• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

C. Saran

1. Dapat melibatkan ahli Bahasa Inggris dan ahli Bahasa Indonesia dalam mengadaptasikan pola kalimat sederhana Bahasa Inggris dengan pola kalimat sederhana Bahasa Indonesia.

2. Mengatur waktu dengan baik dan mengatur komunikasi yang baik dengan pihak sekolah saat melakukan uji coba lapangan untuk dapat lebih memberikan pengetahuan siswa akan perbedaan dan penetapan unsur kalimat O dan Pel pada pola SPOPel.

DAFTAR PUSTAKA

Agustin (2016). Pengembangan alat peraga sanpaper letters materi menulis

kalimat tegak bersambung berbasis metode Montessori. Skripsi.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Ahmadi. H. A & Supriyono. W. (1991). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta Anderson. R. H. (1987). Pemilihan dan pengebangan media untuk pembelajaran.

Jakarta: Rajawali.

Arifin, Z. & Junaiyah. (2008). Sintaksis. Jakarta: PT Grasindo

Arsyad, A. (2014). Media Pembelajaran (edisi revisi). Jakarta: PT Rajagrafindo. Borg, W. R. & Gall, M. D. (1983). Educational Research: An instroduction (4ed).

New York &London: Logman.

Chaer, A. (2011). Tata Bahasa Praktis Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

Chaer, A. (2012). Seputar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta

Cresswell, W. (2012). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan

mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Effendi, S., Kentjono & Suhardi. (2015). Tata Bahasa Dasar Bahasa Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Gausman, D. (2007). Language arts. USA: North American Montessori Center Ginsburg, H. P., & Opper, S. (1988). Piaget's theory of intellectual development:

An introduction. Third Edition. Englewood Cliffs, N.J.: Prentice-Hall.

Greenbaum, S. (1989). A college grammar of English. New York: Longman Inc Gutek, G. L. (2013). Metode Montessori: Panduan wajib untuk guru dan

orangtua didik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). (A. L. Lzuardi,

Penerjemah). Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Hamalik, O. (1986). Media Pendidikan. Bandung : Alumni

Jackson, H. (1990). Grammar and meaning: a semantic approach to English. New York: Longman Inc

Jalinus. N & Ambiyar. (2016). Media dan sumber pembelajaran. Jakarta: Kencana

Kartini, K. (1980). Pengantar metodologi riset sosial. Bandung: Alumni.

Kayili, G., & Ari, R. (2011). Examination of the effects of the Montessori method on preschool children’s readiness to primary education. Journal of

Educational Sciences: Theory & Practice 11 (4), 2104-2109. Maret 24,

2017.http://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ962690.pdf

Kozak, T., P. (2011). The Montessori method and first language acquisition early

speech, writing and reading. Germany: AV Akademikerverlag

Lillard, P., P. (1972). Montessori a Modern Approach. New York: Schocken Books Inc

Lillard, P. P., & Jessen, l. L. (2003). Montessori from the start: the chil at home

from birth to age three. New York: Shocken Books.

Lillard, & Else-Quest, N. (2006). Evaluating Montessori education. Education Forum. Diaskes tanggal 4 Mei 2018. Sumber elektronik: http://www.montessoriscience.org/Science_Evaluating_Montessori_Educati on_Lillard.pdf

Lillard, A. S. (2005). Montessori: The science behind the genius. New York: Oxford University Press

Lillard, A. S. (2017). Montessori: The science behind the genius: third edition. New York: Oxford University Press

Magini, A. P. (2013). Sejarah pendekatan Montessori. Yogyakarta: Kanisius Montessori, M. (2002). The Montessori method. New York: Frederick A. Stokes Company.

