• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

C. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran kepada pihak terkait dengan penelitian ini agar memperoleh hasil yang lebih baik dari penelitian ini, yaitu sebagai berikut :

1. Diperlukan persiapan sumber referensi yang memadai untuk mendukung penelitian

2. Diperlukan penggalian data lebih mendalam

3. Pembahasan perlu dilengkapi dengan pendapat dari beberapa ahli 4. Diperlukan ketelitian tinggi saat memproses data.

86

Daftar Pustaka

Anike, D. A. K. D. (2013) Studi Komparasi Daya Tarik Interpersonal Pada Mahasiswa UNNES Yang Berpacaran Ditinjau Dari Jenis Kelamin.

Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Semarang.

Aries, Y. (2009) Cemburu Dalam Hubungan Percintaan Jurnal Buletin Ilmiah Psikologi

Dini, L. (2011) Sikap Guru Sekolah Menengah Pertama Terhadap Lesbian.

Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

Fadhilah, T. S. (2015). Pasanganku Sejenisku (Studi Kasus Tentang Gay yang Coming Out Kepada Orangtua). Skripsi, Publikasi: Fakultas Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta.

Giacinta, C. A. (2009) Pembukaan Diri Lesbian Kepada Keluarga. Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

Husaini, Adian, LGBT di Indonesia: Perkembangan dan Solusinya, Jakarta:

Insists (2015)

Husein Muhammad, et. All. (2011) Fiqh Seksialitas : Risalah Islam Untuk Pemenuhan Hak–Hak Seksualitas, Jakarta : BKKBN, hlm 9-19.

Lenny, L. G. (2014) Konsep Diri Kaum Lesbian Dan Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi. Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

Marthilda, Dea. (2014). Faktor–Faktor Pemilihan Orientasi Seksual (Studi Kasus Pada Lesbian). Skripsi Publikasi: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Nur Astuti, Insan Suwanto (2017) Fully Human Being pada Remaja sebagai Pencapaian Perkembangan Identitas. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia. Vlm 2.1 Maret 2017, hlm 9-11

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, dan R & D. Bandung:

Alfabeta CV.

Sutarni, (2003) Pemahaman Konsep Diri Pada Lesbian Suatu Studi Kasus.

Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

Prassetyanto, Bagus. (2009) Hubungan Daya Tarik Interpersonal dengan

Keterbukaan Diri Pengguna Situs Jejaring Sosial Skripsi Universitas Negeri Malang.

Rachmawati, P. A. (2009) Hubungan Daya Tarik Interpersonal Pasangan dan Perasaan Cinta Terhadap Pasangan Pada Masa Dewasa Awal. Skripsi Universitas Negeri Malang.

87

Rakhmat, J. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wisnuwardhani, Dian dan Sri Fatmawati Mashoedi. (2012) . Hubungan Interpersonal. Jakarta:Salemba Humanika.

88

LAMPIRAN

89 Lampiran 1

Lembar Verbatim Wawancara

Peneliti : “Bagaimana keadaan dirimu sebelum menyukai sesama jenis?”

Nissa : “Dulunya aku biasa ae bermain atau dekat dengan teman–temanku sesama jenis maupun lawan jenis. Tapi waktu dulu aku masih kecil, aku sering bermain dengan teman laki–laki dan aku perempuan sendiri. Aku pernah bermain sepakbola dengan tetangga–tetanggaku. Aku menyadari diriku memiliki karakter kelaki–lakian itu semenjak SD kelas 3 kayaknya. Soalnya aku suka memakai pakaian kaos dan celana. Kan aku waktu SD udah merasa udah gede kan, nahh aku sudah bisa memilih pakaian sendiri. Waktu di belikan pakaian perempuan eehh maksudnya rok, pakaian panjang kayak daster gitu; aku gak mau pakai.

Aku lebih memilih pakai celana panjang jeans dan kaos.

Aku juga mengetahui bahwa dulu waktu aku di dalam kandungan, orangtuaku menginginkan anak laki–laki, namun yang lahir adalah anak perempuan yaitu aku.

Lalu ketika aku kelas 6 SD, aku mengalami masa pubertas. Aku sudah mulai mengalami menstruasi waktu kelas 6 SD. Lalu ketika aku sudah masuk SMP, aku mulai tertarik dengan teman sekelasku. Lalu kami berdua dekat dan berpacaran. Pacar pertamaku ketika aku kelas VII, namun kami tidak bertahan lama dalam hubungan pacaran. Saya putus awal kelas VIII.

