BAB IV INTERPRETASI DATA DAN HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Lokasi Penelitian
4.1.3 Upaya Pemerintah Dalam Aspek Pelayanan Kesehatan
Dalam bidang pelayanan kesehatan pemerintah kota Aek-kanopan memiliki berbagai kebijakan yang mendukung pelayanan kesehatan yang baik bagi setiap masyarakat. Berbagai kebijakan tersebut secara eksplisit diuraikan melalui visi Pembangunan Kesehatan Daerah. Perumusan visi mengambarkan keadaan secara menyeluruh yang harus dicapai sejalan dengan cita-cita masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara sebagai berikut:
Mewujudkan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara yang sehat. Visi dan misi tersebut adalah sebagaiberikut:
1. Mewujudkan adalah upaya untuk meningkatkan keadaan yang
lebih baik dari keadaansebelumnya.
2. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yang bersifat continue dan terikat oleh suatu indentititasbersama.
3. Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Guna mewujudkan visi yang telah ditetapkan maka disusunlah misi Dinas Kesehatan sebagai beriikut:
1. Mewujudkan Propesionalisme tenaga kesehatan yang cukup dan memadai
2. Mewujudkan upaya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
3. Mewujudkan optimalisasi upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta penyehatan lingkungan yang efektif danefisien.
4. Mewujudkan system manajemen pembangunan kesehatan yang akuntabel Strategi Pembangunan Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Dalam upaya mewujudkan visi dan misi diperlukan adanya percepatan karenanya harus ditempuh melaluistrategi:
1. Meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan yang cukup dan memadai
2. Meningkatkan sistem manajemen dan hukum kesehatan serta pembiayaankesehatan
3. Meningkatkan upaya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
4. Meningkatkan kualitas kesehatanmasyarakat 5. Meningkatkan kualitas lingkungansehat
6. Meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit Untuk mengetahui sejauh mana upaya yang telah dilakukan dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten LabuhanbatuUtara.
Melalui berbagai masalah kesehatan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Utara ini pemerintah melakukan berbagai macam kebijakan unttuk meningkatkankesejahteraan masyarakat dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu dalam perkembangannya pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara terus meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dengan baik .Hal ini guna mewujudkan visi dan misi pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat.
4.2 ProfilInforman 4.2.1 InformanI
1. Nama :MMS 2. Usia : 45Tahun
3. JenisKelamin :Perempuan 4. Agama : Kristen Protestan 5. Pendidikan :SMA
6. Alamat : Aek-Kanopan WonosariLk.III 7. Pekerjaan :Pedagang
Tepat pada tanggal 3 februari 2020 malam hari, peneliti memulai wawancara untuk pertama kalinya pada pasien pengobatan tradisional
“Opung”. Peneliti mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses berhubungan dengan informan.Peneliti melakukan wawancara secara langsung di tempat pengobatan tradisional “Opung”.
MMS merupakan seorang pedagang berusia 45 tahun dan beliau sangat kooperatif dalam memberikan jawaban atas segala pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.Hal yang pertama kali peneliti lakukan adalah menanyakan data diri informan.Ibu Mesra adalah seorang pasien rumah sakit yang divonis oleh dokter menderita penyakit tumor payudara.Beliau menjalani operasi pengangkatantumor payudara saat sedang melakukan penyembuhan penyakit pada pengobatan modern.Setelah tumor tersebut berhasil diangkat oleh tenaga medis, namun rasa sakit yang diderita oleh Ibu Mesra masih tetap beliau rasakan. Beliau mengutarakan bahwa operasi yang telah ialakukan tidak berdampak sama sekali terhadap kesehatannya. Berdasarkan hal tersebutlah beliau mencoba mencari cara untuk mendapatkan kesehatan dengan mendatangi pengobatan tradisional “Opung” karena mendapatkan inormasi dari orang terdekatnya yaitu teman. Berdasarkan penuturan beliau pengobatan tradisional “Opung” ini mampu memberikan rasa stamina dan segar kembali pada tubuhnya hanya dengan menjalni pengobatan dalam 3 kali dalam kurun 1 bulan.
