• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.2. Sampel Penelitian

Sampel penelitian adalah seluruh subjek yang diambil dari populasi penelitian dengan teknik pengambilan total sampling, dimana sampel penelitian berupa semua mahasiswi stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan memenuhi kriteria inklusi & eksklusi.

3.4. KRITERIA INKLUSI & EKSKLUSI

Adapun kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian sebagai berikut:

3.4.1. KRITERIA INKLUSI

 Semua mahasiswi stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

 Bersedia menjadi sampel penelitian

3.4.2. KRITERIA EKSKLUSI

 Tidak bersedia menjadi sampel penelitian

 Tidak mengisi kuesioner dengan lengkap

3.5. METODE PENGUMPULAN DATA

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer. Data diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden.

3.6. PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

Data yang sudah diolah akan dianalisa secara deskriptif dengan menggunakan komputerisasi untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi stambuk 2017 terhadap faktor risiko & pencegahan kanker serviks. Hasil dari data tersebut disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi atau proporsi.

3.7. DEFINISI OPERASIONAL

3.7.1. MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN

Peserta didik yang terdaftar dan belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2017 yang berjenis kelamin perempuan.

3.7.2. PENGETAHUAN TERHADAP FAKTOR RISIKO KANKER SERVIKS

Segala sesuatu yang diketahui atau tingkat pemahaman responden terhadap faktor risiko kanker serviks.

 Cara Ukur

Cara ukur pada penelitian ini adalah dengan meminta responden untuk menjawab kuesioner.

 Alat ukur

Alat ukur dari penelitian ini adalah kuesioner untuk menilai pengetahuan mahasiswi terhadap faktor risiko kanker serviks.

Kuesioner ini berisikan pernyataan dengan kemungkinan jawaban benar atau salah.

Skor 1 untuk jawaban benar Skor 0 untuk jawaban salah

 Hasil ukur

Hasil ukur dari pengetahuan terhadap faktor risiko kanker serviks dapat dikategorikan sebagai:

1. Baik, bila persentase benar antara (rentang nilai 9-11) 2. Cukup/Sedang (rentang nilai 5-8)

3. Kurang ( rentang nilai 0-4)

 Skala ukur

Skala pengukuran yang digunakan adalah skala ordinal.

3.7.3. PENGETAHUAN TERHADAP PENCEGAHAN KANKER SERVIKS Segala sesuatu yang diketahui atau tingkat pemahaman responden terhadap pencegahan kanker serviks.

 Cara Ukur

Cara ukur pada penelitian ini adalah dengan meminta responden untuk menjawab kuesioner.

 Alat ukur

Alat ukur dari penelitian ini adalah kuesioner untuk menilai pengetahuan mahasiswi terhadap faktor risiko kanker serviks.

Kuesioner ini berisikan pernyataan dengan kemungkinan jawaban benar atau salah.

Skor 1 untuk jawaban benar Skor 0 untuk jawaban salah

 Hasil ukur

Hasil ukur dari pengetahuan terhadap faktor risiko kanker serviks dapat dikategorikan sebagai:

1. Baik, bila persentase benar antara (rentang nilai 9-11) 2. Cukup/Sedang (rentang nilai 5-8)

3. Kurang ( rentang nilai 0-4)

 Skala ukur

Skala pengukuran yang digunakan adalah skala ordinal.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini berlokasi di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang beralamat di jalan Dr. Mansyur No.5 Medan.

Penelitian ini dilakukan pada 151 responden yang merupakan mahasiswi aktif Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2017. Karakteristik yang diamati pada responden adalah usia dan jenis kelamin. Karakteristik usia responden terbagi atas enam, yaitu 16, 17, 18, 19, 20, dan 21 tahun. Karakteristik jenis kelamin responden adalah seluruhnya perempuan.

Tabel 4.1. Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia.

