BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Terdapat beberapa saran peneliti terkait hasil penelitian pada skripsi ini, diantaranya adalah bagi:
58
1. Guru
Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatf metode bamboo dancing berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa SMK, sehingga penerapan model pembelajaran kooperatf metode bamboo dancing ini bisa menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan guru matematika di kelas dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
2. Sekolah
Pihak sekolah mampu memberikan masukkan dan dukungan bagi guru matematika di sekolah yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional untuk dapat menerapkan berbagai model pembelajaran lain, seperti penerapan model pembelajaran kooperatf metode bamboo dancing
sebagai upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa 3. Mahasiswa Matematika
Saran peneliti untuk penelitian selanjutnya bagi mahasiswa matematika lain adalah meneliti secara lebih spesifik tentang “Bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatf metode bamboo dancing terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa”
59
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003
Anitah, Sri. Janet Trineke Manoy, Susanah, Strategi Pembelajaran Matematika, Jakarta:Universitas Terbuka, 2008
Arikonto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bina Aksara, 1993
_______, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Bumi Aksara, 2006
Darwati. Yuli, Adative Help Seeking Panduan Bagi Guru Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika, Yogyakarta : Logung Printika, 2009
E, Robert Slavin, Cooperative Learning Teori, Riset Dan Praktik, Bandung : Nusa Media, 2010
Isjoni, Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok, Bandung: Alfabeta, 2010
Kurniati, Lia, Pendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving) dalam upaya mengatasi kesulitan-kesulitan Siswa pada soal cerita, Jakarta: PIC UIN Jakarta, 2007
Lie, Anita, Cooperatif Learning, Jakarta: PT Grasindo, 2004
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenanda Media Group, 2010
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya., Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003
Subana dan Sudrajat, Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah, Bandung: Pustaka Setia, 2005
60
Sudijono, Anas , Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007
Sudjana, Nana , Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008
Suprijono, Agus, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009
Suyatno, Menjelajah Pembelajaran Inovatif, Surabaya: Media Buana Pustaka, 2009
Suyono, Soemoenar. Makmuri, Penerapan Matematika Sekolah, Jakarta: Universitas Terbuka, 2007
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005
Tim Matematika SMK, Matematika untuk SMK kelas , Jakarta: PT Galaxy Puspa Mega, 2001
Trianto, Mendesain model pembelajaran inovatif progresif, konsep, landasan, dan implementasinya pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).Jakarta:Kencana prenada media group, 2009
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, 2003
V.S, Ina Mullis dkk, TIMSS 2007 International Mathematics Report, dari
http://timss.bc.edu/TIMSS2007/techreport.html.
W, John Santrock, Psikologi Pendidikan, terjemahan dari Educational Psycology oleh Tri Wobowo B. S, Jakarta: Kencana, 2008
Wena, Made, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional, Jakarta :Bumi Aksara,2009
61
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS EKSPERIMEN
Nama Sekolah : SMK Gita Kirtti 1 Jakarta
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : X / Genap
Tahun Ajar : 2010 - 2011
Alokasi Waktu : 16 x 40 menit
Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif
Metode Pembelajaran : Tarian Bambu (Bamboo Dancing)
A. Standar Kompetensi:
Menyelesaikan masalah program linear B. Kompetensi Dasar:
1. Membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear 2. Menentukan model matematika dari soal ceritera (kalimat verbal) 3. Menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linear 4. Menerapkan garis selidik
C. Indikator:
1. Menggambarkan grafik sistem pertidaksamaan linear.
2. Menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear.
3. Menentukan pertidaksamaan linear jika diketahui daerah penyelesaiannya. 4. Membuat model matematika dari soal cerita.
5. Menentukan masalah yang merupakan program linear. 6. Menentukan fungsi obyektif dan kendala dari program linear. 7. Menggambar daerah penyelesaian dari program linear.
8. Menentukan nilai optimum dari fungsi obyektif menggunakan uji titik sudut serta menafsirkannya.
62
10.Menentukan nilai optimum dengan menggunakan garis selidik serta menafsirkannya.
