• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran Cara Penggunaan Modul

Dalam dokumen 03. REKONS MODUL GP MUSIK SMP KK C (Halaman 18-56)

Karena konten pembahasan pada modul ini berisi tentang pengetahuan akor, maka pemahaman deskriptif saja tidaklah cukup untuk dijadikan standar penguasaan materi pada modul ini. Untuk itu penulis menyarankan agar peserta diklat hendaknya juga membiasakan diri untuk selalu mengerjakan setiap tugas atau evaluasi yang ada pada modul ini. Untuk itu disarankan: 1. Mempelajari modul secara sistematis dari awal sampai akhir.

2. Mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang ada.

3. Memperbanyak latihan agar hasil yang didapat semakin baik, karena modul ini menekankan pada praktik memainkan akor dalam lagu.

JENIS-JENIS AKOR

A. Tujuan

Setelah mempelajari Kegiatan Pembelajaran 1, Anda diharapkan mampu memahami pengetahuan dasar mengenai macam-macam akor dan jenis akor pokok dan progresinya serta unsur-unsur pembentuknya dengan baik.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator pencapaian kompetensi yang harus Anda kuasai setelah menyelesaikan Kegiatan Pembelajaran adalah Anda mampu:

1. menunjukkan jenis-jenis akor;

2. menyebutkan tingkatan akor dari berbagai tangga nada; 3. menyebutkan tingkatan akor pokok berbagai tangga nada;

4. menyebutkan tingkatan akor bantu/tambahan berbagai tangga nada.

C. Uraian Materi

Akor mempunyai arti yaitu kumpulan tiga nada atau lebih yang bila dimainkan secara bersamaan terdengar harmonis. Contoh alat musik yang bias untuk

memainkan akor adalah gitar, piano, organ ataupun electone. Akor terdiri atas

berbagai macam. Antara lain akor mayor, akor minor, akor dominan septim,

akor diminished, akor augmented, akor minor 6, akor mayor 7, akor suspended

dan masih banyak yang lainnya. Akor yang paling sering dipakai dalam suatu

lagu yang sederhana adalah akor mayor, akor minor dan akor dominan septim.

Akor lainnya digunakan untuk memperindah atau mengubah kualitas suatu lagu. Penyisipan akor yang berbeda akan memberikan efek rasa yang berbeda dalam iringan suatu lagu. Akor mayor terdiri atas akor tingkat I, IV, dan V (akor

disebut terts besar (mayor). Akor Minor terdiri atas Akor tingkat II, III, dan VI

karena jarak nada dasar akor dengan terts-nya 11/2. Akor diminished atau

disebut kwuint kurang terdiri atas akor tingkat VII karena jarak interval nada dasar akor dengan kwuint-nya 3. Akor minor dan diminished dikelompokkan sebagai akor tambahan karena berfungsi sebagai pemanis gerak akor dalam mengiringi lagu.

1. Akor dan Tri Suara

Akor dapat dibentuk mulai dari suatu nada dan menambahkan dua buah nada-nada di atasnya yang diambil dari tangga nada yang bersangkutan,

dan masing masing mempunyai interval terts. Secara sederhana, apabila

akan membentuk akor I maka nada-nadanya adalah nada I, ditambah dengan nada III dan V dari tangga nada yang bersangkutan. Contoh pembentukan akor C mayor.

 Nada I adalah C

 Nada II adalah E

 Nada III adalah G

Jadi akor C berisi nada C, E, dan G. Cara penyebutan akor seperti contoh

disebut nomor akor (chord number), yaitu akor I, II, III, IV, V dan

seterusnya. Di samping itu juga ada cara penyebutan yang lain, yang

disebut nama akor (chord name), maka dalam tangga nada C mayor di

atas akor I = akor C (C mayor).