Usia Reponden Frekuensi Persentase (%)

16 tahun 2 1,3

17 tahun 59 39,1

18 tahun 73 48,3

19 tahun 13 8,6

20 tahun 3 2

21 tahun 1 0,7

Pertambahan usia seseorang dapat menunjukkan kematangan mental dan fisik seseorang sehingga mempengaruhi baik tidaknya seseorang dalam proses belajar mengajar. Bertambahnya usia seseorang akan mempengaruhi pengetahuan seseorang tersebut, termasuk pengetahuan kesehatan reproduksi yang bisa juga diperoleh dari pengalamannya Hasil penelitian menunjukkan usia responden termuda adalah 16 tahun dan usia responden tertua adalah 21 tahun. Dari 151 responden (Tabel 4.1.) ditemukan sebahagian besar responden memiliki umur 18 tahun sebanyak 73 orang (48,3%) dan disusul peringkat ke-2 dengan umur 17 tahun sebanyak 59 orang (39,1%), sedangkan kelompok responden yang paling sedikit adalah usia 21 tahun sebanyak 1 orang (0,7%).

Pada penelitian ini, pengetahuan responden dinilai berdasarkan 22 pernyataan yang mencakup pengetahuan mengenai faktor risiko dan pencegahan kanker

serviks. Sebelumnya telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuesioner pengetahuan dimana 22 pernyataan tersebut telah valid dan reliable.

Tabel 4.2. Distribusi frekuensi pengetahuan responden terhadap faktor risiko kanker serviks.

No Pernyataan Pengetahuan Benar (skor 1)

Salah (skor 0)

N % N %

1 Kanker serviks (leher rahim) adalah pertumbuhan sel-sel kanker di serviks yang tidak normal dan sel-sel kanker tersebut mengalami perubahan ke arah keganasan

146 96,7 5 3,3

2 Faktor pencetus yang mengawali terjadinya kanker leher rahim adalah infeksi virus (Human Papilloma Virus/HPV)

139 92,1 12 7,9

3 Berhubungan seksual atau menikah muda (sebelum usia 20 tahun) tidak ada hubungannya terhadap terjadinya kanker serviks pada wanita

105 69,5 46 30,5

4 Risiko terjadinya kanker leher rahim meningkat bila wanita memiliki pasangan seksual yang banyak

142 94 9 6

5 Berhubungan seksual dengan pria yang sudah melakukan hubungan seksual dengan banyak wanita tidak akan meningkatkan risiko kanker serviks

121 80,1 30 19,9

6 Berhubungan seksual dengan pria yang tidak disunat bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks

92 60,9 59 39,1

7 Wanita yang sering melahirkan merupakan salah satu faktor risiko dari kanker serviks

36 23,8 115 76,2 8 Merokok bukan salah satu faktor risiko

terjadinya kanker leher Rahim

92 60,9 59 39,1 9 Menggunakan narkoba bisa menyebabkan

kanker serviks

73 48,3 78 51,7 10 Menggunakan obat penekan kekebalan tubuh

misalnya pada saat sehabis menerima donor organ tubuh manusia akan meningkatkan risiko terkena kanker serviks

44 29,1 107 70,9

11 Kekurangan asupan vitamin B9 (asam folat) bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker serviks pada wanita

88 58,3 63 41,7

Berdasarkan distribusi frekuensi responden terhadap faktor risiko kanker serviks (Tabel 4.2.), pernyataan yang paling banyak dijawab responden dengan benar adalah pernyataan nomor 1 sebanyak 146 orang (96,7%).

Dari penelitian tingkat pengetahuan mahasiswi terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks ini ditemukan responden lebih banyak menjawab benar sebanyak 8 pernyataan dari 11 pernyataan yang di berikan (Tabel 4.2.), seperti pengertian dari kanker serviks (96,7%) dan HPV sebagai faktor pencetus kanker serviks (92,1%). Sebagian besar responden juga sudah mengetahui bahwa berhubungan seksual terlalu dini dan memiliki pasangan seksual yang banyak merupakan faktor risiko kanker serviks, hal tersebut dapat dilihat dari jawaban responden yang menjawab benar pada soal pernyataan nomor 3 sebanyak 69,5%

dan pada soal pernyataan nomor 4 sebanyak 94%. Hanya pada 3 soal pernyataan saja responden lebih banyak menjawab salah. Responden tidak mengetahui bahwa wanita yang sering melahirkan merupakan salah satu dari faktor risiko kanker serviks (soal pernyataan nomor 7).

