• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

C. Saran

Berdasarkan penelitian ini mengenai “Pembelajaran Mitigasi Bencana Alam Materi Gempa Bumi Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal 42 Ciputat” maka saran yang dapat diberikan diantaranya sebagai berikut:

1. Bagi Orang Tua

Para orang tua hendaknya mampu memberikan edukasi mitigasi bencana alamdari rumah. Orang tua juga diharapkan dapat menyiapkan diri dari keluarganya menghadapi bencana alam.

2. Bagi Guru TK/RA

Para guru hendaknya menjadikan pembelajaran mitigasi bencana alam yang lebih kreatif, menggunakan berbagai metode seperti metode bercerita, metode simulasi, metode bernyanyi dan lain-lain.

3. Bagi Siswa

Guru dan orang tua membangun kesadaran dan kesiapsiagaan anak usia dini untuk menghadapi bencana alam.

4. Bagi Sekolah

Sekolah diharapkan memfasilitasi untuk meningkatkan kompetensi guru mengimplementasi mitigasi bencana alam. Seluruh pendidik diharapkan dapat mengikuti kegiatan workshop mitigasi bencana alam.

5. Bagi Pemerintah

Pemerintah diharapkan mampu merancang program pembelajaran mitigasi bencana alam untuk anak usia dini dan memberikan pelatihan mitigasi bencana alam kepada guru Taman Kanak-kanak agar guru-guru tersebut dapat menerapkan program mitigasi bencana alam dengan baik dan sesuai standar kompetensi.

6. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam dengan berbagai literatur tambahan untuk meneliti tentang pendidikan mitigasi bencana alam sesuai pedoman pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) misalnya seperti penelitian tentang implementasi pembelajaran bencana alam lainnya untuk anak usia dini yang menggunakan berbagai metode penelitian empiris, kuantitatif, dan kualitatif, serta penelitian filosopis dan kajian pustaka.

106

DAFTAR PUSTAKA

Aditya, Putra. Pelatihan Mitigasi Bencana Kepada Anak Anak Usia Dini, Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan. Vol. 3, No.2, Mei 2014.

Afiyanti, Yati. Validitas dan Reliabilitas Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 12 No 2, 2018.

Ainiyah, Qurrotul. Social Learning Theory dan perilaku agresif anak dalam keluarga. Jurnal Ilmu Syar’iah dan Hukum, Vol.2, Nomor 1, Januari-Juni 2017.

Al-Qur’an surat Al-Hadid ayat 22

Amiruddin., dan Rais, Muhammad. Disaster Mitigation Education Model Based Social Learning Theory. International Conference on Education and Technology, ISBN: 978-602-9075-05-2, 2015.

Annisa, DP. “Pentingnya Pendidikan Untuk Penanggulangan dan Darurat Bencana”, https://nasional.kompas.com, 30 Juni 2019.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2002.

Asmariani, Konsep Media Pembelajaran PAUD, Jurnal Al-Afkar, Vol. VNo. 1, 2016.

Azmi, Zul. Memahami Penelitian Kualitatif Dalam Akuntansi. Sumatera Utara, volume 11, 2018.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana, Edisi 2017.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. http://bnpb.cloud/dibi/tabel1a, 01 Agustus 2019

CNBC Indonesia. “BMKG: Terjadi 673 Gempa di Agustus 2019, 3 Gempa Merusak”, www.cnbcindonesia.com,13 Desember 2019.

Dewi, Citra. “Kisah di Balik 3.000 Siswa yang Selamat dari Tsunami Jepang”, https://m.liputan6.com,17 Juli 2019.

Djunaedi, M. Ghony., dan Almanshui, Fauzan. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016.

Dolong Jufri H.M, Sudut Pandang Perencanaan Dalam Pengembangan Pembelajaran, Volume V, Nomor1, 2016.

F Dennis, Niode., Dkk. Geographical Information System (GIS) untuk Mitigasi Bencana Alam Banjir di Kota Manado. Jurnal Teknik Elektrodan Komputer, Vol. 5 No. 2 ,2016.

Fitri Eka Annisa, Dkk, Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini, Jurnal Potensia, Vol.2 No. 1, 2017.

Hermon, Dedi. Geografi Bencana alam. Depok: PT Raja Grafindo Persada, 2015.

Izadkhah Y.O, Hosseini M, Earthquake Disaster Planning In Nurserry Schools, National Conference on Earthquake Engineering, 2006, San Fancisco, California, USA. h, 3

Latif, Mukhtar., Dkk. Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi. Jakarta: Kencana, 2013.

