• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI ...................................................................... 15-43

3.4 Uji Validitas Konstruk

Sebelum melakukan analisis data, penulis melakukan pengujian terhadap validitas konstruk keempat instrumen yang dipakai, yaitu penerimaan diri,

perceived behavioral control, dukungan sosial, dan religiusitas. Untuk menguji validitas konstruk alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini, penulis menggunakan Confirmatory Faktor Analysis (CFA). Adapun logika dari CFA (Umar, 2011) :

1. Bahwa ada sebuah konsep atau trait berupa kemampuan yang didefinisikan secara operasional sehingga dapat disusun pertanyaan atau pernyataan untuk mengukurnya. Kemampuan ini disebut faktor, sedangkan pengukuran terhadap faktor ini dilakukan melalui analisis terhadap respon atas item-itemnya.

2. Diteorikan setiap item hanya mengukur satu faktor saja, begitupun juga tiap subtes hanya mengukur satu faktor juga. Artinya baik item maupun subtes bersifat unidimensional.

3. Dengan data yang tersedia dapat digunakan untuk mengestimasi matriks korelasi antar item yang seharusnya diperoleh jika memang unidimensional. Matriks korelasi ini disebut sigma (Σ), kemudian dibandingkan dengan matriks dari data empiris, yang disebut matriks S. Jika teori tersebut benar (unidimensional) maka tentunya tidak ada perbedaan antara matriks Σ - matriks S atau bisa juga dinyatakan dengan Σ - S = 0.

4. Pernyataan tersebut dijadikan hipotesis nihil yang kemudian diuji dengan

chisquare. Jika hasil chisquare tidak signifikan p > 0.05, maka hipotesis nihil tersebut “tidak ditolak”. Artinya teori unidimensionalitas tersebut dapat diterima bahwa item ataupun sub tes instrumen hanya mengukur satu faktor saja.

5. Jika model fit, maka langkah selanjutnya menguji apakah item signifikan atau tidak mengukur apa yang hendak di ukur, dengan menggunakan t-value. Jika hasil t-value tidak signifikan maka item tersebut tidak signifikan dalam mengukur apa yang hendak diukur, bila perlu item yang demikian di keluarkan dan sebaliknya.

6. Terakhir, apabila dari hasil CFA terdapat item yang koefisien muatan faktornya negatif, maka item tersebut harus di keluarkan. Sebab hal ini tidak sesuai dengan sifat item, yang bersifat positif (favorable).

Adapun pengujian analisis CFA seperti ini dilakukan dengan menggunakan

software LISREL 8.70 (Linear Structural Relationship).

3.4.1 Uji validitas konstruk penerimaan diri

Penulis menguji apakah ke 10 item yang ada bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur penerimaan diri. Dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit dengan Chi-square = 414.02, df = 35,

P value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.270, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan

Chi-square = 16.66, df = 16, P value = 0.40781, dan nilai RMSEA = 0.017. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Kemudian penulis melihat apakah item tersebut mengukur faktor yang hendak diukur secara signifikan serta sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu dikeluarkan atau tidak, pengujiannya dilakukan dengan melihat nilai T bagi setiap koefisien muatan faktor, seperti tabel 3.6 berikut ini:

Tabel 3.6

Tabel hasil uji validitas instrumen penerimaan diri

No Item Lambda Standard Error T Value Signifikan

1 0.50 0.08 6.18 2 0.56 0.08 7.15 3 0.50 0.08 6.56 4 0.87 0.09 9.90 5 0.76 0.08 9.61 6 0.38 0.08 4.62 7 0.90 0.08 11.12 8 0.68 0.08 8.59 9 0.33 0.07 4.67 10 0.54 0.08 6.79

Keterangan : tanda √ = signifikan (t > 1,96) ; X = tidak signifikan

Dari hasil tabel 3.6 dapat kita lihat bahwa semua item yang berjumlah 10 item merupakan item yang signifikan berkoefisien bermuatan positif dengan nilai T > 1.96.

3.4.2 Uji validitas konstruk perceived behavioral control

Di bawah ini merupakan tabel 3.7 menjelaskan hasil uji validitas instrumen

perceived behavioral control yang meliputi dimensi control belief dan perceived power. Setiap dimensi diuji satu per satu, namun dalam penyajiannya digabung menjadi satu tabel.

