• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Dari kesimpulan yang diperoleh, penulis memiliki pandangan yang dapat dijadikan saran untuk pihak terkait dalam usaha mengembangkan produk agar ikut berpartisipasinya pengusaha developer perumahan syariah dalam pembangunan nasional, yaitu :

1. PT. Unchu Multi Indonesia harus memperbaiki lagi kebijakan dan ketentuan mengenai kejelasan objek akad atau barang yang dijual terlebih

75

khusus mengenai spesifikasi barang harus di tulis di dalam kontrak perjanjian akad istishna’.

2. PT. Unchu Multi Indonesia harus menuliskan hak-hak konsumen di dalam kontrak perjanjian tersebut guna menjamin dan melindungi hak-hak konsumen agar konsumen tidak dirugikan.

3. Untuk Legal Officer PT.Unchu Multi Indonesia harus lebih memperhatikan kembali dalam penyusunan kontrak serta isi perjanjian kontrak tersebut untuk menghindari potensi wanprestasi hingga sengketa yang akan merugikan para pihak.

76

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Agama RI, Departemen. Al-Quran dan Terjemahnya. Bandung: Penerbit Diponegoro, 2005.

Amalia, Nanda. Hukum Perikatan. Lhokseumawe: Unimal Press, 2013.

Al Imam, Al Hafidz Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al Bukhori. Shahih Al Bukhori. Riyadh: Dauliyah Linnasyri, 1998.

Ascarya. Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2015.

Djuawini, Dimyauddin. Pengantar Fiqh Muamalah. Yogyakarta: Pustaka Kencana, 2010.

Farroh Hasan, Akhmad. Fiqh Muammalah dari Klasik hingga Kontemporer (Teori dan Praktik). Malang: UIN-Maliki Malang Press, 2018.

FORDEBI, dan ADESy. Ekonomi dan Bisnis Islam : Seri Konsep dan Aplikasi Ekonomi dan Bisnis Islam. Depok: Rajawali Pers, 2017.

Mardani. Fiqh Ekonomi Syariah : Fiqh Muamalah. Jakarta: Prenamedia Grup, 2012.

Mubarok, Jaih, dan Hasanudin. Fikih Mu’amalah Maliyyah : Akad Jual-Beli. Bandung:

Simbiosa Rekatama Media, 2020.

———. Fikih Mu’amalah Maliyyah : Prinsip-Prinsip Perjanjian. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2020.

Muhammad. Bisnis Syariah : Transaksi dan Pola Pengikatannya. Depok: Rajawali Pers, 2018.

Rahman Ghazaly, Abdul. Fiqh Muamalat. Jakarta: Kencana, 2010.

Sahroni, Oni, dan Muhammad Hasanuddin. Fikih Muamalah : Dinamika Teori Akad dan Implementasinya dalam Ekonomi Syariah. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2016.

77

Subekti, R, dan R Tjitrosudibio. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jakarta: Balai Pustaka, 2017.

Syafei, Rachmat. Fiqh Muamalah. Bandung: Pustaka Setia, 2001.

Syafi’i Antonio, Muhammad. Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani, 2001.

Yazid, Muhammad. Hukum Ekonomi Islam : Fiqh Muamalah. Surabaya: UIN-Sunan Ampel Press, 2014.

Zulham, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta: Kencana, 2016

Jurnal dan Skripsi

Abd Ghofur, Ruslan. “Akibat Hukum dan Terminasi dalam Fiqh Muamalah.” ASAS, No.2, Vol. 2 (Juli 2010)

Arvian Firmansyah, Egi, dan Deru R Indika. “Kredit Pemilikan Rumah Syariah Tanpa Bank : Studi di Jawa Barat.” Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, Tahun 10, No.3 (Desember 2017).

Azwir, Muhammad “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Implementasi Aqad Pesanan Barang Di Konveksi Kota Banda Aceh (Analisis Terhadap UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen).” UIN Ar-Raniry, 2018.

Danu Syaputra, Ahmad. “Cederanya Akad/Perjanjian Dalam Perspektif Fiqh dan Hukum Positif.” Jurnal Syariah, No. 1, Vol. V (April 2017).

