• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Sejarah Desa

Desa Somba Palioi adalah sebuah Desa yang berada di antara Sungai Bijawang dan Sungai Palioi. yang merupakan pemekaran dari Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba pada tahun 2011, ( pada waktu itu ) dan Pada hari Selasa tanggal 27 bulan Desember tahun 2011 dimekarkan menjadi Desa Somba Palioi Kecamatan Kindang.diantara kepemingpinan yang pernah menjabat dan memimpin sampai sekarang yaitu:

PLT Kepala Desa Somba Palioi adalah

Kepala Desa Somba Palioi yang pertama adalah

PLT kepala Desa somba Palioi

Kepala Desa Somba Palioi yang kedua Bpk. Akhmad Rizal, St Bpk. Ikhwan, S.Pd.I H.A.Awaluddin,S.sos,M.si Hj.A.sukayati 2011-2012 2012 – 2015 2016-2018 2018-sekarang

Pada waktu mulai pemekaran Desa Somba Palioi terbagi menjadi 6 (Enam ) Rukun Warga dan 12 ( Dua belas ) Rukun Tetangga dan dibagi menjadi 3( Tiga ) Dusun.

Desa Somba Palioi merupakan salah satu Desa dari Tiga belas (13) desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba Desa Somba Palioi terdiri ata Tiga (3) dusun yakni Dusun Dusun Balleangin, Dusun Pabbontoan dan Dusun Buhunbatua. Desa Somba Palioi adalah Hasil pemekarang dari Desa Benteng Palioi Kec. Kindang Kab. Bulukumba.Dalam sejarah perjalanannya, Somba Palioi sebelum terbentuk menjadi sebuah wilayah Desa, telah diatur dan dipimpin oleh seorang kepala Desa Induk yang bernama:

1.Andi Tanra ( Kepala Desa Mattirowalie I )

2.Andi Gandis ( Kepala Desa Mattirowalie II )

3. N Salahuddin ( Kepala Desa Mattirowalie III )

4.Abd Fattah Baso ( Kepala Desa Mattirowalie IV )

Pada masa Pemerintahan Abdul Fattah Baso inilah mulai tumbuh ide-ide cemerlang dari tokoh-tokoh adat, pemuka masyarakat serta tokoh agama dan pemuda palioi untuk memisahkan diri dari wilayah Desa Mattirowalie. Dasar pemikiran sehingga para Tokoh ini ingin berpisah dari Desa induk Mattirowalie adalah Selain letak geografisnya sangat mendukung, luas wilayah serta penduduk yang telah memenuhi persyaratan terbentuknya sebuah desa baru, juga karena pertimbangan adat. Dimana sebelum Desa induk dan Desa hasil pemekaran

39

terbentuk, hampir semua tokoh yang pernah memimpin, lahir dan berada pada wilayah Palioi. Pada tahun sebelum Indonesia merdeka, Komunitas masyarakat Palioi telah dipimpin oleh seorang To‟do ( Sebutan seorang Kepala Desa ) dimasa itu.

Berikut nama-nama para tokoh yang pernah menjadi To‟do dan berkuasaDi tanah Palioi.

Tahun To‟do ( Sebutan Kepala Desa )

Tida kdiketahui -1930 1931-1933 1934-1939 1940-1944 1945-…… To‟do Ngantaran To‟do Baco To‟do Dampulu To‟do Tinggi To‟do Tola To‟do Manila

Ke enam To‟do di atas menjadi pemimpin sebelum ada yang namanya kepala Desa dan semuanya berada pada wilayah Palioi. Pengangkatan To‟do tidak seperti pengangkatan Kepala Desa dimasa sekarang, akan tetapi sistem yang dipakai adalah pendelegasian dari To‟do sebelumnya.Itulah bahagian dari dasar pemikiran para tokoh sebagai cikal bakal berdirnya Desa Benteng

