• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen TESIS OLEH RYAN ISKANDAR /MAG (Halaman 79-100)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

1. Persepsi petani merupakan respon terhadap tindakan/risiko yang terjadi pada usahatani cabai merah yang dilakukan, sehingga dalam hal ini dibutuhkan peran pembuat kebijakan dalam mengantisipasi respons petani terhadap perubahan kebijakan pertanian tersebut, petani membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang niat petani untuk menerapkan strategi manajemen risiko yang berbeda dalam mengelola risiko.

2. Terkait Sikap risiko petani cenderung ragu – ragu serta menolak risiko (risk averse) memerlukan bantuan penyuluhan. Peran penyuluh pertanian dapat memberikan gambaran yang jelas terkait pemetaan masalah dalam usahatani cabai merah yang sering terjadi sehingga dapat dilakukan upaya-upaya dalam pemetaan jenis risiko yang terjadi dan menjadikan petani cabai merah suka akan risiko, mengelola risiko sebagai bagian dari usaha untuk meningatkan

3. Banyaknya pilihan pilihan terkait strategi manajemen risiko usahatani yang ada, dalam hal ini, peran pemerintah melalui lembaga perbankan setidaknya dapat membantu petani dalam hal ketersediaan modal usaha, kaitan terhadap risiko dapat dikelola melalui asuransi pertanian sehingga petani mendapat jaminan terkait risiko usahatani yang mungkin terjadi pada budidaya cabai merah yang dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

Agung, I. D. G., Artini, N. I. W. P., & Dewi, N. R. (2002). Analisis Usahatani Cabe Merah (Capsicum Annum L) Di Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian.

Ban, V. Den, & Hawkins, H. S. (1999). Penyuluhan Pertanian. Kanisius.

Yogyakarta (ID).

Basyarahil, A., Irham, I., & Waluyati, L. R. (2016). How to Mitigate The Production Risks on Coastal Red Chilli Farming in Kulon Progo Regency.

Ilmu Pertanian (Agricultural Science), 1(1), 37–46.

Binici, T., Koc, A. A., Zulauf, C. R., & Bayaner, A. (2003). Risk attitudes of farmers in terms of risk aversion: A case study of lower Seyhan plain farmers in Adana province, Turkey. Turkish Journal of Agriculture and Forestry, 27(5), 305–312.

Dhungana, B. R., Nuthall, P. L., & Nartea, G. V. (2004). Measuring the economic inefficiency of Nepalese rice farms using data envelopment analysis.

Australian Journal of Agricultural and Resource Economics, 48(2), 347–

369.

Dohmen, T., Falk, A., Huffman, D., Sunde, U., Schupp, J., & Wagner, G. G. (2011).

Individual risk attitudes: Measurement, determinants, and behavioral consequences. Journal of the European Economic Association, 9(3), 522–

550.

Echols, J. M., Shadily, H., & Wolff, J. U. (1989). An Indonesian-English Dictionary (Vol. 2). Cornell University Press.

Fajri, S. R., & Fauziyah, E. (2018). Keterkaitan Efisiensi Teknis dan Perilaku Risiko Petani Usahatani Bawang Merah Varietas Manjung. Jurnal Hortikultura Indonesia, 9(3), 188–196.

Firdausy, C. M. (2005). Productivity performance in developing countries. UNIDO research report.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS19.

Hanan, G., & Skoufias, E. (1998). Testing theories of consumption behavior using information on aggregate shocks: income seasonality and rainfall m rural India. American Journal of Agricultural Economics, 80(1), 1–14.

Hansson, H., & Lagerkvist, C. J. (2012). Measuring farmers’ preferences for risk:

a domain-specific risk preference scale. Journal of Risk Research, 15(7), 737–753.

Hardaker, J. B., Richardson, J. W., Lien, G., & Schumann, K. D. (2004). Stochastic efficiency analysis with risk aversion bounds: a simplified approach.

Australian Journal of Agricultural and Resource Economics, 48(2), 253–

270.

Joffre, O. M., Poortvliet, P. M., & Klerkx, L. (2018). Are shrimp farmers actual gamblers? An analysis of risk perception and risk management behaviors among shrimp farmers in the Mekong Delta. Aquaculture, 495, 528–537.

Kabir, M. J., Cramb, R., Alauddin, M., & Gaydon, D. S. (2019). Farmers’

perceptions and management of risk in rice-based farming systems of south-west coastal Bangladesh. Land Use Policy, 86, 177–188.

