BAB V PENUTUP
5.2 Saran
Berdasarakan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi masukan terhadap perusahaan. PT Bank Sumut sebaiknya lebih memprioritaskan bantuan CSR untuk pemberdayaan UMKM agar UMKM yang ada di kota Medan yang membutuhkan bantuan dana maupun fisik bisa maju. Dengan banyaknya UMKM yang maju di Kota Medan, maka hal ini dapat menjadi icon tersendiri bagi Kota Medan. Kota Medan dapat menjadi Trading City jika pasar UMKM berkembang dengan baik. Nilai tambah dan keuntungan untuk perusahaan sendiri, semakin banyak UMKM yang ada di Kota Medan maka semakin banyak pula nasabah yang menabung di PT Bank Sumut, sehingga hal itu akan menjadi sebuah benefit untuk PT Bank Sumut.
Saran selanjutnya adalah sebaiknya diharapkan bagi PT Bank Sumut untuk turun langsung ke lapangan dan mencari UMKM yang kreatif namun sebenarnya membutuhkan perhatian. Artinya, UMKM tersebut mendapatkan bantuan CSR tidak dengan mengajukan proposal, namun dengan cara mendapatkan perhatian langsung dari PT Bank Sumut sendiri
DAFTAR PUSTAKA Sumber Buku
Abdul Wahab, Solichin. 2001. Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Negara. Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.
Bagong, Suyanto. 2005. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenada Media Groupp.
Bambang.Melia.2007. Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia. Bandung: Rekayasa Sains.
Matias, Agus.2010. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan CSR Perspektif Pekerjaan Sosial. Medan: Fisip Usu Press.
Mursitama. 2011. Corporate Social Responsibility di Indonesia Teori dan Implementasi. Jakrta: Institute for Develop of Eco and Finance (Indef).
Patton, Michael Quinn. 2009. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rahmatullah dan Kurniati. 2011. Panduan Praktis Pengelolaan CSR (Corporate Social Responsibility). Yogyakarta: Samudra Biru.
Rudito, Bambang & Melia Famiola. 2013. CSR (Corporate Social Responsibility). Bandung. Rekayasa Sains.
Sondang P. Siagian. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Situmeang. 2016. Corporate Social Responsibility Dipandang dari Perspektif Komunikasi Organisasi. Yogyakarta: Ekuilibria
Sujarweni, V. Wiratna. 2014. Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Tulus. 2009. UMKM di Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia
Untung, Budi. 2014. CSR dalam Dunia Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Wibisono, Yusuf. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR Corporate Social Responsibility. Gresik: Fashco Publishing.
Sumber Jurnal
Mudjiarto dkk. 2015. Pembinaan Usaha Menengah, Kecil & Mikro (UMKM) Melalui Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) BUMN (PKBL PT Jasa Marga Persero Cab. Jagorawi 2014. Jurnal Abdimas Volume 1 Nomor 2, Maret 2015. Fakultas Ekonomi, Universitas Esa Unggul, Jakarta.
Netty Dyah Kurniasari. 2015. Program CSR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Mikro, Kecil Menengah Di Madura). Jurnal NeO-Bis. Prodi Ilmu Komunikasi – FISIP Universitas Trunojoyo Madura.
Suparnyo dkk. 2013. Model Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Indu stri Rokok Di Kudus. Jurnal Universitas Muria Kudus Volume 6 Nomor 2 Desember 2013.
Sumber Skripsi
Yeriko Putra Widenta. 2012. Analisis Implementasi Corporate Social Responsibility PT Indosat Tbk. Tahun 2007-2011 Berdasarkan Global Reporting Initiative. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.
Yustisia Ditya Sari. 2012. Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Sikap Komunitas Pada Program Perusahaan (Studi Kuantitatif Implementasi CSR Terhadap Sikap Komunitas Pada Program “Street children Sponsorhip” Migas Hess Indonesia.
Website
https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Sumut
Radyati, Maria. 2008. CSR dan Sustainability Development. Artikel.
http://www.cectusakti.org/news.php?Ln=id&Mn=4&A=1&Kd=38 Diakses tanggal 13 April 2014
www.banksumut.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Sumut
www.hukumonline.com/HirarkiPeraturanUndang-Undang(UU)2008
www.hukumonline.com/pusatdata/downloadfile/lt4f98d41bab121/.../lt4f98d3a83c fd2
LAMPIRAN I
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
ANALISIS IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT BANK SUMUT KANTOR PUSAT DALAM PEMBERDAYAAN UMKM
KOTA MEDAN
(Studi Pada UMKM Binaan PT Bank Sumut)
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin : Pekerjaan/Jabatan :
INFORMAN DAFTAR PERTANYAAN JAWABAN
Informan Utama
1. Bagaimana pemahaman saudara mengenai pengertian CSR ?
2. Dalam bentuk apa program CSR yang diberikan oleh PT Bank Sumut untuk membantu
saudara dalam menjalankan usaha?
