• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.2 Sampel Penelitian

Menurut Singarimbun (1989), sampel diartikan sebagian dari populasi yang menjadi sumber data yang sebenarnya dengan kata lain, sampel adalah sebagian dari

populasi. Pada penelitian terdapat keterbatasan dalam bidang waktu, tenaga maupun biaya sehingga tidak mungkin mengukur setiap individu anggota populasi satu per satu (sensus). Oleh karena itu, penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel yang diusahakan dapat mewakili populasi. Sampel penelitian ini adalah sebagian dari kepala keluarga yang belum menjadi peserta BPJS di Kelurahan Sidikalang.

1. Penentuan Jumlah Sampel

Adapun penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lemeshow (1997), maka disimpulkan bahwa besar sampel adalah sebagai berikut :

d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (0,1) P = Harga proporsi di populasi

2

Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang cirinya diduga (Singarimbun, 1989). Populasi penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang yaitu sebanyak 2.357 kepala keluarga .

=

=

2. Tehnik Pengambilan Sampel

Berdasarkan rumus di atas, besar sampel pada penelitian ini adalah sebesar 48 kepala keluarga. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling (sampel acak sederhana) yaitu sebuah sampel yang diambil sedemikian

rupa sehingga tiap unit penelitian dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Singarimbun ,1989). Cara pengambilan sampel dengan teknik ini adalah dengan memberikan suatu nomor yang berbeda kepada setiap anggota populasi, kemudian memilih sampel dengan menggunakan angka-angka dalam tabel random. Namun, sebelum dilakukan wawancara, calon responden harus diketahui dahulu sudah jadi peserta BPJS atau tidak karena responden harus yang belum menjadi peserta BPJS.

3.4. Metoda Pengumpulan Data

Data primer dikumpulkan dari hasil pengumpulan data terhadap responden melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner penelitian yang telah dipersiapkan untuk mengetahui dan mengukur faktor internal responden (sosial demografi seperti umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan), dan faktor predisposisi responden ( pengetahuan dan sikap) pada masyarakat Kelurahan Sidikalang Kecamatan sidikalang.

Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari Kantor Kelurahan Sidikalng , instansi-instansi lain yang berkaitan dan hasil-hasil penelitian terdahulu

3.5. Defenisi Operasional

Sebagai pedoman awal untuk pengumpulan data dan informasi sesuai fokus penelitian, digunakan defenisi operasional yang dikembangkan seperti uraian berikut:

1. Faktor Internal responden merupakan faktor yang berasal dari dalam diri responden dalam mencipta dan menemukan sesuatu. Dalam penelitian ini mencakup umur, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.

a. Umur adalah usia responden dari mulai lahir sampai ulang tahun yang terakhir.

b. Pendidikan adalah jenjang pendidikan formal yang ditempuh oleh responden sampai memperoleh surat tanda tamat (ijazah)

c. Pekerjaan adalah kegiatan sehari hari yang dilakukan oleh responden sebagai mata pencaharian yang menghasilkan upah atau gaji.

d. Penghasilan adalah jumlah besarnya uang setiap bulan sebagai upah (gaji) bekerja berdasarkan UMR Kabupaten Dairi 2016 yaitu :

1. >Rp.1.600.000 2. < Rp 1.600.000

2. Pengetahuan sikap dan Tindakan

a. Pengetahuan adalah hasil penginderaan, atau hasil tahu responden terhadap BPJS Kesehatan.

b. Sikap adalah reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap BPJS Kesehatan .

c. Tindakan adalah sikap yang belum tentu terwujud dalam suatu tindakan dalam melakukan maupun tidak ikut serta dalam program BPJS.

