• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran Terw ujudnya Stabilitas Keamanan Tabel III.6

Dalam dokumen LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA id. pdf (Halaman 43-52)

C. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja tahun 2012

3. Sasaran Terw ujudnya Stabilitas Keamanan Tabel III.6

Capaian Sasaran Terw ujudnya Stabilitas Keamanan

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase

(1) (2) (3) (4) (5)

Terw ujudnya stabilitas keamanan

a) Skala M inim um Essent ial Forces b) Persent ase Penyelesaian t indak pidana Kejahat an Konvensional, Transnasional, Kont ijensi dan Kekayaan Negara 28,7 64,25% 35 58.4 121.9 90.9

a) Skala M inimum Essential Forces (M EF)

M EF adalah kekuat an pert ahanan m imim al yang m am pu m enimbulkan dampak penangkalan at au kekuat an pada t ingkat m inimum yang dapat diandalkan. M EF m enekankan pada capabilit y-based planning yait u perencanaan kem am puan yang m ampu dilaksanakan oleh kekuat an pert ahanan t ersebut .

Pem erint ah Indonesia m elalui Kem ent erian Pert ahanan (Kem han) opt im ist is pencapaian kekuat an pokok m inim al lebih cepat lim a t ahun dari t arget yang t elah dit ent ukan. Jika aw alnya pencapaian M EF pada 2024, M ent eri Pert ahanan yakin bisa t ercapai 2019. Pencapaian M EF yang lebih cepat lim a t ahun dari yang dit arget kan ini

m erupakan sebuah t erobosan. Keberhasilan ini t ak lain berkat besarnya APBN yang digelont orkan ke Kem han.

Pada 2012, M EF m encapai 35 % dari rencana t arget dalam RKP 2012 pada kisaran 28,7 %. Dukungan anggaran pem erint ah yang m em adai dalam upaya

pencapaian t arget M EF m enjadi fakt or ut am a pencapaian M EF t ahun 2012. Sem ent ara it u Persent ase akuisisi alut sist a indust ri dalam negeri juga m engalam i peningkat an (15,86 %) dibandingkan dengan t ahun 2011 (13,61%).

Grafik III.5

Perkembangan Capaian M EF

Langkah st rat egis yang dilakukan dalam m eningkat kan skala M EF adalah dengan m engimplem ent asikan Keput usan Presiden Nomor 35 t ahun 2011 t ent ang Percepat an Pem enuhan Kekuat an Pokok M inim al TNI 2010-2014, dan peningkat an peran indust ri pert ahanan dalam negeri. Pendayagunaan indust ri pert ahanan nasional unt uk m endukung kem andirian pert ahanan, m elalui penyusunan cet ak biru besert a Road M ap, peningkat an penelit ian dan pengem bangan, sert a dukungan pendanaannya sebagai upaya peningkat an kem andirian alut sist a TNI dan alat ut ama Polri baik dari sisi kuant it as, kualit as, m aupun variasinya m engingat indust ri pert ahanan mulai m enunjukkan peran yang nyat a dalam pem enuhan alut sist a TNI dan alat khusus Polri. Pada t anggal 5 Okt ober t ahun 2012 t elah disahkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 t ent ang Indust ri Pert ahanan sebagai t it ik t olak m enuju kem andirian indust ri st rat egis pert ahanan dalam negeri. Undang-Undang t ersebut dit andat angi oleh Presiden bert epat an dengan hari ulang t ahun ke-67 TNI.

Langkah-langkah yang t elah dilakukan oleh Kem enko Polhukam dalam m em percepat capaian t ersebut adalah dengan m eningkat kan koordinasi dan sinkronisasi m elalui Rapat Pimpinan Tingkat M ent eri, Rakorsus dan Rakort as sert a Rapat Eselon I; pem ant auan dan evaluasi kebijakan; sert a m engadakan Kajian t ent ang Pengelolaan W ilayah Perbat asan dalam lingkup Pert ahanan Negara; FGD dalam koordinasi Dokt rin dan St rat egi Pert ahanan Negara; Int elijen Pert ahanan; Wilayah Negara dan Tat a ruang Pert ahanan; Pot ensi Pert ahanan dan Int egrit as Nasional; Kekuat an, Kem am puan dan Kerjasam a Pert ahanan.

Beberapa hambat an dan kelem ahan yang perlu diat ensi pada t ahun-t ahun m endat ang :

a) Secara um um peran indust ri pert ahanan nasional belum m aksim al karena m asih t erkendala oleh inefisiensi, kurang kom pet it if, kurang m em iliki keunggulan kom parat if, dan seringkali t idak m am pu m em enuhi persyarat an dalam kont rak;

b) Belum m aksim alnya payung hukum, kelem bagaan, dukungan penelit ian dan pengem bangan, sert a dukungan finansial;

c) Belum adanya road m ap indust ri pert ahanan nasional;

d) Pem erint ah belum dapat m endukung anggaran unt uk t erpenuhinya M EF, selain it u proses pengadaan m elalui birokrasi panjang juga m enjadi penyebabnya.