Hari Pertama
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat:
Menggambar grafik sistem pertidaksamaan linear dari masalah-masalah yang diberikan
Menentukan daerah penyelesaian dari suatu sistem pertidaksamaan linear dengan cara grafik
Menentukan sistem pertidaksamaan linear jika diketahui daerah penyelesaiannya
B. Materi Ajar :
Grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel C. Kegiatan Pembelajaran :
1. Pendahuluan Apersepsi :
Dengan tanya jawab, guru mengingatkan siswa tentang masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel
Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Motivasi :
Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka akan membantu siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mengenai program linear
2. Kegiatan Inti
Guru memberikan gambaran umum tentang materi grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel
63
Guru membagi kelas kedalam 2 kelompok besar dan berdiri berjajar saling berhadapan
Guru membagikan LKS dan memberikan kesempatam masing-masing kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban
Setelah berdiskusi setiap orang yang berdiri berjajar dalam kelompok besar bergeser mengikuti arah jarum jam
Setelah mendapat pasangan baru siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi kembali. Demikian seterusnya, diskusi berhenti ketika siswa kembali pada pasangan awal
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya didepan kelas
Guru mengklarifikasi jika ada jawabanya siswa yang salah
3. Penutup
Diakhir pertemuan, diadakan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Guru membimbing siswa merangkum hasil pembelajaran, selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah.
Guru menugaskan siswa untuk membaca materi pada pertemuan berikutnya
D. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat :
Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Sumber :
Edi Susanto dan Ali Kusnanto, 2009, Matematika I untuk SMK/MAK kelas X untuk Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi, Jakarta: Yudhistira.
Husein Tampomas, 2007, Seribu Pena Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta: Erlangga
E. Penilaian
64
2. Bentuk Instrumen : Uraian
3. LKS
4. Instrumen/soal :
1. Tentukan daerah himpunan penyelesaian dari sistem pertidaksamaan
a. b.
c. 3x + 4y ≤ 12, 4x + y ≤ 8, x ≥ 0, dan y ≥ 0
2. Tentukan sistem pertidaksamaan linear dari gambar berikut
Hari Kedua
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat:
Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan program linear Menentukan model matematika dari persoalan kehidupan sehari-hari B. Materi Ajar :
Model Matematika
C. Kegiatan Pembelajaran : 1. Pendahuluan
Apersepsi :
Dengan tanya jawab, guru mengingatkan siswa tentang masalah yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linear dua variabel dan membahas PR yang dianggap sulit
Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
65
Guru memberikan motivasi pada siswa dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini
2. Kegiatan Inti
Guru memberikan gambaran/penjelasan tentang masalah yang berhubungan dengan model matematika
Guru membagi kelas kedalam 2 kelompok besar dan berdiri berjajar saling berhadapan
Guru membagikan LKS dan memberikan kesempatam masing-masing kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban
Setelah berdiskusi setiap orang yang berdiri berjajar dalam kelompok besar bergeser mengikuti arah jarum jam
Setelah mendapat pasangan baru siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi kembali. Demikian seterusnya, diskusi berhenti ketika siswa kembali pada pasangan awal
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya didepan kelas
Guru mengklarifikasi jika ada jawaban siswa yang salah 3. Penutup
Diakhir pertemuan, diadakan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Kemudian bersama-sama membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah.
Guru menugaskan siswa untuk membaca materi pada pertemuan berikutnya
D. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat : Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Sumber :
Edi Susanto dan Ali Kusnanto, 2009, Matematika I untuk SMK/MAK kelas X untuk Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi, Jakarta: Yudhistira.
66
Husein Tampomas, 2007, Seribu Pena Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta: Erlangga
E. Penilaian
1. Teknik Instrumen : Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Uraian 3. LKS
4. Instrumen/soal
Buatlah model matematika dari permasalahan di bawah ini!
1. Jumlah uang Ima dan Diah kurang dari Rp250.000,00. Uang Diah lebih dari uang Yuni ditambah Rp70.000,00, sedangkan uang Yuni kurang dari Rp50.000,00 dikurangi uang Ima.
2. Sebuah agen sepeda ingin membeli tidak lebih dari 25 sepeda untuk persediaan. Ia ingin membeli sepeda dengan harga Rp400.000,00 per buah. Ia merencanakan tidak akan mengeluarkan uang lebih dari Rp8.400.000,00.
