• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis berharap hasil penelitian ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan mengenai gangguan jaringan distribusi listrik pada perusahaan. Saran-saran yang penulis berikan sebagai berikut:

a. Dengan mengetahui penyebab-penyebab gangguan jaringan distribusi listrik maka, PLN dapat meningkatkan mutu layanan melalui penurunan jumlah gangguan jaringan distribusi listrik.

b. Sebaiknya perusahaan menerapkan rekomendasi perbaikan yang diberikan dan mempertimbangkan hasil dari Failure Mode and Effect

DAFTAR PUSTAKA

AIAG. 1993. Potential Failure Mode and Effects Anlysis (FMEA) Reference

Manual, FMEA-1. AIAG.

Awaj, dkk. 2013. “Quality Improvement Using Statistical Process Control Tools

In Glass Bottles Manufacturing Company”. International Journal for

Quality Research 7(1) 107–126 ISSN 1800-6450

Besterfield. 2003. Total Quality Management. Third Edition. USA: Pearson-Prentice Hall

Blanchard, Benjamin S. 1999. Logistics Engineering And Management. Sixth edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall

Blanchard, B. S. and Fabrycky, W. J. 2006. Systems Engineering and Analysis

(fourth edition). New Jersey: Pearson Prentice Hall

Chapman & Hall. 1994. Total Quality Management 2nd edition, The Key to

Business Improvement, A Peratec Executive Briefing. London: Chapman &

Hall.

Dhillon, B.S. 1999. Design Reliability: Fundamentals and Applications. Boca Raton, Florida: CRC Press.

E.Povolotskaya dan P. Mach, 2012 “FMEA and FTA Analyses of the Adhesive

Joining Process Using Electrically Conductive Adhesives”. Acta

Polytechnica Vol. 52 No. 2/2012

Evand, James R. And William M. Lindsay. 2002. The Managemenet and Control

of Quality. Canada: Thomson South Western

Fatima, Shanin dkk. 2013. “Improving Software Quality Using FMEA and FTA

Defect Prevention Techniques in Design Phase”. International Journal of

Computer Science and Information Technologies, Vol. 4 (1) , 2013, 50 - 54 Foster, Thomas S. 2013. Managing Quality: Integrating the Supply Chain, 5th

Edition. USA: Pearson Prentice Hall

Gaspersz, Vincent. 2002. Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi

dengan ISO 900: 2000, MBNQA, dan HACCP. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

2012. All-in-one Management Toolbook. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

IEEE SA 100. 1992. The New IEEE Standards Dictionary of Electrical and

Electronics Term.

Heizer, Jay and Barry Render. 2006. Operations Management. Edisi ketujuh. Terjemahan oleh: Dwianoegrahwati Setyoningsih dan Indra Almahdy. Jakarta: Salemba Empat.

Hidalgo, dkk. 2011. FMEA and FTA Analysis Applied to the Steering System of

LNG Carriers for the Selection of Maintenance Policies. Proceedings of

Congress of Mechanical Engineering October 24-28, 2011, Brazil

Kotler, Philip. 1995. diterjemahkan oleh Ancella Anitawai Hermawan, SE, MBA,

Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Implementasi Dan Pengendalian, Buku Dua, Edisi ke-8, Indonesia, Salemba Empat, Prentice

Hall.

Kotler, Philip, dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Jilid 2, edisi

Ketiga Belas Terjemahan Bob Sabran, MM. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Mulyana, Deddy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution. M.N. 2001. Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta : Ghalia Indonesia Nindita, Laurentia. 2011. Rancangan Perbaikan Layanan Gangguan Padam

untuk Meningkatkan Kualitas Layanan dengan Menggunakan Service Blueprint (studi pada PT. PLN (Persero) UPJ Ngagel). Skripsi tidak

diterbitkan. Universitas Airlangga

Nugroho, Andung Jati. 2007. Usulan Perbaikan Gangguan Fixed Telephone dan

Telkom Flexi dengan Kombinasi Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis di Wilayah Divre IV Kandatel Solo (PT Telekomunikasi Indonesia.tbk). Skripsi tidak diterbitkan. Universitas

Sebelas Maret

Pandey, M. 2005. “Engineering and Sustainable Development: Fault Tree

Analysis”. Waterloo: University of Waterloo.