90

Lalu aku bertemu dengan kakak ini setelah aku putus dengan temanku. Kemudian ia memberikan perhatian dan kasih sayang kepadaku dan hal yang pernah hilang aku mendapatkan kembali melalui kakak ini. Kakak ini telah memenuhi kebutuhan yang kuinginkan dan selalu ada di saat aku membutuhkannya dan disaat aku sedang kesusahan atau sakit. Ketika aku kelas 6 SD bapak ibuku cerai dan aku tinggal bersama dengan nenek dari ibuku. Rumah nenek dengan rumah ibuku sangat dekat dan aku lebih suka tinggal bersama nenek. Setelah orangtuaku bercerai, aku sudah tidak mendapatkan lagi kasih sayang dan perhatian dari ibuku; dan juga ketika aku sakit. Orang yang menemaniku ketika di rumah sakit yaitu kakak ini. Orangtuaku hanya datang hanya untuk menengokku saja kemudian pulang meninggalkan aku. Jadi seperti tamu yang berkunjung ke rumah sakit. Kakak ini yang selalu ada menemaniku dan memenuhi kebutuhan.”

Peneliti : “Apa yang membuat kamu menyadari suka dengan sesama jenis?”

Nissa : “Waktu kemarin bulan Desember aku pernah cerita kalau aku sedang marahan dengan Tutik kan. Nah dari Desember sampai Januari, aku sama dia gak ada komunikasi sama sekali karena kami berdua berantem karena ada sesuatu yang membuatku marah.

Nah waktu aku gak ada komunikasi dengan Tutik, aku lagi dekat dengan laki–laki dulu alumni sekolahan SMP tetangga di Sleman, tapi

91

kami gak sampai berpacaran. Namun pada bulan Februari laki–laki ini tiba–tiba menghilang tanpa kabar.

Lalu kakak ini mulai menghubungi aku lagi, dan akhirnya kami kembali dekat lagi. Kakak ini mengira aku marah denganya karena aku cemburu dengan adik kelasku.

Nah waktu aku gak ada komunikasi dengan Tutik lalu, aku dekat dengan laki–laki. Aku merasa bahwa ada yang aneh dengan diriku. Aku tidak bisa merasakan kenyamanan dengan laki–laki yang mendekatiku.

Kemudian aku kembali dekat dengan Tutik, aku merasa nyaman dengan Tutik. Nah dari sini aku menganggap diriku menyukai Tutik. Aku mendapatkan kasih sayang, perhatian, selalu ada di saat aku sangat membutuhkan orang lain untuk menemaniku, membantu aku di saat aku sedang kesusahan, dan memenuhi kebutuhanku di saat orangtuaku tidak bisa memberikan keinginan yang kubutuhkan.”

Peneliti : “Kapan kamu mulai menyadari bahwa kamu menyukai sesama jenis?”

Nissa : “Aku mulai menyadari jika aku menyukai sesama jenis ketika bulan Februari 2021. Aku dekat dengan kakak ini sudah lama, waktu kelas VIII setelah aku putus dengan teman sekelasku. Nah awalnya aku cuman menganggap dia sebagai kakakku. Jadi kakak ketemu gede.

Keluargaku juga kenal dia dan tau kalau kami dekat, dan Tutik mau mengurusi aku. Nah semenjak kenal dengan Tutik, aku menjadi semua–

92

semuanya apa–apa ke Tutik. Kayak cerita curhat tentang masalahku itu ke Tutik. Terus Tutik juga memperlakukan aku baik dari aku SMP sampai sekarang.”

Peneliti : “Kamu tadi mengatakan bahwa dirimu cemburu dengan Tutik, nah cemburu yang bagaimana kamu dengan Tutik?”

Nissa : “Ya cemburu takut Tutik kenal dengan orang yang baru di kenal terus ninggalin aku. Lupa sama aku gitu. Waktu dulu mbak magang di sekolah, kita masih ngelakuin konseling terus aku di suruh balik sama Tutik. Nah itu karna Tutik cemburu sama mbak, soalnya mbak orang baru kan. Nah Tutik takut kalau aku dekat dengan orang baru.

