• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.1. Sejarah Berdirinya Supermarket Brastagi

Supermarket Brastagi Medan berada di Jalan Jendral Gatot Subroto No. 288 Medan. Diawali dari usaha penjualan buah-buahan dan pangan ringan dengan nama AWIE di Medan pada tahun 1961, usaha ini berkembang dengan nama perusahaan PT. Sumber Segar Utama pada tahun 1993. Kemudian tahun 1998 bersama PT. Mutiara Ritel Inti Mitra, bermitra membentuk ritel modern yang menjual buah-buahan dan kebutuhan sehari-hari yang diberi nama The Club Store. Pada saat itu dalam pembelanjaan konsumen diberlakukan sistim keanggotaan. Namun pada kenyataannya sistim ini menghambat mobilitas konsumen, sehingga pada akhirnya dihapuskan. Pada tanggal 6 Juli 2006, The Club Store berubah menjadi Supermarket Brastagi. Produk yang dijual pada ritel ini berfokus pada buah-buahan, sayuran, pangan dan minuman ringan kemudian ditambah kebutuhan sehari-hari dan peralatan rumah tangga.

Supermarket Brastagi yang berdiri pada tanggal 6 Juli 2006 mulai beroperasional di gedung eks. Clubstore. Sejak berdirinya hingga sekarang Supermarket Brastagidisebut sebagai supermarket lokal yang tetap bertahan dan maju, walaupun berdampingan dengan supermarket besar lainnya seperti Carefour yang berada di Jl. Gatot Subroto Medan dan Makro yang berada di Jl. Binjai Km.

13.

4.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

1. Visi Supermarket Brastagi Medan

Supermarket Brastagi Medan mempunyai visi “Menjadikan Supermarket Brastagi tempat yang aman dan nyaman untuk tempat berbelanja keluarga”.

2. Misi Supermarket Brastagi Medan a. Misi Internal

1) Supermarket Brastagi Medan akan menjadi salah satu pilihan utama tempat berbelanja bagi warga Medan secara universal, dengan fokus kepada customer-middle (menengah) dan middle-up (atas).

2) Supermarket Brastagi Medan merupakan sebuah tempat proses transformasi yang dapat menjadi framework, landasan berpikir dan bekerja secara efektif dan efisien dalam menempatkan diri, mengembangkan organisasi, sistem, strategi, taktik dan komunikasi sehingga seluruh sumber daya manusia dan pihak terkait dapat bekerja sepenuh hati dan jiwa.

3) Melalui Supermarket Brastagi Medan menjadikan semua karyawan dapat mengelola diri sendiri lebih baik, sehingga mencerminkan karakter pemimpin, karakter pemenang yang memiliki jiwa entrepreneurship (jiwa berwirausaha) untuk diimplementasikan.

b. Misi Eksternal

“Supermarket Brastagi Medan turut berperan serta untuk memajukan lingkungan sekitar Supermarket Brastagi Medan melalui pembinaan UKM, pelatihan kewirausahaan, dan pelatihan lainnya untuk mengembangkan kepribadian positif dan ekonomi kerakyatan”.

4.1.3. Struktur Organisasi Supermarket Brastagi DIREKSI

DIREKTUR DIREKTUR UTAMA

DIREKTUR

MANAGER OPERASIONAL

ASST.

MANAGER OPERASIONAL

HR AND GA MANAGER

FINANCE AND ACCOUNTING

MARKETING STOCK

AUDIT

BUYER

RECEIVING FRUIT AND VEGETABLE

MERCHANDISE FOOD

MERCHANDISE NON FOOD

CASHIER OPRT’L MALL

Gambar 4.1. Struktur Organisasi Brastagi Supermarket

1. Direksi

Pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan yang memimpin berdirinya perusahaan tersebut serta memiliki saham yang cukup besar dibandingkan para pemegang saham perusahaan yang lainnya.

Direksi memiliki tiga (3) direktur yaitu: Direktur Utama dan 2 orang Direktur.

