BAB V PENUTUP
C. Saran
Saran yang dapat dipertimbangkan bagi penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Membuat kajian lebih lanjut yang melibatkan ahli Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
2. Membuat kartu aktivitas tambahan untuk kata depan, kata penghubung dan kata keterangan.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, B.D. (2017). Pengembangan kartu abjad berbasis metode Montessori
untuk latihan membaca dan menulis permulaan. Skripsi: Fakultas keguruan
dan ilmu pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Standar isi untuk satuan pendidikan
dasar dan menengah. Jakarta: _______.
Chaer, A. (2011). Tata bahasa praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Dahar, R.W. (1989). Teori-teori belajar. Jakarta: Erlangga.
Diana, N. (2014). Pembelajaran Bahasa Indonesia.Yogyakarta:Kaukaba. Diknas. (2009). Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan EYD
Terbaru (Permendiknas Nomor 46 Tahun 2009). Yogyakarta: Pustaka
Timur
Feez, S. (2010). Montessori and early childhood.London: Sage Publication. Gutek, G.L. (2015). Montessori methode: panduan wajib untuk guru dan
orangtua didik paud.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hamdani. (2011). Strategi belajar mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Herdiansyah, H. (2013). Wawancara, observasi, dan focus groups. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Isaach, B. (2010). Bringing the Montessori approach to your early years practice. New York: Routledge.
Kayili, G., & Ari, R. (2011). Examination of the effects of the Montessori method on preschool children’s readiness to primary education. Journal of
Educational Sciences: Theory & Practice 11 (4), 2104-2109. Maret 24,
2017.http://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ962690.pdf
Lillard, A.S & Else-Quest, N. (2006). Evaluating montessori education. AAAS
Journal. Education Forum 313. Diakses tanggal 28 Juni 2017, dari
http://www.montessori
science.org/Science_Evaluating_Montessori_Education_Lillard.pdf Lillard P.P. (1972). Montessori a modern approach. New York: Schocken Books
Inc.
Montessori, M. (2008).The absorbent mind, pikiran yang menyerap. Dariyatno, Penerjemah. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Montessori, M. (2004). The Montessori Method. United States of America: Rowman & Littlefield Publishrs, Inc.
Montessori, M. (2015). Metode Montessori: panduan wajib untuk guru dan orangtua didik (pendidikan usia dini). Gutek, G. L Editor., Lazuardi, A.L, Penerjemah. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Montessori, M. (2004). The Montessori methode: the origin of an educational
inovation: including an abridged and annointed edition of Maria Montessori’s the Montessori method. Editor: Gutek, G.L. United State of
America: Rowman & Littelfield.
Mulyati, Y. (2016). Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas terbuka. Mulyono, I. (2013). Ilmu Bahasa Indonesia morfologi: teori dan sejumput
problematik terapannya. Bandung: Yrama Widya.
Muslich, M. (2008). Tata Bentuk Bahasa Indonesia.Jakarta: Bumi Aksara.
Organisation Economic Cooporation and Development (OECD). (2016). Pisa 2015 result in focus. Diakses di Pisa https://www.oecd.org/pisa/pisa-2015-results-in-focus.pdf
Putri, M.S. (2013). Pengembangan alat peraga ala Montessori untuk
keterampilan geometri matematika kelas III SDN Tamanan I Yogyakarta.
Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Diakses pada bulan April dari http://www.library.usd.ac.id/
Sadiman, S.A., Rahardjo, R., Haryono, A., Rahardjito. (2009). Media pendidikan
pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Semiawan, C.(2008). Belajar dan pembelajaran prasekolah dan sekolah dasar. Jakarta: PT Indeks.
Slamet, Y.S. (2014). Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas rendah
dan kelas tinggi sekolah dasar. Surakarta: UNS Press.
Subali, B. (2012). Prinsip assessment & evalusi pembelajaran. Yogyakarta: UNY Press.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan kuantitaf, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian dan pengembangan. Yogyakarta: Alfabeta. Sukmadinata, N.S. (2007). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Suparno, P. (2001) Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.
Suryana, D. (2016). Stimulasi dan perkembangan anak. Jakarta: Kencana. Trianto. (2010). Mengembangkan model pembelajaran tematik. Jakarta: Prestasi
Pustaka.
Wahana, P. (2016). Filsafat ilmu pengetahuan.Yogyakarta: Pustaka Diamond. Wena, M. (2009). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer. Jakarta: Bumi
Aksara .
Widjono, H. (2007). Bahasa Indonesia mata kuliah pengembangan kepribadian
di perguruan tinggi. Edisi revisi: cetakan ke 2. Jakarta: Grasindo.
Widoyoko, S.E. (2014). Penilaian hasil pembelajaran di sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Instrumen Identifikasi Potensi dan Masalah Lampiran 1. 1 Rekapitulasi hasil observasi
HASIL OBSERVASI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI JENIS DAN FUNGSI KATA DI KELAS IIIA
Hari/ tanggal: 8 September 2017 Jam : 07.00-12.00
Tempat : di lab dan di kelas SD Kanisius Eksperimental Mangunan Tujuan : Observasi ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan media
Pembelajaran Bahasa Indonesia di laboratorium dan di kelas
No Objek yang diamati Ya Tidak Deskripsi
1 Ada macam-macam
media pembelajaran di lab
√ Saat melakukan inventaris
media di lab SD Mangunan ternyata banyak sekali media IPA, IPS, Matematika dan olahraga, media bahasa Inggris
2 Ada media pembelajaran Bahasa Indonesia
√ Di lab ada media
pembelajaran Bahasa Indonesia tetapi sangat sedikit. Media Bahasa Indonesia hanya ada 4 jenis sedangkan media yang lain mencapai 20. Media ini seperti scrables dan media
sand paper latter (media
Montessori yang sering digunakan di kelas 1 dan 2)
3 Ada media-media konkret pembelajaran jenis dan fungsi kata Bahasa Indonesia.
√ Tidak ada media khusus
untuk kelas kata.
4 Ada macam-macam
media pembelajaran di kelas
√ Tidak ada
5 Ada media pembelajaran Bahasa Indonesia
√ Tidak ada
6 Ada media-media
konkret pembelajaran jenis dan fungsi kata Bahasa Indonesia.
√ Tidak ada
Observer
Lampiran 1.2 Rekapitulasi hasil wawancara
Lampiran 1.2.1 Hasil wawancara kepala laboratorium
HASIL WAWANCARA KEPALA LABORATORIUM SD KANISIUS EKSPERIMENTAL MANGUNAN
Hari/ tanggal/tempat: Gang Kwera, Gejayan 6 Desember 2017 Jam : 13.00-15.00
Tujuan :
1. Mengetahui permasalahan dan potensi yang dialami guru dan siswa dalam pembelajaran dan mengajaran Bahassa Indonesia.
2. Mengetahui informasi yang berkaitan dengan penyediaan media pembelajaran.
3. Mengetahui informasi yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran.
4. Mengetahui penelitian dan workshop yang pernah diikuti berkaitan dengan Montessori dan media-media pembelajaran.
5. Mengetahui saran untuk produk yang ingin dikembangakan peneliti.
No Indikator Pertanyaan wawancara Tanggapan
1 Identitas 1. SiapakahnamaIbu?
2. Pendamping kelas berapa?
3. Berapa kali dalam
seminggu melakukan
team teaching?
4. Kalau boleh tahu salah
satu topik dalam team
teaching?
1. Bu Bari (Nama samaran) 2. Pendamping guru kelas
III dan IV dan semiggu sekali saya melakukan
team teaching 3. Evaluasi, perencanaan pembelajaran dalam seminggu, refleksi. 2 Permasalahan yang ditemukan di kelas terkait pembelajaran Bahasa Indonesia
1. Permasalahan apa yang dijumpai dikelas berkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia?
2. Kesulitan apa yang dialami guru dalam pengajaran Bahasa Indonesia materi kelas kata?
1. Tulisan masih jelek, belum fasih dalam membaca, struktur bahasa juga belum baku 2. Kebanyakan struktur
bahasa guru-guru muda juga masih kurang. Guru harus kuat dalam struktur tata bahasa jika tidak bagaimana bisa mengajarkan anak-anak tata bahasa? 3 Solusi yang pernah ditawarkan 1. Bagaimana menemukan solusi bagi permasalahan yang ditemukan?
1. Selama ini kami belum pernah memikirkan tentang pentingnya anak
2. Seperti apa solusi itu? mempelajari tata bahasa dan berdasarkan refleksi yang ada kami menyadari pentingnya strutur tata bahasa oleh karena itu tahun depan kami mulai membuat pembelajaran tata bahasa sejak kelas 1 dengan level yang berbeda-beda. 4 Informasi berkaitan dengan penyediaan media pembelajaran a. Media pebelajaran Bahasa Indonesia yang sudah ada di sekolah b. Pengadaaan media pembelajaran Bahasa Indonesia c. kondisi alat peraga
1. Apakah ada media pembelajaran untuk kelas kata?
2. Jika ada apakah digunakan secara maksimal oleh guru? 3. Apakah pernah
bekerjasama dengan guru untuk membuat media pembelajaran Bahasa Indonesia?
4. Bagaimana kondisi alat peraga tersebut?
1. Ada, tahun lalu pernah dicoba media Montessori terbuat dari plastisin tetapi belum dilanjutkan karena plastisin biasanya tidak bertahan lama. 2. Belum digunakan secara
maksimal, banyak guru tahu bahwa media itu penting tetapi mungkin karena kurangnya waktu dan fasilitas dalam membuat media sehingga tidak membuatnya. 3. Belum pernah. 4. Tidak ada . 5 Penggunaan media Bahasa Indonesia dalam pembelajaran 1. Apakah penggunaan media mempengaruhi proses pembelajaran dikelas? 2. Apakah penggunaan media meningkatkan pemahaman siswa? 6 Penelitian yang pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan media pembelajaran 1. Apakah pernah melakukan penelitian yang berkaitan dengan media pembelajaran Bahasa Indonesia? 2. Berkaitan dengan media
pembelajaran apa?
1. pernah
membuat buku dari kumpulan cerita anak-anak
7 Workshop 1. Workshop atau pelatihan
di luar sekolah yang
1. Pernah dan biasanya disesuaikan dengan
pernah diikuti berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran yang maksimal?
2. Bagaimana aplikasi dari worksop tersebut 3. Apakah media tersebut
applicable di Sekolah
dasar? Apa alasan yang paling mendasar?
kebutuhan guru. seminar yang terakhir tentang penggunaan media Montessori di lab PGSD 2. Dua orang guru kelas 3
mencoba
mengaplikasikan apa yang dibuat yaitu wooden
symbol grammar untuk
pembelajaran tata bahasa. dan mengambangkan simbol lain untuk
memperkenalkan kepada anak tentang kalimat tanya.
3. Sangat applicable karena anak-anak lebih paham dengan simbol-simbol yang konkret.
8 Tanggapan
tentang
pentingnya materi jenis dan fungsi kata.
4. Menurut Ibu apakah Apakah siswa perlu diajarkan tentang kelas kata?
5. Mengapa penting untuk diajarkan?
4. Sangat penting
mempelajari kelas kata agar siswa dapat memahami apa yang dibaca atau ditulis. 9 Saran untuk
produk baru
1. Tetap membuat produk yang sama
2. Produk yang dibuat harus disesuaikan dengan kemampuan siswa 3. Sebaiknya fokus pada
kata benda, kata kerja, kata sifat, kata
keterangan, kata ganti, kata depan dan kata penghubung.
Lampiran 1.2.2 Hasil wawancara guru kelas III
HASIL WAWANCARA GURU KELAS IIIA SD EKSPERIMENTAL MANGUNAN
Hari/tanggal: 4 November 2017 Tujuan:
1. Mengetahui media yang digunakan guru dalam mengajarkan materi jenis dan fungsi kata.
2. Mengetahui metode yang digunakan guru dalam pengajaran.
3. Mengetahui kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pengajaran Bahasa Indonesia tentang jenis dan fungsi kata.
4. Mengetahui usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan. 5. Mengetahui saran produk baru yang akan dikembangkan peneliti. Topik
pertanyaan
No Pertanyaan
Wawancara
Jawaban Identitas Guru 1 Siapakah nama ibu
atau Bapak? Dani Metode Mengajar Apakah ada kompetensi khusus yang membahas tentang kelas kata?
Sepertinya tidak ada tetapi karena penting untuk membuat pola kalimat. Tidak tersirat langsung. Tapi biasanya membuat kalimat yang runtut. Anak-anak belum membuat kalimat sesuai dengan strukturnya.
2 Bagaimana ibu
mengajar Bahasa Indonesia
khususnya untuk materi jenis dan fungsi kata?
Metode permainan kata
3 Mengapa memilih
metode tersebut?
Karena menurut saya metode permainan tidak membosankan
4
Bagaimana
penerapan metode tersebut?
Saya meminta anak-anak untuk menulis kata-kata pada papan tulis kemudian
mengklasifikasikan kata-kata yang mirip. Selain itu juga mencoba menggunakan media tersebut. Meskipun tidak semua
kelas kata tetapi kata kerja, kata sifat dan kata benda. Ibu
membuat kalimat dan mereka mengidentifikasi dengan simbol-simbol. Penggunaan media pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas
5 Media apa yang
pernah digunakan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi kelas kata?
Setelah mengikuti pelatihan di lab Montessori saya dan Pa Dani mencoba menggunakan media (yang dimaksud wooden symbol
grammar)
6 Seperti apakah media tersebut?
Media ini berupa simbol-simbol dari kelas kata, ada banyak simbol. Kami membuat media ini dari plastisin dan dari bangun ruang 7 Bagaimana cara menggunakan penggunaan media tersebut? Apakah media tersebut masih digunakan?
Kami hanya menggunakan beberapa simbol saja yaitu kata kerja dan kata sifat. Yang berbentuk lingkaran dan piramida. Menjelaskan kepada anak jenis kata sesuai dengan simbol yang ada. Anak kemudian diberi LKS untuk mengidentifikasi kelas kata pada suatu kalimat
Media ini belum dilanjutkan lagi. 8 Bagaimana siswa menunjukan ketertarikan terhadap pembelajaran lewat media yang digunakan?
Anak ikut terlibat karena
membuat simbol-simbol ini dari plastisin.
9 Apakah ada
peningkatan hasil belajar siswa?
Ya, banyak siswa yang merasa terbantu dengan media ini.
Kesulitan guru dalam mengajar Bahasa
Indonesia
10
Apa kesulitan yang bapak/Ibu hadapi dalam mengajar Bahasa Indonesia tentang jenis dan fungsi kata?
Kesulitannya adalah membuat media. 11 Kesulitan yang dihadapi dalam memilih atau membuat media yang sesuai?
Tidak banyak tersedia media Bahasa Indonesia Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar 12 Bagaimana usaha yang dilakukan untuk menghadapi kesulitan tersebut?
Ya, setelah mengikuti pelatihan media di laboratorium PGSD kami mencoba membuat media berupa simbol-simbol dari plastisin untuk pembelajaran kelas kata. Pengaruh penggunaan media bagi pemahaman siswa
13 Apa Pengaruh atau efek yang
ibu/bapak alami saat menggunakan media
pembelajaran?
Nilai anak-anak lumaian. Efek yang benar-benar terasa yaitu ketika mereka diminta untuk bercerita semakin lebih runtut. Pengaruhnya: membuat kalimat jauh lebih tertata.
Saran untuk produk baru yang akan dikembangkan peneliti 14 Menurut Ibu/Bapak, media pembelajaran Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan siswa itu seperti apa?
Pembelajaran yang
menggunakan media konkret sehingga mempermudah siswa untuk memahami apa yang dipelajari.
15 Peneliti ingin membuat media Montessori untuk jenis dan fungsi kata dengan simbol-simbol yang menarik. Media ini terdapat 10 jenis kata. Menurut ibu apakah 10 kelas kata ini dipelajari di kelas III?
Menurut saya sangat baik tetapi sebaiknya tidak semua simbol diambil tetapi yang umum saja: kata benda, kata depan, kata keterangan, kata kerja, kata sifat, alasan mereka sering menggunakan tapi tkd tau apa itu. Aplikasinya jika membuat kalimat itu ada jenis kata kerja apa saja.
16 Jika tidak, jenis kata yang sering dipelajari apa saja Bu?
kata benda, kata depan, kata keterangan, kata kerja, kata sifat, kata keterangan 17
18
Media ini dapat digunakan oleh siswa dengan tingkat kelas yang berbeda-beda. Bagaimana menurut ibu? apa yang akan
membedakan di setiap jenjang?
Boleh saja, nanti yang akan membedakan adalah level pemahaman siswa dan tingkat kesulitan dalam kalimat.
Media Montessori juga mempuyai ciri-ciri kontekstual. Bagaimana pendapat ibu tentang aspek kontekstual dari media ini?
Ya, akan lebih baik lagi jika disesuaikan dengan konteks anak-anak. Misalnya
penggunaan nama.
19 Apa yang bisa Ibu/Bapak sarankan dalam pembuatan media ini? A) bentuk B) warna C) ukuran
Bentuk-bentuknya kalau bisa berbeda-beda karena anak-anak akan bingung tetapi jika pada metode Montessori simbol-simbol tersebut mempunyai filosofi maka sebaikanya menggunakan simbol tersebut.
Lampiran 1.2.3 Hasil wawancara siswa
HASIL WAWANCARA SISWA KELAS III A SD KANISIUS EKSPERIMENTAL MANGUNAN
Hari/ tanggal: 24 November 2017 Jam : 11.00-11.15 Tempat : Ruang kelas IIIA Tujuan :
1. Mengetahui pendapat siswa tentang pelajaran Bahasa Indonesia materi kelas kata.
2. Kesulitan yang dihadapai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
3. Penggunaan media dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
No Pertanyaan Jawaban
1 Siapa namamu? A, B, C, D, E, dan F
2 Apakah kalian menyukai
pelajaran Bahasa Indonesia?
Suka karena jawaban di dapat dalam bacaan yang telah tersedia
Tidak suka: karena bacaannya panjang-panjang
3 Apakah pernah
menggunakan media dalam pembelajaran?
Pernah, media matematika seperti stick
ice cream, sedotan, sandal,
manik-manik, dll.
4 Bagaimana dengan media
Bahasa Indonesia?
Belum pernah menggunakan media Bahasa Indonesia jadi sulit
dibayangkan
Ha! Belajar Bahasa Indonesia peke media? Yang seperti apa tu. Belum pernah, tapi klu sudah pernah coba pasti bisa!
Belum Pernah! dikasih bacaan dan latihan soal.
Lampiran 1.2. 4 Hasil Wawancara Siswa Post-Ujicoba Lapangan
No Pertanyaan Jawaban
1 Bagaimana perasaan kalian setelah belajar dengan media SK 3D?
Senang bisa belajar dengan media meskipun lelah dan waktu bermain berkurang.
yang aku suka medianya bukan belajarnya
2 Apakah media ini
membantu kalian untuk belajar?
Apakah masih ingat simbol-simbol yang dipelajari?
Bagaimana kamu mengingat jika melihat simbol?
Iya, sekarang lebih mengerti dari pada sebelumnya.
masih ingat
Lingkaran merah itu kata kerja karena bergerak seperti bola aku ingat jembatan warna hijau
itu kata depan
yang warna pink itu kata penghubung
Lampiran 2 Instrumen Penelitian
Lampiran 2.1 Uji validitas instrumen tes
Uji Validitas instrumen tes dilakukan oleh ahli Bahasa Indonesia dan Guru Kelas III
Lampiran 2. 2 Rekapitulasi Uji Validitas Instrumen Pretest
Keterangan: Uji validitas instrumen pretest diisi oleh 2 penilai yaitu Dosen Bahasa Indonesia dan Guru kelas III
Indikator Soal Pretest
Petunjuk:
Isilah jawaban pada kolom yang berisi titik-titik! Jumlah penilaian per skor 1 2 3 4 Menyebutkan kelas kata/jenis kata
Contoh kata Jenis kata/ kelas kata
1. kursi ………. 2 2. dan ………. 2 3. makan ………. 2 4. di ………. 2 5. aku ………. 2 6. Okka ………. 2 7. Marah ………. 2 8. sangat ………. 2 Menyebutkan contoh kelas kata/jenis kata
Jenis kata/ kelas kata Contoh kata 9. kata sifat ………. 2 10. kata benda ………. 2 11. kata kerja ………. 2 12. kata depan ………. 2 13. kata penghubung ………. 2 14. kata keterangan ………. 2
15. kata ganti
……….
2
Jumlah skor 120
rerata 4
Lampiran 2. 3 Rekapitulasi Uji Validitas Instrumen Posttest
Keterangan: Uji validitas instrumen posttest diisi oleh 2 penilai yaitu Dosen Bahasa Indonesia dan Guru kelas III
indikator Soal post-test
Petunjuk:
Isilah jawaban pada kolom yang berisi titik-titik Jumlah penilai perskor 1 2 3 4 Menyebutkan kelas kata/jenis kata Menyebutkan contoh kelas kata/jenis kata pensil ……… 2 bahagia ……… 2 atau ……… 2 ………… Kata penghubung 2 …… Kata benda 2 di ……… 2 lari ……… 2 ……… Kata depan 2 belajar ……… 2 Selly ……… 2 dengan ……… 2 Marah ……… 2 ke ……… 2 …….. Kata kerja 2
harus ……… 2 kuda ……… 2 sedang ……… 2 jalan ……… 2 ………… Kata sifat 2 Merah ……… 2 Jumlah Skor 160 rerata 4
Lampiran 2. 4 Lembar Penilaian Isi Instrumen Validasi Produk
Lampiran 2.4. 1Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Validasi Produk Media dan Album
No Penilaian Skor Per Items Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Lampiran 3 Validasi Produk Oleh Ahli
Lampiran 3. 1 Lembar Validasi Produk oleh ahli
Keterangan: Validasi produk dilakukan oleh tiga ahli yaitu ahli Bahasa Indonesia, ahli Montessori dan guru kelas III.
Lampiran 4 Ujicoba Lapangan Terbatas Lampiran 4. 1 Soal pretest
Nama: ____________ Kelas: _____________ Sekolah:____________
Isilah kolom yang diberi titi-titik dengan jawaban yang tepat!
Contoh kata Jenis kata
1. kursi ……… 2. dan ……… 3. makan ……… 4. di ……… 5. aku ……… 6. Okka ……… 7. marah ……… 8. sangat ………
Contoh kata Jenis kata 9. kata sifat ……… 10. kata benda ……… 11. kata kerja ……… 12. kata depan ……… 13. kata penghubung ……… 14. kata keterangan ……… 15. kata ganti ……… Selamat bekerja!
Lampiran 4.2 Soal posttest
Nama: _____________ Kelas: _____________ Sekolah: _____________
Petunjuk: Isilah baris-baris yang diberi titik-titik dengan jawaban yang tepat!
NO CONTOH KATA JENIS KATA
1 pensil ……… 2 bahagia ……… 3 atau ……… 4 ……… kata penghubung 5 ……… kata benda 6 di ……… 7 lari ……… 8 ……… kata depan 9 belajar ……… 10 Selly ……… 11 dengan ……… 12 marah ……… 13 ke ……… 14 ……… kata kerja 15 harus ……… 16 kuda ……… 17 sedang ……… 18 jalan ……… 19 ……… kata sifat 20 marah SELAMAT BEKERJA! Terimakasih atas kerjasamanya
Lampiran 4. 4 Lembar hasil ujian posttest
Lampiran 11 Dokumentasi Ujicoba Lapangan terbatas
Pertemuan I guru memperkenalkan simbol kata kerja, kata sifat dan kata benda
Three periode lesson activity
Siswa menggunakan media simbol kata 3D dan aktivitas kartu
Aktivitas pemasangan kartu oleh siswa secara mandiri
Lampiran 12 Curiculum Vitae
CURRICULUM VITAE
Fransisca Mbawo adalah anak kedua dari lima bersaudara. Lahir di Kupang, NTT, 08 Juli 1988. Pendidikan Dasar diperoleh di SD INPRES Siso lulus pada tahun 2000. Pendidikan menengah pertama di SMP Vianey Soe, lulus tahun 2003. Pendidikan menengah lanjutan diperoleh di SMA N 4 Kupang-NTT lulus tahun 2006. Melanjutkan formasi sebagai biarawati sejak tahun 2006 sampai sekarang.
Pada tahun 2014 peneliti terdaftar sebagai mahasiswi universitas Sanata Dharma, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pendidkan di perguruan tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Media Simbol Kata Tiga Dimensi Berbesis Metode
Montessori untuk Membantu Siswa Sekolah Dasar Memahami Kelas Kata Bahasa Indonesia”.