BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan simpulan dari hasil penelitian, maka terdapatbeberapa saran diantaranya adalah sebagaiberikut:
1. Pendidik dapat menyampaikan materi cerpen mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen dan mengaitkan karya sastra dengan masyarakat dengan media dan metode yang baik dan menarik. Sehingga nilai-nilai yang terkadung dalam cerpen mudah dipahami oleh peserta didik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pendidik dapat menambah wawasan sehingga dapat mengajarkannya kepada peserta didik mengenai unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen atau sebagai bahan untuk melakukan penelitian lanjutan.
76
DAFTAR PUSTAKA
Ajidarma, Seno Gumira. Iblis Tidak Pernah Mati. Yogyakarta: Galang Press. 2001.
Aziez, Furqonuldan Abdul Hasim, Menganalisis Fiksi Sebuah Pengantar. Bogor:
Penerbit Ghalia Indonesia. 2010.
Baiquni, Ahmad. Perempuan-Perempuan Harem. Bandung: Penerbit Qanita.
2008.
Bramantio. “Puitika Cerpen-Cerpen Eka Kurniawan”. Jurnal Mozaik. Vol. 14. no.
2. 2014.
Danandjaja, James. Folklor Indonesia. Jakarta: Pustaka Grafitipres. 1966.
Dewan Redaksi Ensiklopedia Sastra Indonesia. Ensiklopedia Sastra Indoneisa.
Bandung: Titian Ilmu. 2004.
Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian Antropologi Sastra. Yogyakarta:
Penerbit Ombak, 2013.
Emzir, dkk, Tentang Sastra; Orkestrasi Teori dan Pembelajarannya. Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca. 2018.
Eriyanto, Analisis Naratif. Jakarta: Penerbit Kencana. 2013.
Furoidah, Asridkk. Bentuk Komunikasi Teks Pada Kumpulan Cerpen Corat-
Coret di Toilet Karya Eka Kurniawan. Retorika: JurnalBahasa, Sastra, dan
pengajarannya. vol. 12. nomor 1. Februari 2019.
https://m.cnnindonesia.com/hiburan/20190216213124-241-369918/kisah-eka-kurniawan-saat-terima-prince-claus-award-di-belanda
Ismawati, Esti. Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Penerbit Ombak. 2013.
Keraf, Gorys, Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Penerbit Gramedia. 1982.
Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
2006.
Kosasih, E. Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Penerbit YramaWidya. 2012.
Kurniawan, Eka. Corat-Coret di Toilet. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
2014.
Khoiri, Agniya.
https://m.cnnindonesia.com/hiburan/20190216213124-241-369918/kisah-eka-kurniawan-saat-terima-prince-claus-award-di-belanda diakses 1
Agustus 2019.
Manik, A Ricky. Pengaruh Karya Seno Gumira Ajidarma Pada CerpenAgus Noor. Mlangun Jurnal Ilmiah Kebahasaan & Kesastraan. vol.12, Nomor 2. Desember 2016.
Masruroh, Ainun. Rambu-Rambu Menulis Cerpen. Yogyakarta:
Pusat Kajian Bahasa. 2017.
Minderop, Albertine. Metode Karakterisasi Telaah Fiksi. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia. 2005.
Nurgiyantoro, Burhan. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Muda
University Press. 2013
Nurgiyantoro, Burhan. Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak.
Yogyakarta: GadjahMada University Press. 2005.
Putera, PrakosoBhairawa. Mengenal dan Memahami Ragam Karya Prosa Lama
Hikayat, Dongeng, Tambo, dan Cerita Berbingkai. Yogyakarta: Graha Ilmu.
2015.
Putra, M. Andika. “Anggap Negara Arogan, Eka Kurniawan Tolak Anugerah Kebudayaan”,
https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20191010094523-241-438290/anggap-negara-arogan-eka-kurniawan-tolak-anugerah-kebudayaandiakses 7 Desember 2019.
Ratna, Nyoman Kutha. Teori, Metode, danTeknik Penelitian Sastra. Bandung:
Pustaka Pelajar. 2004.
Subyantoro. Pembelajaran Bercerita. Yogyakarta: Penerbit Ombak. 2013. Stanton, Robert. Teori Fiksi Robert Stanton. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2007.
Tarigan, Henry Guntur. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Penerbit Angkasa. 2015.
Tempo, Ferdinandus Moses. Kekerasan Personal Dalam Cerpen “Jakarta,Suatu
Ketika” Karya Seno Gumira Ajidarma, Jurnal Madah. Volume 4. Nomor 1.
