• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan, maka peneliti

memberikan saran sebagai berikut:

1. Kepala sekolah

Agar lebih memahami kondisi interaksi sosial MAR (slow learner) melalui

pembiasaan sikap sehingga tercipta interaksi yang lebih positif.

2. Guru

Sebaiknya memberikan bimbingan kepada MAR agar MAR lebih termotivasi

khususnya dalam hal yang berkaitan dengan membaca dan menulis, sehingga

MAR merasa percaya diri saat diminta untuk maju membaca di depan kelas.

Selain itu perlu adanya diskusi antarsiswa agar terjalin interaksi sosial yang

DAFTAR PUSTAKA

Abdulsyani. (2012). Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan. Jakarta: PT Bumi

Aksara.

Ahmadi, R. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz

Media.

Allen, K.E. & Marotz, L.R. (2010). Profil Perkembangan Anak Perkelahiran

Hingga Usia 12 Tahun. Jakarta: Indeks.

Arikunto, S. (2003). Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Aziz, S. (2015). Pendidikan Seks Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Gava

Media.

Borah, R.R. (2013). Slow Learner: Role of Teacher and Guardians in Honing

their Hidden Skill. International Journal of Educational Planning &

Administration.Volume 3, Number 2. Hlm. 139-143.

Budiyartati, S. (2004). Problematika Pembelajaran di Sekolah Dasar.Yogyakarta:

Deepublish.

Bungin, B. (2006). Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Chauhan, S. 2011. Slow Learners: Their Psychology and Educational

Programmes. ZENITH International Journal of Multidisciplinary Research

Vol.1 Issue 8. Hlm. 279-289.

Dewi, R.C., Oktiawati, A. & Saputri, L.D. (2015). Teori dan Konsep Tumbuh

Kembang Bayi, Toddler, Anak dan Usia Remaja. Yogyakarta: Nuha

Medika.

Hamalik, O. (2008). Proses Belajar Mengajar. Jakarta Bumi Aksara.

Herimanto & Winarno. (2011). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi

Aksara.

Izzaty, R.E., Suardiman, S.P., Ayriza, Y., et al. (2013). Perkembangan Peserta

Didik. Yogyakarta: UNY Press.

Kustawan, D. & Meimulyani, Y. (2013). Mengenal Pendidikan Khusus dan

Pendidikan Layanan Khusus Serta Implementasinya. Jakarta: PT Luxima

Metro Media.

Moleong, L.J. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. rev.ed. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya.

Monks, F.J., Knoers, A.M.P., & Haditono, S.R. (2001). Psikologi

Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta:

Gadjah Mada University Press.

Mulyadi. (2010). Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan terhadap Kesulitan

Belajar Khusus.Yogyakarta: Nuha Litera.

Mumpuniarti. (2007) .Pendekatan Bagi Anak Hambatan Mental.Yogyakarta:

Kanwa Publisher.

Nana, D. (2016). Inilah Pengakuan Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus.

Malangtimes.com diakses pada tanggal 18 November 2016 pukul 20.35

WIB

Reddy, G.L, Ramar R., & Kusuma, A. (2006). Slow Learners: Their Psychology

and Instruction. New Delhi: Discovery Publishing House.

Rumini, S. (1980). Pengetahuan Subnormalitas Mental. Yogyakarta: IKIP

Yogyakarta.

Santoso, S. (1999). Dinamika Kelompok. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Setiadi, E.M., Hakam, K.A. & Effendi, R. (2006). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.

Jakarta: Kencana.

Shanty, M. (2012). Strategi Belajar Khusus untuk Anak Berkebutuhan Khusus.

Yogyakarta: Familia.

Soekanto, S. (2005). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo

Persada.

Soekanto, S. & Sulistyowati, B. (2015). Sosiologi Suatu Pengantar. rev.ed.

Jakarta: Rajawali Pers.

Somantri, S. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT Refika Aditama.

Soyomukti, N. (2016). Pengantar Sosiologi: Dasar Analisis, Teori dan

Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial,

dan Kajian-Kajian Strategis. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sudjarwo. (2015). Proses Sosial dan Interaksi Sosial dalam Pendidikan.