Langkah pertama penulis menguji apakah 10 item yang terdiri dari 2 dimensi perceived behavioral control bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur perceived behavioral control. Kedua aspek tersebut yaitu dimensi control belief dan perceived power.

Berdasarkan CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata pada dimensi control belief model satu faktor tidak fit dengan Chi-square = 75.39, df = 5, P value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.307, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 3.94, df = 3, P value = 0.26770, dan nilai RMSEA = 0.046. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Pada dimensi perceived power dari hasil analisi CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit dengan Chi-square = 18.65, df = 5, P value = 0.00223, dan nilai RMSEA = 0.135, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 6.09, df = 4, P value = 0.19286, dan nilai RMSEA = 0.059. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran. Ada pun hasil uji validitas instrumen perceived behavioral control seluruh dimensi lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut ini:

Tabel 3.7

Tabel hasil uji validitas instrumen perceived behavioral control

No Item Lambda Standard Error T Value Signifikan

1 0.80 0.07 11.67 2 0.83 0.07 12.45 3 0.94 0.06 15.16 4 0.81 0.07 12.06 5 0.99 0.06 16.69 6 0.62 0.05 7.14 7 0.57 0.10 5.93 8 0.55 0.09 6.32 9 0.57 0.09 6.52 10 0.64 0.09 6.77

Keterangan : tanda √ = signifikan (t > 1,96) ; X = tidak signifikan

Dari hasil tabel 3.7 dapat kita lihat bahwa semua item yang berjumlah 10 item merupakan item yang signifikan berkoefisien bermuatan positif dengan nilai T > 1.96.

3.4.3 Uji validitas konstruk dukungan sosial

Di bawah ini merupakan tabel 3.8 menjelaskan hasil uji validitas instrumen dukungan sosial yang meliputi dimensi dukungan emosional, dukungan nyata atau instrumental, dukungan informasi, dan dukungan kelompok. Setiap dimensi diuji satu per satu, namun dalam penyajiannya digabung menjadi satu tabel.

Langkah pertama penulis menguji apakah 31 item yang terdiri dari 4 dimensi dukungan sosial bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur dukungan sosial. Keempat aspek tersebut yaitu dimensi dukungan emosional, dukungan nyata atau instrumental, dukungan informasi, dan dukungan kelompok.

Berdasarkan CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata pada dimensi dukungan emosional model satu faktor tidak fit dengan Chi-square = 141.45, df = 20, P value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.202, oleh sebab itu

penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 20.31, df = 15, P value = 0.16025, dan nilai RMSEA = 0.049. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Pada dimensi dukungan nyata atau instrumental dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit dengan Chi-square = 183.28, df = 20, P value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.234, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 19.11, df = 13, P value = 0.11962, dan nilai RMSEA = 0.056. Sehingga terdapat 1 item yang dikeluarkan atau di drop. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Pada dimensi dukungan informasi dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit dengan Chi-square = 158.11, df = 20,

P value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.215, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 21.75, df = 13, P value = 0.08401, dan nilai RMSEA = 0.061. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Untuk dimensi dukungan kelompok dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit dengan Chi-square = 60.80,

df = 14, P value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.150, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 15.76, df = 10, P value = 0.10683, dan nilai RMSEA = 0.062. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran. Ada pun hasil uji validitas instrumen dukungan sosial seluruh dimensi lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 3.8 berikut ini:

Tabel 3.8

Tabel hasil uji validitas instrumen dukungan sosial

No Item Lambda Standard Error T Value Signifikan

1 0.59 0.08 7.14 2 0.81 0.07 11.55 9 0.79 0.07 10.62 10 0.45 0.08 5.56 17 0.61 0.08 7.90 23 0.74 0.07 10.28 24 0.45 0.08 5.65 25 0.60 0.08 7.26 3 0.86 0.07 11.60 4 0.74 0.08 9.78 11 0.66 0.08 8.51 12 0.70 0.08 9.14 18 0.39 0.09 4.19 26 0.16 0.09 1.77 X 27 0.37 0.09 4.27 31 0.33 0.09 3.80 5 0.78 0.08 10.36 6 0.76 0.08 9.88 13 0.48 0.08 6.11 14 0.67 0.08 8.91 19 0.51 0.08 6.11 20 0.67 0.09 7.79 28 0.37 0.09 4.31 29 0.52 0.08 6.67 7 0.86 0.07 12.66 8 0.62 0.08 7.67 15 0.68 0.08 9.61 16 0.65 0.08 8.62 21 0.68 0.07 9.21 22 0.87 0.07 12.51 30 0.41 0.08 4.93

Dari hasil tabel 3.8 dapat kita lihat bahwa ada 30 item yang signifikan berkoefisien bermuatan positif serta 1 yang bermuatan negatif. Pada muatan yang negatif nilai T ˂ 1.96 maka pada item 26 tidak signifikan sehingga item tersebut dikeluarkan.