Tingkat pengetahuan responden mengenai faktor risiko kanker serviks dapat dikategorikan menjadi baik, cukup, & kurang (Tabel 4.3.).

Tabel 4.3. Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden terhadap faktor risiko kanker serviks.

Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)

Baik 31 20,5

Cukup 113 74,8

Kurang 7 4,6

Pengetahuan responden mengenai faktor risiko kanker serviks (Tabel 4.3.) sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dengan jumlah responden 113 orang (74,8%), dan 31 orang (20,5%) responden memiliki pengetahuan yang baik, dan hanya 7 orang saja (4,6%) dari responden tersebut memiliki pengetahuan yang kurang terhadap faktor risiko kanker serviks.

Dalam data ini dapat kita nilai bahwa tingkat pengetahuan responden yaitu mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2017 secara

umum dapat dikatakan cukup. Sehingga dimasa mendatang responden perlu lebih meningkatkan pemahamannya terhadap faktor risiko kanker serviks agar dimasa mendatang prevalensi dari penyakit kanker serviks bisa diturunkan.

Hal ini sesuai dengan penelitian Prakash Kanayasan (2011) mengenai tingkat pengetahuan mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Angkatan 2007 Universitas Sumatera Utara mengenai faktor resiko terjadinya kanker serviks yang mayoritas berpengetahuan cukup, yaitu sebanyak 66% (Kanayasan, 2011).

Tabel 4.4. Distribusi frekuensi pengetahuan responden terhadap pencegahan kanker serviks.

No Pernyataan Pengetahuan Benar

(skor 1)

Salah (skor 0)

N % N %

1 Menghindari faktor-faktor resiko kanker serviks merupakan tindakan tepat dalam pencegahan kanker serviks

144 95,4 7 4,6

2 Menunda aktifitas seksual sampai usia 20 tahun bukan merupakan salah satu pencegahan terjadinya kanker serviks

89 58,9 62 41,1

3 Agar terhindar dari kanker leher rahim (serviks), sebaiknya tidak berganti- ganti pasangan

139 92,1 12 7,9

4 Agar terhindar dari kanker serviks, sebaiknya mempunyai banyak anak

138 91,4 13 8,6 5 Menggunakan kondom saat berhubungan

seksual bisa memproteksi diri dari virus kanker serviks

107 70,9 44 29,1

6 Vaksinasi virus HPV bukan sebagai pencegahan dari kanker serviks

115 76,2 36 23,8 7 Pap smear merupakan salah satu bagian dari

pengobatan kanker serviks

80 53 71 47

8 Pap smear merupakan deteksi awal untuk kanker serviks

138 91,4 13 8,6 9 Tujuan dari pemeriksaan pap smear untuk

menjaga kesehatan daerah kewanitaan dari semua penyakit kelamin

30 19,9 121 80,1

10 Pemeriksaan tes pap smear dianjurkan setiap tahun terhadap semua wanita yang sudah melakukan hubungan seksual

102 67,5 49 32,5

11 IVA(Inspeksi Visual Asam) bukan merupakan deteksi awal untuk kanker serviks

73 48,3 78 51,7

Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan responden terhadap pencegahan kanker serviks (Tabel 4.4.), di dapatkan pernyataan yang paling banyak dijawab responden dengan benar adalah pernyataan no 1 sebanyak 144 orang (95,4%).

Berdasarkan Tabel 4.4. responden lebih banyak menjawab benar sebanyak 9 pernyataan dari 11 pernyataan yang di berikan seperti pada pernyataan menghindari faktor risiko merupakan pencegahan kanker serviks (95,4%) dan tidak berganti-ganti pasangan agar terhindar dari kanker serviks (92,1%).