3.6 Pengukuran Variabel Penelitian 3.6.1 Faktor Internal

a. Pengukuran variabel umur menggunakan skala ordinal, didasarkan atas jawaban responden mengenai adalah usia responden dari mulai lahir sampai ulang tahun yang terakhir. Pengukuran variabel umur skala ordinal dengan kategori umur dewasa menurut Depkes (2009) sbb:

1. 26 s/d 35 Tahun 2. 36 s/d 45 Tahun 3. 46 s/d 55 Tahun

b. Pengukuran variabel pendidikan menggunakan skala ordinal, didasarkan atas jawaban responden mengenai jenjang pendidikan formal tertinggi yang pernah ditempuh responden sampai memperoleh surat tanda tamat (ijazah), yang dikategorikan sebagai berikut:

1. Tidak sekolah 2. SD

3. SMP

4. SMA/Sederajat 5. Perguruan Tinggi

c. Pengukuran variabel pekerjaan menggunakan skala ordinal dalam bentuk jenis-jenis pekerjaan sebagai berikut:

1. Petani 2. Pedagang 3. Pegawai swasta 4. Wiraswasta 5. Tidak Bekerja

d. Pengukuran variabel penghasilan menggunakan skala ordinal, didasarkan atas jawanban responden mengenai jumlah besarnya uang yang diperoleh keluarga setiap bulannya sebagai upah(gaji) bekerja yang didasarkan pada Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Dairi tahun 2016 yang dikategorikan sebagai berikut:

1. < Rp 1.600.000 2. ≥ Rp 1.600.000

3.6.2 Pengukuran Variabel Independen

3.6.2.1 Pengetahuan tentang kepesertaan BPJS

Pengetahuan diukur melalui 25 pertanyaan. Dengan kriteria penilaian setiap jawaban memiliki nilai tertinggi 2, jawaban hampir benar 1,dan nilai terendah = 0. Sehingga total skor tertinggi adalah 50.

Berdasarkan interpretasi skor jawaban responden , pengetahuan dikategorikan sebagai berikut (Arikunto, 2009) :

a. Nilai baik, apabila reponden mendapat nilai > 75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 50 yaitu > 38

b. Nilai sedang, apabila reponden mendapat nilai 45% - 75% dari nilai tertinggi

seluruh pertanyaan dengan total nilai 50 yaitu 24 – 37

c. Nilai kurang, apabila reponden mendapat nilai < 45% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 50 yaitu > 23

3.6.2.2 Sikap tentang kepesertaan BPJS

Sikap diukur melalui 20 pertanyaan, skala pengukuran sikap berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan, menggunakan skala Likert yaitu “sangat setuju” skor 4, “setuju” skor 3,

“tidak setuju” skor 2, dan “sangat tidak setuju” skor 1, sehingga total nilainya adalah 80. Aspek pengukuran dengan kategori dari jumlah nilai yang ada dapat diklarifikasikan dalam 3 kategori yaitu:

a. Sikap baik, apabila nilai yang diperoleh >75%dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 80 yaitu > 60

b. Sikap sedang, apabila nilai yang diperoleh 45%- 75% dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 80 yaitu 37-59

c. Sikap kurang, apanila nilai yang diperoleh <45%dari nilai tertinggi seluruh pertanyaan dengan total nilai 80 yaitu <36

4. Tindakan

Skala pengukuran tindakan berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Berdasarkan Arikunto

kategori yaitu : tindakan baik, apabila responden ikut serta program BPJS, tindakan kurang, apabila responden tidak mengikuti program BPJS.

3.6.3 Pengukuran Variabel Dependen 3.6.3.1 Tindakan

Tindakan diukur melalui pertanyaan dengan dengan menggunakan skala Guttman (Riduan, 2010). Skala pengukuran tindakan berdasarkan pada jawaban yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan.

Berdasarkan Arikunto (2005) jawaban responden yang ada dapat diklasifikasikan dalam 2 (dua) kategori yaitu : tindakan baik, apabila responden mau ikut serta BPJS Kesehatan dan tindakan kurang, apabila responden tidak mau ikut serta BPJS Kesehatan

Tabel 2.1 Tabel Skala Pengukuran

No Variabel Kategori Skala

7 Tindakan Kesehatan

1. Baik

2. Kurang Ordinal

3.7 Pengolahan Teknik Analisa Data 3.7.1 Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan secara manual, Adapun langkah-langkah sebagai berikut :

1. Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul.