3.4.4 Uji validitas konstruk religiusitas

Di bawah ini merupakan tabel 3.9 menjelaskan hasil uji validitas instrumen religiusitas yang meliputi dimensi pengetahuan keagamaan, keyakinan keagamaan, kegiatan keagamaan kelompok, kegiatan keagamaan individu, dan pengalaman keagamaan. Setiap dimensi diuji satu per satu, namun dalam penyajiannya digabung menjadi satu tabel.

Langkah pertama penulis menguji apakah 20 item yang terdiri dari 5 dimensi religiusitas bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur religiusitas. Kelima aspek tersebut yaitu dimensi pengetahuan keagamaan, keyakinan keagamaan, kegiatan keagamaan kelompok, kegiatan keagamaan individu, dan pengalaman keagamaan.

Berdasarkan CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata pada dimensi pengetahuan keagamaan model satu faktor ternyata fit dengan Chi-square

= 1.47, df = 2, P value = 0.47837, dan nilai RMSEA = 0.000. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Pada dimensi keyakinan keagamaan dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit dengan Chi-square = 6.08,

df = 2, P value = 0.04789, dan nilai RMSEA = 0.117, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 0.08, df = 1, P value = 0.78267, dan nilai RMSEA = 0.000. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Pada dimensi kegiatan keagamaan kelompok dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata fit dengan Chi-square = 0.74, df = 2,

P value = 0.69005, dan nilai RMSEA = 0.000. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Untuk dimensi kegiatan keagamaan individu dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata tidak fit dengan Chi-square = 25.46, df = 2, P value = 0.00000, dan nilai RMSEA = 0.281, oleh sebab itu penulis melakukan modifikasi terhadap model, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu sama lainnya, maka diperoleh model fit dengan Chi-square = 0.00, df = 1, P value = 1.00000, dan nilai RMSEA = 0.000. Sehingga terdapat 1 item yang dkeluarkan atau di drop. Gambar model fit dapat dilihat pada lampiran.

Untuk dimensi pengalaman keagamaan dari hasil analisis CFA yang dilakukan dengan model satu faktor, ternyata fit dengan Chi-square = 2.95, df = 2,

P value = 0.22919, dan nilai RMSEA = 0.056. Sehingga keseluruhan item diterima dan tidak ada yang dikeluarkan. Gambar model fit dapat dilihat pada

lampiran. Ada pun hasil uji validitas instrumen religiusitas seluruh dimensi lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 3.9 berikut ini:

Tabel 3.9

Tabel hasil uji validitas instrumen religiusitas

No Item Lambda Standard Error T Value Signifikan

1 0.36 0.11 3.46 6 0.77 0.15 5.24 11 0.46 0.11 4.13 16 0.31 0.10 3.00 2 0.75 0.07 10.19 7 0.72 0.07 9.81 12 0.40 0.08 5.22 17 1.04 0.06 16.33 3 0.77 0.08 10.10 8 0.37 0.09 4.26 13 0.86 0.07 11.64 18 0.72 0.08 9.41 4 0.15 0.10 1.53 X 9 0.68 0.10 6.79 14 0.70 0.10 6.95 19 0.54 0.09 5.75 5 0.98 0.08 11.97 10 0.65 0.08 7.85 15 0.44 0.08 5.33 20 0.52 0.08 6.27

Keterangan : tanda √ = signifikan (t > 1,96) ; X = tidak signifikan

Dari hasil tabel 3.8 dapat kita lihat bahwa ada 19 item yang signifikan berkoefisien bermuatan positif serta 1 yang bermuatan negatif. Pada muatan yang negatif nilai T ˂ 1.96 maka pada item 4 tidak signifikan sehingga item tersebut dikeluarkan.

Dokumen terkait