Rodrigo de Queiroz Souza dan Alberto Jose Alvares, 2008 juga melakukan penelitian menggunakan metode FMEA dan FTA, dengan judul “FMEA

and FTA: Analysis for Application of the Reliability Centered Maintenance Methodology: Case Study on Hydraulic Turbines. ABCM Symposium

Series Mechatronics – Vol 3 – Pp.803-812 Shannon, Patrick. 2011. Boise State University

Stamatis, DH. 1995. Failure Mode and Effect Analysis FMEA From Theory to

Execution. Wisconsin : ASQC Quality Press.

Subagyo, P Joko. 2006. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,

Suswanto, Daman. 2009. Sistem Distribusi Tenaga Listrik untuk Mahasiswa

Teknik Elektro. Edisi Pertama. Padang: Teknik Elektro Fakultas Teknik

Universitas Negeri Padang

Stamatelatos, Michael dkk. 2002. Fault Tree Handbook with Aerospace

Aplications. Washington DC: NASA.

Tjiptono, Fandy. 2004. Pemasaran Jasa. Malang: Bayumedia.

2008. Service Management Mewujudkan Layanan Prima edisi II. Yogyakata: CV ANDI OFFSET.

Whiteley, dkk. 2015. “Failure Mode and Effect Analysis, and Fault Tree Analysis

of Polimer Electrolyte Membrane Fuel Cells”. International Journal of

Hydrogen Energy December 2015

Wibowo, Singgih. 2007. Pedoman Mengelola Perusahaan Kecil. Edisi revisi. Depok: Penebar Swadaya.

Wulandari, Trisya. 2011. Analisa Kegagalan Sistem dengan Fault Tree. Skripsi tidak diterbitkan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia

Zeithaml, Parasuraman and Berry. 1990. Delivering Quality Service - Balancing.

Customer Perceptions and Expectations. New York: The Free Press

LAMPIRAN 1

LAMPIRAN 2

HASIL WAWANCARA

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI Lampiran 2

Narasumber 1 : Manajer PT PLN (Persero) Rayon Gedangan

Nama : Bustani

1. Apa saja lingkup proses bisnis di PT PLN (Persero) Rayon Gedangan? Proses bisnis di PT PLN (Persero) Rayon Gedangan dibagi menjadi 3 yakni pelayanan pelanggan yang menangani pelayanan pelanggan, transaksi energi melayani pencatatan meter, perhitungan rekening, dan P2TL, serta pelayanan teknik yang melayani masalah gangguan, pengelolaan aset dan jaringan.

2. Apakah ada proses bisnis di PT PLN (Persero) Rayon Gedangan yang masih perlu ditingkatkan?

Ada, yakni mengenai pengurangan jumlah gangguan, karena masih banyaknya jumlah gangguan jaringan distribusi listrik yang dapat menurunkan kualitas listrik dan layanan.

3. Bagaimana proses penyaluran tenaga listrik hingga ke pelanggan?

Penyaluran tenaga listrik pada dasarnya dibagi menjadi 3 bagian utama yakni pembangkit tenaga listrik, saluran transmisi, dan distribusi. Tenaga listrik dibangkitkan melalui pembangkit tenaga listrik kemudian disalurkan melalui saluran transmisi pada tegangan 500 KV dan 150 KV. Setelah itu, tenaga listrik masuk ke jaringan distribusi melalui Gardu Induk kemudian disalurkan menuju Jaringan Tegangan Menegah (JTM) dan tegangan diturunkan menjadi 20 kV, setelah itu tegangan diturunkan melalui Gardu distribusi menjadi 380/220 volt untuk disalurkan pada

Jaringan Tegangan Rendah kemudian disalurkan ke jaringan pelanggan melalui sambungan rumah (SR).

4. Pada bagian yang mana dari proses penyaluruan listrik tersebut yang sering mengalamai gangguan?

Diantara pembangkit, saluran transmisi dan jaringan distribusi yang sering mengalami gangguan adalah jaringan distribusi hal tersebut terjadi karena jaaringan distribusi menjangkau ke pelanggan yang berjumlah banyak sehingga aset dan jaringan juga banyak pula oleh sebab itu lebih banyak mengalami gangguan.

5. Bagaimana bentuk-bentuk gangguan pada jaringan distribusi listrik? Gangguan pada jaringan distribusi listrik dapat terjadi pada Gardu Induk, Jaringan Tegangan Menengah, Gardu Distribusi, Jaringan Tegangan Rendah, dan Jaringan pelanggan berupa gangguan komponen/peralatan. 6. Apa saja penyebab dasar dari gangguan tersebut?