Bandung: Mandar Maju.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. (2004). Landasan Psikologi Proses Pendidikan.Bandung: PT

Remaja Rosdakarya Offset.

Sutirna. (2013). Perkembangan dan Pertumbuhan Peserta Didik. Yogyakarta: CV

Andi Offset.

Triani, N. & Amir. (2013). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Lamban

Belajar (Slow Learner). Jakarta: PT Luxima Metro Media.

Yusuf, M. (2005). Pendidikan bagi Anak dengan Problema Belajar (Konsep dan

Penerapannya di Sekolah maupun di Rumah). Jakarta: Depdiknas.

Lampiran 1. Pedoman Observasi dan Pedoman Wawancara Interaksi Sosial Siswa Slow Learner

PEDOMAN OBSERVASI INTERAKSI SOSIAL SISWA SLOW LEARNER

Nama Subjek :

Hari, tanggal :

Waktu :

Tempat :

No. Aspek Indikator Deskripsi Respon

1. Bentuk kerja sama a. Bekerja sama dalam mengerjakan tugas piket

harian

b. Meminjamkan alat tulis atau benda lain pada

teman

c. Merawat atau menjenguk teman yang sakit

2. Bentuk akomodasi a. Senang tampil di hadapan umum

b. Berani bertanya pada guru

c. Bergabung dengan sekelompok teman di luar

jam pelajaran

d. Berkomunikasi dan bercanda dengan teman

3. Bentuk persaingan a. Bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik

b. Bersaing dalam kepemilikan alat sekolah baru

4. Bentuk kontravensi a. Memberikan dan menanggapi kritik siswa lain

b. Menunjukkan ekspresi kurang senang dengan

teman yang lain

c. Berteman dengan siapapun

5. Menghadapi

pertentangan

a. Melerai teman yang berkelahi

b. Bertengkar dengan teman melalui kontak fisik

maupun lisan (saling mengejek)

c. Mengancam teman lain untuk memenuhi

keinginannya

PEDOMAN WAWANCARA SISWA SLOW LEARNER

Narasumber :

Responden :

Tempat :

Waktu :

Hari, Tanggal :

Pertanyaan Jawaban

1. Apa yang biasa kamu lakukan pada jam istirahat? 2. Apa yang kamu lakukan saat sedang berkumpul

bersama teman-temanmu di sekolah?

3. Apa yang kamu lakukan saat bermain bersama teman-temanmu?

4. Apakah kamu memilih-milih dalam berteman? 5. Seberapa sering kamu berbicara ketika bersama

teman-temanmu?

6. Apa yang kamu lakukan apabila kamu atau temanmu tidak membawa alat tulis?

7. Apa yang kamu lakukan saat guru memberi kesempatan tampil di depan kelas?

8. Apa yang kamu lakukan saat tidak memahami materi yang dijelaskan oleh guru?

9. Bagaimana sikapmu saat temanmu mengomentari apa yang kamu kerjakan?

10. Apakah kamu pernah bertengkar?

11. Apa yang menyebabkan kamu bertengkar dengan temanmu?

12. Bagaimana bentuk pertengkaran yang biasa kamu lakukan dengan temanmu?

13. Bagaimana sikapmu apabila kamu melihat temanmu berkelahi?

14. Apa yang kamu lakukan ketika mendapatkan giliran tugas piket harian?

15. Bagaimana sikapmu apabila terdapat teman yang mengejekmu?

16. Apa yang kamu lakukan jika keinginanmu tidak dilakukan oleh teman?

17. Apakah kamu pernah mengancam temanmu? 18. Adakah teman yang kamu benci?

19. Bagaimana sikapmu terhadap teman yang kamu benci?

20. Apa yang kamu lakukan jika terdapat teman yang sakit?

21. Bagaimana sikapmu apabila kamu mendapat nilai yang rendah dibanding teman-temanmu?

22. Apakah yang kamu lakukan jika temanmu

PEDOMAN WAWANCARA TEMAN SISWA SLOW LEARNER

Narasumber :

Responden :

Tempat :

Waktu :

Hari, Tanggal :

Pertanyaan Jawaban

1. Apa yang biasa siswa lakukan pada jam istirahat? 2. Apa yang siswa lakukan saat sedang berkumpul

bersama teman-temannya di sekolah?