Menurut ibu Mesra pengobatan tradisional ini benra-benar mampu memenuhi harapannya untuk kembali sehat dan iajuga menganggap
bahwa pengobatan ini harus diketahui oleh masyarakat Indonesia lebih luaslagi.
Bagi MMS alasan bahwa masih banyak yang memanfaatkan pengobatan tradisional hingga sekarang karena cenderung alami dan tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan kimiawi.Selain itu baginya salah satu bentuk nyata yang beliau alami yaitu sudah banyaknya biaya yang dikeluarkan saat menjalani pengobatan modern juga memicu seseorang masih menggunakan pengobatan tradsional.Menurutnya, pengobatan tradisional justru lebih menjamin seseorang untuk mendapatkan kesehatan ketika menderita suatu penyakit.
Terkait dengan upaya beliau mendapatkan kesehatan dengan mengunjungi pengobatan tradisional “Opung” jika dianggap bisa mempertahankan eksistensi pengobatan tradisional itu sendiri, beliau tidak menyadarinya.Hal itu dikarenakan justru pengobatan tradisional
“Opung” inilah yang justru sangat membantumasyarakat kalangan menengah ke bawah seperti beliau.Tidak adanya tarif yang ditentukan oleh opung ataupun dibayar dengan seikhlasnya menjadikan masyarakat miskin baginya sangatterbantu.
4.2.2 InformanII
1. Nama :MIF
2. Usia : 29Tahun
3. JenisKelamin :Laki-laki
4. Agama :Islam
5. Pendidikan :S1
6. Alamat :Sonomartani 7. Pekerjaan : PerawatPuskesmas
MIF bekerja dalam bidang kesehatan tepatnya di bagian perawat puskesmas Sonomartani.Meskipun bekerja dalam dunia medis hal itu tidak menjadikannya yakin terhadap ilmu medis dalam mengatasi penyakit yang beliau derita. Hal itu dikarenakan bukan semata-mata iatidak pernah berobat pada pengobatan modern ketika beliau sakit namun dikarenakan tidak mendapatkan hasil yang ia inginkan setelah berkali-kali berobat ke rumah sakit. Berdasarkan penuturannya beliau mengatakan bahwa atas dasar itulah bapak Ihsan biasa dipanggil mencari cara pengobatan lain untuk mendapatkan kesehatan agar sembuh dari penyakit saraf kejepit. Informasi yang didapatkan dari temannya lah yang membawa beliau berobat ke pengobatan tradisional“Opung”.
Bapak Ihsan sendiri mengakui bahwa awalnya beliau merasa ragu namun dikarenakan ia ingin kembali sehat sehingga memutuskan untuk
opung ketika sakit hanya dalam beberapa kali saja dalam 1 bulan beliau benar-benar sudah merasakan khasiat racikan obat alami yang diberikan opung kepadanya. Bahkan sampai saat ini beliau mengakui bahwa rasa sakit yang dahulu selalu dirasakan tubuhnya tidak pernah lagi ia rasakan. Dalam akhir wawancara yang dilakukan, beliau pun berharap bahwa tidak ada lagi orang-orang yang merasakan seperti beliau ketika berobat ke tenaga medis.
Seperti selalu diberikan obat mengenai penyakitnya tetapi tidak pernah secara jelas pihak medis mengatakan apa penyakit yang ia alami. Beliau juga berharap bahwa pengobatan tradisional “Opung” ini bisa lebih diketahui oleh masyarakat luar Aek-Kanopan secara luas.
Melalui pengalaman pribadi beliau inilah, beliau menyadari bahwa mengapa banyak masyarakat Aek-kanopan yang masih berobat pada pengobatan tradisional “Opung” dikarenakan baiknya cara pengobatan yang dilakukan oleh opung. Metode pengobatan tradisional “Opung” dilakukan dengan cara membuat racikan tumbuh-tumbuhan alami yang opung tanam sendiri di halaman belakang rumahnya. Sehingaga bagi pak Ihsan wajar saja jika mayoritas pasien yang datang berobat pasti akan sembuh jika diberikan ramuan obat herbal oleh opung sendiri.
