• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Akuntansi

2.1.4. Siklus Akuntansi

Beberapa pengertian siklus akuntansi dari para ahli, diantaranya :

Menurut Suherli dalam Fajarini (2014:21) menyatakan bahwa “Definisi siklus akuntansi merupakan urutan transaksi, peristiwa, aktivitas serta proses dari awal sampai akhir dimulai dari awal seperti lingkaran yang tidak akan pernah putus”.

Sedangkan Menurut Hery (2012:59) menyatakan bahwa “Proses akuntansi yang diawali dengan menganalisis dan menjurnal transaksi serta yang diakhiri dengan membuat laporan dinamakan siklus akuntansi (accounting cycle)”.

Kesimpulan dari beberapa pendapat diatas bahwa siklus akuntansi adalah suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.

Siklus akuntansi dapat digambarkan seperti berikut :

Kegiatan pencatatan akuntansi meliputi : 1. Penjurnalan Transaksi

Menurut Sutrisno (2007:50) mengemukakan bahwa “Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (urut waktu kejadiannya) dengan menunjukkan rekening yang harus di debit atau di kredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing”.

a. Jurnal Umum

Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang paling sederhana secara kronologis untuk mencatat transaksi-transaksi yang dinyatakan dalam satuan debet dan kredit ke rekening tertentu.

b. Jurnal Khusus

Jurnal khusus digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis dan serupa misalnya transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas.

2. Posting ke Dalam Buku Besar

Setelah proses menjurnal selesai, tahap berikutnya adalah memindahkan tiap ayat jurnal tersebut kepada masing-masing perkiraan. Pekerjaan ini disebut membukukan ke buku besar atau disebut pula posting. Jadi dalam kata lain buku besar adalah kumpulan dari beberapa akun yang di pakai dalam perusahaan.

a. Buku Besar Utama (Primary Ledger) atau Buku Besar Umum (General Ledger)

Kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyortir dan meringkas setiap informasi atau transaksi. Buku besar utama ini menampung semua

perkiraan neraca dan laporan laba rugi. Setelah semua transaksi dicatat ke dalam jurnal maka dilakukan proses posting ke dalam buku besar.

b. Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ledger)

Kelompok rekening yang merupakan rincian rekening tertentu dalam buku besar (general ledger) yang dibentuk untuk memudahkan dan mempercepat penyusunan laporan dan neraca percobaan. Setiap buku besar pembantu diwakili dalam buku besar umum oleh sebuah akun perangkum yang disebut akun pengendali (Controlling Account). Buku besar pembantu terdiri dari buku besar pembantu hutang usaha dan buku besar pembantu piutang usaha.

3. Menyusun Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian

Neraca saldo sebelum penyesuaian harus disiapkan pada akhir periode tertentu sesudah pembuatan pencatatan pada jurnal dan dibukukan ke buku besar.

neraca saldo sebelum penyesuaian hanya menunjukkan saldo rekening buku besar dan bukan mencerminkan nilai kekayaan suatu perusahaan, karena neraca saldo berisi saldo semua rekening pada kelompok aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya.

4. Membuat Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dipergunakan untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan di buku besar pada akhir periode pembukuan. Di sisi lain penyesuaian berarti pencatatan atau pengakuan data-data transaksi tertentu pada akhir periode sehingga jumlah rupiah yang terdapat dalam tiap rekening menjadi sesuai dengan kenyataan pada akhir periode tersebut dan

laporan keuangan yang dihasilkan menggambarkan keadaan yang sebenarnya pada tanggal laporan (neraca).