Trisuara adalah suatu istilah di dalam musik yang berarti tiga nada. Fungsi maupun tujuan trisuara adalah sebagai akor. Trisuara sebagai akor, dibentuk dengan cara menentukan sebuah nada tonik, terts dan kwuint yang dapat diperoleh dari susunan nada sebuah tangga nada, atau menyusun trisuara berdasarkan pola interval masing-masing jenis akor.

Oleh karena itu, ada dua kemungkinan cara pembentukan trisuara atau akor. Pertama, pembentukan akor yang berkaitan langsung dengan konsep tangga nada, baik tangga nada mayor maupun tangga nada minor. Trisuara dengan cara ini berarti mempergunakan nada-nada yang telah menjadi bagian dari sebuah tangga nada. Sekaligus, baik nada-nada yang dipakai maupun interval-intervalnya dapat dihitung dan diketahui secara benar. Cara yang dipakai dalam pembentukan akor pada umumnya merupakan suatu peraturan yang berlaku pada setiap pembentukan akor trisuara. Maka akor trisuara dibentuk dengan cara menyusunan secara vertikal nada tonik, terts, dan kwuint akor. Berikut susunan dan nama tingkatan akor.

a. Akor tingkat I : Tonika b. Akor tingkat ii : Supertonik c. Akor tingkat iii : Median d. Akor tingkat IV : Sub-dominan e. Akor tingkat V : Dominan f. Akor tingkat vi : Sub-median g. Akor tingkat vii : Leading tone

Melalui konsep pembentukan atau cara pembentukan trisuara yang berlaku umum, maka telah dapat diperoleh berbagai jenis trisuara yang berfungsi sebagai akor. Jenis-jenis trisuara yang dimaksud itu dapat dibentuk dan disusun dalam berbagai tangga nada diatonis lainnya. Sebagai misal di bawah ini dibentuk dan disusun berbagai tingkat trisuara dalam tangga nada.

a. Tangga nada C Mayor

4) Akor tingkat IV : Sub-dominan F,A,C 5) Akor tingkat V : Dominan G,B,D 6) Akor tingkat vi : Sub-median A,C,E 7) Akor tingkat vii : Leading tone B,D, F b. Tangga nada G Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - G,B,D 2) Akor tingkat ii : Supertonik - A,C,E 3) Akor tingkat iii : Median - B,D,Fis 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - C,E,G 5) Akor tingkat V : Dominan - D,Fis,A 6) Akor tingkat vi : Sub-median - E,B,G, 7) Akor tingkat vii : Leading tone - Fis,A,C c. Tangga nada D Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - D,Fis,A 2) Akor tingkat ii : Supertonik - E,G,B 3) Akor tingkat iii : Median - Fis,A,C 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - G,B,D 5) Akor tingkat V : Dominan - A,Cis,E 6) Akor tingkat vi : Sub-median - B,D,Fis 7) Akor tingkat vii : Leading tone - Cis,E,G

d. Tangga nada A Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - A,Cis,E 2) Akor tingkat ii : Supertonik - B,D,Fis 3) Akor tingkat iii : Median - Cis,D,Gis 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - D,F,A 5) Akor tingkat V : Dominan - E,Gis,B 6) Akor tingkat vi : Sub-median - F,A,C 7) Akor tingkat vii : Leading tone - Gis,B,D e. Tangga nada E Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - E,Gis, B 2) Akor tingkat ii : Supertonik - Fis,A,C 3) Akor tingkat iii : Median - Gis,B, Dis 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - A,Cis,E 5) Akor tingkat V : Dominan - B,Dis,Fis 6) Akor tingkat vi : Sub-median - Cis,E,Gis 7) Akor tingkat vii : Leading tone - Dis,Fis,A f. Tangga nada B Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - B,Dis,Fis 2) Akor tingkat ii : Supertonik - Cis,E,Gis 3) Akor tingkat iii : Median - Dis,Fis,Ais 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - E,Gis,B 5) Akor tingkat V : Dominan - Fis,Ais,Cis 6) Akor tingkat vi : Sub-median - Gis,B,Dis 7) Akor tingkat vii : Leading tone - Ais,Cis,E g. Tangga nada F Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - F,A,C 2) Akor tingkat ii : Supertonik - G,B,D 3) Akor tingkat iii : Median - A,C,E 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - Bes,D, F 5) Akor tingkat V : Dominan - C,E,G 6) Akor tingkat vi : Sub-median - D,F,A 7) Akor tingkat vii : Leading tone - E,G,Bes h. Tangga nada Bes Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - Bes,D,F 2) Akor tingkat ii : Supertonik - C,Es,G 3) Akor tingkat iii : Median - D,F,A 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - Es,G,Bes 5) Akor tingkat V : Dominan - F,A,C