Latip, Abdul. “Pentingnya Penerapan Pendidikan Mitigasi Bencana di Sekolah”, https://Kompasiana.com 20 September 2019.

Mustofa, Arief Nur. Gempa Bumi, Tsunami dan Mitigasinya. LIPI Kebumen: Jurnal Geografi, Vol. 7 No. 1 Januari. 2010.

Nuraini, Lailatul., Dkk. An Innovation of Disaster Mitigation Based on Physics Learning Using Earthquake Media Model in Improving Students Scientific Literacy and Disaster Awarness. CISAK journal, 2013.

Nurfuadi. Profesionalisme Guru. Purwekerto: STAIN Press, 2012.

Nurjanah. Manajemen Bencana. Bandung: Penerbit alfabeta, 2012.

Pane, Aprida. Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol 03 No. 2 Desember, 2017.

PAUD Jateng, www.paud.id, 24 November 2015

Pedoman Penulisan Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, 2015.

Pengelola Web Kemendikbud. “Siswa Indonesia Akan Dibekali Pendidikan Mitigasi Bencana”, https://www. Kemendikbud.go.id, 22 September 2019

Rachmawati, Yeni., dan Kurniati, Euis. Strategi Pengembangan Keativitas Pada Anak Usia Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Rahma, Aldila. Implementasi Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Melalui Pendidikan Formal. Jurnal Varia Pendidikan, Vol.30, No.1, Juli 2018.

Rosyida, Ainun., Dkk. Analisis Perbandingan Dampak Kejadian Bencana Hidrometerologi dan Geologi Di Indonesia Dilihat Dari Jumlah Korban Dan Kerusakan. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, Vol. 10, No. 1.

2019.

Sanjaya, Wina. Penelitian Pendidikan jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta:

Kencana, 2013.

Solfiah Yeni, Dkk. The Knowledge of Early Childhood Education Teachers About Natural Disaster Management. Journal Of Islamic Early Childhood Education, Vol.2, No. 1 April 2019.

Sugiono. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV, 2011.

Suhardjo, Dradjat. Arti Penting Pendidikan Mitigasi Bencana Dalam Mengurangi Resiko Bencana. Yogyakarta: Cakrawala Pendidikan, 2011.

Sukandarrumidi. Bencana Alam dan bencana Anthropogene. Yogyakarta, kanisius, 2010.

Sulistyaningsih. Metodologi Penelitian Kebidanan Kuantitatif – Kualitatif.

Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.

Sunhaji. Konsep Manajemen Kelas dan Implikasinya Dalam Pembelajaran. Jurnal Kependidikan, Vol. II No. 2 November, 2014.

Supartini, Eny. Membangun Kesadaran, Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2017.

Syaodih, Nana Sukmadinata. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rosda, 2011.

T Apronti, Pricilla., Dkk. Education For Disaster Risk Reduction (DRR): Linking Theory with Practice in Ghana’s basic Schools. Jurnal Sustainability, ISSN 2071-1050, 2015.

Tumbelangka, Sonny. “Jika Ada Kurikulum Bencana, Maka Apa Saja Yang Harus Diajarkan”, https://www.BBC.News, 08 September 2019.

Tondobala, Linda. Pendekatan Untuk menentukan Kawasan Rawan Bencana Di Pulau Sulawesi, Manado: Jurnal Sabua, Vol.3, No.3: 40-52, 2011.

Utomo, Hadi., Dkk. Pedoman Standar Layanan Kesiapan Keluarga hadapi Bencana. Jakarta: Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, 2018.

Wirma, A., Dkk. Analisis Rekahan Gempa Bumi dan Gempa Bumi Susulan Dengan Menggunakan Metode Omori. Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika, jilid 8 no 3, 2012.

Lampiran 1: Surat Permohonan Izin Penelitian

Lampiran 2: Surat Keterangan Penelitian

Lampiran 3: Instrumen Wawancara

INSTRUMEN WAWANCARA Partisipan :

Narasumber : Jenis Kelamin :

Tanggal :

Tempat :

No Fokus Penelitian Pertanyaan

1. Pemahaman

Pembelajaran Mitigasi bencana alam

1. Apakah bencana alam itu? Jelaskan definisi dari bencana alam.

2. Apa yang anda ketahui tentang pembelajaran mitigasi bencana alam?

3. Apakah maksud dan tujuan dari pembelajaran mitigasi bencana?

4. Seperti apa pembelajaran mitigasi bencana alam yang sudah diajarkan di sekolah anda? Jika belum, sebaiknya seperti apa?