3. Apa yang siswa lakukan saat bermain bersama teman-temannya?

4. Apakah siswa memilih-milih dalam berteman? 5. Seberapa sering siswa berbicara ketika bersama

teman-temannya?

6. Apa yang siswa lakukan apabila siswa lain tidak membawa alat tulis?

7. Apa yang siswa lakukan saat guru memberi kesempatan tampil di depan kelas?

8. Apa yang siswa lakukan saat tidak memahami materi yang dijelaskan oleh guru?

9. Bagaimana sikap siswa saat siswa lain mengomentari apa yang siswa kerjakan?

10. Apakah siswa pernah bertengkar?

11. Apa yang menyebabkan siswa bertengkar dengan siswa lain?

12. Bagaimana bentuk pertengkaran yang biasa siswa lakukan dengan siswa lain?

13. Bagaimana sikap siswa apabila melihat siswa lain berkelahi?

14. Apa yang siswa lakukan ketika mendapatkan giliran tugas piket harian?

15. Bagaimana sikap siswa apabila terdapat siswa lain yang mengejek siswa?

16. Apa yang siswa lakukan jika keinginan siswa tidak dilakukan oleh siswa lain?

17. Apakah siswa pernah mengancam siswa lain? 18. Adakah teman yang siswa benci?

19. Bagaimana sikap siswa terhadap teman yang siswa benci?

20. Apa yang siswa lakukan jika terdapat teman yang sakit?

21. Bagaimana sikap siswa apabila siswa mendapat nilai yang rendah dibanding teman-temanmu?

22. Apakah yang siswa lakukan jika siswa lain mempunyai alat sekolah baru?

PEDOMAN WAWANCARA GURU KELAS III DAN GURU OLAHRAGA

Narasumber :

Responden :

Tempat :

Waktu :

Hari, Tanggal :

Pertanyaan Jawaban

1. Apa yang biasa siswa lakukan pada jam istirahat? 2. Apa yang siswa lakukan saat sedang berkumpul

bersama teman-temannya di sekolah?

3. Apa yang siswa lakukan saat bermain bersama teman-temannya?

4. Apakah siswa memilih-milih dalam berteman? 5. Seberapa sering siswa berbicara ketika bersama

teman-temannya?

6. Apa yang siswa lakukan apabila siswa lain tidak membawa alat tulis?

7. Apa yang siswa lakukan saat guru memberi kesempatan tampil di depan kelas?

8. Apa yang siswa lakukan saat tidak memahami materi yang dijelaskan oleh guru?

9. Bagaimana sikap siswa saat siswa lain mengomentari apa yang siswa kerjakan?

10. Apakah siswa pernah bertengkar?

11. Apa yang menyebabkan siswa bertengkar dengan siswa lain?

12. Bagaimana bentuk pertengkaran yang biasa siswa lakukan dengan siswa lain?

13. Bagaimana sikap siswa apabila melihat siswa lain berkelahi?

14. Bagaimana kinerja siswa dalam piket harian di kelas? 15. Bagaimana sikap siswa apabila terdapat siswa lain

yang mengejek siswa?

16. Apa yang siswa lakukan jika keinginan siswa tidak dilakukan oleh siswa lain?

17. Apakah siswa pernah mengancam siswa lain? 18. Adakah teman yang siswa benci?

19. Bagaimana sikap siswa terhadap teman yang siswa benci?

20. Apa yang siswa lakukan jika terdapat teman yang sakit?

21. Bagaimana sikap siswa apabila siswa mendapat nilai yang rendah dibanding teman-temanmu?

22. Apakah yang siswa lakukan jika siswa lain mempunyai alat sekolah baru?

Lampiran 2. Hasil Observasi Interaksi Sosial Siswa Slow Learner

OBSERVASI 1

Nama Subjek : MAR

Hari, tanggal : Sabtu, 4 Februari 2017

Waktu : 06.50-12.30 WIB

Tempat : Ruang Kelas III dan Lingkungan Sekitar SD Muhammadiyah 2 Magelang

No. Aspek Indikator Muncul Tidak

Muncul Deskripsi Hasil Pengamatan

1. Bentuk kerja

sama

a. Bekerja sama dalam mengerjakan tugas piket harian

√ MAR mendapatkan giliran piket tetapi MAR tidak piket.