Penyebab dasar gangguan dari distribusi listrik yakni aktivitas manusia, kesalahan instalasi, gangguan material yang digunakan, karusakan peralatan itu sendiri, gangguan alam, dan gangguan binatang.

7. Berdasarkan Diagram Pareto pada bagian mana dalam distribusi listrik yang sering mengalami gangguan?

Jaringan pelanggan dan Jaringan Tegangan Menengah merupakan gangguan yang sering terjadi pada proses distribusi listrik.

8. Bagaimana dampaknya apabila terjadi gangguan pada bentuk-bentuk gangguan jaringan distribusi listrik?

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI Gangguan pada jaringan distribusi listrik mengakibatkan jaringan padam pada daerah yang terkena gangguan tersebut

9. Apakah benar gangguan pada Jaringan Pelanggan diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, aus, beban lebih, dan hujan angin?

Iya benar, pada jaringan pelanggan gangguan diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, aus, beban lebih, dan hujan angin. Namun, gangguan pada jaringan pelanggan sering terjadi karena penggunaan daya yang melebihi kapasitas daya terpasang yang dilakukan oleh pelanggan.

10. Apakah benar gangguan pada Jaringan Tegangan Menengah diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, material tidak sesuai spesifikasi, aus, tegangan lebih, peralatan kotor, layang-layang, pembangunan, aktivitas pihak ke-3, petir, hujan angin, aktivitas binatang?

Iya benar, gangguan pada Jaringan Tegangan Menengah diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, material tidak sesuai spesifikasi, aus, tegangan lebih, peralatan kotor, layang-layang, pembangunan, aktivitas pihak ke-3, petir, hujan angin, aktivitas binatang. Gangguan pada jaringan tegangan menengah sering diakibatkan oleh aktivitas binatang yang berada pada sekitar jaringan PLN dan karena material/komponen yang digunakan sudah aus sehingga mengurangi kinerja dari material/komponen tersebut.

11. Apakah usulan perbaikan penggunaan Capasitor Bank, dan pengarahan pegawai sebelum melakukan perbaikan gangguan dirasa dapat mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan?

Iya, dengan menerapkan dua usulan perbaikan tersebut dapat mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan.

12. Apakah usulan perbaikan rehabilitasi jaringan dari SUTM ke SKTM, sosialisai kepada masyarakat mengenai bahaya bermain dekat dengan jaringan PLN, melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai galian dekat jaringan PLN, pemasangan tutup bushing trafo dan pengisolasian SUTM dirasa mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan?

Iya, dengan menerapkan usulan-usulan perbaikan tersebut dapat mengurangi gangguan pada jaringan tegangan menengah.

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI Narasumber 2 : Pegawai divisi teknik PT PLN (Persero) Rayon Gedangan

Nama : Adi Irawan

1. Bagaimana bentuk-bentuk gangguan pada distribusi listrik?

Secara umum bentuk gangguan jaringan distribusi listrik adalah rusaknya komponen/peralatan listrik. Kerusakan tersebut dapat terjadi pada Gardu Induk, Jaringan Tegangan Menengah, Gardu Distribusi, Jaringan Tegangan Rendah, dan Jaringan pelanggan.

Gardu Induk

a. Gangguan transmisi

Gangguan transmisi terjadi karena gangguan dari transmisi itu sendiri

b. Swicthgear

Switchgear rusak karena gangguan dari peralatan itu sendiri c. pemutus tegangan (PMT) di gardu induk

PMT pada gardu induk rusak biasanya terjadi karena PMT tidak kuat menahan beban lebih daya listrik

d. Transformator yang rusak

Transformator rusak karena rusaknya peralatan sendiri Jaringan Tegangan Menengah

Tiang roboh dapat terjadi karena angin yang kencang dan usia tiang sudah lama sehingga tiang yang terbuat dari besi itu keropos dan roboh.

b. Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) terganggu

SUTM dapat mengalami gangguan terjadi karena adanya hubungan singkat pada phasa, hubungan singkat ini diakibatkan oleh tersangkutnya benda asing antar phasa yang saling berhubungan biasanya ini karena layang-layang, dahan pohon yang jatuh mengenai 2 atau 3 phasa, burung atau ular di atas phasa, bangunan yang dekat dengan SUTM juga dapat mengakibatkan gangguan jika terkena kabel phasa. Selain itu benang layang-layang yang tajam dapat memutus urat kabel jika terjadi gesekan terus menerus.

c. Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) terganggu

SKTM terganggu karena terkena putus karena terkena aktivitas galian oleh instansi-instansi lain, misalnya galian pipa PDAM, telkom, dinas PU, dsb.

d. Isolator rusak

Isolator yang kotor karena debu dapat menyebabkan penurunan resistansi dari isolator dan menyebabkan kebocoran arus. Kebocoran arus yang kecil dapat mempercepat kerusakan isolator.

e. Penangkal petir rusak

Penangkal petir rusak karena tidak mampu mengalirkan arus listrik yang tinggi dari petir.

