalnya sebagai lapangan, halaman, tempat parkir dan lain sebagainya.

b) Bangunan, baik bangunan kantor, toko maupun bangunan untuk pabrik

c) Mesin d) Inventaris

e) Kendaraan dan perlengkapan atau alat-alat lainnya.

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa aktiva tetap merupakan aktiva berwujud yang dimiliki perusahaan yang digunakan dalam operasi perusahaan tidak dimaksudkan untuk dijual dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

3) Aktiva Tidak Berwujud

Aktiva tidak berwujud (intangible assets) adalah aktiva yang tidak memiliki wujud fisik dan dihasilkan sebagai akibat dari sebuah kontrak hukum, ekonomi maupun kontrak sosial. Di dalam akuntansi, diakuinya sebuah aktiva tidak berwujud apabila perusahaan berpotensi akan mendapatkan manfaat ekonomi di masa yang akan datang dari asset tersebut dan biaya-biaya dalam perolehannya bisa diukur dengan handal.

Contoh aktiva tetap tidak berwujud antara lain : a) Nama baik (Goodwill)

Goodwill adalah keistimewaan atau kelebihan tertentu yang dimilki suatu entitas. Diakui apabila terjadi transaksi pada perusahaan yang di nilai lebih oleh entitas lain. Contoh : keistimewaan perusahaan karena mempunyai reputasi yang sangat bagus dan mempunyai produk yang tidak dimiliki oleh para pesaing.

b) Merk Dagang (Trademark)

Merupakan hak yang didapat dari suatu merk komersil tertentu.

Contoh: logo, tulisan, simbol ataupun kombinasi yang mewakili entitas tertentu.

c) Waralaba (Franchise)

Merupakan hak yang guna untuk melakukan jenis usaha tertentu.

d) Hak Patent (Patent)

Merupakan hak yang didapat dari penemuan tertentu, penemu tersebut akan mendapatkan manfaat dalam waktu tertentu dan di masa mendatang (bisa diperpanjang). Contoh : penemuan sistem, produk atau rekayasa.

e) Hak Sewa (Lease Hold)

Hak sewa diperoleh dari transaksi sewa aktiva tertentu, disahkan oleh notaris dan dalam tempo kurun waktu tertentu. Contoh : sewa gedung, kendaraan, mesin dan lain-lain.

f) Hak Cipta (Copyright)

Merupakan hak yang diberikan karena suatu penulisan. Contoh : penulisan novel, puisi, karya ilmiah dan skenario film.

g) Izin Penyiaran (Broadcast Licenses)

Hak yang didapat dari pemerintahan untuk bisa melakukan aktivitas yang terkait dengan bidang usaha perusahaan. Licenses ini ada masa waktunya, apabila telah habis maka harus diperpanjang/diperbarui.

2. Kewajiban

Menurut Suhardiyanto (2015:69) mengemukakan bahwa “Kewajiban adalah hutang suatu perusahaan yang timbul dari transaksi pada waktu yang lalu dan harus dibayar dengan kas, barang atau jasa di masa yang akan datang”.

a. Kewajiban Lancar

Kewajiban lancar adalah kewajiban yang diperkirakan akan dibayar dengan menggunakan aktiva lancar atau menciptakan kewajiban lancar lainnya dan harus segera dilunasi dalam jangka waktu satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan, tergantung mana yang paling lama.

1) Hutang Usaha

Hutang usaha (account payable) timbul pada saat barang atau jasa diterima sebelum melakukan pembayaran. Hutang usaha ini biasanya akan segera dilunasi oleh perusahaan dalam jangka waktu yang sangat singkat sesuai dengan pembayaran kredit (credit term) yang tercantum dalam tagihan (invoice).

2) Beban yang Masih Harus Dibayar

Merupakan beban yang masih menjadi kewajiban perusahaan namun belum dibayarkan sampai periode akuntansi. Berikut ini contoh beban yang masih harus dibayar, yaitu :

a) Hutang Pajak Penghasilan (Income Taxes Payable)

Merupakan jumlah pajak yang terhutang kepada pemerintah atas besarnya gaji karyawan yang terkena pajak penghasilan.

b) Hutang Bunga

Merupakan jumlah bunga yang terhutang kepada kreditor atas dana yang dipinjam.

c) Hutang Upah (Wages Payable)

Merupakan jumlah upah yang terhutang kepada karyawan atas manfaat yang telah diterima perusahaan melalui pemakaian jasa karyawan selama periode perusahaan berjalan.

