• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Perlu adanya revisi standar pelayanan medis yang mencantumkan

obat-obat pilihan yang diberikan pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan

komplikasi ischemic heart disease.

2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai perbandingan antara evaluasi

drug-related problems pada pasien ischemic heart disease dengan

evaluasi drug-related problems pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan

komplikasi ischemic heart disease, sehingga dapat diketahui ada tidaknya

71

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008, Clinical Practise Recommendations,

http://care.diabetesjournals.org/content/vol 31/supplement_1. Diakses pada tanggal 26 Februari 2008

Anonim, 2002, Third Report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Panel Treatment III),

http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/cholesterol/atp3full.pdf. Diakses pada tanggal 26 Februari 2008

Asdie, A. H., 2000, Patogenesis dan Terapi Diabetes Mellitus Tipe 2, 11, 41-67, Penerbit Medika UGM, Yogyakarta

Braunwald, E., and Selwyn A.P., 1999, Ischemic Heart Disease, in Braunwald, E., et al, Harrison’s Principles of Internal Medicine, 1213-1253, 13th, volume 3, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Braunwald, E., Zipes D.P., and, Libby, P., 2001, Heart Disease, 1272-1277, 6th edition, W.B. Saunders Company, USA

Chan, P. D., and Johnson, M. T., 2004, Treatment Guideline for Medicine and Primary Care, 1-11, Current Clinical Strategies Publishing, California

Cipolle, R. J., Strand, L. M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practise, 178-179, 2nd edition, Mc Graw-Hill Company, New York

Davey, P., 2006, At a Glance Medicine, 266-269, Penerbit Erlangga, Jakarta

DiPiro, J. T., Talbert, R. L., Yee, G. C., Matzke, G. R., Wells, B. G., and Posey, L. M., 2005, Pharmacotherapy; A Pathophysiologic Appproach, 261-322, 1333-1346, 6th edition, Mc Graw-Hill Medical Publishing Division, New York

Fauci, A.S., and Kasper, D.L., 2000, Diabetes Mellitus, in Braunwald, E., et al,

Harrison’s Principles of Internal Medicine, 2200-2206, 13th, volume 5, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Fenstes P.E., Sox H.C., and Alpert J., 2003, Ischemic Heart Disease : Angina Pectoris, in Dale, D. C., and federman D. D., Scientific American Medicine, 242-254, volume 1, WebMD Inc., USA

Goldschmid, M. G., 1994, Dyslipidemia and Ischemic Heart Disease Mortality

Among Men and Women with Diabetes,

http://cic.ahajournal.org/cgi/reprint/89/3/991?maxtoshow=&HITS=108&h its=108RESULTFORMAT=&fulltext=dyslipidemia+and+ischemic+heart +disease+mortality+among+men+and+women+with+deabe&seachid=18F IRSTINNEX=0&RESOURCETYPE=HWCIT. Diakses pada 27 Oktober 2007

Gray, H.H., Dawkins K.D., Simpson I.A., and Morgan J.M., 2005, Lecture Notes on Cardiology, 98-112, 4th edition, Penerbit Erlangga, Jakarta

Grundy, S.M., dkk., 1999, Diabetes and Cardiovascular Disease; A Statement for Healthcare Professionals from the American Heart Association, http://circ.ahajournals.org/cgi/content/full/100/10/1134. Diakses pada tanggal 26 Februari 2008

Guyton, A. C., and Hall, J. E., 1996, Textbook of Medical Physiology, 321-330, 9th edition, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Johnson, M., 1998, Diabetes Terapi dan Pencegahannya, 286-307, Indonesia Publishing House, Bandung

Jones, R.M. and Rospond, R.M., 2003, Patient Assessment in Pharmacy Practise, 1-6, Lippincott Williams and Wilkins Company, USA

Selwyn A.P., and Braunwald E., 2005, Ischemic Heart Disease, in Kasper D.L., Hauser, S.L., Braunwald, E., Fauci, A.S., Longo, D.L., and Jameson, J.L.,

Harrison’s Principles of Internal Medicine, 1434-1444, 16th edition, volume 11, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Kimble, M.A. K. and Young, L. Y., 2005, Applied Therapeutics, 1-1 s/d 1-11, 17-1 s/d 17-6, 8th edition, A Wolter Kluwer Company, USA

Mansjoer, A., 2001, Kapita Selekta Kedokteran, 581-588, edisi 3, Penerbit Media Aesculapius FKUI, Jakarta