Upaya yang dilakukannya untuk sehat dengan mendatangi pengobatan tradisional “Opung” menurutnya adalah langkah yang paling tepat.Beliau membenarkan bahwa masih banyak masyarakat yang meminati pengobatan tradisional “Opung” dikarenakan keberhasilan opung sendiri dalam mengobati setiap pasien yang datang.Bahkan beliau menuturkan bahwa semua pasien yang datang berada dalam berbagai jenis kalangan yang
berbeda.Mulai dari status ekonomi yang berasal dari kalangan masyarakat menengah ke atas ataupundengan masyarakat menengah ke bawah.Menurutnya, pengobatan tradisional “Opung” ini masih ada hingga sekarang dikarenakan banyak pasien yang masih percaya dengan kinerja penyembuhan opung dalam mengobati pasiennya.
4.2.3 InformanIII
1. Nama :DW
2. Usia : 46Tahun
3. Agama :Islam
4. Pendidikan :SMA
5. Alamat :Rawasari
6. Pekerjaan :Petani 7. Perempuan berusia 46 tahun 8. JenisKelamin :Perempuan
DW Ini menuturkan bahwa penyakit yang dideritanya merupakan jenis penyakit kronis, dimana beliau harus mengidap kanker payudara ditengah kondisinya yang sedang mengandung janin enam bulan. Langkah awal yang dilakukanya adalah dengan memeriksanya ke dokter dan dokter mengatakan kepada ibu Dahlia bahwa beliau harus melakukan operasi ditengah masa kehamilannya. Hal tersebutlah yang menjadikannya ragu dan memutuskan untuk tidak melanjutkan tindakan medis terhadap penyakit yang iaderita. Menurutnya, hal tersebut sangatlah beresiko bagi nyawa sang bayi di dalam kandungan meskipun dokter sudah mengatakan bahwa hal
tersebut tidak memiliki pengaruh bagi kondisibayi.
Ibu Dahlia sendiri mengakui bahwa dia melakukan segala cara untuk menemukan pengobatan yang tidak berdampak buruk bagi kandungannya.
Beliau sangat ingin menemukan pengobatan alami yang tidak memberikan efek sampingkepada kondisi sang bayi di dalam kandungan. Pada saat itu pula, beliau mendapatkan informasi dari salah seorang temannya mengenai pengobatan tradisional “Opung” dan dipertemukan oleh Ibu Marice yang kemudian diberikan pemahaman mengenai manfaat pengobatan tradisional ini.Dalam sesi wawancara ibu Dahlia mengatakan bahwa awalnya beliau ragu untuk memulai pengobatan ini, namun karena beliau ingin sembuh dari penyakitnya dan ingin melahirkan dengan selamat maka ia memutuskan untuk mencoba pengobatan tradisionalini.
Wanita yang berprofesi sebagai petani ini juga menekankan bahwa beliau sudah menjadi pasien tetap opung selama 3 tahun dan sampai sekarang semakin banyak pasien yang mengobati penyakitnya pada opung.Beliau tidak heran dengan banyaknya pasien yang datang setiap harinya, karena baginya bisa sembuh dari penyakit kanker payudara merupakan salah satu bentuk nyata bahwa pengobatan tradisional ini memang layak diminati oleh masyarakat.Menurutnya, pengobatan tradisional “Opung” ini sangat meringankan beban bagi orang yang berpenghasilan rendah sepertinya.Hal ini dikarenakan pengobatan ini tidak membuat batasan tarif untuk biaya pengobatan dan berdasarkan penuturan beliau, opung selalu menekankan pasien untuk membayar beliau semampu dan seikhlasnya pasien yangdatang.