Palioi.Kemudian setelah Desa Benteng Palioi dimekarkan sebagai Desa persiapan pada tahun 1987, selanjutnya Pemerintah Kecamatan An.Pemerintah Kabupaten Bulukumba menunjuk A. Aman bin A. Tanra sebagai pejabat Kepala Desa Persiapan Benteng Palioi ( 1987 – 1989 ), dan tidak lama kemudian terbitlah SK Desa Benteng Palioi defenitif.Dengan terbitnya SK Desa Benteng Palioi definitif, maka mulai pulalah difikirkan siapa yang bakal memimpin Desa baru ini. Dikalah itu diadakanlah penjaringan, dan muncul 3 orang calon kuat diantaranya A. Aman bin A.Tanra mantan pejabat Kepala Desa persiapan yang juga adalah putra dari A.Tanra( Mantan Kepala Desa Induk Mattirowalie), Zainuddin menantu dari Imam Desa Mattirowalie (Tokoh agama Karismatik ), Kemudian Sahabuddin anak dari To‟do Manila(To‟do terakhir yang pernah menjadi pemimpin sebelum adanya Kepala Desa ). Dalam penjaringan yang dilanjutkan dengan pemilihan, Sahabuddin mendapatkan legitimasi kuat dari masyarakat dan mendapat perolehan suara terbanyak dalam pemilihan itu.Sahabuddin generasi Pelanjut dari To‟do Manila adalah Kepala Desa Pertama Desa Benteng Palioi ( 1989-1997 )setelah menjadi Desa Definitif. Sebagai kepala Desa Baru yang belum berpengalaman dalam pemerintahan ditambah dengan sumber daya manusia yang pas-pasan ( Tamatan SR ) tentu akan kewalahan dalam menata Desa baru yang dipimpinnya, nam un karena dukungan yang kuat dari masyarakat sehingga satu priode dapat dijalaninya dengan baik. Kemudian pada tahun1997 berakhirlah masa jabatan Sahabuddin ( Kepala Desa pertama ) Kemudian kembali penjaringan dilakukan. Pada periode kedua itu muncul kembali 3 orang calon masing-masing 1. Abdul Muttalib ( Mabinsa Desa Benteng Palioi dimasa pemerintahan

41

Sahabuddin ), 2. Drs. Syamsuddin Tokoh muda dari Dusun Uluparang, 3.Taro Tokoh Karismatik utusan Dusun Uluparang. Pada perhelatan ini Abdul Muttalib memperoleh dukungan terbanyk dari 3 rivalnya.Dengan demikian Abdul Muttalib resmi menjadi Kepala Desa kedua setelah Benteng Palioi mekar menjadi satu desa dengan masa bakti ( 1998-2006) ditambah satu tahun menjadi PJS (2006-2007).

Kemudian ditahun 2002 terbentuk Badan Perwakilan Desa(BPD) sebagai suatu lembaga pemerintahan Desa sekaligus mitra Kepala Desa dalam rangka memajukan Desa yang dipimpinnya.Peran BPD sangat signifikan karena selain sebagai penyalur aspirasi masyarakat yang diwakilinya, juga BPD diberikan amanah oleh UU untuk menproses pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa yang telah berakhir masa jabatannya. Serta tugas-tugas lain yang diamanatkan oleh UU dan publik.Pembentukan pengurus BPD pada awalnya dilakukan dengan sistem Pemilihan seperti layaknya pemilihan Kepala Desa. Dikalah itu dari 16 orang calon yang berkompotisi dalam pemilihan, Ismail Hasan, S.Ag mendapat perolehan suara terbanyak disusul secara berturut-turut Arbi, Taro ( mantan Calon Kepala Desa Drs.Anas, Ismail H.Patamin, Subhan, Rahmawati, S.Ag,Makmur, Andi Aminuddin A. Tanra ( Anak dari Mantan Kepala Desa Mattirowalie ), Muh. Ramli ( Guru SD 51 ) dan Hadakin. Dari 11 orang anggota BPD yang terjaring melakukan Sidang yang agendanya memilih Ketua dan Wakil ketua.Peserta Sidang menyepakati Ismail Hasan, S.Ag sebagai ketua. Kemudian pada tahun 2007 masa jabatan pengurus BPD berakhir dan selanjutnya akan diisi dengan pengurus baru.Pemilihan Kepegurusan baru tidak

lagi memakai sistem lama, namun pengangkatannya dilakukan oleh Kepala Desa dengan tetap mempertimbangan usul dan aspirasi masyarakat. Kemudian pada priode kedua Ismail Hasan, S.Ag tetap terpilih menjadi ketua BPD yang kedua kalinya yang namanya berubah menjadi Badan Permusyawaraatan Desa.Kemudian pada tahun yang sama pula diakhir tahun 2007 masa Jabatan Abdul Muttalib telah berakhir, dan sebagaimana amanah UU bahwa BPD harus membentuk panitia pemilihan Kepala Desa untuk periode berikutnya. Dimana panitia ini mempunyai tugas melakukan penjaringan, memperifikasi serta melakukan pemungutan suara sampai pelantikan Kepala Desa terpilih.Pada penjaringan yang dilakukan oleh Panitia pemilihan muncul 2 orang calon, masing-masing Abdul Muttalib ( mantan Kepala Desa ) periode sebelumnya dan Hermasya, S.Pd (Menantu dari Sahabuddin mantan Kepala Desa Pertama ). Dari perhelatan ini Abdul Muttalib kembali terpilih yang kedua kalinya dengan perolehan suara yang sangat signifikan mengalahkan Hermanyah, S.Pd.Abdul Muttalib inilah yang pada periode keduanya (2008-2013) membuat harum dan mengantrkan Desa Benteng palioi menjadi juara I Tingkat Provinsi Lomba GSI Sekaligus mewakili Sul-Sel ke tingkat Nasional. Keberhasilan Abdul Muttalib dalam membangun Desa tentu tidak lepas dari kerjasama semua pihak yang mengidam-idamkan sebuah perubahan dan kemajuan.