Hari Ketiga
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat: Membuat model matematika dari masalah program linear
Menentukan fungsi obyektif dan kendala dari masalah program linear B. Materi Ajar :
Fungsi obyektif dan kendala C. Kegiatan Pembelajaran :
1. Pendahuluan Apersepsi :
Guru mengingatkan siswa tentang masalah yang berkaitan dengan model matematika dan membahas PR yang dianggap sulit
67
Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Motivasi :
Guru memberikan motivasi kepada siswa agar tertarik mempelajari materi model matematika dengan mengatakan jika materi mengenai model matematika dapat dikuasai dengan baik maka akan mempermudah siswa untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang berhubungan dengan model matematika
2. Kegiatan Inti
Guru memberikan gambaran/penjelasan tentang masalah yang berhubungan dengan fungsi objektif dan kendala
Guru membagi kelas kedalam 2 kelompok besar dan berdiri berjajar saling berhadapan
Guru membagikan LKS dan memberikan kesempatam masing-masing kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban
Setelah berdiskusi setiap orang yang berdiri berjajar dalam kelompok besar bergeser mengikuti arah jarum jam
Setelah mendapat pasangan baru siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi kembali. Demikian seterusnya, diskusi berhenti ketika siswa kembali pada pasangan awal
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya didepan kelas
Guru mengklarifikasi jika ada jawabanya siswa yang salah 3. Penutup
Diakhir pertemuan, diadakan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Kemudian bersama-sama membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah.
Guru menugaskan siswa untuk membaca materi pada pertemuan berikutnya
68
D. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat : Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Sumber :
Edi Susanto dan Ali Kusnanto, 2009, Matematika I untuk SMK/MAK kelas X untuk Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi, Jakarta: Yudhistira.
Husein Tampomas, 2007, Seribu Pena Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta: Erlangga
E. Penilaian
1. Teknik Instrumen : Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Uraian 3. LKS
4. Instrumen/soal
1. Seorang petani memerlukan paling sedikit 16 unit zat kimia A dan 14 unit zat kimia B untuk kebun sayurnya. Kedua zat kimia itu dapat ia peroleh dari pupuk cair dan pupuk kering. Satu botol pupuk cair yang harganya Rp20.000,00 mengandung 5 unit zat kimia A dan 3 unti zat kimia B. Sedangkan satu kantong pupuk kering yang harganya Rp16.000,00 mengandung 3 unit zat kimia A dan 4 unit zat kimia B.
Misalkan banyaknya botol pupuk cair adalah x buah dan banyaknya kantong pupuk kering adalah y buah, sedangkan pengeluaran petani adalah f. Buatlah model matematika dari masalah itu, jika pengeluaran petani untuk membeli kedua pupuk itu semurah-murahnya.
Hari Keempat
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat: Menggambar daerah penyelesaian dari masalah program linear
69
B. Materi Ajar : Fungsi obyektif dan nilai optimum C. Kegiatan Pembelajaran :
1. Pendahuluan Apersepsi :
Guru mengingatkan siswa tentang masalah yang berkaitan dengan fungsi objektif dan kendala dan membahas PR yang dianggap sulit Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
2. Kegiatan Inti
Guru memberikan gambaran/penjelasan tentang masalah yang berhubungan dengan daerah penyelesaian fungsi objektif dan kendala
Guru membagi kelas kedalam 2 kelompok besar dan berdiri berjajar saling berhadapan
Guru membagikan LKS dan memberikan kesempatam masing-masing kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban
Setelah berdiskusi setiap orang yang berdiri berjajar dalam kelompok besar bergeser mengikuti arah jarum jam
Setelah mendapat pasangan baru siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi kembali. Demikian seterusnya, diskusi berhenti ketika siswa kembali pada pasangan awal
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya didepan kelas
Guru mengklarifikasi jika ada jawabanya siswa yang salah 3. Penutup
Diakhir pertemuan, diadakan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Kemudian bersama-sama menbuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari. Selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah.
70
Guru menugaskan siswa untuk membaca materi pada pertemuan berikutnya
D. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat : Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Sumber :
Edi Susanto dan Ali Kusnanto, 2009, Matematika I untuk SMK/MAK kelas X untuk Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi, Jakarta: Yudhistira.
Husein Tampomas, 2007, Seribu Pena Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta: Erlangga
E. Penilaian
1. Teknik Instrumen : Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Uraian 3. LKS
4. Instrumen/soal
Buatlah model matematika dari masalah program linear di bawah ini, kemudian tentukan daerah penyelesaiannya
1. Seorang petani ingin memupuk tanaman jagung dan kedelai masing-masing dengan 300 gram Urea dan 150 gram Za untuk jagung, sedangkan untuk kedelai 600 gr urea dan 125 gr Za. Petani tersebut memiliki hanya 18 kg Urea dan 6 kg Za.