6) Akor tingkat vi : Sub-median - G,Bes,D 7) Akor tingkat vii : Leading tone - A,C, Es,E,G,B i. Tangga nada Es Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - Es,G,Bes 2) Akor tingkat ii : Supertonik - F,As,C 3) Akor tingkat iii : Median - G,Bes,D 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - As,C,Es 5) Akor tingkat V : Dominan - Bes,D,F 6) Akor tingkat vi : Sub-median - C,Es,G 7) Akor tingkat vii : Leading tone - D,F,As j. Tangga nada AS Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - As,C,Es 2) Akor tingkat ii : Supertonik - Bes,Des,F 3) Akor tingkat iii : Median - C,Es,G 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - F,As,C 5) Akor tingkat V : Dominan - G,Bes,Des 6) Akor tingkat vi : Sub-median - Des,F,As 7) Akor tingkat vii : Leading tone - Es,G,Bes

k. Tangga nada Des Mayor

1) Akor tingkat I : Tonika - Des,F,As 2) Akor tingkat ii : Supertonik - Es,Ges,Bes 3) Akor tingkat iii : Median - F,As,C 4) Akor tingkat IV : Sub-dominan - Ges,Bes,Des 5) Akor tingkat V : Dominan - As,C,Es 6) Akor tingkat vi : Sub-median - Bes,Des,F 7) Akor tingkat vii : Leading tone - C,Es,Ges

2. Akor Mayor dan Akor Minor

a. Akor Mayor

Disebut akor mayor karena jarak intervalnya 3M dan 3m atau 2 dan 1 ½. Dalam susunan tingkatan akor, akor mayor adalah akor tingkat I, IV, dan V atau akor pokok. Disebut akor pokok karena apabila kita mengiringi lagu yang bertangga nada mayor dan tidak ada nada yang mendapat tanda aksidental, diberikan ketiga akor pokok tersebut sudah cukup, sedangkan akor yang lainnya yaitu ii,iii, vi, dan vii merupakan akor bantu.

Contoh : 1) Akor Minor

Disebut akor minor karena jarak interval dasar akor dengan nada tertsnya adalah 11/2, disebut terts kecil (minor). Akor minor disebut akor bantu/tambahan. Kedudukan akor bantu adalah membantu akor pokok untuk memberikan alternatif lain dalam mengiringi lagu untuk memperindah harmonisasi. Akor minor terdiri atas akor tingkat ii, iii, vi.

2) Akor Diminished

Disebut akor diminished karena jarak interval dasar akor dengan nada kuintnya adalah 3, disebut kuint kurang (diminished). Sama seperti akor minor, akor diminished dikelompokkan sebagai akor bantu/tambahan karena berfungsi sebagai pemanis gerak akor dalam mengiringi lagu . Akor diminished terdiri atas akor Akor tingkat vii. Berikut tabel akor Mayor, minor, dan diminished beserta perbandingannya dengan tangga nada C Mayor.