Sebagai t indak lanjut , Kem enko Polhukam melalui Kedeput ian Bidang Koordinasi Pert ahanan Negara m elakukan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan dalam rangka pencapaian M EF dan pem berdayaan indust ri pert ahanan dengan Kem ent erian/ Lem baga t eknis t erkait .

Pelaksanaan Koordinasi dan Sinkronisasi Kebij akan Bidang Keamanan Nasional oleh Kemenko Polhukam, dalam mendukung capaian penyelesaian Tindak Pidana Kej ahat an Konvensional, Transnasional, Kont ij ensi dan Kekayaan Negara yang cenderung meningkat

b) Persentase Penyelesaian Tindak Pidana Kejahatan Konvensional, Transnasional, Kontijensi dan Kekayaan Negara

Persent ase penyelesaian kasus t indak pidana kejahat an konvensional, t ransnasional, kont ijensi dan kekayaan negara t ahun 2012 adalah 64% dari t arget 64,25%. Secara rinci penyelesian kasus kejahat an t ersebut adalah sebagai berikut :

1) Kejahat an Konvensional

Jum lah Kejahat an Konvensional

t ahun 2012 sebanyak 335.625 kasus, dapat diselesaikan 136.966 kasus (40,81%). Apabila dibandingkan dengan t ahun 2011, jum lah kejahat an konvensional 324.726 kasus dapat diselesaikan sebanyak 139.177 kasus (42.86%). Angka ini m engalami penurunan sebanyak 2.211 perkara (1,59%). (Dat a M abes Polri per Januari 2013)

Grafik III.6

2) Kejahat an t erhadap kekayaan negara

Jum lah Kejahat an t erhadap Kekayaan Negara t ahun 2012 sebanyak 4.375 kasus, dapat diselesaikan sebanyak 1.479 kasus (33.81%). Apabila dibandingkan dengan t ahun 2011, jumlah kejahat an t erhadap kekayaan negara sebanyak 3.905 kasus dapat diselesaikan 2.336 kasus (59.82%). Angka ini m engalami penurunan 857 perkara (36.69 %). (Dat a M abes Polri per Januari 2013)

Grafik III.7

Perbandingan Penyelesaian Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara 2011-2012

3) Kejahat an t ransnasional

Jum lah Kejahat an Transnasional t ahun 2012 sebanyak 17.940 kasus, dapat diselesaikan 12,952 kasus (82%). Apabila dibandingkan dengan t ahun 2011, jumlah kejahat an sebanyak 18.663 kasus, dapat diselesaikan 18.258 kasus (89 %). Angka ini m engalami penurunan sebanyak 4.850 Perkara (22 %). (Dat a M abes Polri Januari 2013)

Grafik III.8

4) Terorism e

Penanganan t erhadap t indak pidana t erorism e sepanjang 2012 adalah 14 kasus. Beberapa kegiat an t eroris yang t erjadi dan t elah diungkap m aupun dalam penyelidikan t erjadi w ilayah Jat im , Jabar, Jat eng, Sult eng, Jakart a, Papua m aupun Aceh.

5) Konflik-konflik dan Unjuk Rasa

Konflik horizont al/ kom unal (114 kasus) yang dit andai dengan aksi kekerasan, pem bakaran, perusakan dan pem bunuhan baik dipicu oleh m asalah sengket a lahan/ pert anahan (Lam pung, Sum sel); konflik pem ilukada (Aceh, Papua); aliran kepercayaan (Sam pang); konflik et nik (Kalt im, Kalt eng, Ambon, Papua dan Poso), konflik ant ar w arga/ kam pong (M im ika, Balinuraga); konflik ant ar pelajar/ m ahasisw a (M akassar, Jakart a, m edan); konflik ant ar kelom pok/ geng prem an (Jakart a, bandung) sert a unjuk rasa yang berkait an dengan kebijakan publik.

Beberapa perist iw a Unjuk rasa anarkis yang t erjadi sehingga m enim bulkan kerugian hart a benda m aupun jiw a di beberapa w ilayah yang berpot ensi ant ara lain: NTB, M akassar, Jakart a, Sum at era Ut ara dan Papua.

Secara keseluruhan, jumlah Kejahat an Im plikasi Kont ijensi dengan jum lah kasus sebanyak 839 kasus dengan Penyelesaian Tindak Pidana (PTP) sebanyak 646 kasus ( 77 %). Apabila dibandingkan dengan t ahun 2011, jum lah kejahat an implikasi kont ijensi sebanyak 942 kasus, dapat diselesaikan 372 kasus (39 %). M engalami penurunan 103 perkara (11%). (Dat a M abes Polri per 25 Okt ober 2012)

6) Koordinasi Keam anan Laut

Jum lah Pelanggaran Hukum di Laut periode Januari s/ d Desem ber t ahun 2012 sebanyak 339 kasus dibandingkan dengan t ahun 2011 m engalami penurunan sebesar 18,50% (2011: 416 kasus).

Grafik III.9

Perbandingan Penyelesaian Kejahatan Impilkasi Kontijensi 2011-2012

Rekapit ulasi penyelesaian kasus sepanjang t ahun 2012 dan perbandingan penyelesaian kasus 2011 dengan 2012 adalah sebagai berikut :

Grafik III.10

Grafik III.11

Perbandingan Jumlah Kejahatan dan Penyelesaian Tindak Kejahatan Tahun 2011-2012

Perm asalahan dalam penanganan kejahat an konvensional dan kejahat an t erhadap kekayaan negara t idak m udah diselesaikan dengan t unt as. Pem enuhan kebut uhan ekonom i dan kehidupan m asyarakat t elah m em pengaruhi t erjadinya dan keikut sert aaan m asyarakat dalam kejahat an. Dalam penanganan kejahat an konvensional dan kejahat an t erhadap kekayaan negara, aparat penegak hukum dan inst ansi t erkait t elah m elakukan t indakan-t indakan pre-em t if, prevent if dan represif, m eskipun hasilnya m asih belum opt im al.

Langkah st rat egis yang perlu dilakukan dalam rangka m eningkat kan keam anan dalam negeri yang didukung oleh peningkat an jumlah dan kapasit as personil Polri adalah pengam anan Pem ilu 2014, pem enuhan rasio ideal polisi t erhadap m asyarakat (1:575), kecepat an penanganan flash point , ket ersediaan peralat an pengendali m assa, sert a pem olisian m asyarakat (Com m unit y Policing).

Langkah-langkah yang t elah dilakukan oleh Kem enko Polhukam dalam m em percepat capaian t ersebut adalah penyelenggaraan sinkronisasi dan koordinasi m elalui Rapat Pim pinan Tingkat M ent eri, Rakorsus dan Rakort as sert a Rapat Eselon I; pem ant auan dan evaluasi kebijakan; FGD dalam koordinasi

Penanganan Kejahat an Konvensional dan Kejahat an t erhadap Kekayaan Negara; Penanganan Kejahat an Transnasional dan Kejahat an Luar Biasa; Penanganan Daerah Raw an Konflik dan Kont ijensi; Pem binaan Keam anan dan Kerjasam a Keam anan; Int elijen Keam anan dan Pem binaan M asyarakat .

Beberapa perm asalahan yang m asih dihadapai dalam upaya m enjaga st abilit as keam anan dan ket ert iban adalah:

a) Belum t ersusunnya konsep penanganan kejahat an yang kom prehensif dan t erpadu ant ar K/ L unt uk m enyelesaikan akar m asalah;

b) M asih rendahnya kesadaran m asyarakat m enjadi polisi bagi dirinya sendiri;

c) M asih t erbat asnya kem am puan sarana dan prasarana aparat penegak hukum dibandingkan dengan bent ang daerah yang diaw asi;

Out look sit uasi keam anan t ahun 2013 m erujuk pada perubahan sit uasi keam anan nasional sangat dipengaruhi oleh kondisi sit uasi polit ik dan ekonomi; m unculnya konflik-konflik yang berm ot if SARA, sosial, polit ik dan m aslah bidang agrarian akan m ew arnai sit uasi keam anan t ahun 2013; penyebaran faham radikalism e di m asyarakat ; penyalahgunaan dan peredaran narkoba;maraknya unjuk rasa anarkis.

Upaya t indak lanjut yang akan dilaksanakan oleh Kem enko Polhukam m elalui koordinasi yang dilaksanakan oleh Kedeput ian Bidang Koordinasi Keam anan Nasional diant aranya adalah:

a) Lebih m engint ensifkan koordinasi dan sinkronisasi ant ar K/ L dalam upaya penanganan kejahat an dan pencipt aan st abilit as keam anan nasional; b) Penyusunan penguat an regulasi dengan rencana aksi nasional yang

st rat egis dan komprehensif;

c) Peningkat an efekt ifit as set iap kebijakan pem erint ah (pusat dan daerah) dalam langkah-langkah pencegahan dan penanganan kejahat an sert a upaya pencipt aan st abilit as keam anan nasional;

d) M eningkat kan pengaw asan baik int ernal maupun ekst ernal sert a m elaksanakan evaluasi secara periodik st as pelaksanaan t ugas dan fungsi K/ L secara proporsional;

e) M engkaji kem bali pola-pola pendekat an yang dilakukan oleh aparat keam anan dalam m encipt akan sit uasi dan kondisi keam anan m elalui peningkat an peran m asyarakat dalam m em berikan kont ribusi fungsi det eksi dini dan cegah dini.

4. Sasaran

M eningkatnya Pendayagunaan Aparatur dan Tata Kelola

Dalam dokumen LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA id. pdf (Halaman 43-52)