Nah terus waktu aku gak ada komunikasi sama Tutik sebenarnya aku tuh marah karna pasangannya dia. Jadi waktu itu aku main ke rumah Tutik, terus aku buka baca–baca isi pesannya kan. Nah aku buka isi pesannya pasangannya. Nah aku isi pesannya itu, dia gak suka kalau Tutik memperbolehkan orang lain untuk masuk ke kamarnya. Nah dari sini aku marah dengan pasangan Tutik. Terus Tutik ngiranya aku marah karna cemburu habis baca isi pesannya dengan adek kelas. Padahal aku marah bukan karena itu awalnya, tapi itu juga termaksud sih. Aku lebih marah ke hal yang baca isi pesan pasangannya.”

Peneliti : “Hal apa yang membuat kamu merasa cemburu?”

Nissa : “Banyak sih, adanya orang yang baru dikenal terus dekat atau mendekati Tutik. Kami berdua udah sepakat gak boleh dekat dengan

93

orang lain yang baru dikenal selain orang yang sudah dikenal. Lalu aku juga merasa takut kehilangan Tutik kalau dekat orang lain/orang baru dan komunikasi dengan orang lain/baru melalui media sosial.”

Peneliti : “Apakah kamu takut ditinggal oleh pasanganmu saat ini? jika Iya, mengapa demikian?”

Nissa : “Iya benar takut ditinggalkan, karena jika aku sudah tidak bersama lagi dengan kakak ini maka keburukkanku, dan rahasiaku yang diketahuinya akan terbongkar. Oleh sebab itu aku merasa takut jika sudah tidak bersama lagi.”

Peneliti : “Sebelum kamu tertarik dengan sesama jenis, bagaimana keadaan dirimu ketika melihat perempuan yang sekarang ini kamu menyukainya?”

Nissa : “Sebelum aku tertarik dengan kakak ini, dulu aku melihat dia biasa aja. Karena dulu aku masih menyukai laki–laki. Namun seiringnya berjalannya waktu dan aku mulai dekat dengan kakak ini, aku merasakan hal yang dulu pernah hilang kembali lagi setelah aku mengenal kakak ini. Aku mendapatkan kasih sayang, perhatian yang tulus, dan selalu ada jika aku membutuhkan orang untuk menemaniku.”

Peneliti : “Apa yang membuatmu menjadi menyukai sesama jenis?”

Nissa : “Aku mendapatkan kasih sayang, perhatian yang tulus, selalu ada jika aku membutuhkan orang lain untuk menemaniku, dan juga memenuhi

94

kebutuhan yang kuinginkan menjadi terpenuhi. Semua aku dapatkan dari kakak ini bukan dari keluargaku.”

Peneliti : “Apakah kamu pernah mengalami trauma terhadap laki–laki?”

Nissa : “Tidak mengalami trauma dengan laki–laki sebenarnya, tetapi aku tidak mendapatkan kenyamanan, kasih sayang dan perhatian dari laki–

laki.”

Peneliti : “Apakah kamu mencari pelarian kepada orang lain untuk mendapat kasih sayang yang tidak kamu dapatkan di dalam keluarga?”

Nissa : “Bisa di bilang begitu. Tapi memang kebetulan aku mendapatkan kebutuhan yang tidak lagi ku dapatkan di keluargaku bisa ku dapatkan di kakak ini.”

Peneliti : “Bagaimana bentuk peran yang kamu jalani sebagai siswi maskulin terhadap orang yang kamu sukai?”

Nissa : “Peran yang aku jalani, aku bersikap seperti laki–laki. Saya bergaya dan berpakian laki–laki, namun rambutku tetap panjang. Peneliti juga pernah melihat nama kontak Tutik diberi nama “Dek Tutik”. Seperti biasa dalam hubungan perempuan dipanggilnya dek.”

Peneliti : “Bagaimana relasimu saat ini dengan orang tersebut?”

Nissa : “Pada saat ini, relasi kami semakin dekat lagi setelah kami bertengkar, gak komunikasi selama kurang lebih dari dua bulan. Relasi kami berdua

95

pada saat ini seperti memperbaiki hubungan yang telah rusak dan sekarang menjadi lebih baik dari sebelumnya.”

Peneliti : “Bagaimana bentuk komitmen yang kalian jalani sampai saat ini?”

Nissa : “Komitment yang kami buat yaitu tidak ada orang baru atau orang lain menjadi pihak ketiga kami, dan selalu berkata dan bersikap jujur.”

Peneliti : “Seperti apa keterikatan kamu dengan pasangan secara emosional?”