C C m C dim D D m D dim E E m E dim F F m F dim G G m G dim A A m A dim

B B m B dim

Gambar 1. Akor mayor, minor, diminished

Dapat disimpulkan bahwa akor pokok atau akor utama atau primary chords bersifat akor mayor, dan dalam satu tangga nada mayor diatonis hanya ada 3 (tiga) akor saja, yaitu:

a) Tonika - I

b) Sub Dominan - IV c) Dominan - V

Sedangkan akor pembantu bersifat akor minor dan juga hanya ada 3 (tiga) saja, yaitu :

a) Supertonika - ii b) Median - iii c) Sub Median - vi

Dan akor pembantu bersifat akor diminished hanya ada 1 (satu) saja, yaitu :

3. Nama dan Posisi Akor Pada Gitar

a. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada C Mayor/natural 1) Akor Pokok I C IV F V G 2) Akor Bantu/Tambahan D minor E minor A minor B dim

b. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada G Mayor/1 1) Akor Pokok I G IV C V D 2) Akor Bantu/Tambahan

A minor B minor E minor

F dim

c. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada D Mayor/2 1) Akor Pokok I D IV G V A 2) Akor Bantu/Tambahan

E minor F minor B minor

C dim

d. Akor Pokok dan akor bantu pada tangga nada A Mayor/3 1) Akor Pokok I A IV D V E 2) Akor Bantu/Tambahan

B minor C minor F minor

A dim

e. Akor Pokok dan akor bantu pada tangga nada E Mayor/4 1) Akor Pokok I E IV A V B 2) Akor Bantu/Tambahan ii F minor iii G minor vi C minor D dim

f. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada B Mayor/5 1) Akor Pokok I B IV E V F 2) Akor Bantu/Tambahan ii C minor iii D minor vi G minor A dim

g. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada F Mayor/1 1) Akor Pokok I F IV B V C 2) Akor Bantu/Tambahan

G minor A minor D minor

Edim

h. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada 2 /Bes Mayor 1) Akor Pokok I B IV E V F 2) Akor Bantu/Tambahan

C minor D minor G minor

A dim

i. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada 3 /Es Mayor 1) Akor Pokok I E IV A V B 2) Akor Bantu/Tambahan

F minor G minor C minor

D dim

j. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada 4 /As Mayor 1) Akor Pokok I A IV D V E 2) Akor Bantu/Tambahan

B minor E minor F minor

G dim

k. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada 5 /Des Mayor 1) Akor Pokok I D IV G V A 2) Akor Bantu/Tambahan

E minor F minor B minor

C dim

4. Nama dan Posisi Akor Pada Keyboard

a. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada C Mayor 1) Akor Pokok

C G F

2) Akor Bantu/Tambahan

Dm Em Am

Bdim

Gambar 13. Akor tangga nada C Mayor pada keyboard

b. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada G Mayor/1 1) Akor Pokok

2) Akor Bantu/Tambahan

Am Bm Em

Fisdim

Gambar 14. Akor tangga nada 1 /G Mayor pada keyboard

c. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada D Mayor /2 1) Akor Pokok

D G A

2) Akor Bantu/Tambahan

Em Fis m Bm

d. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada A Mayor/3 1) Akor Pokok A D E 2) Akor Bantu/Tambahan Bm Cis m Fis m Gis dim

Gambar 16. Akor tangga nada 3 /A Mayor pada keyboard

e. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada E Mayor/4 1) Akor Pokok

2) Akor Bantu/Tambahan

Fis m Gis m Cis m

Dis dim

Gambar 17. Akor tangga nada 4 /E Mayor pada keyboard

f. Akor Pokok dan akor bantu pada tangga nada B Mayor/5 1) Akor Pokok

B E Fis

2) Akor Bantu/Tambahan

Cis m Dis m Gis m

Ais dim

g. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada F Mayor/1 1) Akor Pokok

F Bes C

2) Akor Bantu/Tambahan

G minor A minor D minor

E dim

Gambar 19. Akor tangga nada 1 /F Mayor pada keyboard

h. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada Bes Mayor/2 1) Akor Pokok