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI f. Konektor rusak

Konektor rusak terjadi karena pemasangan yang salah, konektor yang beda tipe / beda spesifikasi dengan yang dibutuhkan sehingga kurang efisien.

g. Pemutus tegangan (PMT) rusak

PMT rusak terjadi karena tegangan lebih sehingga PMT mangalami trip, jika sering mengalami trip PMT cepat rusak.

h. Pelebur rusak

Pelebur rusak karena kesalahan pemasangan i. Jumper putus

Jumper putus karena kesalahan pemasangan Gardu Distribusi

a. Transformator rusak

transformator rusak diakibatkan oleh tegangan yang tinggi dalam transformator sehingga trasformator tersebut rusak

b. Isolator rusak

Isolator yang kotor karena debu dapat menyebabkan penurunan resistansi dari isolator dan menyebabkan kebocoran arus. Kebocoran arus yang kecil dapat mempercepat kerusakan isolator

c. Penangkal petir rusak

Penangkal petir rusak karena tidak mampu mengalirkan arus listrik yang tinggi dari petir.

d. Pelebur rusak

Pelebur rusak karena kesalahan pemasangan e. Jumper putus

Jumper rusak karena kesalahan pemasangan f. Kabel putus

Kabel putus karena tertabrak kendaraan, tertimpa pohon, angin yang kencang merusak kabel.

g. Kubikel gardu distribusi rusak

Kubikel rusak karena lembab, rusak sendiri karena peralatan Jaringan Tegangan Rendah

a. Tiang roboh

Tiang roboh dapat terjadi karena angin yang kencang dan usia tiang sudah lama sehingga tiang yang terbuat dari besi itu keropos dan roboh.

b. Isolator rusak

Isolator yang kotor karena debu dapat menyebabkan penurunan resistansi dari isolator dan menyebabkan kebocoran arus. Kebocoran arus yang kecil dapat mempercepat kerusakan isolator

c. Konektor rusak

Konektor rusak terjadi karena pemasangan yang salah, konektor yang beda tipe / beda spesifikasi dengan yang dibutuhkan sehingga kurang efisien.

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI d. Pelebur rusak

Pelebur rusak karena kesalahan pemasangan e. Jumper putus

Jumper putus karena kesalahan pemasangan f. Kabel putus

Kabel putus karena tertabrak kendaraan, tertimpa pohon, angin yang kencang merusak kabel

g. PMT rusak

PMT rusak terjadi karena tegangan lebih sehingga PMT mangalami trip, jika sering mengalami trip PMT cepat rusak.

Jaringan Pelanggan

a. Kubikel APP rusak

Kubikel APP rusak karena ganggun peralatan yakni disebabkan karena penggunaan daya listrik melebihi kapasitas beban terpasang sehingga kubikel cepat mengalami kerusakan.

b. Kabel Sambungan Rumah (SR) putus terjadi karena gangguan alam c. MCB rusak karena penggunaan yang lebih dari 15 tahun

2. Apa saja penyebab dasar dari gangguan tersebut?

Penyebab dasar gangguan dari distribusi listrik yakni aktivitas manusia, kesalahan instalasi, gangguan material yang digunakan, karusakan peralatan itu sendiri, gangguan alam, dan gangguan binatang.

3. Berdasarkan Diagram Pareto pada bagian mana dalam distribusi listrik yang sering mengalami gangguan?

Jaringan pelanggan dan Jaringan Tegangan Menengah merupakan gangguan yang sering terjadi pada proses distribusi listrik.

4. Apa saja penyebab gangguan yang terjadi pada distribusi listrik berdasarkan cause and effect diagram?

Penyebab gangguan dikategorikan dalam 4 kategori yakni, dari manusia, material, peralatan dan lingkungan. Berikut ini adalah penjelasanan penyebab gangguan secara detail.