McEvoy, G. K., dkk., 2003, AHFS Drug Information 2004, The American Society of Health-System Pharmacist, Inc., USA

Meirinawati, A., 2006, Evaluasi Penatalaksanaan Terapi Komplikasi Hipertensi pada Kasus DM di Instalasi Rawat Inap RS Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Muchdi, A. dkk., 2005, Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Mellitus, 1-15, 25-43, Penerbit Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Noer, S., 1996, Ilmu Penyakit Dalam, 571-576, edisi 3, Balai Penerbit FKUI, Jakarta

Paul, C. D. and Johnson, M.T., 2004, Treatment Guideline for Medicine and Primary Care, 1-11, Current Clinical Strategies Publishing, California

Priyani, F.N., 2006, Evaluasi Penatalaksanaan Terapi Komplikasi Dislipidemia pada Kasus DM di Instalasi Rawat Inap RS Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Retnari, N.W., 2006, Evaluasi Penatalaksanaan Terapi Komplikasi Nefropati pada Kasus DM di Instalasi Rawat Inap RS Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Sanusi, 1999, Kriteria Diagnosis dan Klasifikasi Baru Diabetes Melitus, Medika, Tahun XXV (12), 779-783

Sitepoe, M., 1993, Kolesterol Fobia Keterkaitannya dengan Penyakit Jantung, 42-43, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Soegondo S., dkk., 2006, Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, Penerbit Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, Jakarta

Soegondo, S., dkk, 2007, Pelaksanaan Diabetes Melitus Terpadu, 36-41, Balai Penerbit FKUI, Jakarta

Widyastuti, F., 2006, Evaluasi Penatalaksanaan Terapi Komplikasi Stroke pada Kasus DM di Instalasi Rawat Inap RS Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Wiyono, P., 2000, Penatalaksanaan Dislipidemia pada Diabetes Melitus, 96-104, Penerbit FK-UGM, Yogyakarta

Woodlley, M., and Whelan, A., 2002, Manual of Medical Therapeutics, 79-89, edisi ke 27, Department of Medicine, Washington University School, USA

Lampiran I. Data SOAP pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi

ischemic heart disease di instalasi rawat inap RS Panti Rapih Yogyakarta periode Januari 2005-Desember 2007

KASUS 1 Karakteristik pasien Nama : Ny TJDM Umur : 81 tahun No MR : 562039 Masuk RS : 22/02/2007 s/d 28/02/2007 Diagnosa masuk : DM dengan hipoglikemi Diagnosa keluar : DM, hipoglikemi dan IHD Subyektif Keluhan :

hipoglikemi, tangan kiri terasa sakit, badan lemas.

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik.

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

22/02/2007 Tekanan darah 148/91 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36 °C ± 37°C

Nadi 72 x / menit ± 80x/menit

Glukosa darah sewaktu 78 mg/ dL 70-100mg/dL

SGOT 22,6 u/L 0,00 -32,00 u/L

SGPT 9,9 u/L 0,00-31,00 u/L

Ureum 30 mg/ dL 10,00-50,00 mg/ dL

Kreatinin 1,1 mg/ dL 0,50 - 0,90 mg/ dL

EKG : IHD

Assessment

Pasien mendapat kombinasi a-lipoic acid 300 mg dengan cyanocobalamin 100µg 3x1 tablet, aspirin 80 mg 1x1 tablet, dan dekstrosa sesuai hasil pemeriksaan kadar glukosa darah.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pasien mengalami peningkatan tekanan darah, serta kreatinin.

DRP :

1.Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD yaitu obat mencegah terjadinya gejala iskemik.

Rekomendasi

1. Pasien diberikan obat golongan nitrat yaitu isosorbitdinitrat (ISDN) 5 mg 2-4x/hari, golongan calcium channel blocker yaitu verapamil 120-240 mg/hari.

KASUS 2 Karakteristik pasien Nama : Ny MLYDNH Umur : 62 tahun No MR : 569404 Masuk RS : 22/04/2007 s/d 28/04/2007 Diagnosa masuk : DM dengan hiperglikemia Diagnosa keluar : DM, IHD, hipertensi, dan dislipidemia Subyektif Keluhan :

badan gemetaran, tidak nafsu makan, muntah-muntah, dan badan lemas

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

24/04/2007 Tekanan darah 140/90 mmHg = 130/80 mmHg

Glukosa darah puasa 453 mg/ dL 70 – 110 mg/dL

Glukosa darah PP 432 mg/ dL 100 – 140 mg/dL

25/04/200 Tekanan darah 140/80 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 37°C ± 37°C

Nadi 88x/ menit ± 80x/menit

Glukosa darah puasa 187 mg/ dL 70 – 110 mg/dL

Glukosa darah PP 197 mg/ dL 100 – 140 mg/dL

SGOT 20,3 u/L 0,00 – 32,00 u/L

SGPT 21,8 u/L 0,00 - 31,00 u/L Ureum 41 mg/ dL 10,00 – 50,00 mg/dL Kreatinin 1,85 mg/ dL 0,50 – 0,90 mg/dL CKMB 4,0 mg/dL 0,00 – 25,00 mg/dL Troponin 0,10 mg/dL < 0,16 mg/dL LDH 408,2 mg/dL 240,00 – 480,00 mg/dL EKG : IHD Assessment

Pasien mendapat diltiazem 30 mg 2x/hari; aspirin 80mg 1x/hari; fenofibrat 1x300mg; kaptopril 12,5 mg 2x/hari; gliklazid 80 mg 1x/hari; dan insulin 4u 3x/hari

Dari hasil pemeriksaan diketahui pasien mengalami peningkatan tekanan darah, kadar glukosa darah dan kreatinin. DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD secara lengkap sebagai upaya untuk menjaga kondisi pasien.

Rekomendasi

1. Pasien diberikan tambahan obat berupa ISDN 5 mg 2-4x/hari.

2. Dilakukan pemeriksaan kadar

kolesterol dan trigliserid untuk mengetahui dengan pasti kadar yang mengalami peningkatan sehingga dapat diberikan obat hipolipidemik yang sesuai.

KASUS 3 Karakteristik pasien Nama : Ny MRSGRT Umur : 78 tahun No MR : 093340 Masuk RS : 24/07/2007 s/d 27/07/2007 Diagnosa masuk : vomitus pd penderita DM Diagnosa keluar : DM, IHD, ISK Subyektif Keluhan : mual, muntah-muntah, kaki kanan sakit.

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik.

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

24/07/2007 Tekanan darah 130/70 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36,2°C ± 37°C

SGOT 34,9 u/L 0,00 – 32,00 u/L

SGPT 36,2 u/L 0,00 - 31,00 u/L Ureum 60 mg/ dL 10,00 – 50,00 mg/dL Kreatinin 0,74 mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL 26/07/2007 Tekanan darah 150/90 mmHg = 130/80 mmHg Suhu 36°C ± 37°C

Nadi 88 x/ menit ± 80x/menit

Glukosa darah puasa 75 mg/dL 70 – 110 mg/dL

Glukosa darah PP 87 mg/dL 100 – 140 mg/dL

EKG : IHD

Assessment

Pasien mendapat rosiglitazon 2mg 1x/sore; diltiazem 30mg 3x/hari.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pasien mengalami peningkatan tekanan darah, kadar SGOT dan SGPT. DRP :

1. Efek samping obat; pasien sempat

mengalami hipoglikemia yang dapat disebabkan oleh penggunaan rosiglitazone.

2. Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD sebagai upaya menjaga kondisi pasien.

Rekomendasi

1. Penggunaan rosiglitazone untuk pasien dengan penurunan fungsi liver yang dapat dilihat dari peningkatan SGOT dan SGPT harus dengan hati-hati sehingga perlu dilakukan pengawasan. 2. Pasien perlu mendapatkan ISDN 5 mg,

2-4 x/hari.

3. Pemberian aspirin 80 mg/hari secara teratur.

KASUS 4 Karakteristik pasien Nama : Ny SDH No MR : 411876 Umur : 70 tahun Masuk RS : 20/03/2006 s/d 4/04/2006 Diagnosa masuk : DM dan gastroenteritis Diagnosa keluar : DM, IHD, prolapsis arteri, mycosis perineum

Subyektif

Keluhan : badan gemetar, batuk, pusing, sakit perut.

