• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan pelaksanaan ataupun penerapan hukum UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001, tidak cukup hanya untuk mencari dan menemukan justifikasi mengenai penting dan mendesaknya penerapan UU No. 20 Tahun 2001 dalam rangka mencegah bahkan memberantas tindak pidana korupsi, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Perlu adanya sosialisasi yang maksimal mengenai keberadaan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, baik melalui media massa, media cetak maupun elektronik, terutama kepada para penegak hukum mengenai pemahaman atas substansi hukum dari UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001, sehingga dalam implementasinya dapat dipahami dengan benar.

2. Terhadap kasus-kasus korupsi diperlukan sistem peradilan pidana yang terpadu, mulai dari penyidik, penuntut umum dan hakim, dengan keterpaduan itu kemungkinan untuk lepasnya terdakwa dari jeratan pasal tindak pidana

Delima Mariaigo Simanjuntak : Penerapan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Secara Berlanjut(Studi Kasus No. 1636/Pid.B/2006/PN-MDN dan No. 354/PID/2006/PT-MDN), 2008.

USU Repository © 2009

korupsi semakin kecil. Selain itu, perlu adanya Gerakan Anti Korupsi baik dari komponen masyarakat maupun pemerintah, sebagai gerakan moral yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Serta perlu adanya peningkatan sumber daya manusia di bidang hukum sehingga memiliki keterampilan dan profesional, serta menambah sarana dan prasarana guna menunjang supremasi hukum dalam rangka menangani tindak pidana korupsi.

3. Harus ada kesadaran yang sungguh-sungguh dari hakim untuk memahami suatu undang-undang khususnya terhadap peraturan-peraturan yang didakwakan dalam perkara yang diperiksanya sehingga tidak terjadi kesulitan- kesulitan dalam menemukan hukum yang sebenar-benarnya apalagi dalam kasus ini terdapat dua pasal yang bermiripan sehingga diperlukan ketelitian, kecermatan, dan kemauan majelis hakim untuk menggali sumber-sumber hukum pidana untuk menjamin tercapainya tujuan hukum pidana yakni keadilan, kepastian dan kemanfaatan.

Delima Mariaigo Simanjuntak : Penerapan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Secara Berlanjut(Studi Kasus No. 1636/Pid.B/2006/PN-MDN dan No. 354/PID/2006/PT-MDN), 2008.

USU Repository © 2009

DAFTAR PUSTAKA

Abidin Farid, A. Zainal. 1995. Hukum Pidana I. Cetakan Ke-I. Sinar Grafika. Jakarta

Arief, Barda Nawawi. 2003. Kapita Selekta Hukum Pidana. Alumni. Bandung Chaerudin et. al. 2008. Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum Tindak

Pidana Korupsi. Cetakan Ke-I. PT. Refika Aditama. Bandung

Chazawi, Adami. 2002. Pelajaran Hukum Pidana Bagian 1 Stelsel Pidana, Teori-

Teori Pemidanaan, dan Batas Berlakunya Hukum Pidana. Edisi Pertama.

Cetakan Ke-I. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

---. 2002. Pelajaran Hukum Pidana Bagian 2 Penafsiran Hukum

Pidana, Dasar Pemidanaan, Pemberatan dan Peringanan Kejahatan Aduan, Perbarengan dan Ajaran Kausalitas. Edisi Pertama. Cetakan Ke-I.

PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

---. 2005. Hukum Pidana Materil dan Formil Korupsi di

Indonesia. Edisi Pertama. Cetakan Ke-II. Bayumedia Publishing. Malang

Hamdan, M. 2006. Tindak Pidana Suap dan Money Politics. Pustaka Bangsa Press. Medan

Hamzah, Andi. 1991. Perkembangan Hukum Pidana Khusus. Rineka Cipta. Jakarta

---. 2006. Pemberantasan Korupsi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Delima Mariaigo Simanjuntak : Penerapan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Secara Berlanjut(Studi Kasus No. 1636/Pid.B/2006/PN-MDN dan No. 354/PID/2006/PT-MDN), 2008.

USU Repository © 2009

Harahap, Krisna. 2006. Pemberantasan Korupsi Jalan Tiada Ujung. PT. Grafiti. Bandung

Hartanti, Evi. 2005. Tindak Pidana Korupsi. Sinar Grafika. Jakarta

Huda, Chairul. 2006. Tindak Pidana Dalam Bisnis Asuransi, Lembaga

Pemberdayaan Hukum Indonesia. Jakarta

Kaligis, O.C. 2006. Pengawasan Terhadap Jaksa Selaku Penyidik Tindak Pidana

Khusus Dalam Pemberantasan Korupsi. PT. Alumni. Bandung

Kansil, C.S.T., dkk. 2004. Pokok-Pokok Hukum Pidana. Cetakan Ke-I. PT. Pradnya Paramita. Jakarta

Kanter, E.Y. et.al. 1982. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia dan

Penerapannya. Alumni: AHM-PTHM. Jakarta

Kartanegara, Satochid. Tanpa Tahun. Hukum Pidana Kumpulan Kuliah Bagian I. Balai Lektur Mahasiswa

Krisnawari, Dani. et. al. 2006. Bunga Rampai Hukum Pidana Khusus. Cetakan Ke-I. Pena Pundi Aksara. Jakarta

Lamintang, P.A.F. Delik-Delik Khusus Kejahatan Jabatan dan Kejahatan Jabatan

Tertentu Sebagai Tindak Pidana Korupsi. Cetakan Ke-I. Pionir Jaya

---. 1997. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Cetakan Ke-III. PT. Citra Aditya Bakti. Bandung

---. 1991. Delik-Delik Khusus Kejahatan-Kejahatan

Membahayakan Kepercayaan Umum Terhadap Surat-Surat, Alat-Alat Pembayaran, Alat-Alat Bukti dan Peradilan. Mandar Maju. Bandung

Delima Mariaigo Simanjuntak : Penerapan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Secara Berlanjut(Studi Kasus No. 1636/Pid.B/2006/PN-MDN dan No. 354/PID/2006/PT-MDN), 2008.

