BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN .................................. 82-91
5.3 Saran
5.3.1 Saran metodologis
Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, untuk penelitian selanjutnya disarankan: a. Meneliti lebih lanjut mengenai penerimaan diri dengan menambah variabel
yang berhubungan dengan penerimaan diri seperti self esteem, coping stress, optimism, dan self efficacy.
b. Selain itu dapat juga menggunakan sampel lain yang lebih beragam agar dapat diteliti apakah ditemukan hasil yang berbeda untuk sampel yang berbeda.
c. Pada penelitian ini penerimaan diri diukur menggunakan skala penerimaan diri dari Kubler Ross, untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan alat ukur lain seperti Expressed Acceptance on Scale yang disusun oleh Berger.
d. Pada penelitian selanjutnya yang menggunakan sampel serupa disarankan agar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dikelompokkan berdasarkan lamanya orang tua yang memiliki anak down syndrome agar terlihat pengaruh dari masing-masing waktu lamanya orang tua memiliki anak down syndrome.
5.3.2 Saran praktis
Mengingat pentingnya variabel-variabel yang dapat mempengaruhi penerimaan diri orang tua yang memiliki anak down syndrome maka penulis menyarankan beberapa hal, yaitu:
a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan yang positif bagi orang tua, keluarga, dan pihak lain yang terkait untuk lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan diri orang tua yang memiliki anak down syndrome. Terutama dalam hal religiusitas, karena religiusitas dalam konteks keyakinan atau keimanan memiliki peran yang cukup penting yang mempengaruhi penerimaan diri orang tua yang memiliki anak down syndrome. Seperti meningkatkan kepercayaan orang tua kepada Tuhan bahwa
memiliki anak down syndrome adalah takdir dan anak merupakan amanah dari Tuhan.
b. Hendaknya orang tua dapat menambahkan wawasan baru tentang beberapa faktor yang dapat meningkatkan penerimaan diri mereka sehingga mereka dapat membimbing, mendidik, dan merawat anak down syndrome dengan penuh kasih sayang dan rasa ikhlas.
92
Indian Academy of Applied Psychology. 34, Special issue, 66-69.
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes. 50, 179-211.
Ajzen, I. (2005). Attitudes, personality, and behavior (2nd ed). England: McGraw Hill Education.
Bergeron, Catherine M & Wanet-Defalque, Marie-Chantal. (2013). Psychological adaptation to visual impairment: The traditional grief process revised.
British Journal of Visual Impairment. 20-31.
Cartwright, G.P & Cartwright, C.A & Ward, M.E. (1984). Educating special learner. California: Weddsworth.
Cronbach, Gee. J. (1963). Educational psychology. 2 end edition. New York: Harcout, Brucae and Word.
Denmark, L.K. (1973). Self acceptance and leader effectiveness. Journal of Extension: Winter 1973. Texas A & m University. Retrieved June, 2, 2009. From the joe website: http://www.joe.org/joe/1973winter/1973-4-al.pdf. Fetzer, J.E. (2003). Multidimensional measurement of religiousness/spirituality
for use in health research. Kalamazoo: Fetzer Institute.
Francis, J., Eccles, M., Johnston, M., Walker, A., Grimshaw, J., Foy, R., Kaner, E., Smith, L., & Bonetti, D. (2004). Constructing questionnares based on the theory of planned behaviour: A manual for health services researchers. United Kingdom: Centre for Health Services Research University of Newcastle.
Gargiulo, R.M. (2004). Special education in contemporary society. Boston: Houghton Mifflin Company.
Handayani, Ratnawati, & Helmi. (1998). Efektivitas pelatihan pengenalan diri terhadap peningkatan penerimaan diri & harga diri. Jurnal Psikologi UGM. XXV, 2, 47-55.
Hoffman. (2006). Gender self definition and gender self acceptance in women: intersections with feminist, womanist, and ethnic identities. Journal of counseling & development. 84, 358-372.
Huber, Stefan. Huber, O.W (2012). The centrality of religiousity scale (CRS).
Hurlock. Elizabeth, B. (1974). Personality development. McGraw Hill, inc: New Delhi.
Ismail, A. (2008). Hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri ibu dari anak autis. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Mangunsong, F. (1998). Psikologi dan pendidikan anak luar biasa. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) UI.
Newman, Isadore., Smith, Pamela J., Griffith, Diann C., Maloney, Patrick., Dambrot, Faye H., Sterns, Harvey., Daubney, John. (1983). The alpha-omega scale: The measurement of stress situation coping styles. Ohio Journal of Science (Ohio Academy of Science). 83 (5), 241-246.
