BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan fakta yang terjadi selama penelitian, peneliti
memberikan saran kepada semua pihak yang berkaitan dengan penelitian
ini.
1. Bagi Guru
a) Penerapan model cooperative learning tipe Numbered Heads
Together memerlukan banyak waktu sehingga diperlukan
manajemen waktu yang baik, selain manajemen waktu yang
baik, siswa memiliki waktu cukup untuk berdiskusi dalam
kelompok, mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan
memiliki waktu untuk menanyakan hal-hal yang tidak dipahami
berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b) Untuk dapat menerapkan pembelajaran dengan model
cooperative learning tipe Numbered Heads Together, guru harus
dapat mengatur kondisi kelas dengan baik, karena suasana kelas
cenderung ramai saat pembelajaran berlangsung.
c) Untuk dapat menerapkan pembelajaran dengan tipe ini, guru
harus dapat menciptakan suasana kelas yang tidak membosankan
dan tetap terarah, karena siswa cenderung bosan apabila terlalu
2. Bagi Peneliti Lain
Peneliti lain yang selanjutnya akan menerapkan model cooperative
learning tipe Numbered Heads Together hendaknya lebih
merencanakan pembagian waktu dengan baik dan dapat lebih
memotivasi siswa agar tidak canggung untuk bertanya, selalu
memberikan penghargaan yang lebih bagi kelompok yang dinilai
paling aktif dan baik sehingga siswa semakin termotivasi untuk lebih
93
DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Alfabeta. Bandung
Arifin, Zainal. 2012. Evaluasi Pembelajaran. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung
Aryulina, Diah., dkk. 2007. Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas X. Erlangga. Jakarta
Hasanah, Soviatun. 2013. Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Dengan Menerapkan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together. http://jurnal.fkip.unila.ac.id. Diakses pada tanggal 11 Agustus 2014
Lie, Anita. 2003. Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative learning di Ruang-Ruang Kelas. PT Grasindo. Jakarta
Mulyati. 2012. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together.
hhtp://respository.library.uksw.edu/bitstream/handle/123456789/906/T 1_292008167_BAB%20II.pdf?sequence=3. Diakses pada tanggal 11 Agustus 2014
Nugraha, Yogi. 2012. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
http://www.academia.edu/3925261/PENGGUNAAN_MODEL_PEMBE LAJARAN_KOOPERATIF_TIPE_NUMBERED_HEADS_TOGETHER _NHT_DALAM_MENINGKATKAN_HASIL_BELAJAR_SISWA_PADA _MATA_PELAJARAN_PENDIDIKAN_KEWARGANEGARAAN. Diakses pada tanggal 11 Agustus 2014
Prawirohartono, Slamet., dan Hidayati, Sri. 2012. Sains Biologi SMA/MA Kelas XI. Bumi Aksara. Jakarta
Septiyana, Kikie. 2012. Penerapan Jurnal Belajar Sebagai Strategi Berpikir Metakognitif Pada Materi Sistem Imunitas Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMA Negeri 1 Kajen.
http://lib.unnes.ac.id/18699/1/4401408041.pdf. Diakses pada tanggal 11 Agustus 2014
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta
Arikunto, S. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta
Arikunto, S. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara. Jakarta
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Masmedia Buana Pustaka Sidoarjo
Suyono., dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Remaja Rosdakarya. Bandung
Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
95
Tingkat Satuan Pendidikan : SMA Pangudi Luhur St.Louis IX Sedayu
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI (Sebelas)/II
Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan Struktur dan Fungsi Organ Manusia dan Hewan tertentu, Kelainan/Penyakit yang Mungkin Terjadi serta Implikasinya pada Salingtemas.
Alokasi Waktu : 7 x 45 Menit
Kompetensi Dasar Kompetensi Sebagai Hasil Belajar Budaya dan Karakter Bangsa Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 3. Menjelaskan Mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit Mengidentifikasi komponen yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh manusia Menjelaskan mekanisme pertahanan Semangat Kerjasama Jujur Menghargai Prestasi Lapang dada Komponen sistem kekebalan tubuh, meiputi : Granular dan Agranular Makrofag Diskusi dan presentasi Menyebutkan fungsi sistem imun bagi tubuh manusia Mengidentifikasi komponen sistem imun manusia Menyebutkan perbedaan limfosit Jenis : Uji kompetensi tertulis Pengamatan sikap Pengamatan kinerja 7 x 45 menit Buku paket Biologi 2, kelas XI, Diah Aryulina dkk, Esis, Bab XI
96 dan non-spesifik pada sistem imun Antibodi Mekanisme pertahanan tubuh, meliputi : Sistem pertahanan tubuh non-spesifik Sistem pertahanan tubuh spesifik Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh spesifik dan non-spesifik pada manusia Tugas Individu Instrumen : Soal uji kompetensi tertulis Lembar pengamatan sikap dan kinerja siswa paket Sains Biologi SMA Kelas XI, Slamet P dkk, Bumi Aksara, Bab XI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I
Satuan Pendidikan : SMA PANGUDI LUHUR ST.LOUIS IX SEDAYU
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI/ 2
Alokasi Waktu : 2 x Pertemuan ( 3 x 45 menit )
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.