Dzuluqy, Suryati. “Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Secara Litigasi Studi Kasus Perkara Nomor 175/Pdt.G/2016/PA.Tmk di Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya,” Desember 2019.

Hajar, Siti. “Analisis Penerapa Akad Ba’i Al-Istishna’ dan Akad Qardh dalam Kepemilikan Rumah pada Developer D’Ahsana Property Syariah Mojokerto.”

UIN Sunan Ampel, 2019.

78

Marduwira, Erdi. “Akad Istishna’ dalam Pembiayaan Rumah Pada Bank Syariah Mandiri (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Cinere).” UIN Syarif Hidayatullah, 2010.

Piryanti, Meri. “Akibat Hukum Perjanjian (Akad) dan Terminasi Akad.” Jurnal Studi Islam dan Muamalah At-Tahdzib, No. 1, Vol. 2 (2014).

Rizki Hidayah, Muhammad, Kholil Nawawi, dan Suyud Arif. “Analisis Implementasi Akad Istishna’ Pembiayaan Rumah (Studi Kasus Developer Property Syariah Bogor).” Jurnal Ekonomi Islam, No. 1, Vol. 9 (Mei 2018).

Website

https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/07/15/1744/persentase-penduduk-miskin-maret-2020-naik-menjadi-9-78-persen.html

https://m.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt4cd4042b91308/peradilan-agama/

https://davpropertysyariah.com/fakta-perumahan-syariah/

Perundang-udangan dan lainnya

Fatwa DSN MUI No.06/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Akad Istishna’

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Kontrak Perjanjian Akad Istishna’ PT. Unchu Multi Indonesia Nomor :141,-/AMC/UNCHU/Istishna’III/X/2019

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen

Undang Nomor 50 tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman

79

LAMPIRAN

80

81

82

TRANSKIP WAWANCARA Narasumber : Tridoyo Wismantoro

Jabatan : General Manager PT. Unchu Multi Indonesia Tanggal : 28 Desember 2020

Tempat : PT. Unchu Multi Indonesia

1. Apa saja produk yang dijual atau ditawarkan PT. Unchu Multi Indonesia kepada konsuemen?

Jawab : PT. Unchu Multi Indonesia memiliki dua produk yang ditawarkan kepada kosnumen yaitu rumah estate dan rumah mansion. Rumah estate merupakan rumah dengan spesifikasi standar bertipe 30/60 sedangkan rumah mansion merupakan rumah dengan spesifikasi standar bertipe 40/77.

2. Apa yang menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli produk yang dijual PT. Unchu Multi Indonesia?

Jawab : Yang menjadi daya tarik atau keunggulan yang ditawarkan PT. Unchu Multi Indonesia kepada konsumen antara lain ; syari’ah, persyaratan mudah, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa sita, tanpa BI checking, dan apapun profesi konsumen dapat membeli produk tersebut.

3. Akad apa saja yang digunakan untuk pembelian produk yang dijual PT. Unchu Multi Indonesia kepada konsumen?

Jawab : Terdapat dua akad yang digunakan untuk penjualan produk PT. Unchu Multi Indonesia ; pertama akad istishna’ untuk konsumen yang mengambil skema secara cicil selama 8 tahun, yang kedua akad salam untuk konsumen yang mengambil skema secara cash. Untuk kedua akad tersebut memiliki harga jual produk yang sama yang membedakan hanya di proses akadnya saja.

4. Sebelum membeli produk, apakah konsumen dijelaskan terlebih dahulu mengenai akad tersebut?

83

Jawab : Sebelum membeli produk konsumen akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai akad tersebut. Jadi, konsumen harus mengetahui terlebih dahulu detail produk nya dan juga skema yang harus diketahui dan dipahami oleh konsumen.