b. Meminjamkan alat tulis atau benda lain pada teman

√ MAR meminjamkan pensil dan buku gambar kepada teman

yang tidak membawa alat melukis. SDW dan SKI mengucapkan terimakasih pada MAR.

c. Merawat atau menjenguk teman yang sakit

√ Tidak ada teman MAR yang sakit namun MAR membantu

siswa autis yang tidak mau berdiri untuk melaksanakan shalat dhuha.

2. Bentuk

akomodasi

a. Senang tampil di hadapan umum √ MAR berebut dengan IND untuk menjadi imam shalat dhuha.

Padahal bukan jadwal MAR.

IND tetap bersikukuh untuk menjadi imam shalat dhuha. Guru mengingatkan MAR sehingga MAR mengalah.

b. Berani bertanya pada guru √ MAR mengungkapkan apa yang dilakukan oleh temannya

kepada guru melukis pada saat ekstrakurikuler. MAR berkata “Bu punya RDH ditambah gambar Sopo Jarwo i Bu”.

c. Bergabung dengan sekelompok

teman di luar jam pelajaran

√ Sebelum bel masuk berbunyi, MAR berkumpul dengan

teman-temannya yang berbeda kelas di depan kelas IV. MAR memperlihatkan tempat pensil yang dibuatnya sendiri. Teman-teman MAR antusias dan sesekali menanggapi MAR. d. Berkomunikasi dan bercanda dengan

teman

√ MAR terlihat lebih sering berkomunikasi dan asyik bercanda

dengan teman-temannya.

Teman-teman MAR senang dengan candaan dari MAR.

3. Bentuk

persaingan

a. Bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik

√ Keinginan MAR dalam mendapatkan nilai bagus sudah

terlihat saat MAR mengerjakan dengan sungguh-sungguh akan tetapi MAR mudah menyerah saat melihat gambaran temannya lebih bagus.

b. Bersaing dalam kepemilikan alat sekolah baru

√ MAR tidak terlihat bersaing untuk memiliki alat sekolah yang

4. Bentuk kontravensi

a. Memberikan dan menanggapi kritik siswa lain

√ Tanggapan diberikan MAR kepada RDH lalu dilanjutklan

kepada guru “Bu punya RDH ditambah gambar Sopo Jarwo i Bu”.

b. Menunjukkan ekspresi kurang

senang dengan teman yang lain

√ Ekspresi MAR biasa-biasa saja kepada teman yang lain.

c. Berteman dengan siapapun √ MAR nampak tidak membeda-bedakan teman. MAR sesekali

bermain dengan siswa baik kelas I sampai kelas VI. Teman-teman MAR merasa senang dapat bermain dengan MAR.

5. Menghadapi

pertentangan

a. Melerai teman yang berkelahi √ Tidak ada teman yang berkelahi.

b. Bertengkar dengan teman melalui kontak fisik maupun lisan (saling mengejek)

√ MAR menunjukkan pembicaraan yang wajar dengan siswa

lainnya.

c. Mengancam teman lain untuk

memenuhi keinginannya

√ Tidak tampak mengancam kepada teman lain.

d. Menyalahkan orang lain √ MAR terlihat biasa saja

OBSERVASI 2

Nama Subjek : MAR

Hari, tanggal : Senin, 6 Februari 2017

Waktu : 06.50-12.30 WIB

Tempat : Ruang Kelas III dan Lingkungan Sekitar SD Muhammadiyah 2 Magelang

No. Aspek Indikator Muncul Tidak

Muncul Deskripsi Hasil Pengamatan

1. Bentuk kerja

sama

a. Bekerja sama dalam mengerjakan tugas piket harian

√ MAR bekerja sama mengambil peralatan olahraga berupa

bola kasti dan pemukul. b. Meminjamkan alat tulis atau benda

lain pada teman

√ Tampak MAR meminjamkan rautannya kepada SDW.

c. Merawat atau menjenguk teman yang sakit

√ Tidak terdapat teman yang sakit.