Edisi April 2013.
Teuw, A. Sastera dan Ilmu Sastera. Jakarta: Pustaka Jaya. 1984.
Wahyuni, Dessy. Perempuan Dengan Segala Luka Dalam Kumpulan
Cerpen Suatu Hari Bukan Di Hari Minggu. Atavisme. Vol. 16. No. 2. Edisi
Desember 2013.
Warsiman, Sastra dan Pembelajarannya. Surabaya: Unesa University Press. 2015.
Wijaya, Herman &Muh. Jaelani. Konsep Dasar Sastra :Teori dan Aplikasi.
Yetti A. Ka, (https://lakonhidup.com/category/yeti-a-ka/)
Yusuf, Muri. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian
Sekolah : SMK Persada Husada Indonesia Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XI / Ganjil Tahun Pelajaran : 2019 / 2020 Materi Pokok : Cerpen Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
A. Kompetensi Inti
KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca
4. 8.1 Menentukan unsur intrinsik, ekstrinsik, dan nilai-nilai dalam cerpen serta menerapkan nilai-nilai dalam cerpen ke dalam kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Menghayati dan mengamalkan materi cerpen sebagai bentuk penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2. Menguasai materi cerpen dengan menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong), kerja sama, toleran, damai), santun, responsive, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusia, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
dengan pengembangan dari materi cerpen yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
D. Materi Pembelajaran
1.Unsur-unsur pembangun cerpen E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning
Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dan Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah )/ projek F. Media Pembelajaran
Media/Alat:
Worksheet atau lembar kerja (siswa) Lembar penilaian
Penggaris, spidol, papan tulis Laptop & infocus
Cetak: buku kumpulan cerpen dan modul
Bahan : Spidol G. Sumber Belajar
Hartikah Tika, dkk. 2019. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2019. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Suherli, dkk. 2018. Buku Bahasa Indonesia Kelas XI Revisi Tahun 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Cerpen “Dongeng Sebelum Tidur” dalam kumpulan cerpen Iblis Tidak Pernah Mati karya Seno Gumira
Cerpen “Dongeng Sebelum Bercinta” dalam kumpulan cerpen Corat Coret di Toilet karya Eka Kurniawan
Cerpen “Dongeng Hitam” karya Yetti A.ka H. Kegiatan Pembelajaran
Tahapan Langkah-Langkah Pembelajaran PPK, Literasi,
4C, HOTS
Alokasi Waktu Kegiatan
Awal
Guru membuka kegiatan belajar mengajar dengan senyum salam sapa.
Guru mengecek kehadiran peserta didik. Guru memulai pembelajaran dengan
membaca doa bersama peserta didik. Menyiapkan peserta didik secara psikis
dan fisik untuk mengikuti proses
Religius
PPK
10 Menit
didik.
Mengajukan pertanyaan untuk megulang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. Guru menjelaskan tentang cerpen dan
unsur pembangunnya.
Membentuk peserta didik menjadi menjadi tiga kelompok.
Kegiatan Inti
Peserta didik secara berkelompok menganalisis dan mendiskusikan cerpen sesuai dengan arahan guru.
Perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil dari diskusi kelompok.
Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang materi cerpen dan unsur-unsur pembangunnya.
Setiap kelompok menyampaikan pendapatnya mengenai cerpen yang sudah didiskusikan. Kerja sama (Collaborative) Komunikasi (communication) Berpikir kritis (Critical thinking) 70 menit Kegiatan Penutup
Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
Peserta didik menyampaikan kesimpulan materi yang telah dipelajari.
melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas
Kreativitas (Creativity)
HOTS
10 menit
pembelajaran dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas.
