BAB III. METODE PENELITIAN
4.1 Profil Organisasi Kompas USU
4.1.1 Sejarah Kompas USU
Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup Universitas Sumatera Utara atau yang dikenal dengan nama Kompas USU, adalah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) di lingkungan Kampus Universitas Sumatera Utara ( USU ). Organisasi yang berada dibawah Rektor USU ini berdiri sejak tahun 1980 ( sumber : profil Kompas USU ). Kompas USU pada mulanya berawal dari ide beberapa orang mahasiswa USU dari berbagai fakultas. Pada saat itu mereka beranggapan bahwa USU sebuah universitas terbesar di Sumatera Utara belum punya wadah penyalur hobi dan minat mahasiswa, khususnya dalam bidang studi lingkungan hidup atau pecinta alam.
Berdasarkan profil Kompas USU, pada saat itu sudah banyak mahasiswa yang gemar secara berkelompok maupun perorangan yang pergi mendaki hutan rimba dan melakukan aktivitas yang erat kaitannya dengan mencintai alam. Kemudian beberapa mahasiswa tersebut berembuk di suatu tempat dan membicarakan tentang kebutuhan akan adanya sebuah wadah formal bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat serta hobinya. Sepakat akan hal dimaksud, dilahirkanlah sebuah kebulatan tekad yang intinya adalah : “bertekad untuk merintis terbentuknya organisasi pecinta alam mahasiswa USU”. Dan untuk itu diangkat dan ditunjuklah seorang ketua dan
sekretaris pemrakarsa, dengan tugas untuk membentuk kepengurusan dan menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Setelah segala sesuatunya dipersiapkan, kemudian dilakukanlah usaha-usaha berupa kegiatan untuk menunjang konsep pembentukan. Kegiatan dimaksud guna memberi keyakinan kepada pimpinan USU akan keseriusan niat pembentukan wadah pecinta alam USU. Setelah berjalan sekitar 9 bulan dan dengan hambatan-hambatan yang cukup berat, akhirnya pimpinan USU memberi “lampu hijau” kepada para pemrakarsa untuk mengadakan pertemuan serta mewakili seluruh mahasiswa dari setiap fakultas yang mempunyai minat terhadap kegiatan pecinta alam.
Lahirlah kesepakatan berupa pembentukkan pengurus dan AD/ART. Hasil musyawarah itu kemudian diserahkan kepada pimpinan USU untuk dipelajari dan akhirnya disahkan melalui surat keputusan Rektor USU no.1258/PT-05/SK.080 pada tanggal 6 Oktober 1980, yang akhirnya tanggal tersebut sebagai hari lahirnya Kompas-USU. Dan selanjutnya Kompas-USU terus bergerak aktif melaksanakan program-programnya sampai sekarang.
Dalam hal ini walaupun sudah ada dasar yuridis dari Rektor USU, tantangan masih tetap ada dan itu muncul dalam pendirian dan proses pengembangan Kompas USU. Hal ini khususnya datang dari lembaga intra universitas tingkat fakultas, seperti Senat dan BPM. Bentuk tantangan tersebut bukan berarti mereka tidak sependapat dengan adanya lembaga minat mahasiswa pecinta alam, melainkan karena badan yang mereka duduki tidak diikut sertakan dalam konsultasi pendiriannya. Dengan
kata lain, Senat / BPM pada waktu itu ( periode 1980-1982 ) sepakat didirikannya KOMPAS USU, tetapi kurang menyetujui cara atau proses pembentukannya.