2. Bentuk

akomodasi

a. Senang tampil di hadapan umum √ MAR menjadi petugas pengibar bendera.

MAR mengumandangkan adzan shalat dhuhur.

b. Berani bertanya pada guru √ Pada saat pelajaran PKn mengenai Bangga menjadi Bangsa

Indonesia dan Mengenal Pancasila, MAR berani bertanya kepada guru “Bu, Pancasila nomer 2 itu apa?”.

c. Bergabung dengan sekelompok teman di luar jam pelajaran

√ Sebelum kegiatan shalat dhuha dimulai, MAR telihat

bergabung dengan siswa dari kelas lain.

teman dan KKH.

3. Bentuk

persaingan

a. Bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik

√ MAR tampak biasa saja ketika mendapatkan nilai Pkn lebih

rendah yaitu 75 daripada yang lain 97. b. Bersaing dalam kepemilikan alat

sekolah baru

√ MAR tidak mempunyai keinginan untuk bersaing memiliki

alat sekolah baru.

4. Bentuk

kontravensi

a. Memberikan dan menanggapi kritik siswa lain

√ Ketika guru tanya jawab dengan siswa, MAR memberi

penjelasan mengenai alat musik dari Lombok. b. Menunjukkan ekspresi kurang senang

dengan teman yang lain

√ MAR menunjukkan ekspresi kurang senang ketika terjadi

pertengkaran secara lisan dengan HEA.

c. Berteman dengan siapapun √ MAR terlihat duduk bersama NNA siswa tunagrahita kelas

IV.

5. Menghadapi

pertentangan

a. Melerai teman yang berkelahi √ SDW menuduh HEA menyembunyikan penggarisnya.

Terlihat MAR melerai saat HEA dan SDW terlibat pertengkaran dengan saling memukul. MAR membantu SDW duduk di bangku.

b. Bertengkar dengan teman melalui kontak fisik maupun lisan (saling mengejek)

√ Saat pelajaran Olahraga antara MAR dan HEA terlibat adu

mulut. Ketika MAR sebagai pelempar bola dan DLV akan memukul, HEA berkata lagi “Hati-hati DLV, MAR itu jahat”. Tiba-tiba bola yang dipukul masuk ke luar pagar dan HEA langsung mengambilnya.

MAR : “HEA bocah pasar” (HEA anak pasar) sambil

mengejek.

HEA : “Senggel po piye? Dolanan ra gelem jikuk kok” (Berkelahi gimana? Mainan kasti tapi tidak mau mengambil.

c. Mengancam teman lain untuk

memenuhi keinginannya

√ Tidak tampak mengancam.

d. Menyalahkan orang lain √ Tidak tampak menyalahkan orang lain.

OBSERVASI 3

Nama Subjek : MAR

Hari, tanggal : Selasa, 7 Februari 2017

Waktu : 06.50-12.30 WIB

Tempat : Ruang Kelas III dan Lingkungan Sekitar SD Muhammadiyah 2 Magelang

No. Aspek Indikator Muncul Tidak

Muncul Deskripsi Hasil Pengamatan

sama tugas piket harian

b. Meminjamkan alat tulis atau benda lain pada teman

√ MAR meminjamkan rautannya kepada SDW.

c. Merawat atau menjenguk teman yang sakit

√ Ketika IND tidak masuk sekolah, peneliti sempat bertanya

kepada MAR

P : “Lha kamu mau menjenguk IND tidak?”

MAR : “Iya mungkin nanti Bu.”

P : “Kamu tau rumah IND tidak?”

MAR : “Tau Bu, soalnya sering main bareng.”

2. Bentuk

akomodasi

a. Senang tampil di hadapan umum √ MAR mengumandangkan adzan tanpa ada orang yang

menyuruh.

b. Berani bertanya pada guru √ MAR aktif dalam tanya jawab dengan guru. Saat pelajaran

Matematika MAR berkata “Bu, langsung kasih soal aja Bu” karena sudah cukup paham dengan materi tersebut.

c. Bergabung dengan sekelompok teman di luar jam pelajaran

√ Sebelum kegiatan shalat dhuha dimulai, MAR bermain

dengan KKH dan MNA. d. Berkomunikasi dan bercanda dengan

teman

√ MAR terlihat bercakap-cakap dengan HEA.