Kurniati, D. (2015). Perilaku petani terhadap risiko usahatani kedelai di Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas. Jurnal Social Economic of Agriculture, 4(1), 32–36.

Levis, L. R. (2013). Metode Penelitian Perilaku Petani. Yogyakarta: Ledalero.

Naylor, R. L., Battisti, D. S., Vimont, D. J., Falcon, W. P., & Burke, M. B. (2007).

Assessing risks of climate variability and climate change for Indonesian rice agriculture. Proceedings of the National Academy of Sciences, 104(19), 7752–7757.

Pagoulatos, A., Mattas, K., & Debertin, D. L. (1986). A comparison of some alternatives to input-output multipliers. Land Economics, 62(4), 371–377.

Pasaribu, S. M. (2010). Developing rice farm insurance in Indonesia. Agriculture and Agricultural Science Procedia, 1, 33–41.

Pennings, J. M. E., & Garcia, P. (2001). Measuring producers’ risk preferences: A global risk-attitude construct. American Journal of Agricultural Economics, 83(4), 993–1009.

Rahim, A., Supardi, S., & Hastuti, D. R. D. (2012). Model Analisis Ekonomika Pertanian. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Saptana, S., Daryanto, A., Daryanto, H. K., & Kuntjoro, K. (2010). Strategi Manajemen Resiko Petani Cabai Merah Pada Lahan Sawah Dataran Rendah Di Jawa Jawa Tengah. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 7(2), 115–

131.

Sarstedt, M., Ringle, C. M., Henseler, J., & Hair, J. F. (2014). On the emancipation of PLS-SEM: A commentary on Rigdon (2012). Long Range Planning, 47(3), 154–160.

Sarwono, J. (2013). Buku Pintar IBM SPSS Statistics 19. Elex Media Komputindo.

Sholihin, M., & Ratmono, D. (2021). Analisis SEM-PLS dengan WarpPLS 7.0 untuk Hubungan Nonlinier dalam Penelitian Sosial dan Bisnis. Penerbit Andi.

Siegel, P. B., & Alwang, J. (1999). An Asset-Based Approach To Social Risk Management: A Conceptual Framework.

Sugiyono, D. (1999). Metode Penelitian Bisnis, CV. Alfabeta, Bandung.

Sumarni, N., & Muharam, A. (2005). Budidaya tanaman cabai merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.

Van Winsen, F., De Mey, Y., Lauwers, L., Van Passel, S., Vancauteren, M., &

Wauters, E. (2016). Determinants of risk behaviour: Effects of perceived risks and risk attitude on farmers adoption of risk management strategies. Journal

of Risk Research, 19(1), 56–78.

https://doi.org/10.1080/13669877.2014.940597

Walgito, B. (1997). Psikologi belajar. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Weber, E. U., Blais, A., & Betz, N. E. (2002). A domain‐specific risk‐attitude scale:

Measuring risk perceptions and risk behaviors. Journal of Behavioral Decision Making, 15(4), 263–290.

Wijanto, S. H. (2008). Structural equation modeling dengan Lisrel 8.8: konsep dan tutorial. Yogyakarta: Graha Ilmu, 3(1), 40–45.

Willock, J., Deary, I. J., McGregor, M. M., Sutherland, A., Edwards-Jones, G., Morgan, O., Dent, B., Grieve, R., Gibson, G., & Austin, E. (1999). Farmers’

attitudes, objectives, behaviors, and personality traits: The Edinburgh study of decision making on farms. Journal of Vocational Behavior, 54(1), 5–36.

Zulfa, L., & Hidayati, R. (2018). Analisis Pengaruh Persepsi Risiko, Kualitas Situs Web, dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen E-commerce Shopee di Kota Semarang. Diponegoro Journal of Management, 7(3), 1–11.

Lampiran

1. Kuisioner Penelitian

KUESIONER PENGKAJIAN

PERILAKU PETANI DALAM MENGURANGI RISIKO USAHA TANI

CABAI MERAH DI KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA

Nomor Responden Dengan hormat,

Perkenalkan saya Ryan Iskandar, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yang sedang melaksanakan kajian tentang Perilaku Petani Dalam Mengurangi Risiko Usaha Tani Cabai Merah di Kabupaten Langkat.

Kiranya Bapak/Ibu berkenan untuk membantu mengisi kuesioner ini. Atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Petunjuk Pengisian Kuesioner

1. Mohon kesediaan bapak/ibu untuk menjawab semua pertanyaan/pernyataan yang ada.

2. Beri tanda Checklist (√ ) pada angka/kolom yang bapak/ibu pilih.

3. Pilihlah salah satu jawaban dari satu pertanyaan/pernyataan (tidak boleh lebih).

I. Identitas dan Karakteristik Responden

1 Nama :

8 Kursus-kursus,

II. Pernyataan terkait Persepsi Risiko Usahatani (X1)

Persepsi terhadap risiko apa saja yang sering terjadi dalam usahatani cabai merah yang dilakukan

(beri rangking ; 1. Tidak pernah terjadi, 2. Tidak terjadi, 3. Mungkin terjadi, 4.Terjadi, 5. Sering terjadi )

No Item Pernyataan Alternatif Jawaban

1 2 3 4 5

Persepsi Sikap Risiko (X1)

1 Menurut saya, harga jual tanaman cabai merah yang rendah merupakan risiko yang

2 Menurut saya, pendapatan yang rendah dalam usahatani cabai merah merupakan risiko yang 3 Menurut saya, curah hujan yang tinggi

merupakan risiko yang 4

Menurut saya, ancaman kondisi alam atau bencana seperti banjir, kebakaran dsb merupakan risiko

5 Menurut saya, cabai merah sangat berisiko tidak dapat dijual dan ini

6 Menurut saya, Menggunakan kredit sering menimbulkan risiko yang

7 Menurut saya, kekurangan modal awal merupakan salah satu risiko penting

III. Pertanyaan terkait Sikap Risiko Usahatani (X2)

Bagaimana sikap petani dalam menghadapi risiko yang sering terjadi dalam usahatani cabai merah yang dilakukan

(beri rangking ; 1. Sangat tidak setuju, 2. Tidak setuju 3. Ragu ragu, 4. Setuju, 5.

Sangat Setuju)

No Item Pernyataan Alternatif Jawaban

1 2 3 4 5

Saya takut meminjam uang untuk berinvestasi yang akan meningkatkan keuntungan untuk usahatani saya

IV. Pertanyaan terkait Sikap Bertani (X3)

Bagaimana Sikap Bertani berpengaruh terhadap risiko yang sering terjadi dalam usahatani cabai merah yang dilakukan

(beri rangking ; 1. Sangat tidak setuju, 2. Tidak setuju 3. Ragu ragu, 4. Setuju, 5.

Sangat Setuju)

No Item Pernyataan Alternatif Jawaban

1 2 3 4 5

Sikap Bertani (X3) 1

Saya senang berprofesi sebagai petani karena saya menikmatinya, bukan karena keuntungan semata yang didapat dari usahatani cabai merah 2 Saya lebih suka bekerja dibidang pertanian dari

pada melakukan pekerjaan

3 Masa depan untuk pertanian di Kabupaten Langkat masih

4 Saya tidak khawatir tentang masa depan saya

5

Penting bagi saya untuk mengetahui informasi tentang teknologi terbaru usahatani cabai merah

6

Saya senang melakukan mencoba hal baru dan saya bersedia menguji ide-ide baru untuk usahatani cabai merah

7

Saya secara teratur pergi ke pertemuan kelompok tani untuk bertukar pendapat, dan belajar dari petani lain

V. Pernyataan terkait Sosial Demografi dan Karakteristik (X4)

Bagaimana Sosial Demografi berpengaruh terhadap risiko yang sering terjadi dalam usahatani cabai merah yang dilakukan

(beri rangking ; 1. Sangat tidak setuju, 2. Tidak setuju 3. Ragu ragu, 4. Setuju, 5.

Sangat Setuju)

No Item Pernyataan Alternatif Jawaban

1 2 3 4 5

Sosial Demografi dan Karakteristik (X4) 1

Menurut saya, dengan bertambahnya usia, petani cenderung untuk tidak mau menambah luasan lahan pertanian

Menurut saya, petani dengan luasan usaha yang besar lebih mudah untuk melakukan penganekaragaman komoditi usahatani (misalnya menanam jenis tanaman lain)

dibandingkan dengan luasan pertanian yang lebih kecil

4

Menurut saya, tingkat pendidikan yang lebih tinggi mampu meningkatkan petani untuk mengambil keputusan yang tepat terkait usahatani cabai merah

VI. Pertanyaan terkait Pengalaman Masa Lalu (X5)

Bagaimana Pengalaman Masa Lalu berpengaruh terhadap risiko yang sering terjadi dalam usahatani cabai merah yang dilakukan

(beri rangking ; 1 Sangat tidak setuju, 2. Tidak setuju 3. Ragu ragu, 4. Setuju, 5.