Nishinaga, K. (2004). Self-acceptance of mothers who have children with intellectual disabilities: A Study by Semi-Structured Interview.
Rachmayanti, S & Zulkaida, A. (2007). Penerimaan diri orang tua terhadap anak autisme dan peranannya dalam terapi autisme. Jurnal Psikologi. 1 (1), 7-17.
Rohner. (2012). “Introduction to parental acceptance-rejection theory, methods, evidence and implications”.
Sarafino, E. P. (1998). Health psychology: Biopsychosocial interaction. New York: John Willey & Sons, Inc.
Sarason, I.G., Levine, H.M., Basham, R.B., et al. (1983). Assessing social support: The Social Support Questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology. 44, 127- 139.
Stark, Rodney., Glock, Charles. Y.,. (1968). American piety: The nature of religious commitment. Berkeley: The Regents of University of California. Taylor, S.E. (2006). The handbook of health psychology. New York: Oxford
University Press.
Ulina, M. O., Kurniasih, O. I., & Putri, D. E. (2013). Hubungan religiusitas dengan penerimaan diri pada masyarakat miskin. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil), 5.
www.health.detik.com diunduh pada tanggal 6 Januari 2014 pukul 12.30.
Zalewska, A. (2006). Acceptance of chronic illness in psoriasis vulgaris patient.
Salam kenal, saya Lailatul Ikromah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, saat ini sedang menyelesaikan studi akhir. Untuk keperluan tersebut, saya melakukan penelitian dimana penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuesioner yang terdiri dari beberapa item pernyataan. Saya membutuhkan bantuan dari Bapak/Ibu untuk menjadi responden dalam penelitian dengan mengisi persyaratan yang terlampir. Bagi, Bapak/Ibu yang bersedia, maka isilah lembar pernyataan yang tersedia.
Pada setiap bagian akan tersedia petunjuk pengisian, bacalah dahulu petunjuk mengisian sehingga jawaban yang Bapak/Ibu berikan sesuai dengan apa yang diminta. Tidak ada jawaban yang salah, semua jawaban adalah benar, dan saya menjaga kerahasiaan Bapak/Ibu.
Terima kasih atas bantuan Bapak/Ibu yang telah menjadi responden peneliti.
Jakarta, Desember 2014 Peneliti
kuesioner dengan lengkap.
Terima kasih atas segala kerjasama dan bantuan Bapak/Ibu yang baik ini.
Identitas Responden : Nama : Jenis Kelamin : Usia : Agama : Pekerjaan : Jakarta, ……… 2014
(Tanda Tangan dan Nama)
dimohon untuk menjawab setiap pernyataan tersebut, dengan memberikan tanda tanda cheklist (√) atau tanda silang (x) pada salah satu alternative jawaban yang telah disediakan. Adapun empat pilihan jawaban pada setiap pernyataan mempunyai arti sebagai berikut:
SS = Sangat Sesuai S = Sesuai
TS = Tidak Sesuai
STS = Sangat Tidak Sesuai
Jika Anda keliru melingkari atau berubah pendapat, ubahlah jawaban Anda dengan menchecklist (√) atau silang (x) dengan (≠) yang keliru tadi dan checklist (√) jawaban yang Anda anggap lebih tepat.