3. Bentuk

persaingan

a. Bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik

√ MAR mendapatkan nilai 50 dan bersikap biasa saja.

b. Bersaing dalam kepemilikan alat

sekolah baru

√ Tidak menunjukkan rasa saingan dalam kepemilikan alat

sekolah baru.

4. Bentuk

kontravensi

a. Memberikan dan menanggapi kritik siswa lain

√ SDW bermain-main rautan hingga pensilnya menjadi pendek

sehingga diingatkan oleh MAR “Nanti boros lho, kalau boros temennya setan”.

b. Menunjukkan ekspresi kurang senang dengan teman yang lain

√ MAR menunjukkan ekspresi tidak senang untuk maju

bercerita Bahasa Jawa. “Gak bisa Bu” kata MAR sambil menggaruk-garuk kepala. MAR juga menunjuk-nunjuk HEA untuk maju.

c. Berteman dengan siapapun √ MAR bermain sulap-sulapan dengan SDW siswa autis.

5. Menghadapi

pertentangan

a. Melerai teman yang berkelahi √ MAR dan HEA yang terlibat pertengkaran saat akan

pelajaran TIK. b. Bertengkar dengan teman melalui

kontak fisik maupun lisan (saling mengejek)

√ Terlibat adu mulut antara MAR dan HEA berawal HEA

yang mengejek terlebih dahulu kemudian MAR berkata

MAR : “Matematika ra iso, ra tau mlebu sisan

(Matematika tidak bisa, jarang masuk sekolah juga)”

HEA : “Moco ba bi bu, dibanting we nangis kok

c. Mengancam teman lain untuk memenuhi keinginannya

√ Tidak tampak mengancam teman yang lain.

d. Menyalahkan orang lain √ Saat pelajaran sedang berlangsung, MAR dan HEA

menyanyikan sebuah lagu dari tempat duduknya. Kemudian guru mengingatkan agar tidak menyanyi. MAR menunjuk HEA “HEA kok Bu” padahal MAR sama-sama ikut menyanyi.

OBSERVASI 4

Nama Subjek : MAR

Hari, tanggal : Rabu, 8 Februari 2017

Waktu : 06.50-12.30 WIB

Tempat : Ruang Kelas III dan Lingkungan Sekitar SD Muhammadiyah 2 Magelang

No. Aspek Indikator Muncul Tidak

Muncul Deskripsi Hasil Pengamatan

1. Bentuk kerja

sama

a. Bekerja sama dalam mengerjakan tugas piket harian

√ MAR tidak melakukan tugas piket padahal gilirannya.

b. Meminjamkan alat tulis atau benda lain pada teman

√ Tidak tampak siswa yang meminjam alat milik MAR.

c. Merawat atau menjenguk teman yang sakit

√ Peneliti bertanya kepada MAR

P : “ Kemarin kamu jadi jenguk IND tidak?”

MAR : “Jadi Bu”

P : “Sama siapa?”

MAR : “Sendiri Bu. Pulang sekolah”

P : “IND sakit apa?”

MAR : “Masuk angin Bu.”

2. Bentuk

akomodasi

a. Senang tampil di hadapan umum √ MAR mengumandangkan adzan shalat dhuhur tanpa disuruh.

b. Berani bertanya pada guru √ Saat pelajaran Agama, MAR bertanya kepada guru Agama

apa yang MAR kurang paham. c. Bergabung dengan sekelompok teman

di luar jam pelajaran

√ MAR ikut bergabung dengan siswa kelas VI bernama RDH.

d. Berkomunikasi dan bercanda dengan teman

√ MAR membantu SDW mengumpulkan buku SDW dengan

berkata “Tak bawain ya?”

3. Bentuk

persaingan

a. Bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik

√ MAR tampak biasa saja saat banyak kesalahannya pada soal

b. Bersaing dalam kepemilikan alat sekolah baru

√ Tidak tampak mempertunjukkan apa yang MAR miliki.