Manner, J. C. (2007). Montessor vs traditional education in the public sector: seeking approriate comparisons of academic achievement. Forum on Public Policy:A Journal of the Oxford Round Table. Gale Education, Religion and Humanities Lite Package. Diaskes Tanggal 4 Mei 2018. Sumber elektronik: http://go.galegroup.com/ps/i.do?id=GALE%7CA191817971&v=2.1&u=kpt 05011&it=r&p=GPS&sw=w

Montessori, M. (2002). The Montessori Method. New York: Frederick A. Stokes Company

Ramlan, M. (2005). Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Cet. Ke 9. Yogyakarta: UP Karyono

Sanjaya, W. (2011). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup

Sarwono, J. (2006). Metode penelitian kuantitatif & kualitatif. YogyakartaL: Graha Ilmu

Setyadin. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gramedia Soeparno. (1987). Media Pengantar Bahasa. Yogyakarta: PT Intan Pariwara Sudjana, N & Rivai, A. (1992). Media Pembelajaran. Bandung: Penerbit CV.

Sinar Baru Bandung.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2007). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sukmadinata, N. S. (2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sukmadinata, N. S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suparno, P. (2007). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.

Supraktiknya, A. (2012). Penelitian hasil belajar dengan teknis nontes. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Syahroni, N., Dwi & Mahmudi. (2013). Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo

Wahyudi, Y. S. T. (2017). Pengembangan media pembelajaran IPA SD materi

bagian luar tumbuhan dan fungsinya berbasis metode Montessori. Skribsi.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Widjono, H. (2007). Bahasa Indonesia: mata kuliah pengembangan kepribadian

Widyoko, S. E. (2009). Penilaian hasil pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wulandari, T. T. (2016). Pengembangan alat peraga membaca dan menulis

permulaan berbasis metode Montessori. Skribsi. Yogyakarta: Universitas

Sanata Dharma.

Yusuf, A.M. (2014). Metode penelitian: kuantitatif, kualitatif, dan penelitian

gabungan. Jakarta: Prenadamedia Group

Yusuf, S. (2009). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset

Lampiran 1 Hasil Identifikasi Potensi dan Masalah Lampiran 1. 1 Hasil Observasi

Hari/ tanggal: 8 September 2017 Jam : 07.00-12.00

Tempat : Lab dan di Kelas SD Kanisius Eksperimental Mangunan Tujuan : Observasi ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan media

pembelajaran bahasa Indonesia dia Laboratorium sekolah dan di Kelas

No. Objek yang diamati Ya Tidak Deskripsi

1 Ada macam-macam media pembelajaran di lab

Banyak sekali media belajar untuk IPA, IPS, Matematika dan olahraga, media Bahasa Inggris yang saya lihat ketika melakukan penginventarisan dan penataan media-media belajar di lab SD Kanisius Ekperimental Mangunan

2

Ada media pembelajaran Bahasa Indonesia

Media belajar untuk pelajaran Bahasa Indonesia sangat sedikit di

bandingkan dengan media belajar untuk pelajaran yang lainnya. Dapat dilihat hanya ada 3 - 4 media Bahasa Indonesia seperti scrables dan media

sandpaper latter sebuah media

Montessori yang sering digunakan untuk kelas I dan II.

3

Ada media-media konkret pembelajaran pola kalimat sederhana Bahasa

Indonesia.

Tidak ada media khusus untuk pola kalimat sederhana

4 Ada macam-macam media

pembelajaran di kelas Tidak ada

5

Ada media pembelajaran

Bahasa Indonesia di kelas Tidak ada

6

Ada media-media konkret pembelajaran pola kalimat sederhana Bahasa

Indonesia di sekolah

Lampiran 1. 2 Hasil Wawancara Guru Kelas IIIA Hari/tanggal : 4 November 2017

Tujuan :

- Mengetahui media yang digunakan guru dalam mengajarkan pola kalimat sederhana

- Mengetahui metode yang digunakan guru dalam pengajaran.

- Mengetahui kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pengajaran Bahasa Indonesia tentang pola kalimat sederhana.

- Mengetahui usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan. - Mengetahui saran produk baru yang akan dikembangkan peneliti.