B. KOMPETENSI DASAR
3.8 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.
C. INDIKATOR Kognitif Produk
1. Menyebutkan fungsi sistem imun bagi tubuh manusia
2. Mengidentifikasi komponen sistem imun pada tubuh manusia 3. Menyebutkan perbedaan limfosit T dan Limfosit B
4. Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh non- spesifik pada manusia
Kognitif Proses
Mengamati gambar berbagai komponen sistem imun pada tubuh manusia
Psikomotorik
Membuat tabel perbedaan limfosit T dan Limfosit B
Afektif
1. Melaksanakan diskusi dengan semangat kerja sama dan saling menghargai 2. Mempresentasikan hasil diskusi dengan percaya diri
dada.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif Produk
1. Dengan melakukan diskusi kelompok, siswa dapat menyebutkan berbagai fungsi sistem imun bagi tubuh manusia.
2. Melalui kegiatan pembelajaran tipe Numbered Heads Together, siswa dapat mengidentifikasi komponen sistem imun pada tubuh manusia
3. Melalui kegiatan pembelajaran tipe Numbered Heads Together, siswa dapat menyebutkan perbedaan limfosit T dan limfosit B
4. Melalui kegiatan pembelajaran tipe Numbered Heads Together, siswa dapat menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh non- spesifik pada manusia.
Kognitif Proses
Dengan menggunakan LKS, siswa dapat mengamati gambar berbagai komponen sistem imun pada tubuh manusia.
Psikomotorik
Dengan membaca buku, siswa dapat membuat tabel perbedaan limfosit T dan Limfosit B.
Afektif
1. Setelah selesai pembelajaran, rasa saling menghargai dan semangat kerja sama siswa akan meningkat
2. Dengan melaksanakan presentasi hasil diskusi kelompok, rasa percaya diri siswa meningkat.
3. Setelah selesai pembelajaran, sikap lapang dada pada diri siswa akan meningkat.
E. MATERI PEMBELAJARAN Fungsi Sistem Pertahanan Tubuh
Setiap manusia memiliki tubuh yang mempunyai sistem imun atau sistem pertahanan tubuh. Sistem imun tersebut tersusun dari sel-sel dan jaringan yang
imun pada manusia memiliki beberapa fungsi bagi tubuh, yaitu : 1. Sebagai penangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh
2. Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua
3. Sebagai pendeteksi serta penghancur sel-sel abnormal atau ganas dan menghancurkannya
4. Menghilangkan jaringan atau sel mati atau rusak untuk perbaikan jaringan.
Komponen Sistem Kekebalan Tubuh
Komponen sistem kekebalan tubuh diantaranya :
1. Granular, yaitu jenis sel darah putih yang memiliki bintik-bintik. Leukosit atau sel darah putih bergranular dibedakan menjadi :
a. Neutrofil : Merupakan sel darah putih yang terbesar, berfungsi untuk fagositosis, yaitu menelan mikroorganisme dan sisa-sisa sel mati.
b. Basofil : Dapat melepaskan senyawa kimia ( histamin ) yang menyebabkan reaksi inflamasi ( pembengkakan ).
c. Eosinofil : Memiliki peranan dalam reaksi alergi.
2. Agranular, yaitu jenis sel darah putih yang tidak memiliki bintik-bintik. Leukosit agranular dibedakan menjadi :
a. Monosit : Merupakan sel berukuran besar dengan nukleus yang berbentuk seperti ginjal. Monosit berkembang menjadi makrofag yang berfungsi untuk fagositosis.
b. Limfosit : Memiliki 2 jenis sel yang berperan penting dalam sistem imun, yaitu :
1) Limfosit T
Proses pembuatannya di sumsum tulang dan dimatangkan di timus, limfosit T berperan dalam imunitas yang diperantarai oleh sel, yang menyerang antigen yang berada di dalam sel.
Terdapat 3 macam limfosit T :
a) Limfosit T pembantu ( Helper T Cell )
Berfungsi membantu dan mengontrol komponen respon imun spesifik yang lainnya. Sel T helper akan menstimulasi sel B untuk
yang lainnya dan mengaktivasi makrofag untuk memfagosit patogen dan sisa-sisa sel.
b) Limfosit T pembunuh ( Killer T Cell )
Sering disebut dengan sel T sitotoksik, menyerang tubuh yang terinfeksi dan sel-sel patogen yang relatif besar secara langsung. c) Limfosit T supresor ( Suppresor T Cell )
Berfungsi menurunkan dan menghentikan respon imun. 2) Limfosit B
Proses pembuatannya di sumsum tulang dan dimatangkan di sumsum tulang. Limfosit B ( Sel B ) berperan dalam imunitas yang diperantarai oleh antibodi atau imunitas humoral. Antibodi tersebut akan menyerang bakteri atau virus sebelum patogen masuk ke dalam sel tubuh.
Terdapat 3 macam limfosit B : a) Limfosit B plasma
Berfungsi memproduksi antibodi b) Limfosit B memori
Sel ini tidak meproduksi antibodi, tetapi memiliki kemampuan mengingat antigen yang spesifik dan akan merespon apabila terjadi infeksi yang sama dengan cepat.
c) Limfosit B pembelah
Berfungsi untuk menghasilkan sel-sel limfosit B dalam jumlah yang banyak dan cepat.
3. Makrofag
Berasal dari monosit, bersifat fagositosis menghancurkan sel lain dengan cara memakannya. Pada semua limfosit dewasa, permukaannya tertempel reseptor antigen yang hanya dapat mengenali satu antigen.
4. Antigen
Merupakan benda asing yang dapat merangsang respon sistem pertahanan tubuh. Berdasarkan fungsionalnya dibedakan menjadi dua, yaitu imunogen dan hapten. Antigen dapat dibedakan menurut sifat kimiawinya, yaitu polisakarida, lipid, asam nukleat dan protein.
Adalah protein yang dibentuk tubuh sebagai respon terhadap suatu antigen dan secara spesifik mengadakan reaksi dengan antigen tersebut. Antibodi juga sering disebut dengan immunoglobulin (Ig).
Antibodi dibedakan menjadi :
a. IgM : Menggumpalkan antigen
b. IgG : Melindungi tubuh dari bakteri, virus dan toksin yang beredar dalam darah dan limfa
c. IgA : Mencegah penempelan virus dan bakteri ke permukaan sel epitel
d. IgD : Sebagai reseptor antigen yang akan merangsang diferensiasi sel B menjadi sel plasma dan Sel B memori
e. IgE : Menghasilkan histamin dan zat lain yang akan menyebabkan reaksi alergi.
Mekanisme Sistem Pertahanan Tubuh ( Sistem Imun )
A. Pertahanan Tubuh Non-Spesifik
Merupakan sistem pertahanan tubuh yang telah ada sejak manusia lahir dalam dirinya. Sistem pertahanan tubuh ini merupakan sistem terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroba. Sistem imun non-spesifik meliputi : pertahanan fisik atau mekanik, pertahanan biokimia, pertahanan humoral, dan pertahanan seluler.
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif
Metode Pembelajaran : Tipe Numbered Heads Together dan Ceramah G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Siklus I, Pertemuan I Kegiatan
( Waktu )
Fase Kegiatan Guru dan Siswa Terlaksana/Tidak
Pendahuluan ( 10 menit ) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 1. Guru memberikan apersepsi dengan menunjukkan gejala batuk
tujuan pembelajaran yang akan dicapai Inti
( 70 menit )
Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok belajar ( 1 kelompok terdiri dari 4 orang) dan membimbing kelompok menerapkan metode pembelajaran Numbered Heads Together. 3. Eksplorasi : Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang per kelompok, siswa memilih sendiri anggota kelompoknya 4. Membagikan nomor
kepada setiap siswa dalam setiap kelompoknya 5. Guru membagikan LKS I pada setiap kelompok 6. Guru memberikan kesempatan kelompok untuk mendiskusikan LKS I dan masing-masing anggota kelompok diharuskan dapat mengetahui jawaban dari LKS I 7. Elaborasi : Guru memanggil salah satu nomor siswa secara acak dan siswa yang dipanggil
melakukan presentasi hasil diskusi
kelompoknya 8. Kelompok yang lain
menanggapi dan menambahkan apabila ada jawaban yang kurang
9. Guru memanggil nomor selajutnya, ulangi langkah 7 dan 8, begitu seterusnya 10.Konfirmasi :
Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Penutup ( 10 menit ) Penghargaan 11.Memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 12.Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya 13.Memberi tugas kepada siswa membaca materi yang akan dibahas
berikutnya.
Siklus I, Pertemuan II Kegiatan
( Waktu )
Fase Kegiatan Guru dan Siswa Terlaksana/ Tidak Pendahuluan ( 5 menit ) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
1. Guru memberikan apersepsi berupa gambar sel darah putih dan
menanyakan fungsi sel darah putih dalam sistem pertahanan tubuh. 2. Guru
menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai.
Inti
( 35 menit )
Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok belajar ( 1 kelompok terdiri dari 4 orang ) dan membimbing kelompok menerapkan metode Numbered Heads Together, siswa memilih sendiri kelompoknya 3. Eksplorasi : Guru membimbing siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang per kelompok, siswa memilih sendiri kelompoknya 4. Membagikan
nomor kepada tiap siswa dalam setiap
5. Guru membagikan LKS 2 pada setiap kelompok 6. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikan LKS 2, dan masing-masing anggota kelompok diharuskan mengetahui jawaban dari LKS 2 7. Elaborasi : Guru memanggil salah satu nomor siswa secara acak dari hasil undian, dan siswa yang dipanggil nomornya mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 8. Kelompok yang lain menanggapi dan menambahkan apabila ada jawaban yang kurang
nomor selanjutnya, ulangi langkah 7 dan 8 10.Konfirmasi : Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif Penutup ( 5 menit ) Penghargaan 11.Memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 12.Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya 13.Memberikan tugas rumah yang dikerjakan secara individu H. SUMBER BELAJAR
1. Buku Siswa Biologi SMA, Kelas XI
2. Lembar Kerja Siswa 1dan 2 ( LKS 1 dan 2 ) I. PENILAIAN
1. Ranah Kognitif : Hasil ulangan akhir siklus I
2. Ranah Afektif : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran
3. Ranah Psikomotorik : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran.
SIKLUS II
Satuan Pendidikan : SMA PANGUDI LUHUR ST.LOUIS IX SEDAYU
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI/ 2
Alokasi Waktu : 2 x Pertemuan ( 2 x 45 menit )
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.
B. KOMPETENSI DASAR
3.8 Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit.
C. INDIKATOR Kognitif Produk
5. Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh spesifik pada manusia
Kognitif Proses
Mengamati gambar berbagai macam sistem pertahanan tubuh spesifik yang diperantarai antibodi dan diperantarai oleh sel
Psikomotorik
Menggambarkan jenis-jenis antibodi
Afektif
4. Melaksanakan diskusi dengan semangat kerja sama dan saling menghargai 5. Mempresentasikan hasil diskusi dengan percaya diri
6. Menerima pendapat, saran dan kritik hasil diskusi dari teman dengan lapang dada.
Kognitif Produk
5. Melalui kegiatan pembelajaran tipe Numbered Heads Together, siswa dapat menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh non spesifik pada manusia.
Kognitif Proses
Dengan menggunakan LKS, siswa dapat mengamati gambar berbagai macam sistem pertahanan tubuh spesifik yang diperantarai antibodi dan diperantarai sel
Psikomotorik
Dengan membaca buku, siswa dapat menggambarkan macam-macam jenis antibodi
Afektif
4. Setelah selesai pembelajaran, rasa saling menghargai dan semangat kerja sama siswa akan meningkat
5. Dengan melaksanakan presentasi hasil diskusi kelompok, rasa percaya diri siswa meningkat.
6. Setelah selesai pembelajaran, sikap lapang dada pada diri siswa akan meningkat.
E. MATERI PEMBELAJARAN Pertahanan Tubuh Spesifik
Merupakan sistem pertahanan tubuh yang memiliki kemampuan untuk mengenali benda yang dianggap asing oleh tubuh. Sistem pertahanan spesifik mengenali benda asing yang masuk ke dalam tubuh dengan respon sensitasi sel-sel imun. Sensitasi adalah proses yang menyebabkan organisme atau sel-sel menjadi lebih aktif terhadap antigen. Sistem pertahanan tubuh ini hanya dapat mengenali benda yang sudah pernah masuk ke dalam tubuh sebelumnya. Sistem pertahanan tubuh spesifik dilakukan oleh leukosit dari jenis limfosit dan dibedakan menjadi dua, yaitu sistem pertahanan humoral dan sistem pertahanan selular.
