BAB III METODE PENELITIAN
3.6. Populasi dan Sampel Penelitian
3.6.2. Sampel
Prosedur penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Mengingat jumlah sampel yang sedikit, maka seluruh populasi dijadikan sampel. Oleh karena itu jumlah sampel penelitian ini adalah 90 orang.
50 3.7 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Daftar pernyataan atau kuesioner yang diberikan kepada karyawan bagian
pemasaran PT Everbright Medan yang menjadi responden penelitian.
2. Wawancara (interview) yang dilakukan kepada karyawan bagian pemasaran PT Everbright Medan yang bertujuan untuk memberikan informasi dan keterangan yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
3. Studi Dokumentasi
Dengan memperoleh data melalui laporan praktik kerja pada PT Everbright dan laporan absensi karyawan, buku-buku, internet, dan literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
3.8 Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian :
1. Data primer merupakan data yang langsung diperoleh melalui hasil wawancara dan penyebaran kuesioner kepada responden karyawan bagian pemasaran PT Everbright Medan
2. Data Sekunder
Data pendukung yang sifatnya memperkuat hasil analisis. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi profil perusahaan, struktur organisasi, absensi karyawan dan data yang diperoleh dari laporan praktik kerja pada PT Everbright, buku-buku, teori-teori dan literatur yang berhubungan dengan masalah yang di teliti.
51 3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas
3.9.1 Uji Validitas
Validitas merupakan kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti (Sugiyono, 2012: 182).Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.
Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan kepada 30 responden awal diluar sampel yaitu karyawan PT Krida Pujimulyo lestari.
Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS for windows, nilai validitas dapat dilihat pada kolom Pearson Correlation. Jika angka korelasi yang diperoleh lebih besar dari pada angka kritik (r hitung > r tabel) maka instrumen tersebut dikatakan valid.Jika nilai Corrected Item Total Corelation setiap pertanyaan lebih besar dari 0, 361 maka butir pertanyaan dianggap sudah valid.
52
53 3.9.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas akan dapat menunjukkan konsistensi dari jawaban-jawaban responden yang terdapat pada kuesioner. Menurut Sugiyono (2012:183).
Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal.
Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest, equivalent, dan gabungan keduanya.Secara internal reliabilitas instrumen dapat di uji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumennya dengan teknik tertentu.
Uji ini dilakukan setelah uji validitas dan yang diuji merupakan pertanyaan yang sudah valid. Kriteria dalam menentukan reliabilitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS for windows terhadap 30 orang karyawan diluar sampel karyawan bagian Pemasaran PT Everbright Medan.
Uji reliabilitas dilihat dari nilai alpha Cronbach, dengan kriteria bila Alpha Cronbach > 0,60 maka variabel tersebut dinyatakan reliabel. Dari hasil pengolahan data diperoleh bahwa nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,6 untuk semua item pengukuran. Sehingga bisa dikatakan bahwa item variabel Iklim Organisasi (X1), Stress Kerja (X2),Budaya Organisasi (X3) item untuk mengukur Perilaku Menyimpang (Y) terbukti reliabel atau konsisten dalam pengukuran.
Tabel 3.6 Hasil Uji Reabilitas
Sumber : Pengolahan SPSS ( 2015) Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
,936 32
54 3.10 Teknik Analisis Data
Metode analisis merupakan cara atau teknik dalam mengkaji data yang terkumpul dalam hubungannya dengan hipotesis. Sesuai dengan masalah dan rangkaian hipotesa. Metode analisis yang digunakan untuk membuktikan kebenaran yang dimaksud adalah:
3.10.1 Metode Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh responden penelitian.Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui dan mendeskriptifkan variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent).Variabel bebasnya adalah Iklim Organisasi (X1) , Stres Kerja(X2) , dan Budaya Organisasi (X3) dan variabel terikatnya adalah Perilaku Menyimpang (Y).
3.10.2 Uji Asumsi Klasik
Menurut Situmorang dan Lufti (2014:114) Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square ( OLS). Jadi analisis regresi yang tidak berdasarkan OLS tidak memerlukan persyaratan asumsi klasik, misalnya regresi logistik atau regresi ordinal. Demikian juga tidak semua uji asumsi klasik harus dilakukan pada analisis regresi linear, misalnya uji multikolinearitas tidak dapat dipergunakan pada analisis regresi linear sederhana dan uji autokorelasi tidak perlu diterapkan pada data cross sectional.
