BAB V PENUTUP
C. Saran Pemanfaatan, Diseminasi, dan Pengembangan
Berikut ini adalah saran yang dapat peneliti paparkan guna
mengoptimalkan dan mengembangkan pengembangan soal tes asesmen
hasil pendidikan karakter jujur dan karakter tanggung jawab bagi siswa
SMP.
1. Untuk tindak lanjut penelitian ini, sebaiknya jika peneliti lain tidak
hanya berhenti pada uji coba produk tetapi sampai pada tahap produksi
masal.
2. Jika ingin melanjutkan penelitian serupa sebaiknya mencari waktu yang
tepat bagi para siswa dalam melaksanakan tes dan pastikan seluruh
fasilitas mendukung agar dapat penelitian dapat berjalan dengan efektif
DAFTAR PUSTAKA
Asmani, Jamal Ma‟mur.(2011). Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Diva Press.
Aunillah, Nurla Isna. (2011). Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di
Sekolah. Yogyakarta: Laksana.
Arikunto, Suharsimi. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan di sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Azwar Saifuddn. (2014). Penyusunan skala psikologi (edisi 2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Albertus, Doni Koesoema. (2012). Pendidikan Karakter Utuh dan Menyeluruh. Yogyakarta: Kanisius.
Budi Susilo. (2014). Membaca Kejujuran dan Kebohongan dari Raut Wajah. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Boynton, William C. Johnson., Raymond N. and Kell, Walter G. “Modern Auditing”, Edisi Ketujuh, Jilid 2, Erlangga, Jakarta. 2001.
Dharma Kesuma. 2012. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Covey, Stephen (1994). 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Fathurrohman, dkk. (2013). Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung: PT Refika Aditama.
Heri Gunawan (2014)Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Bandung: Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
Hoetomo. (2005). KamusLengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Mitra Pelajar.
Josepshon, Peter dan Down. (2003). Menumbuhkan 6 Sikap Remaja Idaman: Panduan Orangtua. Bandung: KAIFA.
Kemendiknas (2010). Panduan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama.
Kemendiknas. (2011). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter: Badan Penelitian dan Pengmebangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Kustandi, Cecep & Sutjipto, Bambang. (2013). Media Pembelajaran: Manual dan Digital Edisi Kedua. Bogor: Ghalia Indonesia.
Kustandi, C. & Sutjipto, B. (2016) Media Pembelajaran; Manual dan Digital Bogor: Ghalia Indonesia.
Linacre, J. M. (1999). Understanding Rasch Measurement: Estimation Methods for Rasch Measure. Jurnal of Outcome Measurement, 3, 381-405.
Masidjo. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.
M. Basyiruddin Usman. (2002). Metodologi Pembelajaran Agama Islam.
Mustari, Mohammad. (2014). Nilai Karakter Refleksi Untuk Pendidikan Karakter. Yogyakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Poerwanti, E. (2001). Evaluasi pembelajaran, Modul Akta mengajar. UMM Press.
Endang Poerwanti. Konsep dasar asesmen pembelajaran. Modul. Dari http://storage.kopertis6.or.id.pdf. Di unduh pada tanggal 24 Maret 2017. Prijowuntato Widanarto. S (2016). Evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: Sanata
Dharma university Press.
Sadiman Arif S. (1989) Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Samani, Muchlas dan Hariyanto. (2011). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Samani dan Hariyanto. (2013). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Subali, Bambang. (2016). Prinsip Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran Edisi Kedua. Yogyakarta: UNY Press
Sudjana dan Anas. (2008). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grivando Persada
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian administrasi, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi, Arikunto. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Suwandi Sarwiji. (2010). Model Assesmen dalam Pembelajaran. Surakarta : Yuma Pustaka & FKIP UNS.
Sukmadinata, Nana Syaodi. (2003). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Bambang Sumintono dan Wahyu Widhiarso. (2013). Aplikasi Model Rasch untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: TrimKom.