H. Penilaian
1) Teknik Penilaian:
Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
2) Bentuk Penilaian:
Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
INTRUMEN PENILAIAN SIKAP Nama Satuan pendidikan : SMK Persada Husada Indonesia Tahun pelajaran : 2019/2020
Kelas/Semester : XI / 1
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
NO WAKTU NAMA KEJADIAN/
PERILAKU BUTIR SIKAP TINDAK LANJUT 1 INSTRUMEN PENUGASAN 1 Tugas:
1. Secara berkelompok mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerpen. NO Unsur Intrinsik Bukti Kalimat
1. Tema 2. Alur 3. Tokoh 4 Latar 5 Sudut Pandang 6 Gaya Bahasa 7 Amanat
Peserta didik mengidentifikasi peristiwa dan tokoh yang terdapat dalam cerpen dengan sangat tepat
4
Peserta didik mengidentifikasi peristiwa dan tokoh yang terdapat dalam cerpen dengan tepat
3
Peserta didik mengidentifikasi peristiwa dan tokoh terdapat dalam cerpen dengan kurang tepat
2
Peserta didik mengidentifikasi pertistiwa dan tokoh terdapat dalam cerpen dengan tidak tepat
1
Kriteria:
4 = sangat baik, 3 = baik, 2 = cukup dan 1 = kurang. Sekor maksimal X 100
4
Bekasi, 18 Juli 2019
Mengetahui
Kepala SMK Persada Husada Indonesia Guru Mata Pelajaran
A. Sinopsis Cerpen Dongeng Sebelum Tidur
Cerpen Dongeng Sebelum Tidur mengisahkan mengenai seorang Ibu yang kebingungan karena kehabisan dongeng untuk anaknya, Sari. Membacakan dongeng setiap malam merupakan rutinitas yang selalu dilakukan oleh Tokoh Ibu, di sela-sela kesibukannya sebagai wanita karier.
Ribuan dongeng telah dibacakan Ibu kepada Sari, hingga suatu ketika tokoh Ibu kebingungan karena kehabisan dongeng. Saat perjalanan menuju rumah, Ibu menceritakan kebingungannya ini pada supirnya. Lalu, supirnya memberi saran untuk mendongeng dari berita yang bersumber dari koran. Awalnya tokoh Ibu ragu untuk melalukan apa yang disarankan oleh supirnya.Namun karena tak punya pilihan lain, akhirnya tokoh Ibu membacakan dongeng dari berita yang bersumber dari koran. Dongeng yang berbeda dari biasanya itu bukannya membuat Mata Sari terpejam, malah membuat Sari tak bisa tidur.
B. Sinopsis cerpen Dongeng Sebelum Bercinta
Cerpen Dongeng Sebelum Bercinta mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Alamanda yang berusaha menutupi kebohongannya dengan cara mendongengkan sebuah dongeng berjudul Alice’s Adventures in Wonderland pada suaminya.
Alamanda sebenarnya tidak menyukai suaminya tersebut. Ia terpaksa menikah karena dijodohkan oleh ayahnya dan tak bisa melawan kehendak ayahnya tersebut. Padahal, sudah berulang kali Alamanda melakukan pemeberontakan. Namun hal itu tidak juga menghalangi ayahnya untuk menjodohkannya dengan sepupu yang telah menjadi suaminya.
Hingga hari keempat dua pernikahannya, Alamda belum sekalipun bercinta dengan suaminya. Ternyata bukan karena ketidaksukaan Alamanda pada suaminya, tetapi karena Alamanda takut suaminya akan mengetahui kebohongan yang sudah lama Alamanda sembunyikan.
C. Sinopsis Dongeng Hitam
Cerpen Dongeng Hitam menceritakan tentang seorang perempuan berusia dua puluh sembilan tahun bernama Namili yang menyukai dongeng burung hitam.
Ia terus berusaha untuk mengingat kembali jalan cerita dongeng burung hitamnya, namun tidak kujung berhasil. Hingga suatu ketika, ia bermimpi bertemu seorang laki-laki yang mirip dengan ayahnya yang menawarkan tiga botol ramuan. Namili pikir, dengan ramuan itu, Ia bisa mengembalikan jalan cerita dongeng burung hitamnya. Tapi ternyata dugaannya salah. Ramuan itu hanya membuatnya tenang.
Vivi Khairatna, anak ke dua dari lima bersaudara dari pasangan Ratijah dan Khairuddin Armia ini lahir di Aceh, 3 Juli 1997. Penulis menempuh pendidikan di TK Cipta Bahagia, SDN 03 Batu Ampar, SDN Pondok Ranggon 01, SMP 230 Jakarta, SMA Bina Dharma Ciracas, Kemudian melanjutkan program S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2015.
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Penulis sangat suka menulis cerita dan membaca novel. Hingga pada akhirnya pada tahun 2019, Novel berjudul Kolong Langit terbit. Selain menyukai dunia tulis, penulis juga aktif di dunia organisasi. Selama berkuliah, pernah aktif dalam kepengurusan HMJ PBSI sebagai anggota Humas. Dan saat ini masih aktif di dunia kepramukaan yaitu sebagai Dewan Saka Bati Husada Jakarta Timur.