2. Koding adalah kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri dari kategori.

3. Data entry adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau database komputer.

3.7.2 Teknis Analisis Data

Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa dan dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan selanjutnya diuraikan dalam bentuk narasi sesuai literature yang ada. Jenis analisis yang dilakukan adalah :

1. Analisa Univariat

Analisa ini digunakan untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi atau besarnya proporsi berdasarkan variabel yang diteliti.

2. Analisa Bivariat

Analisa ini digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independen (pengetahuan dan sikap) terhadap variabel dependen (tindakan ikut serta BPJS Kesehatan). Dari hasil analisis ini akan diketahui variabel independen

yang bermakna secara statistik dengan variabel dependen. Teknik analisis yang digunakan adalah uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05).

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang 4.1.1 Letak Dan Geografis Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Kecamatan Sidikalang terdiri dari 11 desa/kelurahan, 41 lingkungan dan 34 dusun dengan luas kecamatan 70,67 Km2atau 4,20% dari total luas Kabupaten Daerah Tingkat II Dairi. Wilayah Kecamatan Sidikalang diapit empat kecamatan dengan perbatasan sebagai berikut:

Sebelah Utara : Kecamatan Siempat Nempu Sebelah Timur : Kecamatan Sitinjo

Sebelah Selatan: Kabupaten Pakpak Bharat Sebelah Barat : Kecamatan Berampu

Dari 11 desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Sidikalang terdapat Kelurahan Sidikalang yang merupakan pusat kota. Luas Kelurahan Sidikalang adalah 4 Km2 atau (5,66%) dari luas Kecamatan Sidikalang.

4.1.2 Data Demografis Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang

Jumlah penduduk Kecamatan Sidikalang pada tahun 2015 adalah 50.050 jiwa, yang terdiri dari 25.142 jiwa laki-laki dan 24.908 jiwa perempuan, dengan sex rasio 101. Dengan luas 70,67 Km2 dan jumlah penduduk 50.050 ternyata menghasilkan kepadatan penduduk 708, yaitu setiap 1 Km2 dihuni sekitar 708 jiwa. Kecamatan Sidikalang terdapat 11.097 jumlah keluarga dengan rata-rata empang anggota dalam setiap keluarga.

Luas Kelurahan Sidikalang adalah 4 km2 atau (5,66%) dari luas Kecamatan Sidikalang dengan jumlah penduduk 10.582 jiwa menghasilkan kepadatan penduduk 2646 jiwa/km2. Jumlah keluarga di Kelurahan Sidikalang 2357 keluarga dengan rata-rata 4,49 anggota dalam setiap keluarga. Berdasarkan pentahapan keluarga sejahtera di Kelurahan Sidikalang terdapat 536 keluarga sejahtera plus dan keluarga sejahtera III 920 keluarga. Hal ini disebkan Kelurahan Sidikalang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sidikalang karena pusat perbelanjaan dan perdagangan ada di Kelurahan ini.

4.2 Analisis Univariat

Analisis Univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yaitu faktor internal (umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan), variabel independen (pengetahuan responden dan sikap responden), dan variabel dependen (tindakan responden).

4.2.1 Faktor Internal Responden

Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang yang bukan peserta BPJS. Faktor internal responden yang diambil adalah umur, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan.

1. Umur

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur di Kelurahan Sidikalang Tahun 2016

No Umur (Tahun) Frekuensi (n) Persentase (%)

1 26 – 35 8 16,7

2 36 – 45 16 33,3

3 46 – 55 24 50,0

Total 48 100,0

Berdasarkan tabel 4.1 yang dilakukan pada 48 responden umur yang paling banyak adalah antara 46 hingga 55 tahun sebanyak 24 orang (50%), antara 36 hingga 45 tahun sebanyak 16 orang (33,3%), dan antara 26 hingga 35 tahun sebanyak 8 orang (16,7%).