Syamsul Kurniawan. (2013). Pendidikan Karakter Konsepsi dan Implementasinya. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Uno, Hamzah dan Satria Koni. (2014). Assessment Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Yaumi. (2014). Pendidikan Karakter Landasan, Pilar, & Implementasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Zainul & Nasution. (2005). Penilaian Hasil Belajar. Cetakan ke-5. Jakarta: PPAU-PPAI Universitas Terbuka.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana.
Zubaedi. (2013). Desain Pendidikan Karakter: konsepsi dan Aplikasi dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana
Syahrianto. (2016).Efektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Bertanggung Jawab Berbasis Layanan Bimbingan Klasikal Dengan Pendekatan Experiential Learning (Studi Pre-Experiment pada Siswa Kelas VIII Mts-DDI Tering Seberang, Tering, Kutai Barat, Kalimantan Timur Tahun Ajaran 2015/2016). Pada tanggal 11 April 2017.
Stefanie Bui Moron. (2016). Hubungan Perbendaharaan Cerita Dengan Karakter Kejujuran Siswa Dalam Pendidikan Agama Katolik Kelas Iv-Vi Di Sd Kanisius Notoyudan Yogyakarta, http://www.library.usd.ac.id/ pada tanggal 7 April 2017
Muchlas Samani dan Hariyanto.(2011).Konsep dan Model Pendidikan Karakter, Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Amanatus Shobroh. (2013). Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Pembentukan Kejujuran Siswa Mts Negeri Galur Kulon Progo Yogyakarta. Dari http://digilib.uin-suka.ac.idpada tanggal 5 April 2017
Barus, Gendon. (2015). Menakar Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi di SMP. Cakrawala Pendidikan, Juni 2015, Th XXXIV No. 2.
Hoetomo.(2005) Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Mitra Pelajar. Jamal Ma‟mur Asmani, Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3
Lampiran 4
Lampiran 5
Print Out Uji Validitas
Lampiran 6
Lampiran 7
Lampiran 8
Lampiran 9
KUISIONER VALIDITAS EFEKTIVITAS MODEL
Pengantar
Anak-anak yang berbudiman, kalian telah mengikuti serangkaian tes hasil pendidikan karakter berbasis film/video karakter. Bagaimana, videonya menarik, bukan...? Kegiatan ini telah selesai, terimakasih atas kesediaan kalian berpartisipasi. Sekarang, kami mohon kesediaan kalian untuk memberi kesan-kesan atau penilaian atas kualitas tes tadi. Berilah tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan apa yang kamu alami /rasakan tentang tes tersebut.
No
Item Menurut saya, tes ini : Ya Kurang Tidak
Tidak tahu
1 Menarik dan asyik
2 Menyenangkan dan menghibur
3 Sangat bermanfaat untuk menyadari kualitas diri 4 Menyadarkan saya untuk memperbaiki prilaku 5 Membuka mata hati/nurani
6 Mendorong tekad/keberanian berbuat lebih baik 7 Menimbulkan rasa bersalah
8 Mempermalu diri sendiri 9 Menumbuhkan rasa diri berharga 10 Menelanjangi kelemahan/kekurangan diri 11 Menimbulkan rasa sedih dan prihatin
12 Sangat bermanfaat mendorong perbaikan prilaku 13 Menimbulkan rasa menyesal
14 Menumbuhkan keinginan menolong orang lain 15 Menumbuhkan rasa bersyukur
16 Menentang diri untuk bertobat dari prilaku buruk 17 Sangat membosankan/melelahkan
18 Sangat berat dan sulit
19 Soalnya terlalu panjang dan rumit
20 Mendorong keberanian bertanggungjawab 21 Membangkitkan kesadaran menghargai teman 22 Menumbuhkan rasa kemanusiaan dan menolong 23 Mempererat rasa persaudaraan/persahabatan 24 Menumbuhkan ketaatan terhadap norma/peraturan 25 Membangkitkan keinginan berusaha/daya juang 26 Sangat baik/sesuai untuk mengukur karakter siswa 27
Beberapa potongan film/video tidak menyambung dengan pertanyaan & opsi jawaban
28 Menumbuhkan keinginan berbagi/rela berkorban 29 Mendorong siswa lebih disiplin
Lampiran 10
Lampiran 11
Lampiran 12
Lampiran 13