Topik

Pertanyaan Pertanyaan Wawancara Jawaban

Identitas Guru Metode Mengajar

1. Siapakah nama Ibu?

2. Apakah ada kompetensi khusus yang membahas tentang pola kalimat sederhana?

3. Bagaimana ibu mengajar bahasa Indonesia khususnya untuk materi pola kalimat sederhana?

4. Mengapa memilih metode tersebut?

5. Bagaimana penerapan metode tersebut?

Maria Retno Purwandani

Sepertinya tidak ada, tetapi sangat penting untuk membuat sebuah pola kalimat. Tidak tersirat langsung. Tapi biasanya membuat kalimat yang runtut. Anak-anak belum membuat kalimat sesuai dengan strukturnya.

Mengajar dengan metode permainan kata

Karena menurut saya metode permainan tersebut tidak membosankan

Saya meminta anak-anak untuk menulis kata-kata di papan tulis kemudian mengklasifikasikan kata-kata yang mirip. Selain itu juga mencoba

menggunakan media tersebut. meskipun tidak semua jenis kata tetapi kata kerja, kata sifat dan kata benda. Ibu membuat kalimat dan mereka mengidentifikasi dengan simbol-simbol.

Penggunaan media pembelajaran bahasa Indonesia di kelas

6. Media apa yang pernah digunakan untuk pembelajaran bahasa Indonesia khususnya materi pola kalimat sederhana?

7. Seperti apakah media tersebut? 8. Bagaimana cara menggunakan

penggunaan media tersebut? 9. Apakah media tersebut masih

digunakan? Bagaimana siswa menunjukan ketertarikan terhadap pembelajaran lewat media yang digunakan?

10. Apakah ada peningkatan hasil belajar siswa?

Belum ada media untuk pola kalimat sederhana. Setelah mengikuti pelatihan di lab Montessori saya dan Pa Karol mencoba menggunakan media (yang dimaksud wooden symbol gramar)

Media tersebut berupa simbol-simbol dari jenis-jenis kata, ada banyak simbol. Kami membuat media ini dari plastisin dan dari bangun ruang

Kami hanya menggunakan beberapa simbol saja yaitu kata kerja dan kata sifat. Yang berbentuk lingkaran dan piramida.

Menjelaskan kepada anak jenis kata sesuai dengan simbol yang ada. Anak kemudian diberi LKS untuk mengidentifikasi jenis kata pada suatu kalimat

Media ini belum dilanjutkan lagi.

Anak ikut terlibat karena membuat simbol-simbol ini dari plastisin

Ya, banyak siswa yang merasa terbantu dengan media ini.

Kesulitan guru dalam mengajar Bahasa Indonesia

11. Apa kesulitan yang bapak/Ibu hadapi dalam mengajar bahasa Indonesia tentang pola kalimat sederhana?

12. Kesulitan yang dihadapi dalam memilih atau membuat media yang sesuai?

Kesulitannya adalah membuat media.

Tidak banyak tersedia media bahasa indonesia

Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut dan saran untuk produk baru yang akan

dikembangkan peneliti

13. Bagaimana usaha yang dilakukan untuk menghadapi kesulitan tersebut?

14. Apa Pengaruh atau efek yang ibu/bapak alami saat

menggunakan media pembelajaran?

Ya, setelah mengikuti pelatihan media di laboratorium PGSD kami (bersama Pa Karol) mengcoba membuat media berupa simbol-simbol dari plastisin untuk pembelajaran jenis dan fungsi kata.

Nilai anak-anak cukup baik. Efek yang benar-benar terasa yaitu ketika mereka diminta untuk bercerita semakin lebih runtut. Siswa membuat kalimat jauh lebih tertata. 15. Menurut Ibu/Bapak, media

pembelajaran bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan siswa itu seperti apa?

16. Peneliti ingin membuat media Montessori untuk materi pola kalimat sederhana yang menarik. 17. Media ini akan mempelajari unsur

S-P-O-Pel-K. Bagaimana menurut Ibu?

18. Pola Kalimat sederhana apa yag sering dipelajari?

19. Media ini dapat digunakan oleh siswa dengan tingkat kelas yang berbeda-beda.

20. Bagaimana menurut ibu? apa yang akan membedakan di setiap jenjang?

21. Media Montessori juga mempuyai ciri-ciri kontekstual. Bagaimana pendapat ibu tentang aspek kontekstual dari media ini? 22. Apa yang bisa Ibu/Bapak

sarankan dalam pembuatan media ini? Bentuk? Warna? Ukuran?

Pembelajaran yang menggunakan media yang konkret sehingga membantu siswa untuk lebih memahami apa yang dipelajari.

Menurut saya sangat baik.

Boleh saja, biasanya mempelajari SPO dan SPK, jika nantinya ada kemungkinan bisa untuk mengenalkan unsur Pel pada pola kalimat. Nanti yang akan membedakan adalah level pemahaman siswa dan tingkat kesulitan dalam kalimat.

Ya, akan lebih baik lagi jika disesuaikan dengan konteks anak-anak..

Perbedaan pada jenjang adala tingkat kesulitan kalimatnya.

Ukurannya dibuat mohon menyesuaikan siswa.

Untuk bentuk dan warnanya terserah saja yang penting sesuai dengan karakteristik Montessori.

Lampiran 1. 3 Hasil Wawancara Kepala Labolatorium SD Hari/ tanggal: 6 Desember 2017

Jam : 13.00-15.00

Tempat : Gang Kwera, Gejayan

Tujuan :

- Mengetahui permasalahan dan potensi yang dialami guru dan siswa dalam pembelajaran dan mengajaran Bahasa Indonesia

- Mengetahui informasi yang berkaitan dengan penyediaan media pembelajaran

- Mengetahui informasi yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran

- Mengetahui penelitian dan workshop yang pernah diikuti berkaitan dengan Montessori dan media-media pembelajaran

- Mengetahui Saran untuk produk yang ingin dikembangakan peneliti

Topik

Pertanyaan Pertanyaan Jawaban

Identitas 1. Siapakah nama bapak/Ibu? 2. Pedamping kelas

3. Berapa kali dalam seminggu melakukan team teaching? 4. Kalau boleh tau salah satu topik

dalam team teaching?

 Kartika Kirana

 Pendamping guru kelas III dan VI

 Seminggu sekali

 Evaluasi, perencanaan

pembelajaran untuk seminggu, refleksi Permasalahan yang ditemukan di kelas terkait pembelajaran bahasa Indonesia

5. Permasalahan apa yang di jumpai di kelas berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia?

6. Kesulitan apa yang dialami guru dalam pengajaran bahasa Indonesia materi pola kalimat sederhana?

 Tulisan siswa jelek, siswa-siswi kurang baik dalam berbahasa, kurang terstruktur di karenakan kebiasaan yang berbeda-beda di rumah

 Khusus guru muda kurang kuat dengan struktur bahasa, guru menganggap kritis sesuatu yang biasa, mengajarkan bahasa tidak mudah,

Solusi yang pernah diawarkan

7. Bagaimana menemukan solusi bagi permasalahan yang ditemukan?

8. Seperti apa solusinya?

 Membuat suatu treatment, evalusi proyek, melakukan penilaian, melakukan refleksi

 Menyusun target mengenalkan kosak kata dan struktur bahasa khusus unsur pola kalimat SPO

dan SPK untuk semester depan. Informasi berkaitan dengan pengadaan media pembelajaran Media pembelajaran Bahasa Indonesia yang ada di sekolah Pengadaan media pembelajaran bahasa Indonesia Kondisi dari media pembelajaran yang ada

9. Apakah ada media

pembelajaran untuk materi pola kalimat sederhana?

10. Jika ada apakah digunakan secara maksimal oleh guru? 11. Apakah Ana pernah

bekerjasama dengan guru untuk membuat media pembelajaran bahasa Indonesia?Bagaimana kondisi Media pembelajaran tesebut?

 Tidak ada

 Suatu media pernah dicobakan, namun belum maksimal untuk menggunakannya, karena media seringkali hanya sekali pakai karena tergantung tema

 Pernah

 Ada yang masih baik dan ada juga yang sudah kurang baik

Penggunaan media pembelajaran Bahasa Indonesia

12. Apakah penggunaan media pembelajaran mepengaruhi proses pembelajaran di kelas? 13. Apakah penggunaan media

meningkatkan pemahaman siswa?