2. Pendidikan

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di Kelurahan Sidikalang Tahun 2016

No Pendidikan Frekuensi (n) Persentase (%)

1 Tidak Sekolah 2 4,2 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 48 responden tingkat pendidikan yang paling banyak adalah pendidikan SMA/Sederajat sebanyak 18 orang (37,5%), Perguruan Tinggi sebanyak 14 orang (29,2%), tingkat SMP sebanyak 13 orang (27,1%), untuk tingkat SD sebanyak 1 orang (2,1%), dan responden yang tidak menempuh pendidikan atau tidak sekolah sebanyak 2 orang (4,2%).

3. Pekerjaan

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan di Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Tahun 2016

No Pekerjaan Frekuensi (N) Persentase (%)

1 Petani 3 6,3

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pekerjaan responden dalam penelitian ini yang paling banyak adalah wiraswasta yaitu sebanyak 17 orang (35,4%), pegawai swasta sebanyak 16 orang (33,3%), pedagang sebanyak 9 orang (18,8), dan petani sebanyak 3 orang (6,3%), dan tidak bekerja sebanyak 3 orang (6,3%).

4. Penghasilan

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penghasilan di Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Tahun 2016

No Penghasilan (Rp) Frekuensi (n) Persentase (%)

1 < 1.600.000,00 11 22,9

2 >1.600.000,00 37 77,1

Total 48 100,0

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 48 responden penghasilan yang paling banyak adalah <Rp 1.600.000,00 sebanyak 37 orang (77,1%), dan lebih kecil dari Rp 1.600.000,00 sebanyak 11 orang (22,9%).

4.2.2 Variabel Independen 4.2.2.1 Pengetahuan Responden

Tabel 4.5 Distribusi Responden Berdasarkan Jawaban Pertanyaan Pengetahuan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan di Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Tahun 2016

No Pernyataan Jawaban

n %

1 Asuransi Kesehatan

a. Jaminan pembiayaan pengobatan 13 27,1

b. Perlindungan kesehatan agar memperoleh pelayanan kesehatan

19 39,6 c. Menjamin biaya kesehatan bagi yang membayar iuran 16 33,3 2 Pengertian JKN

a. Jaminan Kesehatan Nasional 37 77,1

b. Program pelayanan kesehatan 8 16,7

c. Jaminan kesehatan di masa depan 3 6,3

3 Kepanjangan BPJS

a. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial 39 81,3

b. Badan Perusahaan Jaminan Sosial 5 10,4

c. Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional 4 8,3 4 Pengertian BPJS Kesehatan

a. BPJS adalah penyelenggara jaminan kesehatan di Indonesia 32 66,7

b. Badan yang mengelola iuran pesertanya 8 16,7

c. Asuransi 8 16,7

5 Jenis Asuransi BPJS Kesehatan

a. Prudential 0 0

b. Jamkesmas 12 25,0

c. Jamsostek dan Askes 36 75,0

6 Manfaat BPJS Kesehatan

a. Menyelenggarakan program jaminan kesehatan 19 39,6 b. Menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan

kesehatan

23 47,9 c. Perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan 6 12.5 7 Syarat Peserta BPJS Kesehatan

a. Warga Negara Indonesia 36 75,0

b. Siapapun yang sanggung membayar iuran 10 20,8

c. Warga Negara Asing yang bekerja lebih dari 6 bulan di Indonesia

2 4,2 8 Peserta BPJS Kesehatan

a. Seluruh masyarakat Indonesia 22 45,8

b.Masyarakat Indoneesia yang mendaftarkan diri dan keluarga ke BPJS

20 41,7 c. Peserta yang membayar iuran atau kewajibannya 6 12,5 9 Kelompok Peserta BPJS Kesehatan

a. PNS dan Peserta dibiayai oleh pemerintah 11 22,9

b. Peserta Mandiri 20 41,7

c, Peserta bebas 17 35,4

10 Cara Mendaftar BPJS Kesehatan

a. Melalui RT/RW 16 33,3

b. Mendaftar melalui situs resmi BPJS 27 56,3

c. Melalui perusahaan 5 10,4

11 Hal-hal yang diperlukan untuk mendaftar BPJS Kesehatan

a. Kartu Identitas, Kartu Keluarga 22 45,8

b. Kartu Identitas, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Tidak Mampu