Penyesusaian yang dibuat dinyatakan dalam bentuk ayat jurnal penyesuaian. Ayat jurnal penyesuaian ini dibuat untuk memperoleh kecocokan antara pendapatan dan biaya dalam penentuan laba bersih pada periode berjalan dan untuk mendapatkan laporan keuangan yang akurat terhadap posisi aktiva, hutang dan modal pada periode tersebut. Menurut Sadeli (2011:53) pos-pos yang memerlukan penyesuaian antara lain :

a. Pos Penangguhan

1) Biaya yang ditangguhkan (deffered expense) atau biaya dibayar dimuka (prepaid expense), yaitu pos yang awalnya dicatat sebagai aktiva tetapi tetap diharapkan menjadi beban di kemudian hari.

Contoh: perlengkapan dan asuransi dibayar dimuka.

2) Pendapatan yang ditangguhkan (deffered revenues) atau pendapatan diterima dimuka (unearned revenues), yaitu pos yang awalnya dicatat sebagai kewajiban tetapi diharapkan menjadi pendapatan di kemudian hari. Contoh: sewa diterima dimuka.

b. Pos Akrual

1) Beban Akrual / Kewajiban Akrual, yaitu beban yang sudah terjadi tetapi belum dicatat ke dalam akun. Contoh: upah akrual yang terhutang pada karyawan dan bunga akrual pada wesel bayar.

2) Pendapatan akrual / Aktiva Akrual, yaitu pendapatan sudah dihasilkan tetapi belum dicatat dalam akun. Contoh: honor jasa yang telah diberikan tetapi belum ditagih kepada customer pada akhir periode.

5. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Tahap selanjutnya adalah menyusun neraca saldo setelah penyesuaian dengan cara mencari saldo-saldo rekening buku besar setelah posting jurnal penyesuaian dilakukan.

Jika neraca saldo setelah penyesuaian telah selesai, maka selanjutnya pembuatan laporan keuangan. Namun, kadangkala muncul kesulitan pada saat akan melakukan penyusunan laporan keuangan sehingga dalam akuntansi menyediakan alat bantu untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan yang dikenal dengan sebutan neraca lajur atau kertas kerja.

Menurut Sadeli (2011:64) mengemukakan bahwa “Neraca lajur adalah alat untuk megumpulkan data guna menyusun laporan keuangan, sehingga neraca lajur ini juga merupakan draft pendahuluan laporan dan analisis yang perlu disiapkan”.

Pengertian lain neraca lajur menurut Nuh dan Wiyoto (2011:74) adalah

“Kertas berkolom sebagai kertas kerja untuk membantu menyusun laporan keuangan”.

Kegunaan neraca lajur yaitu untuk mengurangi kesalahan dan kelupaan dalam membuat penyesuaian, memudahkan pengecekan penjumlahan dan memungkinkan data dapat disusun dalam aturan yang logis.

Neraca lajur terdiri dari :

a. Neraca percobaan (trial balance) b. Penyesuaian-penyesuaian (adjustment)

c. Neraca percobaan yang telah disesuaikan (adjusted trial balance) d. Daftar laba/rugi (income statement)

e. Neraca (balance sheet) 6. Laporan Keuangan

Hasil akhir dari siklus akuntansi adalah pembuatan laporan keuangan yang nantinya akan diserahkan kepada pihak-pihak yang memerlukan.

Menurut Sadeli (2011:18) Mengemukakan bahwa “Laporan keuangan adalah laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya serta hasil yang dicapai selama periode tertentu”.

Sedangkan tujuan laporan keuangan menurut Hery (2013:15) adalah

“Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi”.

Berikut ini adalah laporan-laporan yang disajikan pada laporan keuangan:

a. Laporan Laba/Rugi

Suatu daftar yang memuat ikhtisar tentang penghasilan, biaya serta hasil neto suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, misalnya untuk satu bulan atau satu tahun. Terdapat dua bentuk pembuatan laporan laba/rugi, antara lain :

1) Bentuk Tunggal (Single Step)

Laporan laba/rugi bentuk tunggal adalah laporan yang menggabungkan penghasilan-penghasilan menjadi satu kelompok dan menggabungkan biaya-biaya pada kelompok lain. Sehingga untuk menghitung laba/rugi bersih hanya memerlukan satu langkah tunggal yaitu total penghasilan dikurangi total biaya.