Perempuan yang berhasil sembuh dari penyakitnya ini juga menuturkan bahwa informasi mengenai keberhasilan pengobatan tradisional
“Opung” yang sudah tersebar luas di masyarakat merupakan salah satu bukti bahwa keberadaan pengobatan tradisional masih menjadi cara masyarakat terhadap mengobati penyakitnya. Namun, ia juga mengatakan bahwa pengobatan ini merupakan salah satu Karunia Tuhan yang mempu menolong banyak orang dari berbagai jeniskalangan masyarakat dan sebagai pasien, Ibu Dahlia sendiri juga mengakui bahwa ia adalah salah satu contoh masyarakat miskin yang tertolong oleh pengobatan tradisional
“Opung”.
Ibu Dahlia mempertegas bahwa keinginannya untuk kembali sehat adalah alasan utama beliau memulai langkah mengobati penyakitnya pada pengobatan tradisional. Ketakutan dan keraguannya terhadap medis juga menjadi alasan lainnya yang menjadikan beliaun enggan untuk melakukan operasi kanker payudara yang iaalami. Namun, iatidak merasa dirugikan oleh pengobatan modern karena hal itu disebabkan ia hanya sebatas memeriksa kondisi penyakitnya tanpa menyetujui perkataan dokter untuk melakukan operasi. Menurutnya setiap orang punya caranya masing-masing untuk sembuh dari penyakitnya dan iamenuturkan bahwa cara beliau untuk tidak melakukan operasi saat itu adalah langkah yang paling tepat. Melalui pengobatan tradisional “Opung” inilah hingga sekarang beliau menuturkan bahwa beliau tidak pernah lagi merasakan sakit pada bagian payudaranya dan bahkan ia merasa bahwa pengobatan ini harus tetap diwariskan sehingga terus terjagakeberadaannnya.
4.2.4 InformanIV
1. Nama :KS
2. Usia : 50Tahun
3. JenisKelamin :Lak-laki
4. Agama :Kristen
5. Pendidikan :SMP
6. Alamat : Aek-Kanopan Jalan LintasSumatera 7. Pekerjaan :Petani
Pria yang kerap dipanggil karto oleh orang-orang di sekitarnya memiliki penyakit yang dia sendiri pun tidak mengerti dengan apayang ia rasakan. Baginya, penyakitnya membuat pikirannya terasa kosong dan tidak mengenal siapapun atau apapun itu. Berdasarkan penuturannya, pihak keluarga mengatakan bahwa penyakitnya dalam dunia kedokteran disebut dengan penyakit amnesiaatau hilang ingatan, yang menyebakan ia tidak bisa mengingat apapun. Upaya untuk mendapatkan kesehatan yang dilakukan oleh pihak keluarga bapak Kartolo adalah dengan membawa nya ke rumah sakit dan pengobatan tradisional.Tidak mendapatkan hasil yang memuaskan setelah berobat ke rumah sakit maka langkah yang diambil oleh pihak keluarga adalah membawanya ke pengobatan tradisional “Opung”.
Setelah menjalani masa perawatan pada pengobatan tradisional “Opung”
pak Kartolo menuturkan bahwa iamerasa sangat nyaman dan pikirannya tidak terasa kosonglagi.
Menjadi seseorang yang menderita penyakit lupa ingatan membuat dirinya tidak mengetahui sudah berapa banyak tempat yang sudah iadan pihak keluarga datangi untuk memperoleh kesembuhan. Namun, baginya pengobatan tradisional “Opung” ini merupakan pengobatan yang sangat cepat dalam mengatasi penyakit pasiennya. Hal itu iaperkuat dengan mengatakan bahwa meskipun beliau tidak rutin untuk menjalani perawatan dan hanya beberapa kali pertemuan saja tubuhnya sudah terasa sangat sehat.
Pak Kartolo mengakui bahwa metode pengobatan yang dilakukan oleh opung sangat sempurna.Hal itu dikarenakan dengan cara-cara pengobatan yang bersifat alami tetapi kesemuhannya yang diperolah oleh pasien sangatterjamin.