23 47,9

c. Kartu Keluarga, Buku Nikah 3 6,3

12 Waktu pembayaran iuran BPJS

a. Sebelum tanggal 10 setiap bulan 16 33,3

b. Satu bulan sekali 30 62,5

c. Kapan saja 2 4,2

13 Manfaat yang didapat peserta BPJS

a. Penyuluhan kesehatan 13 27,1

b. Keluarga Berencana (KB) 8 16,7

c. Mendeteksi risiko penyakit 27 56,3

14 Tempat pembayaran iuran BPJS

a. Bank 19 39,6

b. Indomaret 13 27,1

c. Puskesmas 16 33,3

15 Menjadi peserta BPJS Kesehatan itu penting

a.Mendapat pemeriksaan kesehatan ; Pengobatan, dan ; Melakukan konsultasi medis

29 60,4 b.Mendapat tindakan medis dari dokter spesialis sesuai dengan

indikasi medis

18 37,5 c.Mendapat rehabilitasi medis serta transfusi darah 1 2,1 16 Jumlah iuran yang harus dibayar peserta BPJS Kesehatan

a. Sebesar Rp. 25.500 per orang dengan perawatan kelas III 14 29,2 b. Sebesar Rp. 51.000 per orang dengan perawatan kelas III 13 27,1

c. Sesuai dengan pendapatan keluar 21 43,8

17 Iuran dan pelaksanaan program BPJS

a. Murah dan mudah dijangkau 33 68.8

b. Mahal dan sulit dilakukan 5 5 10.4

c. Sulit untuk melakukan pembayaran 10 20.8

18 Biaya yang tidak dijamin oleh BPJS

a. Pelayanan dengan dokter spesialis 20 41.7

b. Pelayanan pengobatan 10 20.8

c. Pelayanan rawat jalan 18 37.5

19 Tempat berobat peserta BPJS

a. Puskesmas/ Klinik Umum 22 45,8

b. Praktik dokter umum dan dokter gigi 2 4,2

c. Rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS 24 50,0 20 Masa aktif kepesertaan BPJS

a. 2 tahun 5 10,4

b. 3 tahun 11 22,9

c. Aktif seumur hidup 32 66,7

21 Tempat mendengar informasi tentang kepesertaan BPJS

a. Rumah Sakit 30 62,5

b. Media elektronik 17 35,4

c. Laboratorium 1 2,1

22 Tempat memanfaatkan kartu BPJS

a. Puskesmas 21 43,8

b. Rumah Sakit 26 54,2

c. Laboratorium 1 2,1

23 Cara pengobatan dengan kartu BPJS Kesehatan

a. Sistem rujukan yang dimulai dari puskesmas 22 45.8 b. Membawa surat rujukan dari puskesmas ke fasilitas

kesehatan yang lebih lengkap

19 39.6

c. Langsung saja ke rumah sakit 7 14.6

24 Kelebihan kepesertaan BPJS

a. Mendapat jaminan pembiayaan pengobatan 23 47.9 b. Premi atau iuran asuransi terjangkau sesuai pengelompokan

peserta

12 25.0 c. Tidak perlu melakukan tes kesehatan dalam pendaftaran 13 27.1 25 Kelemahan kepesertaan BPJS adalah :

a.Adanya riba atau denda terlambat membayar iuran sebesar 2% 21 43.8 b.Sistem rujukan berjenjang yang membuat proses pemanfaatan

pelayanan menjadi lama dan panjang

20 41.7 c.Jumlah pengguna kartu BPJS yang banyak menyebabkan

antrian pendaftaran dan ruamgan rawat inap penuh

7 14.6

Total 48 100

Berdasarkan tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 19 orang (39,6%) menjawab asuransi kesehatan ialah perlindungan kesehatan agar memperoleh pelayanan kesehatan , sebanyak 37 orang (77,1%) menjawab bahwa pengertian dari JKN ialah Jaminan Kesehatan Nasional. Sebanyak 39 orang (81,3%) menjawab kepanjangan dari BPJS adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial , sebanyak 32 orang (66,7%) menjawab pengertian dari BPJS adalah BPJS adalah penyelenggara jaminan kesehatan di Indonesia , dan sebanyak 36 orang (75,0%) menjawab jenis asuransi yang termasuk dalam BPJS adalah Jamsostek dan Askes.