4. Bentuk

kontravensi

a. Memberikan dan menanggapi kritik siswa lain

√ Saat mengantarkan SDW, MAR meminta SDW untuk tetap

di sekolah sebelum ada yang menjemput. b. Menunjukkan ekspresi kurang senang

dengan teman yang lain

√ MAR tidak menampakkan ekspresi kurang senang dengan

siswa lain.

c. Berteman dengan siapapun √ MAR membantu mengantar SDW yang kesasar di pasar

untuk kembali ke sekolahan.

5. Menghadapi

pertentangan

a. Melerai teman yang berkelahi √ Tidak terjadi perkelahian.

b. Bertengkar dengan teman melalui kontak fisik maupun lisan (saling mengejek)

√ Tidak terjadi perkelahian baik secara fisik maupun secara

lisan.

c. Mengancam teman lain untuk

memenuhi keinginannya

√ Tidak tampak mengancam.

d. Menyalahkan orang lain √ MAR tidak tampak menyalahkan orang lain.

OBSERVASI 5

Nama Subjek : MAR

Hari, tanggal : Kamis, 9 Februari 2017

Waktu : 06.50-12.30 WIB

Tempat : Ruang Kelas III dan Lingkungan Sekitar SD Muhammadiyah 2 Magelang

No. Aspek Indikator Muncul Tidak

Muncul Deskripsi Hasil Pengamatan

1. Bentuk kerja

sama

a. Bekerja sama dalam mengerjakan tugas piket harian

√ Setelah pelajaran SBK, siswa kelas III menyapu bersama

termasuk MAR. b. Meminjamkan alat tulis atau benda lain

pada teman

√ MAR meminjamkan rautannya kepada SDW saat pelajaran

Qur‟an dan Hadits. c. Merawat atau menjenguk teman yang

sakit

√ Tidak terdapat siswa yang sakit.

2. Bentuk

akomodasi

a. Senang tampil di hadapan umum √ MAR tampak kurang percaya diri saat kulma bersama HEA

setelah shalat dhuhur. MAR tidak menyampaikan dan membaca kulma tetapi MAR hanya membuka salam, memperkenalkan diri dan menutup salam.

b. Berani bertanya pada guru √ Saat pelajaran Matematika, MAR terlihat aktif dalam tanya

jawab yang dilakukan oleh guru. c. Bergabung dengan sekelompok teman

di luar jam pelajaran

d. Berkomunikasi dan bercanda dengan teman

√ MAR menceritakan kejadian kemarin saat sepulang sekolah.

SDW kesasar ke pasar karena belum ada yang menjemput.

3. Bentuk

persaingan

a. Bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik

√ Pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, MAR mendapatkan

nilai 40, HEA 80 dan SDW 60.

b. Bersaing dalam kepemilikan alat

sekolah baru

√ Tidak tampak bersaing dalam kepemilikan alat sekolah.

4. Bentuk

kontravensi

a. Memberikan dan menanggapi kritik siswa lain

√ MAR memberikan respon saat bercerita mengenai SDW

yang kesasar di pasar. b. Menunjukkan ekspresi kurang senang

dengan teman yang lain

√ Karena SDW meminjam rautan terlalu lama, MAR meminta

rautan tersebut. Ekspresi MAR tampak cemberut saat SDW meminta rautannya dan melapor kepada guru.

c. Berteman dengan siapapun √ Pelajaran Qur‟an Hadits digabung antara siswa kelas III dan

kelas V. MAR tampak senang dapat berinteraksi dengan kelas yang lain.

5. Menghadapi

pertentangan

a. Melerai teman yang berkelahi √ Tidak terjadi perkelahian.

b. Bertengkar dengan teman melalui kontak fisik maupun lisan (saling mengejek)

√ Tidak terjadi perkelahian baik secara fisik maupun secara

lisan.

c. Mengancam teman lain untuk

memenuhi keinginannya

√ Tidak tampak mengancam.

d. Menyalahkan orang lain √ MAR tidak tampak menyalahkan orang lain.

OBSERVASI 6

Dokumen terkait