• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian mengenai perilaku peran sakit terhadap keberadaan pengobatan tradisional sehingga pada akhirnya saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah sebagaiberikut:

1. Pemerintah

Kepada pemerintah yang dalam hal ini menangani pelayanan kesehatan agar lebih memajukan pelayanan kesehatan tradisional agar dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.Serta memperhatikan kualitas pelayanan kesehatan modern mulai dari tenaga medis sampai dengan fasilitas medis sehingga tidak lagi muncul ketakutan dan kerugian yang dirasakan oleh masyarakat dalam melakukan pengobatan sehingga kedua sistem pelayanan kesehatan baik modern ataupu tradisional dapat berjalan denganbaik.

2. Tenaga Medis

Untuk tenaga medis agar lebih meningkatkan kualitas diri di bidang ilmu kesehatan dalam mengobati pasien agar kejadian seperti mall praktek

tidaklagi dirasakan oleh masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sakit.Sehingga tidak ada lagi keraguan masyarakat terhadap ilmu medis.

3. Dinas Kesehatan Kabupaten LabuhanbatuUtara

Perlu melakukan upaya peningkatan kesadaran tentang efektifitas pengobatan tradisional dalam pengobatan kepada masyarakat serta perlu Meningkatkan Pengawasan terhadap pengobatan tradisional.

4. PenelitiSelanjutnya

Dari penelitian yang telah dilakukan ini, peneliti lain berpeluang melanjutkan penelitian tentang Perilaku Peran Sakit Masyarakat Terhadap Keberadaan Pengobatan Tradisional. Sehingga didapatkan temuan tentang peran mereka sebagai pasien terhadap eksistensi pengobatan tradisional di Era Modern yang selanjutnya bisa dilakukan strategi-strategi intervensi yang mampu menumbuhkan image yang positif bagi pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Aida Vitayala S. Hubeis, 2010. Pemberdayaan Perempuan dari Masa ke Masa.

IPB Press, Bogor.

Giddens, Anthony :

(2010a). Metode sosiologi: Kaidah-k aidah baru.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(2010b). Teori strukturasi: Dasar-dasarpembentukan struktursosial di masyarakat. Yogyakarta: PustakaPelajar.

(2003). The Constitution of Society : Teori Strukturasi Untuk Ananlisis Sosial.

Pasuruan : Pedati

Gitawati, Nugroho & Winarno. (2008). Gambaran Pemanfaatan Pengobat Tradisional dan Hubungannya dengan Akses Pelayanan Kesehatan di Indonesia.

Laporan Analisis Lanjut. Puslitbang Biomedis dan Farmasi. Depkes. Jakarta Lubis, Syahruddin,D.K.K (1995). PengobatanTradisionalPada Masyarakat Pedesaan Sumatera Utara.Depdikbud

Moleong, Lexy J . (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, Edisi Revisi.

Muzaham Fauzi. (1995). Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan.Jakarta: UniversitasIndonesia

Niven, Neil. (2002). Psikologi Kesehatan: Pengantar untuk Perawat dan Profesional Kesehatan Lain, E/2. EGC: Jakarta

Priyono, H.B. (2003). Anthony Giddens: suatu pengantar. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Ritzer, G dan D.J. Goodman. (2003). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Penerbit Prenada Media. Diterjemahkan dari Moder Sociological Theory. Sixth Edition Ritzer,George Dan Goodman. (2008). Teori Sosiologi Modern. Jakarta:Kencana Sudarma, Momon. (2008). Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Suyanto. Sutinah. (2005). Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif. Pendekatan. Yogyakarta:Pustaka.

Strauss Anselm Dan Juliet Corbin. (2003). Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syani, A. (2007). Sosiologi skematika, teori, dan terapan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sztompka, P. (2010). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada.

White, Kevin. (2012). Pengantar Sosiologi Kesehatan Dan Penyakit. Jakarta:

RajawaliPers.

Yusuf Lubis, Akhyar (2014). Postmodernisme: Teori Dan Metode. Jakarta:

RajawaliPers.

Jurnal

Avonina, S.(2006). Apa yang dimaksud dengan pengetahuan tradisional?

Konvergensi. 9: 14-19.

Darni. (2018). Pengobatan Tradisional Pada Masyarakat Ti.dung Kota Tarakan:Study Kualitatif Kearifan Lokal Bidang Kesehatan. Jurnal pengobatan tradisional 16(1):32.

Ervina Lisna. (2018). Peran Kepercayaan Terhadap Penggunaan Pengobatan Tradisional Pada Penderita Hipertensi Di Kota Bengkulu. Jurnal Perilaku Dan Promosi Kesehatan (1):7.