Contoh :
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Saya bisa melakukan hal yang lebih
baik dari sebelumnya √
2. Saya bisa melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya √
√
2. Secara rutin saya mengantar anak saya terapi 3. Saya memberikan pendidikan yang terbaik
untuk anak saya
4. Saya mengajak anak saya untuk bersosialisasi dengan tetangga sekitar
5. Saya malu untuk mengajak anak saya keluar rumah
6. Memiliki anak dengan down syndrome
membuat saya menjadi pribadi yang lebih besyukur
7. Saya mencintai anak saya dengan segala keterbatasannya
8. Setiap orang pasti memiliki kekurangan 9. Terapi untuk anak down syndrome tidak
bermanfaat
10. Memiliki anak down syndrome merupakan aib keluarga
Skala 2
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Anak adalah titipan dari yang maha kuasa 2. Anak adalah buah hati dari saya dan
pasangan
3. Anak adalah pembawa rezeki 4. Anak adalah penerus keluarga
5. Anak adalah harta yang paling berharga 6. Saya memiliki kemampuan untuk merawat
merawat anak down syndrome
9. Banyak anak down syndrome yang memiliki prestasi
10. Saya memiliki kemampuan mengubah kekurangan anak down syndrome menjadi suatu kelebihan
Skala 3
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Saya tidak merasa sendirian karena memiliki sahabat yang peduli satu dengan yang lainnya
2. Jika sedang merasa sangat lelah dengan kehidupan, pasangan senantiasa menghibur saya
3. Pasangan selalu meluangkan waktunya untuk saya dan anak-anak
4. Keluarga menawarkan bantuan financial ketika saya perlukan
5. Jika saya mengeluh akan sesuatu hal, keluarga senantiasa menasehati saya
6. Ketika saya membutuhkan informasi tertentu, ada keluarga yang selalu bersedia membantu
7. Saya memiliki komunitas yang peduli terhadap keadaan dan kondisi anggotanya 8. Saya dapat berbagi cerita dengan teman
10. Pasangan seperti tidak peduli dengan perasaan saya
11. Ketika saya memerlukan bantuan, tetangga seperti tidak bersedia membantu
12. Keluarga tidak mau direpotkan ketika saya membutuhkan bantuan secara financial 13. Ketika saya membutuhkan saran, saya tidak
mendapatkannya dari keluarga
14. Pasangan tidak berusaha membantu saya untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan anak kami
15. Bergabung dengan komunitas tertentu bagi saya tidak begitu penting
16. Teman saya tidak ingin membagikan pengalamannya kepada saya
17. Saya dapat berbagi kesedihan dan kebahagiaan dengan keluarga
18. Teman saya tidak sungkan untuk meminjamkan uang disaat saya butuhkan 19. Saya mendapatkan saran-saran ketika
bercerita kepada sahabat
20. Saya mendapatkan cukup informasi dari lingkungan sekitar tentang merawat anak dengan down syndrome
21. Saya merasakan banyak sekali manfaat positif ketika bergabung dengan komunitas 22. Saya sering berbagi pengalaman dengan
saya semangat merawat anak saya
25. Perhatian dari pasangan membuat saya lebih semangat merawat anak saya
26. Jika saya sedang sibuk, pasangan menawarkan diri untuk membantu
27. Keluarga tidak sungkan untuk memberikan bantuan uang apabila dibutuhkan
28. Pasangan dapat menenangkan hati saya dengan nasehat-nasehatnya
29. Saya mendapatkan informasi yang cukup banyak tentang merawat anak dengan down syndrome dari internet
30. Teman komunitas memberikan kekuatan tersendiri bagi saya sebagai orang tua
31. Bila diperlukan ada kerabat yang bersedia membantu mengantar anak saya terapi
Skala 4
No. Pernyataan SS S TS STS
1. Saya sering berpikir tentang permasalahan agama
2. Saya percaya bahwa Tuhan selalu ada dalam kehidupan saya
3. Saya sering melaksanakan ibadah di rumah ibadah (masjid, gereja, pura, dsb)
banyak tentang topik agama
7. Saya percaya adanya kehidupan setelah kematian seperti keabadian jiwa dan kebangkitan
8. Melaksanakan ibadah berjamaah merupakan hal yang penting bagi saya
9. Saya sering bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan
10. Saya merasa bahwa terkadang Tuhan memberikan petunjuk kepada saya
11. Saya sering mendapatkan informasi tentang agama dari radio, televisi, internet, koran, dan buku
12. Saya yakin bahwa Tuhan selalu melindungi saya
13. Saya bergabung dalam komunitas religius 14. Saya sering melakukan ibadah diluar ibadah
wajib
15. Saya merasa bahwa Tuhan selalu mengawasi perilaku saya
16. Menambah pengetahuan tentang agama bukanlah hal yang penting bagi diri saya 17. Saya tidak merasakan kasih sayang Tuhan 18. Saya melakukan ibadah secara berjamaah di
rumah dengan keluarga.
19. Saya jarang melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agama
SYNTAX UJI VALIDITAS SKALA PENERIMAAN DIRI
UJI ANALISA FAKTOR SELF ACCEPTANCE DA NI=10 NO=150 MA=KM
LA
IT01 IT02 IT03 IT04 IT05 IT06 IT07 IT08 IT09 IT10 KM SY FI=selfa.cor se 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10/ MO NX=10 NK=1 TD=SY LX=FR LK SELFA FR TD 10 5 TD 3 1 TD 10 3 TD 6 1 TD 6 5 TD 7 2 TD 7 4 TD 5 1 TD 7 5 FR TD 10 7 TD 5 4 TD 4 3 TD 3 2 TD 7 6 TD 7 1 TD 8 4 TD 8 3 TD 10 9 FR TD 9 5 PD OU AD=OFF TV MI SS
SYNTAX UJI VALIDITAS SKALA CONTROL BELIEF
UJI VALIDITAS CONTROL BELIEF DA NI=10 NO=150 MA=KM
LA P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 KM SY FI=P.COR SE 1 2 3 4 5/ MO NX=5 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK CBELIEF FR TD 2 1 TD 5 1 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 KM SY FI=P.COR SE 6 7 8 9 10/ MO NX=5 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK PPOWER FR TD 5 2 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
SYNTAX UJI VALIDITAS SKALA DUKUNGAN EMOSIONAL
UJI VALIDITAS DUKUNGAN EMOSIONAL DA NI=31 NO=150 MA=KM
LA DS1 DS2 DS3 DS4 DS5 DS6 DS7 DS8 DS9 DS10 DS11 DS12 DS13 DS14 DS15 DS16 DS17 DS18 DS19 DS20 DS21 DS22 DS23 DS24 DS25 DS26 DS27 DS28 DS29 DS30 DS31 KM SY FI=DKS.COR SE 1 2 9 10 17 23 24 25/ MO NX=8 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK DEMOSIONAL FR TD 8 1 TD 5 4 TD 8 3 TD 3 1 TD 6 5 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
LA DS1 DS2 DS3 DS4 DS5 DS6 DS7 DS8 DS9 DS10 DS11 DS12 DS13 DS14 DS15 DS16 DS17 DS18 DS19 DS20 DS21 DS22 DS23 DS24 DS25 DS26 DS27 DS28 DS29 DS30 DS31 KM SY FI=DKS.COR SE 3 4 11 12 18 26 27 31/ MO NX=8 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK DNYATA FR TD 6 5 TD 7 5 TD 5 4 TD 4 3 TD 8 6 TD 8 5 TD 5 1 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
SYNTAX UJI VALIDITAS SKALA DUKUNGAN INFORMASI
UJI VALIDITAS DUKUNGAN INFORMASI DA NI=31 NO=150 MA=KM
LA DS1 DS2 DS3 DS4 DS5 DS6 DS7 DS8 DS9 DS10 DS11 DS12 DS13 DS14 DS15 DS16 DS17 DS18 DS19 DS20 DS21 DS22 DS23 DS24 DS25 DS26 DS27 DS28 DS29 DS30 DS31 KM SY FI=DKS.COR SE 5 6 13 14 19 20 28 29/ MO NX=8 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK DINFORMASI FR TD 6 5 TD 6 2 TD 6 1 TD 7 5 TD 7 6 TD 8 7 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
DS1 DS2 DS3 DS4 DS5 DS6 DS7 DS8 DS9 DS10 DS11 DS12 DS13 DS14 DS15 DS16 DS17 DS18 DS19 DS20 DS21 DS22 DS23 DS24 DS25 DS26 DS27 DS28 DS29 DS30 DS31 KM SY FI=DKS.COR SE 7 8 15 16 21 22 30/ MO NX=7 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK DKELOMPOK FR TD 6 2 TD 3 1 TD 7 2 TD 7 5 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
SYNTAX UJI VALIDITAS SKALA PENGETAHUAN KEAGAMAAN
UJI VALIDITAS INTELEKTUAL DA NI=20 NO=150 MA=KM LA R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 KM SY FI=RLG.COR SE 1 6 11 16/ MO NX=4 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK INTELEKTUAL PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 KM SY FI=RLG.COR SE 2 7 12 17/ MO NX=4 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK IDEOLOGI FR TD 3 2 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
SYNTAX UJI VALIDITAS SKALA KEGIATAN KEAGAMAAN KELOMPOK
UJI VALIDITAS PRAKTEK KELOMPOK DA NI=20 NO=150 MA=KM
LA R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 KM SY FI=RLG.COR SE 3 8 13 18/ MO NX=4 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK PKELOMPOK PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
LA R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 KM SY FI=RLG.COR SE 4 9 14 19/ MO NX=4 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK PINDIVIDU FR TD 4 1 PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS
SYNTAX UJI VALIDITAS SKALA PENGALAMAN KEAGAMAAN
UJI VALIDITAS PENGALAMAN DA NI=20 NO=150 MA=KM LA R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 R14 R15 R16 R17 R18 R19 R20 KM SY FI=RLG.COR SE 5 10 15 20/ MO NX=4 NK=1 TD=SY PH=ST LX=FR LK PENGALAMAN PD OU TV IT=1000 AD=OFF MI SS