USU Repository © 2009

Marpaung, Leden. 1991. Unsur-Unsur Perbuatan yang Dapat Dihukum (Delik). Sinar Grafika. Jakarta

---. 2005. Asas-Teori-Praktik Hukum Pidana. Cetakan Ke-I. Sinar Grafika. Jakarta

Muhammad, Abdulkadir. 1999. Hukum Perusahaan Indonesia. PT. Citra Aditya Bakti. Bandung

Mulyadi, Lilik. 2007. Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Normatif, Teoretis,

Praktik, dan Masalahnya. Edisi Pertama. Cetakan Ke-I. PT. Alumni.

Bandung

Mulyadi, Mahmud. 2001. Proses Pembuktian dan Pertanggungjawaban Pidana

Korporasi Dalam Tindak Pidana Lingkungan Hidup (tesis). Program

Pascasarjana USU. Medan

Murdjana, I.G.M. et. al. 2005. Korupsi dan Illegal Logging Dalam Sistem

Desentralisasi. Cetakan Ke-I. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Moeljatno. 1984. Asas-Asas Hukum Pidana. Cetakan Ke-II. Bina Aksara. Jakarta Moleong, Lexi. 1999. Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Karya.

Bandung

Prinst, Darwan. 2002. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. PT. Citra Aditya Bakti. Bandung

Prodjodikoro, Wijono. 2003. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia. Edisi Ketiga. Cetakan Ke-I. Refika Aditama. Bandung

Prodjohamidjojo, Martiman. 2001. Penerapan Pembuktian Terbalik Dalam Delik

Delima Mariaigo Simanjuntak : Penerapan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Secara Berlanjut(Studi Kasus No. 1636/Pid.B/2006/PN-MDN dan No. 354/PID/2006/PT-MDN), 2008.

USU Repository © 2009

Rido, Ali. 1983. Badan Hukum dan Kedudukan Badan Hukum Perseroan,

Perkumpulan, Koperasi, Yayasan, Wakaf. Alumni. Bandung

Said, Sudirman, dkk. 2002. Korupsi dan Masyarakat Indonesia Dalam Mencuri

Uang Rakyat (16 Kajian Korupsi di Indonesia). Cetakan Ke-I.. Yayasan

Aksara Untuk Kemitraan Bagi Pembaharuan Tata Pemerintahan (Partnership For Good Governance Reform). Jakarta

Saleh, Roeslan. 1968. Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana, Dua

Pengertian Dasar Dalam Hukum Pidana. Centra. Jakarta

Schaffmeister, D. et.al. dalam J.F. Sahetapy (ed). 1995. Hukum Pidana. Edisi Pertama. Cetakan Ke-I. Liberty. Yogyakarta

Sianturi, S.R. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya. Alumni: AHM-PTHM. Jakarta

Sudarto. 1991. Hukum Pidana I. Yayasan Sudarto. Semarang ---. 1981. Kapita Selekta Hukum Pidana. Alumni. Bandung

Suharto. 1996. Hukum Pidana Materil Unsur-Unsur Objektif Sebagai Dasar

Dakwaan. Edisi Kedua. Cetakan Ke-I. Sinar Grafika. Jakarta

Sunggono, Bambang. 1998. Metodologi Penelitian Hukum. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Seno Adji, Indriyanto. 2007. Korupsi Kejahatan Aparatur Negara dan Hukum

Pidana. Edisi Pertama. Cetakan Ke-II. CV. Diadit Media. Jakarta

Soekanto, Soerjono. 1986. Pengantar Penelitian Hukum. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Delima Mariaigo Simanjuntak : Penerapan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Secara Berlanjut(Studi Kasus No. 1636/Pid.B/2006/PN-MDN dan No. 354/PID/2006/PT-MDN), 2008.

USU Repository © 2009

Soemitro, Ronny Haritijo. 1982. Metode Penelitian Hukum. Ghalia Indonesia. Jakarta

Kelompok Peundang-Undangan:

Anggota IKAPI. 2005. Himpunan Peraturan Perundang-undangan tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Cetakan Ke-I. Fokusmedia.

Bandung

Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Edisi Lengkap. Fokusmedia

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana 1995/1996 (Bahan Pokok Penyuluhan Hukum. Departemen Kehakiman Republik Indonesia. Jakarta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Kelompok Media Massa:

Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Edisi Maret 1999 BPK RI. Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2007

Delima Mariaigo Simanjuntak : Penerapan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Secara Berlanjut(Studi Kasus No. 1636/Pid.B/2006/PN-MDN dan No. 354/PID/2006/PT-MDN), 2008.

USU Repository © 2009

Sumber-Sumber Lain:

Berita Acara Nomor: 1636/Pid.B/2006/PN-MDN

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka

Wojowasito. 1999. Kamus Umum Belanda Indonesia. PT. Ichtiar Baru van Hoeve. Jakarta

Wojowasito, S. dan Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Lengkap Inggris-Indonesia,

Indonesia-Inggris. Hasta. Bandung

Poerwadarminta, W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka Ali, Muhammad. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern. Pustaka Amani.

Jakarta

Departemen P dan K. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka Putusan Pengadilan Tinggi Nomor: 354/PID/2006/PT-MDN

Surat Dakwaan Nomor: PDS.05/MDN/04/2006 tanggal 21 April 2006 Surat Tuntutan Nomor: PDS.05/MDN/07/2006 tanggal 24 Juli 2006

Dokumen terkait