Jauhari, Utami, dan Padmawati. (2008). Motivasi dan Kepercayaan Pasien untuk Berobat ke Sinse. Berita Kedokteran Masyarakat. 24 (1).

Setiawan Irvan. (2018). Pengobatan Tradisional Di Desa Lemahabang Kulon,Kec.Lemahabang,Kab.Cirebon. Jurnal Pengobatan Tradisional. 10(1):9.

Skripsi

Lifawati.(2015). Praktik Pengobatan Tradisional BIBI Pada Masyarakat Desa Pagergunung Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara (skripsi). Semarang (ID): Universitas Negeri Semaran

LAMPIRAN INTERVIEW GUIDE Profil Informan

Nama :

Usia :

Jenis Kelamin :

Agama :

Pendidikan : Alamat : Pekerjaan :

I. Perilaku Sakit Pasien Untuk Mendapatkan Kesehatan

1. Apa yang membuat anda melakukan penyembuhan penyakit pada pengobatantradisional?

2. Kapan pertama kalinya anda melakukan pengobatantradisional?

3. Apa yang anda rasakan setelah pertama kali melakukan pengobatan tradisional?

4. Apa yang membuat anda melakukan penyembuhan penyakit pada pengobatantradisional?

5. Apa sajakah usaha yang dilakukan anda dalam mendapat status sehat selain melakukan pengobatantradisional?

II. EksistensiPengobatanTradisionalDitengahKecanggihan Pelayanan Kesehatan

1. Mengapa anda memilih melakukan pengobatan tradisional “Opung”

di tengah berbagai kecanggihan pelayanan kesehatan yang ada di Aek- kanopan?

2. Bagaimana cara anda sehingga mengetahui pengobatan tradisional

“Opung”ini?

3. Adakah kendala yang anda alami dalam melakukan pencarian pengobatan tradisional“Opung”?

-Jika ada, kendala apa itu”

-Bagaimana cara anda mengatasi kendala tersebut?

4. Pernahkan anda merasa dirugikan setelah melakukan pengobatan modern sehingga beralih pada pengobatan tradisional“Opung”?

- Apa penyebabnya?

- Bagaimana cara anda menanggapi atas kerugian yang dialami?

5. Adakah perbedaan tingkat keberhasilan pengobatan modern dan pengobatan tradisional yang anda rasakan sebagaipasien?

6. Apakah anda mengetahui keberaadaan pengobatan tradisional

“Opung” ini?

7. Bagaimana tanggapan anda terhadap keberadaan pengobatan tradisional “Opung”?

8. Apakah pengobatan ini sudah tercatat resmi dalam bidang BATTRA di Dinas Kesehatan Laburaini?

9. Apakah pernah ada masyarakat yang melakukan laporan atas

buruknya pengobatan tradisional “Opung”ini?

III. Peran Sakit Masyarakat Terhadap Pengobatan Tradisional “Opung”

1. Berapa banyak pasien yang berobat dalam setiapbulannya?

2. Bagaimana tanggapan anda terhadap pasien yang memilih berobat pada pengobatan tradisional dalam membuat keberadaan pengobatan tradisional tetap ada hinggasekarang?

3. Apakah anda menyebarkan informasi pengobatan ini secara luas di masyarakat?

4. Apakah pasien yang datang berobat dikarenakan adanya informasi bahwa pengobatan ini cenderungberhasil?

5. Bagaimana tanggapan anda terhadap pasien yang menyebarkan keberhasilan pengobatan ini kepada masyarakat lainnya?

IV. Metode Pengobatan Yang Dilakukan Oleh“Opung”

1. Apakah semua pasien yang datang beraneka ragam tingkatannnya, seperti penyakit ringan, kronis ataupun penyakitakut?

2. Apakah anda mampu mengatasi semua jenis penyakit yang dikeluhkan oleh setiap pasien yangdatang?

3. Apakah anda memberikan tarif pengobatan pada pasien yangdatang?

4. Apakah pernah ada pasien yang melakukan protes setelah melakukan pengobatan?

5. Bagaimanakah metode atau cara anda dalam melakukan penyembuhan penyakit padapasien?

6. Apakah pasien yang datang tergolong dalam kalangan menegah kebawahsaja?

7. Apakah anda pernah mengalami kesulitan dalam melakukan penyembuhanpenyakit

DOKUMENTASI FOTO

Foto 1: Metode Opung Dalam Mengobati Pasiennya

Foto 2: Wawancara Dengan Pasien Pengobatan Opung

Foto 3: Wawancara Dengan Pasien Yang Beralih Dari Pengobatan Modern Ke Pengobatan Tradisional

Foto 4: Pasien Pengobatan Tradisional Opung

Foto 5: Tanaman Herbal Pengobatan Opung

.

Dokumen terkait