5. Apa saja materi dalam pembelajaran mitigasi bencana alam yang diajarkan di sekolah ini?

6. Kenapa pembelajaran mitigasi bencana alam itu penting?

7. Kenapa anak usia dini perlu diajarkan pembelajaran mitigasi bencana alam di sekolah?

8. Apa jenis bencana alam yang diajarkan ke anak usia dini di sekolah ini? Jelaskan alasannya.

9. Apa saja manfaat yang bisa didapatkan oleh siswa dari pembelajaran mitigasi bencana alam?

2. Pemahaman

pengimplementasian pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi

1. Bagaimana penerapan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi untuk anak usia dini di sekolah ini? jelaskan bagaimana prosesnya selama ini.

2. Apakah sudah dilakukan penyampaian materi pra bencana kepada anak usia dini? apabila sudah, jelaskan bagaimana penyampaiannya.

3. Apakah sudah dilakukan penyampaian materi saat bencana kepada anak usia dini? apabila sudah, jelaskan bagaimana penyampaiannya.

4. Apakah sudah dilakukan penyampaian materi pascabencana kepada anak usia dini? apabila sudah, jelaskan bagaimana penyampaiannya.

5. Apa yang anak lakukan ketika guru sedang megimplementasikan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi pada saat prabencana, saat bencana dan pascabencana?

6. Apakah ada keuntungan melakukan kegiatan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi yang selama ini sudah diterapkan? Apabila ada, sebutkan keuntungan tersebut.

7. Apakah ada kerugian melakukan kegiatan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi yang selama ini sudah diterapkan? Apabila ada sebutkan kerugian tersebut.

8. Apakah metode yang dipakai dalam pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi di sekolah?

9. Apakah media yang dipakai dalam pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi di sekolah?

10. Apa saja yang perlu disiapkan dalam kegiatan penerapan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi?

Lampiran 4: Pedoman Observasi

PEDOMAN OBSERVASI

Nama Guru:

Hari/Tanggal:

Kelas:

No.

Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi Untuk Anak Usia Dini

Aspek Yang Diamati

Dilakukan

Deskripsi Ya Tidak

1. Guru Berperan Aktif a. Mengkomunikasikan tema dan sub-tema pembelajaran

b. Melakukan interaksi dengan anak didik tentang bencana gempa bumi

c. Memberikan

motivasi kepada siswa agar tidak merasa cemas dan

takut dalam

menghadapi bencana gempa bumi

d. Melakukan

demonstrasi cara mengerjakan lembar kerja membaca dan mewarnai

e. Melakukan contoh langsung / simulasi selama pembelajaran dimulai

f. Mengajak anak untuk bernyanyi lagu bencana alam gempa bumi

2. Guru memberikan informasi prabencana

a. Memberikan

informasi tentang P3K

b. Memberikan

informasi tentang tas siaga bencana

c. Memberikan

informasi tentang ciri-ciri gempa bumi d. Memberikan

informasi tentang rencana

perlindungan diri

3. a. Mengajak anak untuk

melakukan simulasi

Guru memberikan informasi ketika gempa bumi

cara melindungi diri bersama-sama

b. Memberikan

informasi tentang apa

saja bentuk

perlindungan diri dari ancaman gempa bumi c. Mengarahkan anak untuk tetap bersikap tenang dan tidak panic

d. Memberikan

informasi tentang benda yang perlu dijauhi ketika bencana

4. Guru memberikan informasi

pascabencana

a. Mengajak anak untuk melakukan simulasi bersama-sama

b. Memberikan

informasi terkait evakuasi bencana alam gempa bumi c. Memberikan

informasi untuk membawa tas siaga bencana

d. Memberi

pengetahuan bahwa

anak harus waspada bencana susulan e. Memberikan

pengarahan bahwa anak harus selalu berada di dekat orang tua / orang dewasa yang dikenalnya 5. Guru melakukan

berbagai macam metode pembelajaran untuk mitigasi bencana alam gempa bumi

a. Melakukan simulasi ketika bencana terjadi b. Melakukan simulasi

evakuasi pascabencana

c. Bercerita tentang gempa bumi

d. Bernyanyi lagu bencana gempa bumi e. Mengajarkan anak untuk membaca dan mewarnai pada lembar kerja

Lampiran 5: Transkip Wawancara

TRANSKIP WAWANCARA GURU

Partisipan : Kepala sekolah dan guru Narasumber : Latifah Syaukani

Jenis Kelamin : Perempuan Tanggal : 25 Oktober 2019 Tempat : Di ruang kelas B

NO Pertanyaan Jawaban Kode

1 Baik, langsung saja ya miss ke pertanyaan inti. Menurut miss Latifah, apakah bencana alam itu?

Jelaskan definisinya.