 Sangat berpengaruh

 Media sangat membantu pemahaman siswa Penelitian yang pernah silakukan di sekolah berkaitan dengan media pembelajaran

14. Apakah pernah melakukan penelitian yang berkaitan dengan media pembelajaran bahasa Indonesia?

15. Berkaitan dengan materi apa?

 Pernah seminar yang terakhir tentang penggunaan media Montessori di lab PGSD USD Yogyakarta

 Guru kelas IIIA dan guru kelas IIIB mencoba mengaplikasikan apa yang dibuat yaitu wooden

symbol grammar untuk

pembelajaran tata bahasa. dan mengambangkan simbol lain untuk memperkenalkan kepada anak tentang kalimat tanya. Workshop 16. Apakah pernah mengikuti

workshop atau pelatihan di luar sekolah berkatan dengan pengunaan media pembelajaran?

17. Bagaimana aplikasi dari workshop tersebut? 18. Apakah media tersebut

 Pernah.

 Seminar yang terakhir tentang penggunaan media Montessori di lab PGSD

 Dua orang guru kelas 3 mencoba mengaplikasikan apa yang dibuat yaitu wooden

applicable di sekolah dasar?

Apa alasan yang paling mendasar?

pembelajaran tata bahasa. dan mengambangkan simbol lain untuk memperkenalkan kepada anak tentang kalimat tanya.

Ya. applicable karena anak-anak akan lebih paham jika menggunakan simbol-simbol yang konkret. Tanggapan tentang pentingnya materi pola kalimat sederhana dan saran untuk produk

19. Menurut Anda, apakah siswa-siswi perlu diajarkan tentang pola kalimat sederhana? 20. Mengapa penting untuk di

ajarkan?

21. Adakah saran untuk produk yang akan dibuat?

 Perlu, Penting sekali karena nantinya siswa dapat belajar untuk memahami kalimat yang digunakan.

 Diharapkan untuk

menyesuaikan kondisi/tingkat pemahaman siswa.

Lampiran 1. 4 Hasil Wawancara Siswa Kelas IIIA Hari/ tanggal: 24 November 2017

Jam : 11.00-11.15 Tempat : Ruang kelas IIIA Tujuan :

- Mengetahui pendapat siswa tentang pelajaran Bahasa Indonesia materi pola kalimat sederhana.

- Kesulitan yang dihadapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. - Penggunaan media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

Topik

Pertanyaan Pertanyaan Jawaban

Identitas 1. Siapa namamu? Okka, Angger, Elbert, Sifra, Sally Alasan suka dan

tidak suka dengan bahasa Indonesia

2. Apakah kalian menyukai pelajaran Bahasa Indonesia?

Suka karena jawaban sudah ada dalam bacaan yang diberikan.

Tidak suka. Karena bacaannya panjang-panjang Penggunaan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia 3. Apakah pernah menggunakan media dalam pembelajaran?

Pernah, media matematika seperti stick ice cream, sedotan, sandal, manik-manik,dll

4. Bagaimana dengan media bahasa Indonesia?

Karena belum pernah menggunakan media Bahasa Indonesia, jad sulit untuk dibayangkan

Belajar Bahasa Indonesia pakai media? Yang seperti apa tu. Belum pernah, tapi kalau sudah pernah coba pasti bisa!

Belum Pernah! biasanya hanya dikasih bacaan dan LKS.

Lampiran 2 Analisis Kebutuhan

Daftar Softfile, Video Dan Gambar-Gambar Blog: George family-Montessori at home. George family-Montessori at home. Montessori sentence analysis lesson-1. . Diaskes Tanggal 7 Juli 2017. Sumber elektronik:

http://georgefamilymontessoriathome.blogspot.com/2013/07/montessori-sentence-analysis-lesson-1.html

Blog: Montessori Primary Guide. Simple Sentences Stage 1. Diaskes Tanggal 29 Maret 2017. Sumber elektronik: http://www.infomontessori.com/language/reading-simple-sentences-stage-1.htm