Sebanyak 23 orang (47,9%) menjawab manfaat BPJS Kesehatan adalah menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan, sebanyak 36 orang (75,0%) menjawab syarat menjadi peserta BPJS adalah Warga Negara Indonesia, sebanyak 22 orang (45,8%) menjawab peserta BPJS ialah seluruh masyarakat Indonesia , sebanyak 20 orang (41,7%) menjawab kelompok peserta BPJS adalah peserta mandiri, sebesar 27 orang (56,3%) menjawab cara mendaftar

menjadi peserta BPJS Kesehatan adalah mendaftar melalui situs resmi BPJS, sebanyak 23 orang (47,9%) menjawab hal-hal yang diperlukan untuk mendaftar BPJS Kesehatan adalah kartu identitas, kartu keluarga, surat keterangan tidak mampu. Sebanyak 30 orang (62,5%) menjawab waktu pembayaran iuran BPJS Kesehatan adalah satu bulan sekali, sebanyak 27 orang (56,3%) menjawab manfaat yang didapat peserta BPJS adalah mendeteksi risiko penyakit, sebanyak 19 orang (39,6%) menjawab tempat pembayaran iuran BPJS Kesehatan adalah bank

Sebanyak 29 orang (60,4%) menjawab menjadi peserta BPJS itu penting karena mendapat pemeriksaan kesehatan ; Pengobatan, dan ; Melakukan konsultasi medis, sebanyak 21 orang (43,8%) menjawab besarnya iuran BPJS adalah sesuai dengan pendapatan keluar. Sebanyak 33 orang (68,8%) iuran dan pelaksanaan program BPJS Kesehatan murah dan mudah dijangkau, sebanyak 20 orang (41,7%) menjawab biaya yang tidak dijamin BPJS kesehatan pelayanan dengan dokter spesialis, sebanyak 24 orang (50,0%) tempat berobat peserta BPJS Kesehatan ialah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS, sebanyak 32 orang (66,7%) menjawab masa aktif kepesertaan BPJS adalah aktif seumur hidup.

Sebanyak 30 orang (62,5%) menjawab tempat mendengar informasi tentang BPJS adalah rumah sakit, sebanyak 26 orang (54,2%) menjawab tempat mendapat kartu BPJS Kesehatan adalah rumah sakit, sebanyak 22 orang (45,8%) menjawab pengobatan dengan memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan adalah sistem rujukan yang dimulai dari puskesmas, sebanyak 23 orang (47,9%) menjawab kelebihan menjadi peserta BPJS Kesehatan mendapat jaminan

pembiayaan pengobatan, sebanyak 21 orang (43,8%) menjawab kelemahan menjadi peserta BPJS Kesehatan adanya riba atau denda terlambat membayar iuran sebesar 2%.

4.2.2.2 Kategori Pengetahuan Responden

Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Kategori Pengetahuan

No. Pengetahuan Jumlah (n) Persentase (%)

1. Baik 7 14,6

Berdasarkan Tabel 4.6 diatas dikategorikan bahwa pengetahuan responden tentang BPJS Kesehatan adalah kategori baik yaitu 7 orang (14,6%), kategori sedang yaitu 37 orang (77,1%) dan kategori kurang sebanyak 4 orang (8,3%).

4.2.2.3 Sikap Responden

Tabel 4.7 Distribusi Responden Berdasarkan Jawaban Pernyataan Sikap Masyarakat Tentang BPJS Kesehatan di Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Tahun 2016