Kalau menurut saya bencana alam itu ada 2 definisi. Satu, dari bencana alam dari Allah sebagai teguran dari manusia kejadiannya tidak dapat disangka-sangka. Kedua, bencana alam dari ulah manusia. Kalau menurut saya ya.

CW-01-01

2 Apa yang miss Latifah ketahui tentang pembelajaran mitigasi bencana alam?

(hmm) kalau menurut saya pembelajaran mitigasi bencana itu sesuatu yang bisa diajarkan bagaimana cara mengevaluasi diri ketika bencana datang.

CW-01-02

3 Lalu menurut miss Latifah apakah maksud dan tujuan dari pembelajaran mitigasi bencana alam?

menyelamatkan diri mereka sendiri lah gitu.

4 Lalu seperti apa pembelajaran mitigasi bencana yang sudah diajarkan di sekolah ini? jika belum diajarkan, sebaiknya seperti apa?

(Hmmm) kalau selama ini pernah kita pergi kunjungan profesi ke pemadam kebakaran. Terus biasanya pembelajarannya itu masuk ke tema alam semesta. Tapi terkadang tema itu juga harus disesuaikan. Misalnya seperti kemarin kan pernah terjadi gempa ya kalau ngga salah itu hari minggu atau sabtu jadi hari senin nya kita tanya ke anak lalu kita ceritakan ke anak-anak tentang gempa dan pesan-pesan yang harus anak-anak lakukan tentang gempa di kelas gitu dan anak juga cerita tentang pengalaman mereka merasakan gempa kemarin seperti apa. Terus ada juga dengan kegiatan membaca dan mewarnai gambar gempa seperti apa.

Terus ada simulasinya juga. Kadang dengan nyanyian pakai video. Semua itu tergantung gurunya mengajarkannya dengan metode apa aja.

CW-01-04

5. Apa saja materi dalam pembelajaran mitigasi bencana alam yang diajarkan di sekolah ini?

(hmm) materi yang akan diberikan itu biasanya ya bencana alam itu gimana sih, pernah merasakan ngga bencana alam itu seperti apa. Misalnya tentang gempa bumi akan kita jelaskan dengan bahasa sesederhana mungkin yang bisa

CW-01-05

anak-anak pahami gitu. Yang diajarkan seputar bencana nya.

6 Lalu menurut miss Latifah kenapa pembelajaran mitigasi bencana alam penting untuk diadakan?

Ya karena setahu saya kita ini kan tinggal di negara di batas khatulistiwa kalau ngga salah jadi rawan bencana gitu kan. Nah karena itu jadi penting gitu untuk mengajarkan anak-anak soal mitigasi bencana ini. Ngga hanya anak anak sih orang dewasa juga perlu.

Harus bahkan. (Hmm) penting juga karena jadi bekal untuk anak itu sendiri atau bekal kita suatu saat terjadi, tahu apa yang akan mereka lakukan.

CW-01-06

7 Kenapa anak usia dini perlu diajarkan pembelajaran mitigasi bencana alam di sekolah?

Ya kalau misalnya dirumah ngga disekolah, orang tua belum tentu bisa mengajarkan tentang mitigasi bencana nya. Jadi bisa bisa orang tua akan panik duluan bukan malah memberi contoh tapi panik gitu. Atau ngga tahu apa yang harus dibicarakan ke anak. Meskipun tergantung orang tuanya yaa. Tapi kalau disekolah kan jelas aturannya, bahasannya, waktunya gitu. Indonesia. Jadi untuk anak-anak usia dini itu ya harus di kasih bekal lah tentang bencana alam yang terjadi di

CW-01-08

Indonesia itu. Atau kalau misalnya saat-saat ini kan sering terjadinya gempa.

Maka kita mengajarkan anak tentang topik yang sedang terjadi saja. Begitu.

(hmmm) cuman kalau di sekolah ini yang diajarkan lebih sering nya gempa bumi setelah itu baru banjir/tsunami 9 Apa saja manfaat yang bisa

didapatkan oleh siswa dari pembelajaran mitigasi bencana alam?