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

20/03/2007 Tekanan darah 150/90mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 38,7°C ± 37°C

Nadi 80 x/ menit ± 80x/menit

Glukosa darah puasa 250 mg/dL 70-110 mg/dL

Glukosa darah PP 318 mg/dL 100-140 mg/dL

SGOT 15,6 u/L 0,00-32,00 u/L

SGPT 15,0 u/L 0,00-31,00 u/L Ureum 32 mg/dL 10,00-50,00 mg/dL Kreatinin 0,9 mg/dL 0,50-0,90 mg/dL Kolesterol total 123 mg/dL < 200 mg/dL HDL 21 mg/dL > 40 mg/dL LDL 63 mg/dL < 150 mg/dL Trigliserid 168 mg/dL < 150 mg/dL EKG : ischemia Assessment

Pasien mendapat ISDN 5 mg 3x/hari; glimepirid 2mg 1x/hari; metformin 500 mg 2x/hari.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pasien mengalami peningkatan tekanan darah, kadar glukosa darah, penurunan kadar HDL serta peningkatan kadar trigliserid.

DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD secara lengkap sebagai upaya menjaga kestabilan kondisi pasien dan untuk penurunan kadar trigliserid..

Rekomendasi

1.Pasien diberikan aspirin 80 mg 1 x/ hari.

2. Pasien diberikan verapamil 120-240

mg/hari dan fenofibrat 200-400 mg/hari.

3.Untuk mengatasi penurunan kadar HDL,

pasien disarankan untuk menurunkan berat badan, olahraga dan berhenti merokok.

KASUS 5

Karakteristik pasien

Nama : Ny YSRIMNRN Umur : 64 tahun

No MR : 207103 Masuk rumah sakit : 23/08/2007 s/d 30/08/2007 Diagnosa masuk : DM, IHD, abdominal pain Diagnosa keluar : DM, IHD, ISK Subyektif

Keluhan : sakit perut, mual, muntah, batuk, pusing, dan sesak nafas. Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik.

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

26/08/2007 Tekanan darah 110/70 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36,8°C °C ± 37°C

Nadi 88x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah sewaktu 260mg/dL 70 – 100 mg/dL

27/08/2007 Tekanan darah 110/80 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36,8°C ± 37°C

Nadi 88x/menit ± 80x/menit

Ureum 70mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL Kreatinin 2,57 mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL Kolesterol total 120 mg/dL < 200 mg/dL HDL 8 mg/dL > 40 mg/dL LDL 52 mg/dL < 150 mg/dL EKG : IHD Assessment

Pasien mendapat ir besar t an 300 mg 1x 1 t ablet; silost azol 100mg 1x 1; I SDN 10mg 2x 1 t ablet; simvast at in 10 mg 1x/ har i; insulin 3x / har i; f ur osemid 40 mg ½ t ablet pagi har i.

Dari hasil pemeriksaan, pasien mengalami peningkatan kadar glukosa darah, ureum dan kreatinin serta rendahnya kadar HDL.

DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD secara lengkap yaitu obat mencegah terjadinya gejala iskemik.

Rekomendasi

1.Pasien diberikan terapi tambahan berupa golongan ß blocker seperti atenolol 25 mg 1x/hari.

2. Sebaiknya dilakukan penurunan dosis

irbesartan menjadi 150 mg 1x/hari. Hal tersebut dilakukan karena dengan kombinasi irbesartan dosis rendah, atenolol dan furosemid sudah mampu menjaga tekanan darah dengan kondisi pasien tersebut.

3.Untuk mengatasi penurunan kadar HDL,

pasien disarankan untuk menurunkan berat badan, olahraga dan berhenti merokok.

KASUS 6

Karakteristik pasien

Nama : Ny YSRIMNR Umur : 64 tahun No MR : 207103 Masuk rumah sakit : 28/09/2006 s/d 27/10/2006

Diagnosa masuk : obs febris pada penderita DM dan hipertensi Diagnosa keluar : DM, IHD, IHD, CHF, fatique Subyektif

Keluhan : badan lemas, mual, tidak nafsu makan, pusing, batuk sampai perut kaku, dada sesak, nyeri dada, ada luka di kaki

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

19/09/2006 SGPT 43,9 u/L 0,00 - 31,00 u/L

CKMB 45 mg/dL 0,00 – 25,00 mg/dL

LDH 1022 mg / dL 240,00 – 480,00 mg/dL

Glukosa darah puasa 245 mg / dL 70 -110 mg/dL

27/10/2006 Tekanan darah 120/57mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 37°C ± 37°C

Nadi 83x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah puasa 331 mg/dL 70 – 110 mg/dL

Assessment

Pasien mendapat ISDN 5 mg 3x/hari, aspirin 80mg 1x/hari, silostazol 2x100 mg, insulin sesuai hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, pioglitazone 15 mg 1x/hari, bisopronol fumarat 2,5 mg 1x1/2 tablet ,kaptopril 12,5mg 2x1/hari, kandesartan 8mg 1x½ tablet, amlodipina 5 mg 1x/hari, furosemide 20mg 3x/hari, amiodarone 200mg 3x/hari.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan kadar SGOT, CKMB, LDH, dan glukosa darah.