Baginya, meskipun beliau termasuk pasien yang baru berobat dibandingkan dengan paisen-pasien yang sudah bertahun-bertahun menjadi pasien tetap opung informasi mengenai keberhasilan pengobatan ini sudah sangat pantas diketahui oleh masyarakat banyak. Jika ia perhatikan menurutnya sangatlah pantas mengapa masyarakat masih banyak yang menggunakan pengobatan tradisional ini. Selain karena tidak adanya tarif yang ditentukan oleh opung itu sendiri, metode pengobatan yang masih alami dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai obat serta sikap opung itu sendiri yang tidak membeda-bedakan setiap pasiennya meskipun, pasien yang datang dari berbagai status sosial yangberbeda.
Keinginan untuk sehat membawa keluarga bapak Kartolo melakukan penyembuhan penyakit pada pengobatan tradisional. Menurutnya, selain sudah terpenuhinya keinginan untuk sehat beliau juga menuturkan bahwa
akibat berobat pada pengobatan tradisional “Opung” iajuga merasa seperti mendapatkan keluarga baru. Hal itu dikarenakan, opung tidak hanya mengobati penyakit yang beliau derita tetapi apabila memiliki waktu senggang sudah pasti opung akan memanggil pasien-pasiennya untuk berkunjung ke rumahnya untuk sekedar berbincang dan bersenda gurau.
Baginya, pengobatan tradisional sudah sangat pantas masih diminati oleh masyarakat dan iajuga sangat mendukung apabila keberadaan pengobatan tradisional ini bisa lebih luas diketahui oleh masyarakat. tidak hanya masyarakt Aek-kanopan saja, tetapi beliau ingin seluruh bagian wilayah Indonesia mengetahui pengobatan tradisional “Opung” ini. Hal ini beliau katakan dikarenakan pengobatan ini sangat membantu masyarakat banyak dari berbagai jenis kalangan yangberbeda-beda.]
4.2.5 InformanV
1. Nama :PH
2. Usia : 33Tahun
3. JenisKelamin :Lak-laki
4. Agama :Islam
5. Pendidikan :SMP
6. Alamat : Membang Muda Dusun III
7. Pekerjaan : Karyawan Perkebunan MembangMuda
Pria yang berusia 33 tahun ini merupakan seseorang yang berhasil sembuh dari penyakit kronis pembengkakan usus dikarenakan menjalani
menjalani pengobatan modern selama lebih hampir satu tahun ternyata tidak membuahkan kesehatan juga pada dirinya. Kesakitan yang beliau rasakan tidak pernah hilang meskipun selalu minum obat yang dianjurkan oleh tenaga medis dan justru menurutnya semakin mempernambah rasa sakit pada organ tubuhnya.Keberhasilan dirinya dalam menemukan pengobatan tradisional “Opung” juga dikatakan berkat informasi dari teman kerjanya di PT. Perkebunan Membang Muda. Beliau menuturkan bahwa iasangat merasa bersyukur karena temannya menyampaikan informasi yang sangat berharga bagikesehatannya.
PH mengakui bahwa beliau sudah banyak membuang waktu, tenaga bahkan biaya selama menjalani perawatan pada pengobatan modern namun tidak memiliki hasil bahkan kemajuan sedikitpun terhadap kesehatannya.Hal itulah yang membuatnya merasa sangat dirugikan dan dikecewakan oleh rumah sakit yang menangani penyakit pembengkakan usus pada dirinya. Berdasarkanpengalaman pribadinya itulah beliau mengecam bahwa semua pengobatan modern tidak ada gunanya sama sekali bagi masyarakat. Baginya, karena termasuk masyarakat yang tidak memiliki pendapatan tinggi untuk memberikan biaya pengobatan yang berjumlah cukup besar namun tidak memiliki hasil, hal itu membuat ia merasa tindakan itu seakan menipu masyarakat kecil sepertinya. Saat wawancara dilakukan bahkan pak purnawan mempertegas perjataanya melalui emosi yang beliau keluarkan saat peneliti bertanya mengenai perbedaaan tingkat keberhasilan pengobatan modern dan pengobatan tradisional.