2. Pengusaha kue bolu membuat dua jenis adonan kue bolu, yaitu kue bolu A dan kue bolu B. Kue bolu A memerlukan 300 gram terigu dan 40 gram mentega. Kue bolu B memerlukan 200 gram terigu dan 60 gram mentega. Jika tersedia 12 kilogram terigu dan 3 kilogram mentega
71
Hari Kelima
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat:
Menentukan nilai optimum dari fungsi obyektif suatu masalah program linear dengan menyelidiki titik sudut dengan dan menafsirkannya
B. Materi Ajar : Metode titik sudut
C. Kegiatan Pembelajaran : 1. Pendahuluan
Apersepsi :
Guru mengingatkan siswa tentang masalah yang berkaitan dengan daerah penyelesaian dari masalah program linear dan membahas PR yang dianggap sulit
Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Motivasi :
Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan penjelasan tentang arti penting mempelajari materi ini
2. Kegiatan inti
Guru memberikan gambaran/penjelasan tentang masalah yang berhubungan dengan nilai optimum
Guru membagi kelas kedalam 2 kelompok besar dan berdiri berjajar saling berhadapan
Guru membagikan LKS dan memberikan kesempatam masing-masing kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban
Setelah berdiskusi setiap orang yang berdiri berjajar dalam kelompok besar bergeser mengikuti arah jarum jam
Setelah mendapat pasangan baru siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi kembali. Demikian seterusnya, diskusi berhenti ketika siswa kembali pada pasangan awal
72
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya didepan kelas
Guru mengklarifikasi jika ada jawabanya siswa yang salah 3. Penutup
Diakhir pertemuan, diadakan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Siswa dapat merangkum hasil pembelajaran, selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah.
Guru menugaskan siswa untuk membaca materi pada pertemuan berikutnya
D. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat : Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Sumber :
Edi Susanto dan Ali Kusnanto, 2009, Matematika I untuk SMK/MAK kelas X untuk Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi, Jakarta: Yudhistira.
Husein Tampomas, 2007, Seribu Pena Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta: Erlangga
E. Penilaian
1. Teknik Instrumen : Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Uraian 3. LKS
4. Instrumen/soal
1. Suatu pabrik berkeinginan memproduksi dua jenis barang, barang A dan barang B. barang A memberikan keuntungan Rp 10.000/buah, dan barang B memberikan keuntungan Rp 12.000/buah. Untuk memproduksi kedua barang tsb dibutuhkan 3 buah mesin, yaitu mesin I, mesin II, dan mesin III. Waktu yang diperlukan untuk memproduksi tiap barang dengan ketiga mesin tersebut dan waktu yang tersedia untuk tiap mesin selama triwulan diperlihatkan dalam tabel berikut.
73
Mesin I (jam) Mesin II (jam)
Mesin III (jam)
Barang A 2 3 1
Barang B 3 2 1
Waktu yang tersedia 1500 1500 600
Buatlah model matematika dari masalah diatas, kemudian hitunglah keuntungan maksimum dari pabrik tersebut dengan menggunakan uji titik sudut?
Hari Keenam
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat:
Menjelaskan garis selidik dan menggambarkan garis selidik dari fungsi obyektif B. Materi Ajar : Garis Selidik C. Kegiatan Pembelajaran : 1. Pendahuluan Apersepsi :
Guru mengingatkan siswa tentang masalah yang berkaitan dengan metode uji titik sudut dan membahas PR yang dianggap sulit
Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
Motivasi :
Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan penjelasan tentang arti penting mempelajari materi ini
74
Guru memberikan gambaran/penjelasan tentang masalah yang berhubungan dengan garis selidik
Guru membagi kelas kedalam 2 kelompok besar dan berdiri berjajar saling berhadapan
Guru membagikan LKS dan memberikan kesempatam masing-masing kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban
Setelah berdiskusi setiap orang yang berdiri berjajar dalam kelompok besar bergeser mengikuti arah jarum jam
Setelah mendapat pasangan baru siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi kembali. Demikian seterusnya, diskusi berhenti ketika siswa kembali pada pasangan awal
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya didepan kelas
Guru mengklarifikasi jika ada jawabanya siswa yang salah 3. Penutup
Diakhir pertemuan, diadakan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Siswa dapat merangkum hasil pembelajaran, selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah.
Guru menugaskan siswa untuk membaca materi pada pertemuan berikutnya
D. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat : Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Sumber :
Edi Susanto dan Ali Kusnanto, 2009, Matematika I untuk SMK/MAK kelas X untuk Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi, Jakarta: Yudhistira.