2. Direktur utama

Tugas direktur utama dan direktur lainnya adalah memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan (penjelasan), dan sebagainya.

3. Operational Manager

Manajer operasional bertanggung jawab secara operasional atas keseluruhan toko-toko yang terdapat di dalam lingkungan Supermarket BrastagiJl. Gatot Subroto Medan.

Terdapat dua (2) jabatan yang turut membantu manajer operasional dalam memegang dan bertanggung jawab atas operasional perusahaan yaitu:

a. Assistance Manager

b. HR and GA Manager

Operational Manager, Asisstance Manager, dan HR and GA Manager bertanggung jawab atas seluruh departemen dan sekaligus membawahi seluruh departemen yang ada di Supermarket Brastagi

Medan. Supermarket Brastagi Medan mempunyai 10 departemen, yaitu:

a. Finance & Accounting

b. Marketing

c. Stock Audit

d. Buyer

e. Receiving

f. Fruit & Vegetables

g. Merchandise Non Food

h. Merchandise Food

i. Cashier

j. OPRT’L Mall

4.1.4. Kegiatan Pemasaran Supermarket Brastagi

Supermarket Brastagi mengadakan promo dengan tanda "BESTBUY setiap akhir minggu (weekend) mulai dari hari Kamis sampai dengan Minggu.

Hal ini menandakan harga yang Supermarket Brastagi tawarkan merupakan harga termurah di seluruh pasaran Indonesia pada saat promo berlangsung. Dan Supermarket Brastagi berani membayar selisih harga bila ada harga yang lebih murah yang tersedia di pasaran (dengan syarat berlaku). Ketersediaan produk

promosi yang selalu ada membuktikan kami tidak hanya sekedar murah. Promo ini dapat di cek melalui website Supermarket Brastagi ataupun melalui flyer yang disediakan dalam toko.

Ada 3 kategori produk yang ditawarkan :

1. Fresh diantaranya sayur-sayuran lokal, import ; buah-buahan lokal, import ; daging & ikan lokal, import.

2. Food diantaranya makanan kaleng, makanan cepat saji, makanan beku (frozen food), susu, dairy, minuman, biskuit, snack, permen, coklat, bumbu masak, breakfast (kopi, teh), bumbu masak, bahan masak, komoditi (beras, minyak, kacang-kacangan), saus & bahan kue.

3. Non Food diantaranya personal care (kosmetik, pengharum, pembersih wajah, shampo dan conditioner, sabun mandi) untuk pria

& wanita, baby needs (kebutuhan bayi), tissue, sanitary napkin (pembalut), chemical (detergent, pengharum, pelembut, pemutih cucian, insect killer, pembersih, pengharum ruangan), pet food (makanan hewan), gardening (kebutuhan kebun), peralatan masak dan dapur, peralatan otomotif, maianan anak, alat sekolah dan peralatan kantor.

.

4.1.5. Analisisis Deskriptif Karakterisik Responden

Karakteristik responden dideskripsikan berdasarkan jenis kelamin, kategori usia, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, sumber informasi, dan alasan utama mengonsumsi produk pangan organik. Dalam penyiapan data mengandung beberapa kegiatan sebagai berikut:

1. Pengkodean

Pengkodean data jawaban yang ada pada kuesioner dilakukan sesuai dengan rancangan pengkodean yang dibuat

2. Pemasukan data

Setelah pengkodean, data yang ada dalam kuesioner dimasukkan ke dalam komputer dengan menggunakan program SPSS.

3. Mengetahui karakteristik data

Setelah dilakukan pengisian nama dan isi variabel, dilakukan beberapa cara untuk mengetahui karakteristik data.

Deskripsi karakertistik responden disajikan dalam gambar/diagram bentuk pie. Secara ringkas informasi tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.2. sampai dengan Gambar 4.8.

Pria 39%

Wanita 61%

4.1.5.1. Karakterisik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Gambar 4.2. Jenis kelamin contoh dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu pria dan wanita.