55 Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat atau menguji suatu model yang termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
3.10.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas penting dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variable terdistribusi secara normal. Salah satu cara mengecek kenormalitasan adalah dengan plot probabilitas normal. Dengan plot ini, masing-masing nilai pengamatan dipasangkan dengan nilai harapan pada distribusi normal, normalitas terpenuhi apabila titik-titik (data) terkumpul di sekitar garis lurus dan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau mendekati normal. Untuk memastikan apakah data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal maka dilakukan uji kolmogorv smirnov ( 1 sample KS ), ( Situmorang dan Lufti 2014:119).
3.10.2.2 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas pada prinsipnya ingin menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Jika varians sama, dan ini yang seharusnya terjadi maka dikatakan ada homoskedastisitas. Sedangkan jika varians tidak sama dikatakan terjadi heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. “Heteroskesdastisitas dapat diuji dengan menggunakan uji metode grafik, yaitu dengan melihat ada tidaknya pola tertentu yang tergambar pada scatterplot antara sumbu Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual yang telah di studentize. Dengan dasar analisis sebagai berikut:
56 a. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka telah terjadi heteroskesdastisitas.
b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik meyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskesdastisitas.
3.10.2.3 Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas dipergunakan untuk mengetahui ada tidaknya variable independen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lain dalam satu model yang dapat menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antara variable independen tersebut.
Multikoleniaritas adalah suatu keadaan dimana variabel independent saling berkorelasi satu dengan lainnya.Persamaan regresi berganda yang baik adalah persamaan yang bebas dari adanya multikoleniaritas antara variable independent.
Menurut Situmorang dan Lufti (2014:153), untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas pada model regresi adalah jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 5 dan nilai Torelance tidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolinieritas.
3.10.3 Analisis Regresi Linear Berganda
Regresi linear berganda ditujukan untuk menentukan hubungan linear antar beberapa variabel bebas yang biasa disebut X1, X2, X3 dan seterusnya dengan variabel terikat disebut Y . Analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini menggunakan software SPSS Statistic 20.00 For Windows. Adapun model persamaan yang digunakan adalah :
57 Y=a+b1X1+b2X2+b3X3+e
Dimana :
Y = Perilaku menyimpang a = Konstanta
b1 = koefisien Regresi X1 X1 = Iklim Organisasi B2= koefisien Regresi X2 X2 = Stress kerja
B3= koefisien Regresi X3 X3 = Budaya Organisasi e = Standart Error
3.10.4 Uji Hipotesis
Dalam pengujian hipotesis menggunakan Uji Signifikansi Simultan ( Uji-f), Uji Signifikansi Parsial (Uji-t), dan koefisien Determinasi (R2).
3.10.4.1 Uji Signifikansi Simultan ( Uji-f)
Tujuan Uji-f adalah untuk membuktikan hipotesis awal tentang pengaruh iklim organisasi, Stress Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Perilaku Menyimpang Karyawan. Dengan rumus hipotesis sebagai berikut :
Ho : b1=b2=b3 = 0, artinya variabel bebas yaitu iklim organisasi (X1), Stres Kerja (X2), dan Budaya Organisasi (X3) secara serentak tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel teikat yaitu perilaku menyimpang (Y)
58 Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, artinya variabel bebas yaitu iklim organisasi (X1), Stres Kerja (X2), dan Budaya Organisasi (X3) secara serentak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel teikat yaitu perilaku menyimpang (Y).
Kriteria Perilaku Menyimpang Karyawan : Ho diterima Jika fhitung < ftabel pada α = 5%
Ha diterima Jika fhitung > ftabel pada α = 5%
3.10.4.2 Uji Signifikansi Parsial ( Uji-t)
Tujuan Uji-t adalah untuk menguji apakah variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai variabel terikat dengan runusan hipotesis sebagai berikut :
Ho : b1=b2=b3 = 0, artinya variabel bebas yaitu iklim organisasi (X1), Stress Kerja (X2), dan Budaya Organisasi (X3) secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel teikat yaitu perilaku menyimpang (Y)
Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, artinya variabel bebas yaitu iklim organisasi (X1), Stress Kerja (X2), dan Budaya Organisasi (X3) secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu perilaku menyimpang (Y).