No Pernyataan sikap Responden SS S TS STS

n % n % n % n % 1 Asuransi kesehatan adalah hal yang

penting karena dapat membantu pembiayaan kesehatan

13 27,1 18 37,5 12 25,0 5 10,4

2 Asuransi kesehatan berlaku bila

pesertanya membayar iuran tepat waktu 9 18,8 36 75,0 2 4,2 1 2,1 3 Agar terhindar dari besarnya biaya

pengobatan bila jatuh sakit sebaiknya kita menjadi peserta asuransi kesehatan

4 8,3 33 68,8 10 20,8 1 2,1

4 BPJS merupakan asuransi kesehatan dengan pembayaran iuran yang terjangkau

4 8,3 29 60,4 14 29,2 1 2,1

5 BPJS memudahkan peserta mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit atau klinik dokter

5 10,4 27 56,3 15 31,3 1 2,1

6 Pemerintah harus mensosialisasikan apa

pentingnya dan cara mendaftar menjadi 14 29,2 21 43,8 11 22,9 2 4,2

peserta BPJS Kesehatan

7 Agar terhindar dari besarnya biaya pengobatan bila jatuh sakit sebaiknya kita menjadi peserta BPJS Kesehatan

11 22,9 23 47,9 12 25,0 2 4,2

8 BPJS Kesehatan menjamin biaya pengobatan setiap peserta yang membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya

7 14,6 19 39,6 19 39,6 3 7 6,3

9 Seluruh Masyarakat di Indonesia wajib

menjadi peserta BPJS Kesehatan 4 8,3 16 33,3 21 43,8 7 14,6 10 Mendaftar sebagai peserta BPJS

Kesehatan tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan

5 10,4 17 35,4 22 45,8 4 8,3

11 Keluarga dengan resiko penyakit menurun (contohnya diabetes) wajib menggunakan BPJS Kesehatan

7 14,6 20 41,7 19 39,6 2 4,2

12 Sosialisasi mengenai kepesertaan BPJS

terhadap masyarakat sudah baik 4 8,3 12 25,0 23 47,9 9 18,8 13 Kartu BPJS yang menjadi bukti

kepesertaan BPJS 9 18,8 20 41,7 11 22,9 8 16,7 14 Pemanfaatan layanan kartu BPJS

memudahkan peserta untuk mendapat pelayanan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit

7 14,6 24 50,0 12 25,0 5 10,4

15 BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan melalui sitem rujukan yang mudah dan cepat

6 12,5 13 27,1 20 41,7 9 18.8

16 Sistem rujukan BPJS Kesehatan dimulai dari puskesmas sebagai pelayanan kesehatan yang utama

4 8,3 19 39,6 18 37,5 7 14,6

17 Merasa nyaman berobat ke Rumah Sakit bila sudah menjadi peserta BPJS

Kesehatan

2 4,2 23 47,9 18 37,5 5 10,4

18 Program BPJS kesehatan membantu

kesejahteraan masyarakat 1 2,1 29 60,4 15 31,3 3 6,3 19 Bersedia membayar denda atau riba jika

terlambat membayar iuran 1 2,1 19 39,6 22 45,8 6 12,5 20 Bersedia merekomendasikan kepesertaan

BPJS Kesehatan kepada keluarga dan teman

3 6,3 21 43,8 15 31,3 9 18,8

Dari tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 18 orang (37,5%) responden setuju bahwa asuransi kesehatan adalah hal yang penting karena dapat membantu pembiayaan kesehatan, sebanyak 36 orang (75,0%) responden setuju bahwa asuransi kesehatan berlaku bila pesertanya membayar iuran tepat waktu, sebanyak 33 orang (68,8,0%) setuju bahwa agar terhindar dari besarnya biaya pengobatan bila jatuh sakit sebaiknya kita menjadi peserta asuransi kesehatan, sebanyak 33 orang (60,4%) setuju BPJS merupakan asuransi kesehatan dengan pembayaran iuran yang terjangkau, sebanyak 27 orang (56,3%) setuju bahwa BPJS memudahkan peserta mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit atau klinik dokter. Sebanyak 21 orang (43,8%) setuju bahwa pemerintah harus mensosialisasikan apa pentingnya dan cara mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 23 orang (43,9%) setuju bahwa agar terhindar dari besarnya biaya pengobatan bila jatuh sakit sebaiknya kita menjadi peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 16 orang(39,6%) setuju bahwa BPJS Kesehatan menjamin biaya pengobatan setiap peserta yang membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya, sebanyak 21 orang (43,8%) tidak setuju bahwa seluruh Masyarakat di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 22 orang (45,8%) tidak setuju mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan.