Gambar 4.2. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Gambar 4.2. menunjukkan bahwa proporsi responden pria adalah 31 orang (31%) dan responden wanita 69 orang (69%). Pada Supermarket Brastagi, jumlah responden wanita juga mendominasi. Hal ini dikarenakan adanya kecenderungan wanita memiliki tanggung jawab untuk senantiasa menjaga dan memenuhi kebutuhan keluarganya dengan membeli pangan pelengkap pangan pokok yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, wanita akan berusaha mencari bahan pangan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi keluarganya seperti beras, sayur, buah organik. Responden pria banyak dijumpai

20-30 16%

31-40 41-50 34%

29%

51-60 15%

Diatas 60 6%

pada sore dan malam hari dimana responden pria biasanya berbelanja, langsung sepulang bekerja, menemani istri atau pasangannya.

4.1.5.2. Karakterisik Responden Berdasarkan Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Gambar 4.3.

Distribusi karakteristik responden berdasarkan usia dibedakan atas usia 20-30, 31-41-50, 51-60, dan diatas 60 tahun.

Gambar 4.3. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Pada Supermarket Brastagi umur rata-rata responden lebih menyebar namun masih pada umur produktif. Usia 31 – 40 tahun sebesar 34 %, usia 41-50 tahun sebesar 29%, usia 20-30 tahun adalah 16 % dan usia 20-30 tahun adalah 16%, selain itu usia 51-60 tahun sebesar 15%, dan diatas 60 tahun sebesar 6 %.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa target pasar produk pangan organik di Supermarket Brastagi adalah kalangan dewasa. Hal ini

Ibu Rumah Tangga

10%

Karyawan Swasta

43%

Lainnya 7%

Mahasiswa 4%

PNS/BUMN 14%

Wirausaha 22%

dikarenakan kalangan dewasa lebih mudah dalam menerima hal-hal yang baru maupun dalam mencari informasi mengenai produk pangan yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Kalangan dewasa menunjukkan adanya penghasilan yang diperoleh sehingga akan lebih teliti dalam memilih produk yang dikonsumsi.

Secara umum, hal utama yang dipertimbangkan adalah manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi suatu produk. Hal ini dapat menjadi informasi bagi Supermarket Brastagi dalam memilih cara promosi agar responden dapat mengetahui manfaat dari mengonsumsi pangan organik dan penentuan harga pangan organik yang sesuai dengan penghasilan kalangan dewasa pada umumnya.

4.1.5.3. Karakterisik Responden Berdasarkan Profesi

Karakteristik responden berdasarkan profesi dapat dilihat pada Gambar 4.4. berikut ini:

Gambar 4.4. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Profesi

Pekerjaan responden Supermarket Brastagi didominasi oleh pegawai swasta sebanyak 43%. Disusul responden yang berprofesi sebagai wiraswasta sebanyak 22%, PNS/BUMN sebanyak 14%, lainnya (pensiunan) sebanyak 7%.

Pekerjaan responden sebagai wiraswata pada tempat ini disebabkan konsumennya dominan beretnis China, banyak yang lebih memilih berprofesi sebagai wiraswastawan. Responden yang bekerja sebagai pegawai swasta banyak dijumpai pada sore dan malam hari. Responden wanita dengan pekerjaan ibu rumah tangga lebih sedikit yaitu 10% hal ini disebabkan para wanita ini lebih senang berbelanja makanan pokok disekitar tempat tinggal atau pasar tradisional dengan alasan lebih dekat atau lebih praktis. Responden yang masih berstatus sebagai mahasiswa juga hanya 4% karena mereka bukan segmen utama pangan organik.

Diploma 18%

Pasca Sarjana 17%

S1 53%

SMA 12%

4.1.5.4. Karakterisik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Karakteritik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat pada Gambar 4.5. berikut ini:

Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pangan organik di Supermarket Brastagi dikonsumsi oleh konsumen yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi dengan jenjang strata 1 sekitar 53%. Konsumen yang memiliki pendidikan tinggi cenderung memiliki wawasan yang luas dan pemikiran yang rasional dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Konsumen akan menggunakan wawasan yang dimiliki untuk menentukan kriteria produk yang ingin dibeli dan berusaha mencari informasi mengenai suatu produk sebelum membelinya, termasuk diantaranya sayuran, buah, beras sebagai pangan pokok yang aman dan sehat untuk dikonsumsi, selanjutnya jenjang diploma sebesar 18%, pasca sarjana sebesar 17%, dan konsumen dengan jenjang pendidikan terakhir SMA sebesar 12%.