Jaringan Pelanggan

No. Faktor

Penyebab Penyebab Gangguan

1. Metode Kesalahan Instalasi Tidak sesuai SOP 2. Material Gangguan Material Kualitas material jelek

Aus 3. Peralatan Gangguan Peralatan Beban lebih 4. Lingkungan Gangguan Alam Hujan Angin Jaringan Tegangan Menengah (JTM)

No. Faktor

Penyebab Penyebab Gangguan

1. Metode Kesalahan Instalasi Tidak sesuai SOP 2. Material Gangguan Material Kualitas material jelek

Material tidak sesuai spesifikasi

Aus

3. Peralatan Gangguan Peralatan Tegangan lebih Peralatan Kotor 4. Lingkungan Aktivitas Manusia Layang-layang

Pembangunan Aktivitas Pihak Ke-3 Gangguan Alam Petir

Hujan Angin Gangguan Binatang Aktivitas Binatang

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI 5. Bagaimana dampaknya apabila terjadi gangguan pada bentuk-bentuk

gangguan jaringan distribusi listrik?

Setiap bentuk gangguan dari jaringan distribusi listrik akan berdampak pada pemadaman sementara sehingga pelanggan tidak dapat menikmati aliran listik.

6. Bagaimana cara pengendalian perusahaan untuk mengurangi gangguan tersebut?

Untuk mengurangi gangguan yang terjadi pada Jaringan Pelanggan perusahaan melakukan berbagai macam pengendalian yakni, mengadakan pelatihan, seminar, peningkatan mutu kinerja, sertifikasi pegawai satu tahun sekali, melakukan Uji Material Teknis (JIMATEK) untuk menghindari rusaknya komponen atau peralatan dalam jaringan pelanggan Penggantian komponen Alat Pembatas dan Pengukur (APP) dan Main Circuit Breaker (MCB) yang aus, Perbaikan kabel Sambungan Rumah (SR) serta mengingatkan pelanggan untuk tidak menggunakan listrik yang melebihi daya.

Pengendalian gangguan pada jaringan tegangan menengah yang dilakukan antara lain, Mengadakan pelatihan, seminar, peningkatan mutu kinerja, sertifikasi pegawai satu tahun sekali, melakukan uji material teknis (JIMATEK) untuk menghindari penggunaan yang jelek ataupun material yang tidak sesuai dengan kebutuhan spesifikasi Penggantian komponen SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) dan SKTM (Saluran Kabel Tegangan Menengah) yang aus dan tidak layak digunakan, melakukan

pengecekan peralatan secara rutin dan terjadwal pengecekan peralatan dilakukan secara visual dan thermovision untuk mengetahui gangguan dan kebocoran arus, melakukan pembersihan peralatan agar debu yang menempel pada peralatan utamanya pada isolator tidak merusak peralatan, Pembersihan peralatan, Pemasangan recloser pada setiap section, pemasangan ground wire dan arrester untuk mengamankan sistem jaringan listrik dari gangguan petir, Inspeksi rutin dan pembersihan ROW (Right of Way) dari layang-layang, Melakukan inspeksi bangunan/pekerjaan yang dekat dengan jaringan dan penempelan Safety Sticker, Memasang tanda peringatan di sekitar jaringan PLN, Penebangan pohon secara rutin, pemasangan tiang listrik sesuai konstruksi, serta melakukan Inspeksi rutin ROW (Right of Way) dan jaringan.

7. Apakah upaya pengendalian yang dilakukan PLN dapat mengurangi gangguan?

Pengendalian yang dilakukan oleh PLN dapat mengurangi gangguan namun hal tersebut masih belum efektif sepenuhnya. Sehingga, diperlukan pengendalian gangguan yang lainnya.

8. Bagaimana pengendalian yang tepat untuk mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan?

Untuk mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan dapat dipasang alat

capasitor bank, suatu alat yang dapat digunakan untuk meningkatkan power factor untuk mempengaruhi besarnya arus. Selain itu, dilakukan

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI 9. Bagaimana pengendalian yang tepat untuk mengurangi gangguan pada

jaringan tegangan menengah?

Untuk mengurangi gangguan pada jaringan tegangan menengah perlu dilakukan rehabilitasi jaringan dari SUTM ke SKTM terlebih pada area yang padat penduduk, sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya bermain dekat dengan jaringan PLN, melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai galian dekat jaringan PLN, pemasangan tutup

bushing trafo dan pengisolasian SUTM agar terhindar dari hubungan arus

antar phasa.

10. Apakah benar gangguan pada Jaringan Pelanggan diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, aus, beban lebih, dan hujan angin?

