• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran-saran

Dalam dokumen DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR (Halaman 107-125)

BAB VI PENUTUP

6.2. Saran-saran

Saran-saran yang dapat diberikan sehubungan dengan hasil penelitian dan kesimpulan ini adalah sebagai berikut :

1. Perlu adanya perhatian pimpinan Dinas Perhubungan Kota Makassar untuk lebih memperhatikan faktor kepuasan kerja, seperti masalah gaji, kerja sama, pelaksanaan promosi jabatan dan tunjangan kesehatan.

2. Perlunya ditingkatkan faktor komitmen organisasi guna dapat meningkatkan kinerja pegawai Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan angkutan jalan Dinas Perhubungan Kota Makassar, seperti : pemantapan pendidikan dasar anggota baru, pendidikan lanjutan anggota lama, penanaman visi dan misi kepada seluruh pegawai Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan kota Makassar.

3. Faktor kepemimpinan tetap diperhatikan dengan menanamkan sifat kepemimpinan kepada seluruh pegawai Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan agar ada regerasi pemimpin yang dapat memotivasi untuk meningkatkan kinerja pegawai pada Seksi Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan jalan Dinas Perhubungan kota Makassar.

DAFTAR PUSTAKA

Ardana, I Komang dkk, 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Graha Ilmu

Baihaqi, Muhammad Fauzan. 2010. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Iintervening (Studi Pada PT. Yudhistira Ghalia Indonesia Area Yogyakarta).Jurnal Universitas Diponegoro Semarang.

Badeni. 2013. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. cetakan pertama.Bandung:

Penerbit Alfabeta.

Badjuri & Yuwono. 2005. Kebijakan Publik, Konsep, dan Strategi. Semarang : Universitas Dipenogoro

Bangun, Wilson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi pertama, cetakan pertama.Jakarta : Erlangga.

Bass, B.M dan Avolio. 1990. “The Implications of Transaksional and Transformational”, Team and Organization Development, 4, p.231-273 Bass, B.M. dan Avolio, 1997. “Does The Transactional-Transformational

Leadership Paradigm Transcend Organizational and National Boundaries?”, Journal American Psychologist, 52: 130-139

Darwito. 2008. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi Untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai (Studi pada RSUD Kota Semarang). Tesis Universitas Diponegoro Semarang.

Fahmi, Irham. 2016. Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi pertama.

Jakarta : Mitra Wacana Media Group.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikai Analisis Multivarite dengan SPSS, cetakan Keempat, BadanSemarang : Universitas Diponegoro.

Gibson. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga.

Handoko, T. Hani. 2012.Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.

Yogyakarta : BPFE.

Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia:

Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai (cetakan kelima). Jakarta : Grasindo.

Indrayani, Murni. 2012. Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Jurnal Manajemen Universitas Hasanuddin Makassar

Istijanto. Oei. 2010. Riset Sumber Daya Manusia, Cetakan Keempat.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Laffaldano, M.T., & PM Muchinsky. 1985. “Job Satisfaction and Job Performance: A Meta Analysis”, Psycological Bulletin.

Judge dan Bono. 2000. “Five-Factor Model of Personality and Transformational Leadership”, Journal of Applied Psychology, 85 (5): 751- 765.

Mangkunegara, A. P. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.

Bandung : Remaja Rosdakarya.

Mangkuprawira, Sjafri. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Edisi kedua. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Maryani, Dwi dan Bambang Supomo. 2001. Studi Empiris Pengaruh Kerja terhadap Kinerja Individual, Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Volume 3.

Masrukin dan Waridin. 2006. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan kerja, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Ekobis, Vol.7, No.2. Hal.197-.209.

Mayer, BM, Ravlin, EC and Adkins,C.L. 1991. A Work Value Approach to Comparate Culture : a field test of the value congruence process and its relationship to individual outcomes. Journal of applied psychology.7(3) Mondy, R. Wayne. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Erlangga.