KASUS 7

Karakteristik pasien

Nama : Ny ASLPNC Umur : 42 tahun No MR : 482214 Masuk rumah sakit : 3/02/2006 s/d 8/02/2006 Diagnosa masuk : DM, asthenia, hipotensi Diagnosa keluar : DM, IHD, UTI, multiple kolelitis, dislipidemia

Subyektif

Keluhan :

pusing, kenceng-kenceng, BAB tidak lancar, pandangan gelap Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

3/02/2006 Tekanan darah 105/70 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36,3°C ± 37°C

Nadi 70x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah puasa 245 mg/dL 70 – 110 mg/dL

SGPT 17,5 u/L 0,00 – 31,00 mg/dL

Ureum 43 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL

LDL 180 mg/dL < 150 mg/dL

Trigliserid 356 mg/dL < 150 mg/dL

8/02/2006 Glukosa darah puasa 169 mg/dL 70 – 110 mg/dL

Glukosa darah PP 200 mg/dL 100 – 140 mg/dL

EKG : ischemia

Assessment

Pasien mendapat ISDN 5 mg 3x/hari, fenofibrat 300mg 1x/hari, dan kombinasi glibenklamid & metformin 2x/hari.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan kadar glukosa, trigliserid dan LDL.

DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD secara lengkap yaitu obat mencegah terjadinya gejala.

Rekomendasi

1. Pasien diberikan aspirin 80 mg/hari, serta atenolol 25 mg/hari atau metoprolol 25 mg 2x/hari untuk menangani komplikasi IHD.

KASUS 8

Karakteristik pasien

Nama : Ny SRJY No MR : 356591 Umur : 51 tahun Masuk rumah sakit : 29/01/2006 s/d 7/02/2006

Diagnosa masuk : obs chest pain & epigastrik pain Diagnosa keluar : DM, IHD

Subyektif

Keluhan : sesak nafas, batuk pusing, pingsan

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

29/01/2006 Tekanan darah 130/80 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36,3°C ± 37°C

Nadi 71,8x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah puasa 305 mg/dL 70 – 110 mg/dL

Glukosa darah PP 318 mg/dL 100 – 140 mg/dL

SGOT 17,8 u/L 0,00 – 32,00 u/L

SGPT 16,8 u/L 0,00 - 31,00 u/L Ureum 20 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL Kreatinin 0,7 mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL CKMB 20,6 mg/dL 0,00 – 25,00 mg/dL LDH 270 mg/dL 240,00 – 480,00 mg/dL EKG : ischemia Assessment

Pasien mendapat insulin sesuai

dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, ISDN 3x5mg, kombinasi metformin dan glibenklamid 2,5 mg 1x/hari, dan furosemid 12,5 mg 1xhari.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan kadar glukosa darah. DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD secara lengkap untuk menjaga kestabilan kondisi pasien.

Rekomendasi

1. Pasien diberikan aspirin 80 mg/hari, serta ß-bloker (atenolol 25mg/hari atau metoprolol 25 mg 2x/hari) untuk menangani komplikasi IHD.

KASUS 9

Karakteristik pasien

Nama : Bp PLSMART No MR : 510304

Umur : 48 tahun Masuk rumah sakit tanggal 01/09/2006 s/d 20/09/2006 Diagnosa masuk : oedem anasarka, DM, CHF, CRF Diagnosa keluar : DM, IHD, CHF Subyektif

Keluhan : sesak nafas, badan udem

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

01/09/2006 Tekanan darah 170/70 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 32°C ± 37°C

Nadi 72x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah PP 217 mg/dL 70 – 110 mg/dL

Ureum 104 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL

Kreatinin 4,2 mg/dL 0,70 – 1,20 mg/dL

Assessment

Pasien mendapat ISDN 3x5 mg, insulin sesuai dengan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, furosemid 20 mg 1x/hari, kaptopril 3x25mg, losartan potasium 50 mg 1x/hari, irbesartan 1x300mg/malam, klonidin 2x0,075mg.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan tekanan darah, kadar glukosa darah, ureum dan kreatinin.