1. Sistem Pertahanan Humoral ( Antibody- Mediated Immunity )
Humoral berasal dari humor yang mengandung pengertian cairan tubuh . Sistem ini melibatkan sel limfosit B. Respon imun yang diperantarai oleh antibodi tidak melibatkan sel, tetapi hanya senyawa kimia yang disebut
tersebut masuk ke dalam sel tubuh. Antibodi dihasilkan oleh sel limfosit B dan akan teraktivasi bila mengenali antigen yang terdapat pada permukaan sel patogen dengan bantuan sel limfosit T.
2. Sistem Pertahanan Selular ( Cell-Mediated Immunity )
Sistem pertahanan seluler berfungsi untuk pertahanan terhadap mikroba interseluler yaitu bakteri, virus, dan jamur. Dalam pertahanan seluler, yang memiliki peran adalah sel limfosit T yang akan menyerang sel-sel tubuh yang terinfeksi. Sel limfosit T akan bereaksi terhadap antigen yang spesifik.
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran : Pembelajaran kooperatif
Metode Pembelajaran : Tipe Numbered Heads Together dan Ceramah G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Siklus II, Pertemuan I Kegiatan
( Waktu )
Fase Kegiatan Guru dan Siswa Terlaksana/Tidak
Pendahuluan ( 5 menit ) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 14.Guru memberikan apersepsi dengan menunjukkan gambar antibodi dan menanyakan
fungsinya.
15.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Inti
( 35 menit )
Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok belajar ( 1 kelompok terdiri dari 4 orang) dan membimbing kelompok 16.Eksplorasi : Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang per kelompok, guru menentukan
pembelajaran
Numbered Heads Together.
17.Membagikan nomor kepada setiap siswa dalam setiap kelompoknya 18.Guru membagikan LKS 3 pada setiap kelompok 19.Guru memberikan kesempatan kelompok untuk mendiskusikan LKS 3 dan masing-masing anggota kelompok diharuskan dapat mengetahui jawaban dari LKS 3 20.Elaborasi : Guru memanggil salah satu nomor siswa secara acak dan siswa yang dipanggil nomornya
melakukan presentasi hasil diskusi
kelompoknya 21.Kelompok yang lain
menanggapi dan menambahkan apabila ada jawaban yang kurang
22.Guru memanggil nomor selajutnya, ulangi langkah 7 dan 8, begitu seterusnya 23.Konfirmasi :
Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Penutup ( 5 menit ) Penghargaan 24.Memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 25.Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya 26.Memberi tugas tumah yang dikerjakan secara individu kepada siswa dan membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
Siklus II, Pertemuan II Kegiatan
( Waktu )
Fase Kegiatan Guru dan Siswa Terlaksana/ Tidak Pendahuluan ( 5 menit ) Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
14.Guru memberikan apersepsi berupa gambar antibodi yang sedang berinteraksi dengan antigen dan menanyakan mengapa hal tersebut dapat terjadi. 15.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Inti
( 35 menit )
Mengorganisasikan siswa duduk dalam kelompok belajar ( 1 kelompok terdiri dari 4 orang ) dan membimbing kelompok menerapkan metode Numbered Heads Together 16.Ekplorasi : Guru membimbing siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang per kelompok, kelompok dipilih oleh guru 17.Membagikan
nomor kepada tiap siswa dalam setiap kelompoknya
LKS 4 pada setiap kelompok 19.Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikan LKS 4, dan masing-masing anggota kelompok diharuskan mengetahui jawaban dari LKS 4 20.Elaborasi : Guru memanggil salah satu nomor siswa secara acak dari hasil undian, dan siswa yang dipanggil nomornya mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 21.Kelompok yang lain menanggapi dan menambahkan apabila ada jawaban yang kurang 22.Guru memanggil
selanjutnya, ulangi langkah 7 dan 8 23.Konfirmasi :
Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif Penutup ( 5 menit ) Penghargaan 24.Memberikan penghargaan bagi kelompok yang bagus 25.Membimbing siswa merangkum butir-butir pembelajaran dan merefleksikannya 26.Memberi tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. H. SUMBER BELAJAR