Kriteria Perilaku Menyimpang Karyawan : Ho diterima Jika thitung < ttabel pada α = 5%
Ha diterima Jika thitung > ttabel pada α = 5%
3.10.4.3 Koefisien Determinan (R2)
Koefisien determinan (R2) pada intinya mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Koefisien determinasi
59 berkisar antara nol sampai dengan satu ( 0< R2<1). Jika R2 semakin besar ( mendekati satu ), maka dapat dikatakan pengaruh variabel independen (X1,X2,X3) adalah besar terhadap variabel dependen (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel independen yang diteliti terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika R2 semakin mengecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa variabel independen (X1,X2,X3) terhadap terhadap variabel dependen (Y) semakin kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat menerangkan pengaruh variabel independen yang diteliti terhadap variabel dependen.
60 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Organisasi 4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Everbright merupakan salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak dalam produksi baterai kering. PT. Everbright Pabrik Baterai didirikan pada tahun 1959 oleh almarhum Mr Chandra Djojonegoro dan Mr Chu Sok Sam. Lahan pabrik terletak pada lima hektar tanah di Medan, yang beralamat di Jalan Gatot Subroto KM. 9,5 Kampung Lalang Medan dan kantor pusat terletak di Jl. Rasak No. 7 Medan. PT. Everbright Medan telah memperoleh ISO 9002. Pabrik dilengkapi dengan mesin teknologi serta laboratorium canggih.
Jenis produk dari PT . Everbright terdiri dari : Baterai ( UM3-AERO, UM4-AERO, UM 1 Biru, UM 1 Kuning, UM 1 Hijau, UM 1 SPW, UM 1SPC, UM 2 Biru, UM 3 Biru, UM 3 Hijau, UM 3 SPC, UM-3 Photo, UM 3 SPW. UM4 Biru) KKM ( KKM Foyu 390 gr, KKM Foyu 505 gr), dan Razor ( Pisau Cukur Aero). Dalam mencapai tujuannya, perusahaan memiliki motto (commitment to progress) yang menjadi sebuah acuan untuk mencapai target yang akan dicapai yaitu “ QUALITY IS OUR MAIN PRIORITY”. Adapun yang menjadi jenis usaha yang dilakukan serta target yang ditetapkan di PT. Everbright adalah :
1. Produsen ABC dan OEM (Private Label)
2. Pendistribusian baterai ABC di Pulau Sumatera secara keseluruhan 3. Menerima pesanan untuk OEM (Private Label) untuk pasar internasional
61 Beberapa perusahaan yang menjalin kerjasama antara lain : PT . Heinz ABC Indonesia, PT. ABC President Indonesia, PT. Osostspa,PT.M-150 Indonesia,PT.Sidoarjo,PT. Anugrah,PT. Asiati, dan beberapa perusahaan lainnya.
a.Visi
Meningkatkan Perusahaan Sebagai Disributor Berskala Nasional b. Misi
1. Terus menerus meningkatkan kepuasan pelanggan 2. Memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi
3. Memastikan adanya sarana dan prasarana yang memadai.
Untuk mendukung tercapainya kebijakan mutu, manajemen menerapkan:
a. Mewajibkan bagian terkait untuk membuat Quality Objective b. Quality Objective akan ditinjau dalam tinjauan manajemen untuk
memastikan keefektifitas dari sistem Manajemen Mutu dan peningkatan berkesinambungan.
Berikut ini adalah beberapa jenis produk yang didistribusikan pada PT.
Everbright : ABC kecap asin plastik 135 ml, ABC coffee cane 250 ml, Ayam goreng istimewa, Wedang jahe nipis 22 gr, Nu Tea honey lemon 330 ml, Tomat pizza hut 10 ml, Syrup ABCSquash nenas 580 ml, Jahe kacang hijau, Stella, Resik-V, minyak goreng sunco dan masih banyak jenis produk lainnya.
62 4.1.2 Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu dasar yang merupakan ciri dari suatu organisasi atau perusahaan yang berfungsi sebagai alat pengendali untuk membedakan wewenang tugas dari setiap bagian. Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat bagian struktur organisasi tersebut sebagai berikut.
Gambar 4.1
Struktur Organisasi Bagian Pemasaran PT Everbright Medan AREA MANAGER
AREA SALES MANAGER CHIEF ACCOUNTING
SEKRETARIS
63 4.1.3 Uraian Tugas (Job Description)
Berdasarkan struktur organisasi diatas berikut ini tugas dari beberapa bagian sebagai berikut:
1. Area Manager
a. Mengkoordinasikan kegiatan operasional dan administrasi dengan efektif dan efisien sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.
b. Membantu dan memberi petunjuk kepada area sales manager dan kepala pembukuan dalam menangani masalah pekerjaannya.
c. Menempatkan order dan mengadakan hubungan dengan supplier
d. Memberi motivasi kepada salesforce dan jajaran administrasi agar menuju kondisi yang lebih baik.
e. Melakukan evaluasi dana analisa terhadap laporan-laporan area sales manajer dan kepala pembukuan.