Menurutnya, banyaknya pasien yang berobat pada pengobatan
tradisional “Opung” membuktikan bahwa masyarakat Aek-kanopan masih banyak yang tidak percaya dengan kecanggihan ilmu teknologi terutama dibidang pelayanan kesehatan.Hal itu dipertegas melalui wawancara, dimana beliau mengatakan bahwa seseorang yang bekerja dalam dunia medis yang beliau kenal juga melakukan penyembuhan penyakit pada pengobatan tradisional “Opung” apabila sedang sakit. Selain itu, beliau menuturkan iamengakui bahwa keberadaan pengobatan tradisional “Opung”
juga memiliki tempat di hati masyarakat banyak dan itu adalah fakta bahwa hingga sekarang masih banyak masyarakat yang menggunakan pengobatan tradisional. Baginya, iamasih menggunakan pengobatan tradisional karena sudah merasa dirugikan secara materi, biaya dan waktu oleh pengobatan modern. Tidak mendapatkan harapan untuk kembali sehat saat melakukan pengobatan modern menjadikannya mencari upaya lainagar bisa sembuh dari sakitnya. Hal itulah yang membuat beliau berobat pada pengobatan tradisional “Opung” dan benar saja tidak berlangsung lamamelakukanpengobatan tersebut, ia bisa kembali bekerja dengan penuh semangat karena kesehatannya telah kembali.
Menurut PH kehadiran pengobatan tradisional “Opung” adalah anugerah yang sangat berharga yang Tuhan berikan kepada masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara terkhususnya Aek-Kanopan.Hal itu dikarenakan pengobatan ini bisa mengatasi segala jenis penyakit baik yang kronis ataupun tidak.Tidak adanya pematokan tarif biaya dan pembedaan kelas sosial juga menjadikan beliau ataupun pasien lainnya merasa sangat nyaman melakukan pengobatan tersebut.Hal inilah yang membuat pak
Purnawan sadar bahwa pengobatan tradisional merupakan warisan budaya yang harus diwariskan hingga generasiselanjutnya.
4.2.6 InformanVI
1. Nama :MM
2. Usia : 52Tahun
3. JenisKelamin :Perempuan 4. Agama : KristenProtestan 5. Pendidikan :S1
6. Alamat : Jln. Mahmun LubisAek-Kanopan 7. Pekerjaan : GuruSD
Perempuan yang kerap dipanggil Mice ini divonis oleh dokter menderita penyakit gagal ginjal yang mengharuskan beliau mengkonsumis obat setiap harinya. Hal itulah yang menjadikan beliau merasa tidak ingin seumur hidupnya selalu bergantung pada obat-obatan sehingga memutuskan untuk melakukan upaya pengobatan lain yang iaanggap dapat memenuhi harapannya untukkembalisehat. Selama menjalani perawatan pada pengobatan modern di rumah sakit Elisabeth Medan dokter memvonis bahwa apabila tidak ada kemajuan pada kesehatannya ia harus melakukan cuci darah untuk mendapatkan kesehatan secara total. Melalui perkataan dokter tersebut, ia merpikir bahwa meskipun cuci darah sekalipun pasti tubuhnya akan semakin memburuk dan semakin sulit untuk kembali sehat.
Menceritakan keluh kesahnya pada sesama teman pengajar di sekolah kemudian iamendapatkan informasi dari temannya tersebut mengenai pengobatan tradisional “Opung” ini, maka ia mencoba untuk
berobat pada pengobatan tradisional agar tidak bergantung pada obatan kimiawi. Setelah menjalani perawatan pada pengobatan tradisional ini beliau bisa mendapatkan kesehatan oleh sebab itulah beliau memberikan pemahaman mengenai khasiat pengobatan tradisional “Opung” kepada masyarakat luas agar memilih jenis pengobatan ini sebagai bentuk upaya dalam mengatasi penyakit yangdialami.