Secara struktural, pendirian lembaga minat mahasiswa yang berada pada tingkat universitas tidaklah harus diproses terlebih dahulu oleh lembaga yang berada pada tingkat fakultas seperti Senat / BPM. Setelah melalui proses waktu, sebagian Senat / BPM se-USU yang pada mulanya tidak sepakat dengan cara pendirian, akhirnya mendukung eksistensi Kompas USU. Dan selanjutnya Kompas USU terus bergerak aktif melaksanakan program-programnya sampai sekarang. Mengingat proses waktu dan tantangan yang pernah dihadapi Kompas USU dalam pendiriannya, maka merupakan kewajiban moril bagi semua anggota untuk bersama-sama mempertahankan eksistensi dan memelihara kesinambungan Kompas USU. Gagasan
mendirikan Kompas USU pada mulanya muncul dari 8 orang mahasiswa ( sumber: profil Kompas USU, 1980 ).
Adapun dibawah ini para pemrakarsa berdirinya Kompas USU yaitu :
- Juharman Arifin Fakultas MIPA USU
- Josmori Surbakti Fakultas Teknik USU - Sprayitno Srio Kusumo Fakultas Teknik USU
- Wahidin Yasin Fakultas Ekonomi USU
- Hardy Guchi Fakultas Pertanian USU
- Patohonan Silitonga Fakultas Teknik USU
- Syarifuddin Munir Fakultas Ekonomi USU
Wadah penyalur hobi dan minat yang eksistensinya diakui tentu dapat pula dimanfaatkan untuk mengerahkan sumber daya manusia yang potensial untuk membangkitkan rasa keprihatinan masyarakat terhadap lingkungan yang sudah menunjukkan gejala penurunan mutu, dan ini akan memberi dorongan untuk segera melakukan upaya kepedulian dalam bentuk program aksi penanggulangan kerusakan lingkungan. Aktivitas yang dilaksanakan secara terorganisir mengenai kegiatan pecinta alam dan kesadaran lingkungan akan lebih bergema dan mudah menyebar tidak saja pada lingkungan kampus tetapi juga ditengah masyarakat luas.
Kompas USU merupakan suatu organisasi yang menghimpun sekelompok mahasiswa USU dengan hobi dan minat yang sama tentu saja memiliki seperangkat aturan atau norma-norma baik yang bersifat tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku dan dijunjung tinggi. Dalam pasal 5 Anggaran Dasar Kompas USU tersurat apa yang menjadi tujuan Kompas USU. Adapun tujuan dari organisasi ini yakni membina insan akademis yang sadar, mampu dan bertanggung jawab melestarikan alam sebagai lingkungan hidup yang sehat. Tujuan ini bersifat abstrak dan hanya dapat dicapai dengan kegiatan terarah yang berbentuk apresiasi mental dan fisik yang berwawasan lingkungan. Dan kegiatan ini tidak lebih hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan.
Kompas USU dipilih sebagai nama organisasi karena pemrakarsa berkeinginan membentuk organisasi pecinta alam namun berbeda dengan organisasi
pecinta alam yang sudah ada. Pecinta alam yang ingin dibentuk diharapkan memiliki kelebihan dalam hal studi lingkungan hidup. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh rawannya masalah lingkungan hidup pada masa itu. Atas dasar itulah kata “Studi Lingkungan Hidup” yang diakronimkan dengan “S” dalam kata Kompas, sedangkan “KOMPAS” menjadi satu ciri khas dari Kompas USU dalam kegiatan nantinya.
Kompas USU sebagai organisasi pecinta alam apabila dilihat dari lingkup kegiatan yang dilakukan, merupakan organisasi yang bergerak dalam kegiatan alam bebas dan lingkungan hidup. Dalam hal ini terdapat dua pemahaman yang muncul, pertama sebagai organisasi pecinta alam yang berorientasi pada kegemaran akan kegiatan alam bebas. Sedangkan yang kedua sebagai salah satu kegemaran yang juga beraktifitas dalam bidang keilmuan dan studi mengenai lingkungan hidup. Dengan demikian, Kompas USU sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam dan studi lingkungan hidup berada pada kategori kedua. Hal ini disebabkan karena organisasi yang beranggotakan mahasiswa USU ini tidak bisa melepaskan nilai-nilai akademisnya dalam setiap kegiatannya.