2. Area Sales Manager
a. Melakukan evaluasi terhadap target penjualan
b. Memantau setiap perkembangan penjualan pemasaran wilayah I yaitu Medan, Rantau Parapat, Padang sidempuan, Tanah Karo, Sibolga, Lhoksumawe, Pematang Siantar, Banda Aceh dan Meulaboh.
3. Sekretaris
Tugasnya adalah melakasanakan serta mengawasi surat- surat masuk dan keluar serta pengarsipan dokumen-dokumen yang ditujukan kepada manager.
64 4. Chief Accounting
a. Membuat budget dan menganalisa realisasi biaya
b. Mengkoordinasi kerja dan pelaporan serta pengontrolan semua jajaran personel administrasi dan gudang
c. Melakukan pengontrolan terhadap claim supplier,piutang dan realisasinya.
d. Melakukan opname fisik kas tunai giro
e. Membuat SPT dan PPH stock point setiap bulan.
5. Kepala Administrasi
Bertugas untuk memantau dan mengkordinasikan seluruh kegiatan administrasi di kantor pemasaran wilayah 1.
6. Kasie
a. Memeriksa dan mengkoordinasi laporan yang dihasilkan oleh bagian administrasi
b. Mengontrol pelaporan tutup buku setiap bulan
c. Membuat surat pengantar dan nota debet calim supplier ke principal d. Membuat laporan aktiva tetap dan cuti bagian pembukuan
e. Melakukan pengecekan data pembayaran dan sisa nota piutang dengan fisik nota setiap bulannya.
7. Admin Penjualan
a. Memeriksa nomor urut nota penjualan dan nota kredit yang disetor salesman dan memeriksa kelengkapan pengisian kode langganan pada nota penjualan secara berkelanjutan.
65 b. Menginput nota penjualan dan melakukan pengecekan atas kebenaran harga jual, discount/promosi sesuai dengan ketentuan perusahaan dan penjumlahan di nota penjualan secara berkelanjutan.
c. Mengontrol pemakaian nomor urut nota penjualan (kontan dan kredit) yang manual dan invoice.
d. Mencetak daftar tagihan untuk nota penjualan kredit yang baru secara berkesinambungan.
e. Mencetak laporan omset harian salesman setiap hari.
f. Mencetak nomor rekap, laporan mingguan setoran salesman dan melakukan pengarsipan terhadap nota penjualan (kontan dan kredit).
8. Admin Piutang
a. Menyiapkan nota tagihan salesman menurut rute perjalanan setiap hari.
b. Melakukan pemeriksaan terhadap giro dalam hal bank account langganan.
c. Memeriksa dan melakukan pengecekan terhadap tanda tangan langganan di nota penjualan berdasarkan kartu identitas langganan.
d. Menginput pembayaran hasil tagihan berdasarkan daftar tagihan.
e. Menginput giro tolak dan pelunasannya.
f. Melakukan pengecekan terhadap sisa nota asli dengan saldo piutang dagang.
g. Membuat dan mengadministrasi penghapusan piutang dagang (BAP).
h. Membuat laporan piutang dagang, sisa nota piutang dagang dengan cek tolak setiap bulan.
66 9. Admin Kas
a. Memeriksa kelengkapan bukti dan melakukan penjumlahan serta kebenaran transaksi sebelum dibuat, diterbitkan voucher kas dan memorial.
b. Membuat dan menerbitkan voucher kas, bank, cek mundur, dan memorial.
c. Menginput bukti voucher kas, bank, cek mundur, dan memorial ke komputer dan mengirim bukti voucher ke kantor pusat sesuai deadline.
d. Memeriksa rekening koran dan membuat rekonsiliasinya.