Gambar 4.5. Distribusi Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Terakhir

> Rp.10.000.000 35%

2.500.001-4.000.000 4.000.001- 3%

6.500.000 8%

6.500.001-8.000.000

19%

8.000.001-10.000.00

35%

4.1.5.5. Karakterisik Responden Berdasarkan Pendapatan

Karakterisik responden berdasarkan pendapatan dapat dilihat pada Gambar 4.6. berikut ini:

Gambar 4.6. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Hasil tersebut menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki pendapatan tinggi lebih memilih untuk memiliki gaya hidup yang sehat. Dimana 35%

konsumen memiliki gaji diatas Rp.10.000.000, Rp.8.000.000-10.000.000 sebesar 35%, gaji Rp.6.500.001-8.000.000 sebesar 19%, gaji Rp. 4.000.000-6.500.000 sebesar 8%, dan gaji Rp. 2.500.001- 4.000.000 sebesar 3%. responden dengan penghasilan Konsumen dengan karakteristik seperti ini membentuk segmen yang sangat baik. Pihak manajemen ritel agar mengelola dengan baik agar nilai pelanggan yang diterima pelanggan biasa maksimum. Tingginya pendapatan konsumen yang berbelanja di tempat ini menjadi peluang yang sangat baik untuk

Internet 32%

Keluarga 29%

Majalah/Koran 4%

Penjual 21%

TV 3%

Teman 11%

menjaga loyalitas konsumennya, disamping pemenuhan kebutuhan yang lain selain pangan organik, kebutuhan pelengkap lain yang sulit didapat ditempat lain secara mudah ditemukan di Supermarket Brastagi. Sehingga konsumen disini walaupun jauh dari rumah atau pusat aktifitas, masih mau secara rutin datang ke Supermarket Brastagi ini untuk berbelanja.

4.1.5.6. Karakterisik Responden Berdasarkan Sumber Informasi

Karakterisik responden berdasarkan sumber informasi dapat dilihat pada Gambar 4.7. berikut ini:

Gambar 4.7. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Sumber Informasi Berdasarkan hasil analisis deskriptif, dapat disimpulkan bahwa media internet mendominasi pemberian informasi yang diperoleh responden mengenai pangan organik. Sumber informasi melalui internet mencapai 49%. Kemajuan teknologi yang terus mengalami perkembangan dewasa ini mendorong terjadinya

Anggota keluarga

peningkatan pengetahuan mengenai produk bebas pestisida. Keluarga sebagai sumber informasi utama sebesar 29%, penjual 21%, teman 11%, koran 4%, dan majalah 3%.

4.1.5.7. Karakterisik Responden Berdasarkan Alasan Utama Mengonsumsi

Karakterisik responden berdasarkan alasan utama mengonsumsi dapat dilihat pada Gambar 4.8. berikut ini:

Gambar 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan Alasan Utama Mengonsumsi

Setiap konsumen memiliki alasan tersendiri dalam mengonsumsi pangan organik. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia mencari jenis bahan pangan yang sehat untuk dikonsumsi, yang biasa

dikenal dengan pangan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi terbesar alasan responden mengonsumsi pangan organik adalah kepedulian terhadap nutrisi pangan yang dikonsumsi sebesar 29%, pengetahuan yang cukup mengenai pangan organik sebesar 14%, percaya terhadap kealamian proses produksi pangan organik sebesar 16%, rasa pangan organik lebih enak dibandingkan non-organik sebesar 9%, terdapat toko atau pasar yang menjual pangan organik sebesar 19%, anggota keluarga dan teman membeli pangan organik sebesar 11%, namun kepedulian terhadap lingkungan hidup bukan merupakan alasan bagi konsumen karena hanya 2% responden menyatakan peduli terhadap lingkungan hidup. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar alasan responden mengonsumsi sayuran organik adalah baik untuk kesehatan.