No Item Pernyataan Alternatif Jawaban

1 2 3 4 5

Pengalaman Masa Lalu (X5)

1

Menurut saya, disebabkan risiko yang saya tanggung sebelumnya, pendapatan keluarga saya menjadi sangat tidak stabil dalam 1 tahun terakhir

2

Menurut saya disebabkan risiko yang saya tanggung sebelumnya, pendapatan yang saya terima dari usahatani sangat tidak stabil dalam 1 tahun terakhir

VII. Pertanyaan terkait Strategi Manajemen Usahatani (Y)

Bagaimana strategi manajemen terhadap risiko yang sering terjadi dalam usahatani cabai merah yang dilakukan

(beri rangking ; 1 : Sangat tidak akan mengaplikasikan, 2. Tidak mengaplikasikan, 3. Mungkin akan mengaplikasikan, 4. Pasti mengaplikasikan 5. Sangat pasti akan mengaplikasikan)

No Item Pernyataan Alternatif Jawaban

1 2 3 4 5

Strategi Manajemen Risiko (Y) 1

Saya melakukan penganekaragaman pendapatan pertanian (misalnya penjualan eceran atau menjual dalam bentuk olahan) 2 Saya melakukan penganekaragaman usahatani

dengan menanam komoditi tanaman lain 3 Saya memastikan potensi pasar terhadap

usahatani cabai merah 4

Saya menggunakan teknologi dalam melaksanakan usahatani cabai merah (misalnya; teknologi penyiraman)

5

Saya memperbesar skala usahatani cabai merah yang saya lakukan (misalnya memperluas area tanam)

6 Saya menunda membeli kebutuhan pribadi untuk digunakan dalam usahtani cabai merah 7

Saya bekerja lebih keras dalam kondisi ketidakpastian keuangan akibat usahatani cabai merah

8

Saya mencoba memperoleh penghasilan diluar usaha pertanian, misalnya kerja bangunan atau berjualan dipasar

9

Anggota keluarga lainnya ikut bekerja untuk membantu keuangan keluarga (sumber pendapatan lain)

10

Saya memiliki tabungan sebagai jaminan keuangan untuk mengantisipasi risiko keuangan yang terjadi

11

Saya membeli kebutuhan yang hanya jika benar-benar dibutuhkan untuk usahatani cabai merah yang saya lakukan;

= Terima kasih atas kerjasamanya =

2. Data Karakteristik Responden

UMUR (TAHUN) JUMLAH PERSENTASE

(%)

24 - 39 20 17.86

40 - 49 57 50.89

50 - 76 35 31.25

TOTAL 112

PENDIDIKAN JUMLAH PERSENTASE

(%)

TDK SEKOLAH - SMP 41 36.61

SMA 63 56.25

PERGURUAN TINGGI 8 7.14

TOTAL 112

LAMA BERUSAHATANI (TAHUN) JUMLAH PERSENTASE (%)

2 - 10 37 33.04

11 - 20 45 40.18

21 - 40 30 26.79

TOTAL 112

Frequency Percent

Frequency Percent

3. Tabulasi Data Hasil Kuisioner 112 Responden

X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X21 X22 X23 X24 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Y19 Y110 Y111

4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X21 X22 X23 X24 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Y19 Y110 Y111

4. Uji Normalitas Data 2 Pendapatan Yang Rendah

(X12)

0 3.70 4.00 1.00 5.00 1.13 -0.49 -0.50

3 Produksi Rendah Akibat Cuaca (X13)

0 3.68 4.00 1.00 5.00 1.13 -0.49 -0.47

4 Produksi Rendah Akibat OPT (X14)

0 3.70 4.00 1.00 5.00 1.13 -0.49 -0.50

5 Risiko Tidak Terjual (X15) 0 3.67 4.00 1.00 5.00 1.14 -0.55 -0.47

6 Penggunaan Kredit (X16) 0 3.70 4.00 1.00 5.00 1.13 -0.49 -0.50

7 Kekurangan Modal (X17) 0 3.70 4.00 1.00 5.00 1.13 -0.49 -0.50

8 Tidak Menyukai Keputusan Berisiko (X21)

0 3.70 4.00 1.00 5.00 1.13 -0.49 -0.50

9 Tidak Suka Mengambil Kredit (X22)

0 3.71 4.00 1.00 5.00 1.13 -0.46 -0.52

10 Tidak Suka Investasi (X23) 0 3.69 4.00 1.00 5.00 1.14 -0.55 -0.49 11 Tidak Suka Mengambil

Pinjaman (X24)