Seorang wanita dengan beberapa mitra seksual harus menggunakan kondom untuk mengurangi resiko tertular penyakit menular seksual apapun. Selain itu Wanita yang telah memiliki 3 atau lebih kehamilan cukup bulan memiliki peningkatan risiko terkena kanker leher rahim.(ACS, 2013)

Sebanyak 91,4% responden mengetahui bahwa pemeriksaan pap smear merupakan deteksi awal dari kanker seviks tetapi hal itu tidak berbanding lurus dengan pernyataan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam) sebagai deteksi awal kanker serviks, karena sebanyak 51,7% responden tidak mengetahui bahwa IVA merupakan deteksi awal dari kanker serviks. Hal tersebut membuktikan bahwa tingkat kepopuleran pap smear lebih tinggi dibanding dengan pemeriksaan IVA.

Tingkat pengetahuan responden mengenai pencegahan kanker serviks dapat dikategorikan pada tabel 4.5. berikut.

Tabel 4.5. Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden terhadap pencegahan kanker serviks.

Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)

Baik 49 32,5

Cukup 95 62,9

Kurang 7 4,6

Berdasarkan Tabel 4.5. dapat diketahui bahwa pengetahuan responden mengenai pencegahan kanker serviks sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup dengan jumlah responden 95 orang (62,9%), dan 49 orang (32,5%) responden memiliki pengetahuan yang baik, dan hanya 7 orang saja (4,6%) dari responden tersebut memiliki pengetahuan yang kurang terhadap pencegahan kanker serviks.

Dalam data ini dapat kita nilai bahwa tingkat pengetahuan responden yaitu mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara stambuk 2017 secara umum dapat dikatakan cukup. Sehingga dimasa mendatang responden perlu lebih meningkatkan pemahamannya terhadap pencegahan kanker serviks agar dimasa mendatang prevalensi dari penyakit kanker serviks bisa diturunkan.

Hal ini sesuai dengan penelitian Kesavanraj A/L Konarsigaran (2015) mengenai tingkat pengetahuan mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Angkatan 2011 Universitas Sumatera utara mengenai pencegahan terjadinya kanker serviks yang mayoritas berpengetahuan cukup, yaitu sebanyak 43,5% (Konarsigaran, 2015). Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dari mahasiswi Fakultas Kedokteran terhadap pencegahan kanker serviks lebih tinggi daripada mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Sumatera utara, walaupun sebahagian besar responden masih sama-sama dalam kategori cukup. Hal tersebut mungkin disebabkan karena mahasiswi kedokteran lebih berminat dalam mencari informasi tentang kanker serviks di karenakan mahasiswi kedokteran adalah calon dokter yang akan menjadi ujung tombak dalam mengatasi penyakit kanker serviks.

Pada penelitian ini, Tingkat pengetahuan terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks (Tabel 4.3. & Tabel 4.5.) bisa dikatakan cukup dikarenakan berbagai faktor seperti sudah mulai mudahnya informasi terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks didapatkan. Informasi terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks tidak hanya bisa didapatkan dengan bertanya kepada petugas kesehatan atau dokter, tetapi informasi terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks bisa didapatkan dari berbagai media massa seperti koran, majalah kesehatan, TV dan bahkan pada zaman sekarang sudah banyak informasi yang bisa didapatkan dengan hanya mengakses internet.

Minat dari responden untuk mengetahui informasi dari faktor risiko dan pencegahan kanker serviks juga ikut berpengaruh pada tingkat pengetahuan responden dari faktor risiko dan pencegahan kanker serviks. Hal itu di sebabkan karena minat sebagai kecenderungan atau keinginan yang tinggi terhadap sesuatu.

Minat menjadikan seseorang untuk mencoba dan menekuni suatu hal, sehingga memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam.

Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang kepada orang lain agar dapat memahami sesuatu hal. Tidak dapat dipungkiri bahwah semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya pengetahuan yang dimilikinya akan semakin banyak (Mubarak,2012).

Tingkat pengetahuan responden terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks pada penelitian ini juga dipengaruhi oleh pendidikan. Pada pendidikan terakhir responden yaitu SMA sudah dimasukkan materi terhadap pendidikan reproduksi, tetapi terkadang informasi terhadap kanker serviks yang didapatkan pada pendidikan formal belum mencukupi, sehingga masyarakat sebaiknya mencari informasi tentang kanker serviks dari sumber lain seperti media massa dan perlu dilakukan penyuluhan lebih banyak dan lebih sering kepada masyarakat khususnya kepada para remaja.