DRP :

1. Butuh obat tambahan, pasien belum mendapat

antiplatelet.

Rekomendasi

KASUS 10

Karakteristik pasien

Nama : Bp PLSMART No MR : 510304

Umur : 48 tahun Masuk rumah sakit : 29/01/2006 s/d 8/02/2006

Diagnosa masuk : hipoglikemi dan riwayat CRF

Diagnosa keluar : DM, IHD, CRF

Subyektif

Keluhan : sesak nafas, perut sebah

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

29/01/2006 Tekanan darah 190/121mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36°C ± 37°C

Nadi 80x/menit ± 80x/menit

Ureum 66 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL Kreatinin 3,3 mg/dL 0,70 – 1,20 mg/dL Kolesterol total 209 mg/dL < 200 mg/dL HDL 57 mg/dL > 40 mg/dL LDL 146 mg/dL < 150 mg/dL Trigliserid 55 mg/dL < 150 mg/dL

05/09/2006 Glukosa darah puasa 215 mg/dL 70 – 110 mg/dL

Glukosa darah PP 249 mg/dL 100 – 140 mg/dL

Assessment

Pasien mendapat kaptopril 12,5 mg 2x/hari, furosemid 20 mg 3x/hari, losartan potasium 1x50mg, klonidin 4 x 0,075 mg, insulin 3x/hari.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan tekanan darah, ureum, kreatinin, kolesterol total, kadar glukosa darah.

DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD yaitu obat mencegah terjadinya gejala iskemik.

Rekomendasi

1. Pasien perlu obat tambahan yaitu ISDN 3x5mg, aspirin 80 mg/hari.

KASUS 11

Karakteristik pasien

Nama : Ny HLLS Umur : 69 tahun No MR : 369582

Masuk rumah sakit tanggal 02/04/2006 s/d 03/04/2006

Diagnosa masuk : mual dan muntah Diagnosa keluar : DM, IHD, dislipidemia, dan mual

Subyektif

Keluhan : perut tidak enak, mual, dan muntah Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

02/004/2006 Tekanan darah 120/78 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36°C ± 37°C

Nadi 78x/menit ± 80x/menit

SGOT 37,1 u/L 0,00 – 32,00 u/L

SGPT 22,5 u/L 0,00 - 31,00 u/L Ureum 102 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL Kreatinin 2,50 mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL Kolesterol total 209 mg/dL < 200 mg/dL HDL 63 mg/dL > 40 mg/dL LDL 124 mg/dL < 150 mg/dL Trigliserid 95 mg/dL < 150 mg/dL EKG : IHD Assessment

Pasien mendapat insulin kerja panjang 16u 1x/hari, furosemid 20 mg 1x/hari, rosiglitazone 2mg 1x/hari, amlodipine 5 mg 1x/hari.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan kolesterol total, SGOT, ureum, dan kreatinin.

DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD dan dislipidemia.

Rekomendasi

1.Pasien diberikan aspirin 80mg/hari dan ISDN 3x5mg untuk mengelola komplikasi IHD yang diderita.

2. Pasien diberikan golongan statin seperti simvastatin 20-40 mg/hari untuk menurunkan kadar kolesterol total.

KASUS 12

Karakteristik pasien

Nama : Ny HLLS Umur : 69 tahun No MR : 369582 Masuk rumah sakit tanggal 22/08/2006 s/d 23/08/2006 Diagnosa masuk : vomitus Diagnosa keluar : DM, IHD, insufisiensi renal, vomit Subyektif

Keluhan : pusing, mual, dan lemas

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

2/08/2006 Tekanan darah 130/90 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36°C ± 37°C

Nadi 76x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah puasa 192 mg/dL 70 – 110 mg/dL

SGOT 42,4 u/L 0,00 – 32,00 u/L

SGPT 22 u/L 0,00 - 31,00 u/L

Ureum 130 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL

Kreatinin 2,9 mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL

Assessment

Pasien mendapat isosorbitmononitrat 5mg 1x/hari, insulin sesuai hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, rosiglitazon 1x/hari, rosuvastatin 1x/hari, ezetimide 10 mg 1x/hari, kandesartan 2x8mg/hari, dan amlodipina 5 mg 1x/hari.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan kadar glukosa, SGOT, serta ureum dan kreatinin.

DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien belum

mendapatkan obat untuk mengelola komplikasi IHD.

Rekomendasi

1.Pasien diberikan aspirin 80 mg/hari dan ß-bloker seperti atenolol 25mg/hari atau metoprolol 25 mg 2x/hari.

2.Sebaiknya dilakukan penurunan dosis

kandesartan menjadi 4mg 1x/hari karena tekanan darah pasien tidak mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

KASUS 13

Karakteristik pasien

Nama : Ny SRI Umur : 48 tahun No MR : 518570

Masuk rumah sakit: 01/05/2006 s/d 17/05/2006 Diagnosa masuk : DM, IHD, CHF, retensi urin Diagnosa keluar : DM, IHD, CHF, retensi urin Subyektif

Keluhan : sesak nafas, kaki bengkak, perut asites.

Meninggalkan RS dengan keadaan sudah membaik

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

01/05/2006 Tekanan darah 100/80 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36°C ± 37°C

Nadi 100x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah sewaktu 176 mg/dL 70 – 100 mg/dL

Glukosa darah puasa 309 mg/dL 70 – 110 mg/dL

Glukosa darah PP 405 mg/dL 100 – 140 mg/dL

SGOT 25,7 u/L 0,00 – 32,00 u/L

SGPT 18,9 u/L 0,00 - 31,00 u/L

Ureum 38 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL

Kreatinin 0,9 mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL

EKG : ischemia

Assessment

Pasien mendapat kombinasi glibenklamid dan metformin 2x/hari, insulin sesuai hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, ISDN 3x5mg, furosemid 20 mg 1x/hari, repaglinid 3x 2mg, dan spironolakton 1x100mg.

Dari hasil pemeriksaan pasien mengalami peningkatan kadar glukosa darah dan kreatinin.

DRP :

1. Pemilihan obat kurang tepat, repaglinid tidak disarankan digunakan pada pasien dengan kadar glukosa darah >240 mg/dL selain itu dapat menyebabkan nyeri dada/angina sehingga dapat meningkatkan risiko kardiovaskuler.

2. Interaksi obat, penggunaan metformin dan furosemid harus diperhatikan.

3.Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat antiplatelet.

Rekomendasi

1.Obat hipoglikemik dapat diganti dengan gliklazid 30 mg 1-4x/hari.

KASUS 14

Karakteristik pasien

Nama : Ny SRRTYM Umur : 48 tahun No MR : 518570 Masuk rumah sakit tanggal 28/03/2006 s/d 10/04/2006 Diagnosa masuk : oedem anasarka, hiperglikemi Diagnosa keluar : DM, IHD, UTI, dislipidemia Subyektif Keluhan : badan bengkak, sesak, dan lemas

Meninggalkan RS dengan keadaan belum sembuh

Obyektif

Pemeriksaan Hasil Rujukan

28/03/2006 Tekanan darah 120/60 mmHg = 130/80 mmHg

Suhu 36,5°C ± 37°C

Nadi 88x/menit ± 80x/menit

Glukosa darah sewaktu 756 mg/dL 70 – 100 mg/dL

SGOT 15,2 u/L 0,00 – 32,00 u/L

SGPT 13,2 u/L 0,00 - 31,00 u/L Ureum 48 mg/dL 10,00 – 50,00 mg/dL Kreatinin 1,6 mg/dL 0,50 – 0,90 mg/dL LDL 96 mg/dL < 150 mg/dL Trigliserid 278 mg/dL < 150 mg/dL EKG : ischemia Assessment

Pasien mendapat insulin sesuai hasil pemeriksaan kadar glukosa darah, ISDN 3x5mg/hari, fenofibrat 300mg 2x/hari, metformin 3x500mg, spironolakton 2x100mg,

Dari hasil pemeriksaan diketahui pasien mengalami peningkatan kadar glukosa darah, ureum, kreatinin, dan trigliserid.

DRP :

1. Butuh obat tambahan; pasien tidak

mendapatkan obat antiplatelet dan ß-bloker.

Rekomendasi

1. Pasien perlu diberikan tambahan obat aspirin 80 mg/hari dan ß blocker seperti atenolol 25 mg/hari.

KASUS 15

Karakteristik pasien

Nama : Ny SHRT

Dokumen terkait