4.1.6. Analisis Deskriptif Penjelasan Responden Atas Variabel Penelitian

Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, minat pembelian, dan keputusan pembelian. Masing-masing variabel indikator dituangkan ke dalam pernyataan-pernyataan yang dibuat dalam skala Likert.

4.1.6.1. Penjelasan Responden Atas Variabel Sikap

Tanggapan responden terhadap daftar pernyataan yang diberikan untuk variabel sikap (X1), seperti pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Distribusi Respon Berdasarkan Item Pernyataan Sikap Saya percaya logo organik yang

dicantumkan pada label produk pangan organic

4 11 9 53 23 S 3,80 1,04

Berdasarkan Tabel 4.1. penilaian responden terhadap setiap butir pernyataan adalah sebagai berikut:

1. Item pernyataan pertama, responden sangat setuju (46%), setuju (47%), netral/ragu-ragu (6%), tidak setuju (1%), dan sangat tidak setuju (0%) bahwa mengonsumsi pangan organik yang tidak terkontaminasi pestisida berdampak baik bagi kesehatan. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 4,38 yang berarti responden percaya bahwa mengonsumsi pangan organik yang tidak terkontaminasi pestisida berdampak baik bagi kesehatan.

2. Item pernyataan kedua, responden sangat setuju (10%), setuju (46%), netral/ragu-ragu (36%), tidak setuju (8%), dan sangat tidak setuju

(0%) bahwa produk pangan organik tidak cepat rusak. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata skor untuk item pernyataan ini adalah 3,58 yang berarti responden berpendapat antara ragu-ragu dan setuju meyakini bahwa produk pangan organik tidak cepat rusak.

3. Item pernyataan ketiga, responden sangat setuju (15%), setuju (61%), netral/ragu-ragu (17%), tidak setuju (3%), dan sangat tidak setuju (4%) bahwa nutrisi pangan organik lebih baik dibandingkan non-organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,80 yang berarti responden antara ragu-ragu dan setuju meyakini nutrisi pangan organik lebih baik dibandingkan non organik.

4. Item pernyataan keempat, responden sangat setuju (12%), setuju (49%), netral/ragu-ragu (36%), tidak setuju (3%), dan sangat tidak setuju (0%) bahwa produk pangan organik memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan non-organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata skor untuk item pernyataan ini adalah 3,70 yang berarti responden berpendapat antara ragu-ragu dan setuju meyakini rasa produk organik lebih baik dibandingkan non organik 5. Item pernyataan kelima, responden sangat setuju (36%), setuju

(47%), netral/ragu-ragu (11%), tidak setuju (4%), dan sangat tidak setuju (2%) bahwa produk pangan organik aman dikonsumsi keluarga. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata

skor untuk item pernyataan ini adalah 4,11 yang berarti responden berpendapat setuju produk organik aman dikonsumsi keluarga.

6. Item pernyataan keenam, responden sangat setuju (23%), setuju (53%), netral/ragu-ragu (9%), tidak setuju (11%), dan sangat tidak setuju (4%) bahwa responden percaya logo organik yang dicantumkan pada label produk pangan organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata skor untuk item pernyataan ini adalah 3,80 yang berarti responden berpendapat antara ragu-ragu dan setuju bahwa mereka percaya logo organik pada label produk.

Variabel sikap dalam penelitian ini diukur dengan enam butir pernyataan.

Total skor sikap adalah penjumlahan dari skor tiap butir pernyataan tersebut.

Selanjutnya total skor variabel sikap diklasifikasikan dalam delapan kelompok.