Berdasarkan penuturannya selama menjalani pengobatan tradisional
“Opung” ia merasakan bahwa tubuhnya semakin terasa membaik dan bisa tidur dengan nyenyak tanpa merasakan sakit dibagian jantung seperti saaat mengkonsumi obat-obatan kimiawi yang dianjurkan oleh dokter saat melakukan perawatan pada pengobatan modern. Meskipun demikian, ibu Marice ini tidak merasa dirugikan oleh pengobatan modern karena baginya, hal tersebut adalah sebagai bentuk upaya beliau dalam memperoleh kesembuhan.
Beralih melakukan pengobatan yang mulanya menggunakan pengobatan modern kemudian menjadi pengobatan tradisional menurutnya, adalah sebagai cara beliau untuk mendapatkan kesehatan secara total.
Menjadi orangtuatunggalyang harus mencukupi kebutuhan anak-anaknya membuatnya berpikir bahwa ia tidak bisa sakit seperti itu secara terus-menerus. Baginya, pengobatan tradisional masih digunakan oleh masyarakat adalah karena orang-orang ingin sembuh dari penyakit yang iaderita dan meskipun, setiap orang memiliki alasan tersendiri untuk sembuh dari penyakitnya dan bentuk upaya seseorang masih menggunakan pengobatan tradisional dalam mengatasi penyakitnya memiliki dampak positif terhadap
eksistensi pengobatan tradisional tersebut. Hal tersebut dikarenakan tetap terjaganya keberadaan pengobatan tradisional dalam bidang pelayanan kesehatan dan menjadi pilihan sebagain masyarakat dalam melakukan penyembuhan penyakit di tengah kecanggihan pengobatanmodern.
MM mengakui bahwa pengobatan tradisional “Opung” sangat membantu masyarakat dikarenakan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mengobati pasien-pasiennya.Berdasarkan penuturannya, beliau mengatakan bahwa hampir pasien yang datang adalah mengalami penyakit yang kronis dan pengobatan tradisional “Opung” ini selalu bisa menyebuhkan berbagai penyakit kromis tersebut.Hal inilah yang membuatnya masih sering berkunjung ada pengobatan tradisional “Opung” hanya untuk meminta ramuan tradisional untuk tubuhnya meskipun hanya mengalami penyakit ringan seperti masuk angin.
Melalui pengalaman pribadinya beliau banyak menyampaikan informasi mengenai keberhasilan opung dalam menyembuhkan pasiennya ke lingkungan sekitarnya.Baginya, hal tersebut dapat membantu masyarakat banyak terutama yang sedang mengalami penyakit serius dan ingin segera sembuh dari penyakitnya.Oleh karena itu beliau menuturkan juga bahwa jikapengobatantradisional ini masih digunakan masyarakat banyak dikarenakan setiap manusia pada dasarnya ingin mempunyai tubuh yang sehat.
4.2.7 InformanVII
1. Nama :TS
2. Usia : 45Tahun
3. JenisKelamin :Laki-laki
4. Agama : Kristen Protestan 5. Pendidikan :S1
6. Alamat : Komplek Stasiun Kereta ApiAek-Kanopan 7. Pekerjaan :Wiraswasta
Laki-laki yang menempuh jenjang pendidikannya sampai dengan sarjana ini tidak menjadikanya melakukan pengobatan penyakit pada tenaga medis.Hal tersebut beliau lakukan dikarenakan rasa keraguan terhadap penyembuhan yang dilakukan oleh pengobatan modern. Menurutnya, pengobatan tradisional dijadikan sebagai pilihan beliau dalam mengatasi penyakit yang iarasakan adalah karena bersifat alami dan lebih besar
Laki-laki yang menempuh jenjang pendidikannya sampai dengan sarjana ini tidak menjadikanya melakukan pengobatan penyakit pada tenaga medis.Hal tersebut beliau lakukan dikarenakan rasa keraguan terhadap penyembuhan yang dilakukan oleh pengobatan modern. Menurutnya, pengobatan tradisional dijadikan sebagai pilihan beliau dalam mengatasi penyakit yang iarasakan adalah karena bersifat alami dan lebih besar