3. Apakah bentuk bantuan CSR tersebut dapat
5. Pemberdayaan seperti apa yang diberikan PT Bank Sumut?
6. Berapa lama PT Bank Sumut melakukan pembinaan?
7. Apakah pemberdayaan yang diberikan oleh PT Bank Sumut berjalan berkelanjutan?
8. Apakah PT Bank Sumut melakukan pengawasan terhadap penggunaan bantuan CSR kepada usaha saudara?
9. Bagaimana cara saudara mengoptimalisasikan bantuan CSR ini agar usaha saudara berjalan dengan baik?
10. Apakah selama ini PT Bank Sumut pernah meminta feedback atas usaha yang telah mereka danai untuk usaha saudara?
11. Apa perubahan yang signifikan dari usaha saudara yang didapatkan setelah menerima CSR?
12. Sebelum PT Bank Sumut, apakah saudara pernah menerima bantuan CSR dari
perusahaan lain? Bentuk CSR seperti apa itu?
13. Jika bantuan yang
14. Apakah pemberdayaan PT Bank Sumut mampu memotivasi saudara dalam membangun usaha?
15. Bagaimana usaha saudara sebelum dan setelah mendapatkan CSR dari PT Bank Sumut?
DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA
ANALISIS IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT BANK SUMUT KANTOR PUSAT DALAM PEMBERDAYAAN UMKM
KOTA MEDAN
(Studi Pada UMKM Binaan PT Bank Sumut)
Nama :
1. Bagaimana pendapat saudara mengenai UMKM yang ada di Kota Medan?
2. Bagaimana sejarah perusahaan melaksanakan CSR? Kapan
perusahaan mulai mengimplementasikan CSR?
3. Dalam bentuk bantuan dan program CSR seperti apa yang PT Bank sumut berikan kepada pelaku UMKM?
4. Pembinaan seperti apa yang di berikan oleh PT Bank sumut kepada pelaku UMKM?
5. Berapa lama PT Bank sumut melakukan pemberdayaan kepada pelaku UMKM
6. Apakah ada klasifikasi khusus untuk penerima bantuan CSR?
7. Apakah menurut saudara CSR yang telah diberikan kepada
mencapai target sasaran yang cocok dengan klasifikasi?
8. Bagaimana tahapan dalam penyaluran CSR terhadap pelaku UMKM?
9. Bagaimana posisi struktural tim CSR dan terdiri dari berapa orang tim CSR dalam perusahaan?
10. Bagaimana pengawasan Bank sumut terhadap penyaluran CSR?
11. Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan CSR terhadap pemberdayaan UMKM?
12. Berapa jumlah total nilai CSR yang diberikan kepada pelaku UMKM?
13. Berasal dari mana dana untuk melakukan CSR?
14. Berapa persen dana yang dialokasikan untuk CSR?
15. Berapa kuota yang disediakan oleh PT Bank Sumut untuk penerima bantuan CSR bagi pelaku UMKM?
16. Sudah berapa pelaku UMKM di Kota Medan yang menerima bantuan CSR dari PT Bank sumut?
17. Apa kendala yang dihadapi oleh PT Bank sumut dalam memberikan bantuan CSR kepada pelaku UMKM?
18. Sejauh ini apakah Bank sumut pernah menerima aduan mengenai dana CSR yang berjalan tidak baik?
19. Menurut saudara apakah konsep pembinaan yang dijalankan oleh PT Bank Sumut sudah sempurna untuk membina pelaku UMKM?
20. Bagaimana cara saudara mengatasi masalah antara staf pengawas CSR dengan pelaku UMKM?
21. Sejauh ini, apakah pemberdayaan yang dilakukan PT Bank sumut untuk bantuan CSR kepada pelaku UMKM sudah efektif sesuai visi Bank sumut yaitu “membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian” ?
22. Apa tantangan terberat saudara dalam menjalankan tugas selama menjadi pengawas CSR kepada pelaku UMKM?
23. Apa harapan pribadi saudara selanjutnya untuk pelaku UMKM yang sudah diberikan bantuan CSR oleh PT Bank Sumut ?
LAMPIRAN II
Foto I : Suasana didalam ruangan PT Bank Sumut Kantor Pusat Lt.3
Foto II : Informan kunci yaitu bapak Hamid selaku Pimpinan CSR PT Bank Sumut
Foto I : Informan utama yaitu Bapak Wanda selaku pimpinan Lembaga Monumen Persahabatan
Foto II : Proses pembuatan gerobak Ice Blend
Foto informan utama yaitu Bapak Ismail selaku Direktur Non-Organization of Pilar Indonesia