Husein Tampomas, 2007, Seribu Pena Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta: Erlangga
75
1. Teknik Instrumen : Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Uraian 3. LKS
4. Instrumen/soal
Carilah nilai maksimum dan minimum dari fungsi tujuan dengan syarat batas yang telah diberikan berikut ini dengan menggunakan garis selidik.
1. Fungsi tujuan dengan syarat batas
2. Fungsi tujuan dengan syarat batas
Hari Ketujuh
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat:
Menentukan nilai optimum menggunakan garis selidik dan menafsirkannya B. Materi Ajar : Garis Selidik C. Kegiatan Pembelajaran : 1. Pendahuluan Apersepsi :
Guru mengingatkan siswa tentang masalah yang berkaitan dengan garis selidik dan membahas PR yang dianggap sulit
Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
2. Kegiatan Inti
Guru memberikan gambaran/penjelasan tentang masalah yang berhubungan dengan garis selidik
76
Guru membagi kelas kedalam 2 kelompok besar dan berdiri berjajar saling berhadapan
Guru membagikan LKS dan memberikan kesempatam masing-masing kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban
Setelah berdiskusi setiap orang yang berdiri berjajar dalam kelompok besar bergeser mengikuti arah jarum jam
Setelah mendapat pasangan baru siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi kembali. Demikian seterusnya, diskusi berhenti ketika siswa kembali pada pasangan awal
Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan jawabannya didepan kelas
Guru mengklarifikasi jika ada jawabanya siswa yang salah 3. Penutup
Diakhir pertemuan, diadakan refleksi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Siswa dapat merangkum hasil pembelajaran, selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah.
D. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat : Lembar Kerja Siswa (LKS)
2. Sumber :
Edi Susanto dan Ali Kusnanto, 2009, Matematika I untuk SMK/MAK kelas X untuk Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi, Jakarta: Yudhistira.
Husein Tampomas, 2007, Seribu Pena Matematika Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta: Erlangga
E. Penilaian
1. Teknik Instrumen : Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Uraian 3. LKS
77
1. Sebuah perusahaan mempunyai dua tempat pertambangan. Pertambangan I menghasilkan 1 ton bijih kadar tinggi, 3 ton bijih kadar menengah, dan 5 ton bijih kadar rendah setiap hari, sedangkan pertambangan II menghasilkan 2 ton bijih kadar tinggi, 2 ton kadar menengah, dan 2 ton bijih kadar rendah setiap hari. Perusahaan memerlukan 80 ton bijih kadar tinggi, 160 ton kadar menengah, dan 200 ton bijih kadar rendah. Jika biaya pengoperasian setiap pertambangan per hari sama dengan Rp2.000.000,00, berapa lama masing-masing pertambangan harus dioperasikan agar biaya pengoperasiannya minimum?
78
Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS KONTROL
Nama Sekolah : SMK Gita Kirtti 1 Jakarta
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : X / Genap
Tahun Ajar : 2010 - 2011
Alokasi Waktu : 16 x 40 menit
Model Pembelajaran : Pembelajaran Konvensional Metode Pembelajaran : Ekspositori
A. Standar Kompetensi:
Menyelesaikan masalah program linear B. Kompetensi Dasar:
1. Membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear 2. Menentukan model matematika dari soal ceritera (kalimat verbal) 3. Menentukan nilai optimum dari sistem pertidaksamaan linear 4. Menerapkan garis selidik
C. Indikator:
1. Menggambarkan grafik pertidaksamaan linear.
2. Menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear. 3. Membuat model matematika dari soal cerita.
4. Menentukan masalah yang merupakan program linear. 5. Menentukan fungsi obyektif dan kendala dari program linear. 6. Menggambar daerah penyelesaian dari program linear.
7. Menentukan nilai optimum dari fungsi obyektif menggunakan uji titik sudut serta menafsirkannya.
8. Menggambar garis selidik dari fungsi obyektif.
9. Menentukan nilai optimum dengan menggunakan garis selidik serta menafsirkannya.
79
Hari Pertama
Alokasi waktu : 2 x 40menit A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah proses pembelajaran selesai diharapkan siswa dapat:
Menggambar grafik sistem pertidaksamaan linear dari masalah-masalah yang diberikan
Menentukan daerah penyelesaian dari suatu sistem pertidaksamaan linear dengan cara grafik
Menentukan sistem pertidaksamaan linear jika diketahui daerah penyelesaiannya
B. Materi Ajar :
Grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel