BAB V: PENUTUP
B. Saran
Sehubungan dengan penulisan skripsi ini, terdapat 3 saran yang dapat penulis sampaikan, yakni sebagai berikut:
1. Dalam hal mewujudkan konsep pembuktian sesuai dengan konsep negara hukum, penulis menyarankan agar konsep pembuktian dalam konsep negara hukum tersebut harus menjadi landasan utama dalam konsiderasi pembentukan konsep pembuktian dalam berbagai peraturan perundang-undangan, termasuk dalam peraturan perundang-undangan terkait hukum persaingan usaha. Sehingga pada akhirnya kosep pembuktian dalam hukum persaingan usaha tetap mencerminkan konsep pembuktian dalam konsep negara hukum. Maka dari itu, baik para legislator yang akan membuat Undang-undang, Mahkamah Agung yang akan membuat Peraturan Mahkamah Agung, bahkan KPPU dalam membuat Peraturan Komisi yang terkait dengan pembuktian hukum persaingan usaha harus menjaga eksistensi asas due process of law sebagai negara hukum.
2. Konsep pembuktian dalam upaya keberatan di Pengadilan Negeri dalam perkara persaingan usaha pada dasarnya harus mencerminkan asas due process of law. Dalam mencapai hal tersebut tentunya dalam hal pembuktian sudah seharusnya diberikan akses pembuktian yang seluas-luasnya sesuai dengan kedudukan Pengadilan Negeri sebagai judex factie. Maka dari itu penulis menyarankan agar Mahkamah Agung dalam peraturannya mengatur dengan jelas Pengadilan Negeri dalam hal menangani upaya keberatan atas putusan KPPU mengakomodasi bukti baru selain putusan KPPU dan berkas perkaranya, termasuk indirect evidence demi terangnya pembuktian sebuah perkara tersebut. Konkretnya dapat dilakukan dengen merevisi Perma No. 1 Tahun 2019 saat ini dan memasukkan norma tersebut dalam Perma yang baru nantinya.
3. Dalam hal pembuktian di Pengadilan Negeri terkait upaya keberatan atas putusan KPPU diperlukan mekanisme yang menyeluruh sehingga dapat menghasilkan putusan yang mengakomodasi keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Maka dalam konteks ini penulis menyarankan untuk menguatkan eksistensi hakim Pengadilan Negeri untuk memeriksa secara langsung perkara persaingan usaha dalam upaya keberatan yang dihadapkan kepadanya. Hal tersebut tentunya juga sejalan sebagai konsekuensi logis atas posisinya sebagai judex factie. Adapun pemeriksaan secara langsung yang penulis maksudkan adalah dalam hal Majelis Hakim berpendapat perlu pemeriksaan lebih lanjut terkait perkara persaingan usaha yang sedang ditangani yang tidak dapat dipenuhi hanya atas dasar putusan KPPU dan berkas perkaranya. Secara konkret hal tersebut dapat diatur melalui Peraturan Mahkamah Agung dengan merevisi Perma No. 3 Tahun 2019 yang ada saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku
Ali, Achmad, Menguak Teori Hukum dan Teori Peradilan, Jakarta: Kencana, 2012.
Arto, H. A. Mukti, Praktek Perkara Perdata Pada Pengadilan Agama, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2008.
Asnawi, Natsir, Hukum Acara Perdata: Teori, Praktik dan Permasalahannya di Peradilan Umum dan Peradilan Agama, Yogtakarta: UII Press, 2016.
Asshiddiqie, Jimly, Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, Jakarta: Konpress, 2006.
Assidiqie, Jimly, Konstitusi dan Konstitusinalisme, Jakarta: Konstitusi Press, 2005.
Bakhri, Syaiful, Dinamika Hukum Pembuktian dalam Capaian Keadilan, Depok:
Raja Grafindo Persada, 2018.
Bakhri, Syaiful, Hukum Pembuktian Dalam Praktik Peradilan Pidana, Yogyakarta:
Total Media, bekerja sama dengan P3IH Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, 2009.
Bakker, Anton, Metode–metode Filsafat, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1984.
Chazawi, Adami, Hukum Pembuktian Tindak Pidana Korupsi, Bandung: Alumni, 2006.
Chazawi, Adami, Hukum Pembuktian Tindak Pidana Korupsi, Bandung: P.T Alumni, 2008.
Diantha dan Pasek I Made , Batas Kekuasaan Kehakiman, Jakarta: Kertha Patrika, 2000.
Effendie Bahtiar, Masdari Tasmin, dan A. Chodari, Surat Gugat Dan Hukum Pembuktian Dalam Perkara Perdata, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1999.
Effendie, Bahtiar, Masdari Tasmin, dan A.Chodari, Surat Gugat Dan Hukum Pembuktian Dalam Perkara Perdata, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1999.
Fuady, Munir, “Teori Negara Hukum Modern (Rehctstaat)”, Padang:
Refika Aditama, 2009.
Hamzah, Andi, Hukum Acara Pidana Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2005.
Hermansyah, Pokok-Pokok Hukum Usaha Persaingan Usaha di Indonesia, Jakarta:
Kencana, 2008.
Hermansyah, Pokok-Pokok Hukum Usaha Persaingan Usaha di Indonesia, Jakarta:
Kencana, 2008.
Isharyanto, Hukum Acara Persaingan Usaha, Jakarta: Jala Permata Aksara, 2009.
L, Bernard, Tanya Hukum Dalam Ruang Sosial, Yogyakarta: Genta Publishing, 2010.
Lubis, Andi Fahmi, Hukum Persaingan Usaha Antara Teks & Konteks, Jakarta:
Creative Media, 2009.
Mamuji, Sri, Metode Penelitian dan Penulisan Hukum, Depok: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005.
Manan, Bagir, Hukum Positif Indonesia: Suatu Kajian Teoritik, Yogyakarta: FH UII Press, 2004.
Margono, Suyud, Hukum Anti Monopoli, Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
Marpaung, Leden, Proses Penanganan Perkara Pidana, Jakarta: Sinar Gafika, 1995.
Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana, 2008.
Marzuki, Suparman, Tragedi Politik Hukum dan HAM, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
Matompo, Osgar S., Hakikat Hukum Sistem Persaingan Usaha yang Sehat, Kompetitif dan Berkeadilan, Yogyakarta: Genta, 2015.
Mertokusumo, Sudikno, dalam Hendar Soetarna, Hukum Pembuktian Dalam Acara Pidana, Bandung: Alumni, 2017.
Mertokusumo, Sudikno, Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogyakarta: Liberty, 2002.
Muhammad, Abdulkadir, Hukum dan Penelitian Hukum, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2004.
Nadapdap, Binoto, Hukum Acara Persaingan Usaha, Jakarta: Jala Permata Aksara, 2009.
Nazil, M, Metode Penelitian Jakarta: Ghalia Indonesia, 2010.
Poerwadarminta, WJS, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1976.
Prasetyo, Teguh, dan Abdul Halim Barakatullah, Filsafat, Teori & ilmu Hukum, Pemikiran Menuju Masyarakat yang Berkeadilan dan Bermartabat, Jakarta PT Raja Grafindo Persada, 2016.
Qamar, Nurul, Pengantar Hukum Ekonomi, Makassar: Pustaka Refleksi, 2009.
Rahardjo, Satjipto, Satya Arinanto, dan Ninuk Triyanti, Memahami Hukum Dari Konstruksi Sampai Implementasi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012.
Rhiti, Hyronimus, Filsafat Hukum (Dari Klasik Sampai Postmodernisme), Yogyakarta: Universitas Atma Jaya press, 2011.
Ridwan, Tiga Dimensi Hukum Administrasi Negara dan Peradilan Administrasi Negara, Yogyakarta: FH UII Press, 2009.
Rifai, Ahmad, Penemuan Hukum Oleh Hakim Dalam Perspektif Hukum Progresif, Jakarta: Sinar Grafika, 2010.
Rokan, Mustafa, Kamal, Hukum Persaingan Usaha, Jakarta : PT Grafindo Persada, 2010.
Saleh, Wantjik, Tindak Pidana Korupsi Dan Suap, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983.
Salman Otje, dan Anthon F Susanto, Tinjauan Filsafat Hukum Tentang Penegakan Hukum Di Indonesia Dalam Kapita Selekta Hukum Tim Penulis Pakar Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung: Widya Padjadjaran, 2009.
Samudra, Teguh, Hukum Pembuktian Dalam Acara Perdata, Bandung: Alumni, 2014.
Sarjana, I Made, Prinsip Pembuktian Dalam Hukum Acara Persaingan Usaha, Siduarjo: Zifataman, 2014.
Sasangka, Hari, dan Lily, Rosita, Hukum Pembuktian dalam Perkara Pidana, Bandung: Mandar Maju, 2000.
Sidabalok, Janus, Pengantar Hukum Ekonomi, Medan: Bina Media, 2006.
Sidharta, Filsafat Hukum: Refleksi Kristis terhadap Hukum dan Hukum Indonesia (dalam Dimensi Ide dan Aplikasi), Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2015.
Soekanto, Soerjono, Tata Cara Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bidang Hukum, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983.
Soeparno, R, Keterangan Ahli & Visum Et Repertum dalam Aspek Hukum Acara Pidana Edisi Revisi, Bandung: Mandar Maju, 2016.
Subekti, Hukum Pembuktian, Jakarta: Pradnya Paramita, 1991.
Sunggono, Bambang, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: PT Raja Grapindo Persada, 2011.
Susanti, dan Adi Nugroho, Hukum Persaingan Usaha di Indonesia, Jakarta:
Kencana, 2012.
Sutiantio, Retnowulan, dan Iskandar Oeripkartawinata, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Bandung: Mandar Maju, 1995.
Usaman, Rachmadi, Hukum Acara Persaingan Usaha di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2013.
Usman, Rachmadi, Hukum Acara Persaingan Usaha di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2013.
Wasitaatmaja, Fokky, Fuad, Filsafat Hukum Akar Religiositas Hukum, Jakarta:
Prenada Media Group, 2015.
Wibowo, Destivano, dan Harjon Sinaga, Hukum Acara Persaingan Usaha, Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2005.
Yunas, Didi Nazmi, Konsepsi Negara Hukum, Padang: Angkasa Raya, 1992.
B. Peraturan Perundang-undangan
Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
KPPU, Putusan KPPU Nomor 18/KPPU-L/2015.
Mahkamah Konstitusi, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XIV/2016.
Pengadilan Negeri, Putusan Pengadilan Negeri Nomor 708/Pdt.Sus-KPPU/2016/PN Mdn.
Republik Indonesia, Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Penanganan Perkara.
Republik Indonesia, Peraturan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Penanganan Perkara Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Republik Indonesia, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
Republik Indonesia, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Pengajuan Upaya Hukum Keberatan Terhadap Putusan KPPU.
Republik Indonesia, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pengajuan Upaya Keberatan Terhadap Putusan KPPU.
Republik Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
C. Jurnal
Alhumami, Khunaifi, “Peran Lembaga Pemeriksaan Tambahan Dalam Penyelesaian Perkara-Perkara Mengambang”, Jurnal Bina Adhyaksa, Volume 3, 2012.
Kagramanto, Budi L., “Implementasi UU No. 5 Tahun 1999 oleh KPPU”, Jurnal Ilmu Hukum Yustisia, 2007.
Mahkamah Agung, “Himpunan Tanya Jawab Tentang KUHAP”, Jakarta, 1984.
Modul Hukum Pembuktian, “Pendidikan Dan Pelatihan Pembentukan Jaksa 2019”, Jakarta: Badan Diklat Kejaksaan R.I., 2019.
OECD, Prosecuting Cartels Without Direct Evidence of Agreement. June 2006.
Prasetyo, Eko Surya, dkk, “Implikasi Yuridis Kebijakan Formulasi Alat Bukti Elektronik”, Jurnal Lentera Hukum, Volume 5, Issue 2, 2018.
Risnain, Muhammad, “Konsep Penguatan Kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Sebagai Lembaga Quasi-Peradilan Dalam Membangun Perekonomian Nasional Yang Sehat dan Adil”, Jurnal IUS, Volume 6, Nomor 2, 2018.
Sari, Milya, “Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian”, Jurnal Natural Science, Volume 2, No. 2, 2020.
D. Website
__________, “Konflik Kepentinngan” dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_kepentingan, (1 September 2020).
Abd. Rasyid As’ad, “Akta Elektronik Sebagai Alat Bukti Dalam Perkara Perdata”, dikutip dari http://fakultashukumdarussalam.com/2012/11/akta-elektronik-sebagaialatbukti.html, (5 Mei 2020).
Hukum Online, “Arti Notoire Feiten Notorious dalam Hukum Acara Pidana“, https://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5c639a84b815b/arti-notoire-feiten-notorious-dalam-hukum-acara-pidana/, (1 September 2020).
Kamus Besar, “Arti Kata” dikutip dari https://www.kamusbesar.com/inkracht-van-gewijsde, (1 September 2020).
Risnain Muhammad, “Eksistensi Lembaga quasi yudicial dalam Sistem Kekuasaan Kehakiman di Indonesia”, dikutip dari http://oaji.net/articles/2016/3905-1473404648.pdf, (1 September 2020).
Suhendra, “Penyelidikan KPPU Masih Terbentur Masalah Antar Instansi”, dikutip dari http://www.detikfinance. com/read/2008/03/12/135149/907246/4/, (12 Mei 2020).
The Law Dictionary, “Featuring Black's Law Dictionary Free Online Legal Dictionary 2nd Ed”, dikutip dari https://thelawdictionary.org/, (1 September 2020).
Trex, “Terjemahan Bahasa Indonesia”, dikutip dari https://tr-ex.me/terjemahan/bahasa+inggris-bahasa+indonesia/in+person#gref, (1 September 2020).
Yuris.id, “Sumber Informasi Hukum”, dikutip dari https://yuridis.id/seputar-tentang-judex-facti-dan-judex-juris/, (1 September 2020).