Manfaat nya mereka bisa berimajinasi yang pertama. Yang kedua mereka bisa bener-bener siap. Yang ketiga bisa menambah pengetahuan anak itu untuk bisa luas lagi. Untuk bisa kritis lagi. Dan mereka akan lebih banyak bertanya ke orang sekitar atau ke gurunya.

CW-01-09

10 Bagaimana penerapan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi untuk anak usia dini di sekolah ini?

jelaskan bagaimana prosesnya selama ini.

Kalau yang sudah pernah dilakukan ya dari buku cerita. Kita menceritakan ke anak-anak. Terus ada juga kita pakai lembar kerja untuk diwarnai. Misalnya bencana gempa ada gambar suasana saat gempa gambar anak lari lalu anak mewarnai. Di lembar kerja juga biasanya guru membuat cerita atau tulisan cara mitigasinya misalnya lalu dia melarikan diri lari menuju tempat yang lebih luas dan lain sebagainya gitu.

Tujuannya agar anak yang bisa membaca anak baca sendiri. Bagi yang belum dibacakan oleh guru dari lembar kerja yang ada ceritanya itu. Terus juga biasanya kita lakukan simulasi di dalam

CW-01-10

kelas. Sama mengajarkan nyanyian ke anak-anak tentang gempa bumi biasanya karna anak lebih hafal apa yang harus mereka lakukan dengan nyanyian ya. Sejauh ini sih itu saja penerapannya.

11 Apakah sudah dilakukan penyampaian materi prabencana kepada anak usia dini? apabila sudah, jelaskan bagaimana penyampaiannya.

(hmm) ya sudah, penyampaian prabencana nya itu biasanya kami sampaikan ya pada saat anak selesai baca cerita nya, atau setelah kami membacakan cerita membuat kesimpulan lebih tepatnya ya. Atau ketika gurunya sedang bercerita disampaikan yang harus anak lakukan sebelum bencana, terus ciri-ciri nya gimana ada yang retak bangunan, jalanan, dan sebagainya. Dan ketika (hmm) sebelum melakukan simulasi ya paling yang bisa kita sampaikan ke anak

anak adalah jangan panik, kami sebagai guru itu yang harus kami latih terlebih dahulu ya kepada anak melatih agar anak bisa tenang, melatih agar anak tidak takut itu yang utama ya saya rasa.

CW-01-11

12 Apakah sudah dilakukan penyampaian materi saat bencana kepada anak usia dini? apabila sudah, jelaskan bagaimana penyampaiannya.

Sudah, (hmm) penyampaianny

Biasanya kita jelaskan misalnya bahwa kalau ada gempa kita lindungi kepala kita bisa dengan bantal atau tas. Terus kita bisa jelaskan ke anak-anak bisa

CW-01-12

juga berlindung dibawah meja agar terhindar dari benda-benda yang berjatuhan. Diam seberapa saat sampai sekiranya sudah berhenti baru lari keluar tapi tetap dalam keadaan melindungi kepala. Materi ini sih juga sudah kita buat cerita pendeknya ya di lembar kerja anak-anak jadi anak bisa baca sendiri kemudian tanya jawab sama gurunya gitu.

13 Apakah sudah dilakukan penyampaian materi pascabencana kepada anak usia dini? apabila sudah, jelaskan bagaimana penyampaiannya.

Itu juga sudah. Jadi cara penyampaian kita adalah kalau masih ada orang tua disamping kita, peluk orang tua nya agar merasa lebih tenang, selalu berada di dekat orang tua atau orang dewasa itu penting. Lalu kita mengajarkan anak-anak untuk mengecek anggota badannya ada yang terluka atau ngga.

Kalau ada minta orang terdekat untuk mengobati.

CW-01-13

14 Apa yang anak lakukan ketika guru sedang mengimplementasikan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi pada saat prabencana, saat bencana dan pascabencana? apakah anak sembari melakukan kegiatan atau anak menyimak saja?

Tentu anak menyimak. Ketika guru menjelaskan itu semua sembari bercerita, maka anak menyimak nya.

Dan menjadi tugas guru agar

konsentrasi anak dapat bertahan dan tugas guru agar anak bisa mengerti bisa memahami. Biasanya sehabis itu anak melakukan lembar kerja yang sudah kami buat untuk diwarnai.

Karena supaya anak bisa lebih

CW-01-14

Memahami lewat gambar- gambar.