3) Pendapatan Diterima Dimuka

Pendapatan diterima dimuka (unearned revenue) timbul pada saat pembayaran diterima sebelum barang atau jasa diberikan. Contoh : sewa diterima dimuka (unearned rent) dimana pihak yang menyewakan biasanya akan menerima terlebih dahulu uang muka dari penyewa untuk pemakaian sewa beberapa bulan ke depan.

b. Kewajiban Tidak Lancar

Kewajiban tidak lancar adalah kewajiban yang diperkirakan tidak akan dibayarkan dalam waktu satu tahun (12 bulan) atau dalam satu siklus operasi normal perusahaan. Contoh : Hutang Jangka Panjang.

3. Ekuitas Pemilik

Ekuitas pemilik dalam perusahaan perseroan (corporation) dinamakan sebagai ekuitas pemegang saham (stockholders equity). Dalam perusahaan perseroan, investor atau para pemegang saham merupakan pemilik perusahaan.

Dalam neraca perseroan, bagian ekuitas pemegang saham akan melaporkan secara terperinci jumlah dari masing-masing dua sumber utama modal.

a. Modal Disetor

Modal disetor adalah modal keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk ditukarkan dengan saham. Oleh karena itu, sumber utama modal disetor adalah berasal dari penerbitan saham (modal saham). Jumlah maksimum lembar saham yang dapat diterbitkan oleh perseroan dinamakan sebagai modal dasar (modal yang diotorisasi). Besarnya modal dasar (authorized capital) ini biasanya disebutkan dalam piagam atau akta pendirian perusahaan.

b. Prive

Prive adalah pengambilan dana atau sejumlah uang dari perusahaan untuk kepentingan pribadi milik perusahaan. Nantinya prive tersebut akan mengurangi nilai modal yang dimiliki perusahaan.

4. Pendapatan (Revenues)

Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh perusahaan selama satu periode.

Dengan arti lain pendapatan merupakan arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva penyelesaian kewajiban entitas dari pengiriman barang, pemberian jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama dari perusahaan.

a. Pendapatan Usaha

Penerimaan/pendapatan yang diterima oleh perusahaan dari hasil operasi utama perusahaan.

b. Pendapatan Sewa

Penerimaan/pendapatan sewa yang diterima oleh perusahaan dari hasil penyewaan atau bangunan kepada pihak lain.

c. Pendapatan Bunga

Penerimaan/pendapatan dari bank atas penyimpanan dana di bank atau merupakan pendapatan atas kelebihan pinjaman yang diberikan kepada kreditor.

5. Beban (Expense)

Beban adalah pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan selama satu periode akuntansi. Dengan arti lain beban merupakan arus keluar aktiva atau penggunaan lainnya atas aktiva atau terjadinya (munculnya) kewajiban entitas yang disebabkan oleh pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama perusahaan. Berikut beberapa contoh beban, yaitu :

a. Beban Gaji

Kewajiban atas pembayaran upah karyawan sesuai dengan jabatan dan kesepakatan awal serta memiliki nominal yang tetap setiap bulannya.

b. Beban Sewa Gedung/Kantor

Kewajiban atas pembayaran sewa gedung/kantor jika perusahaan belum memiliki bangunan sendiri untuk menjalankan operasional perusahaan.

c. Beban Utilities

Kewajiban atas pembayaran rutin perusahaan yang berhubungan dengan operasi usaha seperti : air, listrik dan telepon.

Sebuah sistem administrasi dirancang untuk menunjukkan kenaikan ataupun penurunan saldo masing-masing komponen laporan keuangan. Kenaikan ataupun penurunan saldo inilah yang harus dicatat secara detail dan terperinci serta terpisah untuk setiap komponen laporan keuangan.

Berikut ini tabel yang menunjukkan posisi penambahan, pengurangan serta posisi normal (yang sebenarnya) :

Tabel II.I

Posisi Normal Akun dan Perubahannya

Tipe Perkiraan Bertambah Berkurang Saldo Normal

Harta Debet Kredit Debet

Dokumen terkait