2) Akor Bantu/Tambahan

Cm Dm Gm

A dim

Gambar 20. Akor tangga nada 2 /Bes Mayor pada keyboard

i. Akor Pokok dan akor bantu pada tangga nada Es Mayor/3 1) Akor Pokok

Es As Bes

2) Akor Bantu/Tambahan

Fm Gm Cm

D dim

j. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada As Mayor/4 1) Akor Pokok As Des Es 2) Akor Bantu/Tambahan Bes m Cm Fm G dim

Gambar 22. Akor tangga nada A /A Mayor pada keyboard

h. Akor pokok dan akor bantu pada tangga nada Des Mayor/5 1) Akor Pokok

Des Ges As

2) Akor Bantu/Tambahan

C dim

Gambar 23. Akor tangga nada A /Des Mayor pada keyboard

5. Akor 7 (the seventh chord)

Akor dominan 7 adalah akor triad yang telah mendapat imbuhan nada ke 7. Misalnya akor C mayor terdiri dari nada-nada 1 (do) + 3 (mi) + (sol), Bila ditambah nada ke-7 atau nada 7 (si), maka berubah menjadi 1 (do) + 3 (mi) + (sol) + (si) atau disebut juga dengan akor CM7/Cmaj7 (C mayor 7).

Nama-nama akor 7 (seventh chords) dalam tangga nada C Mayor, adalah sebagai berikut:

CM7 G-7

D-7 A-7

E-7 B-7 5

FM7

Gambar 24. Akor 7 (the seventh cord) pada tangga mada C mayor.

Akor tingkat I (Cmaj7 ) memiliki nada-nada yang sama dengan tangga nada

Akor tingkat II (D-7) memiliki nada-nada yang sama dengan tangga nada

d dorian, seperti dibawah ini:

Akor tingkat III (E-7) memiliki nada-nada yang sama dengan tangga nada

e phrygian, seperti berikut ini:

Akor tingkat IV (Fmaj7) memiliki nada-nada yang sama dengan tangga nada flydian, seperti berikut ini:

Akor tingkat V (G7) memiliki nada-nada yang sama dengan tangga nada

gmyxolydian, seperti dibawah ini:

Akor tingkat VI (A-7) memiliki nada-nada yang sama dengan tanganada

Akor tingkat VII (B-7b5) memiliki nada-nada yang sama dengan tangga nada blocrian, seperti berikut ini:

6. Akor 7 (theseventh chord) pada Gitar

CM7 D-7

G-7 A-7

B-7b5

Gambar 25. Akor 7 (the seventh cord) tangga nada C mayor pada gitar.

7. Akor 7 (theseventh chord) pada keyboard

CM7 D-7

E-7 FM7

B-7b5

Tabel 26. Akor 7 (the seventh cord) tangga nada C mayor pada keyboard.

D. Aktivitas Pembelajaran

1. Pemateri menyampaikan semua materi pengetahuan akor kepada peserta dengan jelas.

2. Peserta diberi tugas:

a. Mendengarkan sebuah lagu yang telah dipilih melalui MP-3, CD, dan lain sebagainya, dengan kualitas lagu mengarah pada tujuan pembelajaran dalam modul ini.

b. Mengidentifikasi akor pokok dan bantu pada tangga nada natural, tangga nada 1 # - 7#, tangga nada 1b – 7b.

c. Mendiskusikan dengan kolega dari hasil pengamatan.

d. Melakukan eksperimen lanjutan hal-hal berkaitan dengan akor, agar memperoleh pemahaman yang lengkap tentang berbagai macam alat musik.