10. Admin Pembelian
a. Meneliti syarat-syarat kelengkapan faktur pajak masukan dalam hal format faktur pajak, tanggal, identitas pembeli, dan identitas penjual.
b. Mengawasi dan memeriksa semua diskon yang tercantum di faktur pembelian.
c. Menghitung PPN masukan dan perinciannya.
d. Mengawasi pembelian barang yang masih dalam perjalanan (good intransit)
11. IT
a. Menangani pengiriman dan penerimaan data (komputer) via internet (stock point/kantor pusat/principal)
b. Melakukan proses penggabungan data dari stock point setiap hari
c. Menggabungkan data dari stock point ke database kantor pemasaran medan secara berkesinambungan.
d. Mengirim data program SI, ACC gabungan ke kantor pusat setiap hari dan pertutup buku bulanan
67 e. Mencetak data salesman setiap adanya revisi
f. Melakukan prosespenyimpanan data dan pemeliharaanseluruh databese g. Menangani pemeliharaan dan perawatan perangkat computer (
Hardware/software) dan lingkungan kerja h. Menangani Pemeliharaan dan monitoring data.
i. Membuat data promosi supplier setiap bulan
12. Admin Umum
a. Memeriksa, membuat dan menerbitkan voucher bukti penerimaan kas dan bukti penerimaan cek mundur di kantor induk.
b. Menggantikan tugas personil pembukuan yang cuti, sakit dan tidak hadir.
c. Melakukan pendataan dan membuat pelaporan kirim uang (KU) secara up to date
d. Melakukan tindakan atas pengiriman dokumen dari stock point.
e. Melakukan aktivitas pendistribusian alat-alat kantor dan pengarsipan sesuai dengan bukti permohonan pemakaian alat-alat kantor.
13. Stock Kontrol
a. Menyusun ramalanpersediaan berdasarkan sistem perhitungan sesuai ketentuan perusahaan.
b. Membuat order pembelian berdasarkan ramalan (forecast) persediaan.
c. Membuat usulan pemusnahan barang rusak ke supplier dan melakukan tindakan atas usulan pemusnahan barang rusak.
68 d. Menganalisis serta mengevaluasi tingkat sisa stock barang di gudang dan
stock point.
e. Membuat laporan faktur pajak lengkap dan penjualan.
14. Kasir
a. Menerima setoran uang tunai dan giro mundur dari salesman dan kantor.
b. Menyetor uang tunai dan giro mundur ke bank dan kantor pusat.
c. Mengambil dokumen terkait dengan pihak bank (rekening koran).
d. Membuat daftar gaji untuk kantor induk medan dan stock point
15. Admin Stock
a. Menginput dan menerbitkan bon pengambilan barang gudang berdasarkan memo permintaan barang.
b. Menginput, mengarsip dan mengirim semua bukti penerimaan dan pengeluaran barang ke kantor pusat yang meliputi, laporan penerimaan barang, surat klaim, bukti retur penjualan, bukti penukaran jenis, bukti penukaran barang rusak, bukti retur pembelian, dan daftar barang kembali ke gudang sesuai deadline.
c. Melakukan pemeriksaan posisi stok di komputer dengan laporan stok di gudang.
d. Melakukan pengarsipan terhadap bon pengambilan barang gudang, memo permintaan barang dan laporan kegiatan salesman.
69 16. Kepala Gudang
a. Menerima dan memeriksa barang dagangan/promosi dari supplier yang mencakup kuantitas barang, kualitas barang, jenis barang dan kedaluarsa barang serta membuat laporan penerimaan barang berdasarkan surat jalan.
b. Melakukan identifikasi terhadap permasalahan klaim ekspedisi dan membuat surat klaim berdasarkan berita acara, surat jalan dan packing list.
c. Mengeluarkan barang dari gudang sesuai bon pengambilan barang gudang berdasarkan sistem FIFO ke mobil operasional.
d. Membuat surat jalan untuk pengiriman via ekspedisi/pengangkutan e. Mengontrol dan membuat laporan masa kedaluarsa stok setiap bulan.
f. Mengatur dan mengontrol susunan stock barang di gudang.
17. Helper
Tugasnya adalah mengurus barang-barang di gudang untuk di muat ke mobil penjualan melalui delivery order.
18. Salesman
Tugasnya adalah melakukan pengorderan barang dan pengiriman barang kepada para pelanggan.
70 4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Analisis Deskriptif
4.2.1.1 Karakteristik Responden
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner.