15 Apakah ada keuntungan melakukan kegiatan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi yang selama ini sudah diterapkan?

Apabila ada, sebutkan keuntungan tersebut.

Ya menurut saya anak-anak jadi punya bekal jadi punya pengetahuan dan pengalaman gitu.

CW-01-15

16 Apakah ada kerugian melakukan kegiatan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi yang selama ini sudah diterapkan?

apabila ada sebutkan kerugian tersebut.

(hmm) apa ya… (hmmm) Kerugian itu ya paling untuk anak yang belum bisa baca itu diceritakan dulu . Terus kadang kalau lagi simulasi ada anak yang kurang fokus terus jalan-jalan atau lari-larian aja gitu. Tapi hanya beberapa yang memang anaknya aktif bgt. Tapi selebihnya ya kerugian berarti ngga ada ya. Saya sih

lebih menyebutnya sebagai kendala bukan suatu kerugian. Karena kalau kerugian itu kan ngga bemanfaat kalau ini kan bermanfaat gitu.

CW-01-16

17 Apakah metode yang dipakai dalam pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi di sekolah?

(hmmmm) ya seperti yang sudah saya jelaskan dari tadi ya, ada metode bercerita, metode mewarnai, metode membaca, sama simulasi, dan bernyanyi.

CW-01-17

18 Apakah media yang dipakai dalam pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi di sekolah?

Media nya biasanya kita pakai media teknologi ya berupa video kita pakai infocus. Terus kita juga buat lembar kerja sendiri untuk anak-anak.

CW-01-18

19 Apa saja yang perlu disiapkan Karena (hmm) kegiatannya banyak ya CW-01-19

dalam kegiatan penerapan pembelajaran mitigasi bencana alam gempa bumi?

metode nya agak banyak yang dipakai pertama kita pastikan kondisi kelas aman nyaman, tempat duduk anak-anak pas untuk menyimak cerita guru,

nyaman untuk anak-anak mengerjakan lembar kerjanya, terhindar dari benda benda yang sekiranya dapat

mengganggu aktivitas anak dikelas untuk melakukan simulasi.

20 Baik, alhamdulillah pertanyaannya sudah selesai miss, terima kasih atas kesempatan waktunya. Assalamu’

alaikum wr.wb

Iya sama-sama CW-01-20

TRANSKIP WAWANCARA GURU

Partisipan : Guru Narasumber : Rani

Jenis Kelamin : Perempuan Tanggal : 25 Oktober 2019 serangkaian peristiwa yang mengancam kehidupan masyarakat akibat dari faktor alam maupun dari faktor manusia.

Sehingga bisa timbul korban jiwa, terus kerusakan lingkungan serta dampak psikologis juga.

CW- 02-01

2 Apa yang miss rani ketahui tentang pembelajaran mitigasi bencana alam?

(Hmm) pembelajaran mitigasi bencana itu menurut saya upaya untuk mengurangi resiko bencana dari penyadaran diri sendiri. Untuk menghadapi ancaman bencana ketika dihadapi bencana sewaktu-waktu.

CW- 02-02

3 Lalu menurut miss rani, apa maksud dan tujuan dari pembelajaran mitigasi bencana?

Kalau tujuannya ya salah satunya yaitu mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana itu sendiri terkhusus bagi manusia nya atau penduduknya yang terkena. Terus itu bisa meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi serta mengurangi dampak resiko bencana.

CW- 02-03

4 Lalu seperti apa pembelajaran mitigasi bencana yang sudah diajarkan di sekolah ini? jika belum diajarkan, sebaiknya seperti apa?

Kalau di tk yang saya ajar ini kebetulan alhamdulillah sudah di ajarkan

pembelajaran mitigasi bencana itu sudah ada dengan cara simulasi terus anak mewarnai, anak membaca atau anak diceritakan tentang suatu cerita di dalam pembelajaran tema. Terus yang pernah juga ada kunjungan profesi pemadam kebakaran disana anak itu belajar cara memadamkan api dengan air yang banyak dan deras gitu kan dan diajarkan juga untuk tidak panik gitu.

pembelajaran mitigasi bencana itu sudah ada dengan cara simulasi terus anak mewarnai, anak membaca atau anak diceritakan tentang suatu cerita di dalam pembelajaran tema. Terus yang pernah juga ada kunjungan profesi pemadam kebakaran disana anak itu belajar cara memadamkan api dengan air yang banyak dan deras gitu kan dan diajarkan juga untuk tidak panik gitu.

Dokumen terkait