Tabel 4.2. Distribusi Respon Berdasarkan Tingkat Sikap

Tingkat Jumlah (n) %

Berdasarkan Tabel 4.2. diperoleh penjelasan dari 100 orang responden sebagai konsumen produk pangan organik, bahwa proporsi terbesar sikap berada pada kategori baik (35%) dan sangat baik (33%). Sikap dengan kategori biasa (11%), cukup baik (15%), dan sangat baik sekali ( 6%.) Sementara itu, tidak ada

responden yang memiliki sikap dengan kriteria sangat tidak baik sekali, sangat tidak baik, dan tidak baik. Nilai rata-rata skor jawaban responden atas variabel sikap adalah 23,37 berada pada kelas dengan interval 22-24 atau kategori baik.

4.1.6.2. Penjelasan Responden Atas Variabel Norma Subjektif

Tanggapan responden terhadap daftar pernyataan yang diberikan untuk variabel norma subjektif (X2), seperti pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Distribusi Respon Berdasarkan Item Pernyataan Norma Subjektif

Pernyataan Respon

Berdasarkan Tabel 4.3. penilaian responden terhadap setiap butir pernyataan adalah sebagai berikut:

1. Item pernyataan pertama, responden sangat setuju (31%), setuju (3%), netral/ragu-ragu (41%), tidak setuju (16%), dan sangat tidak setuju (9%) bahwa keluarga menuntut responden sebaiknya membeli produk pangan organik. Modus pernyataan ini berada pada respon netral, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,03 yang berarti responden kurang setuju keluarga menuntut untuk membeli produk organik.

2. Item pernyataan kedua, responden sangat setuju (3%), setuju (57%), netral/ragu-ragu (36%), tidak setuju (2%), dan sangat tidak setuju (2%) akan mengikuti keluarga mengonsumsi produk pangan organik.

Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,57 yang berarti respon responden antara kurang setuju dan setuju keluarga menuntut untuk membeli produk organik.

3. Item pernyataan ketiga , responden sangat setuju (2%), setuju (45%), netral/ragu-ragu (35%), tidak setuju (12%), dan sangat tidak setuju (6%) komunitas organik mengharapkan mereka membeli produk pangan organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,25 yang berarti responden kurang setuju komunitas mengharapkan mereka membeli produk organik.

4. Item pernyataan keempat, responden sangat setuju (2%), setuju (50%), netral/ragu-ragu (22%), tidak setuju (19%), dan sangat tidak setuju (8%) akan mengikuti komunitas organik mengonsumsi produk pangan organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,17 yang berarti responden kurang setuju akan mengikuti komunitas organik mengonsumsi produk pangan organik.

5. Item pernyataan kelima, responden sangat setuju (1%), setuju (30%), netral/ragu-ragu (24%), tidak setuju (30%), dan sangat tidak setuju (15%) teman memotivasi mengonsumsi produk pangan organik.

Modus pernyataan ini berada pada respon netral dan setuju, rata-rata skor untuk item pernyataan 2,72 yang berarti responden tidak setuju teman telah memotivasi mengonsumsi produk pangan organik.

6. Item pernyataan keenam, responden sangat setuju (1%), setuju (37%), netral/ragu-ragu (31%), tidak setuju (23%), dan sangat tidak setuju (8%) akan mengikuti pendapat teman untuk mengonsumsi produk pangan organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,00 yang berarti responden kurang setuju akan mengikuti pendapat teman saya untuk mengonsumsi produk pangan organik.

7. Item pernyataan ketujuh, responden sangat setuju (3%), setuju (44%), netral/ragu-ragu (43%), tidak setuju (4%), dan sangat tidak setuju (6%) penjual produk pangan organik menginformasikan pentingnya

mengonsumsi produk organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,34 yang berarti responden kurang setuju penjual menginformasikan pentingnya mengonsumsi produk organik.

8. Item pernyataan kedelapan, responden sangat setuju (4%), setuju (45%), netral/ragu-ragu (42%), tidak setuju (3%), dan sangat tidak setuju (6%) akan mengikuti informasi penjual untuk mengonsumsi pangan organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,38 yang berarti responden kurang setuju akan mengikuti informasi penjual untuk mengonsumsi pangan organik.

Tabel 4.4. Distribusi Respon Berdasarkan Tingkat Norma Subjektif

Tingkat Jumlah (n) %

Berdasarkan Tabel 4.4. diperoleh penjelasan dari 100 orang responden sebagai konsumen produk pangan organik, bahwa distribusi respon berdasarkan tingkat norma subjektif berada pada kategori baik (21%) dan sangat baik (3%), biasa (31%), cukup baik (33%), dan sangat baik sekali ( 1%.), sangat tidak baik

(2%), tidak baik (1%), sangat tidak baik sekali (2%). Nilai rata-rata skor jawaban responden atas variabel norma subjektif adalah 25,46 berada pada kelas dengan interval 25-28 atau kategori cukup baik.

4.1.6.3 Penjelasan Responden Atas Variabel Kontrol Perilaku

Tanggapan responden terhadap daftar pernyataan yang diberikan untuk variabel kontrol perilaku (X3), seperti pada Tabel 4.5. berikut ini.

Tabel 4.5. Distribusi Respon Berdasarkan Item Pernyataan Kontrol Perilaku

Pernyataan Respon setuju (7%) anggaran belanja mendukung pembelian produk pangan organik . Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,28 yang berarti responden netral memiliki anggaran belanja mendukung pembelian produk pangan organik.

2. Item pernyataan kedua, responden sangat setuju (10%), setuju (67%), netral/ragu-ragu (20%), tidak setuju (2%), dan sangat tidak setuju (1%) pemerintah mendukung pengawasan peredaran pangan organik palsu. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,83 yang berarti respon responden antara kurang setuju dan setuju pemerintah mendukung pengawasan peredaran pangan organik palsu

3. Item pernyataan ketiga, responden sangat setuju (27%), setuju (59%), netral/ragu-ragu (12%), tidak setuju (2%), dan sangat tidak setuju (0%) memiliki. Memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat produk organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 4,11 yang berarti responden setuju memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat produk organik

4. Item pernyataan keempat, responden sangat setuju (4%), setuju (31%), netral/ragu-ragu (37%), tidak setuju (23%), dan sangat tidak setuju (5%) toko yang biasa dikunjungi menjual pangan organik yang bervariasi. Modus pernyataan ini berada pada respon netral, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,06 yang berarti responden kurang setuju toko yang biasa dikunjungi menjual pangan organik yang bervariasi

Tabel 4.6. Distribusi Respon Berdasarkan Tingkat Kontrol Perilaku

Tingkat Jumlah (n) %

4-6(sangat tidak baik sekali) 0 0

7-8(sangat tidak baik) 1 1

9-10(tidak baik) 2 2

11-12(biasa) 24 24

13-14(cukup baik) 26 26

15-16(baik) 33 33

17-18(sangat baik) 9 9

19-20(sangat baik sekali) 5 5

Total

Maksimum-Minimum

100 100

20-7

Rata-rata 14,28

Standar Deviasi 2,36

Berdasarkan Tabel 4.6. diperoleh penjelasan dari 100 orang responden sebagai konsumen produk pangan organik, bahwa distribusi tingkat kontrol perilaku berada pada kategori baik (33%) dan sangat baik (9%), biasa (24%), cukup baik (26%), dan sangat baik sekali ( 5%.), sangat tidak baik (1%), tidak baik (2%), sangat tidak baik sekali (0%). Nilai rata-rata skor jawaban responden atas variabel kontrol perilaku adalah 14,28 berada pada kelas dengan interval 15-16 atau kategori baik.

4.1.6.4. Penjelasan Responden Atas Variabel Minat Beli

Tanggapan responden terhadap daftar pernyataan yang diberikan untuk variabel minat beli (Y1), seperti pada Tabel 4.7. berikut ini.

Tabel 4.7. Distribusi Respon Berdasarkan Item Pernyataan Minat Beli

Pernyataan Respon

Modus Mean Std.

Modus Mean Std.