Nissa : “Keterikatan dengan pasangan secara emosional, tidak mau pasanganku dekat dengan orang lain atau kenal dengan orang yang baru dikenal, ketika membalas respon percakapan lama maka aku akan marah. Hal itu adalah ungkapan sayangku kepada pasanganku jika aku peduli dan sayang takut akan kehilangan dirinya.”

Peneliti : “Seperti apa keterikatan kamu dengan pasangan kamu secara seksual?”

Nissa : “Keterikatan secara seksual dengan pasanganku dengan berpelukan, kadang aku teringat dan kangen dipeluk dengan pasanganku. Jika aku kangen atau rindu dengan pasanganku namun pasanganku sedang sibuk tidak bisa bertemu maka aku akan marah dan ngambek agar pasanganku dapat bertemu denganku.”

96

Peneliti : “Selama ini jika bertemu dengan pasangan kamu apakah penuh gairah?”

Nissa : “Iya pasti penuh gairah dan semangat, karena bertemu dengan pasangan sendiri; berbeda jika bertemu dengan orang lain dan teman.

Walaupun jaraknya jauh namun masih satu kota masih ada rasa semangat dan usaha untuk bertemu dengan pasangan. Semakin sering kita bertemu maka untuk mempertahankan hubungan semakin kuat.”

Peneliti : “Jika kebutuhan untuk memperoleh kepuasaan kurang terpenuhi, tindakan apa yang akan kamu lakukan terhadap pasangan kamu?”

Nissa : Tidak mau pulang ke rumah, masih ingin bersama–sama dan memaksa untuk menginap atau tinggal di rumah pasanganku agar bisa tetap bersama–sama. Jika tidak dibolehin untuk menginap di rumahnnya maka aku membuat perjanjian atau permintaan yang harus dituruti.”

Peneliti : “Apakah kamu pernah memiliki fantasi intim terhadap pasangan kamu? Jika iya, siapa yang lebih mendominasi?”

Nissa : “Tidak pernah berfikir sampai ke situ. Fantasi intim yang pernah ku lakukan hanya sebatas berpelukan dan cium kening dan pipi saja.”

Peneliti : “Sejauh mana hubungan intim kamu dengan pasangan kamu?”

Nissa : “Pernah tidur bersama di satu ranjang namun tidak melakukan apa-apa karena hanya tidur saja. Pernah berpelukan dan cium pipi dan kening

97

saja, hanya sebatas itu seperti pasangan yang berpacaran pada umumnya.”

Peneliti : “Apakah orangtuamu mengetahui kedekatanmu dengan orang tersebut?”

Nissa : “Orangtuaku dan keluargaku mengetahui dengan kedekatan kami berdua, namun mereka tidak mengetahui bahwa kami berdua mempunyai rasa cemburu satu sama lain dan aku menyukai kakak ini.

Ketika aku pergi keluar dan lupa untuk berpamitan dengan nenek, nenekku mencariku dengan menghubungi kakak ini disaat handphone ku mati dan susah di hubungi.”

Peneliti : “Bagaimana relasimu dengan keluargamu?”

Nissa : “Untuk relasiku dengan keluarga biasa aja dan baik–baik aja.

Walaupun sudah pisah rumah dengan bapak, bapak tidak lepas tanggung jawab untuk menafkahi keluarga walaupun sekarang sedang susah ekonomi.”

Peneliti : “Apa yang kamu rasakan ketika berinteraksi dengan orang lain (teman, tetangga, dll)?”

Nissa : “Biasa aja sih sebenarnya, karena mereka tidak tau dengan kedekatan kami berdua. Tapi tidak tau lagi yah diblakangku seperti apa.

Sepertinya sih pada bicarain aku dengan kakak ini. Kalau di depanku aman–aman saja sampai saat ini.”

98

Peneliti : “Apa ada keinginan untuk berubah menjadi wanita yang menyukai lawan jenis?”

Nissa : “Keinginan untuk berubah menuju ke sana tentu ada.”

Peneliti : “Pasangan seperti apa yang ingin kamu inginkan?”

Nissa : “ Pasangan yang bisa menerima latarku terlebih dahulu, kemudian menerima keluargaku. Pada saat ini hanya itu saja kemauan aku memiliki pasangan yang bisa menerimaku ala kadarnya.”

Peneliti : “Adakah harapan–harapan yang ingin kamu raih dan rubah?”

Nissa : “Ada harapan yang inginku raih dan rubah yaitu menjadi wanita sejati sesuai sederajatnya.”

Peneliti : “Harapan apa yang ingin kamu raih untuk masa depanmu?”