5. Bagaimana mekanisme atau alur pembelian produk tersebut dengan menggunakan akad istishna’?

Jawab : a.) Konsumen memilih unit/kavling yang tersedia dan membayarkan uang tanda jadi sebagai pengikat (booking) sebesar tiga juta rupiah, dan mengisi formulir Surat Permohonan Pembelian Rumah (SPPR) serta melampirkan fotocopy KTP, surat nikah (apabila sudah menikah), Kartu Keluarga (KK), Pas poto 3x4 sebanyak 4 lembar, slip gaji atau keterangan penghasilan, surat keterangan usaha (apabila punya usaha), fotocopy rekening tabungan 3 bulan terakhir, dan NPWP. Pembayaran ini memotong pada harga jual; b.) Maksimal 7 (tujuh) hari dari tanggal pendaftaran (booking/pilih kavling) konsumen menyerahkan kelengkapan data pemohon serta pembayaran uang muka pertama; c.) Dengan mengisi dan menandatangani Surat Permohonan Pembelian Rumah (SPPR) maka setiap calon pembeli bersedia mematuhi dan tunduk pada ketentuan yang berlaku; d.) Formulir permohonan pembelian rumah tersebut akan diverifikasi oleh pihak developer; e.) Developer berhak memutuskan apakah permohonan konsumen bisa diproses lebih lanjut atau ditolak. Keputusan tersebut dikeluarkan selambat-lambatnya dalam 2 (dua) hari kerja; f.) Apabila SPPR ditolak oleh developer maka pembelian dianggap batal, dan uang tanda jadi/booking akan dikembalikan selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari kerja; g.) Untuk permohonan SPPR yang disetujui, proses berikutnya adalah konsumen melunasi uang muka; h.) Untuk pelunasan uang muka maksimal 3 (tiga) bulan dari SPPR yang sudah disetujui; i.) Apabila terjadi kendala, maka pembayaran uang muka dapat dilakukan sebanyak 4 (empat) kali; j.) Pelaksanaan akad istishna’ (perjanjian jual beli pesanan/indent) dilaksanakan setelah site plan disahkan oleh dinas terkait dan konsumen telah

84

melunasi uang muka. Konsumen melanjutkan pembayaran cicilan indent sesuai dengan jangka waktu indent yang telah dipilih dan ketentuan pembayaran yang dituangkan di SPPR; k.) Konsumen diwajibkan membayar angsuran tepat waktu di setiap bulan sesuai jadwal pembayaran yang sudah ditandatangani dalam SPPR; l.) rogres pekerjaan proyek dan unit rumah dibangun sesuai ketentuan tahapan bangun pada tiap-tiap proyek, dengan masa pekerjaan pembangunan unit adalah 3-4 bulan. Dan serah terima unit ditentukan sesuai pilihan masa indent tiap-tiap konsumen; m.) Setelah unit rumah selesai dibangun, konsumen akan diundang untuk serah terima kunci sekaligus penanda-tanganan Akta Jual Beli (AJB) dan pengesahan kontrak perjanjian akad istishna’ secara Notaril serta penandatanganan surat pernyataan penitipan sertifikat; n.) Dengan dasar AJB yang sudah ditandatangani, developer memproses Balik Nama Sertifikat, IMB, dan PBB ke atas nama konsumen dan memproses penitipan sertifikat ke pihak yang ditunjuk; o.) Konsumen berhak menerima copy data legalitas atas unit rumah yang dibeli; p.) Setelah sisa kewajiban/angsuran konsumen lunas, sertifikat bisa diambil dipihak penitipan dengan membawa surat tanda bukti lunas dari pihak developer; q.) Pelunasan sisa kewajiban atas rumah yang dibeli bisa dipercepat tanpa dikenakan denda/pinalty, atau tetap mengikuti ketentuan di SPPR.

6. Apa saja syarat dan ketentuan bagi konsumen saat membeli produk tersebut?

Jawab : Syarat konsumen antara lain KTP, Buku nikah (apabila sudah menikah), Kartu Keluarga (KK), Pas poto 3x4 sebanyak 4 lembar, slip gaji, surat keterangan usaha (apabila punya usaha), dan NPWP. Terkait ketentuan konsumen antara lain mampu dan amanah. Mampu dengan skema yang ditawarkan PT. Unchu Multi Indonesia, dan amanah terhadap hutang-hutangnya.

7. Apakah terdapat jaminan yang harus diserahkan konsumen saat membeli produk tersebut?

85

Jawab : Tidak ada jaminan dalam pembelian rumah atau produk di PT.Unchu Multi Indonesia. Jaminan diperlukan apabila konsumen mengalami kredit macet dapat beruupa barang yang senilai ataupun dengan jaminan personal.