Morrison, Kimberly. 1997. “How Franchise Job Satisfaction and Personality Affects Performance, Organizational Commitment, Franchisor Relations, and Intention to Remain”, Journal of Small Business Management, Vol.35, No. 3, p.39

Morrow, Mc Elroy dan Blum. 1988. “Work Commitment Among Departement of Transfortation Employees, Profesional Notes,” Review of Public Personnel Administration, Vol 8, No.3, p. 96-104

Mudrajat, Kuncoro. 2011. Metode Kuantitatif : Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta : UPP STIM YKPN

Nugraha, Yuda Pratama. 2014. Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Komitmen Organisasi dan Dampaknya Pada Kinerja Pegawai (Studi Kasus Pada Pegawai PT. Blue Bird Group Pool Daan Mogot).

Jurnal Universitas islam Negeri syarif Hidayatullah Jakarta 97

98

Ogbonna, Emmanuel and Harris, Lloyd C, 2000, ”Leadership Style, Organizational Culture and Performance: Empirical Evidence From UK Companies, ” International Journal of Human Resource Management 11:4 August, p.766-788.

Ostroff, C., 1992, “The Relationship Between Satisfaction Attitudes and Performance an Organization Level Analysis”, Journal of Applied Psychology. Vol.77. No. 68. p. 933-974

Pahmi. 2012. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Komitmen Organisasi pada Rumah Sakit Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang. Tesis Universitas Hasanuddin Makassar

Panggabean, Mutiara S. 2011, Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor : Ghalia Indonesia.

Pasolong, Harbani. 2013. Kepemimpinan Birokrasi cetakan ketiga. Bandung : Alfabeta.

Petty, M.M., G.W. McGee, and J.W. Cavender, 1984, “A Meta-Analysis of the Relationships Between Individual Job Satisfaction and Individual Performance”, The Academy of Management Review, Vol. 9, No. 4, pg.712-721

Poerwaningrum, Hesti Eko dan Frans Sudirjo. 2016. Pengaruh Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja(Studi kasus Guru SD Hj Isriati baiturahman I Semarang). Serat Acytia-Jurnal Ilmiah UNTAG Semarang-ISSN-2302-2752,Vol-5, No.1.

Priansa, Donni Juni. 2014. Perencanaan dan Pengembangan Sumber DayaManusia, cetakan pertama. Bandung : Alfabeta.

Purba, D.E. dan Seniati, A.N.L. 2009. Pengaruh kepribadian dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior. Makara, Sosial Humaniora, 8 (3), 105-111

Putra, Siswanto Wijaya. 2015. Pengaruh Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Terhadap Kinerja Pegawai pada Industri Kecil. Jurnal Ekonomi. Home >Archives>Vol 11, No 1 (2015)

Raharjo, Susilo Toto dan Nafisah, Durrotun. 2006. “Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan Kinerja Karyawan (Studi Empiris Pada Departemen Agama Kabupaten Kendal dan Departemen Agama Kota Semarang)”. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi, 3: 2. Semarang: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Rivai, Veithzal. dan Deddy Mulyadi. 2013. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Edisi ketiga. Cetakan kesepuluh. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Rivai, Veithzal dan Ella Jauvani Sagala. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori ke Praktik. Cetakan ketiga: Jakarta : Rajawali Pers.

Robbins, Stephen dan Timothy A. Judge. 2015. Perilaku Organisasi Organizational Behavior. Edisi keenambelas. Jakarta : Salemba Empat.

Sanjawani, I Made Amerthadi dan I Wayan Suana. 2016. Pengaruh Kepemimpinan Trasnformasional, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Bagus Hayden Hotel Kuta, Bali.

Universitas Udayana. Fakultas Ekonomi Jurursan Manajemen. Vol.5 No.

2.

Sarwoko, Endi. 2010. Pengaruh Budaya Organisasi dan Komitmen Terhadap Kinerja Karyawan. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.

Sedarmayanti. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi dan manajemen Pegawai negeri Sipil. Edisi revisi. Bandung : Refika Aditama.

Sopiah. 2012. Perilaku Organisasional. Edisi pertama. Cetakan keempat.

Yogyakarta: Andi.

Steer & Porter. 1991. Motivation and Work Behavior, International Student, edition, second, edition. Singapore : Mc. Graw, Hill.

Sudarmanto. 2009. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM : Teori Dimensi Pengukuran dan Implementasi Dalam Organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sutrisno, Edy. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi pertama. Cetakan kedua. Jakarta : Kencana Prenada.