16 Memperbesar Skala Usaha (Y15)

19 Pendapatan Luar Pertanian (Y18)

0 3.80 4.00 1.00 5.00 1.01 -0.82 -0.31

20 Pendapatan dari Anggota Keluarga (Y19)

0 3.77 4.00 1.00 5.00 1.04 -0.66 -0.38

21 Menghindari Risiko Keuangan (Y110)

0 3.78 4.00 1.00 5.00 1.02 -0.87 -0.30

22 Hemat Dalam Pemakaian Uang (Y111)

0 3.79 4.00 1.00 5.00 1.01 -0.85 -0.29

5. Pengujian Validitas berdasarkan Faktor Loading

6. Pengujian Validitas berdasarkan Average Variance Extracted (AVE) dan Pengujian Reliabilitas berdasarkan Composite Reliability (CR) dan Cronbach’s Alpha (CA)

Cronbach's

Alpha rho_A Composite Reliability

Strategi Manajemen Risiko (Y) 0.984 0.984 0.985 0.860

7. Validitas Diskriminan Berdasarkan Uji Fornell-Larcker

Strategi Manajemen Risiko (Y) 0.671 0.647 0.927

8. Pengujian Validitas Diskriminan Melalui Uji Cross Loading

Persepsi

Pendapatan Yang Rendah (X12) 0.950 0.632 0.642

Produksi Rendah Akibat Cuaca (X13) 0.939 0.616 0.624

Produksi Rendah Akibat OPT (X14) 0.950 0.632 0.642

Risiko Tidak Terjual (X15) 0.926 0.601 0.609

Penggunaan Kredit (X16) 0.950 0.632 0.642

Kekurangan Modal (X17) 0.950 0.632 0.642

Tidak Menyukai Keputusan Berisiko (X21) 0.624 0.947 0.607

Tidak Suka Mengambil Kredit (X22) 0.634 0.953 0.621

Tidak Suka Investasi (X23) 0.609 0.937 0.601

Tidak Suka Mengambil Pinjaman (X24) 0.640 0.955 0.625

Diversifikasi Pendapatan (Y11) 0.628 0.613 0.934

Menghindari Risiko Keuangan (Y110) 0.615 0.592 0.920

Hemat Dalam Pemakaian Uang (Y111) 0.624 0.601 0.930

Diversifikasi Produksi (Y12) 0.624 0.601 0.930

Potensi Pasar (Y13) 0.615 0.592 0.920

Input Teknologi (Y14) 0.628 0.628 0.934

Memperbesar Skala Usaha (Y15) 0.627 0.587 0.931

Menghemat Pengeluaran Pribadi (Y16) 0.628 0.605 0.934

Bekerja Keras (Y17) 0.624 0.601 0.930

Pendapatan Luar Pertanian (Y18) 0.628 0.605 0.934

Pendapatan dari Anggota Keluarga (Y19) 0.601 0.578 0.904

9. Uji Signifikansi Pengaruh Langsung (Direct Effect)

Sikap Risiko (X2) -> Strategi Manajenen Risiko (Y)

0.362 0.364 0.128 2.818 0.005*

Persepsi Risiko (X1) -> Sikap Risiko (X2)

0.661 0.664 0.087 7.619 0.000*

10. Uji Signifikansi Pengaruh Tidak Langsung (Indirrect Effect) Original

Persepsi Risiko (X1) -> Sikap Risiko (X2) -> Strategi

Strategi Manajemen Risiko (Y) 0.524

12 Model Fit

Saturated Model Estimated Model

SRMR 0.013 0.013

d_ULS 0.041 0.041

d_G 0.111 0.111

Chi-Square 70.281 70.281

NFI 0.981 0.981

13. Model Analisis Perilaku Petani Dalam Mengurangi Risiko Usahatani Cabai Merah

14. Dokumentasi Penelitian

Dalam dokumen TESIS OLEH RYAN ISKANDAR /MAG (Halaman 79-100)

Dokumen terkait