2) Bentuk Majemuk (Multiple Step)

Laporan laba/rugi bentuk majemuk adalah laporan laba/rugi yang disusun dengan mengelompokkan penghasilan dan biaya dalam beberapa bagian, sesuai dengan prinsip-prinsip penyusunan laporan laba/rugi.

b. Laporan Perubahan Modal

Sebuah laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan dalam modal pemilik suatu perusahaan untuk satu periode waktu tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.

c. Laporan Neraca

Laporan yang sistematis tentang posisi aktiva, kewajiban dan modal perusahaan per tanggal tertentu.

d. Laporan Arus Kas

Laporan yang menggambarkan arus kas keluar dan arus kas masuk secara terperinci dari masing-masing aktivitas, mulai dari aktivitas atas operasi, aktivitas investasi sampai pada aktivitas pendanaan (pembiayaan) untuk satu periode tertentu. Laporan arus kas dan seluruh aktivitas selama periode

berjalan serta saldo kas yang dimilki perusahaan sampai dengan akhir periode.

7. Membuat Jurnal Penutup

Menurut Nuh dan Wiyoto (2011:77) mengemukakan bahwa “Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk menutup akun-akun pendapatan, beban-beban, saldo laba atau rugi dan prive (perorangan/persekutuan) atau deviden (perseroan)”.

a. Menutup Perkiraan Pendapatan

Mendebet setiap perkiraan pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya.

Mengkredit ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan ke dalam sisi kredit dari ikhtisar R/L. Contoh :

Pendapatan Jasa Rp. XXX

Ikhtisar Laba Rugi Rp. XXX

b. Menutup Perkiraan Biaya

Saldo perkiraan biaya tercatat pada kolom debet sebelum dilakukan penutupan. Dengan demikian pada waktu ditutup, pindahkan saldo biaya tersebut pada kolom debet perkiraan ikhtisar laba/rugi dan perkiraan biaya yang bersangkutan di kolom kredit. Contoh :

Ikhtisar Laba Rugi Rp. XXX

Biaya Operasional Rp. XXX

Biaya Perlengkapan Rp. XXX

c. Menutup Ikhtisar Laba/Rugi ke Perkiraan Modal

Perkiraan ikhtisar laba/rugi merupakan perkiraan yang dibuat untuk mengikhtisarkan perkiraan pendapatan dan biaya. Pada tanggal ini pula harus ditutup kembali dengan cara memindahkan saldo perkiraan ikhtisar laba/rugi ke perkiraan modal. Contoh :

Jika perusahaan mendapatkan keuntungan :

Ikhtisar Laba Rugi Rp. XXX

Modal Rp. XXX

Tetapi jika perusahaan mendapatkan kerugian maka jurnalnya akan terbalik.

Contoh :

Modal Rp. XXX

Ikhtisar Laba Rugi Rp. XXX

d. Menutup Perkiraan Pengambilan ke Perkiraan Modal

Perkiraan pengambilan menampilkan jumlah pengambilan baik uang kas maupun harta lainnya yang digunakan oleh pemilik perusahaan untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, sifatnya adalah mengurangi modal dan dicatat pada kolom debet perkiraan pengambilan. Untuk menutup perkiraan ini, perkiraan modal di debet sebesar pengambilan dan perkiraan pengambilan di kredit sebesar itu pula. Contoh :

Modal Pemilik Rp. XXX

Pengambilan Modal Pemilik (Prive) Rp. XXX

8. Jurnal Pembalik (koreksi)

Jurnal koreksi adalah jurnal yang dibuat untuk mengoreksi kesalahan kesalahan yang ditemukan selama periode pembukuan, sehingga jika jurnal tersebut di posting maka rekening-rekening dan saldo yang keliru secara otomatis menjadi benar.

Dokumen terkait