1. Buku Siswa Biologi SMA, Kelas XI
2. Lembar Kerja Siswa 3 dan 4 ( LKS 3 dan 4 ) I. PENILAIAN
1. Ranah Kognitif : Hasil ulangan akhir siklus II
2. Ranah Afektif : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran
3. Ranah Psikomotorik : Lembar observasi kegiatan siswa selama proses pembelajaran.
LEMBAR KERJA SISWA 1
" Fungsi dan Komponen Sistem Kekebalan Tubuh "
A. Tujuan
1. Menyebutkan fungsi sistem kekebalan tubuh bagi manusia
2. Mengidentifikasi komponen sistem kekebalan tubuh pada manusia 3. Menjelaskan perbedaan limfosit T dan limfosit B
B. Alat dan Bahan
Buku paket Biologi SMA kelas XI, Gambar macam-macam jenis leukosit C. Cara Kerja
1. Bacalah buku sumber ( Buku paket Biologi SMA kelas XI) tentang Sistem Imun 2. Diskusikan dengan teman sekelompokmu dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di
bawah ini dengan singkat dan jelas! D. Pertanyaan
1. Setelah membaca buku dan berdiskusi, kalian dapat mengetahui fungsi sistem imun bagi manusia, sebutkan 3 fungsi imun tersebut!
2. Sebut dan jelaskan 3 dari 5 komponen sistem kekebalan tubuh pada manusia! 3. Perhatikan gambar di bawah ini !
a. b. c.
d. e.
Berilah keterangan nama-nama pada bagian komponen sistem kekebalan tubuh tersebut.
4. Buatlah tabel perbedaan perbedaan antara limfosit T dan limfosit B berdasarkan : a. Tempat pematangan
b. Peranan
c. Tempat menyerang antigen Kelas/No.Absen :
LEMBAR KERJA SISWA 2
" Sistem Pertahanan Tubuh Non-Spesifik "
A. Tujuan
1. Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh non-spesifik pada tubuh manusia B. Alat dan Bahan
Buku paket Biologi SMA kelas XI C. Cara Kerja
1. Bacalah buku sumber ( Buku paket Biologi SMA kelas XI) tentang Sistem Imun 2. Diskusikan dengan teman sekelompokmu dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di
bawah ini dengan singkat dan jelas! D. Pertanyaan
1. Diskusikanlah dengan temanmu mengenai macam-macam sistem pertahanan tubuh non-spesifik dan sebutkan 5 macam pertahanan tubuh non-spesifik.
2. Apa itu makrofag? Bagaimana mekanisme kerja makrofag? Jelaskan dengan singkat dan jelas!
3. Gambarkan mekanisme kerja interferon dalam melawan virus dan beri penjelasannya!
4. Bagaimana proses terjadinya respon peradangan pada sistem pertahanan tubuh non-spesifik?
E. Hasil Diskusi
1. Macam-macam pertahanan tubuh non-spesifik meliputi : a. …. b. …. c. …. d. …. e. …. 2. Makrofag adalah ……….. Mekanisme dari kerja makrofag adalah sebagai berikut :
……… ……… ……… 3. Gambar mekanisme kerja interferon adalah sebagai berikut :
4. Proses terjadinya respon peradangan pada sistem pertahanan tubuh non-spesifik adalah sebagai berikut :
………. ………. ………. ………. ………. F. Kesimpulan
LEMBAR KERJA SISWA 3
" Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik"
A. Tujuan
1. Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh spesifik pada tubuh manusia B. Alat dan Bahan
Buku paket Biologi SMA kelas XI C. Cara Kerja
1. Bacalah buku sumber ( Buku paket Biologi SMA kelas XI) tentang Sistem Imun 2. Diskusikan dengan teman sekelompokmu dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di
bawah ini dengan singkat dan jelas! D. Pertanyaan
1. Setelah membaca buku dan berdiskusi, Jelaskan pengertian : a. Sistem pertahanan tubuh spesifik
b. Sensitasi
2. Diskusikanlah dengan teman sekelompokmu apa itu antibodi? Apa fungsi antibodi terhadap sistem pertahanan tubuh spesifik?
3. Sebutkan 3 reaksi antibodi terhadap antigen pada imunitas yang diperantarai oleh antibodi!
4. Gambarkan 5 macam jenis antibodi dan jelaskan fungsinya masing-masing! E. Hasil Diskusi
1. Pengertian dari :