Nissa : “Harapanku bisa terlepas dari kakak ini, agar aku bisa kembali normal ke jalan yang benar, bisa bertanggung jawab dalam hal apapun, bisa diandalkan, dan bisa menjalin relasi baik dengan semua orang.”

99 Lampiran 2

LEMBAR KODING WAWANCARA

Subjek N

No Urut

Data Teks Koding

001 Bagaimana keadaan dirimu sebelum N/ PP-1 002 menyukai sesama jenis?

003 Dulunya aku biasa ae bermain atau dekat 004 dengan teman–temanku sesama jenis 005 maupun lawan jenis. Tapi waktu dulu aku 006 masih kecil, aku sering bermain dengan 007 teman laki–laki dan aku perempuan 008 sendiri. Aku pernah bermain sepakbola 009 dengan tetangga–tetanggaku. Aku

010 menyadari diriku memiliki karakter kelaki  Memiliki karakter kelaki- 011 –lakian itu semenjak SD kelas 3 lakian sejak SD kelas 3 012 kayaknya. Soalnya aku suka memakai  Suka memakai pakaian kaos 013 pakaian kaos dan celana. Kan aku waktu dan celana

014 SD udah merasa udah gede kan, nahh aku 015 sudah bisa memilih pakaian sendiri.

016 Waktu di belikan pakaian perempuan  Tidak suka memakai pakaian 017 eehh maksudnya rok, pakaian panjang perempuan seperti rok,

100

018 kayak daster gitu; aku gak mau pakai. pakaian panjang daster 019 Aku lebih memilih pakai celana panjang

020 jeans dan kaos. Aku juga mengetahui  Orangtua menginginkan 021 bahwa dulu waktu menginginkan anak anak laki–laki yang

022 laki–laki, namun yang dilahirkan

023 lahir adalah anak perempuan yaitu aku.

024 Lalu ketika aku kelas 6 SD, aku 025 mengalami masa pubertas. Aku sudah 026 mulai mengalami menstruasi waktu kelas 027 6 SD. Lalu ketika aku sudah masuk SMP, 028 aku mulai tertarik dengan teman

029 sekelasku. Lalu kami berdua dekat dan 030 berpacaran. Pacar pertamaku ketika aku

031 kelas VII, namun kami tidak bertahan  Pernah mengalami 032 lama dalam hubungan pacaran. Saya kegagalan putus cinta 033 putus awal kelas VIII. dengan laki–laki 034 Lalu aku bertemu dengan kakak ini

035 setelah aku putus dengan temanku.

036 Kemudian ia memberikan perhatian dan 037 kasih sayang kepadaku dan hal yang 038 pernah hilang aku mendapatkan kembali 039 melalui kakak ini. Kakak ini telah

101

040 memenuhi kebutuhan yang kuinginkan 041 dan selalu ada di saat aku

042 membutuhkannya dan disaat aku sedang

043 kesusahan atau sakit. Ketika aku kelas 6  Adanya keretakan 044 SD bapak ibuku cerai dan aku tinggal dalam keluarga yang 045 bersama dengan nenek dari ibuku. Rumah memicu percerian 046 nenek dengan rumah ibuku sangat dekat orangtuanya 047 dan aku lebih suka tinggal bersama nenek.

048 Setelah orangtuaku bercerai, aku sudah 049 tidak mendapatkan lagi kasih sayang dan 050 perhatian dari ibuku; dan juga ketika aku 051 sakit. Orang yang menemaniku ketika di 052 rumah sakit yaitu kakak ini. Orangtuaku 053 hanya datang untuk menengokku

054 saja kemudian pulang meninggalkan aku.

055 Jadi seperti tamu yang berkunjung ke 056 rumah sakit. Kakak ini yang selalu ada 057 menemaniku dan memenuhi kebutuhan.

058 Apa yang membuat kamu menyadari N/ PP-2 059 suka dengan sesama jenis?

060 Waktu kemarin bulan Desember aku 061 pernah cerita kalau aku sedang marahan

102 062 dengan Tutik kan. Nah dari Desember 063 sampai Januari, aku sama dia gak ada 064 komunikasi sama sekali karena kami

065 berdua berantem karena ada sesuatu yang 066 membuatku marah.

067 Nah waktu aku gak ada komunikasi 068 dengan Tutik, aku lagi dekat dengan 069 laki–laki dulu alumni sekolahan SMP 070 tetangga di Sleman, tapi kami gak sampai 071 berpacaran. Namun pada bulan Februari 072 laki–laki ini tiba–tiba menghilang tanpa 073 kabar.