Mengenai rencana pemekaran Dusun Balleangin menjadi sebuah desa sebenarnya sudah lama digagas. Sejak Andi Baso Maskur menjadi Camat di Kec. Kindang wacana pemekaran sudah ada tapi wacana itu gagal karena terkendala dengan jumlah penduduk yang pada masa itu belum memenuhi syarat untuk

43

berdiri sebuah desa baru. Kemudian tidak lama A. Baso Maskur diganti oleh Drs. Andi Mahyuddin sebagai camat, pada masa ini muncul ide untuk menggabungkan dua wilayah Yakni Wilayah Dusun Kalimulasa Desa Garuntungan dengan Wilayah Dusun Balleangin Desa Somba Palioi, hal ini dilakukan untuk pemenuhan syarat luas Wilayah dan jumlah penduduk.Gagasan ini pernah ditindaklanjuti dengan temu tokoh dua desa dan bahkan dihadiri oleh beberapa Kepala desa dan tokoh agama dan pemuda dalam wilayah kec. Kindang. Dalam temu tokoh tersebut Kedua Desa bersedia melepaskan wilayahnya untuk digabungkan menjadi sebuah desa baru. Wacana penggabungan dua wilayah desa menjadi sebuah desa baru juga batal terjadi. Wacana tinggal wacana tidak ada realisasi, dan pada saat itu mutasi Camat lagi terjadi. Drs. Andi Mahyuddin ( Camat Kindang ) Dimutasi menjadi Ka. PMD Kab. Bulukumba dan posisi Camat di gantikan oleh A. Sajuang, S.Sos. Pada masa inilah baru terwujud pemekaran tanpa penggabungan dua wilayah desa.

Dibawa sentuhan tangan dan kepala dingin seorang kepala Desa serta ketajaman fikiran dan ide cemerlang dari seorang Ketua BPD serta merespon keinginan dan harapan para tokoh agama, pemuka masyarakat, tokoh pendidik, pemuda dan tokoh wanita maka pada bulan Agustus 2008 dilakukan temu tokoh atas inisiatif Ismail Hasan, sebagai Ketua BPD Desa Benteng Palioi.

Dari hasil temu tokoh lahirlah sebuah kesepakatan untuk mengusulkan pemekaran Desa Baru.Pada bulan September 2008 terbentuklah panitia pemekaran yang diketuai Oleh Ismail Hasan, S.Ag dengan uraian tugas mempersiapkan seminar

pemekaran dan temu tokoh ke II, membuat proposal pemekaran dan sekaligus menjadi delegasi ke pemerintah kabupaten.

Pada hari kamis tanggal 22 oktober 2009 bertempat di rumah Kr. Ngeton dusun Balleangin diadakan temu tokoh II yang dihadiri Kepala Desa Benteng Palioi ( Desa induk ), Ketua BPD, Ketua LKMD, tokoh Masyarakat, tokoh Wanita, organisasi kepemudaan dan tokoh Agama yang melahirkan kesepakatan:

1. Nama desa hasil pemekaran adalah Desa Somba Palioi

2. Dusun yang bergabung dalam desa pemekaran adalah Dusun Balleangin dengan luas 2.200 m2, Dusun Pabbontoang luas 2.450 m2, Dusun Buhung Batua luas 1.850 m 2 dengan total luas wilayah 6.500m2

3. Ibu kota desa adalah Dusun Balleangin.

Sesuai Perda Nomor 9 tahun 2010 tentang Pembentukan Desa, secara depakto Desa somba palioi resmi berdiri yang ditandai dengan peresmian pada hari Selasa tanggal 27 bulan Desember tahun 2011 yang bertempat di Desa paccaramengan Kecamatan Ujungloe Kab. Bulukumba. Pada hari itu pula Desa Somba Palioi dipimpin oleh Akhmad Riza, St Sebagai pelaksana Tugas.

Inilah perjalanan singkat dan sekelumit rentetang peristiwa yang mengantarkan kepada sebuah perubahan.

45

Dokumen terkait