Lingkungan geografis dan besar kemampuan ekonomi dapat berpengaruh terhadap penyediaan serta kesempatan dalam memperoleh informasi kesehatan reproduksi. Sayangnya hal tersebut tidak diketahui pada penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap pencegahan kanker serviks memiliki kategori tingkat pengetahuan cukup sebanyak 62,9% dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 32,5%, hal tersebut lebih baik dibandingkan dengan pengetahuan responden terhadap pencegahan kanker serviks yaitu sebanyak 74,8% dan tingkat pengetahuan baik hanya sebanyak 20,5% tetapi secara umum masih sama-sama di dalam kategori cukup.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. KESIMPULAN

1. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat 30 responden dengan persentase 20,5% mempunyai tingkat pengetahuan yang baik mengenai faktor resiko terjadinya kanker serviks.

Sedangkan mayoritas responden, yaitu 113 responden dengan persentase 74,8% mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup mengenai faktor resiko terjadinya kanker serviks dan hanya 7 responden dengan persentase 4,6% mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang mengenai faktor resiko terjadinya kanker serviks.

2. Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat 49 responden dengan persentase 32,5% mempunyai tingkat pengetahuan yang baik mengenai pencegahan terjadinya kanker serviks.

Sedangkan mayoritas responden, yaitu 95 responden dengan persentase 62,9% mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup mengenai pencegahan terjadinya kanker serviks dan hanya 7 responden dengan persentase 4,6%

mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang mengenai pencegahan terjadinya kanker serviks.

3. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswi stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks secara umum termasuk dalam kategori cukup.

5.2. SARAN

5.2.1. BAGI PENELITI SELANJUTNYA

Melakukan penelitian mengenai tingkat pengetahuan terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks dengan melibatkan responden yang lebih besar dan area yang lebih luas agar dicapai hasil yang lebih akurat seperti mengambil

responden dari beberapa fakultas nonmedis ataupun medis dan juga mengadakan penelitian untuk mengidentifikasi lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks. Peneliti juga disarankan menambah variable pada karakteristik responden seperti tempat tinggal sekarang, asal daerah, pekerjaan orang tua, dll. Hal tersebut disarankan agar bisa menambah pembahasan yang lebih banyak dan lebih luas.

5.2.2. BAGI MASYARAKAT

Sebaiknya mahasiswa, mahasiwi dan masyarakat luas dapat menambah informasi mengenai faktor risiko dan pencegahan kanker serviks dari berbagai sumber informasi seperti media massa dan sumber bacaan lainnya. Masyarakat juga disarankan untuk bertanya langsung ke dokter atau petugas kesehatan sesuai bidang ahlinya serta menjalankan perilaku pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tidak merokok, dan menghidari seks bebas.

5.2.3. BAGI INSTANSI KESEHATAN

Memberikan lebih banyak penyuluhan kepada masyarakat luas khususnya remaja mengenai faktor risiko dan pencegahan terhadap kanker serviks.

DAFTAR PUSTAKA

ACS 2013, American Cancer Society, accessed 14 April 2014, Available at:

http://www.cancer.org/cancer/cervicalcancer

Andrijono. 2010, Kanker Serviks, Edisi 3, Balai Penerbit FK UI, Jakarta, pp. 1-9.

Aziz, M.F., Andrijono, Saifuddin, A.B. (eds) 2006, Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi: Kanker Serviks, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, pp. 443-56.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional 2009, Mahasiswa Belum Banyak Tahu Dampak Seks Pra Nikah, accessed 15 April 2017. Available at:

http://www.bkkbn.go.id/Webs/DetailRubrik.php?MyID=596

Cervical Cancer 2007, Cervical Cancer Statistic 2007, accessed 14 April 2017, Available at: http://www.cervicalcancer.org/statistics.html

Diananda, R. 2007, Mengenal Seluk Beluk Kanker, Katahati, Yogyakarta, pp. 53-60.