074 Lalu kakak ini mulai menghubungi aku 075 lagi, dan akhirnya kami kembali dekat.

076 Kakak ini mengira aku marah denganya 077 karena aku cemburu dengan adik kelasku.

078 Nah waktu aku gak ada komunikasi 079 dengan Tutik lalu, aku dekat dengan 080 laki–laki. Aku merasa bahwa ada yang

081 aneh dengan diriku. Aku tidak bisa  Berulang kali dekat dengan 082 merasakan kenyamanan dengan laki–laki lawan jenis, aku tidak bisa 083 yang mendekatiku. Kemudian aku merasakan kenyamanan

103

084 kembali dekat dengan Tutik, aku  Ketika dekat lagi dengan 085 merasa nyaman dengan Tutik. Nah Tutik, aku merasa nyaman 086 dari sini aku menganggap diriku

087 menyukai Tutik. Aku mendapatkan

088 kasih sayang, perhatian, selalu ada di saat 089 aku sangat membutuhkan orang lain

090 untuk menemaniku, membantu aku di saat 091 aku sedang kesusahan, dan memenuhi 092 kebutuhanku di saat orangtuaku tidak bisa 093 memberikan keinginan yang kubutuhkan.

094 Kapan kamu mulai menyadari bahwa N/ PP-3 095 kamu menyukai sesama jenis?

096 Aku mulai menyadari jika aku menyukai  Ketika Bulan Februari 2021 097 sesama jenis ketika bulan Februari 2021.

098 Aku dekat dengan kakak ini sudah lama, 099 waktu kelas VIII setelah aku putus dengan 100 teman sekelasku. Nah awalnya aku cuman 101 menganggap dia sebagai kakakku. Jadi 102 kakak ketemu gede. Keluargaku juga 103 kenal dia dan tau kalau kami dekat, dan 104 Tutik mau mengurusi aku. Nah

105 semenjak kenal dengan Tutik, aku

104 106 menjadi semua–semuanya apa–apa ke 107 Tutik. Kayak cerita curhat tentang 108 masalahku itu ke Tutik. Terus kakak

109 itu juga memperlakukan aku baik dari aku 110 SMP sampai sekarang.

111 Kamu tadi mengatakan bahwa dirimu N/ PP – 4 112 cemburu dengan Tutik, nah

113 cemburu yang bagaimana kamu 114 dengan Tutik?

115 Ya cemburu takut Tutik kenal dengan  Cemburu takut akan

116 orang yang baru terus ninggalin kehilangan setelah menemukan 117 aku. Lupa sama aku gitu. Waktu dulu orang baru dan takut akan 118 mbak magang di sekolah, kita masih ditinggalkan atau lebih memilih 119 ngelakuin konseling terus aku di suruh orang yang baru dikenal

120 balik sama Tutik ke kelas. Nah itu kakaknya itu 121 karna Tutik cemburu sama mbak,

122 soalnya mbak orang baru kan. Nah kakak 123 itu takut kalau aku dekat dengan orang 124 baru. Nah terus waktu aku gak ada 125 komunikasi sama Tutik sebenarnya 126 aku tuh marah karna pasangannya dia.

127 Jadi waktu itu aku main ke rumah kakak

105 128 itu, terus aku buka baca–baca isi

129 pesannya kan. Nah aku buka isi pesannya 130 pasangannya. Isi pesannya itu, dia gak 131 suka kalau Tutik memperbolehkan 132 orang lain untuk masuk ke kamarnya.

133 Nah dari sini aku marah dengan pasangan 134 Tutik. Terus Tutik ngiranya aku

135 marah karna cemburu habis baca isi 136 pesannya dengan adek kelas. Padahal aku 137 marah bukan karena itu awalnya, tapi itu 138 juga termaksud sih. Aku lebih marah 139 ke hal yang baca isi pesan pasangannya.

140 Hal apa yang membuat kamu merasa N/ PP-5 141 cemburu?

142 Banyak sih, adanya orang yang baru  Adanya orang yang baru 143 dikenal terus dekat atau mendekati kakak dikenal lalu mendekati kakak 144 itu. Kami berdua udah sepakat gak boleh itu.

145 dekat dengan orang lain yang baru dikenal

145 dekat dengan orang lain yang baru dikenal

Dokumen terkait