Iya benar, pada jaringan pelanggan gangguan diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, aus, beban lebih, dan hujan angin. Namun, gangguan pada jaringan pelanggan sering terjadi karena penggunaan daya yang melebihi kapasitas daya terpasang yang dilakukan oleh pelanggan.

11. Apakah benar gangguan pada Jaringan Tegangan Menengah diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, material tidak sesuai spesifikasi, aus, tegangan lebih, peralatan kotor, layang-layang, pembangunan, aktivitas pihak ke-3, petir, hujan angin, aktivitas binatang?

Iya benar, gangguan pada Jaringan Tegangan Menengah diakibatkan oleh petugas saat melakukan instalasi tidak sesuai SOP, kualitas material jelek, material tidak sesuai spesifikasi, aus, tegangan lebih, peralatan kotor, layang-layang, pembangunan, aktivitas pihak ke-3, petir, hujan angin, aktivitas binatang. Gangguan pada jaringan tegangan menengah sering diakibatkan oleh aktivitas binatang yang berada pada sekitar jaringan PLN dan karena material/komponen yang digunakan sudah aus sehingga mengurangi kinerja dari material/komponen tersebut.

12. Apakah usulan perbaikan penggunaan Capasitor Bank, dan pengarahan pegawai sebelum melakukan perbaikan gangguan dirasa dapat mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan?

Iya, dengan menerapkan dua usulan perbaikan tersebut dapat mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan.

13. Apakah usulan perbaikan rehabilitasi jaringan dari SUTM ke SKTM, sosialisai kepada masyarakat mengenai bahaya bermain dekat dengan jaringan PLN, melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai galian dekat jaringan PLN, pemasangan tutup bushing trafo dan pengisolasian SUTM dirasa mengurangi gangguan pada jaringan pelanggan?

Iya, dengan menerapkan usulan-usulan perbaikan tersebut dapat mengurangi gangguan pada jaringan tegangan menengah.

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI

LAMPIRAN 3

IDENTIFIKASI LETAK, AKIBAT DAN PENYEBAB

GANGGUAN

SKRIPSI ANALISIS IDENTIFIKASI PENYEBAB... NADHIAR IRMA SURYANI Lampiran 3

Identifikasi Letak, Akibat Dan Penyebab Gangguan

Letak Gangguan Akibat Gangguan Penyebab Gangguan Gardu Induk Gangguan transmisi Gangguan peralatan

Swicth Gear rusak Gangguan peralatan Pemutus tegangan

(PMT) GI rusak

Gangguan peralatan Transformator rusak Gangguan peralatan Jaringan Tegangan

Menengah (JTM)

Tiang roboh Gangguan material Gangguan alam Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) terganggu Aktivitas manusia Gangguan alam Gangguan binatang Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) terganggu Aktivitas manusia

Isolator rusak Gangguan peralatan Gangguan Material Penangkal petir rusak Gangguan alam Konektor rusak Gangguan peralatan

Gangguan Material Pemutus tegangan

(PMT) JTM rusak

Gangguan peralatan Gangguan material Pelebur rusak Kesalahan instalasi Jumper putus Kesalahan instalasi Gangguan Material Gardu Distribusi Transformator gardu

distribusi rusak

Gangguan peralatan Gangguan binatang Isolator rusak Gangguan peralatan

Gangguan Material Penangkal petir rusak Gangguan alam Pelebur rusak Kesalahan instalasi Jumper putus Kesalahan instalasi Gangguan Material Kabel putus Aktivitas manusia

Gangguan alam Kubikel Gardu

Distribusi rusak

Gangguan peralatan Gangguan alam

Letak Gangguan Akibat Gangguan Penyebab Gangguan Jaringan Tegangan

Rendah (JTR)

Tiang roboh Gangguan material Gangguan alam Isolator rusak Gangguan peralatan

Gangguan Material Konektor rusak Gangguan peralatan Gangguan Material Pelebur rusak Kesalahan instalasi Jumper putus Kesalahan instalasi Gangguan Material Kabel putus Aktivitas manusia

Gangguan alam Pemutus tegangan

(PMT) rusak

Gangguan peralatan Gangguan material Jaringan Pelanggan Kubikel APP Gangguan material

Gangguan peralatan Kabel Sambungan

Rumah (SR) putus

Gangguan material Gangguan alam MCB rusak Kesalahan instalasi

Dalam dokumen ADLN- PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA (Halaman 104-153)

Dokumen terkait