Berdasarkan kuesioner yang disebarkan tersebut diperoleh gambaran umum mengenai karakteristik responden. Hasil angket Menunjukkan Karakteristik responden seperti tabel-tabel berikut :
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah ( Orang ) Persentase (%)
Laki-laki 72 80
Perempuan 18 20
Jumlah 90 100
Sumber : Data Olahan Penulis (2015)
Responden berdasarkan jenis kelamin pada Tabel 4.1 terlihat bahwa responden dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 72 orang ( 80%) sedangkan responden perempuan berjumlah 18 orang ( 20%). Dengan demikian terlihat bahwa responden laki-laki lebih banyak dibanding responden perempuan, hal ini terjadi karena bagian Pemasaran PT Everbright Medan lebih banyak membutuhkan karyawan laki-laki dibanding karyawan perempuan karena pekerjaan di bagian pemasaran lebih banyak dibidang pengangkatan dan pemindahan barang ke mobil pengiriman barang, dan aktivitas pengiriman dan proses pengorderan barang sehingga karyawan laki-laki dianggap lebih sesuai
71 untuk pekerjaan tersebut. Sedangkan karyawan perempuan secara keseluruhan bertugas di bagian administrasi kantor.
Tabel 4.2
Karateristik Responden Berdasarkan Umur
Umur Orang Persentase
20 – 30 Tahun 34 37,8
30 – 40 Tahun 41 45,6
40 – 50 Tahun 13 14,4
50 – 60 Tahun 2 2,2
Jumlah 90 100%
Sumber : Data Olahan Penulis (2015)
Karakteristik responden berdasarkan usia pada Tabel 4.2 terlihat bahwa responden yang berusia 20-30 tahun berjumlah 34 orang (37,8%), berusia 30-40 tahun berjumlah 41 orang (45,6%), berusia 40-50 tahun berjumlah 13 orang (14,4%), berusia 50-60 tahun berjumlah 2 orang ( 2,2%). Dari hasil tersebut terlihat bahwa responden yang berusia 30-40 tahun merupakan umur yang paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan bagian pemasaran adalah karyawan yang berada di usia yang produktif, karyawan yang mampu melakukan kegiatan pemasaran didalam maupun diluar kantor.
Tabel 4.3
Karateristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase %
SMA 39 43,3
Diploma 23 25,6
S1 28 31,1
Jumlah 90 100%
Sumber : Data Olahan Penulis (2015)
Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan pada tabel 4.3 terlihat bahwa responden dengan tingkat pendidikan SMA berjumlah 39 orang
72 (43,3%), diploma berjumlah 23 orang (25,6%) dan responden dengan tingkat pendidikan S1berjumlah 28 orang (31,1%). Dari data tersebut terlihat bahwa responden dengan tingkat pendidikan yang paling dominan adalah SMA karena posisi ini diisi oleh helper gudang, asisten salesman dan supir. Untuk posisi karyawan bagian administrasi pemasaran, administrasi gudang dan ketua sales di isi oleh karyawan yang berpendidikan S1 dan diploma
Tabel 4.4
Karakteristik responden berdasarkan Masa Kerja
Masa Kerja (Tahun) Jumlah ( Orang) Persentase (%)
1 - 5 Tahun 46 51,1
5 - 10 Tahun 27 30
10 - 15 Tahun 6 6,67
15 - 20 Tahun 11 12,2
Jumlah 90 100%
Sumber : Data Olahan Penulis ( 2015)
Karakteristik responden masa kerja pada Tabel 4.4 terlihat bahwa responden dengan masa kerja 1-5 tahun berjumlah 46 orang (51,1%), 5-10 tahun berjumlah 27 orang (30%), 10-15 tahun berjumlah 6 orang (6,67) dan masa kerja 15-20 tahun sebanyak 11 orang (12,2%). Dari data tersebut bahwa masa kerja yang paling dominan adalah 1-5 tahun dan 5 – 10 Tahun. Hal ini dikarenakan karyawan baru mengisi kekosongan jabatan karena berakhirnya masa jabatan karyawan yang berumur 55 tahun dan keluarnya karyawan dari perusahaan yang ingin mencari pekerjaan yang lebih baik.
73 4.2.1.2 Deskripsi Jawaban Responden
Deskripsi jawaban responden menggambarkan bagaimana frekuensi jawaban responden atas pernyataan yang diajukan dalam kesioner. Berikut ini dapat dilihat frekuensi jawaban responden tentang variabel iklim organisasi (X1),
Deskripsi jawaban responden menggambarkan bagaimana frekuensi jawaban responden atas pernyataan yang diajukan dalam kesioner. Berikut ini dapat dilihat frekuensi jawaban responden tentang variabel iklim organisasi (X1),