Indrawati, M. 2009, Bahaya Kanker Bagi Wanita dan Pria, Cetakan Pertama, AV Publisher, Jakarta.

International Agency for Research on Cancer (IARC)/WHO 2012, Cervical Cancer Estimated Incidence, Mortality and Prevalence Worldwide in 2012,

accessed 14 April 2017, Available at:

http://globocan.iarc.fr/old/FactSheets/cancers/cervix-new.asp

Junqueira, L.C. 2007, Histologi Teks dan Atlas, Edisi 10, EGC, Jakarta, p. 446.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2014, Hilangkan Mitos Tentang Kanker, accessed 15 April 2017, Available at:

http://www.depkes.go.id/article/print/201407070001/hilangkan-mitos-tentang-kanker.html

Konarsigaran A/L, K. 2015, Tingkat Pengetahuan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Angkatan 2011 Universitas Sumatera Utara Tentang Pencegahan Kanker Leher Rahim, Universitas Sumatera Utara, Medan, accessed 3 november 2017, Available from:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/46367

Kumar, V., Cotran, R.S., Robbins, S.L. 2007, Robbins Buku Ajar Patologi, Alih Bahasa, Pendit, B.U. Edisi 7, Volume 2, EGC, Jakarta, pp. 766-8.

Marieb, E.N. 2001, Human Anatomy & Physiology, Benjamin Cummings, San Fransisco.

Moore, K.L., 2002, Anatomi Klinis Dasar, Hipokrates, Jakarta.

Mubarak, W.I.,2012, Promosi Kesehatan Untuk Kebidanan, Salemba Medika, Jakarta.

Nasution, S.F. 2008, Karakteristik Penderita Kanker Serviks yang Dirawat Inap di RSU. Dr. Pirngadi Medan Tahun 2003-2007, Universitas Sumatera Utara, Medan, accessed 15 April 2017, Available from:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/16494

Notoadmodjo, 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Pecorelli, S. 2009, „Revised FIGO staging for carcinoma of the vulva, cervix, and endometrium‟, Int J Gynaecol Obstet, vol. 105 no. 2, pp. 103-4.

Kanayasan, P. 2011, Tingkat Pengetahuan Mahasiswi Mengenai Faktor Resiko Terjadinya Kanker Serviks di Fakultas Kedokteran Gigi USU Tahun 2003, Universitas Sumatera Utara, Medan, accessed 3 November 2017, Available from: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/21545

Rasjidi, I. 2009, „Epidemiologi Kanker Serviks‟, Indonesian Journal of Cancer, vol. 3, no. 3, pp. 104-6.

Schorge, J.O. 2008, Williams Gynecology, McGraw-Hill, pp. 628-33.

Siboro, R. 2006, Karakteristik Penderita Kanker Serviks yang Dirawat Inap di RSUP. H. Adam Malik Medan Tahun 2001-2005. Skripsi FKM-USU, Medan. Available from: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/38620 Supriyanto, W. 2010, Ancaman Penyakit Kanker Deteksi Dini & Pengobatannya,

Cahaya Ilmu, Yogyakarta.

Syatriani, S. 2011, „Faktor Risiko Kanker Serviks Di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr. Wahidin Sudirohusodo Makasar, Sulawesi Selatan‟, J Kesehatan Masyarakat Nasional, vol. 5, no. 6, pp. 284-7.

Tanto, C., Liwang, F., Hanifati, S., Pradipta, E.A. (eds) 2014, Kapita Selekta Kedokteran: Kanker Serviks, Edisi IV, Media Aesculapius, Jakarta, pp. 496-9.

Tortora, G.J., Derrickson, B.H. 2009, Principles of Anatomy and Physiology, 12th edn, Wiley, Singapore.

Yayasan Kanker Indonesia 2013, YKI Menyelenggarakan Training of Trainers Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Bekerjasama dengan SIKIB dan PERTAMINA, accessed 15 April 2017, Available at:

http://yayasankankerindonesia.org/2013/training-of-trainers-nasional-deteksi dini-kanker-leher-rahim/

Yuliatin, S.I. 2011, Cegah dan Tangkal Kanker Serviks, Tibun Media, Surabaya.

Zai, A.E. 2009, Karakteristik Penderita Kanker Leher Rahim yang Dirawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, Universitas Sumatera Utara, Medan, accessed 15 April 2017, Available from:

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/14739

LAMPIRAN 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Satria Nugraha Hasibuan

Jenis Kelamin : Laki-laki

NIM : 140100029

Tempat / Tanggal Lahir : Tanjung Balai, 31 Januari 1997

Agama : Islam

Nama Ayah : Ruslan Hasibuan

Nama Ibu : Asra Nursery

Alamat : Jl. Setiabudi Komp. Tasbi I Blok UU No.24

Riwayat Pendidikan :

1. TK Bayangkari Muara Bungo (2000-2001)

2. TK Perkebunan Sinar Mas Sungai Pelakar Sarolangun Jambi (2001-2002) 3. TK Perkebunan PT Tapian Nadenggan (Sinar Mas) Langga Payung (2002) 4. SD Negeri 148347 Emplasmen Sinarmas Langga Payung (2002-2004) 5. SD Negeri 4 Pulau Harapan Sumatera Selatan (2004-2006)

6. SD Swasta Harapan 1 Medan (2006-2008) 7. SMP Swasta Harapan 1 Medan (2008-2011) 8. SMA Negeri 1 Medan (2011-2014)

9. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2014-sekarang)

Riwayat Pelatihan :

1. Peserta Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) FK USU 2014 2. Manajemen Mahasiswa Baru (MMB) MMB FK USU 2014

LAMPIRAN 2

LAMPIRAN 3

LAMPIRAN 4

LAMPIRAN 5

LEMBAR PENJELASAN Assalamu‟alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera,

Saya, Satria Nugraha HSB, mahasiswa yang sedang menjalankan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, saat ini sedang menjalankan penelitian yang berjudul “Gambaran Pengetahuan Mahasiswi Stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Terhadap Faktor Risiko & Pencegahan Kanker Serviks”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat atau gambaran pengetahuan mahasiswi stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara terhadap faktor risiko dan pencegahan kanker serviks. Oleh karena itu, saya mengharapkan saudari untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Saya mengharapkan jawaban yang sebenar-benarnya dan kerjasama dari saudari.

Informasi yang anda berikan akan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian ini dan tidak akan disebarluaskan ataupun digunakan untuk tujuan yang merugikan anda sebagai partisipan. Identitas anda akan dirahasiakan dan tidak akan dipublikasikan dalam bentuk apapun. Kerahasian data saudari akan dijamin sepenuhnya. Jika selama menjalankan penelitian ini terdapat hal yang kurang dimengerti atau terdapat keluhan, silahkan menghubungi saya, Satria Nugraha HSB (082276993152).

Demikian informasi ini saya sampaikan. Atas perhatian dan kesediaan saudari untuk menjadi partisipan dalam penelitian ini, saya ucapkan terimakasih.

Medan, 2 Juni 2017 Peneliti,

Satria Nugraha HSB

LAMPIRAN 6

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN UNTUK MENGIKUTI PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, Nama :

Umur :

NIM :

Setelah membaca dan mendapat penjelasan serta saya memahami sepenuhnya tentang penelitian,

Judul penelitian : Gambaran Pengetahuan Mahasiswi Stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Terhadap Faktor Risiko & Pencegahan Kanker Serviks

Nama peneliti : Satria Nugraha HSB

Instansi penelitian : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Dengan ini menyatakan bersedia mengikuti penelitian tersebut secara sukarela sebagai subjek penelitian.

Medan, 2017

(………...)

Nama dan Tanda Tangan

LAMPIRAN 7

KUESIONER PENELITIAN

Gambaran Pengetahuan Mahasiswi Stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Terhadap Faktor Risiko & Pencegahan Kanker

Gambaran Pengetahuan Mahasiswi Stambuk 2017 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Terhadap Faktor Risiko & Pencegahan Kanker

Dokumen terkait