Sebanyak 20 orang (41,7%) setuju bahwa keluarga dengan resiko penyakit menurun (contohnya diabetes) wajib menggunakan BPJS Kesehatan, sebanyak 23 orang (47,9%) tidak setuju bahwa sosialisasi mengenai kepesertaan BPJS terhadap masyarakat sudah baik, sebanyak 20 orang (41,7%) setuju bahwa kartu BPJS yang menjadi bukti kepesertaan BPJS, sebanyak 24 orang (50,0%) setuju Pemanfaatan

layanan kartu BPJS memudahkan peserta untuk mendapat pelayanan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit, sebanyak 20 orang (41,7%) tidak setuju bahwa BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan melalui sitem rujukan yang mudah dan cepat, sebanyak 19 orang (39,6%) setuju sistem rujukan BPJS Kesehatan dimulai dari puskesmas sebagai pelayanan kesehatan yang utama, sebanyak 23 orang (47,9%) setuju merasa nyaman berobat ke Rumah Sakit bila sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 29 orang (60,4%) setuju bahwa program BPJS kesehatan membantu kesejahteraan masyarakat dan 22 orang (45,8%) setuju membayar denda atau riba jika terlambat membayar iuran, sebanyak 21 orang (43,8%) menyatakan setuju merekomendasikan kepesertaan BPJS Kesehatan kepada keluarga dan teman.

4.2.2.4 Kategori Sikap Responden

Tabel 4.8 Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Sikap Responden

No. Sikap Jumlah (n) Persentase (%)

1. Baik 7 14,6

2.

3.

Sedang Kurang

38 3

79,2 6,2

Jumlah 48 100,0

Berdasarkan Tabel 4.8 diatas dikategorikan bahwa 7 orang (14,6%) memiliki sikap baik tentang BPJS Kesehatan, kategori sedang sebanyak 38 orang (79,2%) dan kategori kurang sebanyak 3 orang (6,2%).

4.2.3 Variabel Dependen 4.2.3.1 Tindakan Responden

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Berdasarkan Tindakan Keikutsertaan BPJS Kesehatan

No Pernyataan Jawaban

n %

1 Memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan

a. Ya 45 93,7

b. Tidak 3 6,3

2 Tempat memeriksakan kesehatan

a. Puskesmas 21 43,8

4 Alasan ingin mengikuti asuransi kesehatan

a. Untuk mempermudah pembayaran biaya pengobatan 13 27,1

b. Jaminan kesehatan masa depan 7 14,6

c. Sebagai tabungan/investasi 1 2,1

d. Karena anjuran keluarga 17 35,4

e. Lainnya 10 20,8

5 Pernah mendengar informasi mengenai BPJS Kesehatan

a.Pernah 40 83,3

b. Sering 6 12,5

c. Tidak Pernah 2 4,2

6 Pernah mencari informasi mengenai BPJS Kesehatan

a. Pernah 20 41,7

b. Tidak Pernah 28 58,3

7 Pernah mengikuti sosialisasi BPJS Kesehatan

a. Ya 14 29,2

b. Tidak 34 70,8

8 Pernah memperoleh penjelasan tentang kepesertataan BPJS Kesehatan

a.Pernah 30 62,5

b. Sering 1 2,1

c. Tidak Pernah 17 35,4

9 Menganjurkan keluarga atau sahabat anda untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan

a. Ya 28 58,3

10 Bersedia mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan

a. Ya 29 60,4

b. Tidak 19 39,6

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan bahwa sebanyak 39 orang (81,3%) memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan, sebanyak 21 orang menyatakan memeriksa kesehatan ke puskesmas, sebanyak 34 orang (70,8%) tidak memiliki asuransi

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan bahwa sebanyak 39 orang (81,3%) memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan, sebanyak 21 orang menyatakan memeriksa kesehatan ke puskesmas, sebanyak 34 orang (70,8%) tidak memiliki asuransi