3. Pemateri memberikan ulasan/rangkuman terkait materi yang telah disampaikan kepada peserta

4. Pemateri memberikan pembahasan terkait jawaban dari soal evaluasi pada kegiatan pembelajaran ini.

E. Latihan/Kasus/Tugas

1. Jelaskan peran dan fungsi akor.

2. Sebutkan akor pokok, akor bantu dan akor tambahan pada tangga nada 1# -4# dan 1b – 3b.

4. Jika ditentukan akor tingkat V atau dominan adalah A, maka: a. tonikanya …..

b. mediannya … c. sub dominannya …

5. Jika ditentukan Akor tingkat V atau dominan adalah F, maka: a. tonikanya …..

b. mediannya … c. sub dominannya …

6. Jika ditentukan akor tingkat iii atau median adalah A, maka: a. tonikanya …..

b. dominannya … c. Sub mediannya …

7. Jika ditentukan akor tingkat vi atau sub median adalah E, maka: a. dominannya …..

b. tonikanya … c. sub dominannya …

8. Jika ditentukan akor tingkat V atau dominan adalah Fis, maka: a. tonikanya …..

b. mediannya … c. sub dominannya …

9. Jika ditentukan akor tingkat V atau dominan adalah D, maka: a. tonikanya …..

b. mediannya … c. sub dominannya …

10. Jika ditentukan akor tingkat iii atau median adalah B, maka: a. tonikanya …..

b. dominannya … c. sub mediannya …

11. Jika ditentukan akor tingkat vi atau sub median adalah Fis, maka: a. dominannya …..

b. tonikanya … c. sub dominannya …

F. Rangkuman

Akor adalah gabungan tiga nada atau lebih yang menghasilkan paduan nada dan mempunyai jarak tertentu. Jarak antar nada inilah yang membedakan antara akor satu dan akor lainnya. Akor terdiri atas akor pokok dan akor tambahan. Akor pokok adalah akor mayor, sedangkan akor tambahan adalah, akor minor dan akor diminished. Susunan tingkatan akor adalah :

1. Akor tingkat I : Tonika

2. Akor tingkat ii : Supertonik 3. Akor tingkat iii : Median 4. Akor tingkat IV : Sub-dominan 5. Akor tingkat V : Dominan 6. Akor tingkat vi : Sub-median 7. Akor tingkat vii : Leading tone

Dari susunan tingkatan tersebut yang disebut sebagai akor pokok atau mayor adalah akor tingkat I, IV dan V, akor bantu/tambahan bersifat minor adalah ii, iii, vi, dan akor bantu/tambahan bersifat diminished adalah vii.

G. Umpan Balik/Tindak Lanjut

Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan peserta diklat dapat menunjukkan akor mayor, minor dan diminished. Peserta diklat juga diharapkan mampu mengajarkan materi akor kepada peserta didik di satuan pendidikan masing-masing.

Pada Kegiatan Pembelajaran 1 ini, peserta telah mempelajari akor yang berhubungan dengan rumusan akor, peran dan fungsi akor. Selain

mengerjakan soal latihan sehingga akan menghadapi permasalahan langsung seputar teori tentang akor.

Rencana pengembangan lebih lanjut yang akan dilakukan terkait dengan Kegiatan Pembelajaran 1 adalah mengaitkan akor ini ke dalam tataran aplikatif seperti mengiringi lagu dan lain sebagainya. Implementasi dari rencana ini adalah penerapan kaidah-kaidah akor terhadap melodi lagu.

Kegiatan Pembelajaran 1 dengan konten akor akan memberi input terhadap pembelajaran berikutnya yang terkait dengan pembahasan teknik mengiringi. Materi ini akan sangat banyak menggunakan konsep pemahaman tangga nada. Tanpa pemahaman yang baik mengenai tangga nada, peserta didik tidak akan dapat mudah dalam mempelajari akor ini.

Peserta diklat sebagai guru profesional sekolah, melalui modul ini diharapkan dapat mengembangkan fungsi akor khususnya praktek mengiringi pembelajaran menyanyi di sekolah masing-masing. Dengan begitu akor bisa dipahami di kalangan siswa serta bisa sebagai media kreasi siswa.

PROGRESI AKOR

A. Tujuan

Setelah mempelajari Kegiatan Pembelajaran 2, Anda diharapkan mampu memahami pengetahuan tentang progresi akor.

Dalam dokumen 03. REKONS MODUL GP MUSIK SMP KK C (Halaman 18-56)

Dokumen terkait