Suwatno, dan Donni Juni Priansa, 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia, Dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Cetakan pertama. Bandung : Alfabeta.

Sunyoto, Danang. 2015. Teori Perilaku Keorganisasian. Cetakan pertama.

Yogyakarta : CAPS.

Taurisa, Chetrina Melina. 2012. Analisis pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional dalam meningkatkan kinerja karyawan (Studi pada PT. Sido Muncul Kaligawe Semarang).

Program Magister Manajemen. Universitas Diponegoro. Jawa Tengah.

99

Thoha, Miftah. 2012. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Implikasinya.

Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa.

Tsui, Anne S, Jone L, and Lyman W. Perter. 1997. Alternative Approcheas to the Employee Organization Relationship: Does Investment in Empoyee Payy off? Acadamey of Management Journal. Vol. 40 No. 5. Pp 1089 - 1121 Wiranata, Anak Agung. 2011. Pengaruh Kepemimpinan terhadap Karyawan dan

Stres Karyawan (Studi Kasus : CV. Mertanadi) Jurnal Ilmiah Teknik Sipil.

Vol 5 No. 2

Wirawan, 2013. Teori Kepemimpinan. Jakarta : Uhakam.

Yuliawan, Adhi Krisna dan I Wayan Gede Supartha. 2012. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap komitmen Organisasi, Kepuasan Kerja dan Kinerja (Studi pada Pegawai di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Denpasar) Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia

Yukl, Gary. 2010. Kepemimpinan Dalam Organisasi. Edisi Kelima. Jakarta : Indeks.

LAMPIRAN

Dinas Perhubungan Kota Makassar. Responden berjumlah 10 orang dari angkatan 2013-2016.

I. KEPEMIMPINAN

a. Bagaimana kepemimpinan yang Anda rasakan di Seksi Ketertiban Lalulintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Makassar ?

Angkatan (tahun) Inisial Pendapat

2013 Z “kepemimpinan yang saya rasakan sekarang sudah lebih baik, sebelumnya saya pindah regu karena tidak puas dengan pimpinan saya.”

2014 L “ komandan saya berlaku adil kepada seluruh anggota, walaupun ada juga yang kepala batu dan kadang melanggar waktu, komandan saya tetap berusaha pro-aktif untuk membina anggota. “

2015 R “ Mulai dari komandan regu, pengawas dan koordinator menurut saya memiliki cara berbeda-beda dalam memimpin tapi tujuannya tetap untuk membina anggota agar disiplin.”

2015 D “ kepemimpinan yang saya rasakan sangat bagus tapi kadang anggota masih kurang memperhatikan instruksi dari komandan.”

2015 A “ kepemimpinan menurut saya sampai saat ini sangan bagus”

2015 E “ komandan dulu cukup keras mungkin karena saya malas, tapi sekarang saya sudah paham maksud komandan saya hanya untuk membina anggota jadi sekarang saya sudah

saya sangat baik.”

2015 AK “ menurut saya komandan saya memimpin dengan penuh kekeluargaan, merangkul anggota seperti anak sendiri, walaupun kadang kita semua dimarahi kalau kurang disiplin.”

2016 M “kepemimpinan yang saya rasakan sangat baik karena memberi contoh yang baik untuk anggota.”

2016 B “komandan saya baik dan royal, tergantung anggota mau mendengar arahan atau tidak.”

2016 T “ kepemimpinan dari komandan saya, beliau sangat baik.”

b. Ada 4 tipe gaya kepemimpinan yaitu :

- Kepemimpinan direktif, gaya kepemimpinan ini sama dengan kepemimpinan yang otokratis . bawahan tahu pasti apa yang diharapkan darinya dan pengarahan khusus diberikan oleh pimpinan. Dalam model ini tidak ada partisipasi dari bawahan.

- Kepemimpinan yang mendukung (supportive leadership). Pemimpin model ini mempunyai kesediaan untuk menjelaskan sendiri, bersahabat, mudah didekati, dan mempunyai perhatian kemanusiaan yang murni terhadap para bawahannya.

- Kepemimpinan partisipasif. Pada gaya kepemiminan ini, pemimpin berusaha meminta dan menggunakan saran-saran dari para bawahannya. Namun, pengambilan masih berada padanya.

- Kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi. Gaya kepemimpinan ini menetapkan serangkaian tujuan untuk menantang pada bawahannya untuk berpartisipasi. Pimpinan juga memberikan keyakinan kepada mereka bahwa mereka mampu melaksanakan tugas pekerjaan mencapai tujuan secara baik.

langsung Anda ?

Kepemimpinan direktif

Kepemimpinan yang mendukung

(supportive leadership)

Kepemimpinan partisipasif

Kepemimpinan yang berorientasi

pada prestasi Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial

2013 Z 2014 L 2015 R - -

2015 AK 2015 D

2016 M 2015 A

2015 E

2016 B

2016 T

c. Menurut Anda, apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja anggota Seksi ketertiban dan lalulintas angkutan jalan Dinas Perhubungan Kota Makassar?

Berpengaruh Tidak

berpengaruh Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial

2013 Z

2014 L

2015 R

2015 D

2015 A

2015 E

2015 AK

2016 M

2016 B

2016 T

a. Menurut Anda, bagaimana kepuasan kerja yang Anda rasakan di Seksi Ketertiban Lalulintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Makassar ?

Angkatan (tahun) Inisial Pendapat

2013 Z “ Alhamdulillah, walaupun masih berstatus kontrak tapi kita harus syukuri. Karena apa yang kita syukuri Insya Allah akan ditambahkan rezeki kita.”

2014 L “yah walaupun insentif masih belum memadai, tapi secara umum sudah puas dengan promosi jenjang karir dari pimpinan. “

2015 R “puas dalam arti mensyukuri apa yang didapat sekarang, karena akhir tahun katanya insentif akan ditingkatkan lagi.”

2015 D “memiliki seragam saja, sudah menjadi kepuasan tersendiri bagi saya. Kalau masalah insentif tidak masalah, nanti juga pasti akan disesuaikan.”

2015 A “ kepuasan kerja menurut saya tidak mesti dengan insentif yang tinggi, walaupun memang kami akui masih kurang tapi akan disesuaikan, apalagi kalau banyak kegiatan akan menambah penghasilan tiap bulannya. ”

2015 E “jujur, awalnya saya tidak puas dengan insentif. Tapi semakin lama, sudah dapat kegiatan, sudah dapat banyak teman artinya banyak rezeki.”

2015 AK “saya senang dengan seragam saya, ibu saya suka sekali lihat kalau saya berangkat ke lapangan. Mungkin terkesan sepele, apalagi insentif masih minim. Tapi kami yakin di

2016 M “mungkin sudah banyak yang tahu kalau insentif tenaga kontrak di Dinas Perhubungan masih belum sesuai UMR, tapi bukan hanya saya saja yang merasakan. Seluruh anggota kontrak merasakan hal itu. Tapi dengan banyak teman, menambah pergaulan, jadi lebih banyak yang bisa bantu.

Membantu dalam hal informasi dan dalam hal lain juga.”

2016 B “saya cukup puas, karena lingkungan saya sangat baik dan mendukung jadi pekerjaan terasa ringan karena bersama-sama teman anggota Dishub.”

2016 T “ sangat puas, karena ini cita-cita saya bekerja di lapangan jadi tidak masalah insentif belum memadai karena pasti akan menyesuaikan kedepannya, Amin.”

b. Selanjutnya, ada beberapa indikator yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu : - Kepuasan finansial, kaitannya dengan jaminan serta kesejahteraan pegawai yang

meliputi system dan besarnya gaji, jaminan social, macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan , promosi dan sebagainya.

- Kepuasan fisik, kaitannya dengan kondisi fisik pegawai. Mencakup, jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja dan istirahat, perlengkapan kerja, keadaan suhu atau ruangan, penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan dan umur pegawai.

- Kepuasan sosial, kaitannya dengan interaksi social antar sesame pegawai dengan atasan maupun antar pegawai yang berbeda jenis pekerjaannya dan dengan lingkungan sekitar.

- Kepuasan psikologi, kaintannya dengan kejiwaan pegawai. Mencakup, minat, ketentraman dalam bekerja, sikap terhadap kerja, bakat dan keterampilan.

dalam bekerja di Seksi Ketertiban Lalulintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubngan Kota Makassar?

Kepuasan finansial Kepuasan fisik Kepuasan sosial Kepuasan psikologi Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial

2014 L 2015 D 2013 Z

2015 A 2016 B 2016 T

2015 E 2016 M

2015 AK

2015 R

c. Menurut Anda, apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja anggota Seksi ketertiban dan lalulintas angkutan jalan Dinas Perhubungan Kota Makassar?

Berpengaruh Tidak

berpengaruh Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial

2013 Z

2014 L

2015 R

2015 D

2015 A

2015 E

2015 AK

2016 M

2016 B

2016 T

a. Menurut Anda, bagaimana komitmen organisasi yang Anda rasakan di Seksi Ketertiban Lalulintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Makassar

Angkatan (tahun) Inisial Pendapat

2013 Z “ Alhamdulillah, saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik buat Dinas Perhubungan. Minimal, saya tidak pernah terlambat jika jam jaga.”

2014 L ( L – 2014 ) “saya pribadi tidak mau makan gaji buta, semaksimal mungkin akan melaksanakan tugas.

Mengutamakan jam kerja, cintai Dinas Perhubungan. “ 2015 R ( R – 2015 ) “komitmen untuk menuju masa depan lebih

baik. Di tempat lain mungkin ada lebih tinggi insentifnya tapi saya memilih bertahan di Dinas Perhubungan.”

2015 D “Insya Allah, saya berkomitmen untuk tetap di Dinas Perhubungan. Sudah terlanjur nyaman.”

2015 A “ bentuk komitmen saya terhadap Dinas Perhubungan contohnya keperluan lain dilakukan saat diluar jam operasi atau atau jam tugas. ”

2015 E “kalau saya bekerja sesuai perintah dan saat ini tidak berfikir untuk keluar dari Dinas Perhubungan.”

2015 AK “bekerja sesuai Surat Perintah dan berusaha loyal demi masa depan.”

2016 M “bekerja semampu saya, berusaha loyal namun jagan dipaksa tenaga biar tidak drop dan berakibat kosongnya

2016 B “berkomitmen bekerja sesuai Surat Perintah dan perintah atasan.”

2016 T “ kalau saya akan berusaha untuk menjaga nama Dinas Perhubungan dengan memaksimalkan kinerja saya .”

b. Selanjutnya, menurut Mowday yang dikutip Sopiah (2012 : 157) menyatakan ada tiga aspek komitmen antara lain :

- Affective commitment, yang berkaitan dengan adanya keinginan untuk terikat pada organisasi. Individu menetap dalam organisasi karena keinginan sendiri.

Kunci dari komitmen ini adalah want to.

- Continuance commitment, adalah suatu komitmen yang didasarkan akan kebutuhan rasional. Dengan kata lain, komitmen ini terbentuk atas dasar untung rugi, dipertimbangkan atas apa yang harus dikorbankan bila akan menetap pada suatu organisasi. Kunci dari komitmen ini adalah kebutuhan untuk bertahan (need to )

- Normative commitment, adalah komitmen yang didasarkan pada norma yang ada dalam diri pegawai, berisi keyakinan individu akan tanggung jawab terhadap organisasi. Ia merasa harus bertahan karena loyalitas. Kunci dari komitmen ini adalah kewajiban untuk bertahan dalam organisasi (ought to)

terhadap Dinas Perhubungan ?

Affective commitment Continuance commitment Normative commitment Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial 2013

2014 2015 2015 2016 2016

Z L D A M T

2015 R 2015

2015 2016

E AK B

Menurut Anda, apakah komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja anggota Seksi ketertiban dan lalulintas angkutan jalan Dinas Perhubungan Kota Makassar?

Berpengaruh Tidak

berpengaruh Angkatan

(tahun) Inisial Angkatan

(tahun) Inisial

2013 Z

2014 L

2015 R

2015 D

2015 A

2015 E

2015 AK

2016 M

2016 B

2016 T

Dalam dokumen DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR (Halaman 107-125)

Dokumen terkait