Blog: Montessori Primary Guide. Simple Sentences Stage 2. Diaskes Tanggal 28 Juli 2017. Sumber elektronik: http://www.infomontessori.com/language/reading-simple-sentences-stage-2.htm

Foto media: Alison’s Montessori. Sentence Analysis Chart (Premium Quality). Diaskes Tanggal 7 Juli 2017. Sumber elektronik:

https://www.alisonsmontessori.com/Sentence_Analysis_Chart_Premium_Quality_ p/pl30.htm

Modul Montessori language, NN

Modul: Gausman, D. (2007). Language arts. USA: North American Montessori Center Modul: Montessori Research and Development. 2004. Language Arts Volume 2: Sentences Analysis. Diaskes Tanggal 7 Juli 2017. Sumber elektronik:

http://www.alisonsmontessori.com/v/manuals/me.la2-2.pdf

Modul: Sentence analysis introduction hunt the action. Diaskes Tanggal 7 Juli 2017. Sumber elektronik: https://www.etcmontessorionline.com

Video: Montessori 3-6, indirect object, sentences analysis. Karin Montessori: Published on Sep 11, 2017. Sumber elektronik:

https://www.youtube.com/watch?v=qRfJ4Sq3D0k

Video: Sentences analysis. MontessoriBG: Published on Mar 22, 2010. Sumber elektronik: https://www.youtube.com/watch?v=-8kKAg2S5Co

Video: Sentences strusture lesson. MontessoriMD: Published on Jan10, 2013. Sumber elektronik: https://www.youtube.com/watch?v=QCO3ODi-lNY

Lampiran 3 Instrumen Validasi Produk

Lampiran 4 Hasil Uji Coba Lapangan Terbatas Lampiran 4. 1 Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest

Indikator Unsur

Kalimat Pertanyaan & Kalimat

No. Item

Menganalisis pola kalimat

sederhana

S P Garis bawahilah yang mana unsur S dan P dalam kalimat di bawah ini!

= Nina belajar.

1

S P O Garis bawahilah yang mana unsur S, P, dan O dalam kalimat di bawah ini!

= Bapak membaca koran.

2

S P O Pel Garis bawahilah yang mana unsur S, P, O, dan Pel dalam kalimat di bawah ini!

= Roni membelikan susi buku cerita.

3

S P O K Garis bawahilah yang mana unsur S, P, O, dan K dalam kalimat di bawah ini!

= Ayah membaca koran di ruang tamu.

4

S P O Pel K

Garis bawahilah yang mana unsur S, P, O, Pel, dan K dalam kalimat di bawah ini!

= Jeje memakan bakso yang sangat pedas dengan sumpit.

5

Keterangan:

Macam-macam Unsur Kalimat sederhana, yaitu:

Lampiran 4. 2 Uji Validias Instrumen Soal Pretest dan Posttest Oleh Ahli Bahasa Indonesia

Lampiran 4. 4 Hasil Pretest, Posttest dan Presentase Kenaikan

No Nama Nilai Pretest Total

Skor Nilai 1 2 3 4 5 1 Ang 2 3 2 3 4 14 87,5 2 Elb 2 3 1 3 4 13 81,25 3 Sel 2 3 2 3 4 14 87,5 4 Sif 2 3 1 3 2 11 68,75 5 Okk 2 0 0 2 1 5 31,25

Jumlah Nilai Seluruh Siswa 356,25

Rerata 71,25

No Nama Nilai Posttest Total

Skor Nilai 1 2 3 4 5 1 Ang 2 2 2 3 4 13 81,25 2 Elb 2 3 2 3 4 14 87,5 3 Sel 2 3 2 3 4 14 87,5 4 Sif 2 3 2 3 2 12 75 5 Okk 2 2 3 0 0 7 43,75

Jumlah Nilai Seluruh Siswa 375

Rerata 75

Responden Pretest Posttest

Presentase kenaikan (%) Ang 87,5 81,25 -7,14 Elb 81,25 87,5 7,69 Sel 87,5 87,5 0 Sif 68,75 75 9,09 Okk 31,25 43,75 40 Rerata 71,25 75 9,92

Lampiran 5 Surat

Dokumen terkait