BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Diharapkan untuk pihak unit usaha tahu dapat menambahkan kipas angin uap air agar sirkulasi udara yang lebih baik pada lokasi kerja.
2. Pihak unit usaha tahu Pak Ponimin memfasilitasi air minum di dekat pekerja agar pekerja mudah menjangkaunya.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
60
3. Diharapkan pekerja mengonsumsi air minum untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang selama bekerja.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
60 pada Pekerja Pemeliharaan Jalan Rel Kereta Distrik 46 Kedungjati PT. Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP IV. Universitas Diponegoro, Semarang.
Arief, L. M., 2012. Monitoring Lingkungan Kerja Tekanan Panas. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul.
Budiono, A.S.M., 2003. Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan Kerja.
Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Brahmapurkar, K.P., 2012. Heat Stress and its Effect in Glass Factory Workers of Central India. International Journal of Engineering Research & Technology Vol 1 Issue 8. http://www.iosrjournals.org/iosr-jdms/papers/Vol1-issue8/G0762933.pdf. Diakses 5 Oktober 2017.
CCOHS (Canadian Centre for Occupational Health and Safety)., Hot Enviromental-Health Effect, Ontario, September, 2001.
http://ww.ccohs.ca/hot-environmental-health-effect/. Diakses 10 Oktober 2017.
Ganong, W.F, 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Alih bahasa: Brahm U.
Pendit. Edisi 22. Jakarta: EGC.
Grandjean, E., 1993. Fitting the Task to the Man. 4th Ed. Taylor Francis.
Guyton A.C., Hall J.E. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta : EGC. P. 208 – 212, 219 – 223, 277 – 282, 285 – 287.
Harrianto, R., 2009. Buku Ajar Kesehatan Kerja. Jakarta: EGC.
Hunt, A.P., 2011. Heat Strain, Hydration Status, and Symptoms of Heat Illnes in Surface Mine Worker. The School of Human Movement Studies and the Institute of Health and Biomedical Innovation. Queensland
University of Technology.
http://eprints.qut.edu.au/44039/1/Andrew_Hunt_Thesis.pdf. Diakses 10 Oktober 2017.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
61
Livchak A., Schrock D., and Sun Z. 2005. The Effect of Supply Air System On Kitchen Thermal Environment. ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air Conditioning Engineer). Transaction 111(1), 748-754.
Moeljosoedarma, S. 2008. Higiene Industri. Jakarta: FK Universitas Indonesia.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: CV Rineka Cipta.
Nurmianto, E. 2006. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya:
Guna Widya.
OSHS (Occupational Safety and Health Service)., 1997. Guidelines For The Management Of Work In Extreme Of Temperature. Occupational Safety and Health Service Department of Labour. Wellington.
Pearce, C.E. 1999. Anatomi dan Fisiologis Untuk Para Medis. Jakarta:
Gramedia.
Permenakertrans No Per-13/Men/X/2011 tentang NAB faktor fisika dan faktor kimia ditempat kerja. OHSAS 18001. Jakarta : PT. Dian Rakyat.
Santoso, G., 2004. Ergonomi, Manusia, Peralatan dan Lingkungan. Prestasi Pustaka. Jakarta.
Santoso, G., 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta : Prestasi Pustaka Publiser.
Siswantiningsih, Kalpika A., 2010. Perbedaan Denyut Nadi Sebelum dan Sesudah Bekerja Pada Iklim Kerja Panas di Unit Workshop PT Indo Acidatama Tbk. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
Surakarta. http://eprints.uns.ac.id/115/1/167200309201011291.pdf.
Diakses 22 November 2017.
Siswanto, B. 2005. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional. Jakarta : Bumi Aksara.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Siswantara, P. 2006. Perbedaan Efek Fisiologis Pada Pekerja Sebelum dan Sesudah Bekerja di Lingkungan Kerja Panas.
http://journal.unair.ac.id/filerPDF/ KESLING- 2-2.pdf. Diakses 20 November 2017.
Suma’mur, PK. 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta : Sagung Seto.
Tarwaka. B.S, Sudiajen, L. 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan Kesehatan Kerja dan Produktifitas. Uniba Press, Surakarta.
Tarwaka. 2015. Ergonomi Untuk Keselamatan Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Uniba Press. Cetakan Pertama. Surakarta. Hal. 35; 97-101.
WHO (World Heath Organization),. 1969. Health Factor Involved In Working Under Condition of Heat Stress. Technical Report Series No. 412.
Geneva : World Health Organization.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
62 Lampiran 1 : Peta Produksi
Keterangan :
1. Gudang penyimpanan kedelai 2. Tempat pencucian kedelai 3. Tempat perendaman kedelai
1 2 3
4
5 5
5
Tungku Air
6
7
8
8
8
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
63 4. Tempat penggilingan kedelai
5. Tempat perebusan, penyaringan dan pemberian larutan obat kedelai.
6. Tempat pencetakan tahu 7. Tempat pemotongan tahu 8. Tempat penggorengan tahu
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
64 Lampiran 2 : Peta Lokasi Pengukuran
Keterangan :
: Lokasi pengukuran dengan alat ukur 4 in 1 Environment 1
2
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
65 Lampiran 3 : Master Data
Hubungan Tekanan Panas Dengan Denyut Nadi Pada Pekerja di Unit Usaha Tahu Pak Ponimin Kota Medan Tahun 2017
No Nama
66
20 L 24 1 1 90 90 2 37,9 38,3 38 38,67
21 B 28 1 1 84 108 1 37,9 38,3 38 38,67
22 R 25 1 1 90 110 1 37,9 38,3 38 38,67
23 A 19 1 1 88 108 1 37,9 38,3 38 38,67
24 R 28 1 1 84 84 1 37,9 38,3 38 38,67
25 M 25 1 1 90 108 1 37,9 38,3 38 38,67
26 P 27 1 1 84 108 1 37,9 38,3 38 38,67
27 H 23 2 1 86 106 1 37,9 38,3 38 38,67
28 A 24 1 1 84 114 1 37,9 38,3 38 38,67
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
67 Lampiran 3 : Hasil Pengolahan Data SPSS Karakteristik Subjek Penelitian
68
4. Hasil Pengukuran Tekanan Panas di Tempat Kerja Statistics
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
69
5. Hasil Pengukuran Denyut Nadi di Tempat Kerja Frequencies
Statistics
denyut nadi sebelum bekerja
N Valid 28
Missing 0
Mean 86.00
denyut nadi sebelum bekerja
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 80 1 3.6 3.6 3.6
84 12 42.9 42.9 46.4
86 5 17.9 17.9 64.3
88 5 17.9 17.9 82.1
90 5 17.9 17.9 100.0
Total 28 100.0 100.0
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
70
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
71
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid meningkat 22 78.6 78.6 78.6
tetap 6 21.4 21.4 100.0
Total 28 100.0 100.0
6. Uji Hubungan Tekanan Panas dengan Denyut Nadi Correlations
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
72
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran 5 : Dokumentasi
Gambar 1. Pemilihan bahan baku
Gambar 2. Pencucian dan perendaman kedelai oleh pekerja
Gambar 3. Pekerja memasukkan kedelai ke dalam mesin penggiling
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Gambar 4. Pekerja menuangkan hasil penggilingan
Gambar 5. Kedelai halus yang direbus
Gambar 6. Pekerja menyaring air hasil rebusan kedelai
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Gambar 7. Pencampuran larutan obat/asam cuka ke dalam pati hasil penyaringan air tahu
Gambar 8. Pekerja menuangkan air tahu ke pencetakan
Gambar 9. Tahu yang akan dipotong dilakukan oleh pekerja
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Gambar 10. Tahu yang sedang di goreng
Gambar 11. Tahu yang telah selesai di goreng
Gambar 12. Pekerja wanita sedang mensortir tahu
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Gambar 13. Ketel uap dan kayu untuk bahan bakar
Gambar 14. Wajan penggorengan
Gambar 15. Tenaga laboratorium Teknik Industri USU sedang mengukur tekanan panas
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Gambar 16. Tenaga medis sedang mengukur denyut nadi pekerja pria
Gambar 17. Tenaga medis sedang mengukur denyut nadi pekerja wanita
Gambar 18. Alat ukur 4 in 1 Environment (KW06-291)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Lampiran 7 : Surat Selesai Penelitian
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA